I’m Back to Love You part 4

I'm back to love You 4

Tittle : I’m back to Love You -> Part 4
Genre : Romance, Family, dramatic
Length : Series
Rated : 16+
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung (Kyuyoung Couple)
Author : Fatminho
Twitter : @fatminhojojo
Facebook : Fatminho Yongwonhi

Disclaimer :
Need u’r respond. Feedback Please. NOT FOR PLAGIATORS. The Plot is realy Mine… Hope u enjoying that. 

note:

I’m Knight! So, aku selalu suka dengan apapun yang memasangkan si Evil Kyu & Evil Soo. Jadi, bagi kalian yang tidak setuju dengan KyuYoung, Don’t Bash them!

Thanks , Gomawoyeo, siesie, Arigato, terimakasih banyakk bwat reader_deul yang sudah merelakan waktu kalian utk baca ff gaje-ku
hehe, semoga xan suka …😀

Enjoy read Guys… We are ELF, We are Family !!! 

***

Sooyoung’s POV

Gaun putih panjang ini sangat pas di tubuhku. Walau modelnya sangat simple, tapi tetap terlihat elegan. Sebagai seorang fashion holic, kuakui Ahra eonni memang jempolan deh. Ahjumma yang tadi memoles wajahku baru saja meninggalkan kamar ganti. Sekarang kulihat Sojin eonni masuk dengan senyuman lebar di pipinya.

“Apa kau bahagia?” tanyanya yang sudah meraih kedua tanganku.

Mendengar pertanyaan itu, mataku terasa panas. Rasanya ingin sekali menitikkan air mata kalau saja aku lupa jika itu akan berefek pada make up di wajahku. “Ya~ jangan sampai nangis.” Tuh kan, Sojin eonni sudah menegurku yang memang ingin sekali menangis detik ini juga.

Aku tak kuat, kuraih langsung tubuh eonni dan berhambur kedalam pelukannya. “Kau harus tabah Youngie-ah… kau harus bisa mendapatkan hatinya lagi.” Aku dengar eonni berbisik di telingaku sambil tangannya mengelus lembut rambutku. “Ya sudah, uljimayeo Youngie-ah… hwaiiting!!” ujar eonni setelah menarikku dari pelukannya.

***

Appa menggandengku pelan menuju altar dimana Kyuhyun sudah menunggu di sana. Ku perhatikan sekelilingku. Wow, ku akui, ini undangan yang paling rame yang ku lihat. Padahal ini bukan resepsi, tapi para undangan yang hadir melebihi kuota ruangan. Aku juga melihat beberapa orang menggunakan kemeja hitam berlebel beberapa perusahaan TV. Ya, mereka adalah rekan pers yang akan meliput acara pernikahan seorang penyanyi bersuara emas, Cho Kyuhyun.

Sesampainya di depan altar, appa menyerahkan tanganku pada Kyuhyun. Kali ini aku benar-benar gugub. Kyuhyun meraih tanganku dan menggenggamnya. Aku teringat masa-masa dulu saat dia menarik tanganku penuh semangat. Rasanya sangat hangat dan nyaris membuat badanku demam saking gugupnya. Sungguh, aku benar-benar merindui tangannya, dekapannya, dan bibirnya. Ternyata masa laluku bersamanya terlalu indah.

Flashback:

Kyuhyun masuk dan menarik tanganku cepat setelah melihat dosen di kelasku keluar. Genggamannya sangat kuat hingga aku tak bisa melepasnya dan terpaksa mengikutinya berlari. Walau agak lelah, tapi aku senang ada di genggamannya.

“Oppa… kita mau kemana, eoh?” tanyaku saat kami masih berlari kecil dengan dia yang msih setia menggenggam tanganku. “Kyu oppa… uri eodigayo?” tanyaku lagi karena dia hanya tersenyum sekilas dan tak menjawab.

Duk!

Aku menabrak punggungnya lantaran Kyuhyun oppa berhenti mendadak. Hanya sedetik aku merasa kaget dengan benturan kepalaku di lehernya karena detik kemudian dia berbalik dan mendekap tubuhku erat. Aku membalas pelukannya. Aku senang ada di pelukannya.
Debaran jantungnya yang entah bisa sekeras itu karena terlalu lelah berlari atau karena aku, hehe, terserahlah, apapun alasannya, aku sangat suka mendengar dan merasakan debarannya itu saat ada di dalam dekapannya.

“Oppa, gwenchana?” tanyaku dalam pelukannya. Kurasakan dia mengangguk dan lebih mengeratkan pelukannya. Aishh… si evil ini, apa dia ingin membunuhku?!

“Oppa… bisakah kau melonggarkan pelukanmu? Aku sesak…” keluhku, tapi tak di gubrisnya. Dia malah semakin mengeratkan lingkaran tangannya di tubuhku.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun melepaskan dekapannya di tubuhku. Dia menangkup kedua pangkal bahuku dan tersenyum. Perlahan tapi pasti, kurasakan bibirnya di dahiku dan kembali tersenyum menatapku lagi. “Kajja! Malam nanti kau harus menginap di rumahku!” ucapnya yang sudah menggenggam tanganku lagi.

“YA! apa maksudmu, eoh? Kita ini baru berpacaran tiga hari!”

Dia tertawa cekikikan dan menjawab, “Pabo! Jangan berpikir negative dulu. Kau ini…” gemasnya sembari mengacak rambutku.

“Lalu, kenapa aku harus menginap kalau bukan…-”

“Aigoo, aigoo… Ya~ nona Cho, hari ini calon ibu mertuamu ulang tahun dan kau di wajibkan menginap olehnya”

“Eoh, jinjayeo?” Kyuhyun mengangguk. “Kalau begitu antar aku mencari kado untuknya!”

Chu~:*
blush…

dia selalu mengecup bibirku tiba-tiba, membuatku malu saja. “Oke baby. Aku akan mengantarmu. Kajja!!” ujarnya sembari menggenggam tanganku dan menarikku untuk berlari kecil seperti tadi. Yang kurasakan hanya kehangatan di tangan kananku selama berlari di belakangnya. Saat di mall pun dia tetap menggenggam tanganku. Sungguh, aku sangat menyukai kehangatan tangannya. Kehangatan namjachinguku, Cho Kyuhyun.

Flashback end

Kami berdua mengucapkan sumpah janji setia untuk bersama dikala suka maupun duka, dikala sehat maupun sakit, dan selalu menjaga satu sama lain. Aku terkesima melihat Kyuhyun yang mengucapkan janji itu sambil menatap mataku dalam. Tangannya juga masih menggenggam tanganku hangat. Tak kusadari aku terhanyut dalam pikiran sendiri sampai ku dengar ada yang berkata, “Bagaimana denganmu nona Choi Sooyoung, apa kau bersedia?” dengan ribuan kegugupan yang masih membanjiri otakku, ku jawab langsung pertanyaan itu dengan suara gagap. “Nde, a…aku bersedia…”

Prok prok prok prok

Tepuk tangan para undangan langsung menggema di gereja ini. Tanpa kusadari, tangan kyuhyun sudah menarik wajahku dan Chu~:* kurasakan bibir basahnya di dahiku sekilas. Blush… wajahku benar-benar memerah panas. Kebiasaan dadakannya tak pernah hilang rupanya.

Sooyoung’s POV end

Setelah serangkaian acara selesai, para undangan di geraja sudah semakin menipis, dan puluhan wartawan yang sudah tak terlihat separuhnya, barulah keluarga berkumpul mendekat pasangan baru KyuYoung itu. Tampak beberapa wartawan yang masih ada disana langsung ikut mendekat sambil mengabadikan moment yang menurut mereka sangat membahagiakan bagi seorang Gold Voice, Cho Kyuhyun.

Melihat moment yang pas, salah satu wartawan mulai mengajukan pertanyaan dan disambung dengan pertanyaan berbeda dari wartawan lainnya.

“Cho Kyuhyun, bagaimana perasaanmu kali ini?”

“Apakah kalian sudah berpacaran sejak lama?”

“Lalu apakah kabar tentang hubungan special antara kau dengan Seohyun SNSD benar-benar salah besar? Atau memang pernah terjadi sebelum bertemu istrimu ini?”

“Bagaimana hubungan kalian selama ini hingga sampai ke palaminan?”

“Apa semuanya mengetahui hubungan antara kalian?”

“Apa harapanmu kedepannya? Apakah akan terus exis bernyanyi atau beralih menjadi suami yang selalu berada di samping istrinya?”

Kyuhyun’s POV

Aku sudah berdiri di depan altar, menunggu nappeun yeoja yang hari ini akan menikah denganku datang. Hanya lima menit aku menunggu, kepalaku beralih kearah pintu yang ku dengar baru terbuka dan menemukan Choi ahjussi hadir bersama yeoja berbalut gaun pengantinnya.

Yeoja itu merangkul lengan kiri Choi ahjussi dan berjalan pelan mendekatiku. Sesampainya mereka di depanku, mataku menemukan sosok yeoja yang sangat cantik. Tinggi tubuhnya sangat sesuai dengan model gaun pengantin juga tatanan rias sederhana yang melekat di dirinya. Jiwaku langsung tersadar kembali saat Choi ahjussi menggerakkan tangannya ke tanganku. Dia menyerahkan tangan gadis itu padaku.

Tanpa alasan apapun lagi, kugenggam tangan mulus gadis itu erat. Ya, aku pernah merasakan genggaman yang kulakukan ini sebelumnya. Entah sudah berapa lama aku tak meraskannya. Setelah menggenggamnya, kerinduan masa lalu langsung meruak di dadaku. Aku benar-benar merindukannya.

Saat aku mengucapkan janji setiaku, ku tatap matanya dalam-dalam. Benar saja, dia tak hirau sekeliling dan terkunci menatapku. Sampai-sampai dia mengabaikan suara pendeta yang menanyakan kesediaannya menerima pernikahan ini. Namun, saat pendeta bertanya untuk kali keduanya, dia langsung mengerjapkan matanya dan menjawab dengan suara tegagap, ”N…ne. a…aku bersedia!” Ommo, apa dia sedang gugub saat ini? Oh, ayolah, aku bukan namja yang kau sukai itu. Aku bukan Choi Siwon, tapI Cho Kyuhyun. Kenapa kau segugub ini?
Mendengar jawabanya serasa ada batu berbentuk jantung hati dan berwarna merah jambu jatuh tepat di tengah hatiku. Hal itu memacu debaran jantungku yang semakin lama semakin kencang.

“Baiklah, sekarang kalian resmi menjadi pasangan suami-istri”.
Aku mendengar keriuhan tepukan tangan para undangan di gereja. Bahkan aku bisa menyadari suara para hyeongku di SM yang hadir disini berteriak riuh menggodaiku. Aku hanya tersenyum merespon tingkah memalukan mereka itu. Tanpa berpikir panjang, kutarik pipi chuby si nappeun yeoja di depanku dan ku kecup lembut dahinya.

Tuhan… aku benar-benar merindukan dahi indahnya ini. Apakah selama kita tak bersama, namjanya sering menciumnya di bagian ini? Sungguh, jika mengingat hal itu, hatiku seketika remuk. Dan itulah yang membuatku tambah membencinya. Geunde, untuk hari ini, di acara pernikahan kami, di depan para kerabat, aku tidak mau menunjukkan kebencianku padanya. Terlebih lagi ada banyak wartawan yang mengabadikan moment terindah di hidupku ini(?), mungkin moment terindah pada kasat mata saja.

Acara demi acara berjalan dengan sempurna. Para undangan pun satu per satu pergi meninggalkan gereja ini. Hingga yang tersisa hanya teman-teman entertainment ku, beberapa teman si nappeun yeoja, mungkin, ada juga beberapa rekan bisnis dari appa dan Choi abeonim, dan tentu saja tamu paling heboh adalah tamunya Sojin dan Ahra neuna.

“Ya! uri evilkyu, chukae atas pernikahanmu. Semoga kau bisa lebih dewasa, ne?!” ujar Leeteuk hyeong, uri appa Jungsoo. Dia menjabat tanganku dan memelukku sekilas, aku hanya membalasnya saja dan berkata, “Gomawo hyeong. Semoga kau cepat menikah dengan Sora-neuna dan bisa lebih dewasa juga, ne?!” cara bicaraku mengikuti cara bicaranya tadi. Dan… pletak! Dia langsung menjitak dahiku dan berkata tajam, “YA! dia hanya istri virtualku, arraseo?!” haha… lucu sekali, kalau melihat ekspresi appa Jungsoo yang termakan kejahilanku.

“Ya! hyeong, jangan emosi dong. Katakan saja padanya kalau Park ahjussi masih dalam proses pencarian calon istri untukmu, eotthe?!” timpal Eunhyuk hyeong yang langsung ku beri death glare. Apa maksudnya dia sedang menyindirku yang menikah lantaran perjodohan? Aish.. “Ya~ aku hanya bercanda!” serunya langsung. “Chukae Kyu-ah, doakan agar aku bisa cepat menyusulmu, nde?” tambahnya dengan wajah memelas.

“Kenapa harus aku yang mendoakanmu? Seharusnya kau yang mendoakanku, cih~!”

“Ya! jangan protes! Lakukan saja apa yang hyeongmu ini katakan, arra?” tukasnya lagi.

“Hallo Sooyoung-ssi. Neo… noumu yepposoe…” ku dengar suara Sungmin di sebelah agak kebelakang dari badanku, tempat dimana si neppeun yeoja itu berdiri. Serentak kita menoleh kearahnya.

“Ah… gomawoyo Sungmin-oppa…” balas gadis itu dengan senyum sumringah sambil menerima jabatan tangan yang disodorkan Sungmin. Apa-apaan dia itu? Kenapa seperti sudah akrab dengan Sungmin? Sampai menyapa dengan sebutan oppa segala.

“Ya! Lee Sungmin! Apa yang kau lakukan, huh? Dia itu istri Kyunie, sahabatmu, ingat?” cetus Donghae sambil berjalan mendekati Sungmin yang masih menggenggam tangan si nappeun yeoja. Aish, aku agak risih melihatnya. “Lepaskan tanganmu!” hardik Donghae hyeong sambil melepaskan tangan Sungmin dari tangan gadis itu. “Chukae Sooyoung-ssi…” Yak! Apa maksudnya si ikan ini sih, dia melarang sungmin, tapi apa yang dia lakukan? Dialah yang menggantikan tangan sungmin. Aishh… michin!

“Lee Dong Hae! Apa yang kau lakukan, eoh? Dia itu istri Kyunie, sahabatmu, ingat?” ucap Yesung dan Hechul berbarengan. Dari glagat mereka sih aku tahu, pasti mereka sudah merencanakannya. Cara bicara dan kalimatnya sama dengan apa yang dikatakan Donghae tadi. Mereka juga berjalan mendekati ‘istriku’ untuk melepas tangan Donghae dari tangan istriku, lalu merekalah yang menggantikannya.

“Ya! Kim Heechul, Kim Jong Woon! Apa yang kalian lakukan, eoh? Dia itu istri Kyunie, sahabat kalian, ingat?” suara dan kalimat yang sama datang dari peserta pemberi selamat lainnya. Kali ini bukan namja, tapi yeoja. Hahaha… aku lihat Ahra dan Sojin neuna sudah bersilang lengan di depan dada sambil berjalan mendekati mereka berdua dengan tatapan tajam kearah mereka. lalu….

“Yak! Appo neuna!!” rintih Heechul dan Yesung bersamaan lantaran telinga mereka sudah di plintir oleh Sojin dan Ahra neuna. Rasain tuh! Semua tertawa melihatnya.

“Gwenchana?” bisikku pada ‘istriku’ yang di balas dengan tatapan aneh sebelum akhirnya ia mengangguk.

Karena masih banyak rekan-rekan entertain di sekelilingku, ku paksakan diriku untuk melakukan hal-hal berbau kemesraan pada istri baruku ini. Kugamit pinggang rampingnya agar bisa lebih dekat denganku. Jujur, aku bisa merasakan jantungku yang bergemuruh, tapi dengan sekuat tenaga kucoba untuk bersikap tenang.

Baru sesaat aku merangkul pinggangnya, rekan-rekan yeoja di SM sudah menghampiriku dan bergabung bersama kami. Ada Taeyeon, Sica, Yuri, YoonA, hyeoyon, dan Sunny yang datang menyalami kami berdua. Setelah itu kulihat wanita semampai, berwajah polos, dan terlihat manis yang bernama Seohyun datang dan memelukku langsung.

“Chukae my nampyeon” bisiknya, ah anni, dia tidak berbisik, melainkan berkata lantang sampai semua mendengarnya.

Ku dengar cekikikan dari rekan-rekan lainnya. Setelah pelukannya terlepas, kulirik sekilas istriku itu, yak! Kenapa wajahnya datar-datar saja? Bahkan tak menengok sedikit pun kearahku. Apa dia tidak melihatku di peluk yeoja lain? Atau dia memang tidak menyukaiku sama sekali? Yaiisshh… pabo!

Setelah semua rekan-rekanku berpamitan, barulah eomma, eommonim, appa, dan abeonim datang menghampiri kami lalu memeluk kami bergantian. Sepertinya mereka bahagia sekali dengan pernikahanku ini.

Ah… jelas saja, ini kan untuk masa depan prusahaan juga. Sebelum berbincang apa-apa, para rekan wartawan yang masih ada disini langsung mendekat kearah kami. Mengetahui hal tersebut, orang tua kami hanya menepuk bahu kami bergantian tanda mereka mendukung kami sebelum melangkah balik meninggalkan kami bersama para wartawan tersebut.

Selang beberapa menit, para wartawan itu dengan lincahnya menyemburku dengan pertanyaan-pertanyaan beruntun.

“Cho Kyuhyun, bagaimana perasaanmu kali ini?”,

“Apakah kalian sudah berpacaran sejak lama?”,

“Lalu apakah kabar tentang hubungan special antara kau dengan Seohyun SNSD benar-benar salah besar? Atau memang pernah terjadi sebelum bertemu istrimu ini?”,

“Bagaimana hubungan kalian selama ini hingga sampai ke palaminan?”,

“Apa semuanya mengetahui hubungan antara kalian?”,

“Apa harapanmu kedepannya? Apakah akan terus exis bernyanyi atau beralih menjadi suami yang selalu berada di samping istrinya?”

Ya! jinja michingetta!
Kenapa teman-teman wartawan sangat bersemangat mengeluarkan pertanyaan mereka? bahkan aku belum sempat menjawab satu pertanyaan pun. Baiklah, pertanyaan kalian akan aku ladeni satu per satu.

“Ehn, mohon tenang. Ijinkan saya menjawabnya satu per satu.” Ujarku yang sontak membuat para wartawan terhening dan siap dengan tape recorder di tangan, juga beberapa lainnya siap dengan pulpen-note di tangan.

Kuraih tangan Sooyoung dan menggenggamnya. Oke, aku memang masih kesal dengannya, tapi entah kenapa saat pertama kali bersentuhan dengannya, tubuhku selalu ingin mengulangnya lagi, lagi, dan lagi. Karena sebenarnya aku sangat teramat merindukannya.

Kuatur nafas perlahan dan mulai menjawab setiap pertanyaan mereka.

“Kalian bertanya bagaimana perasaanku saat ini? Tentu saja aku sangat bahagia” kuucapkan kalimat itu sambil menatap wajah si nappeun yeoja agar wartawan terkesima dengan pernikahanku.

“Kalian bertanya bagaimana hubungan kami? Dekat… sangat dekat. Sampai-sampai aku tak rela dia di ambil oleh namja lain.” Kataku sambil menatap lurus ke depan agar kesannya terlihat serius.

“Kalian bertanya tentang hubunganku dengan Seo…” kini aku tersenyum geli agar terkesan aku sedang menganggap pertanyaan mereka sangat aneh,

“Jelas-jelas Seo selalu jalan dengan Yonghwa, apa itu belum cukup? Tidak… aku tidak berhubungan khusus dengannya.” Tambahku.

“Apakah semua mengetahui hubungan kami?” kali ini aku menatap istriku lagi, “Tidak, aku belum siap memberitahu kalian semua. Aku takut dia terganggu oleh nitizen-nitizen, bahkan aku takut dia dilukai oleh para fanatic” aku menatap wajahnya sendu, agar terkesan bahwa aku sangat mengkhawatirkannya.

“Ah, kalian bertanya apa harapanku kedepan?” kini senyuman sumringah yang kuumbar, “Tentu ingin hidup bahagia bersamanya” lantangku.

“Masalah karier menyanyi, tentu saja akan terus berlanjut sampai aku tak punya fans sama sekali. Jika aku masih memiliki fans, makan aku akan menghibur mereka dan tidak akan mundur dari karierku ini”.

Seketika itu juga ku dengaran sorakan dan tepukan tangan heboh dari mereka semua yang mendengar penjelasanku tadi. Melihat respon mereka, aku jadi berpikir untuk menerima tawaran bermain drama karena aktingku tadi sangat memuaskan. Benarkah aku sedang berakting tadi? Entahlah. Mollaseo.

“Nona Choi Sooyoung… ah annya, maksud saya Cho Sooyoung-ssi..-“ sapa salah satu wartawan pada istriku yang mendapat respon kekehan orang-orang sekitar karena dia meralat nama istriku langsung menggunakan margaku. Well, jujur, aku sedikit merasa senang.

“Bagaimana perasaanmu menjadi istri seorang penyanyi handal yang terkenal dengan suara emas ini?” tanya wartawan tersebut pada Sooyoung. Oke, aku akan menyebut namanya kali ini.

Kulihat raut wajahnya yang agak berblushing dengan pertanyaan tadi. Dia menjawab dengan tenang, “Entahlah, aku jadi sedikit khawatir” Yak! Kenapa dia berkata khawatir dengan tenang seperti itu? Mana feel khawatirnya? Aish… jinja!

“Waeyo?” tanya wartawan lainnya, melanjutkan topic yang sama.
Saat Sooyoung hendak menjawab, dia berbalik sedikit untuk melihatku, dia menatapku dan menjawab, “Karena aku takut fans fanatiknya memusuhiku, seperti yang dia katakan tadi. Aku takut mereka yang berkuota banyak itu akan memisahkanku darinya”.

Dugdugdugdugdug!!

Yak! Jantung! Diamlah, jangan berdebar dulu! Dia hanya berkata hal semanis itu untuk kepura-puraan saja. Ingat itu!

“Waah… ternyata kau sangat menyukai si Gold Voice ini ya” kata wartawan lainnya lagi yang dibalas senyuman manis oleh Sooyoung. Iya, dia sangat manis. Hush! Stop Kyu-ah!

“Apa kau seorang designer yang menciptakan model pakaian remaja yang digemari di paris?” tanya salah satu wartawan wanita yang mendapat respon anggukan malu dari Sooyoung.

“Iya, aku hanya bisa menciptakan model yang aneh sebenarnya. Tapi keanehan itu yang membuat karyaku diterima oleh masyarakat. Nama brancnya adalah Unique.” Jelasnya.

Tanpa kusadari aku tersenyum kecil mendengar penjelasannya itu. Aku jadi ingat kejadian dimana dia harus bertemu dosen pembimbingnya di semester empat. Saat itu aku masih menjalani debut, tapi entah kenapa rasanya aku ingin sekali duduk di taman kampus, dan ternyata, dialah yang kulihat.

Flashback

Aku melangkah memasuki halaman kampus yang nyaris setengah tahun ku tinggalkan untuk melancarkan urusan debut awalku. Aku dikawal dua bodyguard yang disewa oleh Soo Man sajagnim. Katanya, para mahasiswa akan histeris melihatku. Masa sih?

Well, dugaan direktur SM itu benar, kini ada berbondong-bondong mahasiswa yang menghampiriku dan meminta berfoto denganku. Oh my… tujuan awalku kesini hanya untuk beristirahat di tempat favoritku. Taman belakang kampus. Tapi kenapa mereka…

Aku bisa berjalan sendiri secara cepat menuju taman belakang karena dua bodyguardku sudah menahan ratusan mahasiswa itu. Aku duduk sebentar di rumput empuk yang selalu menemaniku. Hanya di taman ini aku bisa melepas rasa rinduku pada Sooyoung. Di taman ini aku memberikannya first kiss, di taman ini aku memberikannya pelukan hangat, di taman ini aku mengecup setiap inci wajahnya, di taman ini juga aku selalu mendapatkan perhatian hangatnya. Youngie-ah… wae???!!! Kenapa kau memilih namja itu lagi dan meninggalkanku!!! Aaahhkkk… jongmal saranghae Youngie-ah… naega bogos- racauan benakku terhenti ketika mataku mendapatkan sosok yeoja yang berlari cepat kearah ruang direktorat kampus. Aku yakin mataku masih sehat. Gadis itu… Sooyoung.

Setelah melihatnya, hatiku merasakan hal aneh yang tak aku mengerti. Rindu, tapi benci. Ya, aku membencinya yang lebih memilih pria itu.

Sekarang dia sudah keluar dari kantor utama kampus. Kulihat sosoknya dari balik pohon besar. Sepertinya dia sedang mencari sesuatu. Kepalanya terus bergoyang ke segala arah yang tak menentu. Apa dia mencaraiku? Apa dia merindukanku? Ahh Kyuhyun pabo!! Jangan berharap lebih!

Akhirnya dia berjalan meninggalkan kampus. Sambil bersembunyi di tempat yang mendukung, kuikuti kakinya melangkah sampai keluar dan masuk kedalam sebuah taxi yang sepertinya sudah menunggunya sejak tadi. Taxi itu melesat cepat membawa gadis yang sangat aku rindukan tersebut. Aku terpaku melihat taxi itu sampai benar-benar tak terlihat lagi. Aku mengingat sesuatu, dengan cepat aku berlari menuju ruang direktorat kampus. Walau aku tahu aku tak boleh berlari cepat lantaran gangguan pernafasanku kacau, tapi karena ada hal penting, maka semua itu terabaikan.

Sesampainya di dalam kantor tersebut, kualihkan pandangan kesegala arah sampai menemukan Mrs.Victor yang menjadi dosen Sooyoung. Aku bertanya kepadanya apakah tadi Sooyoung mencarinya? Karena yang aku tahu, Sooyoung sedang menjalani pembelaran online dari sini. Jadi sekalipun dia ada di Busan, dia tetap bisa mengikuti kuliah.

“Iya, kau benar Kyu. Ini lihatlah tugas akhir semester yang dia buat. Sangat indah bukan? Ini adalah tugas karya busana pengantin yang kuberikan padanya. Tidak salah aku memberikannya nilai A+ di setiap ujian. Lihatlah karyanya ini, sangat memuaskan bukan?” jelas si dosen cantik itu.

Aku terdiam melihat tugas yang diserahkannya. Sepasangan busana pengantin yang sangat indah dan unik. Dia benar-benar Choi Sooyoung. Gadis yang aku rindukan.

Flashback end

Aku tersentak dari lamunanku yang terlalu dalam mengingat masa lalu saat ku dengar salah satu wartawan bertanya pada Sooyoung, “Bagaimana perasaanmu yang sebenarnya sekali pada suamimu ini?” aku langsung menoleh kearahnya.

Sooyoung juga menoleh kearahku dan menatapku lebih dalam lagi. Dia berucap, “Saranghanda. Neumu saranghae…” .

deg!
Blusssssssshhhh.

Mendengar jawabannya itu membuat wajahku memerah. Apalagi jarak wajah kita sangat dekat. Entah apa yang mendorong keberanianku saat ini, kutarik tengkuknya dengan tangan kananku, sedangkan tangan kiriku menangkup pipi kanannya.

Chu~~~~:*

kucium dalam bibirnya. Kulumat lembut bibir atas dan bawahnya bergantian. Terserah apa yang terjadi selanjutnya yang jelas saat ini aku ingin menumpahkan emosiku padanya. Kuraup semua sisi bibirnya hingga kurasakan dia membalas ciumanku ini. Ciuman ini… ciuman yang aku rindukan. Aku ingat sekali saat pertama aku menciumnya, kaku tak berbalas. Tapi aku juga ingat di ciuman kami yang kesekian kalinya saat itu, perlahan dia bisa terbiasa dan membalasnya.

Aku masih mendengar jepretan kamera para wartawan. Aku yakin photo ciuman kami akan beredar dengan tampilan seperti di sensor karena tangan kiriku menutupi aksi lumatanku di bibirnya. Satu hal yang aku sadari saat ini, aku masih sangat teramat mencintainya. Mencintai Choi Sooyoung.

Kyuhyun’s POV end

***TBC***

eotte??
tambah aneh kah?
geunde… aku tetep ingin melanjutkan.
ada yang punya masukan bgm plot yang enak utk meneruskan?
sebenarnya ada sihh part 5’a, tapi belum tuntas.
dan ada rencana ingin ubah alur, makanya author gak jelas ini minta pendapat. hehe
semoga reader_deul suka yaa..
*Ya Allah… semoga tidak mengecewakan* ‘/\’ amien😀

GOMAWOO ^,^

125 thoughts on “I’m Back to Love You part 4

  1. aishhh aku gregetan sama mereka :3 mereka tuh saling cinta tapi gengsinya gede :3
    semoga aja apa yg diucapin mereka ga berbanding terbalik di kehidupan pernikahan mereka

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s