TWOSHOT – BECAUSE I FEEL YOU [1st]

new bify

Tittle : Because I Feel You
Genre : Romance, Hurt
Length : oneshot
Rated : PG 17
Main cast : Kyuhyun❤ Sooyoung
Author : Fatminho
Twitter : @Fatminhojojo
Facebook : Fatminho Yongwonhi

Disclaimer:
This plot is main! Don’t Bash or Copas without permission! NOT FOR PLAGIATORS!

Note:
Anyeong reader_deul … author datang secepat ini, geunde, jongmal mianhae, tidak dengan membawa kelanjutan I’m Back to Love You atau sequel My Love is You, Youngie-ah, dan bukan juga membawa sequel Story in Marry, melainkan membawa sebuah FF baru, Twoshot, yang idenya tiba-tiba hadir di benakku. Semoga kalian semua menyukai plot yang kubuat.

masalah sequel yg udah q janjikan,
pasti akan q post , tapi tidak dengan waktu cepat. Kan gak seru kalo terlalu cepat, hehe.

okay deh,

_Happy Reading_ 

***

Kyuhyun’s POV

Sampai juga kedua kakiku ini membawaku ke pusat kota yang indah, Seoul. Hebat, orang sepertiku berani menginjakkan kaki ke kota super mewah ini, setelah memilih untuk angkat kaki dari sini lima tahun yang lalu.

Kutelusuri setiap pemandangan yang terjangkau oleh kedua mataku, setelah meninggalkan stasiun kereta yang membawaku dari Busan ke kota besar ini. Berbeda, sangat berbeda. Benar, semuanya tampak indah dan mewah. Sangat berbeda dengan sekian tahun lalu. Beda dengan yang kupandang kali ini. Semua serba modern kelas atas. Bahkan di siang hari seperti ini pun tetap terkesan penuh daya tarik. Aneh, padahal aku sempat membenci kota ini lantaran… ah, sudahlah, tidak penting untuk dibahas.

Sebenarnya, tujuanku datang ke Seoul adalah menghadiri acara pernikahan temanku dan juga mencari seseorang. Yah… seseorang, orang yang sangat manis dan penuh keceriaan walau agak manja. Sebelumnya, rasa pesimis untuk dapat bertemu dengannya sangat besar, tapi aku akan tetap berusaha. Walaupun kemungkinan menemukannya hanya 0,001 persen saja, tetap saja itu adalah sebuah harapan. Sudah satu setengah tahun, apa ia bisa mengenaliku?
Baiklah, Cho Kyuhyun, Hwaiiitingg!!!

Flashback

Pukul sembilan malam. Pantas saja mataku sudah terasa perih dan badanku terasa remuk. Segera kumatikan computer yang ada diatas meja kerjaku dan segera berkemas untuk beranjak pulang. Lembur? Ah, tidak, terimakasih. Lebih baik pekerjaanku kulanjutkan esok paginya. Pulang di jam seperti ini pun sudah terhitung lembur karena seharusnya aku bisa pulang pukul enam sore. Untuk hari ini saja aku memilih agak malam lantaran ada beberapa PR pribadi siswa yang harus ku periksa agar esok siang mereka bisa melihat hasilnya.

Inilah aku, Cho Kyuhyun. Pemuda sebatang kara yang tinggal di dataran Busan. Pendiri lembaga bimbingan belajar sederhana, Brain’s House, untuk siswa sekolah dasar sampai menengah atas. Tidak jarang pula ada mahasiswa yang memintaku untuk mengajari materi mereka. alasan mereka mencariku adalah karena aku tampan? Hei, murid-murid, janganlah berpikir seperti itu. Entahlah, mungkin takdirku membawaku kearah ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mengajak orang-orang berbakat mengajar untuk bergabung dan membantuku. Walaupun dibayar dengan won yang tidak tinggi, tapi aku tetap memotivasi para pekerja untuk tetap bersemangat melakukannya. syukurlah, mereka mengerti apa yang kukatakan. Namun, sebagai pendiri lembaga sederhana ini, untuk sementara, akulah yang melakukan pekerjaan lainnya, seperti: memeriksa PR, mengamati perkembangan siswa, mengontrol jalannya pengajaran, sampai masalah pemberian honor untuk para pendamping siswa. Kupikir, ini tidaklah terlalu berat lantaran jumlah siswanya yang masih minim. Hanya ada lima puluh enam siswa. Tiga puluh siswa SD, lima belas siswa SMP, dan sisanya siswa SMA. Wajar saja, lembaga ini baru kubangun kurang lebih dua semester terakhir, ditambah lagi dengan saingan lembaga belajar yang lebih menjamin dan mewah didaerah kota. Namun, saat mengingat tujuan awalku untuk mengajak anak-anak disana berprestasi, maka sepeser won pun sudah tak kuhiraukan, demi kemajuan daerah kecilku ini.

“Hyeong, kau sudah selesai memeriksanya?”

Kutolehkan kepalaku dan kudapatkan sosok Taemin disana. Aku tersenyum, “Besok akan kulanjutkan sisanya.” Kulihat senyumannya tadi sedikit memudar dengan jawabanku.

“Ya~ hyeong, apa tidak sebaiknya aku saja yang membantumu memeriksa?”

“Oh, baiklah, besok kita periksa bersama. Kau tidak perlu khawatir seperti itu.” Jawabku sambil melangkah mendekatinya. “Ayo kita pulang! Apa kau tidak kasihan dengan eomma-mu dirumah yang sedari siang kau tinggalkan?”

“Aissh… baiklah. Aku pulang sekarang. Sampai jumpa hyeong.” Pamitnya sembari berlari kecil meninggalkan aku. Walau Taemin hidup berdua dengan eommanya, tapi ia lebih beruntung daripada denganku yang hidup sebantang kara.

Aku berjalan menyusuri setiap lorong jalan raya menuju apartment yang jaraknya hanya satu kilometer dari gedung Brain’s House. Jalan rayanya cukup ramai, tapi tetap terkendali.

Tiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
Brrruuukkk

Ommona! Apa yang kulihat saat ini? Padahal baru saja kukatakan bahwa jalanan ini tetap terkendali, tapi sudah ada orang yang menjadi korban tabrak lari. Ini sudah malam, jarang ada orang yang berlalu lalang sepertiku, selain orang yang berkendara. Benar saja, korban tabrak lari itu tidak ada yang menolong.

Segera kudekati tubuh yang kini tersungkur disisi terotoar. Rambutnya panjang, berarti ia seorang yeoja. Kupercepat jalanku dan segera kubalikkan badannya. Tuhan, wajahnya sangat mulus dan halus. Yeoja ini benar-benar manis. Geunde… yak! Kenapa aku begitu bodoh? Kyu, lihat darah yang mengalir deras dibagia kepalanya! Kenapa hanya kau tatap wajahnya?! Pabo!

Kuangkat tubuhnya dan dengan segenap usaha, kubawa ia ke klinik terdekat. Mengharapkan ada rumah sakit terdekat? Jangan harap sebelum berjalan sejauh delapan puluh kilometer lagi dari tempat kejadian.

@ Klinik

“Kyu…” kudengar seseorang memanggil namaku. Aku segera menoleh dan mendekat pada Kim uisa, dokter yang menangani yeoja korban tabrak lari tadi.

“Bagaimana keadaannya?” tanyaku agak khawatir.

“Ya, untuk sementara aku tidak bisa menyimpulkan keadaannya yang pasti. Kita akan melihat perkembangan selanjutnya setelah ia sadar. Aku khawatir akan ada cidera di kepalanya.” Jelas Kim uisa.

Aku menundukkan kepala dan menjatuhkan tubuhku di kursi ruang tunggu terdekatku. Kenapa aku bisa sekaget ini mendengar keadaan gadis itu? Jujur, aku sangat khawatir.

“Sabar Kyu…” kurasakan Taeyon, dokter muda itu, menepuk bahuku pelan. Kuangkat wajahku untuk melihatnya. “Aku hanya khawatir padanya…” jawabku parau.

Kyuhyun’s POV end

Kyuhyun terbangun saat mendengar suara pintu ruang rawat terbuka. Ia segera beranjak dari kursinya dan segera beralih kesisi lain agar dokter yang baru saja datang bersama perawatnya itu bisa memeriksa keadaan yeoja yang masih terlelap diranjang pasien.

“Ehn…” gumam yeoja itu.

“Ah… apa kau sudah siuman, Soo?” tanya dokter Taeyon pada yeoja yang baru saja tersadar. Ya, ia tahu nama pasiennya itu dari Kyuhyun. Kyuhyun bilang, nama yeoja itu Choi Sooyoung, yeojachingunya.

“Eoh, Soo?” tanya yeoja itu sambil berusaha duduk dari posisi tidurnya. Menyadari akan rintihan Sooyoung saat bergerak, Kyuhyun segera mengambil alih beban tubuh Soo dan membenarkan posisi duduk yang nyaman untuk Soo. “Kau, siapa?” tanya Soo saat ia menatap wajah asing didepannya. Tidak ada jawaban yang pasti selain tatapan penuh kebingungan. Soo beralih pandang keseluruh ruangan, “Apa aku sedang dirawat?” tanyanya, entah ditujukan oleh siapa karena pandangannya tidak tetap. Ia masih sibuk memandang kesekelilingnya.

“Ya Soo, kau sedang dirawat setelah kecelakaan yang kau terima semalam.” Jawab Taeyon.

“Soo?” tanyanya tak mengerti. “Kecelakaan?” tanyanya lagi.
“Namamu Choi Sooyoung, kan? Kau adalah korban tabrak lari. Syukur saja namjachingumu ini cepat membawamu kesini, kalau tidak, kau pasti mengalami banyak pendarahan.” Jelas Taeyon lagi.

Kyuhyun tidak berani angkat bicara sedikit pun. Ia benar-benar takut dan malu. Semalam, ia sempat membuka isi tas Sooyoung untuk menemukan pobsel yeoja itu agar ia bisa menghubungi keluarganya. Sayang, ponsel yang ia cari tidak terlihat sama sekali, tapi ia menemukan dompetnya. Ia mendapatkan KTP yeoja itu dan mengetahui namanya. Sialnya, saat pihak klinik menanyakan statusnya, ia harus menjawab dengan status kerabat dekat, jika tidak, yeoja itu akan sulit mendapat penanganan lantaran tidak ada yang bertanggung jawab. Dengan segenap keberaniannya, Kyuhyun menyebutkan dirinya sebagai namjachingu yeoja itu. Ia sempat merutuki ceplosan bibirnya, kenapa bukan sebagai ‘oppa’nya saja?

“Sooyoung? Namaku?” tanya Soo sambil menunjuk dirinya dan menatap bingung kearah Kyuhyun, Taeyon, dan perawat yang mengikuti tugas Taeyon. Mereka serempak mengangguk ragu. “Choi Sooyoung? Aku adalah korban tabrak lari yang ditolong oleh namjachinguku?” tanyanya lagi. Kali ini hanya Taeyon dan asistennya saja yang mengangguk. Sedangkan Kyu hanya menunduk malu.

“Ne, Sooyoung-ssi. Kyuhyun adalah namjachingumu. Apa kau melupakannya?” tanya Taeyon yang membuat Soo memalingkan wajah untuk menatap namja yang Taeyon maksud. Kyuhyun menerima tatapan bingung Soo dengan wajah memerah dan penuh kekhawatiran.

“Nae namja?” gumam tanya Soo pada dirinya sendiri. Perlahan ia menundukkan kepala untuk mengingat semua yang ia temui pagi ini. Terbangun dirumah sakit, lupa akan kejadian buruk yang ia alami, lupa akan namanya, bahkan ia lupa dengan namjachingunya. Ia menangis.

“Soo, ada apa? Kenapa kau menangis?” tanya Kyuhyun yang langsung panik.

“Lupa, aku lupa semuanya. Aku tidak ingat apa-apa. Aku melupakan segala yang menimpaku, namaku, juga…” ucapan Soo menggantung karena kini ia mulai mengangkat kepala yang tadi ia tundukkan. Ia tatap Kyuhyun yang berdiri dihadapannya. Ia menarik kemeja yang dikenakan Kyuhyun. “Aku juga melupakan namjachinguku… hiks…hiks…” isakannya semakin pecah. Kyuhyun yang sempat tegang saat kemejanya ditarik oleh Sooyoung, akhirnya memberanikan diri mendekati yeoja itu dan merengkuh tubuh kurus didepannya dalam dekapan dadanya.

Sooyoung masih terisak dalam dada bidang Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengelus lembut rambut Sooyoung sembari menatap kearah Taeyon, bermaksud menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. Seakan mengerti ucapan mata Kyuhyun, dengan sigap Taeyon undur diri dan keluar dari ruangan guna mengambil hasil pemeriksaan tadi malam.

###

“Oppa, kau sudah pulang?” tanya Sooyoung sembari bangkit dari sofa dan menghampiri Kyuhyun yang baru datang dari Brain’s House.

Kyuhyun tersenyum menatap Sooyoung yang menyambut kedatangannya, lalu ia mengangguk menjawab pertanyaan Soo. Ini adalah hari keenam ia mendapat sambutan dari seseorang saat ia pulang kerja. Ya, Taeyon menjelaskan pada Kyuhyun bahwa Sooyoung mengalami sedikit luka diotaknya yang mengganggu ingatannya. Intinya, saat ini Sooyoung sedang mengalami amnesia. Tae juga menjelaskan bahwa hal ini tidak bisa ditentukan kepulihannya, tapi saat seperti itu pasti akan datang karena Sooyoung mengalami amnesia biasa, bukan permanent.

Sooyoung segera menggamit lengan Kyuhyun dan mereka berjalan mesra memasuki ruangan. “Apa kau sudah makan malam?” tanya Kyuhyun. Sooyoung melepas tautan lengan mereka dan menatap Kyuhyun. Ia agak cemberut.

“Apa sejahat itu aku padamu, sampai-sampai aku rela makan duluan tanpa dirimu, eoh?” rajuknya yang membuat Kyuhyun tertawa kecil.

“Aigoo… kenapa kau sangat menyayangiku sampai seperti ini, eoh?” tanya Kyuhyun yang sudah merangkul bahu Sooyoung dan berjalan menuju dapur.

“Tentu saja aku menyayangimu, oppa. Kau ini namjachinguku!” Jawab Sooyoung tegas.

Kyuhyun tertegun mendengarnya. Ia menoleh kesamping kanan untuk menatap wajah Sooyoung. Ia merasa senang, namun sakit. Tuhan, bisakah kau singkirkan sesuatu yang membuatku sakit itu? Pikirnya.

“Wae oppa? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Soo yang membalas tatapan sendu Kyuhyun. Mereka masih tetap dalam posisi rangkulan Kyuhyun di bahu Sooyoung.

Tanpa menjawab, Kyuhyun langsung mengecup kuat dahi indah Sooyoung ada didepannya. Beberapa saat kemudian, ia langsung memeluk erat tubuh kurus Sooyoung. “Jangan berkata setegas itu, bodoh!” ucap Kyuhyun ditelinga Soo. Sooyoung tak mengindahkan kalimat singkat Kyuhyun tersebut, melainkan membalas pelukan Kyuhyun lebih erat lagi.

###

Setelah tubuh Sooyoung sehat, meski ingatannya belum kembali, ia merengek pada Kyuhyun agar diajak kemana pun Kyuhyun pergi. Ia bosan diam sendiri di apartmen dari Kyuhyun berangkat hingga malam hari sampai Kyuhyun pulang. Dan itu terus terulang hingga membuatnya tambah kesal. Akhirnya Kyuhyun mengijinkannya.

“Kyu, sudah kau apakan saja gadis itu selama ini? lihatlah, tubuhnya sangat indah, bukan?” bisik Hyukjae, tetangga Kyuhyun yang tinggal di apartment lantai dua, salah satu partner Kyuhyun tertua dan termesum.

Ctakk!!

“YA! appo Kyu! Kau pikir tanganmu itu kapas yang tidak akan terasa sakit jika digunakan untuk memukul kepala orang, eoh?” omel Hyukjae.

“Kau sendiri yang membuat tanganku terbang kekepalamu. Sekali lagi kau berpikir mesum tentang kami, kupecat kau, Lee Hyukjae!!” tegas Kyuhyun keras penuh kegeraman. Tentu saja yang lainnya tidak akan tahu karena kedua manusia ini sedang berada di dalam ruangan Kyuhyun.

“Ya~ kalau kau pecat aku, dimana lagi aku harus kerja? Kau tahu, aku tidak akan mau bekerja ditempat lain kalau bukan bekerja sebagai pembicara kocak nan handal?” racau Hyuk.

Ya, Hyukjae bekerja sebagai promotor Brain’s House yang berhasil menarik banyak peminat siswa untuk bergabung di lembaga yang Kyuhyun bangun. Benar, Hyuk memang pandai mempromosikan sesuatu. Itulah alasan mengapa Kyuhyun mengajaknya bergabung. Berkat adanya Hyuk, jumlah siswa yang semula hanya puluhan, kini bertambah menjadi ratusan. Ini juga berkat salah satu siswa berprestasi yang di hendle oleh Sooyoung.

Kyuhyun tersenyum memandang cara Sooyoung yang membimbing anak didik di lembaganya. Yeoja itu terlihat sangat anggun dan keibuan. Beda sekali jika saat di apartment, ia akan berubah manja dan menggemaskan.

“Ahh sudahlah. Lebih baik kudatangi saja Barbie Syoo-ku, daripada namjanya hanya memandanginya terus.” Sindir Hyuk sambil berjalan keluar.

Sebelum benar-benar keluar, Kyu mengancamnya, “YA, Lee Hyukjae! Berani kau menyentuhnya, tidak akan ada gaji untukmu bulan ini, arra?!”

###

Cklek!

Kamar Kyuhyun terbuka, membuat sang pemilik pun menengok kearah pintu. Kyuhyun yang sedang duduk dimeja kerjanya langsung tersenyum saat melihat sosok yeoja semampai berambut panjang yang sudah mengenakan piyama kimono satin berwarna pink dan terlihat sangat manja. Ya, saat ini yeoja itu sedang memamerkan tampang aegyeo-nya di ambang pintu kamar Kyu.

“Oppa, bolehkah aku tidur denganmu?”

Deg!

Kyuhyun mendadak jadi gagap saat mendengar permintaan Sooyoung. Selama tiga minggu mereka tinggal satu atap, baru kali ini ia mendengar permintaan seperti itu dari Sooyoung. Biasanya, yeoja itu hanya meminta ikut mengajar di Brain’s House, minta diajak jalan-jalan, minta ditemani menonto, dan minta dipeluk saat sedang santai. Itu semua hanyalah hal wajar yang masih bisa Kyuhyun terima. Namun, kali ini, permintaan yeoja itu sangat membuat Kyuhyun mati ditempat. Aigoo… dikeseharian yang berjarak normal saja Kyuhyun harus menahan ledakan guncah libidonya agar semua tetap terkendali, bahkan mencium Sooyoung pun ia tak kuasa. Malah Sooyoung lah yang terkadang memberi kecupan singkat dibibirnya. Jelas saja ia kaget dan memilih menjauhkan jarak mereka. Dengarlah apa yang Sooyoung inginkan saat ini, malam ini, dan detik ini, yeoja itu ingin tidur bersama dengan Kyuhyun. Apa yang akan terjadi jika Kyuhyun mengabulkannya? Sungguh, saat ini Kyuhyun sedang dilema.

“Wae oppa? Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak mengijinkanku?” tanya Sooyoung setelah menunggu Kyuhyun yang hanya berdiri dibelakang meja kerja sambil menatapnya.

“Soo, kita belum menikah. Bagaimana mungkin aku mengijinkanmu untuk tidur bersamaku?” jelas Kyuhyun agak geram. Kenapa yeoja ini sangat polos?

“Aigoo… oppa-ah…” rajuk Soo sembari berjalan mendekati Kyuhyun dengan tampang manjanya yang sedang memeluk boneka bantal pink besarnya yang ia dapat dari Kyuhyun saat salah satu wali murid Brain’s House memberi hadiah lantaran anaknya meraih nilai tertinggi di ujian akhir. “Aku hanya ingin tidur denganmu. Aku tidak berpikir untuk melakukan apa pun. Aku hanya ingin melihat wajah oppa saat aku membuka mata. Apa tidak boleh?” jelasnya dengan nada kesal dan pipi yang dikembungkan.

Kyuhyun memejamkan matanya kuat-kuat agar bisa mengontrol dirinya. “Huuuh! Baiklah, kau tidur saja. Oppa akan menyelesaikan pemeriksaan tugas sedikit lagi, hn” kata Kyuhyun yang sudah menangkup kedua sisi lengan Sooyoung.

Sooyoung tersenyum, ia langsung mengecup pipi Kyuhyun senang. “Baiklah. Aku akan membantumu menyelesaikannya, oppa…” ucapnya. Sooyoung langsung beralih kesekitar ruangan, mencari kursi, atau sesuatu yang bisa ia gunakan untuk duduk.

“Soo-ah, ini sudah malam. Lihatlah, sudah jam sebelas. Kau harus istirahat.”

“Ya, aku akan istirahat bersamaan denganmu.”

Kyuhyun benar-benar habis akal dibuatnya. Akhirnya mereka mengerjakan pekerjaan Kyuhyun bersama-sama sampai selesai.

“Assssaaa… akhirnya. we are done it well oppa…” ucap Sooyoung senang. “Kajja oppa! Aku benar-benar mengantuk!” tambahnya sambil menarik paksa lengan Kyuhyun.
Mereka berdua sudah ada diatas ranjang Kyuhyun. Awalnya, Kyu mengambil posisi berjauhan, tapi Sooyoung menariknya untuk mendekat. Sooyoung melingkarkan tangannya di pinggang Kyu, tapi Kyu hanya mematung menanggapi semua sikap manja Sooyoung yang ditakutinya. Kyuhyun takut tidak bisa menahan diri. Ia takut menyakiti yeoja yang sangat ia cintai itu.

Sooyoung menarik tangan Kyu untuk melingkari pinggang rampingnya. “Oppa… jangan tegang seperti ini. Kau tahu, ini sangat nyaman untukku.” Ujar Soo.

Kyuhyun tersihir oleh tatapan dan kata-kata yeojanya. Ia berani menarik erat tubuh Sooyoung kedalam dekapannya. Hal itu membuat Sooyoung tersenyum senang dihadapannya.

Tangan kanan Sooyoung menangkup pipi kiri Kyuhyun karena posisi mereka saat ini adalah tidur berhadapan. Dielusnya pipi Kyuhyun yang agak berjerawat itu dengan lembut. “Ini akibatnya kau membenci sayuran, oppa.” Ujarnya pada bintik jerawat Kyuhyun.

Setelah jerawat Kyuhyun, jemarinya naik menuju pelipis mata Kyu yang agak gelap dan berkerut. “Oppa, apa kau tahu, matamu sangat buram dan berkerut, padahal umurmu masih dua puluh delapan tahun. Ini semua karena kau tidak pernah istirahat dengan benar. Sekalinya ada waktu luang, kau pasti habiskan didepan layar PSP-mu. Sekali-kali, abaikanlah starcraft-mu itu oppa… perhatianmu itu lebih baik kau berikan untuk dirimu sendiri.” jelas Soo panjang-pendek dengan nada yang sangat lembut. Tatapan matanya selalu mengikuti gerakan tangannya. Tentu saja hal itu membuat ia tak mengetahui bahwa Kyuhyun menatap wajahnya tanpa kedipan sekali pun. Kyuhyun terhanyut dalam perhatian yang tak pernah ia rasakan, kini Sooyoung berikan.

“Oppa…” sapa pelan Soo yang kini mendiamkan telapak tangannya dilekukan leher Kyu. Kepalanya menunduk, tak berani menatap mata Kyuhyun.

“Hmm…?” gumam Kyu menjawab sapaan Sooyoung. Hal ini membuat Soo berani mendongakkan kepala kembali dan menatap mata Kyu.

“Mianh aku melupakanmu…” Kyuhyun agak menegang mendengarnya. “Sungguh, aku tak pernah menginginkan hal itu. Aku pasti bodoh jika menginginkannya-“ tangan Soo mulai bergerak lagi menyusuri setiap inci wajah Kyu. “Tapi percayalah oppa, hatiku tidak melupakanmu. Hatiku masih ingat yang kurasakan setiap aku bersamamu.” Ucapan Soo kali ini berhasil membuat mata Kyuhyun berkristal. “Aku memang belum bisa mengingat kenangan kita yang lalu, tapi aku yakin, pasti sangat indah karena saat sekarang pun aku merasa sangat bahagia bersamamu, oppa.” Tes… kali ini satu tetes mulai terjun dari pelupuk mata Kyu. Dengan sigap Soo mengusapnya sambil tersenyum.

“Jangan nangis oppa. Aku sedang tidak berkeluh kesah tentang hal yang menyedihkan.” Kyuhyun tak berniat melonggarkan lingkaran tangannya di pinggang Soo dan juga tak ingin membalas semua perkataan Soo. Ia ingin membiarkan Soo berbicara.

“Aku juga lupa kapan kita memulai hubungan manis ini, sudah berapa lama, bagaimana awal kisah kita, dan apa-apa yang kau suka, aku belum bisa mengingatnya, oppa. Mianhae…” lirih Soo yang disusul dengan genangan air matanya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya beberapa kali.

Kyuhyun menarik tengkuk Sooyoung agar wajah mereka semakin dekat. Dikecupnya kedua pelipis sooyoung agak lama agar air mata yang keluar tidak semakin berlanjut. Matanya pun kian terpejam.

“Aku akan berusaha mengingat kembali kenangan kita, aku janji.” Ucap Soo lagi yang mengundang isakan Kyuhyun yang kian pecah sepertinya.

“Gwenchana chagie~. Jangan lakukan hal itu, karena bisa membuatmu sakit.” Ucap Kyu sbelum ia menjauhkan wajahnya dari Sooyoung agar dapat menilik wajah yeoja itu

“Oppa, kau mencintaiku, bukan?” Kyuhyun mengangguk cepat setelah mendengar pertanyaan itu. “Lalu, mengapa kau tidak pernah mengatakan ‘sarangh’ padaku? Kau juga tidak pernah menciumku. Apa sebelumnya, memang aku yang selalu agresif? Katakanlah padaku, apa yang kukatakan itu benar?” tambah Soo.

Mata Kyuhyun kian memburam. Ia pejamkan kedua matanya dan benar saja buliran kristal bening langsung mengalir deras dari sana. Dengan sigap Sooyoung mengusap cairan itu.

“Jika menciummu, aku takut membuatmu menyesal dan membenciku. Kau tahu, kau paling tidak suka dengan namja mesum? Maka dari itu, aku tidak mau melakukannya.” jelas Kyuhyun. Tentu saja ia berbohong tentang hal itu.

“Benarkah?” Kyuhyun mengangguk lemah. “Kalau saat ini aku memintamu melakukannya, apa kau mau?” Kyuhyun terdiam tak menjawab. Ia sedang berpikir tentang kelancangan dan dosanya selama ini yang memanfaatkan kepolosan yeoja lupa ingatan seperti Sooyoung.

“Anni. Aku tidak akan melakukannya Soo. Tunggulah sampai waktunya tepat.” Ucap Kyu seraya menarik wajah Soo kedalam dadanya. Ia tak sanggup lagi memandang gadis itu. “Aku sangat menyayangimu Soo, rasanya mau mati saja menahan semua keinginanku yang sebenarnya. Aku ingin kita melakukannya di waktu yang tepat. Suatu hari nanti kau akan mengerti maksud kalimatku.”

“Oppa, aku sangat mencintaimu.” Gumam Soo yang sudah membalas erat pelukan Kyuhyun.

“Saranghae Choi Sooyoung, na do saranghae…” balas Kyu.

Akhirnya mereka terlelap setelah mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.

###

“Sooyoungie!”

Sapaan itu membuat Sooyoung berbalik badan. Ia melihat beberapa orang berlari menghampirinya. Siapa mereka? pikirnya.

“Soo-ah…” ucap seorang wanita paruh baya yang langsung memeluk Sooyoung. “Kau kemana saja? Kenapa tidak menghubungi rumah? Ini sudah bulan kedua kami mencarimu, nak.” Jelas Nyonya Choi setelah melepaskan pelukannya.

“Maaf, anda siapa?” tanya Sooyoung.

“Ada apa denganmu Soo? Dia eommamu. Apa kau melupakan appa juga?” tanya seorang leleki berusia lima puluh tahunan.

Sooyoung hanya menatap bingung orang-orang didepannya.

“Soo, apa yang terjadi padamu? Jangan bilang kau melupakan eonnimu ini?”
Sooyoung terdiam. Ia terbayang sesuatu yang masih samar. Semakin ia berusaha memahami bayangan itu, kepalanya semakin terasa sakit.

###

“Ada apa dengan kondisi tubuhmu, Kyu? Kenapa jadi tidak stabil begini? Apa kau merindukan yeojamu?” tanya dokter Tae.

“Ne, sejak kemarin aku mencarinya, tapi tidak jua kutemukan.” Jawab Kyuhyun lemas.

“Mwo? Mencarinya? Bukankah Sooyoung sudah dibawa pulang oleh keluarganya?”

Mendengar hal itu, mata Kyuhyun melebar. “Mworago? Pulang dengan keluarganya?”

Taeyon mengangguk. “Jangan bilang kau tidak tahu kalau ingatannya sudah kembali?”

Kyuhyun semakin tercengang. “B… be… benarkah?”

###

Beberapa hari setelah menghilangnya Sooyoung, keadaan Kyuhyun semakin memburuk. Sampai akhirnya ia menceritakan semua kejadian yang sebenarnya pada teman-temannya di Brain’s House, juga pada Taeyon, dokter muda yang menangani Sooyoung. Mereka semua tidak menyangka akan kejadian yang sebenarnya itu dan hanya bisa mensupport Kyuhyun untuk bangkit kembali.

Flashback end

***

“Ada apa denganmu, Soo?” tanya Jessica saat mendapati sahabatnya itu termenung menatap beberapa gaun pengantin didepannya.

“Jess, aku masih merasakan kehampaan itu.” Lirih Sooyoung.
“Soo, lupakanlah itu semua! Kau tahu, itu semua sudah berlalu. Satu setengah tahun yang lalu, jadi lebih baik kau tatap masa indahmu didepan, Soo” jelas Jessica yang mencoba memperingatkan Sooyoung. Ia tahu sekali keadaan sahabatnya itu. Padahal sudah berlalu, tapi sahabatnya satu ini tetap saja bersedih jika mengingat hal itu.

“Aku ingin kembali ke Busan, tempat dimana aku hidup selama lupa ingatan. Entah mengapa, aku merasa ada sesuatu yang sudah kutinggalkan disana.” Lirih Soo yang mulai terisak.

Donghae yang melihat yeoja yang ia sayang menangis segera mengulurkan tangan kekarnya untuk memeluk Sooyoung. “Uljimara Youngie-ah… kau harus bisa melawan semuanya, semua yang mengganggu pikiranmu. Setelah acara pernikahan nanti, kau boleh berlibur ke Busan. Carilah hal yang kau tinggalkan disana.” Ucapnya.

Jessica hanya bisa mengelus lembut punggung Sooyoung, bermaksud memberikan ketenangan. Ia tak ingin dihari yang berbahagia, Sooyoung, sahabat yang dicintainya itu malah menangis.

***

Sooyoung’s POV

Setelah kejadian satu setengah tahun lalu, saat aku terbangun disebuah klinik dan melihat keluargaku berkumpul disana, sejak itu juga aku meninggalkan Busan. Kata eomma, aku menghilang selama dua bulan. Sojin eonni bilang, saat itu aku pergi ke Busan untuk liburan. Mencari udara segar agar tidak stress lantaran menemukan Changmin Oppa selingkuh dengan yeoja lain. Keluargaku selalu menghubungi dan mencariku selama dua bulan. Walau akhirnya aku ditemukan, tapi tetap saja aku tak percaya jika ternyata sebelumnya aku mengalami amnesia. Tanpa ingat apapun lagi, aku langsung mengikuti keluargaku pulang ke Seoul.

Selama diperjalanan, aku selalu memeluk eomma. Rindu, tentu saja aku merindukannya. namun, saat tiba dirumah, perlahan, sedikit demi sedikit, aku merasakan sesuatu yang hampa di hatiku. Entahlah, padahal posisi kamarku tetap sama, tapi hati dan logikaku tetap tak menerima semua yang kulihat. Ada satu hal yang belum aku lihat, tapi setelah kuingat kembali semua barang berhargaku, aku menemukannya. Tidak ada satu pun yang hilang. Aku juga tidak tahu apa sebenarnya yang kutinggalkan di Busan saat itu. Yang jelas, sampai sekarang aku tetap merasa kosong. Beberapa kali kucoba kembali ke Busan, tapi sayangnya ada saja halangan yang melarangku. Minggu lalu juga aku hendak pergi kesana, lagi-lagi halangan menghujam rencanaku. Jessica dan Donghae-oppa akan menikah. Bodoh jika aku meninggalkan mereka dihari yang membahagiakan itu. Hari pernikahan sahabatku, Jessica dengan kakak sepupuku tersayang, Donghae-oppa.

Maka, disinilah aku berada. Di acara pesta pernikahan mereka berdua. Memakai dress panjang tak berlengan berwarna emas. Jessica yang memilihkannya untukku. Katanya, aku sangat cocok menggunakan dress yang mengekspose dada atasku dan menggambarkan lekuk tubuhku yang jenjang. Apapun alasannya, jika Jessica yang memerintahku memakainya, maka aku harus memakainya. Ini hari yang membahagiankan untuknya, bukan?

Aku lihat Donghae-oppa sedang menyambut tamu. Seorang namja berjas hitam dan bertubuh tinggi. Mungkin lebih tinggi dariku. Ia adalah tamu pertama yang hadir. Wow, sebegitu semangatnya kah dirinya, hingga menjadi tamu pertama yang hadir?

“Soo, kau begitu pantas dan cantik menggunakan gaun ini. aku tidak salah pilih, bukan?”

Aku menatap wajah Jessica sekilas dan tersenyum, lalu memperhatikan gaun yang kukenakan agar ia merasa lebih senang. “Eoh, aku sangat suka memakainya. Gomawo chagie~…” ucapku yang membuatnya terkekeh.

“Aku akan memoles wajahku sekali lagi setelah para tamu akan datang satu jam lagi. Jadi, kau ikut saja denganku, ne? aku yakin, sebentar lagi make up tipis yang kau pakai itu sudah hilang saat acara tiba.” Ungkapnya.

“Ya! aku tidak suka ber make-up sepertimu, Jess… biarkan saja. Aku hanya perlu ke toilet dan memoleh wajahku dengan bedak tipis. Kau tidak perlu mengajakku berpayas denganmu.”

Saking keasyikan mengobrol dengan Jessica, aku melupakan tamu pertama Donghae-oppa yang berhasil menarik perhatianku tadi. Sampai akhirnya aku berbalik karena mendengar seseorang memanggil namaku.

“Soo, kenalkan temanku SMA dulu. Cho Kyuhyun!”

Kata Donghae-oppa yang membuatku sedikit berdesir mendengar nama namja itu. Oh Tuhan, ada apa denganku ini? tidak mungkin kan aku mengalami love at the firs sight dengan teman Donghae-oppa ini?

Hei boy, kenapa pula kau menatapku seperti itu? Apakah aku pernah mencuri barangmu, sehingga kau menatapku penuh kecurigaan?

“Choi Sooyoung…” gumamnya, menyapaku.

Deg!

_TBC_

Eotte?
Apa alurnya terlalu aneh? Atau terlalu cepat?
Ahh… kuharap tidak.
Mianh jika xan merasa aneh karena ide ini datang tiba-tiba saat aku susah tidur tadi malam.
Mohon RCL-nya…😀
Gomawo ^,^

96 thoughts on “TWOSHOT – BECAUSE I FEEL YOU [1st]

  1. seruuu thor
    kyu ketemu lagi sama soo, gmna nntinya reaksi soo ya ? apakah masih inget sama kyu ?
    ditunggu kelanjutannya ya😀

  2. wuaaa.. akhrnya mreka d pertmukan jg.. takdir tuh..😀
    sempet sedih td soale aku kira yg mau nikah itu soo eh trnyta bukan..
    daebak thor.. feelnya dapet..
    laaanjuuuttt…🙂

  3. 0mg thor ff buatan mu bnget2 duebbak super full. Gk tw ak suka bnget sma kryamu. Kek ny d tiap crta mu it bner2 full m0ment kyuyoung yg to twitt bnget. . .
    As ny dong thor. . .

  4. Cerita bagus kok thor tapi ada yg aku bingungin, soo ingatannya udah kembali tapi kenapa dia malah melupakan kyu? Bukannya kalo amnesia ingatan setelah sakit masih diingat ? kan yg dilupakan itu ingatan sebelum terjadinya amnesia ?

    • tapi terkadang ada juga yg akhirnya sprt soo eon itu.
      kan sudah di jelaskan oleh dr.Taeyon bahwa terkadang ada juga yg sprt itu.
      hehe, author sih kurang paham masalah sprt itu jika harus di jelaskan secara totally,
      tapi pernah baca novel yang konflik penyakitnya sprt itu.
      .
      nice comment, gomawo..🙂

  5. keren banget beneran dehhh
    feelnya mbaakk dapet banget
    karakter kyuyoungnya aku suka banget thor. kyu gagah keren dewasa romantis tp tetep imut. sooyoung imut dewasa lucu dan kesan anggun keibuan jg ada. trus bahasanya jg aduuhhh keren bangett
    sumpah deh bahasanya ga abal abalan. soalnya kan skrng banyak gitu pengen nulis ff tp tulisan bahasanya ga bagus. kalo authorr beda jauh keren bangett bangett. maaf jd panjang gini. next thor.

  6. Sumpah mere….
    Walaupun alur yg sepertiini sering terjadi di tv tv indonesia, tapi kok masihh segar skali rasanya kalau yg jdi pemerannya kyuyoung😀

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s