LOVE FOLLOWS YOU 3

Kyuhyun’s POV

Waktu seakan melambat ketika takdir mempertemukan bibirku dengan bibirnya. Lelucon macam apa itu? Gila! Aku bahkan sempat terbuai dengan rasanya! Aku rasa aku sudah gila. Ya, aku memang gila karena menyukai… tidak, tidak. Aku tidak mungkin menyukai bibirnya. Aaarrrggghhh!!! Sial! Apa yang sebenarnya takdir telah permainkan untukku?

 

“Kau kenapa Kyu? Ini sudah malam dan kau malah menjambak-jambak rambutmu seperti itu. Dan kenapa di malam pertamamu kau malah meninggalkan istrimu di kamar sendirian?” aku hanya bisa menatap nenek yang entah sejak kapan muncul di hadapanku.
Malam pertama? Ya, tentu saja. Tentu aku tidak akan melewatinya bersama yeoja mata harta itu. Akan jauh lebih baik jika aku menghabiskannya bersama dengan teman-temanku dan… Victoria kekasihku.

“A… aku tidak apa-apa Nek. Aku hanya sedang merasa bahwa ada ketombe di kulit kepalaku. Aku malu dengan Sooyoung, maka dari itu aku memilih untuk menggaruk dan menjambak rambutku yang gatal ini di sini.” Ya Tuhan Kyu, alasan gila macam apa itu?

Kulihat nenek terkekeh geli. Aku tertegun. Bersyukur, setidaknya beliau percaya dan bahagia melihat kekonyolanku ini. “Oh ya ampun… kenapa cucuku ini sangatlah lucu?” ujarnya di tengah tawa gelinya. “Tidak mungkin kau menggaruk kepala di hadapan istrimu? Astaga, alasanmu sangat membuat nenek geli.” Dan beliau masih tetap tertawa geli.

“Ya, memang itu yang aku pikirkan, Nek. Mau bagaimana lagi?” jawabku seadanya.

“Baiklah, sekarang apa yang ingin kau lakukan?”

“Aku akan ke salon temanku untuk mendapatkan perawatan rambut terbaik. Setelah itu aku akan segera kembali.” Ya Kyu, kau cerdas sekali. Itu adalah alas an yang paling tepat!

“Semalam ini?”

“Iya nek. Lagi pula salonnya buka 24 jam. Itu salon untuk artis. Jadi nenek tidak usah khawatir. Cucumu ini tidak akan mempermalukanmu di hadapan cucu menantumu itu hanya karena rambutku. Hmm?” jelasku sembari mengelus pipinya yang memang sudah keribut namun tetap lembut.

“Ah… baiklah. Cepatlah kau kesana dan segera kembali. Tidak baik meninggalkan istrimu sendiri di malam pertama kalian.” Ucapnya dengan senyuman manisnya.

“Tentu saja. Kalau begitu aku akan bersiap untuk ke salon dulu. Dahh nek.”

Segera kumasuk ke dalam kamar dan meraih baju ganti. Aku masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti pakaianku. Saat keluar dari kamar mandi, kudapati yeoja menjengkelkan itu baru saja masuk kamar dengan secangkir… entah itu apa. Dia menatapku dan mengernyit.

“Apa?! Kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Oh, tidak, aneh saja. Kau rapi sekali.” Jawabnya sembari meletakkan cangkir yang di bawanya di atas meja kecil yang kosong.

“Kau tidak perlu membawakanku minuman.” Cuekku sembari menautkan kancing lenganku.

“Aku tidak bisa tidur jika belum meminum coklat hangat. Jadi jangan salah sangka.” Tukasnya.
Sial! Dia membuatku kesal. Beraninya dia menjawab dengan cara seperti itu. Ya, tentu saja minuman itu bukan untukku. Memangnya apa yang baru saja aku harapkan?

“Tidak ada gunanya berbicara denganmu!” tegasku, sarat akan kekesalanku.

“Kau mau kemana?”

Kuhentikan langkah kakiku dan menoleh menatapnya, “Kau pikir aku akan menghabiskan malam ini bersama wanita tidak tahu diri seperti mu? Kau pikir aku sudi berada dalam satu ruangan dengan wanita mata harta sepertimu? Dan apakah kau pikir aku akan bertahan lebih lama lagi dengan wanita pendusta sepertimu, hah?” emosiku mulai terkuras. Biar saja kuhina dia mentah-mentah.

“Aku tidak tahu alas an mengapa kau memiliki banyak sebutan buruk tentangku. Bahkan kita baru saja kenal dan kau berlaku seolah kau telah mengenalku lama dan mengetahui keburukanku yang entah kapan aku lakukan itu.”

“Kau masih belum sadar siapa dirimu? Baiklah, biarkan aku menyadarimu saat ini juga.” Tegasku dengan suara berat dan mencoba mengatur nafasku. Sungguh, aku sangat dilanda emosi saat ini.

“Banyak hal busuk yang sudah kau lakukan. Aku sudah mengetahui semuanya. Pertama, kau pasti kenal Donghae, ya, Lee Donghae. Kau tahu, dia adalah sahabatku dan kekasih adikku. Namun sayang, dia memutuskan untuk membatalkan pertunangan dengan adikku karena dia menyukai wanita lain,” kupotong penjelasanku dan kudapati matanya melotot sempurna di balik kaca mata yang dikenakannya “Dan wanita itu kau!” cekamku di akhir kalimat dengan mununjuk ke arah wajahnya. Dan benar saja, wajahnya semakin seperti badut karena rasa kagetnya. Kena kau!

Dia hanya tercengang dan tidak merespon apapun. Bagus sekali. Apakah kau ketahuan saat ini? Kau tertangkap basah nona!

“Itu baru satu. Ada kedua, ketiga, dan keselanjutnya tentang kesalahanmu. Aku malas mengungkapkannya satu persatu. Silakan kau pikirkan sendiri masalahmu itu. Dan mala mini akan kuhabiskan dengan kekasihku.



Sooyoung’s POV 

Jadi ini alasannya mengapa dia bersikap seperti itu padaku? Jadi dia sudah salah menikahi orang? Dia ingin menikahi agar kekasih adiknya tidak aku rebut. Tapi apa hasilnya? Dia salah menarik orang. Dasar bodoh!!!!

Tapi, itu berarti yang dia maksud adalah… Yoona?

Yoona adalah adikku. Dialah orang yang dicintai oleh Lee Donghae. Mereka memang sudah memiliki hubungan sejak SMP dulu. Namun semua berakhir karena seorang wanita pemaksa yang mengidolakan Donghae. Berarti wanita pemaksa itu adalah Jessica?
Yang benar saja, mengapa kejadiannya harus seribet ini? Apa yang harus aku lakukan?

Jika ibu tahu keadaanku yang sebenarnya, beliau bisa saja pingsan dan masuk rumah sakit seperti kejadian sebelumnya dimana aku membatalkan pernikahanku bersama Changmin karena terbukti bahwa Changmin telah memiliki seorang istri. Dan sekarang aku tidak mungkin untuk melakukan kesalahan yang ke dua kalinya. Dan Yoona, jika dia masuk dalam lingkar hitam ini, dia tidak akan selamat dan bisa saja penyiksaan untuknya lebih besar lagi. Bahkan itu juga akan menyakiti ibu.

Baiklah, Tuan Cho. Aku akan ikuti permainanmu sampai kau yang menemukan jawabanmu sendiri.

 

Sooyoung’s POV end 


TBC … 

LOVE FOLLOWS YOU 2

Sooyoung POV 

Pesta pernikahan baru saja selesai. Kini aku dan namja sombong itu tengah bersiap untuk naik ke atas, ke kamar pengantin yang sudah disediakam oleh nenek. Aku masuk terlebih dahulu dan duduk di tepi ranjang karena aku merasa cukup lelah seharian ini berdiri menyambut tamu yang datang. 

“Siapa yang mengijinkanmu untuk duduk di ranjangku, hah?”

Kutatap kesal mata si sombong di depanku. Aku sedang tidak inhin bertengkar atau pun berdebat. Cukup diatas panggung td kami berdebat hingga menguras tenagaku. Dengan kesal aku beranjak dari tempatku dan langsung duduk di depan meja rias. Kubuka satu persatu perhiasan yang aku gunakan karena aku ingin mandi dan beristirahat.

“Kenapa begitu menghayati kegiatanmu? Apakah ini kali pertamanya kau memakai perhiasan mewah tersebut?” Si Sombong itu mulai bersua lagi. “Ah… tidak mungkin kekasih-kekasih kayamu pasti sudah pernah membelikannya untukmu. Mungkin saja lebih dari itu.” Dan dia semakin menjadi karena aku tak memberinya respon, “kasihan sekali hidupmu. Hidup pas-pasan tapi ingin memiliki semua kemewahan. Jadi yang kau lakukan adalah menerima perjodohan gila ini. Kau menjadi istriku dan nenek memberikan semuanya untukmu. Aku-”

“Maaf Tuan Cho yang terhormat. Ada kalanya pikiran burukmu akan membuat kau menghabiskan tenagamu sendiri untuk menduga-duga dan menjelaskan ketidak benarannya. Jadi kuharap kau tidak akan sakit. Permisi.” Aku beranjak pergi ke kamar mandi. Aku sudah gerah dengan pakaian ini. Aku harus mandi dan istirahat. Besok ada ujian dokter susulan, jadi aku ingin mengumpulkan stamina malam ini. Persetan dengan pengganggu itu. 

Setelah selesai membersihkan tubuh, aku memakai pakaian tidurku. Aku keluar dan mendapati pria itu terlelap dengan masih mengenakan pakaian yang sama. Kaki panjangnya terjuntai ke bawah dan masih mengenakan sepatu. Sudah kuduga, dia kelelahan memikirkan keburukanku dan mengejekku. Dasar sombong! 

Kudekati dirinya dan perlahan aku menunduk untuk membuka sepatunya. Setidaknya aku ingin menjadi istri yang baik yang tetap melakukan tugasnya sekali pun suaminya seperti dia. Setelah itu perlahan kutarik jas abu yang digunakannya sebagai penutup wajahnya. 

“Apa yang kau lakukan?” Aku cukup kaget dengan kesadarannya. Kupikir dia benar-benar terlelap. 

“Tidak baik tidur dengan menutup wajahmu. Bisa-bisa kau mati karena tidak bisa bernafas.” Jawabku asal sambil kembali ke meja rias untuk menyisir rambutku. 

“Kau mendoakanku untuk cepat mati dan kau akan menguasai seluruh kekayaanku, begitu?” Cetusnya.
Dia gila? 

“Sudah kukatakan, kalau memang melihat kekayaan, bukan kau yang aku nikahi!” 

“Dasar penjilat. Kau benar-benar munafik.” Kesalnya sembari beranjak dari posisinya dan masuk kamar mandi. 
Aku menghela nafas pelan-pelan. Eomma… doakan anakmu ini kuat menghadapi segala cobaan ini. 

“Wow wow wow… ada orang kaya baru di rumah ini…” aku mendongak dan mendapati Jessica yg sedang berdiri di ambang pintu kamar. Aku berdiri dan menatapnya datar. Aku sadar, sejak pertama bertemu, dia sudah tidak menyukaiku. Entah apa yang dipikirkannya. 

“Bagaimana Ny.Cho, apakah kau bahagia dengan semua ini?” Sindirnya. Jika saja aku berani menjawab, aku akan menjawab kebahagiaan keluargaku dan Nenek Cho yang membuatku bahagia. Aku tak memberikan respon apapun. 

“Tentu saja dia bahagia.” Aku tersentak mendengar Nenek yang tiba-tiba saja muncul di belakang punggung Jessicca. “Dan kau, berbicaralah lebih sopan dengan kakak iparmu. Ini yang nenek takutkan, kau tidak bisa menerima perempuan pilihan kakakmu jika kau terlalu manja dengan kakakmu.”

“Dia bukan wanita pilihan kakak, nek-”

“Dia pilihanku dan aku yakin dialah yang terbaik.” Potong nenek cepat, “kau kembali saja ke kamarmu!” Tukas Nenek, membuat Jessica cemberut dan lantas pergi dari kamarku. 
Sedetik kemudian, Nenek tersenyum padaku, “maafkan dia, sayang. Maklum dia tidak memiliki orang tua lagi sejak lima tahun yang lalu. Maka dari itu dia sangat manja padaku dan terlebih lagi pada kakaknya. Dia pasti sangat cemburu padamu.” Jelas Nenek sembari mengelus lembut lenganku. Walau pun begitu aku merasa bukan itu alasan mengapa Jessica tidak menyukaiku. 

“Hei wanita matre kau-” aku menoleh dan mendapati Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengumpat.

“Apa yang kau katakan Kyu?!” Tanya Nenek marah.

“Oh… tidak nek, aku hanya menyapa istriku saja.” 

“Tapi kau menyebutnya sebagai wanita matre? Apa maksudmu, hah?”

Kyuhyun tampak gelagapan dan langsung mendekati sang nenek, merangkul bahu nenek dengan lembut, “Nenek salah dengar. Aku mengatakan aku sudah selesai mandi pada istriku.” Dia ini lucu sekali, membohongi orang yang jelas-jelas sudah tahu kebenarannya. “Lagi pula apa yang nenek lakukan disini?” Tanya Kyu yang aku tahu maksudnya adalah mengalihkan perdebatannya dengan sang nenek.

“Kau ini harus lebih romantis dan manis terhadap istrimu. Percayalah padaku, dia adalah wanita terbaik untukmu.” 

Kyuhyun tersenyum kepada nenekny, senyuman yang di paksakan, “Aku mengerti nek.” Dan kini dia menghampiriku dan memelukku dari belakang di hadapan nenek.

“Hei, apa yang kau-”

“Sayang, aku ingin menunjukkan pada Nenek kalau kita memang pasangan yang romantis dan manis. Bahkan sebelum mandi kita sempat berciuman lembut, iyakan?” Mataku seketika melotot mendengar cerita karangannya. Aku menatap nenek yang sudah tersenyum jahil dan sarat akan rasa bahagianya. 

“Tidak nek, kita-”

“Kau tidak perlu menyangkalnya dihadapan nenek, sayang. Nenek bahkan akan lebih bahagia dari pada yang kita harapkan.” Sial! Apa dia gila? Dia bisa saja membuat nenek berharap lebih. Lalu mau sampai kapan?

“Ya sudah, Ya sudah. Kalian istirahatlah dulu. Jangan sampai kelelahan, arraseo?!” 

“Ne Halmonie~” jawab Kyu yang sudah sok imut sambil memeluk neneknya, “saranghae~” aku bisa mendengar dia berkata seperti itu pada neneknya. Entah kenapa itu terdengar sangat tulus. 

“Na do Saranghae~” balas nenek yang membuatku tersenyum kearahnya. Aku hampir saja melototkan mata sekali lagi saat mendapati nenek mengedipkan sebelah matanya padaku. 

“Kalian tidak boleh bertengkar, ne? Nenek tinggal dulu.” Kami menundukkan kepala hingga nenek keluar dari kamar. 


Aku menghela nafas dan berjalan kearah ranjang. Aku ingin istirahat. 


“Apa yang kau lakukan?! Itu kasurku!”


“Ya, aku tahu, kau bisa tidur di bagian sana. Kasur ini sangat luas.” 


“Apa kau mau kita melakukan-” terkanya dengan tatapan evilnya.


Seketika kusilangkan kedua lenganku di dada. “Tidak!” Tukasku. Dia terbahak. “Aku hanya ingin tidur. Lagian tidak mungkin aku tidur di kamar lain karena nenek pasti akan marah.” 

“Bagus kalau dia marah.” Cetusnya.

“Tapi kau yang akan di marahi, bukan aku!” 

“Ya, itu dia masalahnya!” Tambahnya, “Tapi sangat mungkin kan jika kau tidir di sofa itu?” 
Mwo? Aku harus tidur di sofa? 

“Tidak. Aku tidak mau!” 

“Tapi kau harus mau. Ini perintah. Lagian aku yang memiliki kamar ini.” 

“Andwe! Shireo!” Aku akan sakit pinggang dan susah mengikuti tes  untuk besok jika aku tidur di sofa. Walau pun sofa itu sangatlah empuk. 

“Biar aku yang melakukannya” kata Kyu yang kini beranjak dari ranjang. Apakah dia yang akan tidur di sofa?

“Jangan. Kau jangan tidir di sofa. Aku tidak apa-apa berbagi ranjang denganmu” ujarku.

“Tapi aku yang tidak mau berbagi denganmu!” Tegasnya. Kemudian dia mengangkat tubuhku dan hendak membawaku ke sofa. Aku meronta menolak keputusannya.

“Turunkan aku!” Teriakku sembari memberontak keras.

“Jangan banyak gerak!” Titahnya.

“Tidak aku tidak mau tidur di sofa! Besok aku ada ujian!”

“Itu masalahmu!” 

Aku memberontak lagi dan semakin keras memberontak. Hingga akhirnya kurasakan tubuh Kyu yang tak seimbang dan perlahan tapi pasti kami berdua terjatuh di sofa. 

Tapi apa ini?

Bibirku…

Mataku seketika melotot menyadari bahwa bibirku dan bibirnya menyatu dengan sempurna. 



TBC 

LOVE FOLLOWS YOU 1

Anyeong….

Am I dreaming of coming back here, in this lovely blog? 

Gak nyangka aku punya keinginan di tengah2 tugas yg menumpuk untuk membuka blog yg sudah berdebu tebal ini. Jadi gini, aku lagi blank buat tugas dan akhirnya nonton lonceng cinta di antv, so aku dapet inspirasi untuk membuat Kyuyoung version nya. Semoga kalian suka.

Maaf belum s4 edit cover, jadi storynya aja yaa…

Happy Reading 😉

Kyuhyun POV

“Kakak!” Aku yang sedang berkonsentrasi menyusun nada indah untuk aransemen baruku tiba-tiba saja tersentak mendengar sapaan dari adikku yang jelita itu. Jessica berdiri di depanku dengan wajah yang mendung dan merah, bukti bahwa ia sedang menahan kemarahannya.

“Ada apa? Kenapa kau harus berteriak seperti itu? Dengar, kakak tidak ingin pita suaramu rusak lagi dan akhirnya menyakitimu seperti saat dulu.” Jelasku padanya. Aku benar-benar khawatir dengannya. Dulu dia pernah operasi pita suara karena suaranya tiba-tiba hilang. Apalagi penyebabnya karena dia terlalu sering teriak dan memakan makanan yang tidak sehat.

“Aku kesal dengan Donghae-oppa!” 

“Bagaimana mungkin kau kesal dengan pria yang kau cintai?” 

“Dia baru saja mengaku padaku bahwa dia tidak bisa menikah denganku karena dia mencintai wanita lain.” Aku tercengang mendengarnya. Donghae menyukai wanita lain dan ingin mengkhianati adikku? 

“Jangan mengada-ngada! Donghae itu temanku yang sangat baik. Dia tidak akan menyakitimu terlebih kau adalah adik kesayanganku.” 

“Tapi itulah yang terjadi kak.” 

Aku terdiam sejenak. Aku ingin segera menanyakan hal ini pada Donghae. Berani-beraninya dia menyakiti adik kesayanganku. 

“Kalau gitu sekarang kau ikut aku!” Aku berdiri dan langsung meraih jaket kulitku. 

Aku dan Jessica langsung meluncur ke apartment Donghae. Aku harus mendengar penjelasan dari keduanya. Aku tidak ingin kesalah pahaman kecil membuat masalah yang sangat besar. Terlebih kalau itu berkaitan dengan adikku satu-satunya ini. 

“Kak, stop!” Seru Jessica tiba-tiba, membuatku mengerem mobilku mendadak sebelum mendapatkan tempat parkir yang benar. “Itu, kakak lihat sendiri. Donghae-oppa sedang berdiri bersama wanita yang dia cintai!” Mataku mengikuti arah telunjuk Jessica dan kudapati seorang yeoja bertubuh semampai sedang berhadapan dengan Donghae. Tampak Donghae sedang memegang tangannya dengan senyuman yang manis. Sial! Beraninya dia menduakan adik kesayanganku. 

Aku hendak membuka seat belt untuk keluar menjajaki mereka, tapi Jessica menahanku. “Jangan kak!” Serunya, aku mengernyit, “jangan labrak mereka. Aku tahu apa yang ingin kakak lakuin.” Aku tetap diam dan menunggu penjelasannya lebih lanjut. “Aku ingin kakak bantu aku untuk memisahkan mereka.” 

“Apa? Kau gila? Dengar, kakak tidak ingin melakukan hal di luar logika.”

“Jadi kakak senang melihat aku menderita?”

“B…bu…bukan begitu.” Speechless. Selalu begini jika sudah berhadapan dengan Jessicaku ini. Kuhela nafas pelan-pelan, “Baiklah. Kakak akan kasih pelajaran untuk Donghae.” Itu lebih masuk akal.

“Bukan Donghae-oppa saja, tapi wanita itu juga!!!” 

“Sayang… sini duduk deket nenek. Tidak usah malu-malu. Nenek senang kau mau berkunjung ke rumah ini.” Ujar nenek, membuatku penasaran dengan siapa beliau bercengkrama semanis itu. 

“Maafkan aku karena baru bisa mengunjungi nenek setelah sekian lama.” Sahut seseorang itu. Aku semakin mendekati ruang tamu dan mengintip di balik dinding. 

Yeoja itu… 

Itu kan…

“Kyuhyun-ah… kenapa berdiri disana? Ayo sini. Nenek ingin mengenalkanmu dengan seorang malaikat.” Ujar nenek, membuatku diam seribu bahasa. Malaikat katanya? Ya, malaikat berjubah hitam. 

Aku jalan mendekati mereka. Tanganku ditarik cepat dengan nenek. “Kenalkan. Dia Sooyoung, Choi Sooyoung. Dia adalah yeoja yang sangat nenek sukai.” 

“Halmonie~”desisnya kepada nenek. Cih. Dia ingin mencari perhatian?

Kuikuti ritual perkenalan ini dan tetap tersenyum seperti biasa. Kami menyebutkan nama masing-masing. 

“Nah, kalian sudah saling kenal. Dan… Nenek ingin kalian menikah.” 

“Mwo?” Seruku dan yeoja itu bersamaan.

“Halmonie~ ini bukan yang aku pikirkan. Aku-”

“Nek, aku tidak ada rencana menikah. Walau pun aku punya, bukan dengannya aku menikah.” 

Kutatap sengit yeoja di sebelah nenekku itu dan kudapati dia menatapku balik dengan kernyitan dan sengitan di matanya. 

“Aku tahu, aku tahu kalian baru bertemu, tapi apakah aku punya waktu lama untuk hidup jika menunggu kalian setuju?” 

“Tapi tidak ada alasan untuk-” 

Nenek lantas memotong ucapanku, “Nenek sudah tua dan nenek sangat ingin melihat kalian bersatu. Kau tahu Kyu, Sooyoung adalah yeoja yang baik hati dan dermawan. Dia yang rela menolong nenek dan meninggalkan ujian perdana kedokterannya. Kau ingat tiga minggu yang lalu saat nenek terserempet mobil dan masuk rumah sakit? Sooyounglah yang menolong nenek. Kau tidak akan bisa bertemu nenek lagi jika dia tidak menolong nenek, Kyu.” Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Haruskah aku melakukan ini?

“Dan Soo, Kyuhyun adalah cucuku tertampan. Aku yakin kau mengenalnya karena dia adalah penyanyi yang sangat dikenal oleh dunia. Suaranya sangat merdu dan itu salah satu hal yang membuat nenek jatuh cinta kepadanya. Nenek yakin, kau akan mudah mencintainya.” Jelas nenek lagi.

“Tapi nek-” 

“Nenek mohon…” 

“Aku bahkan belum selesai kuliah Nek. Nenek tahu sendiri aku harus menyelesaikan kuliahku dan bekerja untuk menghidupi keluargaku. Hal seperti menikah masih belum menjadi perhitunganku.” Jelas yeoja itu.

“Sayang… kalau kamu menikah dengan cucuku, maka aku akan tenang meninggalkan semua ini untukmu. Kau tidak perlu khawatir dengan keuangan. Aku akan membantu keluargamu.”

Ya Tuhan… aku sudah tidak tahan dengan alur ini. 

“Tapi nek-”

“Jika kau menolak,” nenek kembali memotong ucapanku, “maka nenek akan bunuh diri Kyu. Kau tidak akan bertemu dengan nenek lagi selamanya.” 

“Aku setuju dengan pendapat nenek.!” Aku menoleh dan mendapati Jessica baru saja datang dan hendak bergabung. Dia berjalan dengan senyumannya. 

Apa dia gila? Bukankah dia benci dengan yeoja ini?

“Kak, ku mohon, menikahlah dengan Sooyoung eonni. Aku yakin, dia akan membahagiakanmu.” 

“Sicca.. apa yang kau katakan? Bukankah-” 

“Aku mendengar cerita Sooyoung eonni dari nenek, maka dari itu aku yakin untuk melepas kakakku bersamanya. Kumohon kak…” 

Kyuhyun’s POV end

Pernikahan Kyuhyun dan Sooyoung langsung di gelar satu minggu setelah persetujuan itu. Dan ini adalah malam terakhir mereka menjadi seorang berstatus lajang. 

Jessicca berjalan mendekati Kyuhyun yang sedang berdiri di tepi balkon. “Kak…”

“Jangan bicara. Kakak tidak ingin di ganggu saat ini.”

“Maafkan aku…”

Kyuhyun berbalik setelah mendengar kata maaf dari adiknya itu. “Sampai detik ini, aku tak habis pikir dengan jalan pikiranmu.”

“Kakak ingin melihat aku bahagia kan?” Kyuhyun mengangguk, “dengan menikahi yeoja itu, berarti Donghae tidak akan berani lagi menjalin hubungan dengannya. Dia akan kembali padaku. Dan kakak bisa balaskan sakit hatiku setelah kalian menikah.” Jelas Jessicca.

Kyuhyun terdiam dan mencoba memahami rencana adiknya. Perlahan dia tersenyum. Dia suka bagian membalaskan dendam itu karena dia tidak akan membiarkan orang yang dia sayangi tersakiti. 

“Dan kau tahu kak, selama lima hari ini aku sudah menyelidiki asal-usulnya. Dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Keluarganya pas-pasan dan dia adalah anak beasiswa di kampusnya.” 

“Lalu…”

“Aku tahu alasannya menerima perjodohan dari nenek ini. Itu adalah hartamu kak. Siapa sih yang tdk ingin dengan namja tampan kaya raya seperti mu?”

Kyuhyun semakin mengembangkan senyumanku. Dia sudah memiliki bayangan apa saja yang ingin dia lakukan dengan Sooyoung setelah mereka menikah nanti. Lihat saja. 

Sooyoung’s POV 
Hari ini aku akan menikah. Ya, aku menikah dengan namja yang arogant dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Entah apa yang aku pikirkan sehingga aku tak bisa menolak perjodohan ini. Cho Halmonie sangat bahagia, terlebih eomma dan saudara-saudaraku. Ya, aku sudah tidak memiliki abeoji lagi, beliau meninggal lima tahun yang lalu karena penyakit jantungnya. Jadi kebahagiaanku saat ini adalah eomma dan kedua adikku di tambah dengan Cho halmonie. 

“Sayang… upacara pernikahan akan segera dimulai.” 

Aku harus siap. Ya, aku yakin aku kuat. Syukurnya acara ini tidak di buka untuk pers, jadi aku akan baik-baik saja karena yang datang hanya teman-teman dan kerabat dekat saja. 

“Ne eommanim, aku akan segera keluar.”

Lantunan lagu gereja yang syahdu langsung menyambutku yang kini tengah berjalan pelan bersama pamanku. Sesampainya di altar, beliau memberikan tanganku kepada namja sombong di depanku. Kami bertatapan sengit seolah akan menghadapi pertarungan hebat ke depannya. Entah perasaanku saja atau bagaimana, aku merasa dia sangat membenciku. Apakah karena perjodohan ini? 

“Aku tahu, kau hanya menginginkan namaku dan kekayaanku. Kau ingin terkenal dan menjadi kaya. Kau bosan hidup miskin, jadi kau menerima perjodohan ini” bisiknya yang benar-benar membuatku panas dan ingin sekali menamparnya jika saja aku tak sadar dimana aku tengah berdiri saat ini. 

Kuredam emosiku dan mencoba memberikannya senyuman termanisku, “Jika memang itu tujuanku, maka bukan kau yang kupilih Tuan Cho yang terhormat!” 
POV END 

To be continue…

OKE, segitu saja dulu yaa..

Apa ada yang mau di lanjut?

Voment ne… 

Note: idenya mirip, tapi alurnya akan 100% berbeda dengan yang ada di antv. 

Narrative – My Sweet Seventeen

SEE MY ANOTHER BLOG THAT TELL YOU MY BEST EXPERIENCES

FATMA EED UNDIKSHA

IMG_0611

My sweet seventeen birthday party became the most unforgettable day in my life. Two days before the day came, I told my mom about my plan for my special day in the next day. “Mom, two days later is my birthday.” Then my mom answered, “Do you need party?” and I thought about that. “No, I just want to invite my classmates to have dinner with us in our house.” I explained briefly and Mom deal for that.

In the afternoon, there was a young man who came to our house. He was my mothers’ student. He was tall and feminine. He was creative and really love decorate room. So, when Mom told him about my birthday, he decided to get permission for made some decoration in our house.

Thinking about decoration, my mom asked me, “You have to make invitation card for your friends and our relatives.” I surprised…

View original post 305 more words

[SERIES] SUDDENLY TO BE HIS MAID – 10(2/2)B-END

sddnly to be 5a

SUDDENLY TO BE HIS MAID – 10(2/2)B-END

AUTHOR FATMINHO

Length : Series
Cast : Kyuhyun – Sooyoung
Genre : Romance – Friendship

Disclaimer : THIS PLOT IS MINE!

Continue reading