[SERIES] I’m Back to Love You – 11[END]

ib11

I’m back to Love You  – Part 11[END]

Author: Fatminho

Genre: Romance, Family, dramatic

Length : Series

Rated: 18+

Main cast: Kyuhyun, Sooyoung

 

Disclaimer:

 

This Plot is realy Mine!

SIDER?? GO AWAY SOON!!

 

Note :

 

NOW….  

I COME BACK WITH THE ENDING PART OF

I’M BACK TO LOVE YOU!!!

Sooo…..

:D HAPPY READING \(^,*)/

 

***

Kami semua telah ada di dalam gereja, tempat dilaksanakannya pemberkatan nikahnya Siwon-oppa dan Tiffany. Aku tersenyum memandangi seorang Tiffany yang kini tengah berjalan menuju altar. Disana, Siwon-oppa sudah menunggunya dengan penuh sumringah di wajah. Bayangkan saja, betapa bahagianya mereka berdua saat ini?

Chup*

Badanku tersentak kala kurasakan ada yang mengecup pipiku. Aku menoleh dan senyumanku mulai bermekaran diwajah dan di hati. Cho Kyuhyun, suamiku, dia telah benar-benar kembali. Maka dari itu, aku terus merangkul tangannya dan tak akan kulepaskan. Aku sangat merindukannya.

“Kau cemburu melihat Fanny?” tanyanya.

Dahiku mengerut. Cemburu dengan Fanny? Apakah dia masih berpikir bahwa aku masih menyukai Siwon-oppa? Andwe!

“Pertanyaan macam apa itu, oppa? Aku tidak cemburu dengannya. Aku akan cemburu pada yeoja lain saat dia berani bergelayut dilenganmu!” balasku.

Tak!

Dia menjitak kepalaku, membuatku mengaduh sambil cemberut. Kutatap wajahnya garang. “Ya~ bukan itu maksudku. Kalau memang iya ada yeoja lain yang dekat denganku, kau memang diwajibkan merasakan rasa cemburu dan sakit hati, Nyonya Cho!” jelasnya dengan geraman. Aku nyengir menanggapinya. “Maksudku adalah, apakah kau cemburu dengan Fanny yang menikah dengan penuh cinta? Tidak seperti yang kau alami, pernikahan aneh penuh paksaan.”

Aku terdiam sebentar setelah mendengar ucapannya. “Jadi saat kita menikah, kau benar-benar tak menyukaiku? Benar-benar tak menginginkanku?” tanyaku serius. Jujur, aku sedih mendengarnya berkata seperti itu. Jadi, selama ini hanya aku yang merasakannya? “Padahal aku sangat bahagia…” sambungku, masih dengan mimik kesalku.

Kulihat dia memejamkan kedua matanya erat dan beralih mendekap tubuhku dari samping. “Aku bahkan lebih dulu mencintaimu. Sekarang, perhatikan acara pemberkatan ini. Kita lanjut pembicaraan ini lain waktu.”

Sooyoung’s POV end

-

Hari pun mulai menggelap. Setelah acara pemberkatan itu selesai, acara resepsi pun langsung di mulai. Tiffany dan Siwon sudah memakai busana yang berbeda. Mereka benar-benat terlihat bahagia. terlebih lagi Fanny yang sangat bersemangat karena sosok idolanya ikut memeriahkan acara pernikahannya ini.

Berbeda dengan Kyuhyun yang sedari tadi menandatangani beberapa album yang sebagian tamu membawanya. Dia sebenarnya kesal, acara pesta ini berubah jadi Fan Meeting secara mendadak. Ini semua karena ulah Tiffany yang meminta Kyuhyun untuk bernyanyi di acaranya. Padahal, Kyuhyun sudah bersikap sewajarnya orang biasa dan memakai penyamaran yang cukup.

“Soo, kau sangat beruntung menjadi istri seorang Cho Kyuhyun. Disaat kau hendak memejamkan mata, dia akan ada disampingmu dan akan menyanyikan lagu cinta untukmu. Uuwwoohhh…. daebak!!!”  Tiffany heboh sendiri mengagumi suami temannya, padahal, suaminya sendiri sudah menatapnya penuh kegarangan. Hal tersebut membuat seorang Sooyoung mengulum tawanya sebisa mungkin.

Tiffany masih terkagum-kagum memandangi Kyuhyun yang sedang tersneyum ramah pada para idolanya. Sedangkan Siwon semakin mengeraskan rahangnya. “Guraey, kalau memnag itu maumu, pergilah mencarinya.!” Cetus Siwon, membuat senyum sumringah di wajah Tiffany memudar seketika. Tiffany memandang Siwon tak mengerti. “Cari saja Cho Kyuhyunmu itu!” tambah Siwon sambil meraih lengan Sooyoung. “Soo-ah, gajja, kita ikhlaskan saja mereka! Pergilah bersamaku!” lalu menarik Sooyoung yang masih kebingungan untuk menjauh dari Tiffany.

“Ya~ Ya~ oppa-ya!” tegur Tiffany berkali-kali. Namun Siwon tetap berlenggang menjauhinya.

“YA! SIWON-SSI!!! Mau kau bawa kemana istriku, eoh?!” kini suara keras Kyuhyun mengintrupsi Siwon yang masih menggeret lengan Sooyoung. Namun, perlahan dia berhenti dan berbalik.

Pandangannya bukan kepada Kyuhyun, melainkan kepada Tiffany yang sudah tersedu. Kemudian yeoja itu berlari memeluk tubuh Siwon. “Nappeun!!!” rutuknya pada Siwon.

“YA! jangan pernah kau membawa istriku pergi lagi, arraseo?!” Kyuhyun yang tak mengerti masalah awal tetap mehrong menatap Siwon sambil mendekap Sooyoung dipelukannya.

“Ini semua gara-gara kau yang telah menjadi idola istriku! Jadi aku hanya menggretak istriku saja. Lagi pula, bagaimana pun perputaran waktu yang membawa Sooyoung selalu bersamaku, takdir akan tetap membawanya kesisimu. Seperti saat ini, bukan begitu?” jelas Siwon penuh ketenangan.

-

“Ya~ Ya~ oppa! Kyuhyun-oppa! Kenapa kau meneruskan rajukanmu? Hey, kau dengar aku, tidak?” racau Sooyoung sambil menyetarakan langkah cepat Kyuhyun di koridor menuju lapangan parkir. Memang sejak awal, Kyuhyun memutuskan untuk tidak menginap dan lebih memilih langsung balik ke Seoul setelah acara selesai. Kyuhyun masih berjalan cepat dengan wajah dinginnya saat mendengar celotehan istrinya itu.

Tiba-tiba dia berbalik menatap sangar Sooyoung saat sudah sampai di depan pintu mobil. Otomatis, Sooyoung yang fokus pada kecepatan Kyuhyun berjalan pun langsung menubruk dada Kyuhyun. Tinggi mereka nyaris sama. hingga membuat posisi wajahnya nyaris berada di depan wajah Kyuhyun. Sooyoung terkaget dan membulatkan matanya.

“Kau mau balik bersamaku atau tetap tinggal bersamanya?” tanya Kyuhyun sakartis.

“Yah! Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku memilih ikut bersamamu!”

Kyuhyun menatapnya dingin sambil mengulum senyuman. Dia ingin mala mini sampai besok bersikap dingin kepada yeoja yang dia cintai itu. Mengulang kisah awal pernikahan mereka dulu.

Supir Kyuhyun langsung membukakan pintu mobil untuknya. Bukannya mempersilahkan Sooyoung untuk masuk, dia malah memutuskan untuk masuk duluan dan membiarkan pintunya terbuka. Hal itu membuat Sooyoung tercengang. Apa karena masalah tadi dia tetap mempertahankan kekesalannya?

“Nyonya, silahkan masuk?” seru sang Supir kemudian, menyadarkan Soo dari lamunan geramnya.

“Eoh, nde.” Akhirnya dia masuk kedalam mobil dan menatap Kyuhyun heran. Gara-gara hal sepele tadi dia mengacuhkanku?, begitu pikirnya.

Sesampai di bandara, Kyuhyun melenggang duluan. Sedangkan Sooyoung membuntutinya dibelakang. Yeoja itu merutuk beberapa kali. Dia kesal dengan sikap dingin suaminya yang saat ini benar-benar mengacuhkannya. Padahal, dia sangat merindukan sosok suaminya itu.

Mereka duduk berdampingan didalam pesawat. Pandnagan Kyuhyun tetap pada pemandangan langit hitam diluar sana. Sedangkan Sooyoung hanya memperhatikan gerak-gerik nampyeonnya. Dia melihat Kyuhyun tertidur dengan kepala bersandar pada sandaran kursi saja. Kedua tangan dilipat didada dan wajahnya menengadah. Mendapati hal itu, Sooyoung pun berinisiatif membawanya kedalam dekapan kecil yang dia bisa.

Pertama-tama, Sooyoung menyelukkan tangan kirinya kebelakang kepala Kyuhyun. Dengan penuh kehati-hatian, dia menarik kepala Kyuhyun menuju bahunya. Tangan kanannya dia gunakan untuk mendekap wajah Kyuhyun. Kemudian jemari lentiknya dia gunakan untuk mengelus sayang wajah suaminya. “Jongmal bogoshippeo oppa-ya~” bisiknya sebelum mengecup dahi suaminya dalam.

Tanpa sepengetahuan Sooyoung, saat ini Kyuhyun tengah tersenyum dibawah dekapannya. Benar, dia bodoh jika mengakhiri aksi tidur dadakannya saat ini karena sesungguhnya dia snagat merindukan belaian yeoja yang sampai detik ini sangat dia cintai.

Akhirnya, mereka terlelap dalam posisi yang sama. Pipi Sooyoung bersandar di puncak kepala Kyuhyun yang sedang didekapnya.

-

Satu jam kemudian, pesawat mendarat di bandara Incheon Seoul. Kyuhyun sudah sadar akan hal itu, tapi tidak dnegan istrinya yang masih terlelap. Saat ini, posisi mereka sudah berubah. Sooyoung bersandar didada Kyuhyun. Sejak menyadari istrinya terlelap, Kyuhyun langsung merubah posisi itu dan mendekap balik istrinya.

Setelah penumpang lain sudah turun, kini tinggallah Kyuhyun yang masih menikmati wajah Sooyoung yang terlelap. Hingga suara managernya mengintrupsi, “Kyuhyun-ah~ aku tunggu di sebelah barat pesawat ini. mobil sudah kusiapkan.” Kyuhyun mengangguk dan manager pun turun meninggalkannya.

Perlahan, dia mengembalikan posisi Sooyoung menjadi tegap dan bersandar pada kursi saja.  Lalu dua mengatur ekspresinya. “Ireona! Kau mau ikut turun atau tetap disini, eoh?”

Suara Kyuhyun berhasil menyadarkan Sooyoung. Kemudian dia langsung bangkit meninggalkan Sooyoung. Dengan langkah gontai, Sooyoung mengikutinya. Ini masih sangat pagi untuk membuka matanya, jelas saja dia masih mengantuk. Namun, sikap Kyuhyun membuat kantuknya menguap. Sebenarnya ada apa dnegan namja ini?

-

Sooyoung’s POV

Dia masih bersikap dingin padaku. Dia masih marah padaku. Bukankah Siwon-oppa hanya bercanda? Kenapa sangat dia seriuskan?

Kami sudah ada di apartment sejak setengah jam yang lalu, tapi dia sama sekali tak mau berkata apapun padaku. Jangankan berkata, melihatku saja dia tidak lakukan sedikit pun.

Aku baru selesai mandi setelah sebelumnya dialah yang lebih dulu melakukannya. aku pun keluar dari kamar mandi dan mendapatinya duduk di atas ranjang dengan PSP di tangannya. Aku tersneyum sekilas, menyadari bahwa saat ini kami memakai pakaian tidur yang memang dibuat sepasang. Aku ingat, ini hadiah dari Mrs.Joy yang dikirim dari Paris untuk pernikahanku. Mendnegar kabar bahwa aku menikah dnegan idolanya saja dia sudah histeris, bagaimana jika kami benar-benar bertemu dnegannya? Melihat Tiffany saja aku sudah ngeri. Bagaimana jika melihat Mrs.Joy, yang notabene snagat mengidolakan Kyuhyun jauh lebih parah dari Tiffany.

Aku mulai melangkah dan membuatnya menatapku. Aku tersneyum, namun dia membuang wajah sambil mberanjak pergi. Aku masih heran. Apa masalah sore tadi masih dia pikirkan? Oh Tuhan, kenapa sulit seklai menghadapi orang pencemburu seperti dia?

Grebb!

Kutahan langkah kakinya dengan cara menarik pergelangan tangannya. Aku tidak akan takut lagi untuk bicara padanya.

“Lepas!” tegas Kyuhyun yang tetap bersuara dingin itu. Dia masih memunggungiku. Aku tak akan membiarkannya pergi. Aku akan menahannya sekuat tenagaku.

“Lepas! Kau membu-“ kata-katanya menghilang begitu saja di pertengahan kalimat karena aku sudah memeluknya dari belakang. Benar-benar, aku tak mau dia bersikap seperti itu lagi denganku.

“Mianhanda…” gumamku tepat di bawah telinganya. Mataku terpejam menghirup aroma maskulinnya.

“Mianhae…” ucapku lagi. “Jeball… jangan bersikap dingin lagi padaku…” kini aku mulai terisak. Aku lelah. Snagat lelah. Aku merindukan kehangatannya, tapi kenapa hanya karena hal sepele saja dia sudah bersikap dingin lagi padaku?

Dia membalikkan tubuhnya dan menatapku dalam. Perlahan, kurasakan jemarinya membelai pipiku, menghapus air mataku. Kemudian wajahnya maju mendekati wajahku. Kecupan hangat bersemayam di dahiku. Cukup lama, membuat tangisanku pecah seketika.

Kutarik pinggang kekarnya dan kupeluk seerat yang aku bisa. Dia pun membalasnya. Bahkan jauh lebih erat dari pelukanku. Kupukul-pukul punggungnya, menyalurkan rasa sesak yang sempat menghuni jiwaku. Disaat yang sama, kurasakan telapak tangannya mengelus punggungnku.

“Saranghannika?” kudengar pertanyaannya.

Aku sedikit tersedak diantaratawa dan tangisku. Kenapa dia menanyakan sesuatu yang sudah pasti jawabannya? “Jongmal Saranghae.” Balasku.

Dia menarikku menjauh dan memandnag wajahku dengan sangat intens. Seakan mengerti maksudnya, aku pun memejamkan mataku. Beberapa saat kemudian, kurasakan bibirnya menari hikmat di atas bibirku.

Kulingkarkan tanganku di leher belakangnya saat dia mengangkatku dan membaringkanku di ranjang kami. Dia menyudahi ciuman kami dan menatap lekat kedua mataku. Dia tersenyum jahil melirikku. “Kau tahu, sebenarnya aku hanya pura-pura bersikap dingin padamu selama di perjalanan tadi? karena sebenarnya, aku hanya ingin menjahilimu saja, Nyonya Cho~” jelasnya lembut. Awalnya aku tersneyum tipis, tapi berubah seketika saat menyimak baik-baik ucapannya. Apa katanya? Dia mengerjaiku?

Aku menggeram dan hendak membalasnya dengan pukulanlu. Namun hal itu tidak berlangsung karena dia langsung melanjutkan kulumannya di bibirku. Tak lama kemudian, kurasakan dia turun sedikit untuk mengulum bagian leher jenjangku. Lalu turun ke bagian dadaku dan berlanjut kekegiatan yang sudah dihalalkan sejak beberapa bulan yang lalu ini.

Kubiarkan Kyuhyun menguasai diriku. Yang bisa kulakukan hanya menyeimbangi permainannya dan mendesah terus menerus karena perlakuannya. Aku telah menjadi milik nampyeonku sepenuhnya. Tuhan, biarkan kurasakan cintanya malam ini dan seterusnya.

Sooyoung’s POV end

-

Langit kota Seoul sudah mulai memutih. Matahari sempat menampakkan rupanya, tapi kini sudah mulai bersembunyi kembali. Warna langit berangsur menjadi kelabu. Kabut tebal terlihat seperti melapisi udara yang berhembus. Hal itu membuat orang-orang yang berlalu lalang di tengah kota itu ikut mengeluarkan endusan kabut dari nafasnya. Udara hari ini sangat dingin dan prediksi cuaca mengatakan bahwa hari ini akan ada hujan seharian. Benar saja, setelah kabut agak memudar, rintik hujan datang keroyokan membasahi segala penjuru kota Seoul.

Suara kucuran air hujan menggeming di telinga namja berparas tampan yang masih bermalasan di ranjang kingsizenya. Udara dingin yang masuk melalu celah fentilasi ruang kamar apartmentnya berhasil menusuk tulangnya dan membuatnya sedikit ngilu. Saat tangannya hendak menarik selimut tebal agar menutupi seluruh tubuh, tiba-tiba saja tak dapat bergerak. Rasanya ada sesuatu yang menindih lengannya. Perlahan matanya terbuka.

 

 

Kyuhyun’s POV

Dingin. Hanya itu yang kurasakan saat ini. Udara es itu seakan menusuk setiap tulang kokohku. Akhirnya kuputuskan untuk menarik selimut tebalku agar dapat menutupi seluruh tubuhku hingga kepala. Namun, kurasakan lengan atas tanganku sangat berat, tak dapat digerakkan, seakan ada… perlahan kubuka mataku untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi pada lengan atasku. “Ommona…” Babbo! Kenapa aku bisa lupa bahwa semalam aku melakukan ‘itu’ dengan Sooyoung. Aishh…

Aku tersenyum melihat yeoja cantik yang sedang tertidur lelap di dekapanku. Masih jelas teringat di benakku saat ia berkata agar aku tak mengulang sikap dingin lagi padanya, tadi malam. Suara hujan turun semakin deras dan udaranya pun menjadi semakin dingin. Kutarik tubuh kurus istriku lebih dalam di dekapanku.

Selagi tangan kiriku dijadikan bantal olehnya, tangan kananku kuulurkan untuk menjelajahi lekuk wajahnya. Hem… wajahnya semakin cantik dibandingkan enam tahun yang lalu saat kami masih berpacaran.

Jika aku harus mengingat masa menyakitkan saat dulu, mungkin aku akan berusaha tidak melihat wajahnya. Namun, saat dia menangis seperti semalam, memohon agar aku tak bersikap dingin padanya, rasanya hatiku sangat sakit. Bagaimana bisa aku menyakiti wanita yang aku cinta ini sampai membuatnya menangis dan memohon seperti itu? Youngie~ah, mulai sekarang aku tidak akan membiarkanmu pergi meninggalkanku lagi, terserah apapun alasanmu nanti. Entah itu bercanda atau pun kejahilan yang kau buat bersama namja lain. Aku tahu, kemarin, saat ini dan seterusnya kau adalah yeojaku, istriku, dan satu-satunya orang yang ku ijinkan masuk ke hatiku. Ingat Youngie~, aku tak akan melepasmu lagi. Kau milikku seutuhnya. Sarngahae Cho Sooyoung… :*

Kukecup dahi indahnya seksama dan dalam. Salah satu sudut fisik yang kusuka darinya sejak pertama kumelihatnya. Dahi indah Sooyoung. Mataku terpejam meresapi aromanya di tenpat favoritku ini. Kusadari pelukanku semakin erat hingga bisa kurasakan tubuh polosnya menyatu dengan tubuh polosku.

“Kau sudah bangun?”

Kudengar suara seraknya dan kulihat dia masih terpejam. Kujauhkan wajahku dari wajahnya dengan tanganku yang masih mendekapnya. Kupandangi wajahnya dan perlahan bibirku terdorong untuk mengecup bibirnya. “Morning…” ucapku setelah mengecup bibirnya sekilas hingga membuatnya terbangun. Tuhan, matanya indah sekali.

Sooyoung tersenyum padaku. “Apa kau lelah?” tanyaku. Kurasakan tubuhnya bergeliat dan aku pun melonggarkan pelukanku hingga kini tubuhnya mensejajariku. Dia masih tersenyum dan tangannya sudah membelai wajahku, lembut.

“Jauh dari kata lelah, sebenarnya aku sangat bahagia”

“Benarkah?” tanyaku, menyeringai dari hadapannya, berusaha mengalihkan pikirannya. Aku malu sekali jika dia mengetahui bahwa wajahku memerah pekat setelah ia berkata seperti tadi.

“Tuan Cho, lihat aku!” kurasakan tangannya membimbing wajahku untuk mengarah padanya. Sekuat tenaga kutahan, tapi tetap dia yang menang. Bahkan sekarang dia tersenyum geli melihat wajah merahku. “Kau… apa kau sebegitu malunya sampai wajahmu me..mmhhpppft” kubungkam mulutnya segera sebelum dia menjelaskan hal yang lebih memalukan.

Gila! Aku selalu terhanyut sendiri jika sudah mencium dalam bibirnya. “Panggil aku yeobo, chagie~…” ucapku diantara kuluman bibirku. Yang kudengar hanya desahan-desahan seksinya hingga aku harus merelakan bibirku melepas bibirnya. “Ayo katakan!” Dia menatapku intens dengan mata yang merah. Kurasa dia sudah mulai terisak. “Hei, apa aku terlalu menyakitimu, hingga kau selalu menangis, hn?” tanyaku seraya menghapus buliran air mata yang mulai menetes satu persatu dari ujung matanya.

Sooyoung menangkup wajahku sambil menggeleng pelan di tengah isakannya. Aku hanya terdiam menatap wajah basahnya. Aku tahu isakannya bukan karena sesuatu yang menyakitkan, tapi karena sesuatu yang… “Saranghaeyo yeobo, jongmal saranghae…” ujarnya dengan suara parau sebelum akhirnya ia menarik tengkukku dan melumat bibirku lembut, seakan ingin memberi tahuku seberapa besar perasaan cintanya padaku.

Na-do saranghae Youngie-ah… batinku di tengah kehangatan bersatunya tubuh kami. Kubalas ciumannya lebih lembut dan menuntutnya terus agar dia tahu rasa kacau yang kurasakan karenanya, rasa rindu yang sempat terpendam karena kesal terhadapnya, juga rasa ingin memiliki yang sangat teramat kuat.

“Kyu~”

“Hmm?”

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tentu. Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Aku pernah melihatmu menyimpan obat-obatan yang cukup banyak. Apa tubuhmu sedang tidak sehat?”

Aku membuka mata dan melonggarkan dekapan kami setelah mendnegar pertanyaannya. Kutatap dia, “Obat?” dia mengangguk. Sebenarnya itu sangat tidak penting bagiku untuk diketahui olehnya. Tapi, tidak slaah juga jika dia mengetahui kelemahanku.

Kutarik telapak tangan kanannya dan kukecup dalam-dalam. Aku tersneyum, “Jangan khawatir. Itu hanya vitamin dan obat pernafasanku. Sejak dulu, aku memang punya penyakit pneumothorax.”

“Oppa~” tuh kan, dia mulai nangis lagi.

Ku elus wajahnya, memberikan ketenangan. “Anni… itu tidak seburuk yang kau pikirkan sayang. Pneumothorax yang hinggap di tubuhku tidak terlalu parah. Aku hanya akan sesak nafas jika ada hal yang mengacaukan pikiranku da nada hal yang membuatku kelelahan. Maka dari itu, dokter memberiku vitamin untuk meningkatkan kestabilan tubuhku. Jangan khawatir, ne?” jelasku.

Grebb!!

Dia mendekapku erat dnegan wajah yang ditenggelamkannya di dada polosku. Bisa kurasakan cairan hangat dari matanya juga deruan nafasnya. Kuelus punggung polosnya sambil mengecupi puncak kepalanya. “Jangan khawatir~” bisikku.

“Aku akan menjaga kesehatanmu, oppa~ aku akan merawatmu sebaik mungkin agar kau tak jatuh sakit. Aku sangat menyayangimu. Sungguh.” Ujarnya dnegan suara seraknya.

Aku tersneyum dan mengangguk. Tubuhnya semkain kudekap erat. Tuhan… terimakasih kau menakdirkan jalan hidupku bersama seorang yeoja yang benar-benar menyayangiku.

Kyuhyun’s POV end

-

Jam satu siang pasangan itu baru bangkit dari dunia hangatnya. Sekarang Kyuhyun sudah duduk di sofa sembari memainkan PSP yang baru dia beli lantaran PSP lamanya belum juga kembali padanya. Sedangkan Sooyoung masih sibuk membuat makanan hangat untuk mereka berdua karena dari semalam, mereka belum makan apapun.

“Oppa… ini makananmu” kata Sooyoung yang sudah berdiri di depan Kyuhyun sembari mengulurkan sepiring nasi putih lengkap dengan daging giling pedas manis, kesukaannya. Dengan cepat Kyuhyun meletakkan PSP kesayangannya dan meraih piring tersebut. Sooyoung tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun yang tak dingin seperti beberapa hari yang lalu. Baru kali ini dia temukan seorang Kyuhyun yang sangat ia rindukan.

Sooyoung duduk disebelah Kyuhyun dengan semangkuk ramen campur brokoli di tangannya. Dengan penuh semangat ia lahap makanan di tangannya. Huu… rasanya lapar sekali. Benaknya.

Beda dengan Sooyoung yang bersemangat makan, Kyuhyun malah belum menyentuh makanannya sama sekali. Namja itu terlalu asik memperhatikan yeoja shikshin disebelahnya. Ia tersenyum lebar saat melihat sesuatu menempel di ujung bibir istrinya. “Kau ini terlalu bersemangat makan chagie~… sampai-sampai bawangnya tersingkir dari rongga mulutmu dan berdiam disini” tutur Kyuhyun ditengah kesibukan jemari tangan kanannya menari di bibir Sooyoung. Diperlakukan manis seperti itu membuat Sooyoung terdiam menatap Kyuhyun dan melupakan sejenak makanan yang masih tertampung di rongga mulutnya. “Wae?” tanya Kyuhyun yang sudah menghentikan aktivitasnya langsung setelah melihat tatapan heran Sooyoung.

“Kenapa kau tak memakan makananmu? Bukankah tak ada sayuran sama sekali disana?” Kyuhyun mengikuti arah gidikan mata Sooyoung lalu kembali lagi menatap istrinya dengan tampang evil. “Waeyo oppa? Kenapa kau berwajah evil gitu?” Kyuhyun tak menanggapinya dan hanya tetap menatapnya dengan tatapan evil yang semakin menjadi. Hal itu membuat Sooyoung gemas, karena sejujurnya dia sangat merindukan tatapan itu.

Chup:* Chup:* Sooyoung mengecup pipi kanan dan kiri suaminya dengan kecupan bernada indah.

Wajah Kyuhyun seketika menegang dan tatapan evilnya sudah menghilang. Wajahnya jadi panas setelah mendapat kecupan dari Sooyoung. “Kenapa hanya dipipi? Kenapa tidak disini juga?” ujar Kyuhyun dengan telunjuk tangan menunjuk bibirnya.

Sooyoung’s POV

-

“Kenapa hanya dipipi? Kenapa tidak disini juga?” ujar Kyuhyun dengan telunjuk tangan menunjuk bibirnya. Tatapannya juga sudah bergaya aegyo, aish… apa dia mulai berkepribadian seperti dulu? Tapi… aku lebih suka dia yang seperti ini dibandingkan dia yang dingin.

“Chagie~… apa mencium bibirku sangat berat untukmu?” katanya lagi dan kali ini tampangnya berlagak sedih dengan menatap kemataku.

“Makan dulu makananmu oppa, setelah itu aku akan memberikan kecupan di bibirmu sebagai hadiahnya, eotthe?” tawarku dengan tampang evil yang setengah mati kubuat agar terlihat lebih seram dari evil yang dia miliki.

“Dan kau harus tahu, aku tidak akan mau makan jika kau tidak menyuapiku” rajuknya. Kini dia terkulai malas disandaran sofa. Aigo… baiklah Tuan Cho.

“Ya sudah, tunggu aku sampai selesai makan makananku, setelah itu aku akan menyuapimu, arra?” kataku sembari meraih ramen brokoliku dan menyatapnya lagi.

“Padahal kau banyak mengalami perubahan, tapi… lambang ‘Dewi suka makan’  tetap tak berubah didirimu” ejeknya dengan kekehan jailnya, membuatku menghentikan kunyahanku dan menatapnya seduktif.

“Tapi kau yang dulu selalu mengejar Dewi suka makan ini kan?” balasku.

“Iya, aku memang melakukannya.” jawabnya dengan tampang noncent. Aishh…

“Kenapa kau melakukannya? kan aku suka makan?” tanyaku lagi sambil menikmati ramenku.

“Karena aku ingin jadi makananmu” jawabnya. Kudengar suaranya agak aneh, seperti sedang mengatakan sesuatu yang serius yang… ommo, kenapa tampangnya menatapku seperti itu? Dan apa yang dia katakan tadi, dia ingin menjadi makananku?

Aku sadar, aku belum menyelesaikan makananku. Masih ada brokoli yang terhenti tepat di ujung lidahku. Kulihat wajah Kyuhyun semakin mendekat dengan mata yang terarah ke bibirku. Mataku terpejam saat bibirnya nyaris menyentuh bibirku. Brokoliku… dia memakan brokoli yang ada dimulutku. “Ya! bukannya kau mual makan sayuran eoh?” tanyaku saat dia sudah melepas bibirnya dan terkulai lagi di sandaran sofa.

Sambil mengunya ia menjawab, “Setidaknya memakan sayuran yang ada di mulutmu akan terasa seperti memakan daging, hehehe” kekehnya. “Lihatlah, wajahmu saja sampai matang begitu” katanya lagi di tengah tawanya. Aargh, aku jadi geram padanya.

“Berhentilah menertawaiku, dan AAAA…” ujarku cepat sambil menyodorkan sesendok nasi dari piringnya. Aku tidak mau dikerjai terus. Dia melahap makanannya yang aku berikan.

Hap!

“YA! kenapa kau membuat posisiku sulit sih?” keluhku setelah membiarkannya mengangkat tubuhku untuk duduk di pangkuannya. Bayangkan saja bagaimana tak nyamannya posisiku sekarang. Dia memangkuku kearah samping dan memeluk pingganggku dari samping juga. Sedangkan tanganku nanti harus berputar menyerong untuk menuju mulutnya. Aahh… jinjayeo!

“Aku ingin makan dalam posisi ini. Suapi lagi, AAAA…” Kyuhyun sudah membuka mulutnya dan walau agak sulit ku menyuapinya, tapi dengan telaten kusuapi nasi ke mulutnya sampai habis. “Youngie~, sudah lama kau tak menyuapiku seperti ini, Jongmal bogoshipeo…” lirihnya yang sudah menenggelamkan wajahnya di bahuku.

Hatiku terenyuh mendengarnya berkata seperti itu. Benar juga, dulu aku selalu menyuapinya dengan posisi seperti ini saat dia sedang kehilangan nafsu makannya. Air mataku mulai tergenang lagi di bawah kelopak mata. Segera ku letakkan piring makan Kyuhyun yang telah kosong itu di meja sebelum akhirnya kulingkarkan tanganku di tengkuknya pada posisi yang sama. kutatap matanya yang juga sudah memerah lalu ku kecup bibirnya sekilas dan memeluknya erat. Kutenggelamkan wajahnya ke dadaku. Aku juga merasakan ia memelukku sangat erat hingga aku merasa dia tidak akan membiarkanku melangkah pergi sedikit pun darinya. Kami tenggelam dalam pikiran masing-masing ditengah kehangatan sederhana yang kami ciptakan ini.

“Na-do bogoshipeo oppa…” bisikku. Kurasakan pelukan Kyuhyun semakin mengerat.

Sooyoung’s POV end

-

~~Flashback~~

Di ruang keluarga milik keluarga Cho tampak Kyuhyun yang terduduk dengan bersandar lunglai di sofa hijau. Rambutnya acak-acakan dan padahal sudah siang, tapi namja itu masih mengenakan piamanya. Nafsu makannya sedang menurun drastis. Entah apa penyebabnya.

           

“Oppa, kau harus makan. Jangan sampai aku yang menghabiskan jatah makan siangmu” ujar Sooyoung sambil memamerkan menu makan siang Kyuhyun yang baru saja ia dapat dari eomma Kyuhyun.

           

Kyuhyun hanya memandang sekilas Sooyoung sebelum akhirnya menyeringai lagi kearah lain. Karena sudah membujuk namjachingunya untuk makan dengan berbagai cara yang ternyata belum berhasil juga, akhirnya Sooyoung berpindah dari duduknya yang semula di sebelah Kyuhyun menjadi di pangkuan kyuhyun.

           

“Ya~ Youngie-ah, aku sedang mual melihat makanan itu. Jadi jangan merayuku” cetus Kyuhyun yang masih tetap dalam posisi lunglainya.

           

“Tapi aku tidak mau kau tidak makan makanan yang kubawa ini, oppa. Ibumu bilang bahwa kau belum makan sejak siang kemarin. Padahal saat di telpon kau bilang bahwa kau sudah makan, kau membohongiku oppa!” jelas Sooyoung dengan tampang merajuknya.

           

“Aigoo… aigoo… kenapa kau jadi mengungkit pembicaraan kemarin, itu tidak adil” kata Kyuhyun sambil bangkit dari sandarannya dan sudah memeluk tubuh Sooyoung dari samping. Dia mencium pipi kanan Sooyoung yang ada di depannya dengan gemas.

           

“Aiisshh… jangan menciumku kalau kau tak mau makan, arra?” bentak Sooyoung setelah menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun, walau masih dalam lingkaran tangan kyuhyun.

           

“AArrgghh, Jinja! Baiklah, aku akan memakannya asalkan…” Kyuhyun mulai mengeluarkan evil smirknya. Sooyoung menatapnya dengan tatapan penuh tanya. “Asalkan kau memberikan day Kissue padaku. Dari sejak kau datang tadi kau belum menciumku dan kau selalu menghindar saat kucium”

           

“Oke, aku akan menciummu, tapi kau harus janji untuk menghabiskan makanan ini, eotthe?” Kyuhyun mengangguk cepat penuh semangat. “Yagseog?” Sooyoung ingin lebih memastikan. Dan Kyuhyun semakin mengangguk mantab. “Nde, Yagseogheyo…” katanya.

           

Sedetik kemudian Kyuhyun memejamkan matanya dan menunggu rasa manis di bibirnya yang akan dia dapat dari yeojachingunya. Sooyoung agak ragu untuk mencium bibir Kyuhyun, tapi entah kenapa ada satu tempat khusus di hatinya yang mendorongnya untuk tetap melakukan hal yang menurutnya sangat memalukan itu.

           

Tanpa mereka sadari, di balik dinding pembatas ruang keluarga dengan ruang tamu, Nyonya Cho dan anak perempuannya menahan tawa sambil memegang tangan satu sama lain melihat kemesraan dua insan yang dilanda asmara di tengah ruang keluarga tersebut.  Kyyaahh…

           

“Eomma, lihatlah romantisme yang mereka ciptakan itu” kata Cho Ahra.

           

“Nde, eomma melihatnya Ahra-ya… wah, aku berharap uri Sooyoungie akan selalu bersama putraku yang evil itu. Aigoo… aku ingin dialah yang jadi menantuku kelak.”

           

“Ne, Eomma. Aku setuju”

 

 ~~~Flashback end~~~

***

Seharian ini pasangan Kyuyoung itu hanya berdiam diri di apartment mereka. Tak ada alasan lain yang membuat mereka seperti itu selain karena hujan lebat. Jarang-jarang juga ada hujan lebat di Seoul. Alhasil itu semua membuat dua insan suami-istri itu bersibuk ria di dalam rumah.

“Apa ini yang kau lakukan setiap hari saat dirumah?” tanya Kyuhyun yang sedang memeluk Sooyoung dari belakang. Sedari tadi dia menemani Sooyoung bekerja didepan laptopnya. Mereka berdua duduk di karpet hangat ruang tamu dengan Sooyoung yang sedang berkutat di depan laptop yang di letakkannya diatas meja kaca.

Sambil masih menarikan kesepuluh jarinya, Sooyoung mengangguk cepat dan tersenyum menghadap kesamping untuk melihat wajah Kyuhyun yang tergantung di bahu kanannya. “Hanya ini yang ingin aku lakukan. Mrs.Joy, bosku yang di Paris itu, memohon padaku untuk tetap bekerja dengannya. Sampai-sampai dia membuat program khusus untukku. Kerja secara Online”

“Ck! Kenapa hidupmu begitu beruntung ya, kuliah online, sekarang kerja pun secara online” Sooyoung terdiam mendengar perkataan Kyuhyun tadi. Dia menoleh melihat Kyuhyun lagi.

“Jadi, kau tahu aku kuliah online?”

“Nanti aku jelaskan semuanya” kata Kyuhyun setelah mengangguk.

Chu~:*

Sooyoung mengecup dahi Kyuhyun yang tepat berada di bawah pandangnya, sekilas. “Baiklah, aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepatnya” ujarnya.

“Anni, annio, kau pelan-pelan saja mengerjakannya supaya tidak ada yang salah. Aku suka kalau sedang dalam posisi seperti ini. Selesaikanlah. Setelah ini, aku ingin kau melayaniku sampai malam berganti pagi lagi.” Ujar Kyuhyun dengan senyum seduktif, sengaja menggoda Sooyoung.

Sooyoung terkekeh, “Aish, ternyata suamiku ini genit sekali, ya. oke, as you wish oppa” Kyuhyun mengangkat wajahnya dan mengecup pipi tembam istrinya sebelum kembali ke posisi semula.

***

Di lain tempat, Cho Ahra dan Choi Sojin terpaku senang di hadapan laptopnya. Mereka berdua menyaksikan romansa manis penuh cinta yang adik mereka bangun di apartmen. Ya, tanpa sepengetahuan siapapun, Ahra dan Sojin telah memasang cctv di salah satu sudut ruang yang tepat menjadikan fokus pandang kamera pengintai itu.

“Gak sia-sia kita pasang cctv di apartment mereka, lihatlah kita disuguhkan drama romantis tanpa membayar apapun.” Ujar Sojin.

Ahra yang masih asik menyaksikan adegan adik-adik mereka langsung mengangguk, meng-iyakan, apa kata Sojin. Setelah itu dia terdiam sejenak sebelum menepuk dahinya, “Ommo! Kenapa kita bodoh sekali Jin-ah…”

“Waeyo Ahra-ya?”

“Kenapa kita tidak pasang cctv di kamar mereka juga? Arrgghh pabo! Aku yakin mereka sudah melakukannya. aishh…” keluh Ahra. “Auuh… yak! Appaseo!” umpatnya pada Sojin yang sudah menjitak puncak kepalanya.

“Rasakan itu! Walau pun aku juga mendukung semangatmu terhadap hubungan adikku dan adik iparku, tapi aku tidak akan mengijinkanmu melakukan hal bodoh itu. Apa kau sudah gila sampai punya rencana segila itu? Memasang cctv dikamar mereka? aishh… michin! Tidak akan aku dukung!” omel Sojin panjang-lebar.

“Ya, ya~! aku kan hanya bercanda Jin-ah…”

-

-

-

_END_

!!!

[Harap maklum dengan Typo pengejaan kata. Terutama antara huruf 'n' dan 'e/a' dalam kata seperti 'sangat/dengan/dll' karena ada kesalahan pada keyboard pd Lappy Fatminho]

~~~~~~

Halloha…… \(^,*)/

Yeay!! Finally…. I can finished this FF !!!

 

I’m Back to Love You…!!!

Sebenarnya cerita ini kuukir untuk plot dasar sebuah novel yang ‘rencananya’ ingin kukirim ke penerbit di tahun ‘kuda’ (sbutan utk thn 2014, kalo ga salah) ini. Aku pikir, ‘kuda’  adalah sebuah symbol yang mengisyaratkan tentang lompatan yang dahsyat!! Nah, maka dari itu, aku ingin melompat jauh meninggalkan rasa takut dan rasa Maluku seperti yang selalu kurasakan di tahun-tahun sebelumnya. Aku ingin PD mewujudkan mimpiku untuk menjadi novelis. (amien) ~ mohon do’anya ya Chingu_deul… :)

Ok, itu cuplikan saja.

Selain itu, aku ingin memberi tahu kalian nih. IBTLU adalah FF pertama yang kuterbitkan di Blog pribadiku ini. Jadi, bayangkan saja bagaimana rasanya ketika aku tiba-tiba sudah menyelesaikan sampai part END ini. Rasanya berat sekali mengakhirinya, tapi kalau tidak di akhiri, kasian nasib FF yang lainnya. Hiks...

Geuraey,

Untuk perpisahan kita di FF IBTLU ini, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada reader yang telah mengikuti FF ini sampai akhir part-nya. Terlebih yang selalu membubuhi komentar di setiap Part-nya. Aku sangat menghargai dan mencoba mempelajari setiap komentar yang kalian berikan.

Oh, iya, aku ingin memberi saran nih untuk yang ‘nyaris’ menghentikan diri menjadi ‘knight’

“Please, jika memang kalian suka dengan Couple KyuYoung, tetaplah menjadi Knight meskipun susah mendapatkan feel-nya.”

Aku pribadi, sangat berusaha utk terus membuat FF KyuYoung sebisa yang aku bisa. Jika si Mr.Feel between KyuYoung menghilang entah kemana, satu yang kulakukan:

READ FF ABOUT KYUYOUNG WITH INCLUDE AN HAPPY ENDING!!

(Dan akan sangat terasa feel mereka kembali jika kita membaca FF Yadong NC21+  oops, #please yang masih di bawah umur agar tak usah mengikuti cara author yang satu ini #yadongMoodOn :p Hehehe)

OUKEY… FOR THE LAST, IBTLU ‘LL SAY : PHY-PHY *PuppyEyes ;)

 

SEE YOU AT THE OTHER FF

:* :* :*

EOH, DON’T FORGET TO GIVE RCL YAWH…

 

Karena setelah FF ini, rencananya Fatminho akan Posting FF ONESHOT

DENGAN RATE NC25-MARRIED LIFE!!!

ADA YG SUKA??? *angkat tangan!!

 

THAT FF WILL BE PUBLISH  WITH KEYWORD.

YOU MUST RCL ON THIS POST IF YOU WANT THAT PASSWORD!!! :D

 

Yg Tidak suka ‘FF YADONG’ tetep RCL jg dong!!!

DON’T BE A SIDER!!!

PHY~~

:D

135 thoughts on “[SERIES] I’m Back to Love You – 11[END]

  1. Keren
    thor kalo mau jadi novelis
    hanya sekedar saran
    coba buat kata2 lebih puitis lg
    Agar pembacanya dapat langsung menjiawainya

  2. Aku lupa dah bca part2 sblm ini pa blm, tp yg pasti ending yg slalu kuharapkan aku dpt di ff ni, daebakk.
    I’m still knightttt….! Bner bgt tuh cara yg dianjurkan, aku jg gtu.
    To author mga novelnya cepat terbit ya! Gomawo to karyanya, dtunggu oneshoot yg dijanjikan

  3. Haha sma nih cara kita#ketahuandehhh
    Kalau udh mulai boring,, bakal cari ff kyuyoung NC
    Btw, akhrnya kyuyoung happy end,, stlh lika-liku perjalanan hidup mreka
    Yeayy.. Sifanny menikah
    Ditunggu ff slanjutnya.. ;)

  4. Akhirnya tamat yeee tepoktangan prok prok… 😄
    Suka sama ffnya dr awal ampe akhir..feelnya berasa bingit n alur ceritanya jg bagus jd bacanya jg ga bosen thor…keep writing about kyuyoung ya thor jgn berpindah kemanapun..fighting!!!!(๑و•̀ω•́)و

  5. udah end ya?kerasa juga ya:”
    senengnya yg mau ngirim novel ke penerbit.hihi saran aku sih cuma EYD nya aja unn yg diperbaiki lagi. ah aku juga kurang paham sih sama aturan penulisan yg baik gimana?maklum amatir-_-
    ganbatte unni! semoga berhasil^^ kekeke

  6. Huaa last part :”
    ffmu selalu daebak thor ;)
    ditunggu karya selanjut’yh n’ give me the keyword of next your ff oneshoot :)
    semangat thor untuk jd novelis, aku doain ko hehe

  7. sukaaa… sengaja banget baca ini ff nunggu end dulu.. hehe trauma baca ff series kpotong dtengah jalan,gara2 authornya nggak ada kabar.. –” jeongmal mianhae krna cuman comment di ff part trakhirnya aja, abisnya kburu penasaran sih ama jalan ceritanya. hehe gpp ya thor, keep writing!! dtunggu ff oneshootnya.

  8. Omoooo kerennn …. akhrnya end jga ….sneng deh liat kyuyoung bhagia ….
    Aduh si ahra unnie sma kayak kyu ..yadong akut … hehhehe
    Daaebakkk

  9. yehet
    akhirnya KyuYoung happy ending
    tp sebenarnya aku ngarepin ada ncnya d chap terakhir, secara mereka blm ML hehee #pletakk
    author keren aku tunggu next ffnya lg.
    tp klau bsa ff ininada sequelnya,
    annyeong thorr

  10. Akhirnya slse jga gw bca ini ff.. Keren thor, bagus bagus, suka suka keep writing thor.. Ntar gw liat librarynya biar bsa bca ff yg laen ㅋ ㅋ ㅋ

  11. yeee!! akhirnya mereka bersatu dan happy ending.
    senengnya ‘-’)9
    eonni ahra persis spt kyu yg evil -__-
    daebak. keep writing eonni.
    ditunggu ff nc-25 wkwkwk.
    .

  12. Akhirnya mereka berdua bisa hidup bahagia juga.. Ff eon bener2 daebak, tp itu ahra eonni sama sojin eonni jail baget pake masang cctv segala.. Ckckck

  13. yuhuuuuuu akhir nya end….terima kasih eooni,,eonni udah melanjutkan ff super keren ini..eonni cika minta PW im back to love you chapter 5,6,7..jebal oenni cika penasaran banget..

  14. yeayyyy happy endinggg wkwwwk… akhirnya~ coba nyampe pnya kyuyoung junior wkww.. tapi keseluruhan daebakk!!! pokokknya sukses buat tulisan2 author yaaaa :))

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s