[SERIES] Suddenly to be His Maid – 3

sddnly to be his maid

Tittle : Suddenly to be his Maid [TIGA]
Author : Fatminho
Length : series
Rated : PG 16
Genre : Comedy Romance, Sad, a little hurt
Main cast : Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung
Other Cast :
Choi Siwon, Im Yoona, Kwon Yuri, Kim Ki Bum, Lee Donghae, Lee Hyukjae, dll

Disclaimer : THIS PLOT AND STORY IS REALLY MAIN !

Note :

Anyeong… Fatminho balik cepat nih…
Tapi kali ini aq bawa kelanjutan ff Suddenly to be His Maid.
Mianh… kelamaan nge-post.
Boro-boro nge-post, nyelesein aja baru lima menit yang lalu… xixiixixi…

Oh iya, karena di setiap komentar ff q sebelumnya banyak yang menanyakan kelanjutan ff q yang judulnya ‘I’m Back to Love You’…
maka, kini aq kabarkan bahwa next chapt pasti akan aq post, tapi mianh lagi nih… aq tidak bisa cepat nge-post-nya…
Soalnya ada beberapa hal yang harus aku dulukan.
Tapiiiiii….. Pasti Aku Post kok… so, ditunggu saja ya,,,,😀

Okok…

Happy Reading…😀

– Happy Reading – 

***

Sebelumnya…

Di halaman sekolah, Sooyoung berjalan penuh rasa senang. Jujur, kalau setiap hari ia lalui dengan hal-hal yang manis seperti pagi tadi, bisa-bisa ia benar-benar dibuat jatuh cinta oleh Seorang Choi Siwon.

“Syoong!” suara Yoona menghentikan langkah Sooyoung. Kemudian, ia berlari kecil menghampiri sahabatnya tersebut.

Hap!

Yoona langsung memeluk Sooyoung sambil tersenyum senang. “Rupanya kau sudah bebas dari tuan muda itu, eoh?” tanyanya. Sooyoung tersenyum kecil, ia ingat sekali betapa kesalnya Yoona saat Kyuhyun menarik Sooyoung untuk mengikuti dan membawakan barangnya, yang pada akhirnya akan meninggalkan Yoona sendirian.

Sooyoung tersenyum lagi, lalu menggidikkan kedua bahunya, “Molla”

Seketika wajah Yoona menggeram, “Mwo? Ya! lalu, tumben sekali kau-“ ucapannya teputus.

Sooyoung melihat Yoona sedang memandang sesuatu dibelakangnya. Otomatis ia pun ikut menolehkan kepala, mengikuti arah pandangan mata Yoona. Sooyoung sedikit terperanjat saat mendapati sosok Kyuhyun yang kini tengah berjalan kearahnya. Semakin dekat dan semakin dekat lagi.

Wajah Kyuhyun benar-benar terlihat dingin dan sepertinya setan telah menghuni tubuhnya kali ini. Kyuhyun semakin dekat dengan posisi Sooyoung yang tanpa sadar terpaku pada wajah Kyuhyun, tidak bisa mengalihkan ke pandangan yang lainnya. Hingga akhirnya Sooyoung dibuat tercengang saat Kyuhyun tetap menatap lurus kedepan dan berjalan melaluinya tanpa menoleh kearahnya sedikit pun.

‘Tidak mungkin kan ia tidak melihatku?’batin Sooyoung.

“Tuh kan! Kau benar-benar bebas sekarang! Kau lihat, bahkan ia berlalu begitu saja tanpa harus menyeretmu seperti biasanya.” Ujar Yoona. Mendengar kalimat Yoona, sontak wajah Sooyoung merengut kearah sahabatnya tersebut.

Didalam hatinya, Sooyoung bertanya-tanya:
Kenapa aku jadi tidak senang mendengar kalimat Yoona?
Kenapa aku merasa sedih saat ia abaikan?
Kenapa aku merasa ingin mengejarnya dan menampar wajahnya, lalu bertanya, ‘kenapa mengabaikanku? Apa hukumanku telah berakhir?’

_***_

Selama jam sekolah, Sooyoung berusaha mencari sosok Kyuhyun. Namun, tak juga ia temukan sosok namja itu. Ia benar-benar merasa bersalah karena kemarin tidak menuruti perintah Tuan mudanya itu, mendatanginya ke kamar. Mau bagaimana lagi, situasi dan kondisi yang ia hadapi sangatlah tak mendukung semuanya. Maka dari itu, ia tak berpamitan dengan Tuannya dan memilih untuk pergi langsung. Baiklah, masih ada hari esok. Semoga semuanya berjalan dengan lancar.

Sooyoung sedang berjalan lunglai bersama kedua temannya, Yoona dan Yuri. Biasanya, Sooyoung akan heboh dengan ocehan-ocehannya, tapi kini hanya ada kehebohan Yoona dan Yuri saja. Merasakan hal yang berbeda, Yuri dan Yoona menghentikan tawa dan kehebohan yang mereka buat. Secara bersamaan mereka menghentikan langkah dan melihat Sooyoung yang tetap melangkah lesu didepan mereka. oh Tuhan, bahkan yeoja itu tak menyadari kedua kaki teman-temannya berhenti.

“Apa sesedih itu di pecat menjadi maid-nya namja sombong, si Tuan Cho itu?” bisik Yuri pada Yoona.

Yoona menggidikkan bahu, “Entahlah, tapi apa benar Syoung sedih karena hal itu? Bukankah lebih indah jika berhenti menjadi pesuruh namja tampan itu?”

Yuri melotot mendengar komentar Yoona, “Ya! tampan apanya? Cih! Yang tampan itu temannya si Tuan Cho!” Yoona menatap Yuri penuh tanda tanya, membuat Yuri terkekeh. “Hyuk jae, Yong!” katanya. “Lee Hyuk Jae!” tegasnya.

Kini gentian Yoona yang melototkan matanya, “MWO???!”

“Wae??” tanya Yuri acuh.

“Namja yadong itu kau bilang tampan? Hahahah… Yuria-ah, apa kau sudah gila?!” ejek Yoona.

“Maksudmu?!” tanya Yuri garang.

Yoona tersenyum malu dan berkata, “Yang tampan itu Kim Ki Bum! Kibum-oppa!”

Tak!

“Yak! Appaseo!” keluh Yoona sambil menggosokkan bagian kepala yang di jitak oleh Yuri.

“Jelas saja kau mengatakan si kutu buku itu tampan, dia kan namjamu Yong! Apa kau mau membuatku iri, eoh?!”

Tiba-tiba namja yang sedang dibicarakan mereka datang dan melingkarkan tangan kanannya ke pinggang Yoona. “Siapa yang tampan? Dan siapa yang iri?” tanyanya, membuat dua yeoja itu terperanjat kaget.

“Op-pa…” gumam Yoona yang baru menyadari wajah manis Kibum sudah bersandar di bahunya.

“Kau ini, mau ikut campur saja!” cetus Yuri, memandang Kibum sebal.

“Hei, kalau sudah tidak tahan, sana bilang sama Hyukpa-mu!” sindir Kibum yang kini sudah berdiri tegap sambil menautkan tangannya ke tangan Yoona.

“…” tak ada tanggapan dari Yuri, ia malu mendengar hal itu.

Yoona dan Kibum terkekeh melihat tingkah Miss.Tiger yang sedang tersipu. Miss.Tiger dijadikan julukan untuk Yuri yang memiliki kebiasaan cepat marah dan tak mau kalah, apalagi mengalah. Lucu sekali.

“Eoh, kenapa Soo jalan sendiri?” tanya Kibum tiba-tiba, membuat Yoona dan Yuri saling pandang.

“Bodoh!” rutuk mereka bersamaan sambil menepuk kening mereka masing-masing.

“Ini semua gara-gara kau Mr.Kutu buku! Kau datang dan membuat Yoona lengket lagi padamu! Akhirnya kami melupakan Syoung!” omel Yuri. Kibum sontak terhenyak. Gara-gara aku? Benaknya.

“Ayo Yong, kita susul Syoung!” ajak Yuri.

Yoona mengangguk, “Ne, kajja!”

Mereka akhirnya berlari meninggalkan Kibum. Ditengah larinya, Yoona sempat menoleh kebelakang dan mendapatkan senyuman hangat dari Kibum. Tidak lupa Kibum memberikan kode pada Yoona bahwa nanti ia akan menelepon yeoja-nya itu.

Sesampai di parkiran, Yuri dan Yoona melihat wajah panik Sooyoung yang sedang melakukan percakapan dengan orang di seberang ponselnya. Yeoja itu terlihat gusar dan penuh kebingungan. Samar-sama mereka mendengar ucapan-ucapan Syoung,

‘…Geurae, ahjussi tetaplah disana. Tidak perlu menjemputku. Aku akan ikut dengan temanku. Tunggu disana, aku segera kesana sekarang juga!’

Sooyoung memantikan sambungan teleponnya dan berbalik badan sambil memasukkan ponsel kedalam tas selempangnya. Ia melihat Yoona dan Yuri sudah berdiri didepannya. Dengan segera ia menarik tangan kedua temannya tersebut. “Yong, antar aku ke rumah sakit, Sekarang!” Yoona tak dapat berkata-kata, apalagi bertanya di situasi yang penuh dengan kepanikan ini. ia hanya menurut, begitu juga dengan Yuri yang langsung masuk ke jok belakang.

“Medical Hospital!” kata Sooyoung, menyebutkan nama rumah sakit. Yoona mengagguk dan segera melajukan audy putihnya.

***

Sooyoung’s POV

Bagaimana ini, aku sangat khawatir. Ini pertama kalinya Siwon-oppa masuk rumah sakit setelah setahun yang lalu ia sempat di rawat selama satu bulan di sana. Aku takut hal fatal terjadi padanya.

Sebenarnya, Siwon-oppa memiliki gangguan di jantungnya. Aku mengetahui hal itu saat appa tahu bahwa Siwon-oppa menyukaiku. Orangtua Siwon-oppa telah tiada. Di dunia ini ia hidup sebatang kara. Appa sangat mengenal siapa dan bagaimana Siwon-oppa sebenarnya. Beliau juga yang memberitahuku perihal kelemahan Siwon-oppa ini.

“Syoung, sebenarnya siapa yang masuk rumah sakit ini?”

Aku tak menyahuti pertanyaan Yuri. Setelah turun dari mobil aku segera lari kedalam gedung berbau obat dan alcohol itu. Aku merasa kedua temanku itu mengikutiku, tapi biarlah. Biarlah mereka mengetahui segala keburukanku saat ini.

“Nona Soo!” suara ajeossi, supir pribadiku, terdengar ditelingaku. Segera kuhentikan langkah dan berbalik keasal suara. Benar saja, sepertinya aku salah mengambil arah. Tanpa berpikir dua kali, segera kuhampiri ajeossi disana.

“Ajeossi, bagaimana keadaan Siwon-oppa?” tanyaku.

“Mwo?” kudengar pekikan kaget dari kedua sahabatku.

“Bagaimana keadaannya?” tanyaku lagi, menuntut jawaban ajeossi, takut ia ikut mengalihkan perhatian kekedua sahabatku tersebut.

“Ehn… ehm… saya kurang tahu pasti nona. Dokter menanyakan keluarga terdekat untuk diajak konsultasi, tapi saya tidak mengerti apa-apa-“

“Lalu, dimana dokter yang menangani oppa?”

“Saya rasa dokter sudah kembali keruangannya dan-“

“Biar aku yang mendatanginya…” potongku cepat.

“Tunggu nona!” cegah ajeossi. Aku menghentikan langkah dan melirik kearah ajeossi, “Tidak perlu nona kesana, lebih baik nona melihat keadaan Tuan Siwon saja.” Ujarnya. Lebih baik bagaimana???

“Mwo? Apa ajeossi sudah tidak waras? Kita perlu-“

“Sooyoung…”

Mendengar namaku dipanggil, aku terdiam dan mengalihkan pandangan kearah suara. Mataku langsung mengerut, “Appa…” gumamku. Untuk apa appa datang kesini? sebegitu khawatirnyakah appa pada Siwon-oppa sampai-sampai rela terbang dari Kanada ke Seoul. “Appa sudah kembali?” tanyaku.

“Anni. Appa hanya sebentar disini. Dua jam lagi appa kembali ke Kanada.”

“Untuk apa datang kesini kalau hanya sebentar?” tanyaku. Aku tidak puas dengan jawaban datarnya.

Appa tampak sedikit khawatir dengan kecurigaanku. Hei, apa yang harus dicurigai? Aku hanya heran saja. Salahkah jika aku merasa seperti itu?

“Tentu saja, kau pikir apa yang harusnya appa lakukan jika mendengar kabar anak yang dititipkan teman appa sedang masuk rumah sakit dan mengalami kondisi yang mengkhawatirkan.” Jelas appa. Jujur jawabannya malah membuatku semakin heran. Tapi, apa yang tadi appa bilang, mengkhawatirkan?

“Mengkhawatirkan? Mengkhawatirkan bagaimana appa??” tanyaku, tak sabar. Apakah keadaan Siwon-oppa sangat kritis?

“Jantungnya sudah tidak berfungsi dengan baik.”

Deg!

Mendengar kalimat itu meluncur dari mulut dokter yang merawat oppa, aku langsung merasakan dentuman keras di jantungku.

Jantung? Yah, bukankah itu organ terpenting untuk manusia bertahan hidup? Lalu, apa kata dokter tadi, jantung oppa sudah tidak berfungsi lagi, jadi apa itu artinya… andwe!

Aku menangis. Tanpa menghiraukan apapun lagi, segera kulangkahkan kakiku menuju kamar rawat Siwon-oppa. ICU. Itu yang tertulis di depan kamarnya. Bukankah ini ruangan yang sangat penting untuk menyelamatkan kekritisan seseorang? Jadi Siwon-oppa…

“Permisi nona. Maaf, anda harus memakai perlengkapan sterilisasi ruangan sebelum memasuki ICU.” Ucap seorang suster penjaga ruangan itu sambil menyodorkan seperangkat pakaian steril untukku.

Aku segera memakainya dan masuk kedalam ruang ICU itu. Hatiku perih saat mendengar suara monitor penghubung detak jantung. Aku juga ikut sengsara melihat banyaknya kabel yang menempel di dada Siwon-oppa. Belum lagi selang besar yang masuk kedalam rongga mulutnya, sebagai pembantu pernafasan.

Tuhan, apakah ini benar Siwon-oppa? Namja yang tulus mencintaiku, memberikanku kecupan manis beberapa hari ini, namja yang giat bekerja sekuat tenaganya?

“Oppa… mianhae… mianhe.. aku tidak ada disaat kau membutuhkanku.” Isakku yang sudah duduk di kursi yang tersedia disana.

Perlahan kugenggam tangannya. Dingin. Hiks… aku perih merasakannya. “Oppa… kenapa telapak tanganmu dingin? Mana kehangatan yang selalu kau berikan padaku? Jeball oppa, kau harus kuat…”

Sooyoung’s POV end

***

Di luar ruangan, terlihat dokter pribadi yang secara khusus menangani Siwon sejak orangtua Siwon masih ada itu, sedang menepuk pelan bahu Tuan Choi yang kini sedang menangis melihat keadaan didalam.

Yoona dan Yuri yang belum mengerti sepenuhnya tentang apa yang sebenarnya terjadi pun ikut merasakan kesedihan yang kini dirasakan Sooyoung, sahabat mereka. Mereka berdua tahu sekali bahwa Siwon sangat menyukai Sooyoung sejak lama. Mereka juga merasa senang saat mendengar Sooyoung dan Siwon memutuskan untuk berpacaran dua setengah bulan yang lalu. Namun, mereka tidak menyangka jika keadaannya bisa meneganggkan seperti saat ini.

***

“Syoung, kau bisa menjelaskan apa yang sebenarnya kau sembunyikan dari kami?” tanya Yuri.

Hari ini Sooyoung sangat malas kemana-mana. Walau sudah tidak belajar lagi, ia tetap memilih diam didalam kelas yang bahkan sudah selalu sepi dari siswa. Tentu saja, siswa lebih suka bercanda ria diluar ruang kelas. Seperti yang dilakukan Sooyoung biasanya, tapi tidak untuk kali ini. yeoja itu meratapi kepedihan hatinya setelah kejadian yang menimpa Siwon. Bahkan ia tidak sibuk mencari sosok Kyuhyun untuk meminta maaf.

“Ceritakan pada kami Syoungie, kami tahu kau snagat tersiksa saat ini.” tambah Yoona.

Tangisan Sooyoung pecah dan langsung memeluk kedua sahabatnya itu. Ia tersedu disana. “Aku snagat jahat. Kalian jangan berteman denganku yang sangat jahat ini…” ujarnya ditengah tangisnya.

Yuri dan Yoona tak mengerti dengan apa yang barusan Sooyoung katakan. “Ya~ ceritakan semuanya pada kami, palli!” desak Yuri dengan khas tiger-nya.

“Siwon-oppa memiliki jantung yang lemah. Aku takut kehilangannya. Walau aku tidak mencintainya…”

Yuri dan Yoona menegakkan posisi duduk mereka setelah mendengar penjelasan awal Sooyoung. “Syoung, apa kau sudah gila, eoh?!” hardik mereka berdua.

Sooyoung menggeleng lemah ditengah tangisnya, “Tidak. Aku sekarang jujur dengan kalian. Memang terkesan jahat, tapi selama menjadi yeoja-nya, aku merasa kami berdua seperti saudara. Ya, aku menyayangi Siwon-oppa layaknya seorang oppa kandungku sendiri.”

“Apa Siwon tahu hal ini?” tanya Yuri tajam.

Sooyoung menggeleng lagi. Akhirnya Yuri dan Yoona tak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka berdua hanya bisa menghela nafas pasrah sambil merengkuh tubuh kurus tinggi sahabat mereka itu.

***

Kyuhyun’s POV

Aku sedang berjalan menuju lapangan sepak bola di halaman samping gedung. Sepanjang lorong yang kulalui, ada saja yeoja yang memanggilku. Biasanya, aku akan menanggapi mereka dan mengajak mereka jalan bersama. Namun, sejak kejadian Hyera tempo dulu, aku sama sekali tak tertarik dengan yeoja-yeoja itu. Entahlah, semoga saja aku masih memiliki hati untuk seorang yeoja. Sungguh, aku tak ingin menjadi seorang penyuka sejenis. Demi Tuhan, aku tidak sekali pun memikirkan hal itu.

Benar, aku tidak pernah memikirkan apapun. Kecuali… ah apa yang sebenarnya aku harapkan? Uhk! Bagaimana bisa akhir-akhir ini aku merasa diotakku hanya ada satu deret huruf yang membentuk sebuah nama, ‘Sooyoung’. Ngomong-ngomong, setelah aku menjauhinya, menjaga jarak dengannya, dan mengetahui saat ia mencari-cari jejakku, kini ia tak pernah bisa kulihat. Sebenarnya kemana yeoja menyebalkan itu?

Awalnya aku berjalan santai dan acuh. Namun, tiba-tiba telingaku mendengar hal yang aneh. Aku berhenti tepat di depan kelas. “Aku snagat jahat. Kalian jangan berteman denganku yang sangat jahat ini…” ujar sebuah suara ditengah tangisnya. Suara itu…

Aku melangkah sedikit dan melirik kedalam kelas. Benar, itu suara Sooyoung. Ia menangis dipelukan teman-temannya. Ada apa dengannya? apa karena merasa bersalah denganku? Cih! Kenapa aku berharap terlalu tinggi?

“Ya~ ceritakan semuanya pada kami, palli!” kudengar suara Yuri si tiger, dengan nada desakan. Sooyoung terisak.

“Siwon-oppa memiliki jantung yang lemah. Aku takut kehilangannya. Walau aku tidak mencintainya…” ucapnya.

Siwon-oppa? Apa itu namjachingu-nya?
Tunggu, apa tadi itu, ‘walau aku tidak mencintainya’, apa maksudnya?

“Syoung, apa kau sudah gila, eoh?!” kudengar suara Yuri dan Yoona menghardik Sooyoung.

“Tidak. Aku sekarang jujur dengan kalian. Memang terkesan jahat, tapi selama menjadi yeoja-nya, aku merasa kami berdua seperti saudara. Ya, aku menyayangi Siwon-oppa layaknya seorang oppa kandungku sendiri.”

Jadi, maksudnya itu, ia sudah membohongi namjachingu-nya?
Keterlaluan! Kenapa semua yeoja seperti itu????????!

Sudahlah, aku tidak berminat lagi mendengar cerita sedunya itu. Untuk apa aku mendengar pengkhianatan kepada seorang namja lagi? Dan betapa bodohnya diriku yang sudah memikirkan yeoja pembohong, penipu, seperti yeoja menyebalkan, Choi Sooyoung!

Aku berlalu dengan keadaan batin yang sangat kacau. Jika tahu aku akan mendengar hal ini, lebih baik aku memilih tidak berhenti didepan kelasnya dan mendengar semua kebohongannya. Terlebih namja itu penyakitan. Apa tidak ada yang lebih mengejamkan dari itu semua?!

Kyuhyun’s POV end

***

Dua hari berikutnya Sooyoung tak terlihat disekolah. Padahal tiga hari lagi perpisahan siswa kelas tiga. Adakah waktu untuknya memikirkan pesta perpisahan itu disaat pria yang ia sayangi masih terbaring lemah di tengah puluhan kabel yang menyiksa tubuhnya itu?

“Soo-ah…” sapa Siwon pelan. Benar, Siwon sudah lebih membaik dan terlepas dari masa keritisnya sejak kemarin siang. Kini ia sudah menempati ruang rawat VIP yang biasa ia huni sebelumnya.

Sooyoung mengelus punggung tangan Siwon, “Ne, oppa. Waeyo?”

Siwon tersenyum, “Kau tidak sekolah?” Sooyoung menggeleng, “Apa karena aku?” tanyanya lagi dan tetap mendapat gelengan kepala dari Sooyoung. “Kau mengkhawatirkanku?”

Kini Sooyoung mengangguk dan mulai terisak. “Ne, aku khawatir dengan keadaanmu oppa…” ujarnya dengan suara serak.

Siwon ikut menitikkan air matanya. Ia mencoba meraih pipi Sooyoung, tapi tangannya tak bisa di angkat terlalu tinggi lantaran terhalang oleh sambungan kabel ditubuhnya. Mengerti maksud Siwon, Sooyoung segera menurunkan kepalanya dan membantu tangan Siwon sampai bisa menyentuh pipinya. Setelah berhasil, air mata Sooyoung semakin lancar mengalir, membasahi pipi dan telapak tangan Siwon.

“Uljima Sooyoung-ah… Uljimara…” bisik Siwon ditengah kegiatannya mengelus pipi bulat Sooyoung.

“Oppa, aku akan belajar mencintaimu. Aku janji, jika kau sehat, jika kita di takdirkan untuk bersama, aku akan-“

“Ssshhttt… guemanhe Soo…” gumam Siwon, menghentikan kalimat Sooyoung dengan mengelus bibir tipis Sooyoung. “Aku senang, di penghujung waktuku, kau menemani dan merawatku. Gomawo.. jongmal Gomawoyo…”

“Hikss.. hikss… apa yang kau katakana Oppa…!” isak Sooyoung sebelum akhirnya ia rebahkan kepalanya ke sisi pinggir dada sebelah kanan Siwon.

Siwon merengkuh kepala yeoja-nya. Ia benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan waktu terakhir dihidupnya hanya untuk mengabaikan yeoja yang dicintainya. Mungkin hal ini memang takdir terbaik yang ia dapatkan. Andai tak seperti ini, mungkin hati dan batinnya akan semakin sakit karena sampai kapan pun, ia dan Sooyoung tak akan pernah bisa bersatu.

“Saranghae Soo…” bisiknya.

***

Keesokan harinya, setelah berpamitan pada Siwon, akhirnya Sooyoung bisa kembali kesekolah dengan wajah yang lebih menennangkan. Bagaimana tidak, semalam, dokter mengabarkan bahwa ada seseorang yang akan mendonorkan jantungnya pada SIwon. Kaget memang, siapasih yang memiliki dua nyawa sehingga rela mendonorkan jantungnya? Tapi disisi lain, Sooyoung sangat bahagia, walau pendonor belum diketahui identitasnya, setidaknya ada harapan untuk Siwon-oppa tetap bertahan hidup dnegan jantung yang lebih sehat.

Setelah mengantarkan Yoona dan Yuri ke kantin, ia segera ijin dengan sahabatnya tersebut dengan alasan ingin ke toilet. Dan tentu saja ia tak benar-benar ke ruangan itu. Ia masih berusaha mencari-cari sosok Kyuhyun.

Ini adalah hari-hari terakhir mereka jadi anak SMA, membuat kelas-kelas pada kosong. Tak ada satu pun pelajaran yang berlangsung. Hal itu membuat Sooyoung semakin sulit menemui sosok Kyuhyun. Makanya, dimana ada kesempatan, ia akan menggunakannya untuk mencari namja itu. Meski pun harus berbohong kepada Yoona dan Yuri.

“Oppa-ah… dengarkan dulu penjelasanku! Kau salah paham oppa! Yang tempo hari kau lihat itu tidak seperti yang kau bayangkan!”

Sooyoung yang sibuk mencari sosok Kyuhyun tiba-tiba menghentikan langkah ketika telinganya menangkap suara yeoja yang cukup familiar. Ia berbalik badan dan menolehkan kepala ke sekelilingnya. Hyera. Benar, itu suara yeojachingu-nya Kyuhyun.

Dilihatnya sosok Kyuhyun yang tengah berjalan dengan tatapan kosong dan merasa terganggu. Tentu saja, ia sangat merasa terganggu dengan hadirnya Hyera yang mencoba menjelaskan tentang perselingkuhan beberapa hari lalu.

Kyuhyun berjalan dengan tiga orang temannya, Donghae-Hyukjae-dan Kibum. Sedangkan Hyera sedang menarik-narik siku tangan Kyuhyun, berusaha mendapatkan perhatiannya. Bukan hanya Kyuhyun, Kibum yang sebenarnya berjalan disamping Kyuhyun pun ikut merasa terganggu dengan hadirnya Hyera yang masih berusaha mendapatkan perhatian Kyuhyun.

Hei, apa yeoja itu tak mengenal sosok Kyuhyun sebenarnya? Bukankah jika Kyuhyun merasa di khianati, maka pengkhianat tersebut sudah dianggapnya sebagai ‘setan pengganggu’ olehnya? Rasakanlah sekarang, seberapa pun usaha Hyera mengoceh, Kyuhyun tetap akan mengabaikannya.

“Oppa, kau tidak mau mendengarkanku? Aku sungguh-sungguh-“

“YA! BISAKAH KAU TAK MENGGANGGUKU, EOH?!” bentak Kyuhyun dengan seluruh emosinya sambil menepis kasar tangan Hyera yang masih berglayut di sikunya. Ia benar-benar frustasi mendengar ocehan mantan yeojachingunya tersebut. Jiwanya seperti tak sudi melihat sosok mantan kekasihnya itu. Tentu saja setelah ia melihat aksi perselingkuhan yang dilakukan yeoja itu.

“Jadi oppa tidak memaafkanku?” tanya Hyera.

“PERGI!” bentak Kyuhyun lagi.

“Oppa-“

“Hei, Hyera-ssi, cukup! Jangan kau ganggu Kyuhyun lagi! Kau tahu, selama ia bersamamu, waktunya bermain dengan kita tak pernah ada. Dasar yeoja serakah! Kau sudah menduakannya, dan sekarang kau datang memohon lagi padanya? Cih!” sindir Eunhyuk yang secara tidak langsung juga merasakan kekesalan Kyuhyun. Bagaimana tidak, gara-gara Hyera, aktivitasnya mendengarkan lagu dari headseat jadi terganggu juga.

“Benar, sebaiknya kau urus saja namja-mu yang baru itu, Hyera-ssi?!” ujar Kibum yang masih berkutat di dalam komik konannya, dengan suara polos dan datar.

Donghae yang asyik memainkan bola basketnya, memutar-mutar orange besar itu di jari telunjuknya, mulai angkat bicara tanpa memandang Hyera, “Cepatlah pergi dari sini Hyera-ssi!”

“Aku tidak peduli dengan pendapat kalian!” cetus Hyera. Ia kembali memandang Kyuhyun yang sudah bersandar di sisi dinding sambil memainkan PSP kesayangannya. Dihampirinya Kyuhyun dan lagi-lagi mencoba meraih lengan namja itu. “Oppa… maafkan aku… geumanhe…” mohonnya.

Kyuhyun benar-benar frustasi. Ia menarik nafas dalam-dalam setelah mem-paus game-nya. Matanya terpejam kuat sesaat sebelum akhirnya melek kembali sambil menghembuskan nafasnya berat. Kini ia memberikan tatapan garang pada mantan yeojanya. “Aku akan memaafkanmu jika kau pergi dari sini!” tegasnya.

“Tapi opp-“

“Kau yang pergi atau aku?”

Hyera tak bisa membela diri lagi. Ia mendengus kesal dan dengan terpaksa menghentakkan kaki lalu pergi meninggalkan tempatnya.

Tampak ketiga namja di sekitar Kyuhyun bernafas lega. Sedangkan Kyuhyun lebih memilih mengatur deruan nafasnya dengan memejamkan kedua matanya. Hanya sebentar, sebelum akhirnya ia melangkahkan kaki lagi diikuti dengan tiga sahabatnya.

Mereka sudah hapal bentuk lorong dan jalanan di sekolah. Berjalan sambil melakukan aktivitas masing-masing sangat tak mengganggu jalan mereka.

Dari jauh, Sooyoung melihat kebiasaan empat namja itu. Sebut saja Kyuhyun, sambil berjalan ia asyik dengan PSP-nya. Eunhyuk sibuk dengan gumaman rap dari lagu yang ia dengar sambil sesekali membuat suatu gerakan dance dari tangan dan kakinya. Donghae seperti berjalan di dunianya sendiri, memainkan bola orange di genggamannya secara santai. Dan si polos kutubuku Kibum seperti biasa, berkutat di buku pegangannya dan kali ini komik konannya.

Sooyoung menggeleng dan menyadarkan diri kembali saat ia melihat keempat namja itu tengah berjalan semakin mendekati posisinya. benar-benar empat namja popular itu! Apa mereka tidak takut, jika tiba-tiba menabrak orang atau masuk ke tong sampah? Cih! Omel Sooyoung. Ia mengambil posisi yang sejajar dengan posisi Kyuhyun. Dengan begini, ia tidak perlu berlelah ria mencari sosok Tuan Mudanya.

Bruk!

Tepat!

Kyuhyun menabrak Sooyoung, membuat ketiga temannya menghentikan langkah. Sedangkan yeoja yang ditabraknya itu kini sudah terhempas ke lantai. Kyuhyun hanya merunduk menahan berat badannya agar tidak limbung dan jatuh meringsut seperti yeoja yang di tabraknya. Sambil kembali menegakkan badan, Kyuhyun mengumpat, “Sial! Apa tidak bisa melihat orang yang-“ kalimatnya terhenti saat menyadari siapa yang ia tabrak tadi. Yeoja yang ia tabrak tengah merapikan sisi rok dan kemejanya sebelum menatapnya.

Dengan tampang canggung bercampur kesal, Sooyoung mencoba melawan tatapan Kyuhyun. Namun, tidak dengan Kyuhyun. Namja itu lebih memilih menghentikan umpatan dan mengalihkan pandangan ke sisi tangannya yang masih menggenggam PSP.

“Eoh, Sooyoung-ssi…! Apa kabar? Kenapa akhir-akhir ini kau tak mengikuti Kyuhyun?” tanya Kibum polos.

“Kyuhyun-ssi…” gumam Sooyoung akhirnya, memilih mengabaikan pertanyaan namja polos itu. Setidaknya Kibum pintar dan pengertian. Sooyoung yakin, percakapannya antar Kyuhyun akan dimengerti oleh sosok jelmaan detective conan itu.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari PSP yang sebenarnya tidak ia mainkan. Bukannya menanggapi sapaan Sooyoung, Kyuhyun malah berkata dingin, “Minggir, aku mau lewat!”

Ketiga temannya shock melihat apa yang telah Kyuhyun lakukan pada Sooyoung. Bukankah sebelumnya namja itu sangat bersemangat mengerjai yeoja didepannya itu? Pikir mereka.

_TBC_

Oh iya, jangan Lupa Comment-nya dong….
aq sedih banget pas membandingkan viewer sama jumlah comentatornya… hiks… tega sekali… padahal aku ingin tanggapan dari para pembaca yang baik hati sekalian….
Jeball ne…
Give Your Comments jusaeyoo… \(^,*)/
and Gomawo… :*



119 thoughts on “[SERIES] Suddenly to be His Maid – 3

  1. kyu dingin banget….. dia pasti salah paham sama soo yaa… dikirain soo mempermainkan hati namjachingunya???

  2. Siwoon kasian skali skit parah,,,
    Kyu jdi vuek mah soo,

    Kyak nya prediksi aq salah di part 1 blg siwoon selingkuhan hyera,,,
    Hehehehehehhh
    Keren n makin seru aj thor,,,

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s