[AStor] STORY IN MARRY – 3

simB

Tittle : AStor of Story In Marry – 3
Author : Fatminho
Length : Series
Rated : PG 16
Genre : Comedy Romance,married life, sweet, a little hurt
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung

Disclaimer :

This Plot is Main. Give some comments without bashing, and NOT FOR PLAGIATORS!

Note :

Hai..hai…hai… \(^,*)/
Aku datang…
Karena part 3 ini yang sudah tuntas aku garap, maka aku dulukan publish-nya. Untuk kelanjutan I’m Back to Love You, ditunggu saja ya.. On Writing😀

Semoga kalian tetap suka membacanya dan tak bosan dengan cerita ini.
Jujur, sebenarnya di part ini harusnya sudah END, tapi ada hal yg masih mengganjal jika harus berakhir di part ini. Maka dari itu, author tambah Chapture-nya.😀

– Happy Reading – 

Before …

“Aku hanya ingin mengingat dan mematri di hatiku, kehangatan dirimu yang sangat teramat manis dan berbeda dari sebelumnya. Aku khawatir jika yeoja lain-lah yang akan melihat ekspresimu yang sangat jarang kutemukan itu.” Jawab Sooyoung yang berhasil membuat kyuhyun mengerutkan kening.

“Yeoja lain? Apa kau meragukan kesetiaanku, hun?” tanya Kyuhyun lagi.

Sooyoung menangis mendengar pertanyaan itu. Kepalanya tertunduk dan menggeleng, menjawab pertanyaan sang suami. Jujur, ia tidak pernah meragukan tentang ketulusan hati seorang Kyuhyun yang diberikan untuknya seorang. Namun, dilain sisi, ada hal yang membuat dadanya sangat sakit jika hal tersebut berkaitan dengan hubungan pernikahan diantara mereka.

“Lalu, kenapa kau berpikir seperti itu? Tidak akan kutunjukkan hal semalam kepada yeoja lain selain dirimu.” Tanya Kyuhyun lagi sambil menatap sendu istrinya yang masih menunduk.

Mendengar pertanyaan tersebut, Sooyoung langsung menengadahkan kepala dan menatap suaminya dengan mata yang masih basah. “Tapi eommanim-” ia diam sejenak untuk menahan gejolak perih di dadanya. Kyuhyun masih setia menunggu kelanjutan yang akan istrinya tersebut berikan. “-ia sudah memiliki calon menantu yang lebih ideal-“ tambah Sooyoung yang lagi-lagi berusaha menahan tangisannya. “-Menantu yang bisa memberikannya cucu-“ tambahnya lagi dan kini ia benar-benar menatap wajah Kyuhyun. Dengan penuh keraguan, ia berkata kembali, “-Aku takut kalau aku benar-benar-“

*Chu~

Karena tidak sanggup lagi mendengarkan hal apa yang akan dikatakan oleh istrinya, yang ia tahu apa maksud dari kalimat tersebut, Kyuhyun langsung membungkam bibir ranum Sooyoung dan melumatnya sekilas. Setelah itu ia menatap dalam kedua manik mata Sooyoung. Dengan tatapan penuh keseriusan ia berucap, “Kau tahu, pasangan yang menikah tidak selalu mendapatkan calon aegi mereka secara cepat. Bahkan ada yang menunggu kehadirannya sampai bertahun-tahun. Kita baru masuk bulan ketiga, percayalah kalau ia akan hadir. Cepat atau lambat. Yang jelas, kita harus bersabar dan tetap berusaha untuk merangsang kehadirannya.”

“Geundae, eommanim tidak memberikanku waktu yang lama untuk-“

“Lupakanlah masalah eomma, selagi abeoji kita mendukung, kita akan baik-baik saja. Percayalah, apapun yang terjadi, yang aku inginkan untuk menjadi teman hidupku hanya kau seorang, hanya Choi Sooyoung yang kuinginkan untuk menjadi Nyonya Cho bagiku. Arraseo?”

***_***

Setelah kejadian tersebut, keanehan Sooyoung semakin menjadi-jadi. Ia yang dulunya cuek menanggapi sesuatu tentang permasalahan didepannya, kini berbalik menjadi terlalu over. Apalagi kalau menyangkut masalah Kyuhyun. Bahkan tidak jarang ia menyerahkan tugas di butik kepada Jessica untuk memilih ikut ke kantor bersama Kyuhyun.

Tentu saja, sebagai suami yang sangat mencintai istrinya, Kyuhyun tidak dapat menolak permintaan tersebut. Padahal Kyuhyun tahu apa yang akan terjadi setelah Sooyoung memilih membuntutinya ke kantor. Ya, yeoja itu akan duduk di sofa depan meja kerja Kyuhyun sambil menatap lekat setiap gerakan yang dilakukan Kyuhyun. Ketika Kyuhyun menegurnya untuk tidak terus menatap dengan cara seperti itu, mata Sooyoung akan terlihat memerah dan berkristal. Ia menangis, membuat Kyuhyun merasa bersalah.

Keanehan selanjutnya yang terjadi pada Sooyoung adalah sesuatu yang sangat disukai oleh Kyuhyun. Sudah masuk minggu kedua setelah kejadian malam itu, sekaligus masuk pertengahan bulan keempat pernikahan mereka, tapi sikap manja seorang Sooyoung tidak pernah surut terhadap sang suami. Padahal sebelumnya, mereka bercinta ketika ada suatu moment yang merangsang keinginan itu, bahkan Kyuhyun lebih sering menahan diri sekuat tenaga karena labilnya gairah Sooyoung untuk melakukan hal itu. Namun, kali ini semuanya berubah. Sooyoung selalu rutin membuat moment-moment indah yang berujung dengan kehangatan nikmat bagi Kyuhyun.

Di hari-hari berikutnya, Kyuhyun sudah terbiasa dengan semua keanehan istrinya. Kyuhyun berpikir bahwa semua yang di lakukan Sooyoung masih tergolong standar dan tidak berlebihan. Ia juga sempat bertanya dalam hati, ‘bukankah seorang istri memang seharusnya seperti ini, bermanja dan melayani apapun yang membuat suaminya nyaman?’

‘Aku hanya takut kelak aku tak bisa bersamamu, oppa…’

Itulah satu-satunya hal yang menggantung di benak Sooyoung ketika ia memulai aksi bermanja-manjanya.

Pukul delapan pagi Kyuhyun sudah tampak lebih segar dan sudah bersiap pergi ke kantor. Ia berjalan dari kamarnya sambil mengancingkan kancing kemeja di pergelangan tangannya. Dasi di kerah kemejanya pun masih terkulai dan belum terpasang indah karena ia ingin Sooyoung yang melakukannya. Jas dan tasnya juga sudah siap di sofa ruang tamu. Itu pun sudah tugas Sooyoung sebagai istrinya, menyiapkan segala keperluannya.

“Chagie~ ayo kita berangkat bersam-“ kalimat Kyuhyun terhenti karena saat ini ia melihat istrinya yang masih berbalut piyama tidur. Dan yang lebih mengagetkan, saat ini yeoja itu memang sedang tertidur pulas di sofa.

Kyuhyun menatap heran keadaan Sooyoung yang sangat jarang ia temui ini, terlebih di hari kerja seperti sekarang. Bukankah biasanya ia berangkat ke butik selalu pagi-pagi? Namun, hal itu di abaikannya, Kyuhyun lebih memilih tersenyum melihat yeoja cantik yang sangat ia cintai itu sedang tertidur pulas, sambil melangkahkan kaki mendekati yeoja itu.

Apakah ia kelelahan setelah melakukan ‘hal gila’ kita akhir-akhir ini?
Geunde… bukankah semalam kita hanya melakukannya satu ronde?

Pikiran Kyuhyun melayang kemana-mana. Ia mulai heran dengan tingkah Sooyoung yang akhir-akhir ini sangat manja dengannya. Walau yang paling mengesankan adalah keagresifan Soo di malam, beberapa hari yang lalu, tapi tetap saja hari selanjutnya ia juga bermanja seperti itu.

Jujur, Kyuhyun suka, bahkan sangat suka dengan sikap itu, tapi yang ia takutkan kali ini adalah perasaan Sooyoung yang masih memikirkan ucapan eomma-nya.

Dikecupnya kening indah di wajah istrinya, lalu membelai lembut lengan sang istri sebelum berkata, “Chagie~ kenapa kau tidur lagi? Kau tidak ke butik?” suara Kyuhyun sangat lembut dan penuh kehati-hatian. Ia tidak ingin istrinya terbangun karena kaget dengan suaranya. Merasa belum ada respon, ia guncang pelan lengan yang tadi ia belai tersebut. “Yeobo-ah, ireona… apa kau kelelahan?”

“Euughh… oppa~” rengek Soo, seperti anak umur lima tahun yang tidak mau di suruh bangun untuk bersiap kesekolah. Kyuhyun hanya tersenyum sambil mengusap pipi Sooyoung yang belum membuka mata jua.

“Yeobo~ appoyeonika?” kini suara Kyuhyun bertanya mulai bernada khawatir.

Perlahan mata Sooyoung terbuka sedikit demi sedikit. Setelah ia yakin Kyuhyun ada di dekatnya, ia berusaha bangkit dari tidurnya, tapi tidak untuk bangun seutuhnya, melainkan menghambur ke dada bidang suaminya tersebut. Tangannya sudah melingkar di punggung Kyuhyun dan kepalanya sudah bersandar nyaman di dada Kyuhyun. Matanya pun mulai terpejam kembali.

Hal tersebut membuat Kyuhyun sedikit tercengang karena tak biasanya Sooyoung manja padanya secara berlebihan seprti saat ini. Dengan sedikit ragu, Kyuhyun balas pelukan istri manjanya tersebut dan sesekali mengelus rambut panjang disana. “Hei, ada apa dengan istriku tercinta satu ini? tumben sekali memelukku se-intens ini di pagi hari…” ucap Kyu.

Dengan mata terpejam, Sooyoung semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Kyuhyun dan menjawab, “Oppa kau harus temani aku. Hari ini tidak usah ke kantor, ne?”

Kyuhyun terseyum, “Ada apa denganmu yeobo? Jarang sekali kau mengajakku bolos kerja.”

“Entahlah, aku hanya ingin bersamamu oppa.”

“Eoh, geuraeseo. Aku akan menelepon sekertarisku dulu-”

“Jangan telepon sekertarismu, oppa!” cetus Soo dengan nada sedikit marah setelah ia melonggarkan pelukannya dan menatap wajah suaminya.

“Wae?”

“Tidak apa-apa,” Sooyoung terdiam sejenak, ia melanjutkan kalimatnya dengan paras manja penuh kekesalan, “Akan apa-apa jika sekertarismu seorang yeoja!”

“Hahaha, apa kau sedang cemburu?” Soo menatap kesal wajah Kyu dengan pipi yang di kembungkan.

“Apa tidak boleh?”

Kyuhyun tersenyum manis sambil menangkup pipi istrinya, “Tidak boleh! Tidak akan pernah ku ijinkan kau cemburu pada siapapun karena cintaku hanya untukmu, tidak untuk yang lainnya. Kau harus mempercayaiku, arraseo?” jelas Kyu yang hanya di balas dengan pandangan kesal.

“Kau akan menemaniku?” tanya Soo penuh harap.

Akhirnya Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum, membuat Soo berhambur kembali ke pelukannya.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun tidak lagi merasakan tahanan erat Sooyoung seperti semula. Saat ia menunduk dan melihat keadaan Sooyoung, ternyata yeoja itu sudah tertidur. Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum melihat tingkah aneh Sooyoung yang bisa tertidur di posisi tidak nyaman seperti saat ini. Segera diangkatnya tubuh kurus istrinya dan membawanya ke kamar.

Diletakkannya tubuh Sooyoung diatas ranjang dan menyelimutinya. Ia tatap lekat wajah tidur istrinya sebelum menjalankan kelima jemari tangannya di beberapa helai rambut istrinya. Kyuhyun menyibakkan poni yang menutupi dahi indah yang sangat ia sukai itu. Perlahan dikecupnya kening tersebut agak lama.

“Hari ini aku akan diam di sini bersamamu. Maaf telah membuatmu lelah, sayang. Istirahatlah, aku sangat mencintaimu.” Lirih Kyuhyun sebelum bangkit dan mengganti pakaiannya kembali.

***

Ini sudah pukul satu siang, tapi Sooyoung masih terlelap nyenyak di atas ranjang empuknya. Sedangkan Kyuhyun sedang berkutat di depan laptop di meja kerjanya yang terletak di ujung kamar dengan posisi membelakangi ranjang. Ia sedang menerima proposal yang dikirimkan oleh sekertarisnya untuk ia periksa. Tiba-tiba saja e-mail dari saudaranya, Cho Wu Fan, masuk dan mengajaknya chating.

‘Kau sangat mengecewakan hyeong-mu! Aku sudah duduk di ruang kerjamu, tapi kau tak muncul juga dan ternyata memang benar kau bolos kerja!’

Kyuhyun sedikit tertegun setelah membaca e-mail yang dikirimkan oleh kakaknya, anak pertama dari almarhum istri appa-nya yang pertama. Cho Wu Fan, anak yang di wanti-wanti menjadi saingannya oleh eomm-nya.

‘Nde, mianh hyeong. Geunde, aku tidak bolos kerja. Aku hanya sedang melanjutkan tugas kantor di apartment. Aku tidak bisa ke kantor karena istriku sedang sakit.’

‘Mwo? Istri? Kapan kau menikah? Kenapa aku tidak tahu kabar apa-apa tentang hal itu?’

‘Mianh sekali lagi. Bukan maksudku menyembunyikan hal ini padamu apalagi tidak mengabarimu, tapi pernikahan kami masih rahasia dan hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya’

‘Bagaimana bisa seperti itu? Jujur, aku kecewa. Apa jangan-jangan kau menghamilinya di luar nikah?’

‘yak! Jangan asal bicara, hyeong! Kami hanya di jodohkan saja, tapi akhirnya saling mencintai. Ini sudah tiga bulan. Bukan hamil diluar nikah, tapi sedang menunggunya hamil setelah kami menikah selama ini.’

‘Aigoo… aigoo… aku tetap kecewa lantaran kau tak mengabariku! Pokoknya, setelah urusanmu selesai, datanglah ke rumah besar. Aku ingin mengenalkan seseorang padamu.’

‘Eoh, jinja? Lalu, bagaimana dengan yeoja yang sangat kau cintai sejak dulu itu?’

‘Entahlah, aku sudah kehilangan jejaknya setelah ia pergi meninggalkanku dan lebih parah lagi saat aku sudah pindah ke LA. Sudahlah, jangan banyak tanya. Pokoknya aku tunggu kedatanganmu, arra?!’

‘Ne, arrayeo!’

***
Kyuhyun’s POV

“Yeobo~” kudengar suara serak Sooyoung. Sontak kutolehkan kepalaku kearahnya. Ia baru bangun dari tidur ‘matinya’ dan sedang berjalan gontai mendekatiku.

Kenapa aku sebut tidur mati? Bagaimana tidak, ia sudah tidur delapan jam sejak pagi tadi. Apa ia mempersiapkan energy untuk merayuku malam ini? aassssaa, kalau memang benar, aku senang ia sudah beristirahat cukup dan siap melayaniku malam nanti sampai pagi berikutnya. Kekeke

“Oppa~” kudengar suaranya kini tepat di tengkukku dan benar saja, detik berikutnya ia sudah melingkarkan tangannya di leherku.

“Aigoo… apa kau masih mengantuk?” tanyaku lembut sambil mengelus rambutnya. Kurasakan ia mengangguk. “Kau sangat lelah karena beberapa hari belakangan ini kita selalu melakukannya?” tanyaku. Kurasakan ia mengangguk lagi. Aku tersenyum, “Bukankah kau yang menginginkannya?” tanyaku jail.

Ia langsung melepas tangannya yang merangkul leherku dan tentu saja ia menatapku kesal. Ia memutar kursi kerjaku yang memang mudah untuk diputar, kearahnya. Segera ia dudukkan dirinya di pahaku dan tatapannya semakin buram kearahku yang hanya bisa tersenyum membalasnya.

“Bukankah kau menyukainya?” tanyanya balik yang berhasil membuat senyumanku semakin berkembang lebar. Ia menggantungkan kedua tangannya di leherku lagi dan merebahkan kepalanya di bahuku hingga kurasakan nafasnya memburu di leherku. Lagi-lagi aku tersenyum dengan tingkahnya yang berhasil membuatku ingin membalas dekapannya dengan lebih erat. Aku sangat gemas padanya kali ini.

“Nde. Nan neumu joahe… sangat-sangat menyukainya. Gomawo…” bisikku.

“Mmm…” responnya.

Kyuhyun’s POV end

***

Sementara itu, di kediaman Keluarga Cho telah hadir keluarga Choi. Mereka berkumpul untuk membuat suatu rencana yang dibuat oleh Tuan Cho dan Tuan Choi.

Kedua ayah tersebut sudah merencanakan pernikahan KyuYoung jauh-jauh hari. Mengingat istri mereka memiliki hubungan yang kurang baik, maka terpaksa mereka jalankan rencana mereka sesuai tujuan yang mereka harapkan.

Dan setelah semuanya tercapai, maka mereka berdua ingin memberikan hadiah sebuah pesta pernikahan untuk anak mereka tersebut.

“Sojin-ah, apa kau sudah mempersiapkan semuanya?” tanya Tuan Cho pada anak sulung keluarga Choi, kakak Sooyoung.

Sojin mengangguk, “Nde, semua sudah siap.”

Keluarga Choi sedang bergabung di rumah besar keluarga Cho untuk membicarakan rencana pesta pernikahan anak mereka, Cho Kyuhyun-Choi Sooyoung. Hal ini mereka rencanakan tanpa sepengetahuan KyuYoung. Mereka ingin memeberikan kejutan pada pasangan tersebut. Sekalian mengundang semua relasi dan kerabat mereka untuk memeberika restu keduanya.

Tampak sangat jelas keantusiasan para appa, Tuan Cho dan Tuan Choi. Sedangkan istri mereka hanya bisa acuh dan sesekali saling lempar pandang kesal. Mereka berdua akan kelihatan akrab jika diperhatikan oleh suami mereka. mereka berjanji tidak akan saling bermusuhan lagi dan menjalin hubungan keluarga besar secara normal dan harmonis. Namun, tidak untuk pribadi mereka masing-masing yang tetap memendam kebencian konyol diantara mereka.

“Apa ada yang bisa aku bantu, eonni?” tanya Krystal, yeojachingu Wu Fan, pada Sojin.

“Anni Krys-ah. Semua persiapan sudah totally perfect. Mungkin kau bisa membantu Kris mengirim undangan ke semua kerabat.” Jelas Sojin.

“Benar, aku akan lebih bisa bersemangat jika kau menemaniku, chagie~” ucap Wu Fan, namja yang tadi disapa Kris oleh Sojin. Kris adalah nama panggilan singkatnya.

“Aigo~ apa aku perlu membantu Krystal setelah acara resepsi Kyuhyun selesai, nanti?” tawar Tuan Cho pada anak laki-lakinya satu itu.

“Haha, benar. Akan lebih ramai keluarga kita nantinya.” Tambah Tuan Choi yang selalu mendukung keputusan sahabatnya tersebut.

“Tentu saja aku setuju. Kalian berdua sangat cocok, tampan dan cantik. Krysh-ah, kau akan menjadi menantu tercantik bagiku.” Cetus Ny.Cho yang bermaksud menyindir Ny.Choi.

“Ya! apa kau ingin kita berdebat lagi di depan para suami ini?” tegas si hakim Choi.

Suasana mulai menegang di anatara keduanya. Hal tersebut membuat para suami sedikit jengkel, “Apa guna tempo hari kalian berbaikan?”

Menyadari kesalahan yang mereka perbuat, Ny.Cho dan Ny.Choi menyengir kembali dan ber-acting ramah satu sama lain. Sedangkan pemuda-pemuda yang memandang tingkah childish mereka hanya bisa menghela nafas kecewa. Kecewa dengan sikap yang keduanya tunjukkan tersebut.

***

Sooyoung masih betah berada di pangkuan Kyuhyun. Mungkin sudah sekitar satu jam mereka ada di posisi seperti itu. Kyuhyun tidak merasa lelah atau terganggu dengan sikap manja istrinya kali ini. sesungguhnya ia memang ingin memberikan perhatian lebih kepada yeoja tercintanya tersebut.

Bip bip bip

Mendengar ponselnya berbunyi, Kyuhyun segera melayangkan tangan kirinya untuk menggapai ponsel di atas meja kerjanya. Tanpa melihat nama penelepon, segera ia terima panggilan tersebut.

‘Ne…’ sapa Kyuhyun. Sooyoung memandang lemas wajah suaminya.

‘Kyuhyun-ah…’ sahut suara yeoja di seberang sana dengan sedikit serak.

Kyuhyun membelalakkan mata saking kagetnya saat ia mengenali pemilik suara di seberang sana. Dengan cepat Kyuhyun melihat siapa yang meneleponnya. Ia mengumpat dalam hati, bagaimana bisa ia melupakan suara ibu mertuanya yang tegas itu? Kyuhyun akhirnya menyahut,

‘Eommanim…’ membuat Sooyoung ikut menatap heran.

‘Kyu-ah, aku titip Sooyoung padamu. Jangan sakiti dia. Jangan juga hiraukan perkataan eomma-mu yang mengatai Sooyoung tidak subur. Jujur, aku sangat marah padanya. Seenaknya saja mengatai anakku seperti itu. Di keluargaku tidak memiliki keturunan mandul. Kau tidak usah khawatir Kyu-ah…’

Kyuhyun menghela nafas sejenak dan tersenyum. ‘Ne eommanim… aku tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Aku juga tahu-‘ Kyuhyn menggantungkan kalimatnya dan memandang wajah Sooyoung, ‘Kami pasti bisa melakukan yang terbaik.’ Kemudian dikecupnya dalam-dalam dahi istrinya.

‘Ah, baiklah. Aku senang mendengarnya. Maafkan juga sikapku yang terlihat childish saat itu. Suamiku benar, bagaimana bisa hakim andalan Jepang sepertiku bertingkah aneh seperti saat itu,’ terdengar suara kekehan di seberang sana, ‘Eoh, satu lagi, aku dan suamiku akan balik ke Jepang. Tolong beri kami kabar sesempat yang kau bisa. Aku sengaja meneleponmu karena aku takut Sooyoung akan mengabaikanku. Huh… aku tahu, anak itu pasti sedang benci sekali padaku…’

‘Annio eomma. Aku yakin, istriku tidak marah padamu. Ne, aku akan menjaganya dan akan mengabarimu sesempat yang aku bisa. Gamshamida eomma-nim…’ sahut Kyuhyun sambil tersenyum memandang yeoja yang kini sedang berkaca-kaca didepannya. Secara tidak langsung, dengan samar-samar, Sooyoung bisa mendengarkan apa yang di katakana Eomma-nya di seberang sana.

Tuut… tuut… tuut…

“Kau mendengarnya?” tanya Kyuhyun setelah meletakkan ponselnya kembali ke meja kerjanya. Sooyoung menangis ditengah anggukan kepalanya. Segera Kyuhyun mendekapnya. “Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja.” Sooyoung mengangguk di tengah dekapannya.

***

Kyuhyun’s POV

Saat ini aku sedang berkutat dengan berbagai alat masak di dapur kecil apartmen-ku. Sungguh, kalau bukan karena Cho Sooyoung yang sangat aku cintai itu, aku tidak akan pernah mau berkutat dengan berbagai peralatan masak. Lagian aku ini tidak bisa masak.

Sempat aku menelepon ke rumah dan berbicara dengan bibi yang masakannya selalu kusukai. Aku ingin dibantu memasakkan macaroni pasta pedas dengan aroma gingseng. Mendengar nama masakannya saja, aku sudah tak bisa membayangkan apa yang pertama-tama harus kulakukan. Maka dari itu, akhirnya bibi membawakan pasta yang sudah ia buat ke apartment-ku. Tentu saja Sooyoung tidak mengetahui hal itu karena aku meminta bibi untuk meneleponku jika sudah ada di depan apartment. Syukurlah, sekarang aku tinggal menghangatkannya saja.

“Yeobo-ah… eodiga?” panggilku sambil mencari sosok cantik istriku dengan sepiring pasta di tanganku. Kuletakkan piring yang kubawa di atas meja ruang tamu di depan TV dan kulanjutkan pencarian sosok Sooyoung.

“Sooyoung-ah… kau dimana?” jeritku yang mulai merasa panik.

Sudah kucari di kamar, ternyata tidak ada. Aku langsung berlari ke kamar mandi yang ada di dalam kamar kami, tapi tetap tak kutemukan. Aku mulai semakin khawatir. Bukankah tadi Sooyoung sedang menonton televisi saat aku di dapur?

Kamar Sooyoung. Ya, aku sempat lupa belum memeriksa satu kamar lagi. Segera kubuka kamar yang dulu pernah menjadi kamar Sooyoung. Mataku membulat melihat pemandangan pertama yang kutemukan.

“Sooyoung-ah!” aku berlari dan kuangkat tubuhnya. “Hei, Yeobo, ireonika… ireonaa…”

Tanpa berpikir dua kali, segera kubawa tubuh istriku ke rumah sakit terdekat. Tak kuhiraukan lagi pakaian tidur yang masih kukenakan. Aku benar-benar khawatir dengannya. sikap, keadaan, bentuk fisiknya yang semakin pucat akhir-akhir ini, semua mebuatku khawatir.

***

Sudah lima belas menit aku menunggu dokter yang menangani istriku. Sampai sekarang Sooyoung masih di periksa di dalam sana. Keluarga dan kerabat dekat sudah kuhubungi. Sungguh, aku tak sanggup jika dalam situasi seperti ini aku hanya seorang diri.

“Kyuhyun-ah…!”

Kuangkat kepalaku dan kudapatkan sosok Jessica tengah mengatur nafas lengahnya, mungkin ia sama khawatirnya denganku hingga berusaha berlari secepat mungkin. aku segera berdiri saat Jessica sudah tepat didekatku dalam keadaan lebih tenang dari sebelumnya.

“Gimana keadaan Youngie? Bagaimana ceritanya hingga dia pingsan?” tanyanya, sarat sejuta kekhawatiran. aku tidak heran dengan reaksinya itu karena dia dan Sooyoung memang dekat sejak lama. Wajar saja jika Jessica panik seperti sekarang.

“Aku berharap semuanya akan baik-baik saja. Dia masih di periksa di dalam.” Jelasku.

Baru saja Jessica hendak meresponku, kudengar derapan dan hentakan memburu di lorong rumah sakit. Aku dan Jessica menoleh kekanan dan melihat eomma, appa, eommanim, abeonim, dan Sojin noona.

“Kyu-ah, bagaimana keadaan Sooyoung, apa yang terjadi?” tanya eomma-nim ditengah kepanikannya.

“Aku sedang menunggunya eomma. Sooyoung masih di periksa dokter.”

Kulihat eommanim menghela nafas dan mendudukkan dirinya yang terlihat cukup lelah dengan nafas tak teraturnya itu. “Oh Tuhan, Syukurlah aku belum berangkat ke Jepang.”

“Yeobo~ tenanglah, Sooyoung akan baik-baik saja.” Ucap abeonim sambil menghusap punggung istrinya dengan lembut, mungkin ia bermaksud menyalurkan ketenangan disana.

Kyuhyun’s POV end

Tidak lama kemudian, dokter yang menangani Sooyoung keluar dan berjalan mendekati keluarga Sooyoung. Menit berikutnya seorang suster ikut keluar dan menyusul dokter tersebut.

Kyuhyun dan Ny.Choi berdiri dan mendekati dokter secara cepat, “Bagaimana keadan istri saya?”, “Bagaimana keadaan anak saya?” tanya Kyuhyun dan Ny.Choi bersamaan.

Dokter itu tampak tersenyum melihat tingkah kedua orang di depannya. “Semuanya baik-baik saja. Saya sudah mendapatkan hasilnya. Hanya saja, saya ingin menyampaikannya secara benar dan meyakinkan. Maka dari itu, kalian boleh menemuinya sambil menunggu hasil pemeriksaan. Saya akan kembali beberapa menit lagi.”

Semua patuh dan dokter itu mulai beranjak pamit meninggalkan keluarga itu.

UGD khusus, tempat Sooyoung di periksa, kini sudah tampak ramai dengan hadirnya Kyuhyun, keempat orang tua, Sojin, dan juga Jessica. Kyuhyun duduk di samping Sooyoung yang juga sedang duduk bersandarkan kepala ranjang. Dirangkulnya istrinya tersebut agar rasa khawatir yang sedari tadi menyesakkan dadanya dapat terobati.

Ny.Choi sudah berdiri di samping kanan Sooyoung dan langsung memeluk putrinya tersebut. Tangisannya pecah. Ia memang selalu bersikap tegas dan terkesan cuek, tapi itu hanya untuk hal sepele saja. Tidak untuk keseriusan kali ini.

Menurutnya, mendengar putri bungsunya yang ia kenal sebagai yeoja mandiri ini kecelakaan, tubuhnya langsung limbung. Ia tak menyangka, Choi Sooyoung yang dulunya ia timang penuh kasih sayang, ia bentak karena selalu dibanntah, dan ia rindukan karena putrinya itu memilih untuk tinggal mandiri di Negara yang berbeda, kini berwajah pucat dan tersandar lemah di atas ranjang UGD.

“Gwenchana eomma… aku tak apa-apa. Hanya pusing dan aku tak tahu tiba-tiba sudah disini.” Jelas Sooyoung dengan suara lemahnya.

“Maafkan eomma Soo, seharusnya eomma tidak seacuh ini denganmu. Eomma juga tak pernah mengerti perasaanmu. Eomma minta maaf sayang…” lirih Ny.Choi dan sekali lagi memeluk putri bungsunga erat-erat. Tuan Choi hanya bisa menepuk lembut puncak kepala Sooyoung dan tersenyum saat putrinya itu menatapnya.

Eomma Kyuhyun berdiri mematung di sebelah suaminya. Ia ikut terharu melihat keharuan yang memancarkan cahaya kasih sayang dalam diri musuh bebuyutannya tersebut. Ia tak menyangka, seorang Han Cae Young cengeng tetap bisa dilihatnya saat ini. Benar-benar sifat dan kebiasaan yang tak bisa dilupakannya dari wanita yang pernah menjadi sahabat dekatnya itu. Sangat beda jika wanita itu berwujud seorang hakim.

Tidak lama kemudian, dokter dan seorang suster memasuki ruangan itu. Semua menatap tegang kearah namja tengah baya berjas putih tersebut. “Suster, mana hasil USG-nya?” pinta dokter.

“USG?” ujar Ny.Cho dan Ny.Choi berbarengan sambil menatap kearah dokter.

Dokter pun tersenyum sambil membuka amplop coklat dengan ukuran cukup besar yang baru saja ia dapat dari suster pendampingnya.

“Selamat Ny.Cho Sooyoung, anda benar-benar dinyatakan positif hamil lima minggu.” Ucap snang dokter ditengah senyum lebarnya sambil menunjukkan gambaran samar yang menunjukkan sisi kehidupan janin di dalam Rahim Sooyoung.

“MWO?? Hamil??” pekik keras Ny.Choi dan Ny. Cho.

Dokter mengangguk mantab. “Saya bisa memperlihatkan secara nyata dengan USG elektronik di ruang khusus USG.” Jelasnya, menimbulkan senyuman lebar di wajah semua orang disana menjadi semakin lebar.

Cepat-cepat Ny.Cho menghampiri Sooyoung. Beliau berdiri di sebelah putranya, didepan Ny.Choi. sempat beradu pandangan datar dengan Ny.Choi, tapi sedetik kemudian mereka tersenyum dan menoleh kearah Sooyoung. “Gomawo Sooyoung-ah…” ucap mereka bersama seraya memeluk Sooyoung.

Kyuhyun hanya bisa menitikkan air mata bahagianya. Tangannya tetap merangkul istrinya. Perlahan membelai punggung dan rambut Sooyoung. Ia benar-benar bahagia.

Tuan Cho dan Choi saling lempar senyum penuh kemenangan. Tidak sia-sia rencana ini mereka ciptakan selama ini. Akhirnya kedua anak mereka bersatu, begitu pun istri mereka.

“Sooyoung-ah, maafkan sikapku selama ini dan terimakasih sudah mengandung cucuku…” ucap Ny.Cho penuh ketulusan dan keharuan. Ia memang ingin menimang cucu sedari dulu.

Semua yang melihat hal tersebut pun sudah tersenyum bahagia. siapa sangka sesuatu yang mengguncang kemarin kini berujung dengan rasa kebahagiaan yang meluap-luap?

***

Kyuhyun membawa Sooyoung pulang kerumah besar Cho. Eomma dan appa Sooyoung pun tetap ikut bergabung. Begitu pun dengan Soojin.

Sesampai di rumah besar, Cho Wu Fan dan Krystal membuka pintu utama guna menyambut kedatangan keluarganya.

“WELCOME HOME…” seru mereka berdua penuh semangat dengan merentangkan kedua tangan mereka.

Keluarga yang di sambut pun merasa senang menerimanya. Begitu pula dengan Kyuhyun yang sudah lama tak melihat saudaranya satu itu.

“Hyeong!” pekiknya yang langsung menyambar pelukan Kriss.

Saat memeluk Kyuhyun, mata Kriss mendapatkan sosok Sooyoung yang mematung tidak jauh dari Kyuhyun. Melihat hal tersebut, senyum di wajahnya pudar seketika. Dilepasnya pelukan Kyuhyun dan menatap yeoja itu baik-baik.

Semua orang heran melihat sikap dan reaksi yang ada di diri Kriss.

Perlahan Kris melangkahkan kakinya mendekati Sooyoung. Ternyata benar, yeoja itu memang benar-benar orang yang selama ini ia cari dan ia tunggu. Matanya yang memanas kini mulai buram, menghapus pandangnya. “Choi Sooyoung!” gumamnya dengan suara cukup keras. Sedetik kemudian ia menghambur ke tubuh Sooyoung. Didekapnya tubuh Sooyoung erat-erat.

“Kris-ah…” gumam Sooyoung ditengah paras sendunya.

Tampak wajah orang-orang disana mengerut, tak percaya, dan tak mengerti dengan hubungan keduanya. Terlebih dengan Kyuhyun dan Krystal yang secara langsung menyaksikan hal yang bisa membuat mereka sesak.

Sebenarnya, apa hubungan mereka?? Batin Kyu dan Krysh

_TBC_

Attention Please… \(^\^) ~ (^/^)/

Karena di Part ini masih berakhiran ‘TBC’,
maka aku masih mengharapkan respond kalian untuk part selanjutnya.
Insyaallah, Part selanjutnya, part 4, akan berakhiran ‘END’.
Maka dari itu, aku harap kalian masih mau menunggunya.

Jangan lupa jejaknya ya…
Hehehe,
Gomawo😀

156 thoughts on “[AStor] STORY IN MARRY – 3

  1. Kan, bener…
    Dari awal baca part 3 udah mulai curiga, jangan-jangan Soo hamil nih.
    Soalnya mendadak dia jadi manjaaaaaaaaaaa banget, kan aneh, dia yang biasa cuek tiba-tiba manja kayak gitu.
    Wah, ada apa dengan Soo-Kris nih
    jangan-jangan ada cinta lama yang belum kelar nih

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s