I’m back to Love You part 1

I'm back to love You - 1

Tittle      : I back to Love You -> Part 1
Genre       : Romance, Family, dramatic
Length      : Series
Rated       : 16+ (?)
Main cast   : Kyuhyun, Sooyoung (Kyuyoung Couple)
Author      : Fatminho (That’s me)
Twitter     : Fatminho_Jojo
Facebook    : Fatminho Yongwonhi
Disclaimer  : Need u’r  respond. Feedback Please. NOT FOR PLAGIATORS.
The Plot is realy Mine… Hope u enjoying thais story. J
I’m Knight! So, I’m always like the match of Evil Kyu & Evil Soo. Jadi, bagi kalian yang tidak setuju dengan KyuYoung, mianhae… jongmal mianhae… because, sampai kapan pun aku sangat suka memadukan karakter keduanya. Jadi, nikmati saja alur yang kubuat berdasarkan dua tokoh tersebut ya. hehehe. Enjoy read Guys… We are ELF, We are Family !!! J
 NOTE : DON’T BE SILENT READER !!
 
HAPPY READING J
***

Seorang penyanyi yang sedang naik daun, Cho Kyuhyun, dilanda KASMARAN.
Seorang namja yang sedang membaca Koran pagi itu merasa geram lantaran namanya termuat dalam berita aneh. Baru membaca judulnya saja dia langsung gerah dan segera meremas kasar Koran itu sebelum akhirnya ia lempar ke tong sampah. Plung! Tepat sekali lemparanku, berarti itu memang berita murahan. Gumamnya.
                Pagi-pagi hati Kyuhyun sudah sangat gerah. Bagaimana tidak, selama lima tahun menjajakan kakinya di dunia perindustrian musik Korea, baru kali ini ada yang bilang bahwa ia sedang dilanda kasmaran. Dekat dengan yeoja pun tak pernah. Bagaimana bisa mereka mengutarakan pendapat seperti itu? Persetan dengan itu semua.
                Hari ini Kyuhyun tak punya jadwal latihan atau pun kegiatan lainnya. Jadi, ia putuskan untuk bermalas-malasan di apartment mewahnya. Setelah emosinya agak tenang, ia menyeluk saku celananya untuk mengambil dompet hitamnya. Ia membuka benda itu dan tersenyum. Di dalam sana ada photo yeoja yang sangat ia cintai sejak dulu dan akan tetap ia cintai meski pun yeoja itu tak benar-benar menyukainya. Meskipun ia telah terkhianati, tapi rasa cintanya tak akan terganti.
                Sambil mendekap photo manis di dalam dompetnya, matanya perlahan tertutup dan entah kenapa bayangan masa indah sekian tahun yang lalu mulai terputar kembali dalam lelapnya.
Flashback
Hari pertama kelas tiga SMA membuat seorang Kyuhyun bertambah malas. Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas hari ini dia malas untuk masuk ke dalam gerbang Busan High School. Tinggal selangkah lagi ia berjalan penuh kebimbangan untuk memasaukinya, seorang gadis yang tengah berlari kencang menabraknya. Shiittt!
                “Oh, Jeosonghaeyo. Aku terlambat. Jeosonghaeyo” ucap gadis yang menabraknya dengan terburu-buru sambil menundukkan kepala beberapa kali padanya lalu dengan cepat gadis itu berlari meninggalkannya.
                “Haiiiss… Jinja!” rutuk kesal Kyuhyun yang perlahan berubah menjadi senyuman evil khasnya. Itu pertanda bahwa ia mendapatkan sesuatu yang menarik.
                “Apa hari ini kau berniat bolos?” suara seorang laki-laki tengah baya berpakaian seragam satpam mengagetkan Kyuhyun yang masih terpaku di depan pintu gerbang. Kyuhyun tersenyum evil melihat satpam sekolahnya tersebut sedang bertampang marah padanya.
“Tentu saja tidak” ujar Kyuhyun seraya melangkahkan kaki memasuki halaman sekolah. Satpam penjaga pintu gerbang hanya bisa mendesah kesal sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Kyuhyun yang selalu meremehkannya. Namun, tiba-tiba ia tersentak saat melihat kaki Kyuhyun terhenti dan memutar badan menghadapnya kembali. “YA! ahjussi! Apa kau tahu, siapa gadis yang menabrakku tadi?”
“Makanya, kalau sekolah itu niat dong! Masa tahun ajaran baru ada murid yeoja baru di sekolah ini kau tak pernah sadar?” ejek si satpam yang memang mengetahui tingkah Kyuhyun yang selalu seenaknya tersebut. Yah… walau memang tidak bisa di sangkal lagi kalau Kyuhyun adalah salah satu siswa terpandai.
YA! bagaimana bisa kau bilang bahwa aku tak berniat sekolah setelah bela-belain diri pergi meninggalkan Seoul dan sekolah disini, huh?!” balas Kyuhyun dengan sorotan penuh tantangan. Sebelum satpam itu angkat bicara lagi, Kyuhyun sudah melanjutkan, “Lupakan! Ehn… benar juga, itu pasti siswa kelas satu baru. Ah… baiklah, aku akan kekelas sekarang. Kau jangan berkomentar lagi tentang keterlambatanku karena hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Dan itu artinya, siswa kelas dua dan tiga ditiadakan belajar, arra?! Ige!” jelas Kyuhyun panjang-pendek sambil melempar sebuah permen kearah satpam tersebut yang membuat si satpam kalang kabut menangkapnya.
3 months letter
Morning Youngie~…” sapa Kyuhyun pada adik kelas incarannya yang sudah duduk di bangku kelasnya. Senyuman Kyuhyun selalu sumringah setiap menghampiri adik kelasnya itu.
YA, Sunbae! Bisakah kau tak menggangguku sehari saja, eoh?!” sergah gadis itu yang memang sedang kesal dengan kakak kelasnya satu itu.
Dengan polosnya Kyuhyun menjawab, “AN-NI!” gadis itu menghela nafas panjang, membuat Kyuhyun bicara lagi, “Aku tidak mau membuatmu merindukanku, Choi Sooyoung!” tegas Kyuhyun cepat.
Gadis yang disebut Choi Sooyoung itu langsung ternganga mendengar perkataan sunbaenya. “Aku belum gila, Cho Kyuhyun!” balasnya.
Ne, aku tau. Geunde… akulah yang sudah gila karenamu, nona Choi! Ige!” kata Kyuhyun sambil menjulurkan tangannya untuk memberikan sebuah kado pada Sooyoung. “Saengil chughamnida…” Kyuhyun tersenyum sumringah sedangkan Sooyoung makin tercengang.
“B…ba…bagaimana kau tahu…” gagap Sooyoung karena masih shock dengan apa yang dilakukan Kyuhyun.
Johayeo…” suara Kyuhyun terdengar lembut. “Ambillah!” tambah Kyu seraya memaksa Soo untuk menerimanya dan, Chu~:*, Kyu mengecup cepat pipi chubby Soo dan segera lari dari kelas Sooyoung sebelum mendapat jitakan dari gadis itu.
YA! Cho Kyuhyun…..!” jerit Sooyoung.
Kyuhyun terkekeh di balik pintu kelas Sooyoung. Murid-murid lain yang hendak masuk kelas terheran-heran melihat tingkah jailnya. Mereka semua tau siapa Kyuhyun sebenarnya. Namja popular, pintar, tampan, dan selalu jadi idola. Satu yang terpenting, mereka semua tahu bahwa Kyuhyun mencintai Sooyoung. Hanya gadis itu saja yang tak menyadarinya.
Didalam kelas, Sooyoung membuka perlahan kado dari Kyuhyun yang terbalut kertas cantik warna favoritnya, pink. Hana, deul, set, krek-krek-krek-krek. Sooyoung langsung melempar benda itu sambil berteriak “Huwaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Cho Kyuhyun pabooooooo!!!”. Sooyoung melompat-lompat tidak karuan hingga membuat teman sekelasnya tertawa.
Kyuhyun yang masih berdiri di balik pintu kelas Sooyoung yang sedikit terbuka itu langsung tertawa melihat ekspresi histeris Sooyoung yang memang sangat takut dengan hewan melompat-lompat seperti kodok yang ada di kadonya tadi.
3 years letter
“Jika kita lulus masuk perguruan bersama, kau harus jadi pacarku, Harus!” ujar Kyuhyun setelah menarik tangan Sooyoung keluar gereja. Yang diajak bicara malah terdiam dengan ekspresi kaget yang tak menentu. “Kau tidak boleh menolakku, arra?” tambah Kyuhyun sambil meremas lembut kedua tangan Sooyoung.
                Gadis yang ada di genggamannya malah tersenyum geli sambil mengangguk mantab, pertanda bahwa ia menyetujui apa yang diinginkan Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun melombat kegirangan.
                Keesokan harinya ketika mendapatkan namanya diurutan kedua dalam penerimaan mahasiswa Seoul Art University (SAU), dengan luapan bahagianya, Kyuhyun berlari hendak menghampiri Sooyoung yang sedang melihat pengumuman penerimaan mahasiswa Art Design di sebelah barat kampus SAU. Takdir sedang berbaik hati, Sooyoung menjadi the first super mark. Namanya terpampang di nomor satu.
                Skip moment. Kini Sooyoung sudah ada diatas dekapan Kyuhyun yang tergeletak di atas rumput empuk di halaman belakang kampus. Akhirnya, aku bisa menjadi pacarmu Young… jeritan hati Kyu. “Saranghae…” ujarnya yang sesaat kemudian mendapat balasan, “Na…do”.
2 months letter
Mianhe oppa, kita akhiri saja hubungan ini”
# Flashback end
Life couldn’t get better (hey~)… Nan nol pume ango nara Purun darul hyanghe nara (ho~)Jamdun noui ib machul koya Life couldn’t get better  (Miracle)
 
Suara dering panggilan masuk membuat lelap Kyuhyun menghilang. Matanya langsung terbuka dan dirasakannya genangan air disana. Kenapa kenangan manis nan menyakitkan itu hadir kembali?
                “Ne, yeoboseyo…” Kyuhyun menerima panggilan masuk itu setelah mengatur nafas dan menghapus genangan air di pelupuk matanya. “Ah, Ye. Sebentar lagi aku kesana neuna” sahutnya lagi pada orang dibalik telepon genggamnya yang ternyata Cho Ahra, sang kakak tercinta. “Ne, Nona CHO! Adikmu yang tampan ini akan segera datang menemuimu sekarang juga! Aishh… kau ini makin cerewet saja. Nde, nde, nde, Arrayeo neuna!” suara Kyuhyun berubah-ubah gara-gara sang kakak yang memaksanya untuk datang secepat mungkin untuk menemuinya.
***
Humm, rumah ini masih sama dengan yang dulu. Belum ada yang berubah. Batin seorang gadis yang tengah berdiri di depan rumah mewah berwarna kuning pucat dengan dua koper besar disamping kiri dan kanan tubuhnya.
Dia terpaku memandang rumah tersebut. Entah kenapa saat ini ia ingin menangis. Rasanya dadanya sesak sekali.
Flashback
                “Oppa, aku menyukaimu… jadilah namjachinguku, oppa
Mianhe  Soo… oppa tidak bisa menjadi  namjachingumu. Kau tahukan Soo kalau oppa sudah jatuh cinta dengan Tiffany sejak lama?” jelas Siwon sambil menggenggam tangan Sooyoung yang terduduk di kursi taman.
Sooyoung tak merespon sama sekali perkataan Siwon, dia hanya menundukkan kepala saja lantaran malu memamerkan air matanya di depan Siwon.  “Hei, angkat wajahmu Soo…” kata Siwon sembari berusaha mengangkat wajah Sooyoung. Namun, ketika dia berhasil mengangkat wajah tersebut, pemilik wajah itu memilih untuk kembali menunduk. “Oppa menyayangimu Soo… bahkan melebihi adik oppa. Kau tau kan, oppa memang ingin sekali memiliki adik seorang yeoja? Oppa tak pernah menyayangi si Minho sebesar oppa menyayangimu. Percayalah dengan oppa, Soo” jelas Siwon lagi.
Ya, nama gadis itu Choi Sooyoung. Ia menyukai, ah anni, lebih tepatnya dia mencintai namja yang sudah belasan tahun menjadi tetangganya tersebut. Siapa lagi kalau bukan  Choi Siwon. Walau ada namja lain yang selalu mengejarnya dan selalu menyatakan cinta padanya, tetap saja hatinya hanya bisa tertuju pada Choi Siwon, lelaki yang hanya menganggapnya seorang adik. Itulah salah satu alasan kenapa Siwon menolak pernyataan cintanya yang sudah ia rencanakan bertahun-tahun di kelas tiga ini.
Sooyoung tahu bahwa Siwon sudah jadi mahasiswa di Busan University, dimana kampus itu adalah milik yayasan yang juga menaungi Busan High School. Bisa dibayangkan model pendidikannya gimana? Jadi, dalam satu yayasan, ada banyak tingkatan, dari TK sampai perguruan tinggi. Maka dari itu jarak antar sekolah dan Universitasnya sangat dekat. Hingga Sooyoung tahu siapa gadis yang sedang dekat dengan Siwon. Gadis yang membuatnya memutuskan untuk segera menembak Siwon. Namun, nyatanya ia sudah terlambat sehingga Siwon menolaknya.
Oppa, aku sudah selesai” Suara ceria seorang yeoja lain membuyarkan ketegangan yang sempat Siwon rasakan. Ya, Tiffany, gadis yang dicintai Siwon, baru saja hadir diantara mereka dengan tangan menggenggam beberapa map yang berisi beberapa berkas kelulusan.
Siwon sudah tidak berjongkok dihadapan Sooyoung yang masih duduk, melainkan sudah berdiri menghadap yeojachingunya dan menutupi keberadaan Sooyoung. Ia menyembunyikan keberadaan Sooyoung dan sudah tersenyum sumringah dihadapan Tiffany. Dia khawatir jika Tiffany melihat Sooyoung menangis karena cintanya, bisa-bisa Tiffany menyeretnya untuk bersama Sooyoung dan memilih untuk menahan perasaannya sendiri.
“Oh, kau sudah selesai? Sekarang aku antar kau daftar ke jurusan yang kau inginkan. Mulai sekarang kau akan lebih sering bersama oppa. Kajja!” Siwon menarik tangan Tiffany yang sedari tadi tidak menyadari keberadaan Sooyoung. Sambil berjalan bergandengan dengan Tiffany, Siwon berbalik sekilas kebelakang. Dia cukup khawatir dengan keadaan Sooyoung saat ini, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan Tiffany. Selagi Tiffany tidak melihat apa yang dia lakukan tadi, dengan segera ia bergegas menjauhkan Tiffany agar tidak melihat Sooyoung yang masih menangis.
Mianhae Soo, aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu kali ini” batin Siwon.
Seorang namja berkulit putih, bermata elang, dan berambut agak ikal tengah menyaksikan kejadian antara Sooyoung dan Siwon tadi. Setelah ia melihat kepergian Siwon, dengan segera ia melompat menemui Sooyoung yang masih tertunduk di bangku taman.
“Hei gadis bodoh!” sapanya dengan mengacak puncak kepala Sooyoung. Merasa tidak mendapat tanggapan dari sang yeoja, ia mengambil posisi berjongkok dihadapan Sooyoung yang masih tetap tertunduk. Ya Tuhan… kenapa gadis yang selalu bertingkah aneh dan sering usil seperti dia, bisa menangis seperti ini?  Menangis tanpa suara, hanya buliran air mata dan wajah yang semakin merah saja yang dia benamkan saat ini.  Apa semua karena Choi Siwon tadi? Hatiku sakit melihatnya. Batin si namja yang masih termangu merunduk menatap Sooyoung.
Sesaat kemudian, namja itu beranjak dari posisinya dan langsung duduk di samping Sooyoung. Tanpa permisi atau basa-basi lainnya, ia segera merengkuh bahu Sooyoung. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah rasa ingin melindungi gadis di pelukannya tersebut.
Sooyoung tahu siapa yang seenaknya datang dan langsung memeluknya erat setelah mengatainya ‘bodoh’. Siapa lagi kalau bukan si evil, namja yang sering mengerjainya, yang sering menertawainya, dan yang paling sering mengutarakan cinta padanya. Bagaimana pun buruknya si namja itu, yang jelas untuk saat ini Sooyoung membutuhkan dekapannya.
Perlahan, Sooyoung memberanikan diri untuk menenggelamkan wajahnya di dada rivalnya. Ia akui bahwa dada bidang namja itu untuk saat ini terasa hangat, hingga tangisannya semakin pecah.
Uljimara…” bisik si evil yang sudah mengeratkan dekapannya sambil mengelus lembut rambut panjang yeoja tersebut.
                —
Sudah hampir satu bulan namja evil itu menemani kesedihan seorang Choi Sooyoung. Ia selalu mendatangi rumah gadis yang disukainya itu. Seperti halnya pagi ini. Pukul setengah enam yang belum menampakkan kecerahan sedikit pun dia sudah berlari kecil mendatangi rumah Sooyoung dengan memakai training lengkap dengan jaketnya.
                “Ternyata Tuan muda Cho yang datang sepagi ini, saya kira siapa” ucap ahjumma tengah baya, pembantu rumah tangga di rumah tersebut, yang sudah mengenalnya seminggu belakangan ini. Kyuhyun mengangguk sopan sambil tersenyum manis, membuat si ahjumma terhanyut dengan ketampanannya. “Aigoo… aigoo… aku sangat berterimakasih pada Tuhan yang sudah menciptakan namja tampan sepertimu Tuan muda Cho. Syukurlah, ada yang setara tampannya dengan Tuan muda Siwon dan Minho” celotehnya yang membuat Kyuhyun agak tercengang dengan penjelasan tentang namja-namja lain yang disebutnya tadi. “Silahkan masuk Tuan muda Cho…” kata ahjumma seraya menyibakkan tangan kanannya dengan sopan, mempersilahkan Kyuhyun masuk. Yang dipersilahkan langsung melangkah memasuki rumah itu.
                “Ommo! Kyunie… kau sedang apa pagi-pagi begini sudah bertamu kesini?” seru Choi Sojin, kakak Sooyoung yang ternyata teman dekat Cho Ahra, kakaknya. Sehingga mereka berdua lumayan kenal, bahkan sebelum mengetahui kedekatannya dengan Sooyoung.
                “Memangnya kenapa? Gak boleh?!” balas Kyuhyun dengan seringaian evilnya. Membuat Sojin mendengus dan berjalan menuruni sisa anak tangga yang belum dia jamah karena melihat Kyuhyun yang baru masuk kedalam rumahnya.
                “Aish… sekali lagi kau beri aku seringaian setan itu, aku akan melarangmu bertamu kesini, arra?!” Kyuhyun terkekeh mendapat omelan kakak Sooyoung itu.
                “Mana bisa begitu, aku kan bertamu untuk Sooyoung, bukan untukmu, wek…” ejek Kyuhyun yang membuat Sojin mempercepat langkah mendekatinya dan menjitak dahi Kyuhyun. Takk!! “Ya! Appo! Kenapa kelakuanmu itu sama seperti Ahra neuna sih? Pantas saja kalian berteman. Dasar nenek lampir!” ucap Kyu sambil terkekeh seraya menggosok-gosok dahinya yang abis dijitak keras.
                “YA! apa katamu tadi? Dasar! Evil! Awas saja kau, akan kulaporkan pada Ahra!
                “Aishh… silahkan saja, dasar kalian sama-sama nenek lampir!”
                “YA! Cho Kyuhyun!! Palli! naik ke kamar Sooyoung, sebelum aku mendorongmu keluar!”
                Lagi-lagi Kyuhyun terkekeh dan segera naik ke lantai dua rumah itu untuk mencari Sooyoung, sebelum nenek lampir kedua itu berubah pikiran dan menendangnya pergi dari rumahnya.
                “Youngie~… bangunlah. Palli ireonna!” bisik Kyu yang sudah duduk di samping tubuh Sooyoung sambil mengelus kepala gadis itu. “Young…”
                “Aish! Kubunuh Kau!” tegas Sooyoung dengan mata yang masih tertutup, membuat Kyuhyun kaget mendengarnya. Perlahan Kyuhyun tertawa kecil, ternyata Sooyoung masih ngelindur. Ckckck. Kebiasaan anehnya kambuh.
                “Silahkan saja kalau kau membunuhku, asalkan tidak membunuh hatiku, ehn…” jawab Kyuhyun dengan lembut di telinga Sooyoung. Padahal ia tahu bahwa tadi adalah kata-kata Sooyoung yang belum sadar, tapi anggap saja itu nyata. Batinnya. Kyuhyun tersenyum dan perlahan mendekati wajah Sooyoung.
Chu~:*.
Kyuhyun mengecup ujung bibir Sooyoung agak lama dengan mata yang perlahan tertutup. Dia ingin menghirup aroma strawberry di wajah Sooyoung. Manis!
                “Aish… Youngie… padahal aku sudah menciummu, tapi kenapa tidak bangun juga….!!! palli ireonna chagie~…” ujar Kyuhyun yang mulai tak sabar. Dia menggoyang-goyangkan lengan Sooyoung sambil berceloteh mengomeli gadis yang masih tertidur tersebut.
                Merasakan adanya gangguan, perlahan Sooyoung terbangun dari tidurnya dan hal yang pertama dia dapatkan adalah wajah Kyuhyun yang sedang bertampang evil.
“Yak! Kenapa kau ada di kamarku, eoh?!” katanya dengan suara serak. Dia tidak akan mengomel atau pun berteriak kaget dengan kehadiran Kyuhyun karena hal ini sudah biasa terjadi. Sooyoung berguling jadi memunggungi Kyuhyun dan hendak tidur lagi.
                Merasa dicueki, Kyuhyun segera naik dan berguli ke depan Sooyoung. Ia langsung memeluk gadis tersebut. “Yak! Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan, sih?!” Sooyoung memberontak dalam dekapan Kyuhyun, membuat sang pemeluk itu lebih mempererat pelukannya hingga berani melingkarkan kaki kanannya di tubuh Sooyoung. “Ahhss… Kyuhyun! Kau membuatku sesak!” mendengar omelan Sooyoung, Kyuhyun hanya tersenyum manis dalam pejaman matanya.
                “Salahmu sendiri yang tidak mau bangun dan malah tidur lagi” kata Kyuhyun dengan mata yang masih terpejam. Sooyoung semakin memberontak dan berusaha agar terlepas dari dekapan Kyuhyun yang semakin erat tersebut. Ditambah lagi kaki Kyuhyun sudah mengungci kaki jenjangnya untuk melakukan pembrontakan lebih. Pasrah sudah!
“Youngie~ apa kau mau ikut denganku untuk tes di Seoul Art University?” kata Kyuhyun yang masih mendekap tubuh kurus Sooyoung dengan mata yang terpejam.
                Mendengar hal tersebut, Sooyoung berhenti memberontak. Kini ia memandang wajah putih Kyuhyun. Apa yang dia katakan tadi? Batin Sooyoung. Perlahan ia menerbangkan punggung tangannya ke dahi Kyuhyun. Sekadar mengecek suhu tubuh lelaki itu. Apakah sedang demam?
                “Wae?” tanya Kyuhyun setelah membuka matanya karena merasakan tangan Sooyoung menyentuh dahinya.
                “Kau sudah minum obat?” Kyuhyun mengerutkan kening. “Kenapa tiba-tiba kau mengajakku berkuliah di kampus yang mahal dan susah untuk dimasuki itu?” tambah Sooyoung yang membuat Kyuhyun tersenyum.
                Masih tetap pada posisinya, Kyuhyun menjawab, “Karena aku mau kuliah di jurusan seni vocal disana” saat melihat Sooyoung yang hendak angkat bicara, Kyuhyun segera mencegahnya dan berkata lagi, “Kau tau, kenapa selama dua tahun ini aku tidak melanjutkan kuliah, padahal aku sudah lulus dua tahun yang lalu?” Sooyoung tak menjawab apapun selain menautkan dua sisi alisnya, membuat Kyuhyun meneruskan, “Karena aku ingin masuk kelas seni suara. Dan harus di Seoul Art dan HARUS BER-SAMA-MU. Makanya aku berdiam diri sambil mengikuti kursus vocal selama dua tahun ini hanya agar bisa melanjutkan kuliah bersamamu di tahun yang sama”
                Kali ini mata Sooyoung melebar selebar-lebarnya. Apa dia salah dengar tadi?  Dengan cepat Sooyoung mendorong tubuh Kyuhyun dan kini ia berhasil. “Kau ini bodoh atau apa sih? Kenapa melakukan hal konyol seperti itu?” omelnya.
                Kyuhyun terdiam dengan wajah datar yang membuatnya bertampang serius. Ya, dia memang serius dengan Sooyoung. “Karena aku mencintaimu Young…” ucapnya tulus.
                “Arrgghh… kau selalu mengatakan hal seperti itu sejak masih jadi kakak kelasku. Jangan-jangan kau mau mengerjaiku lagi. Atau… kali ini di kantung jaketmu sudah ada kodok yang akan kau lempar padaku?” tebak Sooyoung sambil bergidik ngeri membayangkan binatang melompat-lompat itu.
                Takk! Takk! Dua jitakan di dahi indah Sooyoung berhasil dilakukan oleh Kyuhyun yang biasanya tidak akan tega melakukan kekerasan di dahi indah Sooyoung yang notabene sangat disukainya sejak dulu. “Ya! jadi selama ini kau menganggapku bercanda? Arrgghh! Jinja!” kini Kyuhyun yang mengomel. “Ya sudah lupakan saja masalah yang itu. Pokoknya, kau harus mau ikut denganku untuk kuliah disana, arra?”
                “Aku tidak punya suara seindah suaramu Kyu-ah…” sesal Sooyoung.
                “Pabo! Siapa yang menyuruhmu untuk masuk kelas seni suara huh? Kaukan hobi design pakaian dan bangunan, ya sudah pilih saja Interior Design and Style Art disana. Bodoh!”
                “Wah… jinjayeo? Disana juga ada jurusan seperti itu?” Kyuhyun mengangguk mantab. “Waa… iya, iya, aku mau kyu-ah…” sorak sorai Sooyoung seraya memeluk badan Kyuhyun yang sudah agak jauh darinya.
                Akhirnya beberapa hari kemudian mereka berdua mendaftarkan diri untuk mengikuti tes kemampuan bakat disana.
Sambil mengisi data diri, Sooyoung bersua pada dirinya dalam hati. Dia berkata, mengikuti Kyuhyun bukan hal yang salah. Pergi ke Seoul adalah pilihan yang tepat dari pada harus melihat kemesraan Siwon dan Tiffany yang sampai sekarang masih bisa menusuk hatinya. Bukan hanya itu, Sooyoung bisa jadi lebih bersemangat lantaran sekolah itu memiliki fakultas seni design yang sudah menjadi basic di jiwanya sejak kecil. Ia memang sangat suka mendesign berbagai bentuk ruang dan bangunan karena ayahnya adalah seorang arsitek yang selalu membawanya ke kantor saat masih kecil dulu. Dari sana dia tertarik untuk membuat gambaran setiap tata ruang dan bangunan.
Ia juga suka mendesign model pakaian untuk dirinya sendiri. Terkadang, ia juga membuatkannya untuk Sojin, dan dijamin apa yang ia dan kakaknya pakai itu tak pernah ada di took baju atau pun butik.
Sooyoung berani pindah ke ibu kota dan tinggal dengan nenek angkatnya yang memang menetap di Seoul. Ia bertekat untuk masuk Seoul Art University. Perguruan tinggi tersebut terkenal mahal dan sangat susah untuk menjadi mahasiswa disana. Maka dari itu mereka berdua berusaha bersama agar bisa lolos dari ujian masuk universitas.
Selama masa persiapan test, Kyuhyun selalu bersama dengan Sooyoung. Ia bahkan tak pernah berbuat hal jahil lagi kepada Sooyoung seperti saat SMA, dimana ia rela mencari katak di sekitar taman rumahnya hanya untuk menjahili Sooyoung. Kali ini Kyuhyun malah lebih perhatian dan membuat Sooyoung merasa terlindungi.
Mereka berdua menghabiskan waktu berhari-hari di rumah nenek angkat Sooyoung yang memang tinggal sendiri, untuk menyiapkan diri mengikuti ujian masuk. Sooyoung memotong dan membentuk bebalokan dari karton untuk dijadikan model property ruang, juga menggambar beberapa design pakaian.
Kyuhyun yang berada di ruang kedap suara dekat ruang tamu tempat Sooyoung bersiap, bersama seorang pelatih vocal yang di sewanya, juga berusaha mengatur setiap nada suaranya agar serasi dengan alur musiknya, agar dia bisa lolos bersama Sooyoung.
                Saat hari H tiba, Kyuhyun dan Sooyoung selalu berpegangan tangan menuju halaman kampus. Mereka berdua sama-sama gugup. “Young, kita harus berjuang. Kau harus bisa lolos bersamaku, nde?” Sooyoung menoleh kearah Kyuhyun sekilas lalu mempererat pegangan tangannya dan menjawab, “Nde, kita harus bisa”.
Mereka berdua berpisah saat sudah sampai di lorong pertama. Kyuhyun kearah barat, sedangkan Sooyoung kearah timur. Mereka memasuki tempat tes masing-masing.
Saat Kyuhyun mendapat giliran untuk menampilkan kemampuannya bernyanyi, dengan ribuan kepercayaan diri ia segera maju ke hadapan tim penilai dan menyanyikan sebuah lagu yang ia dapatkan dari undian juri. Ia diminta untuk menyanyikan lagu mandarin yang berjudul Blue Tomorrow. Kyuhyun tersenyum melihat judul lagu itu di dalam kertas undiannya karena ia tahu lagu itu sudah di populerkan oleh salah satu anggota boyband Super Junior Mandarin terbitan SM entertainment. Setelah menarik nafas sekali, Kyuhyun mulai menyanyikan lagu balad tersebut. Sungguh suara yang indah, itulah pendapat para juri. Suaranya sangat lembut dan teratur, selain itu dia juga bisa mengekspresikan lagu tersebut sehingga siapapun yang mendengar akan tahu apa maksud lagu itu walau tak mengerti dengan bahasa yang digunakannya.
                Seperti nasib baik Kyuhyun, Sooyoung pun mendapatkan respon sangat positive saat mengikuti test disana. Sooyoung membawa banyak balok-balok karton warna-warni yang sudah dia rancang sendiri selama berhari-hari dan menyusunnya saat mengikuti test. Alhasil… Bingo!! She get the best mark!. Tidak sampai disana saja, setelah menampilkan hasil property penataan ruang dalam rumah minimalis, yang dia beri judul  ‘The Beautiful Minimalize’, dia lanjut menampilkan suatu gambaran model baju masa depan, judulnya ‘The next Trendy’, yang dia gambar langsung di depan tim penilai pun sangat memuaskan.
                Sampai pada akhirnya mereka berdua janjian ke gereja di malam hari sebelum mendengar pengumuman penerimaan mahasiswa disana. Walau pun respon tim penilai terhadap mereka sudah memuaskan, tapi bagi mereka, peserta test yang lainnya juga sangat memuaskan. Yang lebih parahnya, dari sekian ribu pelamar, hanya ada 50 peserta saja yang lolos di masing-masing jurusan. Entah itu di Art of Design, Art of Entertainer, atau Art of Producing meal.
Sooyoung sempat tertarik dengan Art of Producing meal, tapi sayangnya si sahabat evilnya itu sangat melarang keras. Katanya, si Sooyoung nanti bukan memproduksi makanan atau resep, melainkan yeoja pemegang gelar ‘shikShin’ itu bakal menghabiskan seluruh makanan ciptaan temannya. Hahaha, sebenarnya itu hanya candaan biasa saja karena yang aslinya banget, si Kyuhyun tahu bakat yang dimiliki yeoja si tukang makan itu. Dan yang pasti bukan berbakat dalam hal memasak.
                “Tuhan, izinkan aku untuk selalu bersama dengan yeoja disampingku saat ini untuk selamanya” doa Kyuhyun dalam hati saat mereka berdua sudah bersidekap dan memanjatkan doa bersama.
                “Ya Tuhanku, semoga Kyu si evil ini tetap menghiburku. Izinkan aku untuk belajar mencintainya. Luluskanlah kami berdua” yang ini doa Sooyoung.
                Mereka berdua masih menutup mata dengan kedua tangan dirapatkan. Diakhir doanya, mereka berdua tersenyum dan membuka mata bersamaan. Sooyoung langsung menoleh kearah Kyuhyun, begitu pun sebaliknya.
Setelah itu, Kyuhyun langsung menarik tangan kiri Sooyoung untuk keluar dari tempat pribadatan. Setibanya di luar, Kyuhyun menghentikan lari kecilnya dan menatapa Sooyoung dalam. Sooyoung yang di tatap intens seperti itu langsung berwajah merah padam. Apaan sih si evilkyu ini? Apa dia mau mengerjaiku lagi? Batin Sooyoung.
                “Youngie~…” lirih Kyuhyun di tengah-tengah tatapan intensnya.
                “Ehm…?” Sooyoung jadi semakin gugup sampai tidak mampu melepas tatapan matanya.
                “Jika kita lolos berdua, maukah kau menjadi yeojachinguku?”
                Deg!Deg!Deg!
                Jantung Sooyoung berdetak sangat cepat hingga ia merasa agak sesak. Padahal selama di SMA, Kyuhyun selalu menyatakan cinta padanya. Namun, rasanya saat ini sangat berbeda karena dulu Kyuhyun sekedar berkata cinta dengan mudahnya lalu kembali menjailinya dengan kodok, tapi sekarang Kyuhyun memintanya menjadi kekasihnya.
                Mata Sooyoung masih tidak bisa lepas dari mata Kyuhyun. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menimbangkan penawaran mengejutkan dari kyuhyun tadi. Merasa tak di respon, Kyuhyun kembali berkata, “Kau tak menjawab, ku artikan itu sebagai persetujuan, eotthe?”.
                Sooyoung tak bisa melakukan apapun lagi selain mengangguk kecil dan tersenyum malu, membuat Kyuhyun ikut tersenyum dan langsung melepas genggamannya. Kyuhyun melompat riang sambil berteriak, “Yeah… huhu… thanks God. Yesh! Tuhan… loloskanlah kami berdua” serunya dengan ekspresi memelas diakhir kalimat. Melihat tingkah Kyuhyun yang sedikit childish membuat tawa Sooyoung pecah.
                Keesokan harinya, Kyuhyun tampak khawatir dengan hasilnya. Sudah sepuluh menitan dia berkutat di daftar lampiran penerimaan mahasiswa baru yang di temple di papan madding besar di tengah kampus. Namun, dia tak juga menemukan namanya tertera disana. Dia beralih lebih kekiri untuk melihat deretan dua puluh besar. Benar saja, matanya langsung memancarkan cahaya yang disusul dengan tetesan air mata saat melihat namanya terletak di posisi pertama.
Thanks God…!!! teriaknya dalam hati sambil berlari mencari sosok Sooyoung di bagian papan pengumuman di jurusan Design.
                Sooyoung tengah berjalan pelan di taman kampus yang agak sepi, bermaksud menyusul Kyuhyun setelah dia menemukan namanya tertera di nomor dua yang berarti dia benar-benar di terima. Langkah Sooyoung terhenti saat melihat Kyuhyun berlari kearahnya dengan penuh semangat. Karena khawatir melihat kencangnya kecepatan lari Kyuhyun, Sooyoung milih menghindar. Namun, alamat yang dituju Kyuhyun tetaplah dia, jadi mau tidak mau…
Bruukkk!!!
Kyuhyun sengaja menabrak Sooyoung hingga kini gadis itu tergeletak di atas rumput empuk dengan Kyuhyun yang masih terengah-engah di atasnya. Tangan kyuhyun berada di sisi kepala Sooyoung, menyangga badannya agar tidak menindih badan Sooyoung. Matanya sudah focus ke mata Sooyoung. Nafasnya masih memburu, membuat wajah gadis dibawahnya merasakan deruan tersebut. Saat nafasnya masih memburu, Kyuhyun berkata, “Kau ingat janjimu? Jika…”
Sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Sooyoung sudah mengangguk cepat sambil tersenyum. Dia khawatir namja evil diatasnya tersebut kehabisan nafas jika melanjutkan kalimat yang sebenarnya sudah dia tahu.
Kyuhyun tersenyum evil melihat reaksi Sooyoung yang dengan cepat menerimanya. What? Cepat? bukan, kau salah thor. Aku sudah mengejarnya selama tiga tahun tanpa kenal lelah, tapi baru saat ini aku mendapatkannya. Ralat Kyu(?).
Tanpa berpikir dua kali, setelah mendapat anggukan mantab seorang Sooyoung, Kyuhyun yang masih ngos-ngosan itu pun langsung meraup bibir Sooyoung lembut.
Mendapat ciuman pertamanya, Sooyoung melotot tidak bisa menutup mata. Dia melihat dan memperhatikan mata Kyuhyun yang tertutup dan paras wajah namja itu ketika melumat lembut bibirnya. Tanpa membalas ciuman Kyuhyun karena tidak tahu caranya –ini first kissnya – maka Sooyoung hanya bisa menitikkan air mata bahagia memahami perasaan Kyuhyun dari kecupan dan lumatan hangat yang ia dapat.
Kyuhyun yang tadinya merasa sesak nafas, kini terasa semakin sesak  dan detak jantungnya semakin kuat. Saat dia melepas bibirnya dari bibir Sooyoung, dia melanjutkan ke kening indah yeojanya beberapa saat. Setelah itu dia langsung merengkuh tubuh Sooyoung dengan membalikkan posisi mereka. Kyuhyun merasakan sesak di paru-parunya, maka ia memilih untuk mengambil posisi terlentang, walau ada Sooyoung di atasnya. Tidak masalah, dia bahkan merasa lebih baik setelah mendapatkan gadis yang ia cintai.
“Youngie-ah…” panggilnya berbisik.
“Hmm…?” Sooyoung yang tertidur di dada Kyuhyun hanya bisa bergumam.
Saranghae…” ucap Kyuhyun membuat Sooyoung agak tegang. Perlahan Sooyoung memutar kepalanya hingga dia bisa menatap wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum di bawahnya.
N…na…do” blush. Wajah Sooyoung langsung matang mengatakannya di atas wajah Kyuhyun. Namja itu langsung tersenyum lebar dan berusaha mengangkat kepalanya.
Chu~ :*
Kyuhyun mengecup bibir Sooyoung cepat, membuat wajah Sooyoung tambah memerah dan dengan cepat menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun.
Satu bulan setelah itu, Sooyoung mendapat kabar bahwa Siwon mengalami depressi berat akibat kepergian Tiffany ke Amerika dan tidak pernah memberi kabar sampai dua minggu. Sooyoung pergi ke Busan untuk melihat keadaan Siwon, ditemani oleh sang kekasih, Cho Kyuhyun. Sesampainya mereka disana, Sooyoung melihat Siwon yang duduk lemas di atas ranjang dengan wajah sangat pucat. Kondisinya benar-benar drop.
“Youngie… bibi mohon sekali bantuanmu. Tetaplah berada di sisi Siwon. Bibi tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi selain pada kamu” pinta Nyonya Choi dengan wajah penuh kekhawatiran di tengah isakan.
Sooyoung tampak berpikir sejenak sambil merasakan kekacauan di hati wanita paruh baya di depannya tersebut sebelum akhirnya menjawab, “Ne, aku akan menemani Siwon oppa. Bibi jangan khawatir ya…” jawab Sooyoung sambil mengelus lembut tangan Nyonya Choi tersebut .
Gomawoyeo Youngie-ah…” lirih senang si Nyonya Choi yang sudah menghambur ke pelukan Sooyoung dengan banjiran air mata.
Air mata Sooyoung juga tak bisa terhenti sejak awal memasuki kamar Siwon yang dia rasa semakin pengap. Namja yang sempat ia cintai bertahun-tahun, mungkin sampai sekarang masih ada sedikitnya rasa itu, terlihat lusuh dan tak terawat. Wajahnya sangat pucat pasi seperti mayat hidup. Matanya terbuka, padahal mendengar orang yang berbicara saja namja itu tak akan hirau.
Hanya dua hari mereka ada di Busan. Selama itu juga Sooyoung tak memperhatikan Kyuhyun lebih. Hanya sesekali saja, jika ia membawakan makanan atau cemilan untuk kekasihnya. Gadis itu lebih memperhatikan kondisi Siwon yang memang sedang kritis dan tidak ingin dirawat di rumah sakit. Kyuhyun mencoba menyabarkan diri dengan hal tersebut. Terlebih lagi si Choi Minho, adiknya Siwon itu selalu memberikannya hiburan menarik. Apalagi kalau bukan koleksian games.
Selama perjalanan pulang kembali ke Seoul, di otak Sooyoung hanya ada kalimat-kalimat permohonan dari Nyonya Choi, ibu Siwon. Sesekali dia melirik kearah Kyuhyun yang kadang tertidur di bahunya atau seperti saat di pesawat, namja itu merangkul bahunya dan menidurkan kepala diatas kepalanya. Sikap Kyuhyun seperti ini sangat disukai oleh Sooyoung. Namun, tanpa ketahuan sekali pun oleh Kyuhyun, gadis ini bersembunyi didalam dekapannya, menangis. Hati dan otaknya juga tubuhnya, tidak memiliki keinginan yang sama.
Oppa… aku ingin pergi ke Busan lagi” kata Sooyoung pada Kyuhyun di hari pertama mereka kembali ke kampus setelah kemarin mengambil ijin.
Kyuhyun langsung menegang dan di dahinya sudah tergambar integral tiga. “Kau jangan bercanda chagie~… kita baru saja kemarin malam sampai disini” ucap Kyuhyun agak emosi.
Sooyoung segera meraih kedua tangan Kyuhyun dan menatap mata namjanya sendu, “Oppa, aku…” Kyuhyun setia menunggu kelanjutan kalimat yang ingin disampaikan oleh Sooyoung. Gadis itu tampak mengatur nafasnya dalam-dalam dan melanjutkan, “kita akhiri saja hubungan ini”.
Kali ini mata Kyuhyun langsung mendelik tak percaya. Setelah itu dia tertawa dan membalas perkataan Sooyoung. “Ya~ chagie… jangan bercanda yang bukan-bukan seperti itu. Mau aku carikan kodok, huh?” Kyuhyun mencubit lembut pipi tembem Sooyoung.
Namun, sedetik kemudian Kyuhyun berhenti tertawa. Dia juga berhenti mencubit, tapi tangannya masih mendekap wajah Sooyoung. Dia heran dan tidak mengerti, kenapa tiba-tiba Sooyoung berkata seperti itu dan sekarang menangis, “Chagie~… lihat mataku. Palli!”. Tegasnya sambil memaksa Sooyoung menengadahkan kepala.
Hasilnya nihil. Gadis itu menangis dalam tundukan wajahnya. Sooyoung menggeleng pelan dan meraih tangan kyuhyun untuk melepas dekapan di pipinya. Sambil meremas kedua tangan kyuhyun, Sooyoung berkata dalam tangisnya, “Aku harus menemani Siwon oppa. Dia sedang dalam keadaan kritis. Tiffany belum memberi kabar padanya. Aku takut ada apa-apa dengan…”.
Siwon lagi, Siwon lagi, selalu namja itu!
Pesst!
Kyuhyun menepis kedua tangan Sooyoung secara kasar lalu bangkit dari duduknya. Dia berbalik memunggungi Sooyoung dan berkata, “Geurey!! Tsk! Mungkin aku saja yang terlalu PD terhadap hubungan ini. Cuma aku yang merasakan ini semua nyata. Sayang, ternyata aku namja bodoh yang memaksa suatu hubungan menyakitkan ini. Harusnya aku tahu, sampai kapan pun, Tuan Choi itu tidak akan bisa tergantikan olehku di hatimu.”
Melihat kemarahan Kyuhyun, Sooyong mencoba memeluknya dari belakang, “Kyu-ah… mianhae. Jangan bicara seperti itu, jeb-“ belum selesai Sooyoung bicara, Kyuhyun segera menepis tangan gadis itu dari pinggangnya kasar hingga membuat tubuh Sooyoung limbung dan jatuh terduduk di atas rumput.
“JANGAN MENYENTUHKU LAGI!!! TERIMAKASIH ATAS HARAPAN PALSUMU!!!” murka Kyuhyun. “JANGAN PERNAH MUNCUL LAGI DIDEPANKU! ARRASEO??!!” tambah Kyuhyun hingga membuat beberapa mahasiswa berkumpul.
Kyuhyun segera pergi meninggalkan Sooyoung yang masih menangis di taman belakang kampus. Ini baru kali pertama ia melihat Kyuhyun semarah itu. Ia yakin namja itu sudah membencinya. Bagaimana tidak, bahkan membalas perasaannya pun Sooyoung masih setengah-setengah. Tapi, ini sudah menjadi keputusannya.
# Flashback end
***TBC***

115 thoughts on “I’m back to Love You part 1

  1. Ahh jd kyuhyun kasian banget selama nie cinta dya tetep gg terbalas kan:/
    waaahh nyesek bangettt jd diri mu kyu😦
    dont worry kyu , aq akan setia menemani mu , kkkkk

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s