My Love is You, Youngie-ah 1/2

kyusoy2 - Copy

Tittle : My Love is You, Youngie-ah 1
Length : twoshout
Rating : 16+
Genre : Romance,a little sad,friendship
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung
Author : Fatminho
Disclaimer : The Plot is Main

note :

kalau ceritanya aneh, mianh… walau aku sudah suka nulis dari dulu, tapi aku belum dapat tanggapan dari siapapun, jadi… aku butuh RCL kalian nih. Janji deh, kalau sudah di comment, aku bakal buat cerita dengan bahasa yang lebih baik. Gomawo before

– Happy Reading – 

***

Prriiiiiiiiiiiiiit….!!!

Pluit yang ditiup wasit menggema stadion basket Kyunghee University. Hal itu menandakan berakhirnya pertandingan basket antar mahasiswa Kyunghee University dan mahasiswa Seoul University. Keriuhan para penonton yang menyaksikan pasukan Kyunghee University meraih dewi fortunanya, semakin menggempar di stadion itu. Tampak pemain basket yang memakai pakaian shapper blue ber-highFive antar membernya. Di pinggir lapangan tampak sederetan gadis cantik yang memakai seragam senada nan seksi tegah menarikan dance kemenangan untuk Kyunghee.

Setelah keriuhan berangsur meredup dan para anggota pemenang sudah mulai berjalan keluar lapangan setelah berjabat tangan dan berfoto, tampaklah seorang yeoja manis nan centil berlari mendatangi salah satu basketers tersebut.

“Oppa, kau terlihat sangat kerenn… daebakk pokoknya!” seru yeoja centil bernama Sunny itu pada Sungmin, salah satu anggota inti yang memenangkan pertandingan tadi. Namja itu adalah kekasih Sunny, sepupu dari teman Sunny, Sooyoung.

“Hahaha, iya dong. Bagaimana bisa kau tidak mengatakan aku ini keren kalau nyatanya aku ini memang keren, huh?” sanggah Sungmin yang sudah merangkul bahu Sunny. “Oh iya, Sooyoung mana? Apa dia tidak menonton pertandingan sepupunya yang keren ini?” tanya Sungmin.

“Oh, aku juga tidak ingat dia kemana. Geunde… tadi setelah bunyi peluit, aku melihatnya bangkit dari duduknya dan pergi. Aku mau nyusul, tapi Jessica sudah memanggilku karena Girl Cheerleaders sudah harus tampil” jelas Sunny dengan tampang polosnya. Sungmin hanya ber-oh menanggapi.

“Sooyoung pergi langsung?” batin seorang namja lain yang termasuk dalam anggota inti seperti Sungmin. “Kemana dia pergi? Apa dia tidak ingin mengucapkan selamat padaku?” pikirnya lagi. Namja itu memutuskan menghadap Sungmin, “Hyeong, kau tau dia pergi kemana?” tanyanya pada Sungmin.

“Maksudmu, Sooyoung?” namja itu mengangguk, “Ehn, nan molla. Sunny bilang dia langsung pergi tanpa pamit pada siapapun, iya kan chagie?” Sunny mengangguk.

“Kenapa tidak kau telpon saja dia, jika memang kau mengkhawatirkannya” Suara seseorang membuat mereka bertiga menoleh.

“Atau kau cari saja dia, mungkin belum jauh perginya” tambahnya sambil meneguk air dari botol yang dia genggam.

“Oh, nde. Aku akan mencarinya. Kalau begitu, aku permisi” namja bernama Cho Kyuhyun itu langsung menyambar tasnya setelah memasukkan beberapa barangnya sebelum berlari menuju pintu keluar.

“Sica-ya, apa kau tahu Sooyoung kemana?” tanya Sunny pada Jessica, seorang gadis yang tadi memberi usul pada Kyuhyun untuk mencari Sooyoung.

“Oh.. annio, aku tidak tahu. Hanya saja perasaanku sedang tidak enak tentang Soo, jadi kubiarkan saja si evilKyu itu mencarinya”

“Apa Sooyoungie sedang ada masalah?” kini Sungmin yang bertanya.

“Hnn…’Bukan manusia namanya jika tak punya masalah.’ Ya, hanya kalimat itu yang kudapat darinya saat aku menanyakan hal yang kau tanyakan tadi padanya” jawab Jessica.

***
 Sooyoung’s POV

Aku bersyukur tim basket Kyunghee menang. Mengetahui hal itu saja sudah membuatku senang. Kyuhyun-oppa main dengan sangat lincah dan keren. Pengen sih memberinya selamat atas kemenangannya itu, geunde… aku teringat sama adikku yang sedang di rawat di rumah. Seohyun, yang sering kusapa Seobaby sedang sakit dan sedang diopname di kamarnya, ia tidak mau dirawat di rumah sakit. Aku harus segera pulang karena tak ada siapa pun di rumah. Memang sih ada beberapa pembantu, tapi aku tahu bagaimana sedihnya Seobaby-ku kalau tak ada seorang pun disampingnya.

Grebb!!

“Youngie-ah…” seseorang menarik pergelangan tanganku saat aku hendak menaiki motor besarku. Dia memanggilku dan aku tahu siapa pemilik suara itu. Kuputar tubuhku untuk melihatnya.

“Evil…” sapaku agak kaget lantaran tebakanku benar, orang ini adalah Kyuhyun.

“Kenapa langsung pergi?” tanyanya masih dengan menggenggam tanganku.

“Seobaby sedang sakit, jadi aku tidak mau meninggalkannya sendiri.”

“Tapi tidak secepat ini, kan? Bahkan kau tak memberiku selamat” kulihat dia merajuk.

“Oh iya, aku lupa. Chukae EvilKyu!” ujarku penuh semangat sambil menggenggam tangannya yang sedang menggenggamku untuk menyalaminya.

Sssrrttt!

Kaget. Tiba-tiba saja namja evil di depanku ini menarik tanganku dan memelukku erat. Hei, apa dia lupa kita sedang ada dimana?! Apa kata mahasiswa lain yang sedang menonton kita ini nanti? Pembasket handal nan tampan sedang memeluk Shikshin tomboy nan tembem yang jelas-jelas kakak dari kekasihnya. Sekaligus mantan yeojachingunya. Mungkin itu yang akan terpampang di Kording kampus nantinya. Aigo…aigo… “Ya! evil, lepaskan aku. Lihat dong ke sekeliling kita, mereka…”

“Seperti inilah, sebentar saja” Kyuhyun mempererat pelukannya seperti sedang memberi tahuku betapa tak inginnya dia melepasku.
Ya Tuhan, aku masih mencintai namja ini. Bagaimana bisa aku melupakannya jika dia masih bersikap manis dan hangat seperti ini? Aroma keringatnya selalu aku rindukan, debaran jantungnya yang beradu dengan jantungku pun selalu terngiang dibenakku.

“Evil! Sudahlah, lepaskan aku. Aku harus segera pulang. Kau juga harus menemui Seobaby secepatnya, dia sangat merindukanmu” jelasku yang masih di dekapnya.

“Young, aku lelah” kudengar desahannya di bawah telingaku. Mendengar nada paraunya membuatku prihatin padanya. Perlahan kuangkat tangan kananku, hanya tangan kanan, ke punggungnya. Baju basket bagian punggung masih agak basah oleh keringatnya. Kuusap-usap lembut punggung bidangnya sambil memanjakan hidungku akan aroma manis keringatnya.

“Makanya, kau harus pulang dan beristirahat segera Evil Pabo!” ucapku seraya menjauhkan tubuhnya dariku. Sebenarnya aku mengerti maksud kalimat singkatnya tersebut, tapi aku sudah tidak ada waktu lagi. Ini sudah masuk ke tiga jam-nya aku meninggalkan Seobaby-ku.

“Ok, aku balik sekarang. Kau, istirahatlah. Nanti malam jangan lupa temui Seobaby-ku, nde?” cuapku dan tanpa menunggu jawabannya, kunaiki motor merah besarku lalu pergi meninggalkannya.

 Sooyoung’s POV end

***

 Kyuhyun’s POV

“Evil! Sudahlah, lepaskan aku. Aku harus segera pulang. Kau juga harus menemui Seobaby secepatnya, dia sangat merindukanmu” ujarnya saat masih dalam dekapanku. Aish… bisa-bisanya dia mengingatkanku akan hal itu. Apa dia tidak merindukanku sama sekali?

“Young, aku lelah” desahku tepat di bawah telinganya. Aku sengaja berkata seperti itu agar dia mengerti apa yang sedang aku lelahkan saat ini. Aku capek dengan hubungan paksaan dimana aku harus lebih memilih Seohyun daripada dirinya yang jelas-jelas aku cintai sejak lama.

“Makanya, kau harus pulang dan beristirahat segera Evil Pabo!” tuh, benarkan. Dia tidak mengerti apa yang aku maksud ‘lelah’ disana. Apa dia pikir aku lelah karena pertandingan basket tadi? Aish, Pabo yeoja!

Sooyoung melepas dekapanku dan segera naik ke motor besarnya. “Ok, aku balik sekarang. Kau, istirahatlah. Nanti malam jangan lupa temui Seobaby-ku, nde?” ujarnya seraya mengegas motornya perlahan sebelum akhirnya menancapkan gas super untuk melesat pergi. Ya! kenapa kebiasaannya naik motor tidak pernah berubah sih?! Bahkan aku sudah trauma gara-gara motor, tapi dia tidak pernah trauma meskipun pernah mendapat 28 jahitan di dagu dan kakinya saat kecelakaan dulu.

Aaakkkhhh! Choi Sooyoung! Kau membuatku GILA!! Jeritanku saat sudah masuk dalam mobilku yang terparkir dekat dengan motor Sooyoung tadi. Andai saja kejadian bulan lalu itu hanya mimpi buruk, pasti saat ini Youngie akan tetap pulang bersamaku.

# Kyuhyun’s POV end

Flashback

Kyuhyun dan Sooyoung sudah ada di garis start. Mereka berdua sudah siap diatas motor besar milik masing-masing. Kyuhyun di motor hitamnya dan Sooyoung di motor merahnya. Kali ini mereka akan bertanding untuk mencapai garis finish.

“Ya! evil oppa, janji ya, jika aku yang menang, kau harus mentraktirku makan selama satu minggu?!” kata Sooyoung setelah menaikkan kaca helmnya.
Kyuhyun tersenyum evil dan menjawab, “Oke, tapi jika aku yang menang, kau harus siap memberiku segalanya, eotthe?”

“Nde, as you wish, oppa.”

‘Persiapan…’ suara seorang hakim garis(?) memberi aba-aba kepada dua kandidat yang sudah ada di tengah jalan dengan raungan gas yang menantang. Kyuhyun menoleh kearah Sooyoung dan dengan jail menepuk pundak yeoja itu.

“Wae????” geram Sooyoung karena merasa terganggu oleh tepukan Kyuhyun tadi.

“Youngie-ah…” sapa Kyuhyun merdu di tengah deruan gas motor mereka.

‘Tigaa…’ suara itu memperingatkan lagi.

“Wae?????” Sooyoung tambah geram, merasa konsentrasinya buyar.

‘Duaa…’ peringatan untuk mereka terdengar lagi.

“Saranghae…” ucap Kyuhyun mantab di tengah senyum evilnya.

‘Satuu…’

Kyuhyun langsung menancap gas lebih dulu. Sooyoung telat beberapa detik lantaran jantungnya sempat terhenti gara-gara ulah Kyuhyun yang mengagetkannya itu.

Motor hitam tampak merajai pertandingan sampai detik ke 25. Hingga akhirnya motor merah berhasil menyalipnya di detik berikutnya. Kyuhyun yang mengendalikan motor hitamnya tampak lebih antusias lantaran gadis yang dicintainya yang mengendarai motor merah di depannya itu sudah berani memamerkan smirk kemenangan. Tiba-tiba…

“AAAAaaaaaaaaaa…….” jeritan seorang yeoja di depannya membuat Kyuhyun berusaha menghentikan laju motornya. Namun, brukkk. Terlambat. Dia menabrak yeoja polos yang memakai dres pink selutut dengan bando yang menghiasi rambut panjang lurusnya.
Semua orang yang menyaksikan itu langsung menghampiri Kyuhyun. Begitu juga dengan Sooyoung yang sudah putar balik untuk melihat kejadian apa yang menimpa namjachingunya.

“Ommo! Seobaby…” pekik Sooyoung.

@ Hospital

“Youngie, oppa mianhae. Aku benar-benar tidak tahu kalau Seohyun tiba-tiba ada di tengah jalan dan…” susah untuk Kyuhyun menjelaskan semua yang terjadi. Sooyoung memeluknya dari samping. Mereka berdua sedang menunggu Seohyun yang masih di dalam UGD.

“Gwenchana oppa. Kita harus sabar dan ikhlas. Kita harus bertanggung jawab. Yang jelas, aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi hal yang fatal pada Seobaby” isak Sooyoung membuat Kyuhyun berganti untuk mendekapnya dan mengelus lembut rambut sebahunya.

“Andweyeo Young, kau tidak boleh seperti itu. Akulah yang menabraknya, biar aku yang bertanggung jawab. Aku akan memastikan Seohyun akan baik-baik saja”

“Andai aku tak memaksamu bertanding motor aneh seperti tadi, mungkin ini tidak akan menimpa Seobaby, oppa. Hikz… Aku takut ada apa-apa dengannya. Hanya dia yang bisa menemaniku setiap hari. Aku gak mau kalau dia…”

“Ssshhhttt…sshhtt… uljima chagie~, oppa akan memastikan Seo akan baik-baik saja. Ini bukan salahmu. Tenanglah…”

“Apa kalian keluarga korban?”
Sooyoung dan Kyuhyun langsung berdiri dan mengangguk cepat. “Kami keluarganya Uisa-nim. Bagaimana keadaan adikku?” seru Sooyoung.

“Dia belum sadarkan diri, tapi kami sudah memberinya pertolongan yang maksimal. Dia masih ada di ruang ICU, kita tunggu sampai dia sadar untuk memastikan apa yang terjadi padanya.”

“Ya Tuhan… apa separah itu?” isakan Sooyoung semakin menjadi, membuat Kyuhyun dengan sigap mendekapnya.
Selama dua hari Sooyoung menatap wajah polos adiknya yang sedang terbaring lemah di atas ranjang. Kyuhyun setia menemaninya. Hingga keajaiban datang pada Seohyun yang sudah mulai bergerak, memberikan satu jawaban kelegaan pada dua orang yang menunggunya.
Beberapa jam kemudian, dokter memberikan penjelasan tentang keadaan Seohyun setelah sadar dari komanya. Gadis itu menderita kelumpuhan pada kakinya untuk sementara waktu. Ada bagian organ yang terkena benturan keras sehingga membuat otot kaki Seohyun melemah dan tidak bisa berfungsi untuk sementara. Hal itu sangat membuat Sooyoung ikut merasakan kesedihan saudaranya.

“Seo, eonni mianhae…” isakan Sooyoung dalam dada Seohyun.

“Eonni, sudahlah. Kata dokter ini hanya sementara kan?” ucap Seohyun sambil mengelus rambut Sooyoung.

“Biarkan aku bertanggung jawab Seo. Apapun yang kau mau, aku akan turuti, selama itu bisa membuatmu senang dan Sooyoung juga pasti ikut senang.” Jelas Kyuhyun dengan wajah serius dan rasa bersalah yang teramat besar.

“Wahh… jinja?” Sooyoung dan Kyuhyun mengangguk cepat. “Kalau begitu… Eonni, kau tahukan kalau aku sangat suka dengan Kyupa? Boleh tidak, aku menjadikannya namjachingu ku?”

Deg!

Kyuhyun dan Sooyoung mendelik kearah Seohyun saking kagetnya. Kemudian mereka saling menatap dengan tatapan datar dan mimik yang hanya mereka berdua bisa mengertikan itu.

“Gimana? Boleh kan aku jadi yeojachingumu, oppa?” tanya Seo pada Kyuhyun.

# Flashback end

Hari sudah gelap. Penampilan Sooyoung juga sudah lebih segar dari sebelumnya. Dia sudah menggunakan setelan piyama lengan panjang berwarna pink. Walau tomboy, warna favoritnya tidak akan jauh dari kata pink. Tadi dia menengok sebentar keadaan adiknya yang ternyata masih terlelap, jadi dia putuskan untuk membersihkan diri dulu. Sekarang dia sudah berdiri di depan kamar Seohyun, bermaksud untuk menemui adiknya tersebut.

“Seobaby… kau sudah bangun?” tanya Sooyoung yang baru saja memasuki kamar Seohyun.

“Bahkan aku sudah bosan eonni…” kesal saja yang terpampang di wajah Seohyun.
Sooyoung tersenyum geli dan berjalan semakin mendekati adiknya.

“Kau bosan? Apa menjadi adikku juga membosankan?”
Mendengar candaan baru Sooyoung membuat Seohyun terdiam sejenak memandang senyuman lebar kakaknya. “Setidaknya akan lebih membosankan jika aku tak punya kakak sepertimu” desahnya.
Seohyun langsung dipeluk oleh Sooyoung. “Aku menyayangimu Seobaby…”

“Ne, nado shikshin eonni…” Seohyun membalas pelukan sang kakak.

Cklek!

Pintu kamar terdengar terbuka. Ahjumma yang bekerja di rumah besar mereka langsung menampakkan batang hidungnya dari sana. “Maaf nona muda, Tuan muda Kyuhyun sudah datang”

Mendengar nama namja tersebut, mata Seohyun langsung berbinar-binar. “Wah… benarkah? Cepat suruh masuk kesini aja bi” mata
Sooyoung ikut bercahaya melihat adiknya yang semangat seperti ini.
Ahjumma itu langsung keluar dan sesaat kemudian sosok namja tampan muncul dibalik pintu. Sooyoung langsung bangkit dari duduknya.

“Kyupa, sini masuk!” seru Seohyun semangat. Namja itu hanya tersenyum tipis, membuat Sooyoung berjalan mendekatinya.

“Masuklah.” Ucap Sooyoung seraya melenggang untuk pergi meninggalkan kamar tersebut. Greb! Pergelangan tangan Sooyoung di tahan oleh Kyuhyun.

“Jangan tidur dulu. Tunggu aku” bisik Kyuhyun seraya melepas tangan Sooyoung dan berjalan menemui Seohyun yang sudah tersenyum sumringah diatas ranjangnya.

Kyuhyun’s POV

Sebelum aku menemui calon adik iparku – kenapa aku menganggap Seohyun seperti itu? Karena sampai sekarang aku masih mencintai Sooyoung – aku sempat menarik tangan lembut Sooyoung dan berbisik,

“Jangan tidur dulu. Tunggu aku” kekeke. Seperti suami-istri saja. Biarlah aku menganggap seperti itu agar hatiku tetap kuat menjalani setiap ujian hati yang kujalani ini.

“Oppa, bagaimana kejuaraan basketnya?” tanya Seohyun yang sudah bergelayut di lenganku. Aku membiarkan saja dia bersikap seperti itu, hitung-hitung belajar pendekatan pada adik kesayangan Sooyoung. Aku tersenyum dan menjawab, “Sukses, aku menang” dia langsung mengangkat kepalanya dari bahuku dan tersenyum lebar.

“Wahhh… Chukaeyo oppa…” dia langsung memelukku dari samping. Hmm, padahal aku mengharapkan Sooyoung yang melakukannya.

“Seo, apa kau ingin keluar?” tawarku.

“Kau ingin mengajakku keluar? Jinja?” tanyanya semangat.

“Ya, jalan-jalan keliling halaman rumahmu saja. Lumayankan seperti sedang jalan menyusuri taman kota?” jelasku. Jujur, aku belum ingin mengajaknya keluar rumah. Bukan… bukan karena keadaannya yang duduk di kursi roda, lebih pada hatiku yang masih menginginkan Sooyoung lah yang jalan bersamaku.

“Kalau gitu… boleh deh, daripada aku harus tiduran terus…”
Aku tersenyum melihat ekspresinya yang seakan memaksakan diri.

“Oke, kajja!” aku langsung menarik kursi rodanya yang ada di ujung kamar lalu menggendongnya untuk mendudukkannya disana.
Aku mendorong kursi roda Seohyun sambil mengobrol ringan dengannya. Sampai pada kursi taman yang ada di dekat kolam renang, kuhentikan acara jelan-jalan kami dan mengajaknya ngobrol serius di kursi taman itu. Aku sudah bertekat untuk tetap semangat mendukungnya mengikuti kemoterapy untuk pemulihan kakinya. Dan, aku juga ingin mengatakan perasaanku yang sejujurnya pada Seohyun.

“Seo, ayo kita mulai terapy kakimu” kutatap matanya lekat-lekat agar dia tahu bagaimana keseriusanku tentang hal itu.

“Hn…? kenapa tiba-tiba…” wajahnya memang tak menampakkan keceriaan.

“Kau harus semangat untuk bisa jalan lagi seperti dulu. Aku akan mengantarmu melakukan fisiotherapy itu setiap minggu, eotthe?”

“Apa kau sudah bosan menjadi pacarku? Padahal baru satu bulan” ucapnya dengan nada sinis. Aku segera meraih kedua tangannya dan membuat matanya menatap dalam kedua mataku.

“Dengarkan aku. Jangan sekali-kali kau bicara seperti itu lagi. Aku sayang sama kamu, seperti Sooyoung yang juga sangat menyayangimu. Kami berdua ingin kau bangkit kembali. Kau ini cantik, berpotensi, banyak perusahaan iklan yang menanyakan keadaanmu, tapi…”

“Tapi kau tak suka menjadi pacarku kan?”

“Ya!” tegasku akhirnya karena dia sudah mulai kacau. Namun, aku harus tetap mengatakan apa yang sebenarnya kurasakan.

“Selalu kakak… selalu kak Sooyoung, dulu Changmin-oppa yang kusuka juga sangat menyukai kakak. Lalu teman seangkatanku, Kris, juga berteman dekat denganku lantaran kagum dan mengidolakan kakak. Sekarang Kyupa juga begitu. Kapan giliranku, eoh?” dia semakin histeris dan membuatku harus memeluknya. Kupeluk Seohyun sampai dia bisa tenang.

“Dengarkan aku Seo… aku sudah mencintai Sooyoung sejak awal kami pacaran. Selama tiga tahun kami pacaran dan selama itu juga hatiku selalu menyebut namanya. Kenapa kau harus mengingat tentang namja-namja yang menyukai Soo, lagi? Bukankah itu kejadian sekian tahun silam? Lalu, bagaimana dengan namja bernama Yonghwa itu? Kenapa kau mengabaikannya yang jelas-jelas sangat mencintaimu, eoh?” kurasakan isakan Seohyun semakin pecah dan ia pun memukul-mukul dadaku dengan gemalan tangannya. Kueratkan pelukanku.

“Yonghwa itu namja brengsek! Playboy! Gak mungkin aku menyukai namja seperti itu!”

“Tapi dia sudah berubah. Sudah bukan namja brengsek yang playboy lagi. Dia sudah berubah menjadi anak yang baik hanya untuk bisa meraih hatimu Seo, sadarlah!” jelasku lagi. Aku berkata seperti itu karena Yonghwa juga termasuk orang terdekat denganku. Dia juga termasuk dalam anggota geng motor yang kuikuti dulu. Dia namja yang baik.

“Hikzz… namja itu… ekh! Jung Yonghwa pabo! Ukh! Michin!” gerutunya masih dalam dekapanku. Mendengar hal itu, aku tersenyum. Aku tahu ada sesuatu diantara mereka berdua yang tidak ku ketahui. Tenanglah adik ipar, aku akan memaksa Yonghwa pabo mu itu untuk datang menemuimu nanti.

“Baiklah, aku akan mengikuti fisiotherapy yang menyakitkan itu!” serunya langsung sembari melepas pelukanku. Aku mengembangkan senyuman yang sangat lebar saking senangnya. “Geunde…” desahnya yang membuatku mengerutkan keningku.
“Wae?” tanyaku.

Kulihat dia memasang evil smirk. Ish! Anak ini, kenapa mengikuti gayaku?!. Dia melirikku dengan lirikan membunuh dan berkata, “Kau harus tetap menjadi pacarku sampai aku bisa berjalan lagi, eotthe?” mendengar hal itu, aku terdiam dan berpikir sejenak.

“Baiklah, tuan putri. Jika itu yang kau mau, geunde… kelak kau harus merestui hubunganku dengan kakakmu, ehn?” pintaku dan membuatnya agak cemberut. “Tergantung…” ucapnya dengan wajah yang masih cemberut.

***TBC***

14 thoughts on “My Love is You, Youngie-ah 1/2

  1. Kyuppa putus ma soo gara2 seo kecelakaan..
    Karna Kyuppa gk sengaja tabrak seo?
    Kasihan soo dan kyu..
    Karna seo..
    Mudah2an soo balik lagi ma Kyuppa..

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s