I’m Back to Love You part 2

I'm back to love You - 2

Tittle            : I’m back to Love You -> Part 2

Genre       : Romance, Family, dramatic

Length            : Series

Rated             : 16+

Main cast   : Kyuhyun, Sooyoung (Kyuyoung Couple)

Author      : Fatminho sparKyuYoungster

Twitter     : Fatminho_Jojo

Facebook    : Fatminho Yongwonhi

Disclaimer  : Need your  respond. Feedback Please. NOT FOR PLAGIATORS.

The Plot is realy Mine… Hope u enjoying that. J

I’m Knight! So, aku selalu suka dengan apapun yang memasangkan si Evil Kyu & Evil Soo. Jadi, bagi kalian yang tidak setuju dengan KyuYoung, mianhae… jongmal mianhae… because, sampai kapan pun aku sangat suka memadukan karakter keduanya. Jadi, nikmati saja alur yang kubuat berdasarkan dua tokoh tersebut ya. hehehe. Enjoy read Guys… We are ELF, We are Family !!! J

***

 

 

Cho Kyuhyun’s POV

Tanggal 3 Februari ya, hmm… padahal itu hari kelahiranku, tapi tetap saja tak pernah ada waktu untuk merayakannya. Ya, setidaknya bersama keluargalah. Ini adalah tahun ke lima aku menyibukkan diri di berbagai acara saat aku berulag tahun.

Kulihat jam dinding di depanku. Jarumnya mengarah pada angka satu. Aku sengaja tidak langsung tidur setelah menjalani beberapa konser akbar di Jeju island. Belum lagi dua jam sebelumnya aku harus mengklarifikasikan masalah aneh yang menjadi scandal dahsyat untukku. Appaan tuh? Cho Kyuhyun dilanda asmara? Cih!

Padahal ku akui badanku remuk semua. Syukur saja ada si manager hyeong yang berusaha mencari alasan agar aku diizinkan untuk pulang terlebih dahulu. Menjadi seorang penyanyi solo memang sangat mengagumkan bagiku. Bahkan setelah satu tahun menjalani segala proses pembelajaran di SAU, aku langsung menjalani debut dan bisa membuat first album di tahun selanjutnya.

Sebenarnya aku sangat benci setiap mendengar nama universitasku tersebut, tapi karena pada saat aku hilang mood dalam waktu beberapa bulan, Kim seonsaengnim mengajakku mengikuti debut awal bersama rekan-rekanku yang lain. Saat itu kupikir akan bisa melupakan kejadian menyakitkan di awal tahun masuk universitas, tapi sampai sekarang pun aku mengingatnya. Maka dari itu, setiap ada jadwal padat, hal bodoh itu bisa kulupakan untuk sementara waktu. Setidaknya aku tidak akan terpuruk kembali seperti beberapa bulan setelah kejadian.

It’s okey, now I have the different day. Kejadian buruk enam tahun yang lalu sudah menjadi langganan utamaku mengingatnya di kala aku sedang termenung sendiri, seperti saat ini. Padahal maksudku tidak beristirahat lagsung adalah untuk menunggu panggilan masuk dari Ahra neuna atau siapa pun yang mengingat ulang tahunku. Ini sudah jam setengah dua pagi, tapi ponselku tidak bersuara juga. Aisshh… apa-apaan mereka semua. Kenapa tidak ada yang ingat ulang tahunku?.

Karena bosan menunggu, kucoba membuka jejaringan sosialku. Benar saja, ratusan ribu Sparkyu sudah mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Baiklah akan aku balas ucapan mereka dengan membuat post card.

Gamshamida… kalian sudah mengingatnya. Saranghae… :* (^,^)’

Setelah menulis sebuah post, aku memutuskan untuk tidur. Arrgh… konser selama enam jam non stop di beberapa panggung di pulau Jeju di tambah dua jam konvrensi pers membuatku benar-benar remuk. Baiklah Cho Kyuhyun, mari pergi tidur, isi tenaga baru agar besok bisa lebih segar. zzZZzZ…

Ting Tung Ting Tung

Arrgh… siapa sih tengah malam begini bertamu? Apa tidak ada kerjaan? Gak tahu apa kalau aku baru saja mulai terlelap. Aiish…!! rutukku. Meskipun merutuk kesal, aku tetap saja berusaha bangkit dari ranjang empukku dan menyeret langkah ke ruang depan, lalu menekan tombol intercome.

Apa-apaan ini, kenapa tidak ada seorang pun diluar? Lalu siapa yang memencet bel aprtmentku? hiihh, jadi merinding.

Oke, bukan Cho Kyuhyun namanya kalau takut seperti ini. Kulangkahkan kaki menuju pintu dan membukanya. Lagi-lagi bulu kudukku menjering setelah tidak mendapatkan siapapun dibaliknya. Baiklah, ku anggap ini hanya lelucon biasa yang mungkin hanya terjadi di dalam mimpiku tadi. Ku balikkan badan untuk masuk dan menutup pintu.

Grebb!!

Tubuhku kaku seketika. Oh God… siapa yang berani memegang bahuku? Ku beranikan perlahan menoleh kearah belakang dan “AAAaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!!!” Tuhan, katakan bahwa ini hanya alusinasiku saja.

Pelan-pelan aku melangkah mundur setelah suaraku habis untuk berteriak. Bagaimana bisa seorang suster berkulit pucat dan wajahnya ditundukkan itu ada disini? Apa dia yang memencet belnya? Tuhan, lindungilah aku, suster itu berjalan pelan mengikuti langkah mundurku.

Saat punggungku menatap dinding, jantungku terasa akan berhenti melihat suster itu berdiri di jarak satu meter di depanku. “Apa maumu?!” tanyaku dengan seluruh sisa suaraku. Sungguh, nafasku benar-benar tercekat.

Belum selesai aku bicara, ku dengar pintu apartment semakin terbuka. Dan apa yang aku lihat sekarang? Apa tanah makam sudah pindah alamat sehingga para pocong, drakula, vampire, mumi, zombie, dan makhluk seram lainnya datang kesini?

Kupejamkan mataku dan menahan mundur punggungku di dinding. Berharap dindingnya bisa mundur secara ajaib dan memberiku ruang untuk menghindar dari makhluk-makhluk di depanku. Sebenarnya ada apa ini? Tuhan, katakan bahwa semua ini hanya mimpi. Bangunkanlah aku segera…

Tak tak tak tak… cuss…

Saengil Cughahamnida uri Kyuhyun……”

Setelah mendengar suara petasan kecil dan teriakan tersebut, ku buka mataku perlahan berharap bahwa aku sudah terbangun dari mimpi. Namun, suster pucat itu tetap ada di depanku. Kerabat sebangsanya pun masih ada di belakangnya. Mereka semua tertunduk. Apa suara membahagiakan tadi hanya alusinasiku juga?

Ommo… sekarang mereka semua semakin mendekat ke arahku. Ku pejamkan mataku sebelum nyawaku dicabut. Sungguh, aku benar-benar ada di ujung tanduk saat ini. Aku tak bisa…

Byurrr…

Mataku benar-benar terbuka lebar setelah merasakan guyura air yang menimpa wajahku. “Hahahaha… ternyata kita bisa ngerjain si evil bodoh ini. Yey!!!” teriak si suster sambil ber high-five dengan rekan-rekannya. Dari suara nyaringnya, aku tahu itu suara neuna.

YAK!! APA-APAAN KALIAN HAH? INI SEMUA TIDAK LUCU!!!!” sengitku.

Saengil chugahamnida… saengil chughamnida… saranghaneun uri Kyuhyun, saengil chugahamnida...”

Glek!!

# Kyuhyun’s POV end

Mendengar nyanyian selamat ulang tahun dari Ahra dan teman-temannya yang bergaya horror, kemarahan Kyuhyun perlahan menghilang. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Untuk membentak dan memprotes saja dia tidak mampu. Dia hanya bersandar pasrah di dindingnya dengan mulut yang terbuka untuk mengatur aliran nafasnya kembali. Tangannya sudah aktif memijat pelan dadanya yang terasa sesak.

Kyuhyun masih bisa mendengar gelak tawa teman-temannya yang mengejutkannya di tengah malam. Dia mendengar suster pucat yang tidak lain Ahra neunanya itu berkata, “Apa kau merasa dapat Surprice?” berkata dengan menunjukkan puppy eyes segala. Membuat Kyuhyun tambah jengkel, walau sebenarnya tak bisa jengkel. Dia menjawab, “Serasa mau mati!!”. Gelak tawa semakin keras memenuhi ruang apartmennya.

“Sudahlah Kyunie… tak perlu terharu seperti itu, arra?” seru Enhyuk, salah satu penyanyi RnB, teman satu Agency-nya, di SM Ent. Namja tersebut mengenakan busana ala mumi karena secara tidak langsung dia ingin memamerkan tubuh SixPacs yang tidak dimiliki Kyuhyun.

YA! Hyeong! Aku bukan terharu…”

Belum selesai Kyuhyun berkata, seorang vampire sudah menghampirinya, merangkul bahunya, dan berkata, “Oh, aku tahu, kau memang tidak terharu, tapi sangat terharu kan Kyu-ah…” dari suaranya saja Kyuhyun tahu bahwa vampire ini adalah salah satu host terbaik yang dimiliki SM.

YA! Park Jungsoo pabo!!! Aku hampir…”

“Kau yang pabo! Sudah berumur itu lebih sopan dikit, arra? Aku ini hyeong mu!”

“Hahaha… siapa su-“ lagi-lagi suaranya terpotong karena si suster Ahra sudah memeluknya sambil melompat-lompat.

“Waa… Happy birthday nae dongsaeng.” serunya heboh, masih memeluk leher Kyuhyun sambil melompat-lompat. Membuat rekan lainnya tertawa melihat aksinya.

Dengan paksa Kyuhyun melepas pelukan gila itu dan membentak Ahra, “YA! mana ada setan suster jelek sepertimu lompat-lompat seperti pocong, eoh?!” lagi-lagi tawa membahana di apartmen tersebut setelah mendengar omelan Kyuhyun itu.

“Poccong?! Oh, jadi kau memanggiku ya Kyu-ah?” ucap Heechul yang memang di tengah malam itu dia memakai busana pocong. Heechul adalah salah satu dancer handal. Busana pocong itu sepertinya cocok dengan wajah imutnya.

Benar-benar kali ini kesabaran seorang Kyuhyun telah di uji. Semua hyeong mengerjainya habis-habisan kali ini. Dari Leeteuk yang menjelma menjadi vampire berhias darah di ujung bibir, Enhyuk menjelma menjadi mumi, Heechul yang menjelma menjadi pocong, Donghae yang tampak sangar dengan taring drakulanya, Yesung dengan topeng malaikat pembunuh, Reywok dengan busana galur-galur putih penuh darah juga wik rambut panjang penuh darah, Sungmin yang memakai pakaian penuh darah dan terkesan telah ada yang menusuk perutnya, juga masih banyak rekan dekatnya di SM seperti anggota boy/girlband DBSK, EXO, SHINee, F(x), SNSD, dan lainnya. Juga ada beberapa teman di agency yang berbeda dengannya, sebut saja beberapa anggota 2PM,   sampai sang neuna yang memakai pakaian suster. Aish! Benar-benar menyesakkan, tapi sejujurnya Kyuhyun merasa terharu juga.

Setelah ngerjain Kyuhyun seperti itu, barulah Tuan dan Nyonya Cho melenggang masuk dengan membawa tart coklat super besar sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Sungguh, tengah malam ini tidak akan dilupakan Kyuhyun.

Happy Birthday uri Kyunie…” ucap Nyonya Cho, yang tidak lain ibu Kyuhyun sambil mencium kedua pipi anaknya.

“Jadilah anak yang tidak akan mengecewakan dan selalu membanggakan” kata Tuan Cho, ayah Kyuhyun dengan merangkul bahu anaknya. Tidak salah jika Kyuhyun langsung menerjunkan air matanya dan memeluk semua rekan satu per satu.

Cho Ahra’s POV:

Hahaha senang rasanya bisa ngerjain si evil adikku. Semoga diumurnya sekarang dia bisa lebih membuka hati dan tidak terpuruk. Aku melihat Kyuhyun masih berbagi kebahagiannya dengan teman seAgencynya. Jadi, sebagai tamu tak masuk golongan muda, aku memilih untuk duduk dengan eomma dan appa di ruang tengah.

“Ahra-ya, kau ingatkan rencana kita besok?” tanya eomma.

Rencana besok? Rencana ya… ehm. Oh, rencana kejutan spektakuler untuk kyu yang mereka jelasin ke aku beberapa waktu lalu. Aku langsung mengangkat ibu jariku dua dua. “Okey eomma, appa. Beres. Aku akan kasih tahu Kyuhyun.”

Setelah pembicaraan singkat itu, aku langsung masuk ke kamar. Apartment Kyuhyun ini sangat besar. Ada tiga kamar utama dan 2 kamar tamu. Jadi, dia menyiapkan satu kamar utama untukku. Kalau dipikir-pikir, dia adik yang baik. Hihihi.

Setelah masuk ke kamar, kuraih ponselku dan menggeser layarnya beberapa kali untuk menemukan nomor tujuan yang aku maksud. Setelah mendapatkan nomor ponsel Sojin, sahabatku, aku langsung menekan tombol call.

Ye, Yeoboseooh…hmm”

Ne, Ahra herebaby…” sapaku heboh karena mendengar suara Sojin yang masih serak. Sepertinya dia masih dalam pertengahan mimpinya. Hahaha sori baby.

“Nde, Waeyo Beib..?” jawabnya, masih dengan suara parau. Sepertinya dia masih menutup kedua matanya disana. Dan asal kalian tahu, kita berdua memang couple sister yang lumayan akrab. Jadi, sapaan sejenis baby, beib, itu sudah biasa.

“Rencana akan dimulai malam nanti. Jadi persiapkan skrip dengan baik, arra?”

“Ne, Arraseo”

“Oke, salam sama eomma appa mu, katakan pada mereka untuk bersabar ngadapin anak sepertimu yang selalu bangun kesiangan. Hahaha”

“YA! neo…”

Bipp!

Hahaha, sebelum nenek lampir berteriak, lebih baik aku segera menutupnya. Hmm, aku jadi tidak sabar membuat scenario lebih panjang untuk melancarkan rencana kami. Kyuhyun-ah, tunggulah kejutan ulang tahunmu selanjutnya. Neuna neomu saranghaeyo.

 

# Cho Ahra’s POV end.

 

                Dilain tempat, di kota Seoul, tampak sebuah taxi berwarna putih berhenti di depan sebuah rumah mewah bercat kuning pucat. Sesaat kemudian, terlihat seorang yeoja tinggi keluar dari taxi tersebut. Supir taxi langsung mengeluarkan dua buah koper dari bagasi belakang. Sedangkan gadis itu hanya menggantungkan ransel marun di pundaknya.

Rambutnya lurus pendek sebahu, poni menghias dahi indahnya, juga kacamata hitam melengkapi style yang dia rasa sangat cocok dengan karakternya. Kemeja kotak-kotak merah dengan bagian lengan digulung sampai siku, celana levis strait yang menampakkan betapa jenjang kakinya, juga sepatu boats tinggi hitam mengkilap menyempurnakan keindahan dirinya.

Dia adalah Choi Sooyoung. Seorang designer handal yang baru saja datang dari Paris setelah bekerja di Negara fashion tersebut.

 

Choi Sooyoung’s POV:

Aku baru saja turun dari taxi yang mengantarku sampai depan rumah nenek di Seoul. Rasanya, sudah lama aku tidak mendatangani rumah ini lagi setelah kejadian Siwon oppa yang kritis di Busan. Syukur saja Fany sudah kembali dan Siwon oppa sudah terlihat seperti semula. Aku berdiri sejenak untuk menatap rumah nenek dari pagar. Namun, satpam penjaga rupanya sudah melihatku dan segera membukakan pagar yang menjulang tinggi ini untukku. Aku tersenyum kearahnya sebelum melangkah masuk ke dalam rumah.

“Soo-ah…”

Halmonie…”

Jeritku dan nenek bersamaan. Nenek Jang itu sudah merentangkan tangannya di tengah ruang tamu, itu artinya akulah yang harus berlari memeluknya. Hup! Beliau memelukku erat, begitu pun denganku.

“Gimana keadaan nenek, baik-baik saja kan?” tanyaku setelah pelukan kami terlepas.

“Tidak, aku tidak sedang baik.” Beliau langsung duduk lagi disofanya. Aku pun mengikuti duduk disebelahnya. “Kau tahu, aku selalu kesepian disini. Kenapa kau jahat sekali, tidak pernah menjengukku, eoh?” wajahnya semakin memelas. Aish… nenek ini ternyata manjanya gak ketulungan.

“Nenek, aku bukannya tidak mau menjengukmu kesini. Nenek tahu sendiri kan selama di Busan aku tetap mengikuti kuliah dari SAU disini melalui online? Aku juga sibuk mengumpulkan tugas tambahan dan mengirimnya ke kampus. Lalu, setelah aku lulus di programnya, aku langsung di tempatkan di perusahaan Design Style Paris. Jadi, aku sibuk sekali. Syukur saja kontrak kerjaku disana selesai walau tetap harus bekerja. Dan nenek tahu, akan ada perpanjangan tiga tahun lagi, tapi aku memilih untuk kembali ke Seoul. Aku kangennnnnnnn sama nenek” jelasku secara singkat, padat, dan jelas. Ekspresi nenek masih saja merajuk, jadi aku peluk saja sesuka hati.

Sebenarnya Nenek Jang ini bukanlah nenek kandungku. Melainkan beliau nenek tambahan untukku. Sebenarnya nenek asliku sudah meninggal puluhan tahun yang lalu. Dan nenek Jang ini adalah salah satu saudara dari nenekku. Beliau tinggal sendiri di rumah besar ini. Makanya, saat aku masih di Seoul dulu, aku diwajibkan tinggal di rumahnya ini.

“Aku juga kangen denganmu. Kau tahu, cucu-cucu angkatku sekarang sangat luar biasa hebat hingga menengokku pun tidak sempat.” Rajuknya lagi.

“Tapi aku sudah kembali lagi kan…” godaku masih merangkul bahunya dengan hangat.

“Sayang sekali kau datangnya tidak bersama Kyunie, padahal aku termasuk Sparkyu”

Deg! Apa yang tadi nenek bilang? Kyunie? Maksudnya… Cho Kyuhyun?. Oh My… aku sudah tidak pernah bertemu dengannya lagi setelah kejadian itu. Hatiku sakit sekali saat dia bilang agar aku tidak menunjukkan wajahku di depannya. Sudah enam tahun aku tidak melihatnya.

Tunggu, tadi nenek bilang apa, Sparkyu…?

“Apa Sparkyu itu nek?” tanyaku polos. Sungguh aku tidak mengerti. Sudah hampir empat tahun aku menetap di Paris. Jadi istilah seperti itu aku tidak tahu.

“Kau ini gimana sih. Bukannya kalian itu pacaran? Kenapa Sparkyu saja kau tidak tahu? Aiigoo… Soo-ah, kemana saja kamu selama ini. Memangnya di Paris kau tidak punya TV, eoh? Sparkyu itu sebutan untuk fans Cho Kyuhyun” jelasnya.

Fans?” desahku kepada diriku sendiri, tapi ternyata nenek mendengarnya.

“Kau ini bikin aku gemas saja. Masak kau tidak tahu, sudah hampir lima tahun seorang Cho Kyuhyun berhasil menghibur fans dengan suara emasnya.” Aku hanya bisa menggelengkan kepala mendengarnya. “ Jadi, kau tidak tahu kalau sekarang dia sudah terkenal?” tanyanya lagi dan kini gelengan kepalaku semakin melemah. Ada rasa kecewa yang sangat teramat di hatiku.

Sungguh, aku tidak tahu apa-apa tentang Kyuhyun. Aku terlalu merasa bersalah telah meninggalkannya hingga aku takut untuk mencari informasi tentangnya lagi. Namun, sejujurnya aku sangat merindukan namja evil itu.

No Soo, dia sudah melarangmu untuk menunjukkan wajah didepannya lagi. No, No, No.

“Ya sudah, sekarang kau mandi dan istirahat. Nanti malam eomma dan appa mu akan main kesini. Aku sudah menelponnya kemarin. Katanya sih mereka akan mengajakmu makan malam bersama keluarga rekan bisnis appamu”.

Lagi-lagi berita pertemuan yang aku dengar. Jangan-jangan perjodohan lagi. Andwee!! Aku gak mau ma…pa… aku sudah bertekat akan meminta maaf dengan Kyu dan aku akan melakukan segala cara untuk bisa menjalin hubungan lagi dengannya.

Kyu-ah… naega bogoshipeo… neomu bogosipheo.

Mianhe…

Entah kenapa, setiap mengingat siapa Kyuhyun di hidupku, dadaku terasa sesak. Air mataku terkadang jatuh tanpa diminta saat mendengar nama namja evil itu. Aku tahu itu semua salahku yang lebih memilih meninggalkannya untuk menenangkan keadaan Siwon oppa. Tapi saat itu aku benar-benar tidak bisa memilih untuk tinggal bersamanya di Seoul.  Aku harus mengurus Siwon oppa sampai Tiffany, kekasihnya, kembali dan mengambil alih posisiku untuk menjaga Siwon oppa.

Kuharap, saat aku mencari sosok Kyuhyun lagi, dia bisa mencabut kata-katanya saat itu. Aku berharap dia mau memaafkanku dan kembali padaku. Percayalah Kyu, saat ini hanya ada kau dihatiku. Walau saat itu aku ada di samping Siwon oppa, tapi tetap dirimu yang selalu melekat dihatiku. Aku tidak akan jatuh cinta lebih pada Siwon oppa atau namja lainnya lagi. Kecuali kau.

Flashback:

Sepanjang perjalanan dari Seoul ke Busan, benakku hanya di penuhi oleh sosok Kyuhyun yang baru kali ini mengeluarkan amarah membludak padaku. Ini semua memang salahku. Aku yang baru genap sebulan menjadi kekasihnya memutuskan untuk menghentikan hubungan demi namja lain. Jika aku ada di posisinya, mungkin aku akan lebih murka darinya. Geunde… yang membuatku semakin khawatir adalah ucapannya yang mengatakan bahwa dia tidak ingin melihat wajahku lagi. Dia tidak memperbolehkanku untuk memunculkan diri di depannya lagi. Dia yang berkata bahwa aku hanya memberinya harapan palsu.

Hiks… aku nangis sesenggukan mengingat semua perkataannya. Kyu-ah aku memang salah, ini semua salahku, tapi aku mohon jangan membenciku.

Sesampainya di depan rumahku di Busan, eomma dan Sojin eonni melihatku sendu. Mereka mengerti apa yang terjadi denganku. Sojin eonni langsung memelukku erat setelah aku sudah masuk kamar. Walau terkadang aku dan dia sering rebutan pakaian, sepatu, jam tangan, dompet, dan lain sebaginya, tapi aku akui bahwa Sojin eonni adalah sosok kakak yang dewasa. Dia bisa memahami apapun yang terjadi pada adiknya.

Dia memelukku dan berkata, “Uljima Youngie-ah… all is well. Untuk sementara, lupakanlah Kyuhyun. Bantulah Choi ahjumma menangani Siwon sampai Fany datang, nde?”. Aku hanya mengangguk dalam pecahan tangisku di pelukannya.

Setelah berbagi uneg-uneg dengan eonni, aku berkata pada diriku sendiri untuk merawat Siwon oppa dengan tulus. Jujur, aku masih memiliki rasa cinta untuk Siwon oppa, tapi tidak sepekat yang dulu. Karena selama di Seoul, hatiku selalu di penuhi oleh namja evil yang baru beberapa saat aku mulai mencintainya.

Kyu-ah, na do saranghae. Itulah kata-kata yang aku tanam di otakku dan sudah terpatri di hatiku. Well, Sooyoung, sekarang saatnya kau membalas semua kebaikan Siwon oppa selama ini. Nothing Not, you must do well treat for him.

***

                Esok harinya, Choi ahjumma menyambut kedatanganku di rumahnya. Beliau juga memelukku dan memohon padaku untuk ada di samping Siwon oppa. Setelah berbicara singkat di ruang tamu, Choi ahjumma langsung menggiringku ke kamar Siwon oppa.

Oppa...” lirihku setelah ahjumma meninggalkanku di kamar Siwon oppa.

Tuhan, kemana Choi Siwon yang selalu berkarisma setiap hari, yang selalu terlihat gagah dan penuh semangat tiap hari? Yang saat ini aku lihat adalah seorang namja hidup yang terasa mati.

Aku berjalan pelan mendekatinya dan duduk di sampingnya. “Oppa, gwenchana?” tanyaku. Tanganku sudah terbang ke bahunya. Ku elus bahunya pelan sambil menunggu responnya. Namun sayang, tak ada respon lain selain deraian air mata di wajah pucatnya.

“Soo-ah, uri Fany…” bisiknya setelah menghambur kepelukanku.

Sungguh, aku tak kuasa melihatnya selemah ini. Tiff… neo eodiga? Cepatlah kembali. Siwon oppa membutuhkanmu. Aku ikut menangis sambil memeluknya.

***

Selama hampir setahun aku menjalani hari-hari dengan Siwon oppa. Semakin hari dia semakin membaik dan mau berbagi seperti dulu lagi. Sampai saat ini aku belum tahu apa alasan Fany meninggalkan oppa. Apa mereka bertengkar atau putus sepihak yang di lakukan Fany. Ahh… mollaseo. Aku juga tidak berani menanyakan alasan apapun.

Kegiatanku terlalu padat setiap harinya karena walau pun aku pindah ke Busan, Seoul Art Univercity memiliki program pembelajaran secara mudah melalui online. Terlebih lagi aku selalu mendapatkan beasiswa disana. Setiap semester aku selalu singgah ke Seoul hanya untuk bertemu dosen pendamping beberapa jam saja. Ketika aku merindui sosok Kyu, aku tak pernah mendapatkannya. Aku merindukannya. Sabarlah Soo,  tunggulah sampai Fany kembali.

“Soo-ah, apa tugas kuliahmu sangat banyak?” tanya Siwon oppa yang duduk di atas sofa di belakangku. Sedangkan aku duduk di bawahnya, berkutat pada laptop, mengerjakan ujian online yang di berikan kampus.

Tanpa menoleh kearahnya, aku menjawab, “Ne oppa. Waeyo?”.

Aku mendengar dia menghela nafas berat dan menghempaskan punggung ke sandaran sofa. “Annio… hanya saja aku bermaksud mengajakmu jalan-jalan berkeliling kampusku. Aku sedang merindui Fany” aku tak merespon lebih mendengar perkataannya itu.

Aku berkata dengan santai, “Bukankah tiap hari kau merindukannya?” masih dalam keadaan tanganku yang lincah menari di atas keyboard.

Lagi-lagi aku mendengarnya menghela nafas, “Ne, kau benar sekali. Geunde…”, mendengar kalimat gantungnya, kuputuskan untuk menyelesaikan aktifitasku dan berbalik menghadapnya.

Geunde wae, oppa…?” tanyaku hati-hati.

“Aku ingin memeluknya” kali ini akulah yang menghela nafas berat mendengar kalimatnya. “Mau kah kau mewakilinya?” dengan cepat kujatuhkan diriku di dadanya. Yah, beginilah tugasku. Menjadi pelampiasan kerinduannya. Kadang dia memelukku sangat erat, tapi mulutnya selalu menyebut nama Tiffany.

Arrggh… entahlah, yang jelas hal yang ada di otakku saat ini hanyalah menjaganya agar tidak terlalu down seperti sebelumnya.

Tanganku melingkar di punggung bidangnya. Kuelus punggungnya agar dia merasa tenang. Dan hal yang terjadi setelah itu adalah dia tertidur pulas di pelukanku hingga membuatku mengeluarkan tenaga dalam untuk mengatur tidurnya. Jika ada pelayan pria atau sekertaris appa, aku akan menyuruh mereka membopong tubuh kekar Siwon oppa.

Dia juga pernah menyuruhku untuk tidur disebelahnya. Benar saja, semalaman dia mengigau nama Tiffany dan kata Saranghae, Bogoshipeo. Saat itu juga aku sangat merindukan sosok Kyuhyun. Aku kangen pelukan dan ciuman hangatnya. Tapi aku akan menangis jika mengingat kalimat terakhir yang kudapat darinya.

Beberapa bulan setelah itu, entah keajaiban apa yang datang, seorang yeoja manis Tiffany itu tiba-tiba terpampang lagi di kota Seoul. Aku melihatnya di tempat perbelanjaan saat aku ingin survey pasar meneliti berbagai model baju anak muda sebagai bahan tambahan makalahku. Tanpa menanyakan atau berkata permisi, aku langsung menarik tangan Tiffany agak kasar.

“Tiff… kau ingat aku?” tanyaku. Kulihat mata Tiffany melebar saking kagetnya melihatku. Aish… yeoja ini, kenapa seperti melihat setan saja. “Tiff…” dia tetap tidak menjawabku, tapi dia menitikkan air mata.

Shock. Ya, aku shock melihat responnya seperti itu. “Tiff, kemana saja kau selama ini? Siwon oppa selalu mencarimu sampai jatuh sakit”.

Aku tak dapat respon lain selain tangisannya yang semakin pecah. Gawat, daripada di tuduh pembuat masalah, lebih baik aku menariknya ke dalam salah satu coffe shop di dalam mall tersebut. Aku pilih kedai kopi karena kulihat hanya ini tempat yang sepi. Aku mendudukkan Fany di hadapanku. Aku memilih tempat paling ujung agar dia bisa menangis sepuasnya. Tiffany juga memelukku erat tanpa berkata apa-apa. Kurasakan tubuhnya bergetar, rasanya sama seperti saat aku memeluk Siwon oppa. Aku rasa Tiffany juga merasakan hal yang sama dengan Siwon oppa.

“Fany, kenapa pergi tidak izin sama eomma?”

Suara seorang ahjumma membuyarkan pikiranku dan pelukan kami. Tiffany segera berbalik dan meminta maaf pada ahjumma tersebut. Sepertinya itu ibunya. Kami terkaget saat tiba-tiba tubuh Tiffany nyaris ambruk jika sang namja bertubuh kekar, sepertinya itu seorang bodyguard, menyangga badannya.

Setelah kejadian itu, aku baru tahu apa yang menjadi alasan Fany meninggalkan Siwon oppa ke Amerika. Dia harus menjalani beberapa perawatan setelah menjalani operasi tumor di matanya. Saat itu juga aku menghubungi Siwon oppa dan mereka akhirnya bertemu kembali.

Tiga bulan kemudian, aku mendapat panggilan kerja di Paris, Negara impianku sekali. Itu semua di karenakan saat menjalani ujian akhir di Seoul Art Univercity, aku mendapat the best mark lagi, jadi kampus memilihku untuk di kirim sebagai pekerja handal di Paris.

Aku bekerja di perusahaan Interior and Style Design. Aku bersyukur bisa dapat kesempatan bekerja disana. Lumayan banyak model pakaian remaja dan penataan property yang ku ciptakan dan langsung mendapatkan hak cipta yang diakui milikku.

Aku selalu memberi kabar perkembanganku kepada eomma, appa, dan Sojin si nek lampir yang selalu aku rindukan. Tidak hanya mereka, aku juga mengabari pasangan kekasih SiFany yang tampaknya sudah semakin berani untuk melangkah ke tahap lebih serius. Ya, mereka sudah bertunangan. Aku tidak sempat hadir di acara special mereka, tapi aku memberi mereka hadiah sepasang piyama couple Limited Edition. Kekeke… aku mendesign model piyama itu khusus untuk mereka saja, tidak akan aku publish ke perusahaan. Aku ingin menjadi bagian yang special juga di hidup mereka. well, aku tahu mereka belum menikah, tapi setidaknya dengan mengenakan piyama kembar Limited Edition by Sooyoung itu, mereka akan selalu merasa dekat.

“Saya sangat menyesal dan memohon maaf yang sebesar-besarnya pada anda Mrs. Joy. Saya hanya merasa sangat merindui Negara kelahiran saya. Waktu empat setengah tahun ini sudah memuaskan saya untuk merasakan bagaimana serunya di Negara surga ini. Saya senang bekerja disini, tapi saya sudah memutuskan untuk kembali ke Korea.saya mohon permakluman anda” jelasku panjang-pendek pada direktur utama perusahaan tempatku bekerja. Aku lihat Mrs.Joy sangat gelisah mendengar kalimatku. Oh, ayolah Mrs. Joe…

“Tidak bisa! Nona Choi, saya berani melipat gandakan gajimu, tapi jangan sampai kau mengundurka diri dari perusahaanku ini. Aku mohon. Pihak perusahaan sudah melihat keterampilan yang luar biasa di dirimu. Kita akan kehilangan tim kreatif jika kau benar-benar mundur.”

“Ya, saya juga sangat menyesalinya, tapi saya harus menyelesaikan segala urusan di sana. Jadi…”

“Ah, kalau begitu, aku akan memberimu cuti bekerja sesuka hatimu.” Potongnya,

“Ah? Maksud anda?” tanyaku heran. Kok ada cuti sesuka hati?

“Begini, saya juga tidak tahu masalah apa yang ingin kau atasi, tapi saya memberimu kepercayaan untuk menyelesaikannya. Selama apapun itu, asalkan kau selalu berkabar padaku dan selalu memberikan ide-ide barumu. Dengan kata lain, kau tetap bekerja disini melalui jarak jauh.”

“Bekerja jarak jauh?” tanyaku lagi yang semakin tercengang.

“Ya, itu sudah saya pikirkan. Dan saya akan memberlakukannya hanya untuk kamu. Jadi, pergilah, kembalilah ke Korea, tapi jangan sampai kau berhenti bekerja di sini. Aku sangat menghargai semua usaha dan hasil karyamu. Dan aku minta sewaktu-waktu kau datang kesini.”

“Ehn…” belum sempat aku menyanggah, dia sudah memotongnya lagi.

“Dan kau tahu, aku juga sudah menyiapkan tangan kanan untukmu. Jadi dia yang akan meneruskan kabar-kabarmu ke perusahaan.”

Mwo?” saking kagetnya, aku jadi tersentak dengan bahasa Korea. Namun, sepertinya taka da masalah, karena Mrs.Joy adalah salah satu K-Drama holic. Jadi, kurasa kata dasar seperti itu dia sudah mengerti. Benar saja, setelah itu dia menjelaskan cara pekerjaan model baru untukku tersebut. Alhasil, aku menyetujuinya.

Baiklah Sooyoung, Let’s see your Country again… wahh… I’m Coming Seoul….

# Flashback end

Aku lihat mobil appa memasuki pekarangan luas rumah Jang Halmonie. Dengan segera aku melesat turun kebawah untuk menyambut kedatangan mereka.

Appa… eomma…” teriakku saat melihat mereka turun dari mobil dan aku segera memeluk mereka. “Nenek lampir…!!” teriakku pada Sojin eonni. Hehe, nenek lampir ini semakin ngangeni saja. Aku memeluknya erat, tapi apa yang dia lakukan, dia memelukku dengan tangan kanan yang menarik rambutku.

YA! berhenti mengataiku nenek lampir!” teriaknya tepat di telingaku.

Auuhh… Appo!” ringisku sembari menggosok-gosok kepala belakangku yang sebenarnya tidak sakit. Kekeke.

“Mana nenek Jang?” tanya appa saat kami bersama-sama memasuki rumah.

“Ehn dia lagi pergi ke rumah temannya.”

“Kalau begitu, ayo kita berangkat saja langsung. Sebentar aku akan balik lagi menjemput nenek kesini.” Ujar Sojin eonni yang tampak semangat. Aishh… tumben sekali dia semangat seperti ini di pertemuan keluarga? Jadi curiga…

# Sooyoung’s POV end

***

                Keluarga Choi sudah berkumpul di restaurant keluarga yang terkenal enak dan mahal. Sejak di perjalanan, Sooyoung menatapi satu persatu anggota keluarganya. Dia merasa ada yang aneh setelah melihat keantusiasan Sojin eonninya.

Mereka sudah duduk di sudut ruangan yang tampaknya menjadi tempat special. Terbukti dari bentuk meja yang memanjang jajaran genjang dengan banyaknya hiasan dan perpaduan deretan lilin anggun di tengahnya. Sooyoung tampak memperhatikan sekeliling. Mana keluarga yang orang tuanya bilang rekan terdekat?.

“Jin-ah… kau sudah menghubungi Ahra?” tanya Nyonya Choi pada anak pertamanya yang baru saja bergabung kembali setelah tadi sempat meminta ijin untuk mengangkat telepon. Sayangnya Sooyoung tidak hirau dengan obrolan antara kakak dan ibunya tersebut.

“Mereka bilang sudah hampir sampai…”

“Halo apa kabar…” sapa seorang namja tengah baya yang baru saja tiba menghampiri meja mereka. sontak mereka berempat berdiri dan menyapa balik. Wajah mereka tampak berseri-seri saat bercipika-cipiki.

Namun, tidak untuk Sooyoung. Gadis itu tersentak hebat melihat sosok namja tinggi, putih, berkacamata hitam, dan bertopi di belakang seorang yeoja yang dia kenal sebagi kakak kandung dari Cho Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah…” desah Sooyoung tanpa sadarnya sambil melangkah pelan mendekati namja tersebut. Semua yang ada disana langsung terdiam dan menyaksikan apa yang akan terjadi di pertemuan ini. Pertemuan antara Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun.

***TBC***

107 thoughts on “I’m Back to Love You part 2

  1. Trnyata so udh sayang ama kyu, trnya cuma ksiha aja ama siwo kirain masih suka, waduh akhirx mreka ktmu jg stlah lama pisah,,,

  2. ko aku jadi kesel si ama ibunya siwon seenaknya minta soo ngelupain kyuhyun gitu aja….

    apa mereka mw dijodohkan????

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s