I’m back to Love You – part 3

I'm back to love You - 3

Tittle : I back to Love You -> Part 3
Genre : Romance, Family, dramatic
Length : Series
Rated : 16+
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung (Kyuyoung Couple)
Author : Fatminho
Twitter : @Fatminhojojo
Facebook : Fatminho Yongwonhi

Disclaimer :
Need u’r respond. Feedback Please. NOT FOR PLAGIATORS. The Plot is realy Mine… Hope u enjoying that. 

Note :

Gomawo bwat yg sdh mampir and ngasih comment. Jongmal gamshamidha. Walau baru satu, dua org, tidak apa-apa. Q tunggu org yg lainnya. Dan akan tetap membuat ff ini utk org tsb. Gomawoo…
Enjoy reading Guys… We are SONELF,KNIGHT, We are Family !!! 

***

Kyuhyun’s POV

“Yak! Kyunie… bangunlah! Kau lupa apa yang aku katakana padamu tadi pagi, eoh?” suara Ahra neuna benar-benar mengganggu tidurku. Padahal tadi malam aku tidak bisa tidur sampai pagi gara-gara banyak setan yang menganggu.
Sebenarnya aku bahagia juga sih, karena mereka melakukan itu semua demi mengucapkan selamat ultah untukku. Sungguh, itu semua diluar dugaanku. Di ulang tahunku yang ke 26 kali ini benar-benar menakjubkan.

Aku merasakan springbadku mulai bergoyang-goyang, semakin lama semakin keras. “Kyunie… cepatlah! Kita semua sudah siap-siap untuk berangkat! Palliwa! Atau kau mau membuat kecewa appa, huh?” racaunya.

Aishh… Ahra neuna sangat menggangku. Dengan penuh keterpaksaan aku bangkit dari tidurku. “Arraseo! Aku bangun sekarang dan persiapan bertemu rekan appa, puas?!”.

Sebenarnya aku sangat tidak berminat untuk mengikuti pertemuan keluarga ini. Biasanya ini akan menjadi event perjodohan yang di lakukan eomma, appa, atau Ahra neuna. Kalau memang benar itu alasan mereka memaksaku ikut, aku tidak akan melanjutkan keinginan mereka tersebut. Apa-apaan tuh perjodohan? Memangnya hidupku ini sama dengan drama yang di mainkan oleh Ahra neuna?

Sebenarnya, aku menolak setiap perjodohan yang eomma dan appa lakukan karena di hatiku masih ada gadis itu. Gadis yang membuatku jatuh cinta sampai rela menunda waktu kuliah supaya bisa memulai kuliah bersamanya.

Aku sangat bersabar menunggu gadis yang dua tahun lebih muda dariku tersebut sampai dia menerima hatiku. Betapa bahagia masa-masa aku mengejarnya sampai akhirnya dia menerima hatiku. Namun, bodohnya aku tak menyadari bahwa dia menerimaku hanya karena kasihan padaku. Saat dia meninggalkanku, hidupku serasa hancur. Aku menjadi michin namja yang selalu menerima gadis manapun yang hadir dihidupku dan akan mencampakkan mereka setelah aku merasa puas. Sampai akhirnya aku memulai debut dan bisa menjauhi gadis-gadis yang selalu bergelut denganku tersebut. Sejak saat itu aku menutup hati dan menjalankan karierku.

Kami sekeluarga sudah sampai di restaurant mewah. Aku memakai kemeja biasa, celana jeans, dan sepatu boats yang biasa kugunakan untuk latihan performing sebelum manggung. Tidak lupa juga aku menggunakan topi dan kacamata hitam agar tidak ada Nitizen yang mengenali penampilanku. Ahra neuna juga melakukan hal yang sama denganku karena dia adalah salah satu aktris terfavorit.

Aku berjalan paling belakang dan aku tidak melihat kearah rekan-rekan appa itu saat kami sudah berhenti di meja yang sepertinya menjadi tempat pertemuan. Kupalingkan wajahku kesegala arah agar tidak menghadap kearah meja. Aku benar-benar tidak berminat mengikuti perjodohan ini. Hatiku masih terkunci rapat untuk nappeun yeoja itu. Awas saja kalau nanti dia muncul di depanku, aku akan…

“Kyuhyun-ah…” pikiranku langsung berhenti meracau karena aku mendengar desahan suara seorang yeoja. Perlahan kuputar pandanganku menuju asal suara.

Choi Sooyoung. Batinku. Aku sangat terkejut melihatnya yang sedang berjalan lamban kearahku. Syukurlah aku menggunakan topi dan kacamata sehingga dia tidak melihat bagaimana ekspresi wajahku saat ini.

“Kau Cho Kyuhyun kan? Aku melihat Ahra neuna. Jadi, benar kau Kyu…”

“Bukan!” tegasku cepat dan keras. Aku berpaling lagi kearah lain. Sungguh, aku belum siap melihat wajahnya lagi setelah peristiwa menyakitkan enam tahun yang lalu.

“Kyunie-ah…kau ini bagaimana sih? Dia ini Sooyoung mu” seru Ahra neuna. Aku tidak menghiraukannya. Aku benar-benar tidak siap melihat wajah itu.

“Jeosonghaeyo, aku harus pergi” pamitku secepat mungkin sambil membungkukkan badan ke hadapan para orang tua. Setelah itu aku hendak beranjak pergi meninggalkan tempatku. Namun, sebuah tangan mencegah kepergianku.

“Jika kau ingin pergi, kau harus pergi bersama Sooyoung. Karena dia calon istrimu.”

Ucapan appa sangat membuatku kaget. Apa katanya tadi? Istri? Kakiku membeku. Aku melihat ekspresi kaget juga terpancar di wajah nappeun yeoja itu. Tanganku masih di tahan oleh tangannya appa.

“Appa, aku harus pergi. Aku mohon jangan berkata yang tidak masuk akal” ucapku sepelan mungkin agar tetap terlihat sopan karena aku sedang bicara dengan appaku.

“Tidak. Aku tidak bercanda” tangan appa menarikku mendekat gadis itu. Sungguh, menyebut namanya saja sudah membuat dadaku sesak.

“Kami sudah sepakat menjodohkan kalian. Jadi, kalian tidak bisa menolaknya.” Tambah appa yang sudah membimbing tanganku dan tangan gadis itu untuk saling menggenggam satu sama lain.

Perlahan aku merasakan kulit mulus gadis itu, tapi dengan segera kutepiskan tanganku kembali darinya saat appa sudah melepasnya. Sedari tadi juga aku tidak mendengar satu patah kata pun dari mulutnya. Apa dia sedang menyadari sesuatu bahwa dialah yang terlebih dulu menyakiti hatiku?

“Baiklah, sepertinya kalian harus duduk dulu. Kita harus makan malam dulu, setelah itu kita akan menjelaskan semuanya” ujar Choi ahjussi yang kini sudah berdiri di dekat kita menyusul appa.

“Ayo, duduklah!” kini suara Ahra neuna yang sedang berjalan mendekatiku bersama gadis seumurannya, yang aku ingat itu adalah Sojin neuna, dan mereka berdua menarik tanganku dan tangan gadis disampngku. Tanganku di tarik oleh Sojin neuna dan tangan gadis disampingku sudah di tarik oleh Ahra neuna.

Apa-apaan semua ini.? Mereka mengatur posisi kami menjadi duduk bersebelahan dan sangat rapat hingga aku merasakan lengan atasnya menyentuh lengan kemejaku. Aku benar-benar sedang dikerjai oleh kedua nenek lampir itu. Akhirnya aku mengikuti permainan yang dibuat neuna. Apa ini yang dia maksud kejutan spektakuler untukku?!

Kyuhyun’s POV end

Selama acara makan malam berlangsung, tak ada satu suara pun dari Kyuhyun dan Sooyoung. Hanya ada suara Sojin, Ahra, dan kadang orang tua mereka juga berbincang sekilas. Saat Kyuhyun ingin mengambil apel yang ada di tengah meja, tanpa disengaja, tangannya menyentuh tangan Sooyoung yang ternyata hendak mengambil apel itu juga. Sooyoung menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan sendu. Sedangkan Kyuhyun langsung tersadar dan segera menarik tangannya tanpa menoleh kearah Sooyoung.

“Ekhm…ekhm…”

“Khuk…khuk…”

Ahra dan Sojin yang menyaksikan kecanggungan tinggi antara adik-adik mereka pun berpura-pura batuk atau terselak makanan sambil tertawa kecil. Orang tua mereka juga ikut tertawa kecil melihat wajah merah Kyuhyun dan Sooyoung.

“Sudahlah, selesaikan marah-marahan kalian itu sekarang!” kata Sojin.

“Iya, setuju. Apa kalian tidak merindukan masa-masa kalian dulu?” timpal Ahra.

Sooyoung menunduk mendengarnya. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Selera makannya pun langsung hilang saat merasakan tepisan tangan dari Kyuhyun tadi. Sedangkan si Kyuhyun malah menyeringai tak karuan sambil menghela nafasnya panjang-pendek. Dia juga sedikit demi sedikit menggeser kursinya agar lebih jauh dari Sooyoung. Namun, sepertinya dia sudah tidak tahan dan langsung berdiri dari duduknya.

“Aku harus pergi sekarang”

“Appa belum bicara Kyuhyun. Duduklah lagi!” perintah Tuan Cho dengan menatap tajam mata Kyuhyun yang sudah tak tertutup kacamata itu. “Palli!!” tegasnya lagi, membuat Kyuhyun terpaksa mengikuti keinginannya.

“Apa yang akan kita bicarakan?” tanya Kyuhyun tak sabar.

“Ya! apa-apaan sih kau ini. Sabarlah dulu” seru Ahra. Lagi-lagi Kyuhyun menghela nafasnya.

“Baik, aku akan menjelaskannya sekarang juga” ujar Tuan Cho lalu melirik kearah pasangan Choi untuk meminta ijin menjelaskan permasalahan yang langsung di setujui oleh mereka. “Perusahaan kita diisukan memiliki hubungan yang buruk di lapangan. Jadi, kami memutuskan untuk menjadi keluarga melalui hubungan antara Kyuhyun dan Sooyoung. Terlebih lagi kalian adalah pasangan kekasih. Maka dari itu, kami mengambil keputusan untuk menikahkan kalian secepat mungkin.” Mendengar hal itu, Kyuhyun dan Sooyoung langsung menegakkan duduk mereka dan menatap kearah orang tua masing-masing.

“Iya, appa sudah menyetujui rencana ini, Soo. Jadi setelah kalian menikah, maka hubungan keluarga akan sangat erat dan semua itu akan berdampak bagus bagi perusahaan” timpal Tuan Choi.

“Apalagi kalau kalian memberikan kita cucu, iya kan?” seru Nyonya Cho yang di setujui oleh Nyonya Choi.

“Ya! eomma!” tukas Kyuhyun. Kedua wanita tengah baya itu malah tertawa geli melihat ekspresi Kyuhyun.

“Bagaimana kalau kami tidak menerimanya?” ucap Sooyoung yang membuat suasana meja makan hening seketika saking kagetnya mendengar tanggapannya.

“Iya, Aku menolak perjodohan ini!” tegas Kyuhyun, menambah kecengangan mereka disana.

Sooyoung’s POV

“Iya, aku menolak perjodohan ini!” tegas Kyuhyun dengan suara lantangnya. Aku sadar suasana disekitarku jadi menegang dan tambah menegang lagi setelah mendengar ucapan kyuhyun. Dia benar-benar membenciku, sampai-sampai dia langsung mennolak perjodohan ini.

“Tidak Bisa! Kalian harus menerimanya!” ujar Cho ahjussi. Mataku langsung berpaling melihat sosok kyuhyun di sampingku. Rahangnya terlihat mengeras dan matanya memerah. Tangannya yang terkulai di atas meja pun ikut mengepal geram seperti sedang menahan emosi.

“Kenapa? Kenapa harus menerima perjodohan bodoh ini? Bukankah ini semua untuk perusahaan saja, eoh?” kata kyuhyun dengan nada penuh emosi. Kyu-ah… apakah sebegitu bencinya kau denganku hingga kau seperti ini?. Jujur, aku sesak melihatmu seperti ini.

“Karena, jika perusahaan tidak bisa berjalan dengan baik, maka appa pastikan karier menyanyimu juga tidak akan berjalan dengan baik. Apakah appa belum pernah menegaskanmu untuk tidak menjadi anak yang mengecewakan?” suara Cho ahjussi juga tak kalah emosinya.

Kulihat lagi ekspresi kyuhyun. Wajahnya semakin memerah. Aku tahu, dia akan tetap menolaknya. Baiklah kyu, kalau memang itu yang kau mau.

“A… aku juga menolak perjodohan ini” ucapku penuh paksaan batin. Semua ini aku lakukan untuk kyuhyun karena dia sangat tidak menginginkanku. Aku tidak ingin melihat wajahnya yang tersiksa menerima perjodohan ini. Walaupun sebenarnya aku sangat menerimanya.

“Yak! Yeongie-ah, apa-apaan kau?!” tegur eomma yang sudah menatapku sengit.

“Eomma, bukankah pernikahan itu dilakukan atas dasar saling mencintai? Aku-“ belum selesai aku berkata, appa sudah menyelanya.

“Appa pastikan kau tidak akan kembali ke paris atau bekerja di perusahaan design lainnya. Jika kau menolak perjodohan ini”
What? Appa, jangan bercanda kalau mengancamku. Apa-apaan itu tadi?

“Appa… masalah pekerjaanku tidak ada hubungannya dengan-“

“Memang tidak ada hubungannya. Tapi, masalah perjodohan ini sangat berhubungan erat dengan masalah perusahaan yang sedang mengalama krisis. Kau tega melihat perusahaan appa dan Cho ahjussi ambruk gara-gara kalian?”

“Kyu-ah, Soo-ah, bantulah kami…” sekarang Cho ahjumma angkat bicara dengan suara yang memelas. Beliau juga sudah menggenggam tangan kiriku dan tangan kanan kyuhyun erat seperti memohon pada kami. Sungguh, aku tak tega melihatnya.

“Apa kalian mau di anggap anak durhaka, eoh?” ucap sojin eonni dengan seringaian yang sangat menyudutkan kami berdua.

“Apa kalian tega membiarkan kami menderita?” tambah Ahra eonni dengan tampang yang sejenis dengan Sojin.

“Gurey! Aku akan menerimanya. Geunde… jika keadaan perusahaan membaik, aku tidak yakin pernikahan ini akan bertahan untuk selamanya” ujar Kyuhyun tiba-tiba dengan pandangan lurus dan suara yang lantang.

Sontak aku menoleh kearahnya dan kini aku memasang wajah geramku. Aku tidak ingin selalu disudutukan olehnya seperti ini. Lantas aku akan menerima perjodohan ini dengan berkata, “Baik, aku akan menyetujuinya. Geunde… aku tidak janji akan bersikap sebagai istrinya!” tegasku yang masih menatap kearah kyuhyun tajam. Kali ini kyuhyun yang sedari tadi tidak melihatku akhirnya ikut membalas tatapanku.

“Aku tetap menolaknya!” tegasnya lagi saat masih menatap tajam mataku.

“Tidak, kau harus menerimanya! Harus!” tegas Cho ahjumma, membuat aku dan kyuhyun berpaling menatapnya. Aku lihat kyuhyun memejamkan matanya kuat seakan sedang menahan ribuan emosi.

“Baiklah, sudah di putuskan. Kalian akan menikah dua minggu lagi. Jadi, selama dua minggu ini, kalian harus mempersiapkan segalanya. Ahra dan Sojin akan membantu kalian berdua. Aku mohon pada kalian berdua, belajarlah untuk saling menerima lagi” jelas Cho ahjussi.

“Aku tidak janji” balas Kyuhyun cepat.
Benar-benar, semua jawabannya dan segala responnya malam ini sangat membuatku jengkel. Aku rasa dia sangat teramat membenciku. Kyu-ah, aku akan membalas segala rasa sakitmu, biarkan aku menjalani pernikahan ini, sekali pun kau tak menginginkannya.

***

Eomma, appa, dan sojin eonni sudah balik ke Busan meninggalkanku yang akan terus ada di rumah Jang halmeonni. Setelah mengadakan pertemuan keluarga tiga hari yang lalu, mereka langsung mempersiapkan hal-hal dasar yang diperlukan. Seperti kartu undangan, tempat acara, menu ketering, dan busana seragam keluarga yang sudah dipesan langsung oleh ahra eonni. Untuk baju pengantin, sebenarnya aku ingin mendesign sendiri, tapi melihat mood dari Kyuhyun yang tak pernah on, aku jadi malas mempersiapkannya. Padahal, aku sudah membayangkan bentuk pernikahan yang istimewa sejak lama, tapi sepertinya impianku itu tidak terkabul.
Hubunganku dengan kyuhyun juga belum ada perkembangan. Dia sibuk dengan acara konser dan penggarapan album baru, sedangkan aku sibuk dengan pekerjaan online yang diberikan oleh Mrs.Joy.

Tuk tuk tuk…

Suara ketukan pintu kamar membuyarkan lamunanku. Dengan segera aku bangkit dan membukanya. Aku lihat nenek jang berdiri didepanku sambil membawa kotak yang entah isinya apa.
“Nenek, kau mengagetkanku. Ada apa?” tanyaku sambil menggamit lengan kanannya dan menggiringnya kedalam kamar lalu mendudukinya di tepi ranjangku.

“Wah… jinja? Apa kau sudah tidur, hingga aku mengagetkanmu?”

Aku tersenyum mendengar cara bicara nenek yang noncent banget. “Annya. Aku belum tidur kok. Aku lagi bengong saja. Hehehe” jawabku manja.

“Aish… jangan kebanyakan bengong ya. lebih baik kau dengarkan lagu-lagu Kyuhyun. Bukankah kau calon istrinya? Aku khawatir karena kau tidak tahu Kyuhyun sudah jadi penyanyi terkenal. Makanya, aku kasih pinjam koleksian album Kyuhyun yang aku beli secara langsung darinya.” Jelas nenek sembari menyodorkan sekotak CD padaku. Aku menerimanya dengan senyuman lebar.
“Gomawoyeo…” ucapku sambil memeluknya.

Setelah aku menerimanya, nenek langsung berdiri dari duduknya, “Baiklah, aku akan pergi istirahat dulu. Kau jangan sampai tidak mendengar suara calon nampyeonmu yang indah itu, ya! awas saja kalau tidak mendengarnya!” ancam nenek sembari melangkah pergi keluar kamarku. Aku hanya tertawa geli melihatnya mengancamku tadi.

Aku segera merebahkan tubuhku sambil menatap satu keping paket CD yang covernya memamerkan wajah Kyuhyun yang sedang berjalan dengan tatapan lurus kedepan sambil menggendong tas gitarnya.

Wajah itu… sangat aku rindukan, tapi ekspresinya sangat membuatku sesak. Kucium cover itu untuk beberapa saat sebelum akhirnya aku bangkit menuju DVD/CD player yang ada di bawah TV datar di kamarku. Ku masukkan kepingan CD yang kubawa dan aku kembali lagi merebahkan diri di ranjang. Lagu pertama mulai mengalun lembut. Kubaca judul lagu yang tersaji disana. 7 Years Of Love. Tepat selesai ku membacanya, suara Kyuhyun mulai terdengar.

Ku pejamkan mataku menikmati suara lembut Cho Kyuhyun. Semakin lama, entah siapa yang memerintah, air mataku jatuh seenaknya. Kenapa, kenapa lagu ini sangat menyesakkan untukku. Yang aku pahami, di setiap liriknya, dia mencurahkan seluruh perasaannya. Isi lagu itu…

7 tahun lalu kita bertemu,
Tapi tak satu pun yang tahu
kita mengucapkan Selamat tinggal dengan mudahnya.
Kita berpisah, dengan kenangan yang kita bangun sekarang menghilag.
Saat itu kita masih sangat muda,
aku tak ingat bertemu dengan siapa saja.
Betapa sulitnya kita untuk saling
menjaga Hubungan dari perubahan diri kita
Mereka semua bilang bahwa mengatakan
selamat tinggal Sangat menyakitkan,
Tapi aku tak pernah punya waktu untuk merasakannya
Kuhanya berpikir inilah cara untuk tetap tenang
Namun aku menangis.
……etc

Kyuhyun-ah… lirihku di tengah isakku sambil memeluk CD album kyuhyun. Mianhae Kyu-ah, naega bogosipeo. Aku sangat merindukanmu. Andai aku tetap disampingmu saat itu, maka kau tidak akan sesakit itu. Maaf sudah menyakitkanmu. Maaf aku terlalu egois hingga tetap memaksa untuk bersatu kembali denganmu. Izinkan aku mencintaimu kyu-ah. Aku akan perjuangkan pernikahan kita. Aku ingin membuktikan bahwa aku sangat mencintaimu.

***TBC***

100 thoughts on “I’m back to Love You – part 3

  1. Aish Kyu Gimana sih
    Kalo masih cinta bilang aja keles….
    Soo juga pakek nolak nolak perjodohan
    Pokoknya kalian harus bersatu menikah dan punya anak
    Wkwkkwkwkwk

  2. Sama2 keras kepala mereka
    Tinggal bilang “saranghae” semua beres kan
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

  3. kyuuu,,,hrga dirimuu tinggi bngtt…sok jual mahall niiii…wkwkwkwkwkw
    sooyong kykny hrs siap mental ngadepin sikap kyu yg rada2 childish dsinii… =)

  4. aku mengerti persaan kyuppa.. pasti sakit banget kalau kita nyayangin orang tapi orang yg kita sayang itu lbih milih org lain daripada kita #pengalamanpribadi :v
    ya smoga KyuYoung bersatu amiiiiiiiiiiiiinnnn🙂

  5. yah kyu apa masih sakit hati sama soo sampe nolak mentah2 perjodohan
    kasian soo padahal sia sayang banget sama kyu, coba kyu tau alesan soo pergi sama soo tuh masih sayang sama kyu hehehe

  6. Ishh Kyuyoung kompak amat. Kyuppa ayolah .. akuin aja klo masih cinta mah. Nih Sooeon juga ampe rela” nolak kan. Next Thor🙂

  7. Kyuhyun Masih Sakit Hati Sama Sooyoung???
    Padahal Sooyoung Udah Mulai Cinta Sama Kyuhyun
    Cobra Kalau Dulu Sooyoung Milih Bareng Kyuhyun Daripada Nemenin Siwon
    Yah Namanya Juga Cerita Kalau Gak Ada Rintangan Gak Bakalan Seru

  8. Klo mslah alur cerita ama feel, ff d blog ini dpet bnget…
    Btw kok part ini rada’ pendek ya? ㅋ ㅋ ㅋ
    Lnjot bca part 4 *kabor

  9. aaaaaaaa sooyoung :”)
    jd ikutan nyesek jd sooyoung, terlalu sakit :”)
    kyuhyun cuek tp sebenarnya masih mencintai sooyoung ._.
    sooyoung harus bisa ‘-‘)9

  10. walupun kyu cinta ma soo tapi rasa sakit masa lalu mengalakan sgalanya….
    sakitnya ditinggalkan … emang ga da duanya

  11. huhuhu.. aku sampe nangis di part ini😥 kenapa sikap kyuppa sekejam itu sama youngie eonni, padahalkan dia masih cinta bgt?

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s