My Love is You, Youngie-ah 2/2

kyusoy2 - Copy

Tittle : My Love is You, Youngie-ah 2
Length : Twoshout
Rating : 16+
Genre : Romance,a little sad,friendship
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung
Author : Fatminho
Disclaimer : The Plot is Main
Note :
Anyeong reader-deul yg baik hati sudah mw membaca ff q  Gomawo RCL’a. maaf blum bisa q balas atu-per-atu😀 . after all, negative positive bagaimana pun comment kalian, aq tetap menerimanya. Itulah kodrat sebuah komentator, memberi respon menurut pemikirannya.

Baiklah-baiklah, cukup sudah cincong si author,
Bersahabat yuk, (if you want) get my fb: Fatminho Youngwonhi twetter: @fatminhojojo and MY blog: Fatminhojojo SparKyuYoungster.

I’m waiting you all 

– Happy Reading – 

***

“Baiklah, tuan putri. Jika itu yang kau mau, geunde… kelak kau harus merestui hubunganku dengan kakakmu, ehn?” pintaku dan membuatnya agak cemberut.

“Tergantung…” ucapnya dengan wajah yang masih cemberut.

“YA! aku ini hanya mencintai Youngie, ngerti?!”

“Jadi…”

“Tapi aku menyayangimu Seobaby!”

“Aishh… itu panggilan khusus Sooyoung eonni!” aku tertawa mendengar protesnya.

“Baiklah pacarku! Ayo tidur… sekarang sudah waktunya kamu tidur. Besok kita akan kerumah sakit, oke?” Seohyun hanya mengangguk lemas dan aku segera mendorong kursi rodanya lagi. Kubaringkan tubuh Seohyun ke ranjang dan menyelimutinya sampai batas dagu.

“Oppa, kau pacarku kan?” jujur, aku tergelak hebat mendengar pertanyaan konyolnya.

“Nde, aku pacarmu, puas?” dia tertawa.

“Kalo begitu, tidurlah disampingku!” mataku melotot seketika. Anak ini, sadar gak sih apa yang dia katakan itu?!

“Ya! kita ini pacaran, bukan nikah!” protesku.

“Yang bilang kita nikah siapa? Aku kan hanya memintamu tidur di debelahku. Tidak harus masuk kedalam selimutku! Aish… pelit banget sih! Aku tidak akan mau punya kakak ipar yang pelit, arro?!” omelnya yang membuatku mengikuti apa permintaannya.

“Arra, arra, cepatlah tidur!” kataku saat sudah berbaring disampingnya.

“Oppa…”

“Hnn?”

“Apa Yonghwa sudah punya pacar?” aku menatapnya lekat saat mendengar pertanyaan itu.

“Wae? Kau ingin jadi pacarnya?” tukk! “YA! appaseo! Kenapa kau menjitakku, akh?”

“Aku ini pacarmu, bagaimana bisa aku ingin menjadi pacar nappeun namja seperti pemuda Jung itu!” aku menghela nafas dalam-dalam untuk menghadapi gadis satu ini.

“Baiklah… baiklah… aku akan jawab. Yonghwa jadi pendiam dan tak bergairah untuk mengikuti kegiatan social seperti sebelumnya. Entah sudah perapa puluh yeoja yang baru-baru ini patah hati secara bersamaan karena diputusin olehnya. Apa kau termasuk salah satunya?”

Takk!

“YA! kenapa menjitakku lagi?!” emosiku.

“Pertanyaanmu aneh, oppa! Aku tidak suka!”

“Jadi, apa kau mau tidur sekarang atau aku pulang saja, eoh?!” kataku mengalihkan pembicaraan.

“Arra, arra, aku tidur sekarang. Kau jangan bangkit meninggalkankusebelum aku tidur nyenyak, arro?”

“Nde, nona Seo yang ngeselin!” dia mendelik hendak menjitakku lagi. Cepat-cepat kuberkata lagi, “Nona yang aku sayangi, tidurlah!” dia meredakan emosinya dan tersenyum tipis sebelum dia menutup matanya.

Kyuhyun’s POV end

Seohyun’s POV

Aku tahu, Kyuppa masih menemaniku yang tertidur ngawur. Ya, aku belum tertidur, tapi tetap kupejamkan mataku agar terkesan sudah tidur. Setiap melihat Kyupa, entah kenapa bayangan Yonghwa selalu hadir di benakku. Terlebih lagi setelah mendengar apa yang terjadi pada Yonghwa saat ini. Benarkah keadaannya seperti yang di katakan Kyupa?

Jung Yonghwa itu… ukh! Rasanya aku ingin sekali memotong tangannya jika ia sedang memegang bagian tubuh yeoja lain. Baiklah…baiklah… aku memang bukan pacarnya, tapi…. yah tapi aku sangat menyukainya. Saking sukanya aku jadi benci…! aargh! Yonghwa pabo!

Dalam mataku yang tertutup, kurasakan tubuh Kyupa mulai menggeser hendak beranjak bangun. Well, kubiarkan saja dia pergi. Setidaknya dengan motiv ku menjadikannya pacar, bisa menjadikan suatu ujian hubungan percintaan antara dirinya dan sikhshin eonni. Kikikiki, mianhae oppa… mianhae eonni… saranghae… 

Seohyun’s POV end

Sooyoung berdiri di jendela kamarnya. Ia menangis kecil. Dadanya sangat sesak hingga ia perlu oksigen malam dari luar jendela tersebut. Tadi dia melihat bagaimana bahagianya Seohyun melihat Kyuhyun. Bagaimana wajah senyum, tawa, dan canda yang terlihat begitu cantik dari wajah Seohyun selama gadis itu bersama Kyuhyun. Bagaimana tenangnya wajah Kyuhyun saat Seohyun bermanja padanya. Dan betapa manisnya wajah Kyuhyun yang tertawa saat bersama adiknya.

Jujur, Sooyoung merasa sangat bahagia atas reaksi indah dari sang adik, tapi tetap saja dia merasa sakit karena melihat Kyuhyun lah orang yang membuat adiknya seperti itu. Tidak… dia tidak benci dengan orang yang membuat adiknya ceria, dia juga bukannya tidak suka melihat adiknya ceria, hanya saja… salah satu titik terdalam dihatinya masih merasa sakit saat melihat orang itu bersama yeoja lain, sekali pun yeoja itu adiknya sendiri. karena Sooyoung masih sangat mencintainya.

Cklek!

“Apa kau menungguku?” suara seseorang yang baru saja memasuki kamar Sooyoung berhasil membuat pemilik kamar tersebut terperanjat kaget saat orang tersebut sudah berjalan mendekatinya.

“Ke…kenapa k..k..kau di…si..ni?” tanya Sooyoung terbata-bata.

“Ingin menemuimu. Bukankah tadi sudah ku katakan padamu agar menungguku, hn?”

“Ke…napa ha…rus m…masuk ka..mar..ku?”
Sooyoung semakin gugub. Semburat merah di wajahnya tak kunjung memudar sejak awal melihat Kyuhyun dikamarnya. Apalagi perlahan jantungnya berdegub semakin kencang lantaran Kyuhyun tetap berjalan selangkah-demi selangkah mendekatinya. “K..ke..napa ti…dak men..jawab..ku?” tanya Sooyoung dengan suara yang masih terbata sembari berjalan mundur menjauhi Kyuhyun yang semakin mendekatinya.
Kyuhyun tetap berjalan pelan mendekati Sooyoung. Ia juga tak kunjung menjawab semua omongan yeoja di depannya. Yang dia rasakan sekarang hanya…

Bruukk!!

Sooyoung terjatuh berbaring di ranjangnya bersamaan dengan Kyuhyun yang sudah menahan tubuh untuk tidak menindihnya. Namja itu sudah tersenyum evil pada mantan kekasihnya yang tepat ada di bawahnya.

“Kyu…” desah Sooyoung agak merasa khawatir dengan sikap Kyuhyun.

“Young…” balas Kyuhyun yang masih tetap pada ekspresi dan posisi yang sama. mungkin posisi wajahnya saja agak semakin memperkecil jarak diantara wajah mereka.

“Sedikit lagi kau mendekatiku, maka jangan salahkan aku jika lututku akan terbang merusak organ intimmu, Cho Kyuhyun!” ancam Sooyoung dengan mimik wajah yang sok menakutkan, walau sebenarnya dialah yang sedang ketakutan.

“Oh ya? lalu… bagaimana masa depan kita jika kau merusaknya, hn?” balas Kyu dengan wajah evilnya yang semakin menjadi. Wajah Sooyoung sudah kayak udang bakar aja, merah kehitaman.

“Hitungan ketiga kau tidak menjauhiku, maka bersiaplah… Hana… Deul… S..-”

“Set….!” ujar Kyuhyun yang langsung menempelkan bibirnya di atas bibir Sooyoung. Hanya sekedar menempelkannya saja, tidak lebih. Mata Sooyoung sudah membelalak besar, sedangkan mata Kyuhyun malah tertutup, menghirup aroma disekitar bibir Sooyoung. Sungguh, dia benar-benar merindukan aroma itu.

Beberapa menit kemudian Kyuhyun mengangkat bibirnya dan tersenyum lebar melihat ekspresi wajah Sooyoung yang semakin merah pekat. Perlahan Kyuhyun melihat mata Sooyoung semakin terbuka dan akhirnya melotot melihat wajah Kyuhyun yang sontak membuat namja tersebut bangkit dari posisinya dan tertawa sejadi-jadinya.

“YA! kenapa ketawa seperti itu, eoh?” geram Sooyoung yang sudah berdiri dari ranjangnya dan menggantungkan kedua tangannya di sisi pinggangnya. Uhk! Kalau melihat Kyuhyun tertawa seperti itu, benar-benar memuakkan! Batinnya. “Lebih baik kau keluar, Evil!” serunya seraya mendorong punggung Kyuhyun kearah pintu kamarnya.
Kyuhyun masih tetap tertawa walaupun Sooyoung sedang berusaha mendorongnya keluar. Hingga akhirnya saat tubuhnya berhasil di dorong Sooyoung sampai perbatasan pintu, tawanya semakin melenyap dan kedua tangannya menarik tangan Sooyoung yang masih mendorongnya.

Kyuhyun memeluk Sooyoung erat seraya berjalan ketengah kamar Sooyoung kembali dan tangan kanannya yang bebas langsung menutup kembali pintu kamar tersebut. Ia memeluk gadis tomboy suka makan itu dengan sangat erat, sampai-sampai yang di peluk berubah sikap. Awalnya memberontak, sekarang terdiam beku dalam hangatnya dekapan Kyuhyun. Namja itu tetap mendekap tubuh kurus yeoja yang dicintainya dengan wajah tersenyum lebar. Padahal dia tahu Sooyoung tak membalas pelukannya, tapi entah kenapa ia tak merasa kecewa sama sekali. Yang ada dia merasa bersyukur karena gadis itu tak menolaknya.

Mata Sooyoung terpejam diatas bahu kekar Kyuhyun. Dia ingin menyerap semua aroma tubuh wangi namja itu. Rasanya hari ini dia sangat beruntung karena sudah menghirup aroma tubuh namja itu dua kali dua aroma. Tadi siang dia menghirup aroma gentel dari keringatnya, aroma yang sangat ia sukai. Sekarang dia menghirup aroma yang maskulin, juga sangat ia suka. Perlahan, tangan Sooyoung naik dan menempel di punggung bidang Kyuhyun. Ia elus punggung itu secara pelan dan mendalam.

Merasakan balasan pelukan yang lebih hangat, Kyuhyun menarik tubuh Sooyoung agak menjauh dan ia tatap wajah cantik yang sedang menatapnya.

“Bogoshipeo?” tanyanya sambil mengerling.

Sooyoung memajukan mulutnya dan mengembungkan kedua pipinya, yang sebenarnya sudah kembung itu. Hal itu membuat Kyuhyun kembali tertawa dan dengan berani ia kecup kedua pipi Sooyoung. Kyuhyun tersenyum sambil menangkup pipi chuby milik Sooyoung. Senyumannya semakin memudar dan berubah menjadi wajah serius. Ia tatap kedua manik mata Sooyoung dalam. Perlahan tapi pasti, wajahnya semakin maju mendekati wajah Sooyoung. Akhirnya bibirnya jatuh tepat di bibir manis Sooyoung. Karena sadar tak ada penolakan sama sekali, ia berani mengulum dan menghisap bibir itu sekilas. Betapa kagetnya ia saat merasakan bibir yang ia kuasai itu membalas perlakuannya. Kyuhyun menarik senyum di bibirnya saat ia merasakan balasan dari Sooyoung. Itu berarti Sooyoung masih mencintainya.

Mereka berciuman selama beberapa menit, sebelum akhirnya Sooyoung melepas paksa ciuman itu. “Apa kau mau membunuhku? Aku sesak tau!” mendengar hal itu, Kyuhyun tak tertawa atau pun tersenyum. Wajahnya tetap menatap Sooyoung dengan pandangan serius. Yang di tatap malah jadi tergagap melihat tatapannya.

Tanpa basa-basi, Kyuhyun mengangkat tubuh Sooyoung ala bridal. Saking kagetnya, gadis itu hanya terpaku dengan mata bulatnya melihat wajah Kyuhyun. Tubuhnya di letakkan di atas ranjang dengan sangat hati-hati oleh Kyuhyun. Setelah itu Kyuhyun menarik selimut yang ada di ujung ranjang hingga menutupi batas dada Sooyoung. Namja itu memperlakukan Sooyoung layaknya anak gadis yang sangat dicintai ayahnya.

“Tidurlah…” bisik Kyuhyun yang sudah berbaring di sebelah Sooyoung, memeluk pergelangan leher gadis itu, menjadikan lengannya sebagai bantal Sooyoung, dengan mata yang terpejam dan tubuh yang tak berselimut sama sekali. Posisinya hampir sama saat Seohyun memintanya untuk menemaninya sebentar tadi. Hanya saja tadi Seohyun tak menggunakan lengan Kyuhyun sebagai bantalnya.

“Kenapa kau masih disini?” tanya Sooyoung polos.
Kyuhyun membuka matanya lagi dan menarik tangannya yang bebas untuk memeluk pinggang Sooyoung, erat.

“Aku tau kau merindukanku”

Sooyoung mendecih tanpa protes atas posisi Kyuhyun saat ini. “Kau ke-PD-an!” katanya.

“Tidak, aku yakin aku tidak Ke-PD-an. Karena aku tahu kau memang merindukanku”

“Oh, ya?” Kyuhyun mengangguk cepat.

“Karena aku juga merindukanmu, mungkin lebih besar rasa rinduku dari pada rasa rindumu itu.” Ucap Kyuhyun yang sengaja memancing emosi Sooyoung. Dia tahu Sooyoung adalah pribadi yang tak mau kalah.

“YA! sok tau sekali sih?! Rasa rinduku padamu lah yang lebih besar, arraseo?” hujam Sooyoung dengan tatapan membunuh yang tiba-tiba berubah menjadi tegunan. Pabo! Bisa-bisanya aku bilang seperti itu! Umpat batinnya.

Kyuhyun semakin mempereret pelukannya. Bahkan kaki kirinya sudah melingkar di pinggul Sooyoung. Walau agak menolak di awal, Sooyoung akhirnya pasrah saat Kyuhyun membawa wajahnya kedada bidang Kyuhyun. “Nado bogoshipeo chagie~!”

Sooyoung memukul-mukul dada Kyuhyun, tempat tangannya terdekap,
“Jangan sebut Chagie~ lagi, aku geli mendengarnya, arro?!” ancam Sooyoung yang membuat Kyuhyun semakin gemas dan mempererat dekapannya.

“Ne, Yeobo…au…arrkkh…” seru Kyuhyun saat merasakan kulit dadanya dicupit keras oleh Sooyoung. Dia langsung melonggarkan pelukannya dan mengelus dadanya yang terasa agak perih, tanpa menurunkan kakinya dari pinggul Sooyoung. “Yeobo-ah… kenapa kau….”

Chu:*

Mata Kyuhyun membulat saat Sooyoung mengecup kilat bibirnya dan dengan cepat kembali ke posisi tidurnya dan sudah memejamkan mata langsung.

Kyuhyun masih tertegun dengan apa yang dia saksikan saat ini. Dia melihat Sooyoung yang sudah mulai terlelap. Entah itu terlelap sungguhan atau bohongan.
Dengan berani Kyuhyun merengkuh erat tubuh Sooyoung yang tertidur, lalu perlahan mendekatkan bibirnya ketelinga kanan Sooyoung,

“Saranghae, Choi Sooyoung. Ah, anni, Cho Sooyoung! Tunggulah aku. Jangan pernah bosan menungguku. Sebentar lagi kita akan bersama seperti dulu. Saranghae… jeongmal!”
Kyuhyun mengecup pipi Sooyoung dalam, lalu ikut terlelap dalam posisinya.

Sooyoung’s POV

Cahaya matahari menembus mataku membuatku mengerang dan harus bangun saat itu juga. Apa ahjumma sudah membuka tirai kamarku? Ahh… entahlah.

Aku terbangun dan terduduk di ranjangku. Kutarik tangan dan kakiku sebisanya agar bisa melenturkan otot-ototku. Rasanya pagi ini sangat segar. Mimpiku semalam sangat indah. Kapan aku bisa merasakan kehangatan seseorang yang aku cinta seperti semalam? Aarrgghh… kuhapus kasar wajahku dengan kedua telapak tanganku. Sudahlah Soo… Kyuhyun itu milik Seohyun! Aaahh…!

Kupaksakan diriku untuk bangkit dan berjalan gontai kearah kamar mandi. Di kamar mandi aku hanya membasuh wajah dan menggosok gigi. Masih terlalu pagi untuk mandi, dan bukankah sekarang hari minggu? Ouh, aku senang sekali hari minggu ini. Tidak aka nada hal yang mengharuskanku berlelah-lelah lagi.

Well, walaupun nanti malam aku ada jadwal balap, tapi tetap saja itu nanti malam, bukan pagi ini.

Aku keluar dari kamar mandi dan duduk di tepi ranjang. Kaget juga sih, pagi-pagi gini sudah ada nampan berisi potongan roti bakar dan segelas susu coklat. Apa hari ini bibi sedang memperlakukanku selayaknya putri yang jika ingin sarapan dia akan membawakannya langsung ke kamar? aneh. Walaupun merasa aneh aku tetap meraih susu itu. Kuteguk sampai sisa setengahnya dan kuraih roti bakarnya tanpa meletakkan susu yang kupegang. Saat menikmati kunyahan manis di mulutku, tiba-tiba ekor mataku mendapatkan sesuatu yang aneh di bawah piring ceper tempat roti bakarku tadi. Kuletakkan susu yang ku pegang dan kucoba mengangkatnya. Kutemukan sepucuk kertas berwarna pink. Kubuka lipatan kertas itu dan ternyata ada pesan yang harus kubaca.

Morning Yeobo-ah… semangat ya. pagi ini aku akan membawa Seobaby-mu cek up dan memulai chemoterapy. Aku sudah bertemu ayah dan ibumu pagi tadi. Mereka menyukaiku. Hehe. Aku sayang kamu. Tunggulah aku. Saranghae… :*

– yg mencintaimu: Kyu –

Aku tertegun membaca isi kertas itu. Yeobo? Pagi bertemu appa eomma? Antar Seo cek up? Apa kejadian yang di dalam mimpiku itu memang benar adanya? Itu bukan mimpi? Jadi… tadi malam Kyuhyun benar-benar memelukku saat aku tertidur? Itu bukan mimpi…
Sejenak aku berpikir untuk mencerna segala kejadian yang kurasakan tadi malam. Tanpa kusadari jemariku sudah meraba lembut bibirku. Kalau memang itu bukan mimpi, maka…

Dengan segera aku berlari keluar kamar dan turun kebawah. Kulihat eomma dan appa yang sedang santai menonton televisi di ruang keluarga. Kuhampiri mereka dan duduk diantara keduanya.

“Oh, kau sudah bangun?” tanya appa dan langsung kubalas dengan anggukan. Kulihat mereka berdua tersenyum. Segera ku kecup pipi mereka bergantian. Tentu saja mereka berdua tertegun dengan apa yang barusan kulakukan. Aku tersenyum lebar hingga menampakkan deretan gigi putihku dan berkata, “Morning kissue”.

“Ya~ Soo-ah, apakah kau juga memberikan morning kissue mu pada Kyunie?” tanya eomma yang sudah memegang tangan kiriku. Aku tak membalas perkataan eomma sebelum akhirnya aku menggeleng polos. Pertanyaan eomma terlalu di dramatisir.

“Kenapa tidak kau berikan morning kissue padanya sayang?” tanya appa yang membuat mataku memutar. Gak abis pikir dengan kedua orang tua ini. Kenapa pertanyaan dan perkataan mereka seperti sedang membujukku untuk kembali pada Kyuhyun?

“Kalian tahukan dia itu bukan namjachinguku lagi? Jangan buat Seohyun membenciku lho, appa, eomma…” ujarku seraya melirik kearah mereka bergantian.

“Tapi aku ingin kelak dia menjadi menantuku, tampan, baik, pintar, dan lucu” ucap eomma dengan tatapan mata berblink-blink.

“Ya, Kyuhyun memang pantas untuk Seobaby, mereka berdua tampan dan cantik” ucapku parau. Sebenarnya hatiku sangat sakit mengucapkan hal itu. Kurasakan appa membelai rambutku.

“Sabarlah Soo, appa yakin kau akan menikah dengan namja yang tepat” aku mendelik kearah appa dan eomma yang sedang tertawa kecil.

“YA! kenapa cara bicara kalian seperti sedang mempersiapkan pernikahanku saja, eoh? Atau kalian berdua sudah jadi korban drama-drama di televisi, yang selalu menjodohkan putrinya itu?” tebakku seraya memberikan tatapan menyelidik antara keduanya.

“Baiklah, baiklah, tidak perlu dibahas lagi. Sekarang cepat mandi sana.” Kata eomma seraya menyeruput teh paginya.
Bukannya beranjak, aku malah menghempaskan tubuhku kesandaran sofa.

“Hhhfftt… ini hari minggu eomma. Aku ingin bermalas-malasan dulu. Setengah jam lagi aku akan jogging di taman, jadi aku tidak ingin mandi dulu” jelasku.

Sooyoung’s POV end

Kyuhyun’s POV

Saat ini aku sedang duduk di ruang tunggu rumah sakit. Ya, mulai hari ini aku akan siap dan semangat mengantar Seohyun cek up juga melakukan chemo. Kejadian hangat yang tak ada penolakan dari Sooyoung semalam sangat membuatku bersemangat. Sambil menunggu, aku mengingat-ingat kejailan yang kubuat tadi pagi saat dia masih terlelap di pelukanku.

Hmm… wajahnya yang terlelap sangat membuatku berdebar nyaman. Manis sekali. Walau terlihat tomboy, sebenarnya dialah yang termanis dan tercantik diantara yeoja-yeoja lainnya. Itu menurutku. Aku tak menyangka sama sekali bahwa saat membuka mata, wajah Sooyounglah yang ada di depanku. Aku tertawa geli mengingat hal itu. Seharusnya aku menemani Seohyun dan bukan menemani Sooyoung. Entahlah, kakikulah yang membawaku padanya.

Pagi tadi… aku terbangun lebih dulu darinya. Setelah menikmati wajahnya dan membelai lembut pipi chuby nya, dengan jail kusapu bibirnya pelan dengan jempol tanganku. Kedekatkan wajahku pada wajahnya dan kupastikan untuk menciumnya. Lama kulakukan hal itu, tapi untungnya yeoja yang kucintai itu sangat lelap dan tak terbangun atau bergerak sama sekali. Bibirnya seperti ekstesi untukku. Manis… mengalahkan rokok termanis yang pernah kuhisap. Aku berani berhenti merokok saat Sooyoung resmi menjadi pacarku tiga tahun yang lalu dan mau menerima ciumanku asal aku menyetop kebiasaan burukku itu. Ya, aku pecandu rokok berat. Padahal paru-paruku sangat dalam keadaan tidak baik waktu itu. Geunde… aku tak keberatan, karena penggantinya sangat jauh lebih manis. Hihihi

Oke, kembali ke cerita pagi tadi. Setelah puas melumat bibirnya, mataku tertarik untuk memandang leher jenjangnya. Perlahan kudekatkan wajahku di lekukan lehernya dan kuhirup aromanya. Kelak, jika aku menikah dengannya, maka si jenjang putih ini akan kucium sepuasnya. Merasa libidoku mulai terangsang, dengan cepat kutarik wajahku menjauh dari lehernya dan menatap wajahnya dalam-dalam. Kutarik kepalanya dan mendekapnya di dadaku. Kuelus rambutnya sambil bersenandung lagu berjudul Just You, yang di populerkan oleh SJ KRY.

Setelah melihat matahari mulai terbit, kukecup setiap inci wajahnya dan segera bangkit dari ranjang. Kurapikan selimut yang melekat padanya. Setelah rapi, aku beranjak untuk membuka jendela beserta tirainya dan menghirup udara pagi dari sana. Setelah itu aku bersiap untuk menemui Seohyun dan mengantarnya kerumah sakit ini.

“Kyupa…” kutolehkan kepalaku saat melihat Seohyun yang sudah keluar dari ruangan dokter. Aku segera berdiri dan menghampirinya.

“Eottheyo?” tanyaku. Dia hanya tersenyum jail saja, membuatku tak sabar. “Ya! eottheyo?” kini dia semakin melebarkan senyumannya sampai memamerkan deretan giginya. “Dua minggu lagi, diperkirakan aku akan pulih. Aku akan berjalan seperti dulu lagi. Otot tulangku sudah jauh lebih baik dari bulan lalu” jelasnya yang menciptakan senyuman senang di wajahku. “Syukurlah. Aku akan memberikanmu hadiah yang luar biasa jika kelak kau bisa jalan kembali lagi”

“Uwwoohh… jinjayeo?” aku mengangguk cepat ditengah senyumanku.”Dan kau harus merestuiku untuk mendekap eonni shikshin mu itu, eotthe?” senyuman Seohyun langsung hilang, membuatku sedikit khawatir, “Berarti kau bukan namjachinguku lagi?” tanyanya yang membuatku tertawa. “Hei, kau ini cantik. Banyak namja yang menginginkanmu” kataku. Aku berjalan kebelakangnya dan mendorong kursi rodanya. Hening.

“Kyuppa… bagaimana jika aku tak melepasmu?” aku mendelik kearahnya yang sudah duduk di sebelahku, di kursi penumpang.
“Mwo?! Shireo andwe! Kau tahukan bagaimana perasaanku pada kakakmu yang tukang makan itu? Aku sangat…”

“Arraseo! Aku juga tidak terlalu menyukaimu. Hanya saja… kalau bersama Kyupa, aku merasa nyaman dan senang karena…”

“Sudahlah, nannti kau akan kuberi hadiah yang akan membuatmu senang” kataku cepat sambil mengacak puncak kepalanya. Dia mendecih kesal padaku membuatku menahan tawa. Tenanglah Seo, kupastika adik iparku sepertimu tak akan menderita dalam hal cinta!. Kulanjutkan menyetir dan tersenyum memandang jalan di depanku.

***

Setiap hari kulakukan hal yang sama. walau aku tak menginap seperti waktu itu, tapi aku selalu datang sepagi mungkin untuk membangunkan Seohyun dan menyuruhnya bersiap. Selagi menunggunya bersiap, aku masuk menyelinap ke kamar Sooyoung. Aku selalu duduk di tepi ranjangnya dan kubelai wajahnya. Selain hal ini, aku tak pernah bertemu Sooyoung lagi. Aku mengambil kuliah kelas siang sampai malam. Paginya kugunakan untuk mengantar Seohyun ke rumah sakit. Apa dia merindukanku?

Kukecup dahi indahnya dan selalu turun ke hidung dan berujung di mulutnya. Kalau sudah seperti ini, aku sangat suka dengan sifatnya yang memang benar-benar tukang tidur. Tidur kayak orang mati saja. Beruntung banget menjadi diriku yang mendapat kesempatan mengecupnya dan menciumnya setiap pagi tanpa sepengetahuannya. Sudah seminggu lebih kulakukan hal yang sama. Kekeke saranghae Cho Sooyoung.

Kyuhyun’s POV end

Sooyoung terbangun saat matahari merasuki matanya. Ia mengapus air matanya. Entahlah, sudah Sembilan hari berturut-turut dia memimpikan hal-hal indah dimana Kyuhyun mencium dan membelai wajahnya. Sudah selama itu pula dia tak pernah bertemu Kyuhyun. Rindu, ya, kerinduan itulah yang membuatnya sedih karena dadanya terasa sesak merasakan mimpi yang seakan nyata itu.

Sudah seminggu ini juga Sooyoung tak pernah menampakkan diri di komplotan geng motornya. Lebih parah lagi, dia tidak pernah naik motor kesayangannya lagi. Dia lebih memilih untuk diantar supir atau minta jemput Jessica, Sunny, atau Tiffany. Seperti saat ini, Tiffany sudah menunggunya di luar rumahnya di dalam mobil. Dia segera turun dan masuk kedalam mobil.

Tanpa spengetahuannya, Kyuhyun berdiri di balik dinding besar sambil memegang lengan Seohyun. Ya, gadis itu sudah lebih baik dan sekarang hanya menggunakan tongkat untuk berjalan tanpa perlu duduk di kursi roda. Seohyun melihat wajah Kyuhyun yang sedang menatap lurus kepunggung Sooyoung.

“Hei, kalau rindu, temui saja dia. Kenapa sok menahan diri sampai bersembunyi gini?” omel Seohyun yang sudah tak sabar melihat kelakuan aneh Kyuhyun yang sudah terjadi beberapa kali ini.

“Gwenchana… kajja kita berangkat!” kata Kyuhyun sembari membantu Seohyun berjalan agar lebih cepat.

“Dasar! Pasangan aneh! Kenapa kalian saling menahan perasaan sih? Masak kalian tidak sadar kalau aku sedang menguji kesetiaan kalian? Haiishh…” ujar Seohyun dalam hati.

Sooyoung’s POV

Ini adalah hari ke duabelas aku tak menaiki motor merah kesayanganku. Entahlah, saat malam aku balap motor, salah satu anggota menabrak seorang yeoja bertubuh mungil membuatku teringat kejadian dua bulan lalu, saat Kyuhyun menabrak Seohyun. Sayanganya, nasib yeoja yang ditabrak itu lebih parah dari Seo.

Yeoja itu mengalami gegar otak dan membuatnya lupa ingatan. Hal itu membuat teman cowokku yang menabraknya harus bertanggung jawab sampai gadis itu pulih.

Hal itu membuat Sunny, pacarnya, untuk mengalah dan berusaha menahan cemburu di hatinya. Ya, yang menabrak yeoja bernama Hyeoyon itu adalah Ming-oppa, namjachingunya Sunny. Sejak saat itulah aku biarkan si merah kesayanganku terdekap di garasi rumah. Sumpah, aku gak mau melihat hal-hal aneh lagi. Kejadian yang kualami, ditambah kejadian Sunny, membuatku trauma.

Andai kita tak melakukan balap motor itu, pasti tidak akan terjadi hal sefatal ini.

Beda denganku yang masih bisa menerima kejadian itu karena yang ditabrak Kyuhyun adalah adikku sendiri, Sunny tampak lusuh dan tak pernah ceria seperti dulu lagi. Dia merasa terpukul saat yeoja lupa ingatan itu mengakui Ming-oppa sebagai namjachingunya. Walau Sunny masih berhubungan dengan Ming-oppa, tapi tetap saja yang diutamakan Ming-oppa adalah keadaan yeoja yang di tabraknya. Bahkan waktunya harus disita untuk mengurusi gadis itu tanpa memperdulikan perasaan Sunny yang sangat merindukannya.

Kuhempaskan tubuhku keranjang sambil mengusap air mata yang tersisa di mataku. Aku teringat tangisan Sunny tadi saat aku, Jessica, dan Tiffany mengunjunginya di apartment besar yang ia hinggapi seorang diri. Aku bisa merasakan apa yang Sunny rasakan saat ini. Namun, aku merasa lebih beruntung karena aku masih di temani mimpi-mimpi manisku saat aku tertidur. Hal itu bisa melepas rasa rinduku pada Kyuhyun, walau hanya sedikit. Bahkan, Siwon oppa memelukku saat dia mengantarku pulang tadi. Aku yakin, Fany tidak akan cemburu tentang hal itu karena dia tahu aku dan Siwon-oppa sudah seperti kakak-adik lantaran marga kita sama. lagian, selama di dalam mobil, Tiffany lah yang memelukku. Jadi, dia tahu apa yang terjadi dengan

perasaanku saat ini, hingga dia merelakan Siwon-oppa tercintanya menenangkanku saat aku sudah turun dari mobilnya.

Kupejamkan mataku untuk sekedar menenangkan pikiran hatiku. Sesaat kemudian, kurasaka seseorang menjatuhkan diri diatasku tanpa menindihku. Kurasakan nafasnya, aku kenal pemilik nafas ini. Apa aku sudah terlelap, hingga sudah jatuh kealam mimpi dan merasakan kehangatan Kyuhyun?

“Hmmppsshhh…” desahku saat mimpiku membawaku merasakah hangatnya lumatan bibir Kyuhyun. Aku rindu sekali, sampai-sampai aku menitikkan air mata terus menerus. Kenapa ini seperti nyata? Tuhan, jika aku membuka mataku, apakah mimpiku akan menghilang?

Sooyoung’s POV end

Kyuhyun’s POV

Aku terus melumat bibir manis Sooyoung. Aku tak peduli dia sudah tertidur lelap atau hanya tertidur biasa. Aku kesal saat aku melihat Siwon mengantarnya pulang. Apa-apaan itu? Aku yang menyuruhnya menungguku, kenapa namja itu yang memeluknya?
Lumatan yang berawal biasa saja lama-lama berubah menjadi lumatan agak kasar. Oh, anni, ini memang kasar karena sekarang aku berani menggigit bibir bawahnya. Aku geram mengingat pelukannya dengan Siwon itu. Uhk!

Kubuka mataku sekilas untuk melihat raut wajahnya yang terlelap, masih dengan gigitanku di bibirnya. Kupejamkan mataku lagi, namun seperti ada sesuatu yang aneh maka aku membuka mataku lagi. Sekilas aku tak peduli dengan apa yang kulihat dan menutup mataku lagi. Namun, seperti sadar akan sesuatu, kubuka mataku lagi, dan ini benar-benar mengejutkanku. Kulepas pagutan bibirku tanpa beranjak darinya. Yang sekarang kulihat bukanlah Sooyoung yang terlelap, tapi Sooyoung yang membulatkan matanya dan menggretakkan giginya di tengah tampang marahnya. Ommona… eotthoke? Kali ini aku terkena basah. Aarrgghh!

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU, EOH?!” jeritnya setelah bangkit dari tidurnya.

Aku sama sekali tidak kaget apalagi takut melihat reaksinya itu. Malah, dengan polosnya aku menjawab, “Aku hanya mencium gadis yang aku cintai, wae?” tanya balikku. dengan evil smirk andalanku.

Kyuhyun’s POV end

Mendengar jawaban Kyuhyun yang berisi kata ‘gadis yang aku cinta’ itu berhasil membuat Sooyoung bungkam dan merasakan panas di wajahnya. Hanya sebentar Sooyoung terperangkap dalam gugub dan sesaat kemudian dia tersadar akan kelakuan Kyuhyun yang mencuri bibirnya ditengah lelapnya. “Lalu, apa hakmu menciumku?” tanya balik Sooyoung yang membuat Kyuhyun tergelak.

“Hei, Nyonya Cho, aku sudah mengatakannya kan, aku mencium gadis yang aku cintai. Of course itu adalah hakku. Bahkan kau tak boleh melarangnya, arrachi?” jelas Kyuhyun masih dengan tatapan evilnya.
Sooyoung merasa geram dan dia membalas, “Mwo? Nyonya Cho? Dan apa itu, Kau bilang aku tak boleh melarangnya? Sedangkan bibir yang kau cium adalah bibirku, bagaimana bisa aku..mempppptthh” Kyuhyun membungkam mulut Sooyoung lagi. Awalnya memang dapat penolakan, tapi perlahan Sooyoung diam tenang walau tak membalasnya.

“Ini adalah hak patenku. Akulah yang lebih berhak menciummu. Sedangkan Siwon, namja itu sudah punya yeojachingu, itu artinya dia tak boleh menyentuhmu yang jelas-jelas milikku. Apalagi memelukmu seduktif seperti tadi. Kau pikir aku akan diam saja jika melihat gadis yang aku cinta dipeluk seperti tadi, eoh?!” cecar Kyuhyun yang masih menangkup kedua bahu Sooyoung.

Sedangkan Sooyoung yang diomelinya malah tak mengerti apa-apa. Dia hanya mengernyit dan berusaha mencerna perkataan penuh emosi dari Kyuhyun. “Ap… apa yang k..kau bicarakan?” entah kenapa suara Sooyoung malah jadi gagap.

Kyuhyun meremas lembut bahu Sooyoung dengan wajahnya yang menggeram. Walau sedang dikuasai emosi, Kyuhyun tak mau menyakiti gadiis yang dicintainya. Kyuhyun tertunduk dan berkata, “Aku melihatmu dipeluk Siwon tadi, bagaimana bisa aku tenang dan mengikhlaskannya”

Tanpa merasa kasihan dengan Kyuhyun, Sooyoung menjawab dengan nada datar. “Dan Sepertinya kau tak melihat keberadaan Fany di belakang Siwon oppa. Mereka memelukku bergantian, mungkin yang kau lihat hanya saat Siwon oppa memelukku”

Kyuhyun mengangkat kepalanya cepat dan membulatkan matanya. “MWO?” Bugg!! “Au… YA! appaseo!” rintih Kyuhyun sambil menekan perutnya dan berbaring di ranjang Sooyoung. Sakit sekali perutnya saat mendapat gebukan maut dari gemalan Sooyoung.

Sooyoung tersenyum evil sambil menepukkan kedua tangannya seperti sedang membersihkan kotoran dari tangannya. Dia berada di atas Kyuhyun yang sedang berbaring kesakitan. “Wae? Apa belum puas memukulku, eoh?” ucap Kyuhyun ditengah rintihan sakitnya. Sooyoung tertawa dan sekejap dia sudah menindih Kyuhyun. Namja itu berhenti merintih dan menatap mata besar di atasnya. “Kenapa tidak kesakitan? Bukankah aku sedang menindihmu?” tanya Sooyoung dengan paras meledek.

Grebb!!

Kyuhyun menarik tengkuk Sooyoung dan melumat bibir Sooyoung lagi. Perlahan Sooyoung membalasnya dan membuat Kyuhyun menggelinding kesamping hingga membuat posisinya ada diatas Sooyoung.

“Saranghae…” bisik Sooyoung saat Kyuhyun melepas pagutannya. Wajah Kyunyun memerah lantaran debaran jantungnya yang tak ketara hebatnya.

“Nado… Saranghae. Jeongmal Saranghae. Saranghae yeongwonhi… Cho Sooyoung” lirih Kyuhyun dengan matanya yang memerah hendak menitikkan airmata karena baru kali ini dia mendengar satu kata dari Sooyoung tadi yang mampu menempak tepat di tengah jantungnya.

Brraakk!!

Pintu terbuka kasar. “YA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA EONNI KU?” jerit Seohyun yang sedang berdiri diambang pintu bersama namja putih berambut coklat, Yonghwa.

“YA! URUS AJA URUSAN KALIAN! AKU SEDANG MELEPAS RINDU PADA CALON ANAEKU!” balas Kyuhyun yang sudah beranjak hendak menutup pintu.

“YA! KALAU SAJA KAU MENYAKITI KAKAKKU, AKAN KUBUNUH KAU CHO KYUHYUN!” histeris Seohyun yang kedua tangannya sedang di pegang erat oleh Yonghwa.

Kyuhyun sudah menutup pintu, tapi dengan cepat ia membukanya lagi setelah mendengar kalimat dari Seohyun itu. “Tenang… aku akan melakukannya dengan lembut, Youngie tidak kubiarkan kesakitan.

Yah… mungkin awalnya agak sakit, tapi kujamin hanya satu detik sakitnya akan berubah menjadi rasa nikmat” goda Kyuhyun yang memanas-manasi Seohyun dengan suara selembut mungkin di tengah wajah evilnya. Yonghwa tampak menahan tawa dan mengedipkan satu mata pada Kyuhyun.

Blamm!!

Kyuhyun menutup pintu dan sedetik kemudian dia mendengar Seohyun berteriak “CHO KYUHYUN PAB..-“ lalu Kyuhyun tertawa mendengar teriakannya yang terputus. Dia tersenyum karena tahu apa yang membuat teriakan itu hilang seketika. Gomawo Yonghwa! Bahagiakanlah Seo! Batin Kyuhyun sebelum menyadari bahwa Sooyoung ada di depannya dengan menyilangkan kedua tangannya didada.

“Ommo..!” pekiknya.

“Apa yang kau katakan tadi oppa?” tanya Sooyoung geram.
Dengan senyuman lebar Kyuhyun menjawab, “Ehn? Oh, aku bilang dua minggu lagi aku akan melamarmu. Tepat dihari kelulusan kuliahku. Aku jamin aku sudah bekerja. Walau hanya di perusahaan appa yang terkesan membuatku terlihat seperti anak manja. Tapi… yah, itu lebih baik daripada harus menunggu lama untuk siap menjadi suami dan ayah dari anak-anak kita nanti” celoteh Kyuhyun dengan cepat dan tatapan matanya kebawah-keatas-kesaping- yang jelas tidak menatap Sooyoung.

“Makalah apa yang kau paparkan itu oppa?!”

Karena tidak tahan melihat Sooyoung yang selalu menggodanya itu, dengan sigap Kyuhyun memeluk erat tubuh Sooyoung. “Jadilah istriku, jebal…” bisiknya.

Sooyoung membeku sejenak sebelum akhirnya ia tersenyum dan membalas pelukan Kyuhyun sebagai tanda bahwa ia menerima lamaran Kyuhyun tersebut. Kyuhyun tersenyum merasakan tangan Sooyoung yang mendekapnya, membuatnya lebih mengeratkan pelukan itu.

“Kau harus menjelaskan semuanya padaku, dari hilangnya kau selama dua minggu. Ciuman setiap pagi yang selama ini kuanggap mimpi, sampai kedatangan Yonghwa disisi Seobaby lagi, arra?”

Kyuhyun semakin mengertakan pelukannya saking senangnya. “Nde, nae anae…” dia tampak menarik nafas kebahagiaan dan berkata

“My love is You, Youngie-ah… saranghae…”

“Nado… I Love You, oppa… jeongmal”

****END****

55 thoughts on “My Love is You, Youngie-ah 2/2

  1. Soo ama Kyu bener2 sweet lohh
    Kyu oppa mesum bnget, setiap hari curi kiss dari Soo, hahhaha dasar mesum..>_<
    untung ya Seo bukan beneran cinta sama Kyu oppa….kalau gak bisa perang kakak adik

  2. Pingback: [LINK FF] My Love is You, Youngie-ah (2) | Kyuyoung Shipper Indo

  3. GIla, . .
    KyaAaAa. .
    Aku hIsteris bAcA.y. .
    So sweEt bnget thor . .

    Mudah2An kmenku yg ini udah gak nungGu mOdErasi lagI . .

    Part 1.y blum aqu bAcA thor .

    • Kyyaaa…
      author jd iut histeris krn reader’a histeris.. >,<
      .
      spertinya kmenmu tdk nggu moderasi.
      buktinya, aq bisa baca langsung😀
      .
      part 1 pernah d post kok sama uri admin 'onlyfreakgirl' kalau tdk slah tgl 7 agustus lalu.
      cari aja di pencarian ..🙂
      .
      Gomawoo sudah RCL chingu..😀

  4. Kereenn
    Stlh nunggu agk lama, akhr.a ff ini kluar jga
    OMO.-. Bnyk bngt kiss antra kyuyoung#sukaaa
    Akhrnya Yongseo jadian jga
    Kshan bngt sun, hrus ngalamin yg soo alamin, tpi lbh parah..
    Bkin AS dong thor,,
    Crita ttng kyuyoung dan yongseo nkah

  5. kyaa !! romantis bgt Kyuppa hhahay…
    tpi awal” sdih jga sih liat sooeon hrus ngrelain kyuppa mmbgi wktu.a sma seo hyun…tpi nggk pa” yg pnting ending.a KyuYoung brsatu hhehe😀

    daebak thor^^

  6. Syukurlah seobaby nggk bener2 cinta sm kyu dan dia ngerelain kyu sm soo..
    Kyu romantis, setiap pagi slalu kasih soo morning kiss walau soo nya masih tidur..
    Pokoknya aku seneng akhirnya happy ending..

  7. Kyaaaa miacn thor bru muncul bwt koment, ak nahan bwt gk koment crtny to twit bnget sumfeh. . . Suka bnget crta yg bgnian kyuyoung yg twitt bngett. . . Alsn lain ny jga bru bsa coment….
    As ny dong thor. . .

  8. So sweet…
    Akhirnya mereka bersatu juga…
    Tu Kyuppa curi2 cium soo pas soi tidur..
    Soo kira tu cuma mimpi..
    Rupa ny ketahuan jg klo Kyuppa nyium soo..
    Happy end..
    Tapi gantung..
    Seo ma yonghwa..
    Trus soo mau nikah ma Kyuppa..

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s