ONESHOT – STORY IN MARRY

sim3

Tittle : Story in marry
Length : oneshoot
Rated : 17+
Genre : Comedy Romance,married life, sweet, a little hurt
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung
Author : Fatminho
Disclaimer :
This Plot is Main. Just feedback or give some comments without
bashing, and NOT FOR PLAGIATORS!

NOTE :
anyeong – anyeong reader_deul … author datang dengan membawa FF ONESHOT . haha… pada penasaran ya sama kelanjutan Because I Feel You 2? atau kelanjutan FF series I’m Back to Love You?
ahh… tenang saja. semua sudah q siapkan plotnya. tinggal tunggu waktu yang pas untuk menjabarkan dan nge-post secepatnya.
Harap dimaklum ya. Dan aq harap kalian tetap setia menunggu.
Jadi utk sementara… aq akan hibur reader_deul dengan FF ONESHOT dulu. oke..
Gomawo semuanya….😀

– Happy Reading – 

***

Sooyoung sedang memakan roti strawberry paginya dengan wajah menyeramkan di pagi yang cerah ini. Bukan… bukan wajah seorang yang sedang marah atau sedang kesal, melainkan wajah datar tanpa ekspresi. Mungkin, akan lebih indah ketika ia sedang kesal atau sedang marah sekali pun, tidak untuk ekspresi datar yang terkesan cuek dan tidak peduli. Tentu saja hal tersebut berhasil mengganggu hati dan pikiran Kyuhyun yang kini sedang berdiri di ambang dinding menuju ruang makan setelah menghentikan langkah yang hendak beranjak ke ruangan itu.

Biasanya, saat membaca beberapa berkas atau proposal bisnisnya, Sooyoung akan bersenandung pelan sambil mengunyah gigitan rotinya. Itu akan terkesan imut dan menggemaskan. Bukan seperti saat ini, gadis itu hanya membolak-balikkan halaman proposalnya sambil mengunyah roti secara pelan. Ditambah lagi dengan wajah datar yang menambah kesan tegang, dingin, dan tentu saja menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya.

Kyuhyun yang dasarnya berkepribadian jahil, seketika menyunggingkan senyum evil di ujung bibirnya. Ia segera meletakkan kembali tas kerja yang sudah ia jinjing ke atas sofa. Sungguh, ia sudah tidak sabar melakukan rencana jahilnya. Ia menarik kasar dasi yang sudah terpasang rapi di kerah kemejanya sambil berjalan tenang menghampiri Sooyoung.

Sesampainya dihadapan Sooyoung, Kyuhyun langsung duduk di kursi kosong, di sebelah gadis itu. Sooyoung tak menghiraukan kedatangannya, “Soo, bisakah kau memakaikan dasi untukku? Kau lihat, dasiku sangat berantakan?” ucap Kyuhyun yang masih setia menatap pipi bulat gadis di depannya karena gadis itu tak kunjung berbalik menghadapnya.

Sooyoung yang memang sedang tidak memiliki mood baik pun hanya tetap menaungi kegiatan paginya sebelum berangkat ke kantornya. Tanpa menoleh kearah Kyuhyun disampingnya, ia menjawab, “Janganlah memakainya jika kau tak dapat memasangnya!” suaranya dingin dan tatapan datar yang tertuju pada proposal ditangannya itu pun berhasil membuat jantung Kyuhyun nyaris merosot.

“Tapi hari ini aku ada meeting Soo, tidak bisakah aku meminta bantuanmu kali ini saja? Jebal… pasangkan dasi ini untukku…” Kyuhyun terus memohon.

Tanpa menjawab permohonan Kyuhyun, dengan cepat Sooyoung berdiri dan merapikan semua berkas-berkas yang hendak ia presentasikan di sebuah kantor fashion style bagian marketing untuk menawarkan semua produk yang ia ciptakan. Ia memasukkan semua berkas itu pada tas kerjanya yang ada di samping. Kyuhyun tersenyum melihatnya, ia merasa setelah semua urusan Sooyoung selesai, gadis itu akan segera meraih kerahnya dan merapikan dasi yang tergantung disana. Namun, apa yang ia harapkan langsung runtuh ketika ia melihat Sooyoung meraih tas kerja dan menyampirkan di lengan kiri. “Miah, aku sedang tidak ada waktu. Aku berangkat sekarang.” Ucap Sooyoung seraya berjalan meninggalkan Kyuhyun.

“Ada apa dengannya kali ini?” gumam Kyuhyun sambil menatap sosok gadis semampai itu sampai keluar apartment.

Semua sikap aneh Sooyoung yang sangat mengejutkan Kyuhyun pagi ini dikarenakan rencananya untuk menjaga jarak dari Kyuhyun. Mengapa demikian?

Ini berawal dari perjanjian bodoh yang sudah disepakati dua koma lima bulan yang lalu. ‘Umur pernikahan hanya sampai Kyuhyun-junior hadir di dunia. Setelah itu, kehidupan masing-masing akan kembali seperti semula’.

Ya, Kyuhyun dan Sooyoung sudah resmi menjadi sepasang suami-istri dua setengah bulan yang lalu. Itu semua berkat usaha pemaksaan yang dilakukan oleh Nyonya Cho, yang tidak lain-tidak bukan, eomma kandung Kyuhyun, wanita paruh baya yang sangat fashionable dan gila harta juga kedudukan.

Flashback

“Choi Sooyoung-ssi, bisakah kau melunasi semua dana yang kau pinjam padaku untuk butik kecilmu itu?”

Sooyoung menatap bingung wanita paruh baya didepannya. Memang, ia akui bahwa hutangnya masih tersisa setengah dari jumlah awal, jumlah yang tidak sedikit, pun belum termasuk bunga pinjamnya. Namun, bukankah tempo pembayarannya masih tiga bulan lagi? Itulah yang sedari tadi membuat Sooyoung bingung.

“Jeosonghaeyo Cho-sajagnim, bukankah waktu pelunasannya tiga bulan lagi?” tanya Soo dengan suara yang sedikit bergetar. Jelas saja ini semua membuatnya takut, seratus lima puluh juta won, tidakkah itu jumlah yang sangat tidak sedikit? Darimana ia akan mendapatkannya? Bahkan pendapatan butiknya masih tergolong rendah. Wajar saja karena butiknya baru resmi dibuka dua minggu yang lalu.

“Geurey, itu semua benar. Geunde… tidak ada larangan untuk saya merubah segala tuntutan waktu piutang yang saya miliki.” Kini Nyonya Cho berdiri dari duduknya dan berjalan seduktif kearah Sooyoung. Belum Sooyoung angkat bicara, ia berucap kembali. “Kau tahu apa maksudku menagih hutangmu?” Sooyoung menggeleng dan dibalas seringaian sinis, “Karena saya ingin memberi penawaran yang lebih spektakuler untukmu, Choi Sooyoung-ssi!”

“Maksud anda?”

“Ada hal yang ingin aku tawarkan padamu. Jika kau menerima tawaranku, maka hutangmu akan kuputihkan.” Sooyoung sedikit ternganga mendengar hal ini, “Bukan hanya hal itu, aku juga akan memberikanmu dana untuk membangun dan membesarkan butikmu.” Kali ini Sooyoung mengerutkan kening. Tidakkah itu semua berlebihan?

“Saya tidak mengerti dengan semua tawaran yang anda berikan-“

“Menikahlah dengan putraku, Choi Sooyoung-ssi!”

Tercengang. Hanya itu yang bisa dirasakan oleh tubuh Sooyoung. Menikah dengan putranya?

“Nde?” tanya Soo yang semakin tidak mengerti dengan semua ini.

“Menikahlah dengan putraku. Berilah aku seorang cucu. Setelah itu, aku akan melunasi semua hutangmu dan memberimu dana sebanyak yang kau inginkan. Lalu, kau boleh pergi meninggalkan cucuku pada anakku.”

“Nde?” sungguh, Sooyoung sama sekali tidak mengerti dengan semuanya. Yang ia tahu, saat mendengar rentetan kalimat tadi, dada dan jantungnya terasa sedang diremas kuat. Sakit dan sesak.

“Intinya, aku ingin menyewa rahimmu untuk mengandung cucuku. Setelah anak itu lahir, maka hutangmu akan kuputihkan, juga akan memberikanmu dana sebanyak apapun.!” Jelasnya. Kini bukan hanya dada dan jantungnya saja terasa sakit, Sooyoung juga merasakan kepalanya dihantam beton besar. Ia ingin menyela untuk menolak, tapi lagi-lagi ia terlambat. Nyonya Cho sudah melanjutkan, “Jika kau menolak, maka seluruh asetmu akan kutahan. Ingat Choi Sooyoung, seluruh kunci kehidupanmu ada di tanganku!”

###

Akhirnya Kyuhyun dan Sooyoung menikah. Setelah acara pernikahan, mereka langsung tinggal di apartment Kyuhyun yang sudah disiapkan oleh Nyonya Cho. Hanya ada keluarga Kyuhyun di acara pernikahan tersebut. Tidak ada satu pun pihak luar yang tahu kecuali kerabat terdekat. Hal ini sempat ditegur oleh Tuan Cho, appa Kyuhyun, tapi Nyonya Cho mengatakan, undangan mewah untuk para kolega besar bisa dilakukan saat resepsi pernikahan. Sayangnya, resepsi itu tidak akan pernah terwujud. Mungkin, akan terlupakan. Begitu benak Nyonya Cho.

Kyuhyun memandang wajah istrinya yang sedang melepas beberapa perhiasan di meja rias, lekat. Ia tersenyum tipis mengagumi keindahan wanita didepannya. Jujur, baru kali ini ia menerima tawaran aneh dari sang eomma. Bagaimana bisa eommanya membuat
rencana konyol seperti ini. Kyuhyun harus menikah dan memiliki seorang anak agar nama Kyuhyun di daftar pernama penerima hak waris keluarga Cho tidak jatuh pada saudara tirinya, Cho Wu Fan, anak laki-laki dari istri pertama ayahnya. Setelah anak itu lahir ia harus bercerai.

Kini Kyuhyun tersenyum sinis menatap Sooyoung. Ia berjalan menghampiri gadis asing yang berhasil ia persunting beberapa jam lalu.

Sooyoung’s POV

Aku sedang berdiri didepan meja rias untuk membersihkan sisa make-up yang tertempel diwajahku. Hari ini adalah hari pernikahanku. Menikah? Aku sudah menikah? Nikah kontrak, ah, anni, lebih tepatnya ini adalah event penyewaan rahimku. Ya Tuhan, andai aku punya pilihan lain selain menerimanya, kupastikan akan menghentikan semua rencana Nyonya besar Cho itu. Apa yang harus kujelaskan pada eomma dan appa jika mereka mengetahui statusku? Inikah tujuanmu pindah ke Seoul dan hidup mandiri, Soo? Mungkin itu yang akan ditanyakan mereka kelak. Padahal aku bertekat untuk mencari kesuksesan dengan usahaku sendiri. Aku rela pergi dari Tokyo dan meninggalkan semuanya untuk memulai hidup mandiri di Seoul dengan janji sukses mandiriku pada mereka semua. Geunde, apa yang aku lakukan saat ini.

Tubuhku tegang saat merasakan sepasang tangan kekar melingkar dari pinggang hingga perutku. Bukan hanya itu, saat ini, punggungku terasa dihangatkan oleh sebuah sandaran yang terasa bidang. Mataku mulai menatap khawatir kepala pria yang berbuat ini padaku dari arah cermin datar didepanku. Ia menenggelamkan wajahnya di sisi belikatku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Haruskah aku melakukan first night malam ini?

Lama Kyuhyun, pria yang menikahiku, membiarkan posisi kami. Aku akui, perlahan, aku merasakan sebuah kehangatan yang sangat nyaman. Tuhan, bagaimana bisa aku merasakannya? Mengapa aku bisa berdebar-debar dengan semua ini? bukankah ini hanya sebuah kamuflase? Cepat atau lambat, aku kan kembali pada diriku semula.

Kurasakan hembusan nafas panasnya saat ia mendesah dan berbisik, “Sekarang, apa tubuhmu sudah bisa mengenali tubuhku?” aku tidak menjawab. Apa maksudnya mengenali tubuhnya? Apa karena dekapan hangat yang ia berikan saat ini?

“Ahhk..!” pekikku kacau saat ia mulai mengecup kuat kulit di bahuku yang memang tidak tertutup.

“Wae? Kenapa sekaget itu?” tanyanya disela kegiatannya.

“Akkhh… Kyyuuuhhhg…” Gila! Kenapa aku mendesah seperti itu?! Bodoh kau Sooyoung! Ini semua karena kecupannya sudah mendarat di leherku. Jangankan dikecup, disentuh saja, aku sudah kegelian. Leher adalah titik kelemahanku.

“Apakah ini lebih nikmat dibandingkan yang sebelumnya?” tanyanya yang membuatku membuka mata yang sempat kupejamkan untuk menahan getaran dahsyat tadi. Kutatap mata Kyuhyun melalui cermin datar didepanku. Ia menyeringai evil.

“Maksudmu?” tanyaku. Ia terkekeh meremehkan pertanyaanku.

“Aku yakin, wanita bayaran sepertimu sudah sering melakukan semua ini, kan?”

Tanpa basa-basi, kuhentakkan tangannya yang melingkari tubuhku dengan paksa. Aku membalik tubuhku dan menamparnya.

PLAK!

“Maaf aku menamparmu. Aku tidak terima kau mengataiku sebagai wanita bayaran, ARRASEO??!!” Jerit histerisku.

Kudapati kedua matanya membesar dengan tangan yang masih menempel di pipinya. Aku sudah tidak sabar. Kenapa sih Tuhan membiarkanku bertemu dan bermasalah dengan dua orang sombong yang pemaksa seperti ibu dan anak ini?

Sekarang kurasakan air mataku menggenang dipelupuk mata. Mungkin saat kukedipkan satu kali saja mereka akan runtuh ke wajahku.

“Mwoya igeo?! Apa yang kau lakukan, hah? Berani-beraninya kau menamparku? Apa yang salah dari ucapanku itu, Nona Choi? Wanita bayaran? Memang benar bukan?” balasnya dnegan nada tajam dan penuh sindiran.

Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Eomma… appa… mianhe… aku melanggar janji. Doakanlah putri kalian ini selalu.

Kutatap lekat mata namja evil didepanku. “GUREY! KAU BENAR TUAN CHO!” ucapku penuh penekanan sambil menggemal kuat kedua telapak tanganku yang terkulai kebawah. “Aku memang wanita bayaran. Silahkan lakukan apapun yang kau mau!” tambahku sambil berjalan menuju ranjang super lebar yang sudah tersedia dikamar kami. Kurebahkan tubuhku disana dan menatap matanya yang masih saja ada ditempat. “Lakukan! Lakukan apa yang kau mau! Ibumu sudah membayarku, jadi lakukanlah! Aku memang wanita bayaran!”

Sooyoung’s POV end

Kyuhyun segera mendatangi Sooyoung dan langsung menindih gadis itu. Saat ia hendak meraup bibir Sooyoung, kedua tangannya mencengkram pergelangan tangan Sooyoung kuat-kuat. Ia menatap tajam kedua mata Sooyoung yang sudah basah. “KENAPA KAU MENANGIS, HAH???!!!” jeritnya. “KALAU MEMANG KAU WANITA BAYARAN, KENAPA KAU HARUS NANGIS??!! KENAPA??!!” kini mata Kyuhyun ikut memanas hendak mengeluarkan air.

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Sooyoung selain isakan tangisnya. Karena tidak sabar, Kyuhyun segera bangkit dan menggendong tubuh kurus Sooyoung ala bridal dan membawanya ke kamar sebelah. Dihempaskannya tubuh kurus itu di ranjang yang ada disana. Tanpa melihat Sooyoung, Kyuhyun berkata, “Terserah kau jika kau wanita bayaran, tapi aku tetap tidak mau tidur dengan wanita yang tidak menginginkanku, wanita yang tidak mencintaiku, wanita yang tidak aku inginkan dan wanita yang tidak aku cintai. Kau tau, kenapa aku begitu? Karena aku BUKAN LELAKI MURAHAN!!!” kemudian Kyuhyun keluar kamar dan kembali ke kamarnya.

Walau masih sedih dan sakit, Sooyoung segera bangkit dan merapikan dirinya. Ia mengganti baju pengantin itu dengan piyama kimono. Sooyoung keluar dan memilih masuk ke kamar Kyuhyun. Ia tertegun melihat Kyuhyun yang sedang terduduk diujung ranjang dengan kepala yang ditundukkan. Pria itu tampak berantakan dan berlinangkan air. Entah itu keringat atau air mata.

Dengan keberanian yang cukup, Sooyoung berjalan kedepan mendekatinya. Ia berlutut agar bisa melihat wajah Kyuhyun yang masih tertunduk. Kyuhyun mengangkat kepalanya saat melihat ada seseorang didepannya. Ia kaget melihat gadis yang sudah ia bentak, ia maki, ia teriaki tadi kini sedang memandangnya. “Aku sudah dibayar, lakukanlah apa yang seharusnya kau lakukan.” Ucap Sooyoung mantab.

###

Sejak kejadian itu, hubungan Kyuhyun dan Sooyoung semakin klise. Mereka melakukan, tapi tidak dengan cinta. Melainkan dengan nafsu dan rasa amarah didalam diri masing-masing. Akibatnya, setelah malam itu, mereka tidak pernah berbicara atau pun sekadar bertegur sapa. Hubungannya tidak harmonis, bahkan terlihat seperti orang asing. Bukan suami-istri umumnya.

Sudah tujuh hari berlalu, tapi tidak ada pengulangan lagi. Yang ada, Sooyoung merasa tambah lelah dan kesal dengan semua ini. terlebih lagi Kyuhyun, ia hanya diam dan bersikap acuh. Tidak ada lagi Kyuhyun yang ramah dan jail, adanya hanya Kyuhyun yang dingin. Begitu pula Sooyoung.

Mereka juga jarang bertemu. Kadang Sooyoung sudah pergi setelah memasak dan memilih membuat bekal untuk dirinya agar ia bisa sarapan di butik. Namun, ada sedikit perubahan jiwa didiri Sooyoung. Entahlah, ia juga tidak tahu apa yang terjadi.

Saat Sooyoung tidak ada dirumah, maka Kyuhyun mulai beraksi. Ia masuk kekamar Sooyoung dan langsung tidur disana. Dihirupnya aroma khas istrinya tersebut melalui selimut berwarna pink milik Sooyoung. Ia tahu, selimut ini selalu didekap oleh istrinya. Kalau boleh jujur, sebenarnya Kyuhyun sangat merindukan aroma itu, walau hampir setiap hari ia menghirupnya melalui selimut, tapi ada yang kurang. Ia ingat dan membuatnya semakin rindu.

Kyuhyun’s POV

Entah sudah berapa kali aku mengulang melakukan hal bodoh seperti saat ini. Tidur dikamarnya saat ia tidak ada. Semoga ia tidak tahu akan hal bodohku ini. Jujur, aku sangat merindukannya. sejak malam itu, ia selalu menatapku dengan tatapan dingin dan penuh kebencian. Aku juga mencoba bersikap dingin padanya. Aku hanya takut menyapanya dalam kondisi ia yang membenciku. Aku tahu aku sangat salah saat malam itu telah membentaknya. Terlebih lagi, aku menyebutnya sebagai wanita bayaran. Dan apa yang kudapat setelah aku menyebutnya seperti itu? Ya, akulah orang pertama yang mengambil kesuciannya. Itu bukti bahwa Sooyoung bukanlah wanita murahan yang selalu menerima bayaran. Saat itu juga kusadari jika semua ini adalah paksaan eommaku.

Kuhirup aroma ranjang dan selimutnya. Sungguh, ini benar-benar aroma yang sempat kuhirup dalam-dalam saat malam itu. Aroma tubuhnya, sentuhan jemarinya, husapan hangat telapak tangannya, suara desahannya, dan aahh… banyak hal tentangnya yang kurasakan. Sialnya, aku sangat merindukan semua hal tentangnya tersebut.

“Kyuhyun-ssi…”

Samar-samar kudengar suara seseorang memanggilku. Kemudian kurasakan pula sebuah tangan menggoyangkan bahuku. Perlahan kupaksa mataku untuk terbuka.

Deg!

Bodoh! Aku yakin, aku ketiduran sejak siang tadi. Ahkk!!! Michin! Ini semua karena jadwal liburku yang membuatku terlalu hanyut dikamarnya.

“Kenapa tidur dikamarku?” tanya Sooyoung. Ya, hal pertama yang kulihat saat membuka mata adalah wajah Sooyoung. Wajah yang kubayangkan sejak tadi. Wajah yang tak kulihat dipagi hari setelah kejadian itu. Wajah yang aku rindukan. Kugelengkan kepalaku dan menjawab, “Salah kamar. Maaf. Mungkin aku terlalu lelah.” Aku segera bangkit dan hendak melangkah keluar.

Greb!

Pergelangan tanganku dicekal olehnya. Tanpa membalikkan badan, kudengar ia berkata, “Salah kamar. Bahkan sejak aku sempat kembali untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal, aku melihat kau berjalan penuh kesadaran dan masuk kekamarku.”

Kulihat ia berdiri tanpa melepas cekalan tangannya. Ia menatapku dengan wajah yang… basah. Kenapa ia menangis?

“Salah kamar? apa mendekap selimutku sambil memejamkan mata seakan menghirup oksigen yang ada disana, kau lakukan dalam keadaan tidak sadar? Bahkan warna selimut dan ukuran ranjang pun kau tak menyadarinya?” tutur Sooyoung dengan suara bergetar. Tangisannya semakin pecah. “Katakan padaku apa yang sebenarnya membawamu masuk ke kamarku?” tanya Sooyoung ditengah deru isakannya.

Aku segera menghentakkan tanganku hingga terlepas dari cekalannya.
“Ini apartmentku! Jadi, tidak masalah untukku tidur dim… mmfftt.” Suaraku terputuskan oleh bungkaman bibir tipisnya. Sooyoung menciumku? Bukankah ia membenciku?

Bibir Sooyoung sangat lembut menjamah bibir tebalku. Aku sempat menggeram sesaat sebelum akhirnya kubalas kuluman itu. Kupeluk erat tubuhnya. Namun, ia dengan seenaknya melepas tautan kami.

“Aku benar, kau merindukanku, bukan?” ucapnya dengan senyuman tipis. Senyum? Sooyoung tersenyum ramah padaku?

Kutatap dalam-dalam manik matanya. “Apa benar kau merindukan wanita bayaran sepertiku? Apa kau tidak curiga, berapa namja yang pernah kuperlakukan seperti ini? Apa kau berani membummmmfftt….” kini aku yang membungkam mulutnya.

Kulepas tautan lidah kami dan menjauhkan wajahku sedikit agar bisa menatap wajahnya. “Aku tidak peduli kau wanita bayaran atau apa pun. Aku juga tidak peduli siapa yang membayarmu dan berapa banyak bayaran mereka. Yang aku tahu, detik ini juga, aku ingin kau tidak mengabaikanku. Seterusnya harus begitu. Jangan abaikan aku. Pedulilah hanya padaku, sekali pun bayaranku untukmu tidak setinggi bayaran yang lainnya. Karena akulah orang pertama yang memilikimu. Akulah yang berhak memilikimu. Aku suamimu!” selesai berkata langsung kulumat lagi bibirnya yang sangat kurindukan.

“Dan kau harus tahu, kaulah satu-satunya orang yang bayarannya kuterima. No body but you.”

Kyuhyun’s POV end

Untuk kedua kalinya mereka melakukan hubungan intim dengan segalanya yang berbeda. Kali ini mereka melakukannya di kamar Sooyoung, dengan diawali oleh pernyataan cinta secara tidak langsung, tapi melakukan atas dasar saling suka dan saling rindu. Hanya ada tiga kata yang sesekali mereka tegaskan di dalam mereka melakukannya. Mianhae, bogoshipta, dan Saranghae.

###

Hari-hari berikutnya mereka lalui penuh canda dan tawa. Penuh suka cita. Perasaan diantara mereka semakin menyatu. Bahkan tidak jarang salah satu diantara mereka mengucapkan ‘saranghae’. Sikap manja Kyuhyun semakin menjadi setiap ia hendak berangkat ke kantor. Ia akan beralasan tidak bisa berpakaian rapi, atau memasang dasi dengan rapi karena ingin Sooyoung yang membantunya. Begitu juga sebaliknya, Sooyoung akan senang hati membantu suaminya tersebut.

Tak terasa waktu berjalan hingga mereka terbangun kembali dikeadaan yang sering terjadi pada bulan terakhir musim gugur. Itu berarti, sudah genap dua bulan usia pernikahan mereka.

Selama ini tidak ada lagi waktu luang yang mereka sia-sia kan. Bahkan Kyuhyun selalu mengantar-jemput Sooyoung di butik. Setiap ada kesempatan, mereka selalu mengisinya berdua. Seperti akhir pecan kali ini. mereka berdua tengah bersantai di ruang tengah apartment. Menyambut datangnya malam berdua.

Kyuhyun menggunakan kaos putih tipis dan celana kolor panjang. Ia tengah memainkan game online melalui I-Padnya sambil terlentang di sofa dengan kepala di paha Sooyoung. Sedangkan Sooyoung mengelus rambut suaminya sambil memandang kagum ke wajah pria yang sangat ia cintai.

“Kyu, untuk apa aku menyembunyikan PSP mu, jika kau memiliki I-pad game yang fungsinya sama saja.” Omel Sooyoung yang membuat Kyuhyun mem-pause game-nya dan mendongak melihat wajah cemberut istrinya seperti meminta kepastian. Sooyoung pun melanjutkan kalimatnya. “Sama-sama mengganggu!” umpatnya yang membuat Kyuhyun terkekeh.

“Kalau begitu, beri tahu aku apa yang lebih menarik dari starcraft-ku!” pinta Kyuhyun dengan pandangan seduktif.

Seperti tahu apa maksud Kyuhyun, dengan sigap, Sooyoung menundukkan wajahnya. Bukan kearah bibir Kyuhyun, melainkan kearah telinganya. Ia berbisik lembut, “Mianh, aku sedang ada tamu.” Lalu Sooyoung langsung berdiri dan meninggalkan Kyuhyun.

“YA! Nyonya Cho! Awas saja kau! Aku tahu kapan tanggal tamumu itu datang! Jangan main-main denganku ya!” racau Kyuhyun sambil berusaha mengejar Sooyoung.

###

“Cih! Ternyata percuma saja aku meminta cucu darimu. Kau mengecewakan Sooyoung-ssi!” ucap tajam Nyonya Cho.

Sooyoung masih ada di butik, jadi ia hanya menghadapi wanita paruh baya berlidah pedas ini seorang diri. Yang ia inginkan saat ini hanya satu, ia sangat ingin Kyuhyun menggenggam erat jemarinya.

“Siap-siap untuk Bulan depan. Kalian bercerai!”

Flashback end

“Soo, ada apa denganmu akhir-akhir ini?”

Mendengar pertanyaan Jessica tersebut, Sooyoung hanya bisa menatapnya dengan paras tak mengerti. “Ada apa denganku? Seharusnya aku yang bertanya padamu, ada apa dengan pertanyaan anehmu itu?”

Terdengar Jessica menghela nafas berat beberapa kali. “Oke, aku ngaku. Kemarin, aku malam bersama Kyuhyun-oppa.” Sooyoung mendongak menatap Jessica. Ia tertarik dengan cerita Jessica kali ini lantaran nama Kyuhyun terdengar ditelinganya. “Kami tidak selingkuh, sungguh! Kyuppa hanya memintaku mendengarkan kerisauan hatinya yang merasa diabaikan olehmu belakangan ini. sebenarnya ada apa dengan kalian? Apa Kyupa menyakitimu, Soo?”

###

Pukul sepuluh malam. Kyuhyun tampak mondar-mandir diruang tengah apartment. Ia khawatir dengan istrinya yang tak kunjung pulang. Ingin rasanya ia susul dan menyeret istrinya itu untuk segera pulang. Namun, ia ingat Sooyoung memintanya tidak mengantar jemput lagi karena ia sudah ada Jessica yang bersedia menganta-jemputnya. Ia beralasan bahwa tempat kerja mereka sama. tapi semua itu membuat Kyuhyun khawatir.

Ditambah lagi dengan sikap dingin Sooyoung. Bahkan saat tidur bersama pun ia menganggap Kyuhyun seperti tidak pernah ada disampingnya.

Flashback

Kyuhyun baru saja pulang dari kantor. Ia melihat lampu setiap ruangan sudah berganti dengan bola lampu berwarna redup. Ia juga melihat sepatu kerja Sooyoung yang tergeletak di dekat sofa. Kyuhyun menggelengkan kepala dan langsung memindahkan high-hills istrinya. “Tinggi sekali. Padahal ia sudah tinggi.” Gumam Kyuhyun, menilai model high-hills Sooyoung.

Kyuhyun masuk kamar tidur milik mereka berdua. Dilihatnya sang istri tercinta sudah meringkuk dibalik selimut. Segera ia hampiri istrinya tersebut setelah meletakkan tas kerja, melepas dasi, dan melepas tiga kancing kemeja teratas. Ia kecup kening indah istrinya penuh cinta. “Bogoshipeo yeobo…” bisiknya sebelum mengecup kilat bibir tipis sang istri.

Setelah menyelesaikan mandi malamnya, ia segera naik ke ranjang dan menarik tubuh kurus Sooyoung dalam dekapannya. Demi apapun, ia sungguh sangat merindukan istrinya itu. Akhirnya ia terlelap.

Tengah malamnya, Kyuhyun terbangun. Betapa terkejutnya ia saat tak mendapati sosok Sooyoung didekapannya. Melainkan sosok guling yang langsung ia lempar kesembarang arah. Kecewa. Kenapa Sooyoung pindah ke kamar lamanya? Pikir Kyuhyun.

Flashback end

Cklek!

Kepala Kyuhyun sontak menoleh kearah pintu apartment yang terbuka. Ia berdiri mematung saat melihat sosok Sooyoung memasuki ruangan apartment dengan wajah pucat. Segera ia hampiri istrinya itu dan langsung ia dekap erat tubuhnya.

“Bodoh! Kau membuatku khawatir!”

Sooyoung melepas pelukan erat itu dengan lemas. Tentu saja ia tidak berhasil. Namun, Kyuhyun akhirnya melepas dekapan itu. Ia menangkupkan kedua telapak tangannya pada pipi bulat Sooyoung. Ia arahkan pandangan Sooyoung padanya.

“Kenapa tidak mengatakannya padaku bahwa eomma mencarimu tempo hari itu?”

Mata Sooyoung yang sempat sayu langsung membesar saat mendengar kalimat Kyuhyun.

“Kau…”

“Ya, aku tahu ini semua permainan eomma. Dan kau harus tahu, sampai kapan pun, aku tidak akan melepaskanmu. Apapun alasannya. Sekali pun eomma memaksaku. Kau tahu, aku ini milikmu. Jangan biarkan kau melepas milikmu ini. Berjuanglah bersama-sama.” ucap Kyuhyun parau. Ia ingin menangis, tapi tidak ia keluarkan. Tidak dengan keadaan Sooyoung seperti sekarang. Ia lebih memilih mengecup lembut bibir Sooyoung dan menenggelamkan gadis itu pada pelukannya.

“Sampai kapan pun, tetaplah bersamaku. Jangan takut, aku akan selalu ada disampingmu chagie-ah…” kali ini, Kyuhyun bbenar-benar menangis hingga Sooyoung membalas dekapannya.

“Saranghae Cho Sooyoung, nae anae, nae yeoja, nae sarangh.” Ucap Kyuhyun lagi sambil mengecupi setiap inci wajah Sooyoung. Hingga menepi di bibir Sooyoung.

Tidak. Sooyoung tidak mau munafik. Ia juga sangat mencintai pria yang sedang memberinya kehangatan dan rasa manis dibibirnya.

“Tenanglah, semua akan baik-baik aja. Aku sudah membicarakannya dengan abeoji. Kau tahu apa yang beliau katakan?” ujar Kyuhyun dengan senyum, Sooyoung menggeleng. “Belia mengatakan bahwa mustahil ia melepas menantu sebaik dan secantik kau, chagie…”

“Eommanim…” gumam Sooyoung. Kyuhyun tersenyum lagi. Ia mengerti maksud Sooyoung.

“Ia menyerah.” Jawab singkat Kyuhyun sembari mengangkat tubuh Sooyoung menuju kamar.

“YA! apa yang kau lakukan?!” teriak Sooyoung memberontak.

“Kau pikir sudah berapa lama kau tidak melayaniku, eoh?” jawab Kyuhyun santai.

“YAK!!”

_END_

Gimana… gimana…
aneh? atau tidak jelas? ahhkk… mianhae…
sebenarnya ini FF series.. hanya saja aq simpulkan secara singkat.
jika ada yang minat, aq akan tambahkan AS atau sekalian kuusahakan untk bwat versi series.
Mohon RCL kalian ya…😀
GOMAWO … Sieshie… Thankyou… Gamshamida…🙂
#Membungkuk tiga arah#

see U in another FF😀

152 thoughts on “ONESHOT – STORY IN MARRY

  1. Pingback: [ONESHOT] STORY IN MARRY | Sooyoung Fanfiction Indo

  2. Sumpah eomma kyuppa jahat amat yah..
    Tu kyuppa jg mulutnya pedas..
    Karna soo di bayar oleh eomma ny jdi dy blg soo wanita bayaran..
    Padahal gk..
    Akhr ny mereka ttp bersama..

  3. Astaga kyuuuu oppa Ъќ sabaran bangetttttt,,,
    ÏtƲ soo πƴă pucat gara2 hamil atau stres mikirin masalahnya Šξh gantung

  4. Kyaaaaaaaaaa.. Kyuppa mesuuuumm kkk~😄 ..Huaa eomma kyuppa kenapa bisa sejahat itu sama youngie eonni? Tp untung eomma kyuppa udah menyerah, dan akhir nya berubah juga😀

  5. Eummm soo eonni di paksa nikah nih sama eomma.a kyu😦

    Nyesek thor beneran😥

    Akhir.a mereka ga jadi pisah juga🙂

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s