ONESHOT – URI KISSUE !

Uri kissue

Tittle : Uri Kissue
Genre : Romance, friendship, sweet
Length : Oneshot
Rated : PG 16
Main cast : KyuYoung couple
Author : Fatminho
Twitter : @Fatminhojojo
Facebook : Fatminho Yongwonhi

Disclaimer :
THIS PLOT IS REALLY MAIN ! Don’t be SILENT reader! Say something after u read it!😀

Note :

HaloHa… uri reader_deul…
Author yang sedang gila nulis ff dengan ide aneh yang tiba-tiba muncul di benak ini datang lagi. \^,^/
hihihi…

Lagian, aq sudah janji, bukan, untuk menghibur para penikmat ff sekalian dengan ff oneshoot/drable/ficlet/twoshoot, sambil menunggu kelanjutan Ff series atau sequel dari ff sebelumnya sampai selesai kubuat.

kalau boleh jujur, semua ff yg q tulis adalah cerita-cerita novel karanganku yang rencananya mau q kirim ke penerbit. namun, beginilah nasib seorang yang kurang PD, jadi melalui semua koment xan, Author sedang berencana merapikan kembali novel amatiran itu dan entah kapan aq akan siap kirim. -_-

yang jelas, Gomawoo banget bwat semua reader yang sudah memberikan tanggapan dan komentarnya. semua itu benar-benar Author pahami baik-baik.
Jongmal Gamshamida…🙂

semoga Oneshot satu ini bisa jadi hadiah utk kalian semua…
kalo boleh curhat dikit lagi aja, nih ff rencananya q bwat drable yang hanya terdiri dari 1000 kata atau kurang, eh d pertengahan banyak ide gila menyapa q, so… eng iiing engg… jadilah FF Oneshot 5000+ kata, super gaje.

ini spontan lho… q bwat dari jm 6 sore ampe jam 12 malam. (dipotong sm waktu solat + disuruh mama >,<) jdi harap mklum jika bnyak menebar Typo😦

semoga tidak mengecewakan saja lah…
yang jelas bisa menghibur xan semua …
Gomawo…

_Happy Reading_😀

***

Sekelompok yeoja berjumlah empat orang tengah duduk santai di ruang tengah rumah besar keluarga Choi. Seperti biasa, jika orang tua Sooyoung, pemilik rumah tersebut, sedang pergi keluar Negri, maka anak bungsunya, Choi Sooyoung, akan mengundang ketiga teman untuk menemaninya. Dan bukan rahasia lagi jika ketika mereka berkumpul, topik utama perbincangan heboh mereka adalah masalah namjachingu masing-masing.

“Aku sangat mencintai Haepa. Ia sangat mengerti tentangku. Sampai kapan pun, aku akan berusaha mempertahankan hubunganku dengannya.” ujar Jessica penuh perasaan yang dibalas deruan rasa kagum dari ketiga teman lainnya, “Waaahhh…”

“Bukan kau saja yang merasakan kasmaran manis itu Sica, aku pun begitu. Kau tahu, Siwon-oppa kemarin memberiku cincin couple, lihatlah… yeppo sekali kan…” heboh Tiffany seraya memamerkan cincin couple berbahan emas putih yang sangat elegan. “Kata Siwon-oppa, ia akan melamarku setelah menyelesaikan study-nya. Aku benar-benar tambah sayang dan cinta dengannya. hhuumm…” tambahnya. Seperti biasa, teman yang mendengarnya akan berheboh ria, “Ommonaa… waaahhh chukae Fany-ah…”

Seperti tidak mau kalah, Taeyon berujar, “Dan kalian harus dengar baik-baik tentang hubunganku dengan Jungsu-oppa.” Semua terdiam sambil memperhatikan Taeyon yang sedang mengambil sesuatu didalam tas tangannya. “Tarrrraaaaa… photo pre-wedding sudah siap! Kami hanya menyiapkan beberapa persiapan lainnya lagi karena secara keseluruhan semua sudah siap. Hihihi…”
Respon ketiga temannya adalah langsung memeluknya dan berkata, “Chukae Taeng-ah… akhirnya kalian menikah juga…”

Setelah mendengar berbagai kisah manis masing-masing, mereka berempat tertawa bergembira sambil sesekali saling berpelukan. Namun, suasana langsung hening ketika Jessica berlontar, “Chankaman!”

“Waeyo Sica-ah?” tanya Taeyon.

“Ada yang kurang” jawabnya seraya melempar lirikan aneh pada Sooyoung. “Sooyoungie…” ujarnya dengan nada mendesak, seperti memaksa Sooyoung melakukan sesuatu yang dikiranya Sooyoung akan mengerti apa hal yang ia mau.

“Wae…?”

Karena mendapat tanggapan datar dari Sooyoung, Jessica langsung melempar pandangan pada Tiffany dan Taeyon. Seperti mengerti akan maksud Jessica, kedua gadis itu pun ikut melirik mata Sooyoung seperti apa yang dilakukan Jessica. Alhasil, ketiga yeoja itu kini menyerbu tatapan Sooyoung dengan lirikan nakal penuh kecurigaan sambil melipat kedua tangan di dada masing-masing.

Sooyoung merasa aneh dan refleks memundurkan wajahnya hingga badannya bersandar di sandaran sofa. “W…wae? tatapan kalian…”

“YA! Mana kabar manismu untuk kita, eoh?!” ujar ketiganya bersamaan.

Mata Sooyoung membulat. Apa yang harus ia katakan? Kabar manis? “Ka…kab..bar man..nis?” tanya Sooyoung terbata karena ia benar-benar tidak mengerti cara menjawabnya.

“Ne!” jawab ketiga temannya kompak.

“Ahahaha… kabar manisku ya? ah… uh… eh… itu… hal itu…” gumam Soo sambil berpikir dan akhirnya ia dapat bayangan manis yang akan ia ceritakan. “Kalian tahu, aku sudah berhubungan dekat dengan Kyuhyun-oppa sejak tiga tahun yang lalu?” ketiganya mengangguk dengan ekspresi wajah penuh rasa ingin tahu. “Sejak itu pula, ia selalu memberikan seluruh perhatiannya padaku. Sebisa mungkin ia akan melakukannya setiap detik. Aku suka sifat gentle yang ia punya karena ia selalu memegang tanganku dengan lembut dan menatapku dengan wajahnya yang sangat manis. Terlebih lagi, wajah itu aku temui jika ia ada bersamaku, tidak dengan yang lain.” Curhatnya tentang pengalaman bersama namjachingu-nya, Kyuhyun. Benar saja, ketiga temannya sangat antusias mendengar hingga melengkungkan bibir secara tak sadar. Ya, mereka sangat menikmati cerita hangat Sooyoung. Melihat hal tersebut, Sooyoung merasa jika ketiga temannya itu ingin ia melanjutkan ceritanya, “Kyu-oppa juga selalu menghargaiku. Bahkan ia tak ingin mengambil sesuatu yang sangat ku jaga.” Sooyoung bercerita sambil membayangkan Kyuhyun. “Ya, ia sangat menghormati semua yang ada di diriku, termasuk… first kiss-ku.” Tambahnya. Seketika itu pula wajah senyum pada ketiga temannya lenyap entah kemana. Yang ada hanya wajah penuh ketidak mengertian.

“First kiss? Maksudmu?” tanya Taeyon mewakili kedua temannya.

Sooyoung tersenyum hangat dan dengan santai menjawab, “Ne, ia bisa menahan diri untuk tidak menciumku karena ia sangat menghargai semua hal tentangku.” Kali ini mata ketiga temannya membulat lebar.

“MWORAGEO??!!” pekik ketiga temannya.

“Hei, ada apa dengan kalian? Berlebihan sekali…” keluh Sooyoung.

“Ya! kau pikir kita akan diam saja jika salah satu diantara kita memiliki hubungan aneh, huh?” cetus Tiffany yang didukung oleh anggukan Jessica dan Taeyon. Sedangkan Sooyoung hanya bbisa mengernyit bingung.

“Hubungan aneh? Maksudmu?

“Sooyoungie… ingatlah. Kau dan Kyupa sudah akrab sejak tiga tahun lalu saat tahun pertama kita jadi mahasiswa. Dan kalian sudah menjalin hubungan yang lebih serius sejak hampir satu tahun yang lalu. Sadar tidak, kau dan Kyupa sudah menjadi pasangan kekasih selama satu tahun. Satu tahun, Soo!!” jelas Sica dengan geraman. Soo hanya mengernyitkan dahi. Ia tidak mengerti apa maksud SIca kali ini.

“Lalu?” mata ketiganya membulat lagi saat mendengar tanggapan noncent dari Sooyoung.

“Ya! Babo! Kau pikir jenis pacaran bagaimana yang kalian jalani hingga belum melakukan Kiss selama hampir satu tahun menjalin hubungan.” Umpat Tiffany.

“Kau tidak curiga kenapa Kyupa tidak menciummu selama ini?” tanya Taeyon.

“Bukannya tidak mau, tapi aku yang melarangnya. Lagian Kyu-oppa bilang ia mencintaiku seutuhnya. Jadi, tanpa kiss pun ia tetap mencintaiku. Ia akan melakukannya disaat aku siap. Kapan pun itu.” Jelas Sooyoung membela diri.

Jessica kini berdiri sambil memijat-mijat pelipisnya. “Aigoo… Sooyoungie… kenapa kau melakukannya, eoh?” keluhnya.

“Melakukan apa Sica-ah?”

“Kenapa kau melarangnya? Kau tahu, setiap namja pasti menginginkannya. Jangankan kissue, mereka bahkan menginginkan yang lebih Soo!” Jessica semakin geram hingga membuat nafasnya sedikit naik-turun memberi Sooyoung pengertian.

“Ommo, Sica! Kyuhyun-oppa bukanlah namja seperti itu!” bela Sooyoung.

“Oh, ya?” cetus Fanny. “Apa kau tahu semua yang ia lakukan selama tidak bersamamu?”

Sooyoung mengangguk dan menjawab, “Kyuhyun-oppa sedang sibuk mengurus perusahaan keluarganya. Waktunya akan habis dengan kerjaan dan tugas skripsinya. Aku tahu bet-“

“Cukup!” potong Taeyon. Kini ia ikut berdiri dan berjalan mondar-mandir sambil menatap intens Sooyoung. “Kau tahu Soo, jangankan Kissue, aku bahkan sudah pernah ditandai oleh Jungsu-oppa disini dan disini!” kata Taeyon dengan menunjuk leher dan dada atasnya.

“Cih! Park Jungsu-mu itu kan mesum! Komplotannya Hyukjae-sunbae kan?!” sergah Sooyoung.

“YA! Jungsu-oppa bukan mesum! Itu memang naluri seorang namja Soo…!!” balas Taeyon.

“Naluri seorang namja?” gumam Sooyoung yang masih bisa terdengar.

“Ne! setiap namja punya naluri yang wajar Soo-ah! Naluri menyentuh yeoja-nya! Mereka terlalu mencintai yeoja-nya, maka mereka akan selalu memberikan senuhan hangat yang cukup dalam hingga ke hati. Kalau mereka tidak melakukannya, itu berarti mereka namja babo!” tegas Taeyon.

“Lebih tepatnya, Namja Tidak Normal!!!” cetus Jessica.

“Itu juga termasuk tanda-tanda akan ada yeoja lain di hati namja tersebut.” Tambah Tiffany.

***

Sooyoung’s POV

Ah… akhirnya tugasku selesai juga. Sudah tiga hari ini aku berkutat sendirian untuk menyelesaikan semuanya. Ini akan jadi nilai tambahan untuk ujian akhir di mata pelajaran Dosen Kim. Asaaa… hwaiiting Sooyoungie! Setelah ini kau akan beranjak ke tahun terakhir di kampus ini.

Setelah menghembuskan nafas lega, mataku tiba-tiba jatuh pada foto namjachingu-ku yang memang kupajang di pojok meja belajarku. Aku tersenyum memandang foto ukuran 25R tersebut. Ia memang tampan dan manis. Kuraih pigura yang membingkainya dan kupandangi lebih intens bayangan jiwa seorang Cho Kyuhyun didalam sana. Tanpa kurencanakan sama sekali, tangan kananku terulur untuk merabanya, meraba setiap inci wajahnya. Ketika jemariku meraba bibirnya, seketika ucapan Tiffany menghujam tajam dibenakku.

“Itu juga termasuk tanda-tanda akan ada yeoja lain di hati namja tersebut.”

Sungguh, membayangkannya saja berhasil membuat jiwa dan pikiranku berantakan. Apa benar akan terjadi hal seperti itu?

Aku letakkan kembali pigura tersebut ketempat semula. Aku ingin meneleponnya. Jujur, selama tiga hari ini kami belum sempat berkomunikasi, apalagi bertemu. Bukan karena tugasku saja, tapi ia juga memiliki pekerjaan yang padat. Entah itu masalah kantor atau ujian skripsinya.

Kuraih ponselku dan segera mencari kontaknya disana. Kutekan tombol call untuk tersambung dengannya.

“Ne, yeobsaeyo?” kudengar suaranya.

“Oppa-ah…” jawabku parau karena senang telah mendengar suaranya.

“Ne Chagie~ Waeyo?”

“Anniyo… aku hanya ingin mendengar suaramu saja, oppa.”

“…”

“Oppa…”

“…”

“Oppa… apa kau masih ada disana?”

Sambungan telepon langsung kuputuskan secara sepihak. Aku sebal, kesal, marah, dan… akh! Kenapa ia mengabaikan telepon dariku? Siapa yang tadi sedang berbicara dengannya? kenapa ia mengabaikanku dan berbicara dengan orang itu. Suara orang itu suara…. yeoja.

Ah… kacau! Pikiranku kacau balau kali ini!

Tidak, tidak, jangan berpikiran negative Soo… ANDWE! kau harus percaya dengan namjachingu-mu sendiri! ia hanya mencintaiku. Ya, aku percaya, Kyupa hanya mencintaiku.

“Itu juga termasuk tanda-tanda akan ada yeoja lain di hati namja tersebut.”

Andwe! Maldo Andwe! Kenapa kalimat Tiffany sangat pekat di benakku? Kenapa kalimat itu berhasil mengacaukan semuanya?!

***

Hari ini aku ada janji makan bersama Kyuhyun-oppa. Hihihi, aku sungguh sangat bahagia. Sudah hampir satu bulan kami tidak pernah makan bersama. Sekalinya bertemu, kami hanya mengobrol biasa dan jalan-jalan sambil berpegangan tangan. Namun, hari ini sangat berbeda.

Sejak seminggu yang lalu, saat aku menghubunginya dan mendapat respon yang kurang baik, saat itu juga aku tak menghubunginya. Semua sambungan pribadiku yang diketahuinya ku putus agar ia tak bisa menghubungiku. Ya, saat itu pikiranku sangat kacau. Tapi, ternyata Kyupa selalu berusaha menghubungiku. Kudapatkan suaranya dari ponsel Siwon-oppa, namjachingu Tiffany, sepupuku, sekaligus teman Kyuhyun yang pernah ia benci, bahkan sampai saat ini aku yakin ia enggan berhubungan dengan Siwon, padahal sudah berteman. Ku beri point tambahan untuk segenap harga dirinya yang ia buang untuk bisa menghubungi Siwon-oppa.

Sebelum ia menghubungi Siwon-oppa, ia terlebih dulu menghubungi ketiga temanku satu-persatu, tapi sudah kukatakan pada mereka untuk menolaknya.

Well, dengan kenyataan hingga ia menghubungi Siwon-oppa, kurasa ia benar-benar menyesal mengabaikanku saat itu.

Setelah memberinya kesempatan bicara denganku, ia langsung menjelaskan apa yang mengacaukan telepon kami tempo lalu. Ia mengatakan bahwa ia sedang lembur di kantor dan suara yeoja itu adalah suara sekertarisnya. Dan aku tahu, sekertarisnya itu sudah hampir berkepala empat, sudah berkeluarga, punya dua anak, dan sebenarnya itu sekertaris appanya. Ya, untuk sementara Kyupa menggantikan posisi appanya, jadi apapun yang berhubungan dengan appanya, akan jadi berhubungan dengannya, termasuk sekertaris itu. Huufft… aku jadi sedikit lega dan akhirnya menyetujui permintaannya untuk bertemu dan makan malam bersama.

Sejak jam lima sore aku berdandan. Padahal hanya memakai sedikit lips gloss dan bedak tabur, tapi entah mengapa waktuku habis karena memilih baju yang aku sendiri bingung untuk pilih yang mana. Ingin rasanya aku menunjukkan padanya jika yeojachingunya ini terlebih lebih cantik dari sebelumnya.

Alhasil, aku memakai dress putih selutut yang dihias pita hitam dibagian atas pinggang. Dress ini dibentuk dengan bagian atas yang terbuka, jadi aku segera melapisinya dengan jacket jeans biru lusuh mini hingga menutupi lenganku yang awalnya terbuka. Itu semua kulakukan karena kuingat pesannya untuk selalu memakai pakaian yang layak. Entah yang bagaimana maksudnya dengan pakaian layak itu, yang jelas ia tidak mengizinkanku mengenakan baju yang memamerkan bahu tanpa satu helaian kain pun.

Sekarang sudah jam tujuh kurang lima menit. Cha… aku sudah tiba di depan resto langganan kami. Segera kuparkirkan audy putihku dan beranjak keluar. Tidak lupa juga kuraih kotak kecil berbalut kertas warna marun sebagai hadiah untuknya. Bisa dikatakan, hari ini adalah hari jadi hubungan kita. Sudah satu tahun pas kami berhubungan special. Aigoo… jadi senyum-senyum sendiri.

Seperti sudah berjodoh, baru saja tiga langkah aku meninggalkan mobilku, aku sudah menemukan sosok namja yang aku rindukan juga baru turun dari mobil. Ah… ia tambah keren saat ini. kuhampiri saja duluan.

Kakiku tak jadi melangkah saat kulihat sosok yeoja dibelakangnya. Ia seperti sedang mengejar Kyuhyun-oppa yang hendak melangkah kedalam resto.

“Oppa…” samar-samar kudengar gadis itu merengek dan menarik tangan Kyupa. Dan…CHU, ia mencium bibir Kyupa, bibir namjachingiku.

Hhhhhhssssskkk!!!

Dadaku sesak.

Kepalaku panas.

Emosiku tak bisa terbendung lagi.

“Kyuhyun-ssi!” teriakku dijarak dua meter dari mereka. bahkan aku tak menyapanya dengan’oppa’. kurasa ia sadar akan teriakanku dan segera melepaskan tautaun diantara bibir mereka.

“Youngie-ah…” gumam Kyupa yang masih bisa kudengar. Wajahnya sangat merah dan berparas bingung juga kaget.

Jadi begini… baiklah.

“KITA SELESAI SAMPAI DISINI!!! AKU MEMBENCIMU CHO KYUHYUN!!!” histerisku sambil melempar kado kecil yang sudah kupersiapkan untuknya. Setelah itu aku berjalan meninggalkannya. Tidak kuhiraukan lagi panggilannya. Melesatkan audy putihku secepat mungkin.

Sooyoung’s POV end

***

Kyuhyun’s POV

“Youngie-ah… Sooyoungie!!!” aku terus memanggilnya, tapi ia langsung masuk ke mobilnya dan melesat pergi meninggalkanku.

“Ahhhkkkk!!! Sial!!!” umpatku.

Mataku langsung mencari benda apa yang tadi ia gunakan untuk melemparku. Kurasa itu bukan batu atau kayu, tapi terasa seperti… huh, benar saja, ternyata ia melemparku dengan kado kecilnya. Apa ia bermaksud memberikannya padaku? Ingin kubuka benda mungil itu.

“Oppa-ah…” rencana awalku terhenti saat kudengar suara parau Seohyun, yeoja yang tadi menciumku seenaknya dan membuat hubunganku dengan Sooyoungie berantakan, bahkan berakhir.

“Ini semua gara-gara kau Seo! Apa yang kau lakukan, hah?!” amarahku padanya.

“Mianh oppa… aku hanya ingin menciummu sekali saja karena setelah kau masuk ke resto itu, aku tidak bisa lagi bertemu denganmu. Kau tahu kan kalau aku akan bersama Yonghwa selamanya? Jadi, anggap saja itu kiss terakhirku untukmu.” Jelasnya sambil tersenyum jahil. Aish, yeoja ini!

Oke, ia benar. Ia wajar melakukannya karena selama seminggu terakhir ini ia selalu bersama denganku. Seohyun ini adalah teman masa kecilku yang baru kembali dari Singapoor setelah belasan tahun meninggalkan Seoul. Ia datang karena ingin betemu denganku dan mengatakan bahwa ia akan menikah dengan namjachingu-nya selama ini, Jung Yonghwa.

Aku juga heran, kenapa ia ingin bertemu denganku hanya untuk menyampaikan hal itu. Ternyata, yeoja ini pernah menyukaiku dan ia berkata ingin menemui beberapa namja lainnya yang sempat ia sukai dan pernah menjalin hubungan dengannya agar hubungan pernikahannya kelak akan langgeng dan bahagia.

Namun, apa yang terjadi padaku setelah apa yang ia lakukan??? Ingin marah pun aku susah. Dirinya itu memiliki wajah sangat lugu dan kalem, mana tega aku memarahinya. Padahal… sifatnya sangat jahil.

Kutarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan sangat berat. “Baiklah, lupakan saja. Aku harus menyusul yeoja-ku. Terimakasih telah mengantarku. Aku akan mencarinya dengan naik bus atau taxi saja. Kau, pulanglah. Bukankah besok pagi kau harus sudah ada di bandara?” jelasku sesabar mungkin. Ya, sudah kukatakan, bukan, ini semua karena aku merasa marah padanya, tapi tidak bisa marah. Ah… lebih tepatnya susah untuk memarahinya.

“Ne, gomawo oppa. Ehn… boleh aku meminta pelukanmu sebentar saja?”

Mwo?? Aishh… dengan malas kupeluk tubuhnya.

Kenapa jadi memeluknya? Padahal yang ku inginkan adalah pelukan Sooyoung-ku.

“YA! jangan lama-lama pelukannya!
Kulepas segera pelukan kami saat mendengar suara namja di belakangku. Ah… benar, aku melupakan keberadaan Yonghwa disini. Ya, sebenarnya mereka berdua mengantarku ke resto ini lantaran mereka ingin tahu rupa yojachinguku.

“Cih! Tuh cepat tahan calon anae-mu!” racau kesalku.

“Ahahaha, kajja chagie~ kita pulang sekarang. Kasihan sekali waktu kita terbuang hanya karena namja jomblo seperti dirinya.” Ledek Yonghwa padaku. Benar-benar kau!

“YA! siapa yang jomblo?! Aku ini punya yeojachingu! Bahkan aku sudah berencana untuk menikahinya. Kau pikir kalian saja yang memiliki rencana itu, huh?” balasku penuh kekesalan.

“Babo! Bisa-bisanya membela diri. Jelas-jelas yeoja-mu mengakhiri hubungan kalian beberapa menit lalu.”

Deg!

Aku langsung terdiam saat mendengar kalimat Yonghwa. Aku baru sadar sekarang. Arrgghh! Bisa-bisanya aku melupakan yeoja-ku hanya untuk meladeni kedua orang aneh ini.

“Kalian harus bertanggung jawab!”

***

Aku sudah tiba dirumah keluarga Choi, rumah Sooyoungie-ku. Namun, betapa kecewanya hatiku saat mendengar ucapan Han Ahjumma yang mengatakan bahwa Sooyoung belum datang. Kemana yeoja itu?

“Gimana Kyu, kenapa wajahmu muram sekali? Dia tidak mau bertemu denganmu, eoh?” kata Yonghwa dengan nada ledekan hingga kulihat Seohyun yang sedang ia rangkul mesra langsung mencubit pinggangnya. Syukurin kau!

Aku tak berdaya untuk membalas perkataan Yonghwa. Dengan langkah gontai aku masuk ke dalam mobil bagian belakang. Ya, aku memang menyuruh mereka untuk mengantarku sebagai pertanggung jawaban atas apa yang mereka lakukan padaku.

“Ya~ ya~ ada apa denganmu, oppa?” tanya Seo yang sudah membalikkan pandangannya kebelakang, kearahku.

“Chagie~ dugaanku benar, yeojanya tid-“ ucapan Yonghwa yang sedang menyetir itu langsung kuhentikan.

“Ia belum datang!” potongku.

“Mwo?” pekik mereka serentak dan bersama menoleh kearah belakang untuk melihatku.

“YA! babo! Kalau menyetir lihat kedepan jalan!” umpatku pada Yonghwa.

***

Aku berjalan gontai menaiki ranjang di kamarku. Lelah dan frustasi. Kenapa rencana manisku berubah menjadi sangat pahit seperti ini?
Setelah dari rumah Sooyoung, aku meminta Yonghwa dan Seo mengantarku pulang kembali ke appartmen-ku. Sempat mereka menawarkanku untuk mencari yeoja-ku sampai ketemu, tapi aku tak ingin mengganggu waktu mereka. terlebih, jam lima pagi besok mereka sudah take off.

Kurebahkan tubuhku keatas springbad. Kurasakan ada sesuatu yang sedang kutindih. Kuraba saku belakang celanaku dan ah… benar saja, aku lupa tentang kado mungil marun milik Sooyoung. Kupandangi benda itu sesaat dan kucium bagian depannya.

Dengan rasa penasaran yang dahsyat, perlahan kubuka kado itu. Apa ini? bulat dan berwarna putih.
Segera kubuka kertas putih yang menutupi bagian isi.
Ada lagi?

Kubuka lagi kertas putih selanjutnya.

Aish… apa-apaan yeoja-ku itu. Kenapa hanya ada balutan kertas saja?

4… 5… 6… 7… 8… 9… 10… 11…

Hah… semoga yang ke dua belas ini jadi yang terakhir. Awas saja kalau tidak!

Kulihat warna kertas yang berbeda. Kali ini warna emas mengkilap, seperti pembungkus… aish…Yeoja-ku memang unik. Bisa-bisanya ia memberiku coklat seukuran kelereng. Kubuka pembungkus coklat itu dan benar saja, ini adalah coklat faforitnya. Aneh sekali. Bukannya memberikan sesuatu yang aku suka, ia malah memberiku-

Aku berhenti mercau di benakku saat tak sengaja kulihat pembungkus coklatnya. Sambil mengemut sebutir coklat itu, kuraih lagi pembungkusnya yang sempat kubuang sembarang disampingku. Namun, kini aku meraihnya lagi karena melihat ada beberapa bait tulisan di bagian lapisan berwarna putih. Tidak, coklatnya tidak terkontaminasi dengan tinta karena tulisan itu dilapisi plastic tipis diatasnya. Yeoja-ku memang juara kalau masalah disain atau apapun yang berkaitan dengan seni dan ide cemerlang. Siapa sangka jika ia akan melapisi pembungkus ini dengan plastic tipis setelah ia menuliskan sebait kalimat di kertas bawahnya.

Oppa, sudah setahun ya? happy anniversary :*

Bogoshippeo, oppa. {} Hadiahku untukmu adalah…

‘I Let You to Kiss Me’

Saranghae…

yang mencintaimu, Sooyoungie :*

Mwo??
Mataku seketika melebar. Badanku pun sudah tak berbaring lagi, melainkan tengah duduk tegak tak bergeming. Apa benar Sooyoung yang menulis ini semua? Apa ia serius akan mengizinkanku menciumnya? Mengenal dirinya lebih dalam? Bukankah itu sangat ia jaga?

Tanpa berpikir dua kali, segera kuraih jacjet dan kunci mobilku. Malam ini juga aku harus bertemu dengannya. sambil menyetir, aku menghubungi beberapa teman dekatnya. Dan… yah dengan terpaksa kuhubungi si Choi Siwon, mantan musuh bebuyutanku saat sekolah dulu. Aku sangat berharap ada jawaban pasti dari salah satu diantara mereka. Namun, hanya ada satu kalimat yang selalu kudapat dari mereka. sebuah kalimat tanya.

“Bukankah Sooyoungie sedang dinner bersamamu?”

Ahh… jinja! Kenapa jadi begini???

Ah, benar, aku belum menghubungi Soojin neuna. Segera kutelepon dia.

“Eoh, ne, gomawo neuna…… Aku akan segera kesana…… Ne, aku janji……. Ya,ya, apa maksudmu? aku ini sangat mencintainya, tidak mungkin aku akan setega itu menyakitinya….. Ne… ne… ne… neuna…!”

Bip!

Aish, menyebalkan sekali mendengar suara nyaring si nek lampir pertama itu. Tidak ada bedanya dengan nek lampir kedua, Ahra neuna. Kekeke. Tapi, gwenchana… all is well. Yang penting aku harus menemui Youngie-ku sekarang juga.

Kyuhyun’s POV end

***

Sooyoung tampak sedang memeluk kedua lututnya dalam-dalam disisi ranjangnya. Malam ini adalah acara anniversary yang sudah ia tunggu-tunggu. Bahkan ia merelakan bibirnya untuk Kyuhyun, namja yang ia yakini sangat ia cintai. Kalimat-kalimat semua temannya tempo hari sungguh membuatnya banyak mendapatkan pembelajaran. Dari arti hubungan berpacaran, perasaan kedua insan, naluri lelaki, sampai tentang hubungan yang lebih jauh. Satu hal yang membuatnya ingin memberikan dirinya pada Kyuhyun, perasaannya! Ya, karena perasaannya yang sangat mencintai dan menyayangi Kyuhyun. Hingga ingin memilikinya, hingga ingin membuat namja itu hanya menginginkannya, tidak lagi menginginkan yeoja lain karena semua yang Kyuhyun inginkan aka nada padanya. Namun, apa yang ia dapat? Ia hanya melihat adekan ciuman itu! Shhhiiitt!!! Umpatnya.

Air matanya semakin membanjiri wajah chubby-nya. Padahal ia ingin beristirahat dengan tenang hingga meminjam Villa minimalis milik Soojin, kakaknya, di daerah pulau Jeju. Bahkan saat ini ia sudah mengenakan hot pents dan tanktop sebagai baju tidurnya. Ia ingin tidur sedari tadi, tapi sampai jam sebelas pun ia tetap tak bisa menutup matanya yang basah itu. Ingin rasanya ia pukul-pukul badan mantan namjachingunya itu. Kesaaaaalll!!!

Cklek!
Bbbrrakk!!

Mendengar pintu yang terbuka agak kasar, Sooyoung yang sudah mencoba menutup mata pun dengan sigap terduduk dan menatap kearah keributan itu. “Kyu…” gumam kagetnya saat melihat Kyuhyun tengah berdiri tegang di ambang pintu dengan seorang pelayan Villa dibelakangnya.

“Joseonghamnida nona.” Kata pelayan itu sembari membungkukkan diri sejenak. “Tuan muda ini memaksa kami untuk membiarkannya masuk. Padahal kami sudah melarangnya, tapi ia tetap memaksa hingga memukul penjaga didepan hingga pingsan.” Jelas sang pelayang wanita paruh baya disana.

Sooyoung masih tetap duduk tegak diranjang dengan selimut yang hanya terbuka hingga pinggulnya. Ia menatap tajam Kyuhyun sejenak lalu beralih polos pada pelayan disamping Kyuhyun.

“Ne, Gwenchana. Ahjumma bisa kembali!” ucapnya yang dibalas dengan bungkukan badan lagi lalu pergi meninggalkan Sooyoung dan Kyuhyun.

Kyuhyun masih terpaku diambang pintu kamar Sooyoung sambil menatap tajam kearah yeoja-nya itu. Sooyoung langsung membuang wajah kearah samping. Ia benar-benar tidak ingin melihat wajah Kyuhyun.

“Ada apa kau kemari?” tanyanya dingin.

Tanpa menjawab, Kyuhyun langsung menutup pintu dan berjalan cepat kearahnya. Tanpa berpikir dua kali, ia langsung meraih pipi tembem Sooyoung dan mendaratkan bibirnya di bibir Sooyoung. Kyuhyun tau, ini yang pertama untuk Sooyoung, makanya ia sangat merasakan ketegangan ditubuh yeoja-nya.

Pertama-tama, Kyuhyun hanya menempelkan bibirnya saja karena ia ingin memberikan respon awal untuk Sooyoung. Ia sudah menutup matanya menghirup bibir lembut yeoja-nya yang belum pernah ia hirup dalam keadaan Sooyoung yang sadar. Ya, selama setahun hubungan mereka, Kyuhyun selalu menahan diri untuk tidak mencium yeoja-nya, tapi saat ia mendapati yeoja-nya sedang tidur pulas, ia akan mencuri kesempatan. Persetan dengan tempatnya. Entah di perpus, kelas, atau saat mereka sedang berada di taman belakang, saat Sooyoung tertidur lantaran menunggu Kyuhyun membuat tugas analisis lanjutan semester lalu.

Cukup lama bibir mereka bersentuhan. Mata Sooyoung pun tak mengecil lagi, benar-benar membulat lebar karena terlalu tercengang dengan apa yang ia rasakan. Ia sempat tergoda dan hendak menutup matanya, tapi seperti sedang disadarkan, dengan cepat ia mendorong tubuh Kyuhyun hingga jarak mereka membesar.

“Neo Michioseo?!” umpat Sooyoung segera beranjak bangun dari ranjangnya. Kini ia sedang berdiri didepan Kyuhyun sambil menghapus kasar bibirnya yang sempat dicium oleh Kyuhyun.

Grebb!!

Kyuhyun menahan tangannya yang aktiv menghapus bekas ciuman itu. Tatapan Kyuhyun semakin tajam saat Sooyoung melawn tatapan itu.

“Kenapa dihapus?” tanya Kyuhyun dengan suara tegas yang menyiratkan keseriusan.

“Wae? Kau tidak suka aku menghapusnya? Dengar ya Cho Kyuhyun-ssi! Aku tidak suka bibir yeoja-mu itu kau salurkan padaku, arra?!” ujar Sooyoung yang memang sedang menumpahkan ribuan emosi yang sedari tadi ia tahan. Menumpahkan air mata yang sempat mengering tadi.

Tangan kecil Sooyoung yang masih Kyuhyun tahan langsung ditarik kembali. Kyuhyun mencoba mencium bibir Sooyoung lagi, tapi reflex kepala Sooyoung menoleh kesamping.

Kyuhyun tidak menyerah, ia mencoba mengikuti arah kepala Sooyoung. Namun, sampai kepala yeoja itu menunduk, ia tetap tak mendapatkan bibir itu.

Dengan penuh keterpaksaan, Kyuhyun melepas tangan Sooyoung yang ia tahan. Helaan nafasnya begitu berat hingga terdengar oleh Sooyoung. Gadis itu hanya menunduk menahan tangisnya. Ia tak tahu kalau Kyuhyun pun tengah menitikkan air matanya.

Bagaimana bisa ia mengabaikan yeoja yang ia cintai? Bagaimana bisa ia membuat tangisan di wajah yeoja yang ia sayangi? Bagaimana mungkin seorang Cho Kyuhyun sudah bertahan selama ini untuk tidak mencium gadis yang menjadi yeojachingu-nya, jika memang ia tidak mencintai gadis tersebut?

Tak tega melihat Soo yang menangis di wajah yang bersembunyi itu, dengan lembut ditariknya tubuh kurus Sooyoung kedalam dekapannya. Saat merasa tak ada lagi penolakan, Kyuhyun memejamkan mata hingga meruntuhkan genangan air di pelupuk matanya seraya mempererat dekapannya.

“Jangan seperti ini, kau salah paham chagie~…” ujar Kyuhyun pelan. Sooyoung semakin memecahkan tangisannya. Ia pukul dada bidang Kyuhyun dengan tangan kirinya yang terdekap di sana. Sedangkan tangan kanannya jatuh lunglai disisi kanan tubuhnya, tanpa membalas dekapan itu.

Dengan tenang Kyuhyun menjelaskan hubungannya dengan Seohyun hingga tak ada lagi ceritanya yang tertinggal. Hingga akhirnya Kyuhyun menghela nafas dan mengakhiri klimatnya dengan mengatakan, “Sampai kapan pun, yang aku cintai hanya kau seorang. Kau pikir kenapa aku mau menahan diri mengikuti keinginanmu untuk tidak berciuman selama ini? itu semua karena aku menyayangimu, sayang. Aku akan melakukan apapun yang membuatmu nyaman berada disisiku. Saranghae nae Sooyoungie…”

Saat itu juga Sooyoung membalas pelukan Kyuhyun dengan tangisan yang semakin pecah. Pelukan yang erat, sangat erat, diiringi dengan pukulan lemas di punggung Kyuhyun dan sesekali meremas pelan jacket yang dikenakan oleh Kyuhyun.

“Mianhae oppa…” ucap Sooyoung.

Kyuhyun tersenyum dan menarik pelukan diantara mereka. kedua tangannya menangkup wajah bulat Sooyoung. Mata Kyuhyun yang agak basah menatap hangat mata basah Sooyoung sembari kedua jempolnya aktif membelai air yang mengalir di wajah mulus yeoja-nya. Perlahan ia tersenyum dan mendaratkan kecupan hangat di dahi indah yeoja-nya.

“Sekarang, aku mau kau menarik kata-katamu yang mengatakan berakhirnya hubugan kita tadi, palli!”

“Shiroo andwe!” tolak Sooyoung.

Kyuhyun membulatkan kedua matanya dan melepas tangkupan tangannya di wajah Sooyong. “Wae?” tanyanya agak bernada tinggi. Ia benar-benar tidak ingin hubungan mereka berakhir. Ia sangat mencintai Sooyoung.

Sooyoung tersenyum mannis melihat wajah kesal Kyuhyun. Perlahan ia meraih kedua tangan Kyuhyun. Ia genggam kedua tangan namja didepannya itu dan sedikit mengelusnya. Perlahan ia kecup satu persatu punggung tangan itu yang membuat Kyuhyun sedikit menegang.

Ditatapnya wajah Kyuhyun baik-baik, mencoba mencari sebuah alasan mengapa ia ingin melanjutkan semuanya. Benar, ada cinta disana, di setiap guratan wajah Kyuhyun. Sooyoung tersenyum. “Aku ingin memulai semuanya dari awal. Aku tidak ingin mencabut kata-kataku tadi. Aku bukan yeoja plin-plan, kau tahu itu? Jadi… aku ingin kita memulainya dengan awal yang lebih manis. Jadi, dengarkan baik-baik juga.” Jelas Sooyoung dengan suara ramah, sejuk, dan sudah bisa menyulutkan ribuan kasih sayang di hati Kyuhyun untuknya.

“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Kyuhyun yang masih berwajah datar, namun ada bercikan sinar kebahagiaan di dalam mata dan wajahnya.

“Saranghae Cho Kyuhyun, jadilah namjachingu-ku. Kau dilarang keras untuk menolakku” Ucap Sooyoung dengan senyuman termanis sambil tetap menggenggam tangan Kyuhyun. Hal inilah yang dilakukan Kyuhyun satu tahun yang lalu.

Awalnya Kyuhyun tertegun, merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar kali ini. Namun, saat menyadari bahwa kata-kata Sooyoung adalah miliknya satu tahun lalu, perlahan ia tersenyum dan balik menggenggam tangan Sooyoung. “Ne, aku tidak akan menolaknya Nona Cho. Geunde…” kalimat Kyuhyun menggantung karena ia beralih mengecup kedua punggung tangan Sooyoung secara bergantian, seperti apa yang Sooyoung lakukan tadi. “Ada syaratnya…” tambahnya dengan paras evil khasnya.

Flashback

“Saranghae Choi Sooyoung, jadilah yeojachingu-ku” ucap Kyu dengan menggenggam tangan Soo.

“…” bungkam lantaran tercengang dengan apa yang ia dengar barusan.

“Kau dilarang keras untuk menolakku!”

“Nde?” pekik Sooyoung.

“…” Kyuhyun tak menanggapinya lagi. Ia hanya menatap Sooyoung, menunggu jawaban yeoja itu.

“Ne, aku tak akan menolakmu. Geunde… aku punya syarat untukmu.” Kata Soo.

“Apa?”

“Selama berpacaran, kau boleh melakukan skinship denganku selama itu masih dibatas kewajaran. Batas klimaks adalah cium pipi, tidak ada cium bibir sampai aku benar-benar siap dan benar-benar menerima kau sebagai orang yang aku cintai.”

Ya, Kyuhyun tahu bahwa ini akan terjadi karena ia sudah kenal Sooyoung sebagai teman dekatnya dua tahun terakhir ini. yeoja itu sangat menjaga bibirnya. Dan hanya orang yang benar-benar ia percaya yang akan mendapatkannya. Apalagi selama dua tahun itu Kyuhyun hanya dianggap sebagai teman dan seniornya. Jadi, dipastikan Sooyoung belum bisa mencintainya.

“Hmm… baiklah. Asal kau tahu, aku juga tidak ingin berciuman tanpa rasa yang sama. jadi, aku akan menerimanya. Dan aku pastikan suatu saat nanti, saat kau mencintaiku, aku minta kaulah yang melakukannya, bukan aku.”

Flashback end

“Apa syaratnya?” tanya Sooyoung.

“Yang pertama, Kau diharuskan memeluk dan mengecup bibirku setiap kita bertemu.”

“Mwo?”

“Yang kedua, kau harus memanjakanku disaat kita hanya berdua saja.” Senyuman evil tercipta begitu besar.

“Mworagoo???” pekikan Sooyoung semakin keras.

“Ya, kau harus melakukannya. kau tahu sendiri kan, ketika kita bertemu, maka waktuku sedang senggang? Dan aku ingin kau memanjakanku. Entah dengan memijatku, memberikan pahamu sebagai pangkuan bagi kepalaku, atau menyuapiku makan. Jangan berpikir yadong ya! bukan itu maksudku!” Jelas Kyuhyun.

“YA! siapa yang berpikir yadong, huh?” Sooyoung semakin geram.

“Dan yang terakhir…” Kyuhyun memperhatikan pakaian tidur yang Sooyoung kenakan. Ini bukan hal baru yang ia lihat, tapi entah kenapa selalu saja ada hal jahil dikepalanya. Ia menyeringai setan, berjalan mendekat, meraih pinggang Sooyoung, dan berbisik mesra, “Jika aku mendatangimu di tengah malam seperti ini, dan aku melihatmu memakai pakaian minim seperti ini, kau harus tidur dipelukanku!” sontak mata Sooyoung membulat.

“MWOORAGEO??! AIISSHH… SHIREO ANDWE!!” teriak Sooyoung.
Dengan cepat Sooyoung melepas tangan Kyuhyun dan menjatuhkan diri dibawah selimut. Ia meutup keseluruhan dirinya dengan selimut itu. Kyuhyun yang melihat aksi lompatan Sooyoung jadi tertawa kecil. Yeojachingu-nya benar-benar aneh. Pikirnya sambil melepas jacket yang ia kenakan hingga menyisakan kemeja kerja yang sampai saat ini belum juga ia ganti.

Perlahan, Kyuhyun mendekati tubuh Sooyoung yang tertidur dibawah selimut. Ia duduk ditepi ranjang itu dan mencoba menarik selimut yang menutupi wajah Sooyoung. Awalnya sempat terjadi aksi tarik-menarik antara Kyuhyun dan Sooyoung, tapi akhirnya Sooyoung menyerah dan terpampanglah wajah gogumanya. Merah lembab. Aigoo… neumu kyeopta! Pikir Kyuhyun.

Dengan menampakkan wajah seriusnya, Kyuhyun membawa wajah Sooyoung yang miring kesamping itu kearahnya. Sekarang mata meraka benar-benar bertemu. Sooyoung hendak menurunkan tangan Kyuhyun yang menahan dagunya, namun dengan cepat Kyuhyun balik menangkap tangan itu. Ia juga meraih tangan Sooyoung satunya yang masih terselip di dalam selimut.

Sooyoung benar-benar sesak nafas dibuatnya. Setiap melihat wajah gentle Kyu, dipastikan Sooyoung akan susah bernafas. Itu terlalu mendebarkan!

Tanpa Sooyoung sadari, Kyuhyun sudah membimbing kedua tangannya untuk menggantung di tengkuk leher Kyuhyun. Yang Sooyoung rasakan hanya kegugupan saja kali ini. Kyuhyun selalu sukses membuatnya berdebar hebat.

Kyuhyun sudah meletakkan dua tangan hampanya di kedua sisi kepala Sooyoung. Wajah mereka pun tidak terlalu jauh. Walau samar, tapi Sooyoung tahu betul deruan hangat yang menerpa wajahnya adalah nafas Kyuhyun. Ommo! Wajah Sooyoung jadi semakin merah pekat nyaris seperti terbakar.

Sambil tersenyum Kyuhyun berucap, “Mana hadiah yang ingin kau berikan untukku?” tanya Kyuhyun. Belum Sooyoung menjawab, Kyuhyun menambahkan. “Bukan… bukan untuk anniversary, tapi kali ini untuk memulai hubungan kita. Kau yang meminta agar memulainya dengan car- mmfftt…”

Sooyoung sudah tahu apa yang akan diucapkan Kyuhyun, jadi dengan cepat ia tarik tengkuk Kyuhyun dan mencium bibir tebal namja yang ia cintai itu. Awalnya memang kaku, tapi perlahan menjadi semakin dalam dan hangat. Bahkan sesekali desahan sexy keluar dari mulut Sooyoung.

Entah sejak kapan Kyuhyun sudah ada di atas ranjang, di samping Sooyoung. Mereka masih berciuman intens. Memberi tahu satu sama lain besarnya perasaan yang dimilikinya.

Mereka berdua kehabisan nafas, maka Kyuhyun melepas tautan nikmat yang sudah ia inginkan sejak lama itu. Kyuhyn memeluk erat Sooyoung. Bahkan kakinya melingkari tubuh Sooyoung yang masih ada di dalam selimut. Ini memang cara yang aneh, tapi bagi Kyuhyun, sekali saja ia masuk kedalam selimut, maka ia tak bisa mengontrol diri lagi.

“Saranghae chagie~” ucap Kyuhyun saat ia sudah bisa mengatur bafas.

“Na do!” balas Sooyoung cepat dan langsung menarik tengkuk Kyuhyun lagi untuk melakukan French kiss.

Kyuhyun agak kaget dengan aksi Sooyoung ini, tapi ia tetap mengikuti alur kissue mereka.

“Sesuai janjiku, aku akan menciummu disaat yang tepat, apa kau sudah mengerti apa maksudku itu Tuan Cho?” kata Sooyoung saat menghentikan pautan bibir itu.

Kyuhyun tersenyum menatap yeoja yang selama ini ia kagumi dan sangat ia cintai. Ia mengangguk menanggapi perkataan Sooyoung itu. “Ne, aku mengerti.” Perlahan Kyuhyun mengecup dahi Sooyoung, turun ke hidung, kedua mata, kedua pipi, dan melumat bibir ranum Sooyoung, lagi dan lagi. Mereka terhanyut dalam kissue yang mereka tahan selama ini. Hingga Kyuhyun sendiri yang takut lepas control dan dengan segera menghentikan pagutan lidah itu. Ia beralih memeluk Sooyoung dan mengelus punggung Sooyoung sambil menyebutkan perkalian enam secara berulang kali.

Sooyoung yang mengerti hal tersebut hanya tertawa kecil dalam dekapan hangat itu dan menarik erat pinggang Kyuhyun.

“Saranghae Cho Kyuhyun… “ gumamnya sebelum akhirnya terlelap.

“Na do saranghae yeobo…” bisik Kyuhyun lalu mengecup puncak kepala Sooyoungdan mempererat dekapannya sebelum akhirnya terlelap nyenyak.

***

Keesokan harinya…

Brakkk!!

“OMMONA! IGEO MWOYA??!! YA! CHO KYUHYUN! KAU MELANGGAR JANJIMU….!!!” teriak Soojin yang tercengang melihat Kyuhyun tidur satu ranjang dengan adiknya dalam posisi saling berpelukan. padahal semalam Kyuhyun janji tidak akan berbuat mesum. kekeke

_END_

Bagaimana chingu…
apa FF Oneshot gaje ini bisa jadi obat penyabar
untuk menunggu kelanjutan FF series dan beberapa sequel (AS) yang sudah aq janjikan?
waaahh…. semoga iya deh…
coz Author mau ambil jeda dulu utk bwat tagihan diatas.
Kan biar seruu karena penasaran… >,<
Kalau dua hari sekali aq post yang itu, bisa-bisa jadi basi..
aahh… Maldo Andwe!! >,<

Well, Keep RCL, ne?🙂
See U in another FF😀

106 thoughts on “ONESHOT – URI KISSUE !

  1. Kyahaha endingnya lucu~
    kyuhyun ketahuan soojin meluk2 soo😀
    well, chukkae kyuyoung udah balikan! *Syukuran-syukuran..😄

  2. Woah kyu disini keren bnget. Bner” menghargai syoo eon
    ahahaha ternyata kyu sring nyuri” ksempatan -.-
    butuh squel nih😀

  3. Woah kyu disini keren bnget. Bner” menghargai syoo eon
    ahahaha ternyata kyu sring nyuri” ksempatan
    butuh squel nih😀

  4. ngahahahaha lucu bayangin Soo yg ngapus bekas ciumannya Kyu… lagian Kyuhyun dateng” lgsg nyosor aje… gak tahan bang selama ini gak nyium Soo krn dilarang Sooyoung sendiri :p

    keep writing thor!!!

  5. so sweat and romantis …..
    ayo semangat bikin sequelnya chingu..
    kyuyoung jjang!!!
    ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  6. Aaa manis bgt..
    Kirain kyuppa selingkuh…
    Rupa ny salah paham..
    After story ny donk..
    Gantung N bikin penasaran..
    Apa yg bakal di lakukan soojin eonni ke kyuppa?

  7. Omo ini keren author ({})
    si kyu bener2 ngehargai soo banget tp walaupun gitu kyu tetep aja nyari2 kesempatan dalam kesenpitan.diam2 soo tdur si kyu malah nyium soo haha dasal evil magnae😀
    author..ditunggu ya sequel nya ({})

  8. Adeh abang kyu dateng2 langsung sosor Λ̶̨̲ĵą̅ tuh bi2r kkk,,,,
    Soojin onnie mereka Ъќ mesum CƲ♏ёπ tidur bareng, kissing ama pelukan Λ̶̨̲ĵą̅ eh

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s