[AStor] STORY IN MARRY – 2

sim2AS

Tittle : AStor of Story In Marry – 2
Length : Series
Rated : NC 17
Genre : Comedy Romance,married life, sweet, a little hurt
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung
Author : Fatminho

Disclaimer :

This Plot is Main. Give some comments without bashing, and NOT FOR PLAGIATORS!

Note :

Hai..hai…hai… \(^,*)/

Cepat, bukan, aq kembali dan membawa lanjutan AStor dari Story In Marry . . . ?
Aq berusaha cepat membuat lanjutan ceritanya karena merasa tidak tenang dengan semua komentar reader_deul yang sebagian besar bertanya, ‘Bercerai…?’

Hehehe,

Penasaran, bukan, dengan maksud dari itu semua?
Penasaran juga, dengan kelanjutan hubungan KyuYoung yang sedang berpijak di ujung tanduk itu?

Come On take a part of your time to read the next chapter of this story !!😀

– Happy Reading – 

Before …

Melihat ada sesuatu yang sedikit mengkhawatirkan, pasangan KyuYoung tersebut segera mengambil langkah untuk berjalan kearah pintu utama.

“Yeobo-ah…” gumam Ny.Choi saat melihat rupa suaminya yang sudah berdiri dibelakang Jessica.

KyuYoung pun merasa sedikit kaget dengan kehadiran beberapa orang dibelakang Jessica. Tn.Choi dan pasangan paruh baya keluarga Cho yang tidak lain tidak bukan orang tua Cho Kyuhyun. Mereka semua bertampang tegang, kaku, dan sangar, layaknya orang yang tengah menahan amarah.

“Eomma…” “Abeonim…” ujar Kyu dan Sooyoung berbarengan.

“Lee Boyoung!!!” “Han Cae Young!!!” ujar Ny.Cho dan Ny.Choi serempak ditengah wajah sangar nan keras mereka. mereka saling tatap untuk beberapa saat sebelum akhirnya melempar pandang kearah pasangan KyuYoung yang tengah berdiri tegang di ambang pintu.

“YA! KALIAN HARUS BERCERAI!!!” hujat keduanya.

***

“YA! KALIAN HARUS BERCERAI!!!” hujat keduanya.

“Mwo?” pekik KyuYoung, “SHIRREO!!” tambah mereka serempak.

“Tidak Soo, eomma tidak merestui hubungan kalian. Mana sudi eomma berbesan dengan model genit seperti dia!” ujar Choi Chae Young, eomma Sooyoung, dengan memandang sinis Cho Boyoung, eomma Kyuhyun. Tentu saja yang mendapatkan lirikan sinis itu langsung menggeram kesal.

“Ya! Bisakah kau jaga mulut busukmu itu, eoh? Dengar ya, Han Chae Young-ssi, aku bukanlah model genit seperti yang kau katakan! Cih~ bisa-bisanya pemerintahan Jepang menjadikanmu sebagai hakim terbaik. Jelas-jelas kau tak bisa berbicara dengan sopan dan mulutmu itu adalah mulut yang tidak pernah di didik!!” balas Ny.Cho

“MWORAGEO??? YA! Berani-beraninya kau berkata seperti itu padaku?!” geram Ny.Choi yang sudah mengambil kuda-kuda untuk menarik rambut Ny.Cho, musuh bebuyutannya sejak SMA.

“STOOPPP!!!” teriak Tn.Cho dan Tn.Choi bersama, membuat aksi Ny.Choi terhenti. Benar saja, kedua wanita paruh baya itu langsung menahan emosi masing-masing setelah mendengar jeritan dari sang suami.

“Kyu, Soo, ajak eomma-eomma kalian ini masuk kedalam!” ujar Tn.Cho.

“Eoh, Sica-ya, maaf membuatmu menonton hal yang tidak seharusnya. Kau boleh kembali ke butik. Terimakasih sudah mengantarkan kami kesini.” Ucap Tn.Choi kepada Jessica yang sedari tadi diam terpaku melihat aksi kedua wanita berkepala empat itu.

“Nde ahjeossi. Sekarang juga saya kembali.” Pamit Jessica sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan apartment KyuYoung.

Flashback

Terlihat tuan Choi yang sedang duduk di kursi penumpang belakang sebuah marcedez mewah berwarna hitam metalik. Pandangannya tertuju pada tablet yang di genggamnya. Ada beberapa permasalahan saham yang harus ia tuntaskan. Setelah menggeser layar tablet tersebut, ia tutup tablet itu dengan dompetnya, lalu ia letakkan begitu saja di sebelahnya. Wajahnya tampak tenang dan nyaman, terlebih ia dapat memandang deretan tata kota yang sudah lama tak ia lihat. Ya, jika saja ia tidak pindah kantor pusat perusahaannya ke Jepang sepuluh tahun yang lalu, pastilah ia akan selalu memandang kota Seoul yang kini ia nikmati.

Drrrtt drrtt

Pandangannya buyar dan beralih ke ponsel di saku jasnya. Setelah melihat pesan masuk disana, Tn.Choi langsung merubah paras wajahnya menjadi tegang dan penuh kekhawatiran.

From: Mr. Cho

Ya! Mr.Choi! keadaan sedang gawat. Istriku memaksaku mengantarnya menemui anak kita di apartment Sooyoung. Apakah benar istrimu sedang ada disana juga? Aku sudah menannyakan alamat apartment Sooyoung pada Jessica. Kau, temuilah Jessica di butik anakmu itu dan suruh ia mengantarmu ke apartment Sooyoung. Aku sudah di perjalanan. Palliwa Choi!!

Membaca sederetan kalimat dari sahabatnya tersebut, cepat-cepat Tn.Choi memasukkan ponselnya kembali ke saku jas sembari berkata, “Kita ke butiknya Sooyoung sekarang juga!” titahnya pada snag supir.

***

“Nomor berapa apartment Sooyoung?” tanya Tn.Choi yang sedang mengikuti Jessica menyusuri lorong gedung apartment untuk menuju apartment Sooyoung.

“Di ujung sebelah kanan ahjeossi, beberapa meter lagi.” Jawab Jessica yang dibalas anggukan kepala oleh Tn.Choi.

“Choi Geum Soo!” sapa Tn.Cho yang sedang berjalan beberapa meter dibelakang Tn.Choi.

“Cho Gyu Man!” balas Tn.Choi sambil tersenyum.

Setelah berada di jarak yang dekat, kedua pria paruh baya itu saling balas peluk. Bagaimana tidak, ini kali pertamanya mereka bertemu kembali setelah sepuluh tahun tidak berjumpa.

“Kalau kalian bermesraan terus, kapan kita akan sampai?!” cetus Ny.Cho yang sudah tidak sabar ingin menarik anak laki-lakinya yang ada di apartment Sooyoung.

Setelah mendengar percakapan telepon antara sang suami dan Tn.Choi semalam, Ny.Cho benar-benar tercengang dan hatinya menjadi gusar. Ia tidak menyangka jika Choi Sooyoung adalah anak dari Choi Geum Soo, yang berarti gadis itu juga anak dari Han Chae Young, musuh bebuyutannya sejak SMA. Hal itulah yang ia sangat sesali. Bisa-bisanya ia memaksa Sooyoung untuk mau dinikahi oleh anak laki-lakinya hanya karena sang suami sempat berkata, ‘Disaigner di butik Style itu sangat anggun dan sopan. Andai salah satu putraku ada yang menikahinya, pasti cucuku dari mereka yang akan aku percayakan menjadi penerusku setelah appa-nya’

Ya, sebenarnya Tn.Cho dan Tn.Choi sudah merencanakan hal ini. Mereka berdua pun menyiapkan segalanya untuk pesta pernikahan anak mereka, walau terkesan lambat, tapi tidak masalah karena anak mereka sudah menikah. Tentu saja tanpa sepengetahuan istri mereka yang nota bene sepasang rival sejak masa SMA dulu.

Flashback end

Kini, di ruang tengah apartment Sooyoung, telah berdiri dua pria paruh baya, Tn.Cho dan Tn.Choi, sambil menatap tajam istri mereka masing-masing yang tengah duduk di salah satu ujung sofa panjang disana. Sedangkan pasangan KyuYoung duduk berdampingan sambil berpegangan tangan dengan aura wajah penuh kekhawatiran. Mereka berdua tidak menyangka kenyataan bahwa eomma mereka saling bermusuhan sejak lama. Namun, dibalik itu semua, mereka berdua bersyukur karena appa mereka adalah sahabat dekat yang cepat atau lambat pasti bisa meredakan permusuhan diantara para istri.

“Aku ingin bertanya, berapa sebenarnya umur kalian saat ini, 16,17,atau 18? Apakah kalian masih anak SMA yang akan selalu main jambak ketika bertemu lawan?” suara Tn.Cho terdengar sangat berwibawa dengan aura setan, hingga membuat Ny.Cho yang hendak menatapnya pun mengurungkan niat untuk menatapnya.

“Benar, apa kalian masih mempermasalahkan sesuatu yang menggelikan di masa kalian SMA, yang membuat kalian bermusuhan sampai sekarang? Kalian sudah berkepala empat, memiliki anak yang dewasa, tapi tetap saja kalian kalut dengan kisah menjijikkan dulu!” cecar Tn.Choi tak kalah seramnya dengan Tn.Cho tadi.

“Geunde yeobo~ untuk melupakan sakit hati yang aku rasakan saat itu sangat sulit! Bayangkan saja, wanita ini mengkhianati sahabatnya sendiri dengan menjadikan pacar sahabtnya sebagai pacarnya juga. Aku membencinya!” bela Ny.Choi dengan nada meninggi.

“Ya! sudah ku katakan, itu semua bukan kesalahanku. Namjachingu-mu saja yang selalu mengikutiku ketika kau tidak bersamaku. Lagian, siapa suruh jadi kekasih tidak pernah mempehatikan namja-nya. Tentu saja ia berpaling kearahku yang selalu memberinya sejuta perhatian.” Balas Ny.Cho denganpenuh kebanggaan tehadap dirinya.

“YA-“ emosi Ny.Choi tertahan saat mendengar dehaman keras dari dua pria itu.

“Choi Chae Young! Kau masih mempermasalahkan masalah pria itu?”, “Cho Boyoung! Kau masih mempermasalahkan hal itu?” seru Tn.Choi dan Tn.Cho berbarengan. Istri mereka pun langsung menegang menatap wajah sang suami. “Lalu apa artinya aku sebagai suamimu saat ini?” tambah mereka. Benar saja, sang istri hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah penuh rasa malu.

“Yeobo~” Ny.Cho beranjak dan merengek sesal pada suaminya.
“Aku kecewa denganmu Ny.Cho!” rajuk Tn.Choi yang kini berwajah datar dan terkesan dingin. Perlahan perhatiannya jatuh pada pasangan KyuYoung yang masih setia menatapi lelucon bodoh dari para orang tua ini. “Kyu, ajak Soo kembali pulang. Jangan mempermasalahkan kata cerai tadi. Appa dan Choi aboenim tidak akan membiarkan kalian bercerai.” Ucapnya.

“Benar, Soo, pulanglah. Biar apartment-mu appa dan eomma yang memakainya sementara selama kami mengurus proyek disni. Tenang saja, appa akan melindungimu.” Tambah Tn.Choi pada Sooyoung.

Mendengar hal itu, Ny.Choi langsung bangkit dari duduknya dan mulai angkat bicara, “Tidak bisa! Sooyoung harus ikut denganku untuk menemui putra sahabatku. Putriku ini akan lebih bahagia jika bersama Changmin!”

“Andwe eomma! Aku-“ belum selesai Sooyoung bicara, Ny.Cho sudah menyelanya.

“Ya! hakim bermulut busuk! Kau pikir putraku tidak bisa membahagiakan putrimu? Aku khawatir, jangan-jangan putrimu yang tidak bisa membahagiakannya. Kau tahu, ini sudah masuk bulan ketiga pernikahan mereka, tapi mana hasilnya? Putrimu ini belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan!” balas Ny.Cho sambil melirik sinis Ny.Choi. “Aku yang akan memaksa putraku menceraikan putrimu itu jika ia tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilannya. Lagian, sudah lama aku merencanakan pernikahan putraku dengan calon pilihanku yang tentu saja lebih subur dari putrimu!”

“Eomma!” hentak Kyuhyun yang sudah tidak sabar lagi dengan pemikiran eomma-nya satu ini. Tanpa menunggu apapun lagi, ia langsung menggenggam tangan istrinya. “Abeoji, abeonim, kami pulang dulu.” Pamitnya yang mendapat balasan anggukan dari dua lelaki paruh baya disana.

***

Hari sudah mulai gelap, tapi Sooyoung masih tetap diam tak bergeming menatapi kontrak kerjasama yang ia dapat dari salah satu perusahaan fashion ternama. Bukan, bukan karena bimbang untuk bekerjasama, hanya saja pikirannya tidak sedang terpaut disana. Yang berputar di benaknya adalah, kapan ia bisa hamil? Apa benar yang dikatakan Ny.Cho, kalau ia tidak subur? Sungguh, ucapan sang mertua siang tadi sangat mempengaruhi jiwa dan raganya. Bagaimana mungkin ketakutan seperti itu bisa ia rasakan sekarang?

Sooyoung’s POV

“…Lagian, sudah lama aku merencanakan pernikahan putraku dengan calon pilihanku yang tentu saja lebih subur dari putrimu!”

Suara eommanim masih terngiang jelas di telingaku. Tidak subur? Benarkah aku seperti itu? Benarkah aku tidak bisa memiliki anak?

Lagi-lagi air mataku mengalir dengan sendirinya. Sejak kejadian siang tadi, aku hanya bisa merenung sendiri memikirkan hal itu. Sedangkan Kyuhyun langsung pergi ke kantor. Entahlah, aku jadi malu sendiri atas apa yang akan ku alami kelak.

Tuhan, kenapa jalan hidup ini begitu rumit? Andai aku tidak membangun butik, tidak meminjam modal, dan tidak harus dipaksa menikah dengan Kyuhyun, akankah kalimat ‘tidak subur’ seperti itu akan tetap kudengar? Walau belum pasti, mendengar itu saja sudah bisa membuatku sesak. Bahkan proposal kontrak kerjasama yang sedari tadi kugenggam tak dapat ku hiraukan lagi, padahal aku sangat menantikan ini. Semua pikiranku ada di permasalahan tubuhku.

Sebenarnya yang aku pikirkan adalah nasibku kedepannya jika aku tidak bisa mengandung. Kyuhyun… hhhaahh, pasti akan mengikuti perjodohan yang eommanim tujukan padany, menikah dengan yeoja yang bisa mengandung anaknya. Dan aku? Mungkin harus menandatangani surat perceraian kami kelak. Ommona, andweyo! Eotteokhe…

Pandangan lurusku tiba-tiba buyar saat kurasakan sepasang tangan kekar melingkari bahuku. Saat kutolehkan sedikit pandanganku, sebuah bibir hangat langsung menyambut pipi bulatku. Tidak ada yang memiliki kehangatan seperti ini selain Cho Kyuhyun, suamiku.

“I’m home, yeobo…” bisiknya tepat di telingaku.

Aku mendongak dan tersenyum. Ia menunduk melihat senyuman palsuku ini. betapa senangnya hatiku saat ia balas senyumanku dengan lebih manis. Perlahan kepalanya yang menunduk itu semakin mendekat dan detik selanjutnya bisa kurasakan bibirnya mengecup kilat bibirku. Setelah ia berdiri kembali, aku pun ikut berdiri dan menghampirinya sehingga tak ada batasan lagi untuk kami berpelukan.

Kulihat ia masih menjinjing tas kerjanya dan jas hitam yang entah kapan ia tanggalkan itu kini tengah bertengger di lengannya. Segera kuraih bawaannya tersebut dan kuletakkan sembarang di atas sofa yang tadi kutempati. Tanpa berkata apa-apa lagi, langsung kupeluk tubuh suamiku. Aku takut, takut sekali, jika detik-detik selanjutnya aku tidak bisa memeluknya seperti ini lagi. Sungguh, aku ingin memanfaatkan segala waktuku bersamanya sebaik mungkin. Tidak akan aku sia-siakan walau sedetik pun. Yeobo-ah… saranghae.

“Hei, ada apa dengan istriku ini, kenapa pelukannya sangat erat? Cish~ baiklah, akan kubalas lebih erat, hemm hemm” kudengar ia sedikit bercuap lucon dan langsung kurasakan pelukan erat darinya. Tidak sakit, malah cendrung membuatku ingin membelasnya lebih erat lagi. Berharap atau apalah namanya, terserah saja, yang jelas aku merasakan pelukan ini mengartikan bahwa kami benar-benar tidak ingin dipisahkan oleh alasan apapun, selain kehendak Tuhan. “Kau merindukanku rupanya.” Ujarnya yang perlahan melonggarkan pelukannya.

“Hmm…” gumamku sambil mengangguk dan semakin ku eratkan lagi pelukanku ditubuh bidangnya.

“Na do… neumu bogoshipeo yeobo~” ucap Kyuhyun dan menarik sedikit wajahku dengan tangkupan telapak tangannya. Kurasakan ibu jarinya menari pelan di kedua pipiku. Kuangkat pandanganku hingga kini mata kami bertemu.

*Chu~

Ia mengecup bibirku lembut dan melumatnya pelan. Aku tahu ini tidak akan terjadi sesaat. Yah, akan aku ingat selalu rasa manis bibirnya. Tidak akan pernah aku inginkan manis yang lain. Mataku terpejam menikmati kenikmatan di bibirku. Yang kurasakan selanjutnya adalah tubuhku melayang. Dengan cekatan, kulingkarkan kedua kakiku di pinggangnya dan kedua tanganku di tengkuknya. Bibirku pun kini mulai lihai membalas perlakuan bibirnya sambil melepas acak dasi hitam yang masih tergantung indah di lingkar lehernya. Setelah terlepas, tak kuhiraukan kemana jatuhnya benda itu setelah aku melemparnya karena tanganku langsung beralih kearah kancing kemeja putihnya. 1, 2, 3, dan kuhentikan kegiatanku untuk kembali melingkarkan kedua tanganku dilehernya sambil membalas setiap kecupannya.

Walau mataku terpejam, suara pintu terbuka masih bisa kudengar. Setelah itu suara dentuman pintu yang tertutup menyusulnya, bahkan lebih keras karena sepertinya pintu itu telah di tutup dengan tendangan kaki Kyuhyun.

Ciuman kami jadi semakin dalam hingga rongga mulutku merasakan hangat lidahnya. Bbrraakk!! Tubuhku jatuh diatas ranjang empuk yang selalu kurasakan setiap malam. Tentu saja, tubuh bidangnya pun sangat melekat diatas tubuhku. Berat memang, tapi ada satu rasa yang sampai sekarang tetap tak dapat kujelaskan secara pas. Rasa nyaman, terlindungi, hangat, panas, nikmat, dan sepertinya aku tidak akan keberatan jika ia selalu melakukannya. Cho Kyuhyun, suamiku, I Love you.

“Hahh… hahh…” deru nafas kami berbaur saat ciuman panas yang kami buat itu terputus guna menghirup oksigen untuk aksi selanjutnya. Aku menatap dalam setiap inci wajahnya. Tampan, suamiku selalu terlihat tampan. Yeoja diluar sana tidak akan ada yang menolak jika diminta untuk menjadi pendampingnya, tapi bisakah aku menolak keputusan yeoja-yeoja itu? Sungguh, aku tidak akan pernah rela jika tatapan Kyuhyun saat ini dilihat oleh yeoja lain.

Masih dalam posisi saling pandang, tanganku yang tergantung di tengkuknya pun perlahan bergerak menyisiri helaian rambut tebalnya hingga dapat kurasakan kulit wajahnya sedikit kasar akibat jerawat yang timbul disana.

“Apa yang membuat anae-ku begitu manja dan sexy malam ini, hun?” tanyanya pelan yang kubalas dengan tawa kecil sebelum akhirnya kutarik wajahnya lebih kebawah.

Kukecup keningnya, pelipisnya, hidungnya, pipinya, dan kukecup ringan beberapa kali bibir tebalnya. “Wae? Apa aku tidak boleh bersikap seperti itu pada suamiku sendiri?” tanyaku balik. Ia terkekeh dan balas mengecup bibirku beberapa kali juga.

“Karena ini sangat langka terjadi. Bukankah biasanya aku yang bermanja dan selalu memohon untuk dimanjakan olehmu?” ucapnya dengan evil smirk andalannya. Jujur, kalau ia sudah bertampang seperti ini, wajahnya terkesan fulgar dan sangat menggoda bagiku. Kikiki

“Apa tidak boleh jika kali ini aku yang bersikap seperti itu?” balasku sedikit merajuk.

Kulihat ia menarik nafasnya dan mencium bibirku sekilas sebelum akhirnya ia menjatuhkan tubuhnya dan menarik tubuhku ke dadanya. Kini akulah yang ada di atasnya. Ya Tuhan, namja ini benar-benar tampan. Terima kasih atas waktu yang kau berikan untuk menjadi istrinya, walau aku tidak yakin itu akan selamanya. Tuhan, mengapa aku bisa begitu mencintainya sedalam ini?

“Wae geurae? Apa ada yang aneh di wajahku, huh?”

Aku tersenyum mendengar pertanyaannya dan menggeleng kecil. Ku elus pelan setiap titik wajahnya. “Kau sangat tampan, Tuan Cho.” Ucapku spontan.

Senyumannya melebar dan sedikit menyeringai dari tatapan mataku yang sengaja kubuat menggodanya, “Benark-hmmmfft…” kubungkam mulutnya agar berhenti berbicara karena aku sangat ingin memanfaatkan waktu kami berdua sebaik mungkin. Siapa tahu kelak aku akan merindukan sentuhannya dan sentuhan yang kulakukan di kulit tubuhnya.

Aku terus menguasai bibir tebalnya yang sangat aku sukai itu. Ia pun tak kalah aksi denganku. Sambil membalas tautan bibirku, kurasakan kedua tangannya kini telah masuk menyelusup kedalam shirt yang aku pakai. Senang sekali ketika tangan besarnya mengelus kulit punggungku. Sensasi yang kudapat benar-benar tak terdefinisi.

Lama kita melakukan French kiss hingga akhirnya Kyuhyun mengakhiri dengan sedikit mendorong tubuhku. Dengan terengah-engah, kulihat wajahnya sangat mengkhawatirkan. Saat ia hendak angkat bicara lagi, sesigap mungkin kubungkam bibirnya cepat dan kuberikan beberapa lumatan disana sebelum akhirnya bibirku turun ke dagu, rahang, dan terakhir kumulai aksi penjelajahan di sekitar lehernya. Jujur, ini kali pertamanya aku sberlaku se-agresif ini.

“Hmmmh… haaassh… Soo.hhhh… jebhhh bhhall…” desahnya atas perlakuanku. Sexy, benar-benar membuatku lebih bersemangat menciptakan beberapa kiss mark di lehernya. Andai kiss mark ini bisa bertahan lama, maka akan kupenuhi leher putihnya dengan kiss mark dariku supaya kelak, ketika yeoja lain hendak menyentuhnya, mereka akan lihat tanda yang sudah ku patri disitu dan alhasil, mereka tidak ingin melakukan aksi yang lebih jauh. Bukankah adanya tanda tersebut melambangkan bahwa Kyuhyun hanya milik orang yang membuat tanda itu, tentu saja orang itu adalah aku,Cho Sooyoung.

“Sayanghh ada apa denganhhh muuuhh-“ kurasakan kedua tangannya berusaha menghentikan kegiatanku, tapi kulawan terus dan tetap menjelajahi lehernya. Namun, kegiatanku terpaksa kuhentikan ketika kedua tangannya benar-benar menarikku menjauh dari lehernya. “Hei, ini sangat jarang kau lakukan.” Ujarnya dengan tatapan menyelidik.

Tak kuhiraukan perkataannya dan memilih untuk melanjutkan kegiatanku yang ia putuskan tadi. Namun, lagi-lagi ia menahannya. “Ya~ Cho Sooyoung! Ada apa denganmu?” tanyanya dengan nada sedikit meninggi. Ia menangkup pipiku, mengelusnya pelan, “Apa yang membuatmu seperti ini?” tanyanya lagi yang masih tidak percaya dengan kelakuanku. Sungguh, aku pun tidak percaya bahwa saat ini benar-benar diriku sesungguhnya.

“Aku hanya ingin melakukannya. wae? Shireoyo?” tanyaku merajuk.

“Anni… anni… bukannya aku tidak mau, tapi ini benar-benar-“

“Jadi, aku tidak boleh melakukan hal yang lebih agresif pada suamiku sendiri?” potongku sedikit kesal.

“Dan tambah lagi keherananku kali ini. Kau sadar, ini kali pertamanya kau berkata ingin melakukan hal yang lebih agresif…” aku mendecih dan melepas tangkupan tangannya dari wajahku.
Baru saja hendak mengecup lehernya lagi, tiba-tiba tangannya menarikku kembali. Demi apapun juga, aku benar-benar kesal dibuatnya. Apa ia tidak tahu jika dalam waktu dekat ini kami tidak akan bisa melakukannya lagi?

“Wae do????” geramku.

“Jawab dulu pertanyaanku, apa yang kau pikirkan hingga melakukan hal yang jarang kau lakukan ini, eoh?” tanyanya.

Kuhela nafas beratku menahan segala emosi jiwa yang mulai menyulut didiriku. Ada apa sih sama dirinya ini? Bukankah seharusnya ia menyukai keagresifanku ini?

Kutatap kesal kedua manik mata suamiku. Baiklah, mungkin aku memang harus menghentikannya. Perlahan aku bangkit dari atas tubuhnya dan duduk menepi di pinggir ranjang. “Kalau kau tidak suka bilang saja. Aku tidak apa-apa!” cetusku sembari mengambil langkah untuk berdiri dan hendak pergi dari kamar ini.

Grebb!!

Tubuhku ditahan olehnya dengan memelukku dari belakang. Bisa kurasakan pelukannya sangat terkesan posesif.

“Jangan pergi!” bisiknya tepat ditelingaku. Detik berikutnya, ia mulai mengecup bahuku, tengkukku, dan daerah sekitarnya. “Maafkan aku. Baiklah, terserah kau mau berbuat bagaimana, lanjutkanlah. Jangan mencoba pergi meninggalkanku di keadaan seperti ini!” jelasnya yang membuatku menoleh kebelakang, mendapati wajahnya.

“Boleh kulanjutkan?” tanyaku polos.

Ia mengangguk ditengah senyum tipisnya, “Lanjutkanlah!”

Tanpa berpikir dua kali, langsung kuputar badanku dan berhambur kedalam dekapannya kembali. Kami pun tenggelam dalam aksi yang sangat menimbulkan sensasi luar biasa. Hal seperti ini sangat sering kami lakukan, tapi tak ada rasa bosan diantara kami saat melakukannya. Lebih tepatnya, tidak akan pernah bosan.

Sooyoung’s POV end

***

Kyuhyun’s POV

Nafasku tersengal-sengal setelah melakukan ronde ke enam yang sangat dalam, panjang, dan paling melelahkan dari ronde-ronde sebelumnya. Kini tubuhku kembali menindih badan kurus Sooyoung. Dengan nafas yang masih memburu, kutatap intens setiap garis wajah cantiknya. Keringat yang bercucuran di sekitar kulit halus wajahnya sangat memberikan kesan sexy yang tak dapat kujelaskan secara details karena Sooyoung, istriku tercinta, terlihat sangat cantik, benar-benar cantik.

Perlahan matanya yang sempat terpejam karena merasakan lelah, akibat kegilaan yang beberapa menit lalu kami lakukan, pun mulai terbuka dan tersenyum saat matanya bertemu langsung dengan mataku. Tanganku masih setia menangkup wajahnya dan ia pun ikut menerbangkan kedua tangannya untuk menangkup wajahku. Kami sama-sama tersenyum lembut. Ku angkat satu tanganku yang sedang membelai pipi kanannya untuk menangkup tangannya yang ada di pipi kiriku. Kupejamkan mataku guna menyerapi sentuhannya yang kali ini sangat berbeda dari biasanya. Siapa sangka istriku yang tampak acuh ini bisa seagresif tadi?

Kubawa tangannya tersebut mendekati bibirku dan kukecupi beberapa kali, membuatnya terkikik kecil. Mendengar suara kikikannya, mataku yang terpejam pun terbuka, membuat kikikannya memudar perlahan. Kutatap dalam kedua bola matanya sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya. Kukecup dagunya, bibirnya, hidungnya, dan berujung dikeningnya. Kemudian kutatap lagi matanya. “Apa kau sudah lelah?” tanyaku pelan. Ia mengembangkan senyumannya.

Senyumannya berubah menjadi seringaian menggoda, “Kalau pun lelah, bukan berarti aku tak mau melanjutkan rondo berikutnya…” jawabnya. Tentu saja dengan nada yang menggoda juga. Aisshh… kenapa istriku jadi genit seperti ini? tapi aku bersyukur karena sikap genitnya ini hanya ia tunjukkan padaku. Selamanya hanya untukku.

“Ahh… ouhh… yeobhhhh…booooaaahhhh….” desahnya saat kumulai lagi gerakanku.

Walau aku masih penasaran dengan alasannya berubah seagresif ini, aku tetap menerima pelayanan terhebat yang pernah ia berikan untukku. Biasanya, akulah yang meminta, tapi kali ini, dengan sumringahnya ia meminta, bahkan memohon padaku. Biarlah kunikmati semua yang ia berikan padaku kali ini. Setelah kami menyelesaikannya sampai tuntas, barulah akan kutanya maksud keindahannya ini.

“Aaaggghhh…. faasterhhhh Kyuuuhhh…oouugghh….” ia mendesah histeris saat aku mulai menurunkan kecepatan permainan kami secara tiba-tiba. Lihatlah, wajahnya benar-benar sexy saat memohon seperti ini, membuatku ingin menggodanya terus.

“Saranghae Cho Sooyoung…” ucapku sambil menggerakkan tubuhku yang masih ada di atasnya dengan tempo normal, bermaksud menggodanya.

Mendengar ucapanku, matanya yang menahan kenikmatan itu pun sontak terbuka dan mendelik kearahku, “Ya! kau mau menggodaku, eoh?!” tanyanya dengan wajah kesal. Aku tertawa kecil sambil tetap melakukan kegiatanku dalam tempo normal. “Geurae, rupanya kau ingin menggodaku. Sekarang rasakan inihhh-!”

“OOooouuggh….aaarrgghhhk…. hhaaahh aahhh…” gila! Kenapa ia membalasku dengan begitu cepat dan nikmat, sampai suara desahan yang tak ingin aku keluarkan pun lolos begitu saja ketika ia bergerak naik turun dibawahku dengan tempo sangat cepat sambil menggigit daerah leherku. Bisa kurasakan ia menggigit kulit di sekitar leherku. Hanya ia satu-satunya yeoja yang mengetahui daerah-daerah ter-sensitifku.

Entahlah, setelah ini aka nada ronde berikutnya atau tidak. Yang jelas malam ini akan kunikmati semua kegilaan yang akan tercipta. Sungguh malam yang indah.

***

Mataku terbuka pelan-pelan, mengatur cahaya yang menerobos kedalamnya. Aku tersenyum setelah menyadari apa yang aku lihat pertama kali di pagi hari seindah ini. Sooyoungie, istriku. Sepertinya ia sudah terbangun sebelum aku terbangun karena ia menyambut pagiku dengan mengecup kilat ujung bibirku. Aku semakin melebarkan senyuman sambil merengkuhnya lebih dalam.

Teringat akan sesuatu yang sangat penting, aku pun mendorong tubuhnya sedikit hingga mataku bisa bertatapan lagi dengan matanya. Kubelai wajahnya dan kukecup keningnya.

“Yeobo-ah…” seruku.

“Hmm…?”

“Gomawo untuk yang semalam. Kau sangat-“

“Cheonma!” balasnya cepat, menghentikan kalimatku dan langsung masuk kedalam dadaku kembali.. Aigo… apa ia sedang malu? Cish~

“Hei…” ku buat lagi sedikit jarak diantara kami. Lagi-lagi aku tenggelam dalam tatapan sendunya. “Ya~ Yeobo, apa kau sedang malu?” tanyaku, membuat wajahnya memerah seketika dan langsung menundukkan kepalanya hingga tak bertatapan lagi denganku.

“Anni…” jawabnya. Tentu saja aku tersenyum sangat lebar karena apa yang kudengar itu justru mengartikan hal sebaliknya.

“Yeobo~ kau tidak perlu merasa malu seperti ini. bukankah kita sudah sering melakukannya?” tanyaku yang berhasil membuatnya mengangkat pandang lagi kearahku. Aku tertawa kecil mendapati mulutnya yang sedikit maju dengan pipi yang dikembungkan. “Boleh aku bertanya?” tanyaku lagi dan kali ini membuat ekspresi malunya meredup, berubah menjadi paras yang tegang. Namun, hal itu tidak mengurungkan niatku untuk menanyakan hal yang membuat hatiku sedikit terjanggal sejak semalam. Kuelus sambil kutatap lembut wajahnya, “Apa yang membuatmu melakukan hal ini? kau tahu, kau sangat sexy tadi malam?”

Hei, kenapa wajahnya semakin tegang?

“Aku…” kutunggu jawabannya yang memang terlihat ragu untuk disuakan. “Aku hanya…”

“Marlhebwa…” pintaku lembut karena kulihat matanya mulai berkaca-kaca.

“Aku hanya ingin mengingat dan mematri di hatiku, kehangatan dirimu yang sangat teramat manis dan berbeda dari sebelumnya. Aku khawatir jika yeoja lain-lah yang akan melihat ekspresimu yang sangat jarang kutemukan itu.” Jawabnya yang berhasil membuatku mengerutkan kening.

“Yeoja lain? Apa kau meragukan kesetiaanku, hun?” tanyaku lagi. Ia mulai memperlancar aliran air matanya sambil menggelengkan kepala yang kini tertunduk di dadaku. “Lalu, kenapa kau berpikir seperti itu? Tidak akan kutunjukkan hal semalam kepada yeoja lain selain dirimu.”

Sooyoung menengadahkan kepalanya lagi dan menatap mataku dengan matanya yang basah itu. “Tapi eommanim… ia sudah memiliki calon menantu yang lebih ideal. Menantu yang bisa memberikannya cucu. Aku takut kalau aku benar-benar-“

*Chu~

Kubungkam cepat mulutnya dan kulumat dalam untuk beberapa saat. Kulepas pagutan yang kulakukan dan mataku yang mulai memanas langsung menatap dalam matanya. “Kau tahu, pasangan yang menikah tidak selalu cepat mendapatkan calon aegi mereka secara cepat. Bahkan ada yang menunggu kehadirannya sampai bertahun-tahun. Kita baru masuk bulan ketiga, percayalah kalau ia akan hadir. Cepat atau lambat. Yang jelas, kita harus bersabar dan tetap berusaha untuk merangsang kehadirannya.”

“Geundae, eommanim tidak memberikanku waktu yang lama untuk-“

“Lupakanlah masalah eomma, selagi abeoji kita mendukung, kita akan baik-baik saja. Percayalah, apapun yang terjadi, yang aku inginkan untuk menjadi teman hidupku hanya kau seorang, hanya Choi Sooyoung yang kuinginkan untuk menjadi Nyonya Cho bagiku. Arraseo?”

Kyuhyun’s POV end

***TBC***

EOTTHEO??
sudah tau kan apa masalah utamanya?
hihi, senang deh baca komentar-komentar dari kalian.
membuat aku mendapat ilham yang lebih imajinatif. jjiiaah…

disamping itu, aku membuatnya dan nge-post cepat karena setelah ini aku akan break dulu utk nge-post ff. Break’a sebentar kok, cuma seminggu, selanjutnya akan aku usahakan secepat mungkin.
mau tau alasan kenapa aku ngambil break?
karena besok udah hari raya IDUL ADHA. Jadi bakal sibuk membuat sate, gule, rendang, dll. Wkwkwkwk…😀

Okay, akhir kata author ucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1434 HIJRIAH. Mohon maaf lahir dan batin untuk Umat Islam sedunia. Selamat makan-makan juga.😀

Buat Reader_deul, GOMAWOO jongmal, sudah nyempetin waktu membaca ff-ku yang rada aneh ini. Jangan lupa tinggal jejak yoo… like atau komen gitu… supaya aku cepat dapat inspirasi lagi… #maksa

Baiklah, see you at the next chapture (y)

\(^,^)/

132 thoughts on “[AStor] STORY IN MARRY – 2

  1. aigooooooo aigooo so sweet bgt c ,,,kyuhyunie love you full..hmm,,,andai sooyoung disitu itu w ,,w gembok kali kyunya haahahahhaah😀
    next semoga sooyoung bsa dpet aegi nya yah biar mertuanya bsa lluh😀

  2. Pingback: [After Story] STORY IN MARRY | Sooyoung Fanfiction Indo

  3. Aigooo jadi eomma kyu dan soo rival waktu sma dulu? N gara2 cowo mereka bermusuhan?
    Soo dan kyuppa so sweet..
    Apa rencana yg di lakukan oleh tn cho dan choi?

  4. aigooooo…keluarga yg unikkk…wkwkwk
    yg satu sahabatan yg satunya lg musuhan…^^
    kykny ushanya udh total bgt ituuu,.,,whehehe
    lanjuttt🙂

  5. Mudah2n gak cerai deh. Omma mereka berdua tega amat sich cm gara2 masalah mereka kyuhyun dan sooyoung kena imbasnya.

  6. Jiaaahh ronde 6😮
    kyuyoung daebak , yakin deh bssa hamil kl uda gini mah , kkkkkk
    aigoo aigoo eomma kyuyoung pernah rebutan namja , hahahaha
    kocak deh , kkk

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s