Suddenly to be His Maid – 2

sddnly to be his maid

Tittle : Suddenly to be his Maid [DUA}
Length : series
Rated : PG 16
Genre : Comedy Romance,school life
Main cast : Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung
Author : Fatminho

Disclaimer : This Plot is Main.

Note :

Anyeong reader-deul.
Masih ingatkah dengan ff-ku yang satu ini?
#Sama…!#
aku juga baru ingat dengan ff ini! setelah kubaca part 1 baru bisa meraih inspirasi lagi untuk melanjutkannya.
Semoga tidak mengecewakan kalian semua.
Mianh karena aku melupakan ff ini lantaran sedang fokus di ff STORY IN MARRY & I’M BACK TO LOVE YOU.
Jadi, maklum ya jika banyak menebar typo… 

. Okey, ingat RCL-nya ya… Don’t be silent reader, ne? jujur, aku lebih suka jika ada yg meninggalkan jejak. Yah jika males berkomentar, cukup click ‘like’saja sudah cukup. Supaya aku bisa lebih bersemangat :D

Okay…

– Happy Reading – 

***

Sebelumnya…

“Wae? Kau tertarik dengan tubuhku?” tanya Kyuhyun yang sukses membuat mata Sooyoung membulat dan dengan cepat menjauhkan diri darinya. Sooyoung melihat Kyhyn bangkit dan berjalan mendekatinya. Sontak ia tertegun saat Kyuhyun semakin mendekati wajahnya. Nyaris tak bisa bernafas saking gugupnya. Ia memejamkan mata dan mendengar Kyuhyun berbisik ditelinganya, “Babo!”

Setelah berbisik, Kyuhyun berjalan menuju lemari besar untuk mengambil kaos rumahnya. Sedangkan Sooyoung masih mengatur nafasnya yang tak kentara berantakan. Selagi Kyuhyun ganti pakaian, Sooyoung menggunakan kesempatan itu untuk bisa kabur dari kamar Kyuhyun yang terasa panas baginya. Entahlah, padahal pendingin ruangan sudah aktif, tapi tubuh Sooyoung tetap terasa seperti sedang dibakar. Aku harus keluar! Tekad Sooyoung dalam hati sebelum ia beranjak pelan guna meninggalkan kamar tersebut.

“Ya! aku belum menyuruhmu pergi!” hardik Kyuhyun.

Deg!

***_***

Baru saja berbalik badan menghadap pintu kamar dan hendak melangkah pergi, Sooyoung terpaksa mematung kembali setelah mendengar perintah dari tuannya. Ya, bisa dikatakan, selama barang-barang berharganya disita oleh Kyuhyun, selama itu juga namja itu menjadi tuannya. Dengan malas dan bersarat sebal, Sooyoung memutar badan kembali menghadap Kyuhyun. “Wae-do?” tanyanya dengan memaksakan suara selembut mungkin walau kenyataannya ia sedang memendam kejengkelan.

Kyuhyun sudah menggunakan kaos rumahnya dan berjalan menuju sofa yang ada di sisi kamarnya. Ia duduk dengan wajah seringaiannya. “Kau…” hentaknya sembari menjulurkan telunjuk kanan kearah Sooyoung yang masih berdiri di dekat pintu. Sooyoung merespon dengan mengangkat alis kirinya, membuat Kyuhyun memindahkan arah telunjuknya ke atas nakas, tempat makan malamnya berada, setelah itu berpindah lagi kedepan meja datar didepannya. “Kau mengerti?” tanyanya pada Sooyoung yang sedari tadi menyimak baik perintah bisu Kyuhyun.

Dengan menghirup udara sebanyak-banyaknya, Sooyoung mengatur alur pernafasan di dada agar tidak membuat emosinya meningkat. Setelah menghela nafas, ia berdecak kecil, lalu dengan gusar berjalan mengambil makan malam Kyuhyun yang tadi ia letakkan di atas nakas, kemudian ia bawa kedepan Kyuhyun. Ia letakkan makan malam itu di meja datar depan Kyuhyun. “Selamat makan dan-“ kalimatnya terputus lantaran Kyuhyun mengangkat telapak tangannya sejajar mulut Sooyoung, bermaksud menyuruh yeoja itu diam dan tidak berbicara lagi.

“Duduklah!” perintah Kyu sembari mengambil piring makan malamnya.

“Aish… Kyuhyun-ssi, aku ini belum selesai menyiapkan beberapa dokumen akhir tahun yang harus aku kumpulkan untuk kelemgkapan data administrasi. Kalau aku ter-“

Kyuhyun menatap dalam mata Sooyoung. “Bisakah kau duduk dan tidak berceloteh lagi, eoh?” ujarnya. Dengan malas Sooyoung mengikuti kata-katanya. Kyuhyun tersenyum, “Duduk seperti itu akan lebih enak, bukan? Jadi, tetaplah seperti itu sampai aku selesai makan, arraseo?” jelas Kyuhyun dengan senyum jahil sambil menyendok makanannya dan mulai memakannya.

“Mwo? Yak! Kau pikir ini jam berapa Kyuhyun-sii… ini sudah jam Sembilan! Memangnya mengumpulkan data akhir tahun menghabiskan waktu sekejap? Aku tidak ak-“

“Masa menjadi maid-ku akan diperpanjang, mau?” tawar Kyuhyun yang masih mengunyah makanannya dengan santai.

Mata Sooyoung membulat, “MWO?? Shireo!” lantangnya, ekor matanya melirik sosok Kyuhyun yang sedang santai memakan makan malamnya. Sooyoung menghela nafas, “Baiklah, aku akan menunggu hingga kau selesai!” pasrah Sooyoung akhirnya sebelum menjatuhkan punggung ke sandaran sofa.

Sedetik detelah memutuskan untuk pasrah, Sooyoung langsung diam sambil memandang Kyuhyun yang sedang menikmati makan malam. Suasana yang awalnya rebut kini berubah menjadi hening. Hanya terdengar suara dentingan sendok yang digunakan Kyuhyun.

“Sudah selesai? Sini biar aku yang bawakan ke dapur!” ucap Soo, ramah. Kedua tangannya sudah dijulurkan kehadapan Kyu untuk menerima piring kosong dari Kyu untuk ia bawa ke dapur.

Kyuhyun melirik jail kearah yeoja yang tengah berdiri didepannya. Ia menyeringai sekilas sebelum menekan tombol yang menempel di dinding dekat sofa.

“Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Soo. Ia tidak suka jika melihat lirikan jahil si majikan.

“Kau juga, kenapa masih berdiri didekatku? Apa kau ingin aku peluk, eoh?”

Sontak mata Soo membulat. “Mwo? Neo michiyoseo?!” pekiknya. “Ak-“

“Permisi tuan. Anda memanggil saya?”

Kalimat Soo terputus karena seorang ahjumma tiba-tiba hadir di antara mereka. ya, Kyuhyun sudah menekan tombol untuk memanggil seorang pesuruh dirumah itu. Kyuhyun tersenyum dan langsung berdiri dengan senampan peralatan makan malamnya. Ia berjalan menghampiri ahjumma itu dan menyerahkan nampan tersebut. Setelah menerima nampan dari Kyu, ahjumma tersebut kembali keluar dan Kyuhyun kembali menjaili yeoja yang masih ia kurung di kamarnya tersebut.

“Oh, jadi semuanya sudah selesai, bukan? Baiklah, selamat beristir-“

“Ya! kau dilarang meninggalkanku sebelum aku terlelap, arraseo?!”

“Apa perlu aku bunuh dirimu sekalian supaya kau tidak bangun lagi, eoh?” hujat Soo.

Awalnya Kyuhyun tertegun mendengar kalimat tajam Soo, tapi detik selanjutnya ia malah tertawa hebat. Sedangkan Sooyoung menjadi tambah kesal dan menggeram. “YA! hentikan tawamu itu!” cetusnya dengan wajah kesal dan tangan yang dilipat di bawah dadanya.

“Ingatlah Sooyoung-sii, kau adalah pelayanku. Jadi ikutilah perintahku atau…”

“Arraseo! Kau tidak perlu melanjutkannya. Apa lagi yang harus aku lakukan, eoh?!” tanya Soo dengan nada ketus.

Kyuhyun langsung menarik tangan Sooyoung dan mendudukkan gadis itu di sofa panjang. Kemudian ia merebahkan diri dengan kepala berpangku di paha Sooyoung. “Jangan beranjak sedikit pun dari sini sebelum aku tidur, arra?!” titah Kyu dengan suara tegas dan mata yang sudah terpejam. Ia mendengar Sooyoung mendengus kesal, membuatnya menyunggingkan senyum jailnya.

Sooyoung sempat terpaku pada wajah namja yang kepalanya sedang ia pangku itu. “Tampan…” gumamnya dengan senyuman manis, tapi langsung berubah menjadi cemberut dan bergumam, “tapi ngeselinnya minta ampun!”

“Aku mendengarnya Sooyoung-ssi!!!” ucap Kyu ditengah tidurnya. Sooyoung hanya tercengang saja. Ia pikir namja itu sudah lelap. Bukankah ia sudah ada di posisi terburuk itu sejak tadi?

***

Tidak hanya satu malam saja terjadi hal yang menyebalkan bagi Sooyoung tersebut. Di malam selanjutnya pun ia harus menemani Tuan Muda menyebalkannya itu dan memberikan kepala si tuan tumpuan di pahanya. Ini semua ia lakukan karena tidak ingin waktu penyitaan barang berharganya itu di perpanjang. Cukup sepuluh hari saja, dan itu berarti tinggal empat hari lagi.

Pagi hari mulai menyapa kembali. Sooyoung mengerang sedikit dan matanya langsung mencari letak jam dinding. Ternyata sudah jam empat pagi. Bodohnya ia yang kali ini ikut tertidur dengan namja menyusahkan itu. Biasanya, ia akan langsung pindah ke kamarnya sendiri setelah memastikan Tuan-nya terlelap.

Sooyoung’s POV

Aku angkat perlahan kepala namja menyebalkan yang masih ada di pangkuanku. Kuraih bantal sofa sebagai pengganti pahaku yang ia jadikan bantalnya. Bodoh! Bisa-bisanya aku ikut terlelap di posisi yang buruk itu.

Sebelum beranjak dari kamarnya, kutatap sebentar wajah Kyuhyun yang tertidur. Polos, lembut, dan imut. Beda sekali saat ia terjaga. Benar, memang sebaiknya kubunuh saja dirinya agar tidak bangun dan aku bisa dengan puas memandangi wajah teduhnya seperti saat ini. Hahahaa, kau benar-benar menyebalkan Kyuhyun-ssi! Kau tahu, melihat posisimu yang meringkuk itu, hatiku tergerak untuk mengambilkanmu selimut yang dapat menghangatkan tubuhmu. Berterima kasihlah pada hatiku yang baik ini karena selalu merasa tersentuh melihat kelemahanmu saat udara terasa lebih dingin, meringkuk seperti ular.

Kulangkahkan kakiku perlahan untuk segera pindah kekamarku sendiri. Namun, samar-samar kudengar lagu The Boys milik SNSD yang aku jadikan nada panggilan masuk untuk Siwon-oppa. Ommo! Apakah itu benar-benar ponselku?

Kudapati gantungan berlambang SY warna pink dengan hiasan permata menjuntai dari bawah bantal di ranjang Kyuhyun. Ya, aku yakin itu ponselku. Segera aku beranjak kearahnya dan kuraih benda itu. Benar, itu ponselku dan…

“Yeobseo-“

“Chagie, kau mengangkat teleponku?” aku tertegun mendengar suara namja diseberang sana.

“Oppa~…” suaraku jadi bergetar. Tuhan, sudah berapa lama aku tidak mendengar suara kekasihku ini. aku sangat merindukannya.

“Kau belum tidur, sayang?”

“Anni oppa. Aku sudah tidur dan terbangun karena telepon darimu.”

“Eoh, jongmalyo? Mianhae chagie~, oppa hanya merasakan sesak didada karena merindukanmu. Jadi, oppa sengaja meneleponmu. Biasanya kau tidak mengangkatnya dan oppa pikir sekarang juga kau tidak mengangkatnya, tapi ternyata oppa bisa mendengar suaramu. Mianh sudah mengganggu istirahatmu. Bogoshipeo chagie~…”

Tes…

Kenapa kalimat yang kudengar darinya selalu berhasil membuat air mataku runtuh?

“Na do bogoshipeo oppa…”

“Kembalilah padaku Soo-ah. Jangan tinggalkan aku.”

Mwo? Apa yang ia katakan? “Annio oppa, aku tidak meninggalkanmu…”

“Kalau begitu, datanglah. Peluk aku!” suaranya bergetar. Aku tidak sanggup lagi.

Bip!

Kumatikan sambungan teleponnya. Kuhempaskan sembarang ponsel layar datar itu ke ranjang Kyuhyun. Segera aku beranjak pergi dari kamar Kyuhyun.

Aku langsung membersihkan tubuhku di kamar mandi. Setelah itu kuganti pakaianku dan menyiapkan beberapa hal penting yang kuperlukan. Aku tahu ini masih jam lima pagi, tapi aku ingin segera menemui Siwon-oppa. Aku khawatir dengan perasaan rindu di dadaku ini. Aku sadar keluar dari rumah di pagi buta seperti ini sungguh tidak baik, tapi semoga dengan surat ini kesalahanku dimaklumkan.

***

@ apartment Siwon

Kutekan tombol kombinasi yang masih ku ingat dan selalu kuingat. Kombinasi angka hari jadi kita. Hampir dua bulan hubungan kontras ini, tapi ia masih saja menungguku. Ya, Siwon-oppa memang tinggal di apartment pribadinya sendiri. Ia lebih tua empat tahun diatasku, tapi ia selalu berusaha menggapai diriku. Miris rasanya jika ku ingat kembali segala perjuangannya mendekatiku dan akhirnya menjadikanku yeoja-nya. Jujur, aku belum bisa mencintainya sepenuh hati, tapi aku selalu berusaha meyakinkan hatiku bahwa namja ini orang yang pantas untuk aku cintai.

Setelah berhasil aku langsung melenggang masuk menerobos beberapa ruangan disana hingga akhirnya aku terpaku didepan satu pintu kamar yang ku yakini kamar Siwon-oppa. Dengan tangan bergetar, kupegang gagang pintu tersebut dan perlahan kuputar kebawah sampai pintu itu terbuka.

“Soo-ah…” gumamnya kaget.

Bisa kulihat wajah pucatnya dan tubuh lemasnya yang terkulai lemah diatas ranjang dengan punggung yang bersandar pada satu bantal di sandaran ranjang. Mataku memanas dan segera aku berhambur memeluknya. Tangisanku pecah.

“Chagie-ah kau datang…?” aku mengangguk dengan tetap mengeratkan pelukanku ditengah tangisanku. Tuhan, aku benar-benar merindukan namja ini.

Bisa kurasakan tangannya mengelus lembut rambutku. Nyaris satu minggu aku tak pernah berkabar atau mendengar kabar darinya. Yeoja macam apa aku ini yang tega meninggalkan namjachingunya tanpa memberi kabar sedikit pun.

“Chagie-ah, tinggallah bersamaku…”

Pikiranku sedang terpenuhi olehnya hingga tanpa berpikir lagi, ku anggukkan kepalaku dan membiarkannya nyaman di pelukanku.

Sooyoung’s POV end

***

Sementara itu, dikediaman keluarga Cho terjadi kegaduhan yang disebabkan oleh tingkah usil si evil Kyuhyun. Hari minggu pagi saatnya bersantai untuk Tuan dan Nyonya Cho, tapi apa yang mereka dapat, teriakan anak laki-laki dirumah itu telah merusak kehangatan minggu pagi mereka.

“Sooyoung… Choi Sooyoung….!” jerit Kyuhyun yang entah gambar wajahnya sedang ada dimana, yang jelas suaranya telah berhasil mengganggu telinga siapapun yang mendengarnya.

“Aduh… ada apa sih dengan Kyunie, kenapa dia sangat berisik?” keluh Ahra pada kedua orang tuanya yang sedang menyesap teh hangat di ruang tengah. Tampak sekali gadis itu terbangun dari tidurnya karena jeritan aneh seorang Kyuhyun. Buktinya gadis itu masih mengenakan piyama dan sandal rumahnya dengan rambut yang sedikit berantakan.

“Entahlah, sepertinya Kyuhyun sudah terbiasa dengan Youngie. Sedari tadi ia meneriaki Youngie untuk menghampirinya. Padahal gadis itu sudah pergi sejak pagi tadi.” Jelas Ny.Cho santai. Kebetulan yang menemukan pesan tertulis dari Sooyoung adalah Ny.dan Tn.Cho, jadi wajar saja beliau tidak kaget seperti yang di alami Ahra sekarang.

“Mwo? Pergi sejak pagi?” kedua orang tua itu mengangguk polos. “Mau kem-“

“Eomma, abeoji, mana Sooyoungie? Apa ia tidak dengar aku memanggilnya sedari tadi?” ujar Kyu gusar, memotong pembicaraan Ahra, membuat ekspresi wajah kedua orang tuanya mengeras.

“Yak! Cho Kyuhyun! Siapa yang mengajarimu bersikap tidak sopan seperti itu, eoh? Kenapa kau memanggil Sooyoung seperti memanggil pembantu?!” tanya Tn.Cho dengan suara meninggi.

Kyuhyun tampak terkesiap. Bodoh! Kenapa bisa lupa dengan posisi Sooyoung yang seharusnya aku ingat saat ada appa dan eomma. Rutuk Kyu dalam hati. “Ah, anni abeoji. Aku hanya ada perlu. Ya, ada sesuatu yang penting yang harus kutanyakan pada Sooyoung, jadi-“

“Dengar Kyu, apapun alasanmu, tidak seharusnya kau memanggilnya seperti tadi. Ingat, Sooyoung adalah tamu disini! Choi ahjussi akan mengambilnya setelah ia kembali dari Kanada. Dan itu berarti, Soo bukan sekedar tamu, melainkan keluarga kita.” Jelas tegas Ny.Cho.

“Sekali lagi aku tahu kau bersikap sekasar tadi, fasilitasmu akan benar-benar lenyap dan tidak akan pernah aku kembalikan! Arraseo?!” hujat Tn.Cho lalu beranjak dari ruangan itu disusul oleh Ny.Cho dibelakangnya.

Baru saja Kyu ingin membuka pembicaraan dengan neuna-nya, Ahra terlebih dulu menyanggahnya. “Aku juga tidak suka jika melihat kau terlalu menjaili Soo. Kau tahu, kemarin malam ia sendiri yang ingin membawakan makan malam kekamarmu. Terlihat sekali wajahnya yang sangat mengkhawatirkanmu. Sadarlah Kyu, sebelum terlambat.” Lantas Ahra segera angkat kaki dan kembali ke kamarnya.

Kyuhyun tertegun sesaat setelah mendengar deretan kalimat sang kakak. Namun kemudian, ia berdecak kesal mengingat tingkah semua orang pagi ini. Eomma, abeoji, neuna, semua sama saja. Sama-sama menyebalkan. Kyuhyun merasa sikap keluarganya kini lebih cendrung menyayangi Sooyoung dibandingkan dirinya.

***

Kyuhyun’s POV

Kemana sih perginya yeoja menyebalkan itu? Apa ia lupa resikonya jika tidak ada di depanku saat aku panggil? Bisa-bisanya ia meninggalkanku terlelap di sofa sendirian.

Ku edarkan pandanganku ke segala penjuru kamarku. Cukup kaget juga saat kulihat ponsel Sooyoung yang kemarin malam sempat aku hidupkan tergeletak di atas ranjangku. Segera kuraih benda itu dengan perasaan bingung, bukankah aku sudah meletakkannya kembali ke bawah bantal? Atau jangan-jangan…

Tebakanku benar. Bodoh! Kenapa aku harus lupa untuk mematikan ponselnya lagi, kemarin? Pasti ia menerima panggilan masuk dari namjachingu-nya itu. Apakah ia nekat menemui namja-nya? Dasar! Seharusnya ia lebih mengutamakan aku, Tuan-nya! Awas saja kau Soo, akan ku perpanjang hukumanmu!

Aneh, kenapa jadi terasa sepi sekali jika tidak ada si pelayan itu. Semua game sudah aku mainkan, tapi tetap tidak seru jika aku belum menjaili si maid pribadiku itu. Dan kemana saja ia seharian tidak muncul juga. Apa ia lupa alamat rumah ini? Bayangkan saja, sejak pagi hingga menjelang malam seperti ini ia tak kunjung datang juga. Apa yang ia lakukan bersama namjachingu-nya itu,sih? Aishh jinja! Kenapa juga aku memikirkannya! Pabo!

“Kyuhyun-ssi…”

“YA, NEO!!” pekik kagetku hingga membuatku langsung bangkit dari sofa ruang tamu yang sejak siang tadi kuhinggapi. “Mengagetkan saja!”

“Oh, Mianhe…”

“Tidak akan kumaafkan jika kau tidak menjelaskan kemana saja kau seharian ini? kau tahu kan kalau hari ini weekend, tentu saja kau sangat dibutuhkan!!!” protesku.

“Maaf, aku tadi sedang-“

“Tidak usah di jawab!” tidak, aku juga tidak mengerti kenapa aku tidak ingin mendengar penjelasan jujurnya jika seharian ini ia sedang kencan dengan namjanya?

“Yak! Kenapa kau sangat menyebalkan sih?! Bukannkah kau memintaku untuk menjelaskannya padamu? Lalu kenapa kau melarangku untuk menjelaskannya, eoh?!” hei, kenapa nada bicaranya sangat tinggi seperti itu? Dan… oh Tuhan ada apa sebenarnya dengan wajah marah penuh kesedihan itu? Apa ia memergoki namja-nya berselingkuh dengan yeoja lain, seperti pengalamanku itu?

“Ya~ kau tidak perlu emosi seperti itu. Aku hanya menundanya saja, bukan tidak jadi. Lihatlah wajahmu sangat kusam. Lebih baik kau mandi dan bereskan dirimu itu. Setelah itu, temui aku di kamarku, arra?!” jelasku dengan nada rendah sembari berjalan melaluinya dan menghilang dari hadapannya.

Kyuhyun’s POV end

***

Sooyoung’s POV

Aku segera mengemas beberapa barang dan pakaian yang aku perlukan. Ya, akhirnya aku memang harus tinggal bersama Siwon-oppa. Saat aku meminta ijin pada appa, melalui telepon Siwon-oppa tadi siang, dengan senang hati ia mengijinkanku asalkan tidak terjadi hal negative saja di antara kami. Sekarang tinggal meminta ijin pada ahjeossi dan ahjumma untuk pergi dari rumah ini selama beberapa hari.

“Soo, apa kau akan berangkat malam ini?” tanya Cho ahjumma yang baru saja hendak masuk ke rumah. Aku tersenyum.

“Ne ahjumma.”

“Bukankah lebih baik kau pergi besok pagi?” tanya Cho ajeossi. Aku menggeleng.

“Anni… ini masih jam setengah tujuh dan belum terlalu malam. Aku khawatir dengan keadaan temanku itu. Ia sedang sakit.” Jelasku. Kulihat mereka saling memandang sendu dan menganggu setelah menatap kearahku lagi.

“Jangan sampai lupa denganku, ne?” ucap Cho ahjumma yang membuatku tertawa kecil dan menerima pelukannya. Rasanya seperti sedang memeluk eomma-ku sendiri. aku tersenyum kearah Cho ajeossi yang langsung dihadiahkan usapan lembut di kepalaku.

“Kau tidak menemui Kyunie dulu Soo?”

Menemui Kyuhyun? Ah, tidak. Aku tidak akan sanggup melihat wajahnya. Bukankah sore tadi ia sempat marah padaku? Hmm… benar. Lebih baik aku tidak menemuinya. Masalah barang-barangku, aku bisa merelakan itu semua sampai ia yang memberikannya padaku. Lagian ponsel yang lain masih ada, Siwon-oppa yang memberiku.

Aku menggelengkan kepala kecil, “Annio ajeossi, besok saja aku berpamitan padanya saat bertemu di sekolah. Tadi terakhir kulihat ia sedang tidur di kamarnya.” Jelasku seraya meraih ransel pink-ku dan menarik gagang koperku. “Terimakasih atas semua perhatian kalian selama ini. Jika tidak ada halangan, mungkin aku akan balik lagi kesini.”

“Nde. Aku harap kau mau balik kesini lagi Soo. Aku mohon, jangan jera tinggal disini dan menghadapi Kyuhyun-ku yang menyebalkan itu.” Tutur ahjumma. Aku tersenyum dan mengangguk. “Ne, Gwenchana ahjumma. Aku tidak akan pernah jera tinggal di rumah sehangat ini. jeosonghamnida…” balasku seraya membungkukkan badan.

Aku mulai menyeret koper dan ajeossi, supirku, langsung mengambil alih benda itu setelah aku sampai di depan pintu. Ajeossi dan ahjumma masih mengantarku hingga kini aku masuk ke Van hitamku. Kulihat ahjumma mendekatiku karena jendela mobil di sebelahku masih kubuka penuh. Beliah memelukku dari jendela tersebut lalu memberiku kecupan dikedua pipiku. “Kau selalu aku nanti untuk kembali. Jangan lama-lama bersama temanmu itu, ne?”

“Ne, ahjum-“

“Eomma!” potongnya. “Panggil saja aku eomma.” Aku tersenyum dan mengangguk.

“Ne, eomma…”

***

Setelah pindah dari rumah besar keluarga Cho ke apartment Siwon-oppa, aku langsung menemaninya dan merawatnya yang sedang demam tinggi. Aku khawatir ia akan masuk rumah sakit lagi setelah ini. Ya, aku sangat sedih saat melihatnya di rawat intensif karena keadaan jantungnya sangat lemah. Walau kesannya sangat jahat, keadaannya juga menjadi salah satu alasan kenapa aku menerima pernyataan cintanya satu setengah bulan yang lalu.

Aku bangun pagi-pagi sekali dan langsung memasakkan bubur untuk oppa. Setelah itu aku segera bersiap untuk kembali ke sekolah. Kini aku sedang memakai kaos kakiku. Tidak lama kemudian aku bangkit dan berbalik. Agak terlonjak kaget ketika kutemui sosok pucat Siwon-oppa yang tengah berdiri di hadapanku. “Eoh, kau sudah bangun?”

Siwon-oppa menatapku dan menganggukkan kepala. Ia melangkah lagi hingga kedua tangannya bertumpu di kedua pangkal lenganku. Perlahan ia kecup keningku. “Gomawo sudah mau menemaniku, Choi Sooyoung.” Lirihnya yang membuatku terharu.

“Ne, oppa. Oh iya, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Kau jangan mengerjakan proposal-proposal yang menumpuk di meja kerjamu itu. Kau harus istirahat. Pulang sekolah nanti, aku tidak akan kelayapan, pasti datang tepat waktu. Kalau ada apa-apa, oppa bisa hubungin supirku karena aku tidak membawa hp, arra?” jelasku. Kulihat ia terkekeh mendengar semua ocehanku tadi.

“Ne, chagie~” ucapnya.

“Geurae, aku berangkat dulu, oppa…” pamitku sembari melangkahkan kaki meinggalkannya.

Saat hendak ingin membuka pintu, aku merasa ada sesuatu yang menarikku. Mataku mendelik kaget saat kusadari kini Siwon-oppa tengah menempelkan bibirnya di bibirku. Karena terhanyut suasana, aku pun menutup kedua mataku dan kurasakan ia mulai melumat bibirku. Namun, baru sedetik kubalas kecupan lembutnya, ia mendorong tubuhku untuk mengakhiri kegiatan kami.

“Nanti kau telat. Hati-hati di jalan!” ucapnya gugup. Lucu sekali.

“Ne.” aku pun tidak kalah gugup. Bahkan tanganku sedikit bergetar saat memencet tombol kombinasii untuk membuka pintu.

***

@sekolah

Aku berjalan penuh rasa senang. Jujur, kalau setiap hari aku lalui dengan hal-hal yang manis seperti pagi tadi, bisa-bisa aku benar-benar dibuat jatuh cinta oleh Siwon-oppa.

“Syoong!” suara Yoona menyapaku. Benar saja, ia sedang berlari kecil kearahku.

Hap!

Ia memelukku langsung sambil tesenyum senang. “Rupanya kau sudah bebas dari tuan muda itu, eoh?” tanyanya. Ya, aku ingat sekali betapa kesalnya Yoona saat Kyuhyun menarikku untuk mengikuti dan membawakan barangnya, dan meninggalkan Yoona sendirian.

Aku tersenyum, lalu menggidikkan kedua bahuku, “Molla”

“Mwo? Ya! lalu, tumben sekali kau-“ ucapannya teputus.

Kulihat ia memandang ke belakangku. Otomatis aku pun menolehkan kepalanya. Sedikit terperanjat saat kudapati sosok Kyuhyun yang kini tengah berjalan kearahku. Semakin dekat dan semakin dekat lagi. Wajahnya benar-benar dingin dan sepertinya setan telah menghuni tubuhnya kali ini. ia semakin dekat dengan posisiku dan aku sama sekali tidak bisa membuang wajahku dari sosoknya. Hingga aku dibuat tercengang saat ia menatap lurus kedepan dan berjalan melaluiku tanpa menoleh kearahku. Tidak mungkinkan ia tidak melihatku?

“Tuh kan! Kau benar-benar bebas sekarang! Kau lihat, bahkan ia berlalu begitu saja tanpa harus menyeretmu seperti biasanya.” Ujar Yoona.

Kenapa akujadi tidak senang mendengar kalimat Yoona?
Kenapa aku merasa sedih saat ia abaikan?
Kenapa aku merasa ingin mengejarnya dan menampar wajahnya, lalu bertanya, ‘kenapa mengabaikanku? Apa hukumanku telah berakhir?’

Sooyoung’s POV end

***

_TBC_

111 thoughts on “Suddenly to be His Maid – 2

  1. Sooyoung sudah punya namjachingu…. yaaa, gimana nasib kyuhyun?? sepertinya kyu secara gak sadar, dia sudah mulai suka dengan soo yaa… :)

  2. apa kyuppa marah d tinggalin soo eonnie??
    jangan sampe soo eonnie jatuh cinta benaran sama wonppa,
    lanjut part 3 :)

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s