[ONESHOT] YMB – My Hurtness

sooyoung elle magazine (4)

Tittle : YMB – My Hurtness
Author : Fatminho
Genre : Married Life, Sad, Romance, a little Comady.
Length : Oneshot
Rated : PG 16
Main cast : Cho Kyuhyun – Choi Sooyoung

Disclaimer : This plot is main.

Note:

Hello knight_deul!
Aku datang kembali.

Tadi malam gx bisa tidur, gx dapet inspirasi untuk melanjutkan IBTLU , tapi malah dapet inspirasi buat ff aduhai seperti ini…
aku serius lho, gx ngarang. ini bener-bener ff yg spontan q buat. Mungkin bisa di lihat dari Posternya. Biasanya aku akan ngabisin waktu utk ngedit, tp karena ini sangatt spontan, makanya q pakai poster yang seadanya. Hehehe… :p

Oh iya, di Singaraja-Bali pagi ini disambut rerintik hujan lho… makanya aku post ff rada’ mellow ini agar suasananya makin mellow, Hahahaha :p

!!! Masalah ff request selanjutnya, ide dari ‘Fia’, masih dalam proses. Sabar ya… 

Attention!
Masih ingat ff ‘Vignette-You are my breath’ yg sempat q post tempo lalu ?
Nah ini adalah cuplikan kecil kisah mereka lainnya.

Maaf ya, jika banyak typo nantinya… 
.
.
then… please had an happy reading … \(^,*)/

***

Umurku dua puluh empat tahun dan hari ini juga aku melepas status lajangku. Yah, kalian benar, aku sudah menikah. Seorang pria rupawan yang sangat aku kagumi sejak dulu kini bersanding menjadi suamiku. Namanya Cho Kyuhyun. Dia adalah putra bungsu dari dua bersaudara di keluarga sahabat ayahku, Keluarga Cho. Dari status orangtua kami tersebut, kalian akan tahu bagaimana kami bisa menikah…[]

Tepat! Aku yakin kalian memiliki alur pemikiran yang sama denganku. Yah, kami menikah karena adanya perjodohan. Terdengar biasa dan basi, tapi mau bagaimana lagi? Inilah jenis pernikahan yang harus aku terima.

Sudah satu bulan pernikahan ini berjalan. Namun, tak ada perkembangan apapun. Memang sih, aku sudah mengagumi ketampanannya sejak lama, saat keluarga kami menghabiskan weekend bersama sepuluh tahun yang lalu, tapi tidak dengannya.

Kyuhyun memang sudah terlihat keren sejak kecil. Kulit putih dan rambut sedikit kritingnya membuatku selalu tersenyum saat itu. Sayang, setelah menjalani hari-hari pernikahan bersamanya, aku tak merasakan kebahagiaan seperti saat itu. Sudah aku katakan bukan, bahwa hanya aku yang mengaguminya? Ah… mungkin lebih tepatnya, aku sudah menyukai, bahkan mencintai dirinya.

Jika kalian bertanya sejak kapan aku menyukainya secara tulus dan bukan karena obsesi belaka, maka aku akan menjawab: Since he tell That Promise! Benar, rasa ini berawal sejak dia mengucapkan sumpah janji setia di hadapan Tuhan dan didepan ratusan undangan yang hadir saat itu. Berucap lantang bahwa dia ‘akan selalu mencintaiku, menjagaku, dan menyayangiku, di kala senang mau pun susah dan disaat suka maupun duka, sampai maut memisahkan kita’. Tidakkah itu terdengar sangat indah?

Entah, aku pun tidak tahu apa yang sebenarnya merasuki hatiku. Saat mendengar ucapannya tersebut, seolah ada sesuatu hal penting di dalam hati ini yang berhasil digenggamnya – seolah aku mempercayai semua ucapannya – seolah aku sudah pantas dan wajar menjadi istrinya – dan yah… masih banyak kebahagiaan-kebahagiaan yang tak bisa kusebutkan satu per satu kala itu.

Namun sayang, kebahagiaan-kebahagiaan semu itu menghilang saat keluarga meninggalkan kami di sebuah apartment mewah yang mereka persembahkan untuk kami sebagai hadiah pernikahan.

Saat itu, dengan senyuman aku berkata, “Mereka sangat menyayangi kita sampai-sampai menyiapkan hadiah semewah ini” aku mengagumi kemewahan apartment yang akan kami tempati.

Namun, apa yang aku sadari saat itu: dia tak merasakan apa yang aku rasa. Dia tidak menginginkan semuanya, termasuk pernikahan kami. Bahkan keberadaanku pun tak diinginkannya.

“Mereka hanya menyayangi harta dan kedudukan mereka. kita? Sudah jelas kita adalah korban! Jujur, aku tak akan pernah menginginkan semua ini!”

JJJDDDDEEEERRRRR!!!

Benar, saat itu aku merasa ada petir berarus besar yang menyambar raga, hati dan sengitnya itu terasa sampai relung jiwaku. Bagaimana mungkin aku mendambakan kehidupan pernikahan yang membahagiakan kalau di awalnya sudah berlawanan hati?

Flashback

Aku melihat Kyuhyun sudah selesai mandi, tapi kenapa pakaiannya sangat rapi? Bukankah ini sudah malam? Mau kemana dia?

Aku berniat menanyakan hal tersebut, tapi terpaksa kutunda karena saat bersamaan, ponselnya berbunyi.

“Chagie~ sabarlah, aku baru selesai merapikan diri. Memangnya kau mau aku datang dalam keadaan kotor? ___ ck! Kau ini manja sekali ___ Hahaha… baiklah tuan putri, aku akan datang sekarang. Ne, nado saranghae.”

Chagie? Manja? Tuan putri? Nado saranghae?

Apa-apaan kata-kata itu? Mungkinkah aku sedang mengalami gangguan pada telingaku hingga salah mendengarnya?

Kulihat dia berdiri setelah memasukkan ponselnya kedalam saku celana. Kemudian dia menyambar jaket kulit hitamnya yang tersampir di sandaran sofa dan memakainya. Saat dia melangkah menuju pintu, aku mencegahnya.

“Tunggu sebentar!” tiba-tiba dia menghentikan langkah dan dengan malas berbalik menghadapku.

“Ada apa?” tanyanya dengan gusar.

“Ini sudah malam, kau mau kemana?” tanyaku seberani mungkin. Aku tidak salah bukan, dia itu suamiku, wajar aku menannyakan hendak kemana dia pergi semalam ini.

Dia menatapku tajam dan mendengus kesal. “Tidak mungkin kan malam ini aku tidur bersamamu?!” cetusnya.

Shock!

Yah, tentu saja aku shock. Tidak mungkin katanya?

“Kenapa tidak?” tanyaku heran.

“Karena kau hanya gadis yang berstatus sebagai istriku! Bukan gadis yang aku cintai!” tegasnya sebelum akhirnya dia keluar dan menutup pintu apartment dengan keras.

Nyeeeeesssssssssssssss.

Tiba-tiba hatiku sakit seperti sedang diremas kuat. Oh Tuhan, bahkan ini baru beberapa jam.

Saat malam pertama yang kudambakan itu punah, saat itu juga aku menyesal telah menikah dengannya. Nyesal? Ahh… aku juga bingung harus bagaimana bilangnya. Disatu sisi aku nyesal karena ternyata dia tidak mendukung pernikahan ini, tapi disisi lain aku membantah kata ‘sesal’ itu karena aku terlanjur mencintainya.

Flashback end

Padahal, selama satu bulan ini dia selalu pulang-pergi dari apartment, tapi tetap saja aku merasakan bahwa hatiku memberikan seluruh cinta didalamnya untuk seorang Cho Kyuhyun. Bahkan disaat aku sudah tahu dia punya kekasih yang sangat dia cintai. Itu juga yang membuatnya tak pernah menyukai pernikahan kami ini.

Nama gadis itu Song Qian dan sering disapa Victoria dengan beberapa orang, tapi tidak dengan Kyuhyun. Suamiku itu menyapa gadis pujaannya dengan sebutan nama akrab yang dia buat special, Qianni.

Bolehkah aku mengharapkan perhatiannya akan tertuju padaku seorang, suatu saat nanti? Walau hanya satu menit saja?

***

“Sooyoung…! Choi Sooyoung…!”

Kudengar teriakannya memanggilku yang sedang memasak di dapur. Cepat-cepat kumatikan kompor yang kupakai dan segera berlari menemuinya. Sepertinya dia ada di ruang tengah.

“Ada apa?” tanyaku saat sudah berdiri di hadapannya. Dia terkulai di atas sofa dengan wajah berantakan. Apa dia sedang kesal dengan pegawainya, lagi?

Dia menatapku penuh amarah, bahkan matanya juga ikut memerah seperti wajahnya. Dia menggeram dan memarahiku, “Kenapa kau selalu tak berguna, sih?! Kau tidak lihat ada apa di wajahku, hah?!” geramnya sambil menunjuk sisi ujung wajah dekat rahang bawahnya.

Diwajahnya?

“Astaga, kenapa bisa sembab seperti ini?” ucapku yang khawatir saat mendapati luka bekas pukulan yang membiru dan sedikit keluar darah. Kusentuh wajahnya, tapi dia segera menepis tanganku kasar.

“Kau bodoh, hah?! Ini sakit! Cepat obati wajahku! Aku lelah!” umpatnya, membuatku segera berlari kedapur dan mengambil obat beserta kompresan wajah untuknya.

Sambil membawa baskom kecil berisi air dingin dan sekotak peralatan obat-obatan, aku berlari kecil dan tertegun seketika saat melihatnya sudah terlelap di atas sofa. Hem… wajahnya begitu polos dan rupawan. Ini yang membuatku tidak bisa membencimu, Kyu-ah..

Dengan telaten, kubersihkan bekas darah yang ada di sekitar luka lebamnya. Setelah itu ku kompres bagian itu. Dia sempat mengerang ditengah lelapnya. Segera kutiup bagian yang menurutku terasa perih baginya. Saat dia sudah kembali tenang, barulah kulanjutkan mengobati lukanya secara pelan-pelan.

Walau hanya mendapat umpatan kasar darinya, aku tetap bersyukur karena dia masih membutuhkanku disaat dia terluka seperti ini.

Tidurnya cukup lelap, membuatku lebih leluasa memandangi wajah tampannya. Kuelus pelan rambutnya sambil memandangi wajah tenang yang tak pernah kutemukan secara sadar darinya. Kyu-ah, aku menyayangimu, sungguh.

Perlahan, secara berani kudekatkan wajahku ke wajahnya. Kukecup keningnya agak lama. “Maaf sudah menjadi istri yang tak kau inginkan,” lirihku setelah menjauhkan wajahku darinya. Saat itu pula kurasakan desakan hangat di kelopak mataku. Dengan cepat kurapikan peralatan yang tadi kubawa dan segera berlari kembali kedapur. Bukan, aku kedapur bukan untuk melanjutkan acara masakku, tapi melanjutkan tangisan yang sempat kutahan tadi.

***

Hari-hari berikutnya, aku tetap menjalankan tugasku sebagai istri. Bersih-bersih, sudah menjadi kewajibanku. Eomma sudah menawarkan untuk mengirim bibi Jin kesini membantuku, tapi aku sengaja menolaknya dan memilih melakukan semuanya sendiri. Daripada menyetujui tawaran eomma, kelak rahasia hubunganku dengan Kyuhyun akan terbongkar. Tidak boleh! Aku tidak ingin nama baik suamiku tercemar. Biar aku saja yang memendamnya.

Aku juga tetap memasak, walau nantinya akan aku masukkan kedalam kulkas atau langsung kubuang karena dia tidak pulang. Terkadang, makanan itu akan habis, bahkan aku tak melihat sisanya sedikit pun. Ternyata, dia makan malam bersama dua teman prianya yang kukenal bernama Kangin dan Hangeng. Bukan hanya itu, aku merasakan darahku naik memenuhi ubun-ubunku saat menyadari bahwa gadisnya sedang bermesraan disofa bersamanya. Jujur, aku selalu merutuki diriku yang memiliki kebiasaan bangun tiba-tiba di tengah malam saat itu.

Yang tidak pernah kulakukan selama hampir tiga bulan pernikahan aneh ini adalah melayaninya di ranjang. Bukannya tidak mau, tapi dialah yang merasa jijik padaku. Dia bilang sendiri padaku bahwa aku tidak sexy seperti kekasihnya. Tubuhku kurus, tinggi, dan datar. Bagian mana yang harusnya aku salahkan kalau bukan keseluruhan diriku?

Huaa….! Cho Kyuhyun bodoh, brengsek, jelek, gila, jahat! Bisa-bisanya kau membuatku mencintaimu disaat kau menjadi suami yang tak mencintaiku. Adakah pernikahan aneh seperti ini, dimana seoranga istri sangat mencintai suaminya yang bahkan bersikap manis padanya pun tak pernah?

‘Aku membencinya!’

Tapi… hatiku terpukul saat otakku berkata seperti itu. Benar, hatiku sudah sepenuhnya berpihak padamu, Cho Kyuhyun.

***

Brraakkk!!

Aku yang sedang sibuk di depan laptop sontak menghentikan kegiatanku setelah mendengar suara itu. Kuhela nafas beratku sejenak. Yah, aku sudah hapal dengan suara itu. Kenapa dia selalu pulang dalam keadaan mabuk?

Sesampainya diruang depan, mataku terbelalak melihatnya yang sudah tersungkur di lantai. Memang sih hal ini sudah biasa, tapi aku selalu panik saat melihatnya tak berdaya seperti itu. Dengan sisa tenagaku, aku berusaha mengangkat tubuhnya.

“Kenapa kau selalu membuatku, khawatir, eoh?” omelku, terserah dia dengar atau tidak, mengerti atau tidak, yang jelas aku sudah mencuatkan satu hal yang menjadi pikiranku kusut sejak tadi. Tentu saja dia tak menyahut, bisa dibayangkan keadaannya yang sekarang. Tidur atau pingsan, entahlah.

Sesampai di kamar, kujatuhkan tubuh kekarnya ke ranjang king size yang ada di tengah kamar. Ini bukan kamar kami, tapi kamarnya pribadi. Sekali lagi, kami tidak menikah dengan hati yang sama. sungguh menyedihkan.

Seperti biasa, aku akan membersihkan dirinya yang sedang tak berdaya itu. Pertama, kubuka sepatu kerja beserta kaos kakinya. Kupandangi telapak kaki putihnya sudah tampak memerah, bahkan sedikit membiru. Kasihan, apa hari ini pekerjaannya sangat berat?inilah alasan kenapa aku tak mau jadi seorang presedir di perusahaan appa, seperti Kyuhyun yang kini menjaat sebagai presedir di Cho Chompany.

Selesai melepas alas kakinya, kulepas perlahan ikat pinggangnya. Setelah terlepas, kubuka kancing celananya agar dia bisa lebih leluasa saat bernafas. Kemudian, aku lanjut melepas satu per satu tautan kancing kemejanya.

Oh Tuhan, masih pantaskah aku menangis setelah melihat hal yang biasa kulihat?

Apakah ini kiss mark dari Victoria itu?

Tes…

Ternyata aku tak bisa menghibur diriku sendiri. Bisa-bisanya aku menangis melihat kiss mark yang biasanya kulihat saat melakukan hal yang sama. Tidak, ini tidak biasa. Yang aku lihat sebelumnya ada di leher, tapi sekarang sangat jelas ada di dada dan perutnya. Kyuhyun-ah… sudah sejauh mana hubungan kalian? Tidak adakah tempat untukku di hatimu?

Kini tangisanku pecah sejadi-jadinya. Kenapa, kenapa aku tak bisa tidak mencintaimu? Kenapa aku harus mencintaimu? Kenapa susah untuk mengabaikan rasa cintaku untukmu ini? kenapa juga kau tak pernah menyadari hal itu, Kyuhyun-ah……??!! hikss… hikss… hikss…

Kurasakan tubuh kekar dengan sedikit berlemak di bagian perut itu menggeliat. Apakah dia terbangun karena tangisanku? Atau karena dia merasakan tetesan air mata bodohku yang runtuh ke perutnya?

Perlahan kedua matanya terbuka dan semakin terbuka hingga menatap keberadaanku dengan tajam. Kudengar dia mendesah kesal.

“Hei gadis bodoh! Kalau ingin menangis, sana menangis dikamarmu! Kau menggangguku!”

Hanya umpatan itu yang kudengar darinya. Kyu-ah, bisakah sekali saja kau bicara manis denganku seperti saat kau bicara dengan yeoja-mu?

Percuma, aku tak akan mendengar ucapanmu, Tuan Cho. Saat ini, memang ini yang sangat ingin kulakukan. Apa kau risih melihat dan mendengarku menangis? Kalau iya, akan kuucapkan banyak terimakasih karena memang itu tujuanku menangis didepanmu tanpa harus berlari menjauh seperti biasanya yang aku lakukan.

Kudengar Kyuhyun menggeram dan betapa kagetnya saat dia langsung menarik tengkukku. Mataku tetap melotot saat dia menarikan bibir tebalnya di setiap sisi bibir tipisku. Tangisanku pun kian pudar lantaran hal yang baru kali ini kurasakan. Ya, benar sekali, ini pertama kalinya Kyuhyun mencium dalam bibirku sepanjang tiga bulan pernikahan kami.

Tanpa berpikir lagi, kututup kedua mata dan memilih menikmati ciuman hangat yang baru kali ini dia berikan padaku. Ketahuilah, saat ini Cho Kyuhyun tengah menyesap bibirku secara lembut dan manis hingga membuatku sedikit gemetar measakan sensasinya. Walau begitu terasa indah, air mataku kian mengalir membasahi wajah. Bagaimana tidak, tubuhku memang menikmati setiap manis yang dia tinggalkan, tapi tidak dengan hatiku. Aku memohon pada hatiku sendiri, untuk kali ini saja, lupakanlah segala keburukan yang sempat singgah dimasa lalu. Kuharap hatiku bisa diajak berkompromi.

Ciumannya membuatku semakin menggila. Bibirnya, lidahnya, bahkan giginya sekali pun sangat kentara bernafsu bagiku. Sama seperti keadaanku saat ini yang juga mulai bernafsu sepertinya. Perlahan, dia membawa tubuh kurusku keatas badannya dengan ciuman yang masih berirama manis diantara bibir kami. Aku juga bisa merasakan usapan lembut di punggungku saat tangannya berhasil masuk kedalam kaos longgar yang sedang melekat ditubuhku. Usapannya kian membuat tubuhku semakin memanas.

Permainan ini kian memanas saat Kyuhyun mengguling tubuh ke kanan sehingga kini posisinya ada di atasku. Merasa nafasku cukup sesak, aku memaksa Kyuhyun menghentikan permainan ini dengan cara mendorong bahunya sekuat tenaga.

Ciuman itu berhasil terhenti, tapi tidak dengan posisi Kyuhyun. Dia tetap berada diatas tubuhku sambil menatapku penuh nafsu. “Sudah terlanjur, tak bisa aku hentikan!” tegasnya sebelum mendaratkan kecupan liar di leherku.

Sebenarnya aku sadar jika Kyuhyun masih dibawah pengaruh alcohol yang diminumnya. Namun, aku memilih untuk pasrah. Bagaimana cara untuk menolak disaat nafsuku juga sudah tersulut keseluruh bagian jiwaku?

Pasrah adalah pilihan terakhir. Lagian, hal ini tidak akan masuk dalam kategori sex bebas atau pun sex pra-nikah yang sangat dilarang itu. Ini adalah sesuatu yang wajar dilakukan oleh sepasang suami-istri yang sudah menuahkan janji setia di hadapan sang pencipta. Janji suci yang akan selalu abadi walau kelak akan ada yang mati. Namun, jika di telaah lebih dalam, itu hanyalah bayangan saat nanti, ‘kelak’. Syukurlah, saat ini kami melakukannya secara sah dan halal karena sudah resmi menikah tiga bulan lalu.

‘Aku sangat mencintaimu Cho Kyuhyun.’

***

Dua bulan setelah itu, entah bagaimana asal muasalnya, tiba-tiba saja aku terbangun di ruangan serba putih yang dilingkupi oleh aroma alcohol dan obat-obatan. Samar-samar kulihat seorang wanita paruh baya yang berdiri berdampingan dengan wanita muda.

“Soo-ah, apa kau sudah sadar?” tanya wanita muda.

Aku baru sadar benar ketika mendengar suaranya. Dia Cho Ahra, kakak iparku. Aku tersenyum dan mengangguk kecil.

“Kenapa aku ada disini?” tanyaku. Sungguh, aku tidak tahu bagaimana ceritanya aku bisa berada di ruangan penuh aroma obat ini.

“Tadi, saat kami bermain ke apartment kalian, kami menemukan kau pingsan didepan pintu dengan kantung sampah di tanganmu.” Jelas Ahra.

Oh, benar juga. Aku sempat ingin membuang sampah, tapi aku merasa sedikit pusing, dan aku tak ingat apapun lagi selain terbangun di ruangan ini.

“Sayang, terimakasih ya sudah memberikanku hadiah yang sangat indah.” Ucap wanita paruh baya yang kutahu dia adalah ibu mertuaku, ibunya Kyuhyun.

Aku mengerutkan dahi hingga mataku mengecil. Apalagi hal yang membuatku seperti itu jika bukan ‘ketidak mengertian’ ? siapapun, bisakah mengartikan kalimat ibu mertuaku tadi kepadaku? Apa kepingsananku dia anggap sebagai hadiah yang indah?

“Maksud, eomma?” tanyaku akhirnya.

Aneh, kenapa ibu mertuaku saat ini sangat murah senyum?

“Berkat kau, delapan bulan lagi aku akan mendapatkan seorang cucu!” ucapnya penuh semangat.

“Maksudnya-“

Oke, saat ini aku agak shock saja. Ibu akan mendapatkan cucu. Well, itu hal yang benar-benar bagus juga membahagiakan. Tapi, kenapa harus berterimakasih denganku?

Oh Tuhan, apakah aku-

“Kau sedang hamil satu bulan Soo. Yey! Akhirnya baby Jung akan memiliki teman bermain nantinya!” jelas Ahra, tidak kalah semangat.

“Hamil?” gumamku. Bisa kulihat kedua wanita didepanku mengangguk semangat, padahal pertanyaan yang baru saja kugumamkan tertuju padaku.

Mereka berdua terlihat senang. aku? Entahlah, aku senang, tapi…

Kulihat Kyuhyun sedang asyik memainkan PSP-nya di sofa ruang tengah. Jarang sekali ‘Nappeun Namja’ ini bersantai di hari weekend. Baguslah, aku tidak perlu menunggunya pulang larut lagi untuk membicarakan masalah kehamilanku ini. Bukankah dia pelakunya?

“Kyuhyun-ssi…” sapaku. Rasanya takut sekali. Seperti sedang diadili oleh hakim.

“Hmm…” dia hanya menggumam tanpa menoleh kearahku.

“APA?!” tanyanya dengan suara sangat tinggi setelah dia mendongak kearahku.

“Satu bulan. Anak dari benih yang kau tanam.”

“…”

“Jangan khawatir tentang hubunganmu dengan kekasih tercintamu. Cukup mengakuinya sebagai anakmu. Hanya itu.”

***

Masa kehamilanku memasuki bulan ketiga. Sikap Kyuhyun semakin hari semakin berubah. Aku juga bingung apa yang membuatnya begitu menyeramkan dari sebelumnya. Kalian tahu, biasanya pria ini marah-marah kepadaku, mabuk-mabukan, dan bahkan berkencan sehari semalam dengan pacarnya tanpa memperdulikanku. Namun, tidakkah menyeramkan jika saat ini ternyata yang ada di depanku adalah seorang Cho Kyuhyun yang serius, jarang bersua, memperhatikan setiap langkahku, dan bahkan tidak jarang dia mau mengantarku pergi ke kantor. Apakah semua itu karena kehamilanku ini?

“Soo, apa kau menginginkan sesuatu?”

Lamunanku buyar saat mendengar pertanyaannya yang ternyata sudah berdiri tegap dengan jaket membalut di tubuhnya. Bukankah sebelumnya dia duduk dimeja sambil menatap laporan proposal dengan serius?

“Kau mau kemana?” tanyaku.

“Ada sedikit urusan diluar.”

Aku hanya mengangguk kecil sambil bergumam ‘oh’

“Apa kau tidak ingin sesuatu?” tanyanya lagi.

“Ah… aku?” tanyaku, bodoh. Benar, aku juga heran, ada apa dneganku didetik ini? kenapa seperti orang ling-lung?

Kulihat dia menghela nafas berat. Ah, aku jadi merasa bersal-

Dia… dia… dia berjalan mendekatiku?

Oh Tuhan, ada apa dengannya, kenapa kini dia berjongkok dibawahku?

Masih dalam keadaan pikiran yang tidak stabil, kurasakan kedua tangan Kyuhyun kini berada di kedua pahaku. Aku semakin tegang kala dia mendekatkan wajahnya kearah perutku yang sedikit membuncit.

“Sayang, apa kau nyaman didalam sana? Apa ada sesuatu yang kau inginkan? Bisikkanlah eomma-mu apa yang kau inginkan agar appa tidak menunda acara appa, kau mengerti?”

Aku tertegun menyaksikan sesuatu yang kali pertamanya kulihat. Cho Kyuhyun, apakah kau benar-benar menerimanya sebagai anakmu?

Chu~

Tes…

Air mata yang kian membendung di bawah kelopak mataku kini runtuh seketika saat Kyuhyun mengecup hangat perut buncitku.

“Ayo cepat katakan yang kau inginkan, sayang…” tanyanya lagi pada malaikat di dalam perutku.

Bolehkah aku melakukannya?

Dengan sedikit ragu, akhirnya aku memberanikan diri untuk melakukannya. Tangan kananku perlahan membelai rambut halusnya. “Aku ingin appa cepat pulang dan menemaniku lagi…” jawabku dengan suara isakan, mewakili malaikat didalam perutku.

Kyuhyun mendongak menatap wajahku yang sudah becek dengan air mata. Kemudian dia tersenyum. Tuhan, benarkah keindahan didepanku ini adalah milik Cho Kyuhyun? Kalau iya, bolehkah aku memintamu untuk menghentikan waktu kami sampai disini saja agar aku bisa tetap menatap wajah hangatnya?

Kini dia berdiri dan dengan lembut menarik kepalaku hingga detik berikutnya aku merasakan sesuatu yang hangat tengah menyentuh dahiku, membuat lubuk hatiku berdesir.

“Appa akan pulang cepat. Jadi appa minta, jagalah eomma-mu selama appa tak ada. Kau dengar itu?” ucapnya sambil menatap lurus kedua mataku dengan tangan kanannya yang masih berada di kepalaku. Tatapannya memancarkan cahaya ketulusan yang nyaris membuatku ingin mati saking bahagianya.

“Ya, appa, aku mendengarnya.” Jawabku. Kyuhyun terkekeh kecil dan mengacak rambutku pelan. Apa ini mimpi?

“Soo, anak kita sangat pintar dan penurut.” Ujarnya saat sudah berdiri di ambang pintu dan segera pergi secepat mungkin setelah mengucapkannya.

Kyuhyun-ah… benarkah semua ini berkat calon baby kita?

Pip pip pip

‘Soo, aku menyiapkan kejutan untukmu. Datanglah ke alamat xxx no yy. Pelan-pelan di jalan ya sayang…’

Aku ingat Kyuhyun pamit sekitar tiga jam yang lalu. Sekarang, aku mendapatkan pesan singkat yang sangat mendabarkan dalam seumur hidupku ini. pesan dari seorang Cho Kyuhyun. Bohong jika aku mengatakan bahwa kini aku sedang tidak bahagia. cish! Kenapa senang sekali membuatku bahagia beberapa minggu ini? rasanya ingin melayang saja!

Kyuhyun-ah, bolehkah aku berharap?

Kini aku sudah berdiri didepan pintu coklat dengan label ‘yy’ didepannya. Aku tersneyum sumringah mengingat pesan yang dia kirim. Aku sudah tak sabar ingin membuka pintunya.

Cklek!

“Ahhh… Kau sangat hebat Chagie~……”

Mataku terbelalak. Kalian tahu apa yang ada di hadapanku saat ini?

Seorang wanita muda baru saja meregangkan kedua otot lengannya di atas ranjang dalam keadaan fullnack. Aku bisa melihat tubuh bagian atasnya karena selimut penutup tubuhnya itu telah merosot ke pinggangnya.

Dan sekarang, air mataku tumpah seketika. Kalian tahu apa yang membuatku menangis? Percaya atau tidak, kini aku sedang melihat Kyuhyun bertelanjang dada sedang tidur disebelah wanita fullnack itu. Wanita itu… wanita yang Kyuhyun cintai, Song Qian.

“CHO KYUHYUN!!!!!” jeritku saat itu juga. Tak kupedulikan suara tangisanku yang sebenarnya sangat memalukan.

Aku berjalan mendekati Kyuhyun yang mulai menggeliat itu. Mataku mendapatkan segelas air putih diatas nakas yang ada iddekat ranjangnya.

Pyyyarrrrrrrrrr

Kusiram kasar wajahnya dengan air segelas itu dan kini dia terlonjak tak karuan. Dia duduk sambil mengusap wajah basahnya akibat siramanku. Kesal, geram, sakit, dan hancur yang kurasakan saat ini. apakah sikap manisnya tiga jam yang lalu itu hanya ilusiku saja?

Kutatap geram wajahnya dalam-dalam hingga kini matanya terbelalak marah melihatku.

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN?! KENAPA MENYIRAM WAJAHKU, EOH?!”

What he has to say?

“Harusnya aku yang bertanya padamu.” Balasku dengan suara gumaman geram. “APA YANG KAU LAKUKAN?! KENAPA KAU MENYAKITI HATIKU LAGI, EOH?!”

Prrrnggg!!!

Kubanting gelas yang ada di genggamanku agar dia lebih sadar lagi. Seketika wanita disampingnya itu bergelayut manja di lengannya. Apakah dia tidak menyadari kehadiranku? Apakah dia benar-benar seorang wanita? Kalau iya, kenapa dia tidak mengerti perasaanku yang statusnya sama seperti dia, sama-sama wanita?

KALIAN BERDUA BENAR-BENAR MEMBUATKU HANCUR!

Aku tak sanggup lagi melihat mereka. aku berlari meninggalkan kamar hotel itu. Apa aku sudah bodoh, sempat berpikir bahwa Kyuhyun mengajakku berbulan madu di hotel ini karena mengira padatnya jadwa kerja Kyuhyun membuatnya tak bisa bepergian jauh. Namun, apa yang kudapatkan?

Sembilan bulan umur pernikahanku dengannya, kebahagiaan hatiku karena perhatiannya hanya terjadi enam minggu. Sisanya?

Hanya Luka!

Kalian mau tau bagaimana rasanya?

Sangat perih diujung sisi hatiku yang terdalam. Sakit, sesak, mual, dan pening. Banyak hal aneh yang kurasakan. Dan semuanya terasa busuk!!

Aku terus menangis sambil berlari menuruni tangga. Beginilah jika sakit hati, lift pun tak kupedulikan. Jangankan lift, orang lalu-lalang disekitarku yang memandangku aneh pun tak kuhiraukan. Yang kupikirkan hanyalah berlari, berlari, berlari , dan berlari. Sekencang yang kubisa. Terserah berujung dimana. Yang jelas, aku ingin menghilang dari dunia ini.

Tuk. Srrkk….

‘Aaaaaaaaaa…..’

Teriakku sekencang mungkin karena tubuhku tengah bergelinding melalui anak tangga setelah tersandung sesuatu di atas tadi.

Aku masih sadar ketika tubuhku sudah terkulai lemas tak berdaya di lantai dasar. Benar-benar jiwa ragaku hancur dalam waktu bersamaan. Inikah tanda bahwa aku akan meninggalkan dunia? Kalau iya, maka aku akan pasrah.

Aku masih bisa bernafas beberapa detik, mataku pun masih bisa melihat berbondong orang berlari kearahku walau terlihat samar, dan detik selanjutnya aku menyerah. Pandanganku semakin memburam, memburam, dan gelap.

Tuhan, peluk aku yang rapuh ini. Beginikah cinta yang kualami?








“Huaaaaaa….. hiksss….hikssss….hiksss….. huaa…..”

Tangisan seorang gadis yang terdengar sangat nyaring itu benar-benar mengganggu ketentraman lelapan seorang pria disebelahnya. Pria itu mengacak geram kepalanya lantaran tidur lelapnya terusik dengan suara tangisan gadis didebelahnya.

“YA! Kenapa menangis???? Kau menggangguku saja! Kau tidak tahu, aku sangat lelah setelah konser lima jam non stop!” bentakan pria itu berhasil membuat tangisan gadis disebelahnya menghilang.

Gadis itu terlihat menatap wajah pria didepannya. “Kau membentakku? Kau tidak suka denganku? Kalau begitu kita putus saja!!” rajuk gadis tersebut dengan penuh amarah, membuat kekasih didepannya gelagapan tak karuan.

“Apa? Putus? Ya! jangan bercanda seperti itu, chagie~ Aku tidak mau putus darimu! Berapa kali aku katakan hal tersebut. Sampai kapan pun aku tak akan mau dengar kata putus lagi. Kau tahu kan, aku sangat mencintaimu!” ujar pria itu dengan nada penuh penekanan di akhir kalimat.

Gadis itu sontak menusuk pandangannya tepat di kedua manik coklat pria tersebut. “Lalu, KENAPA KAU MEMBENTAKKU, EOH?!” jeritnya. Dia ingat sekali bahwa kekasih tampan yang sok cuek didepannya itu tahu sifat hatinya yang TIDAK SUKA DIBENTAK.

Seketika wajah gersang sang pria meredup, berganti menjandi sendu. Bodoh! Bisa-bisanya dia lupakan hal itu. Rutuknya dalam hati. “Chagie… jongmal mianhe…” ucapnya dengan suara pelan.

Gadis itu menundukkan kepala seperti sedang menahan sesuatu. Ingin sekali dia meredakan emosi agar tidak melempar kursi disebelahnya ke wajah pria bodoh, gila, cuek, aneh, sok dingin, walau tampan itu.

Grebb

Gadis itu pun tertegun karena kini dahinya sudah menempel di bahu pria yang memeluknya itu. Dia juga merasakan adanya dekapan erat, sangat erat, di pergelangan pinggangnya. Tentu saja kedua tangan kekar pria yang membuatnya emosi itu.

“Mianhae…” bisikan pria itu terasa menyejukkan ditelinga kiri gadis yang didekapnya. “Jongmal Saranghae…” bisiknya lagi. Kali ini terasa begitu meyakinkan, dalam, dan merasuk di relung jiwa sang pendengar bisikan didekapannya.

Perlahan tapi pasti, gadis itu mengangkat wajahnya dan mengecup pipi prianya secara kilat dan kemudian melayangkan kedua tangannya melingkari leher dihadapannya. Benar, gadis itu kini sedang tersenyum membalas dekapan pria yangnyaris menjadi kekasihnya.

“Nado saranghae…” ucap gadis itu kemudian.

“Kau harusnya tanya dulu apa alasan aku menangis. Jangan membentak seperti tadi.” Keluh gadis itu setelah melepas pelukannya.

“Itulah salahku. Mungkin karena aku lelah, makanya aku lepas control. Sekali lagi, aku minta maaf ya?” gadis itu mengangguk dengan senyuman manis, membuat pria didepannya mengecup bibirnya cepat. Nyaris menumbuhkan kecanggungan akibat perlakuan dadakannya, si pria pun memutuskan untuk bicara lagi. “Sekarang, jelaskan padaku apa yang membuatmu menangis histeris seperti tadi!” pintanya.

Gadis itu langsung meraih Tablet 10inch-nya dan menunjukkan deretan kata-kata didalamnya. “Kau tahu ini apa?” pria itu langsung memajukan sedikit pandnagnya pada tablet didepannya.

“My Hurtness.” Ucapnya, membaca tulisan besar paling atas. “Memangnya ini apa?”

“Ini adalah Fanfiction yang di buat oleh salah satu Knight dari Indonesia. Setelah aku translate, aku baca, dan aku pahami, hati ini ikutan sesak, oppa…” jelas gadis itu dan kini dia mulai terisak lagi.

Pria itu diam mengamati kekasihnya yang hendak menjelaskan sesuatu yang membuatnya nangis itu. “Disini diceritakan bahwa aku menikah denganmu secara ‘Love at the first sight’ hanya aku yang mencintaimu. Sedangkan kau malah bermesaan dengan Vict-eonni tanpa memperhatikan perasaanku sedikit pun.

…….. suatu ketika kita berbuat dan aku hamil. Awalnya aku takut kau tak menerima bayi yang ku kandung, tapi ketakutanku menghilang saat kau mulai memberi semua perhatianmu padaku dan anak yang ku kandung. Bahkan kau mencium calon anak kita diperutku saat hendak keluar.

Namun, setelah itu duniaku gelap karena melihat kau tidur berdua, melakukan hal yang tak pantas dilakukan, di kamar hotel mewah, bersama Vict-eonni! Hikss… hikss…”

“Lalu, setelah kau melihatnya?” tanya pria itu yang mulai penasaran dengan keharuan menyesakkan didalam cerita tersebut. Bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca.

“Aku menyiram wajahmu agar kau sadar atas kelakuanku.” Jawab sang gadis dengan isakan kecilnya.

“Lalu?” suasana semakin tegang karena pria itu hanya menatap lurus kewajah sedih gadis didepannya.

“Kau membentakku dan memarahiku lantaran aku menyiram wajahmu dengan air.”

“Lalu?” kini satu bulir air telah jatuh mengaliri pipinya. Siapa lagi penyebabnya kalau bukan gadis didepannya itu?!

“Aku lari meninggalkan kalian yang masih nack di atas ranjang. Lari sekencang dan sekuat yang aku bisa. Keberadaan lift sudah tak kuhiraukan. Karena pikiranku hanya berlari dan menghilang dari bumi. Hingga akhirnya aku terguling dari atas tangga ke lantai dasar. Aku… aku…” tangisan gadis itu tak dapat di bending lagi.

Grebb

Segera didekap erat tubuh gadis itu oleh sang pria. Wajahnya sudah tenggelam di dada bidang yang selalu gadis itu rindukan. Tangisannnya pecah didalam sana.

“Babo! Itu hanya cerita fiksi yang menggunakan karakter kita. Jangan nangis chagie… semua yang ada di cerita itu mustahil kulakukan padamu. Kenyataannya aku sangat, sangat, sangat teramat mencintaimu. Bahkan aku berani memperjuangkanmu hingga melewati pagar besi Soo-Man Sajagnim, melewati semua cobaan dan rintangan bersamamu. Makanya, berhentilah membaca cerita fiksi, itu hanya buatan-palsu-hayalan. Lebih baik kau baca buku sejarah, ceritanya sangat nyata karena benar-benar terjadi dimasa sebelum kita membacanya. Cerita fiksi saja kau masukin ke hati. Apaan tadi itu kisah akhirnya, kau menghilang dari dunia ini? Andwe! Shireo andwe!-“ pria itu melepas pelukannya dan menangkup kedua bahu gadisnya, “Bagaimana aku bisa bernafas jika kau menghilang dari dunia ini? kau tahu, kau adalah nafasku? Your my breath, chagie~” tambahnya dengan ekspresi wajah menyedihkan.

Sedangkan wajah gadis didepannya sangat terlihat gusar dan garang. Bahkan dia tak sanggup menyanggah semua ucapan panjang lebar kekasihnya itu.

Menyadari adanya keganjalan di wajah gadisnya, pria itu mengernyit, “Ya~ Soo-ah sayang, ada apa dengan tatapanmu itu? Kenapa tidak memelukku, menciumku, atau-“

“CHO KYUHYUN BABOOOOOOOOOOOO!!!” jerit gadis yang disapa Soo-ah itu. Ya, namanya Choi Sooyoung, salah satu member GG, sekaligus tunangan seorang Cho Kyuhyun. Dia menggeram, “Aku tidak suka sejarah sepertimu! Siapa bilang membaca cerita fiksi itu tidak baik? Kau tahu, cerita fiksi itu tumbuh dari suatu pemikiran si pengarang yang menggambarkan bagaimana seorang tokoh itu ditempatkan pada suatu keadaan atau masalah. Disana akan kita ketahui jika kita melakukan sesuatu apa yang kelak kita dapat. Cerita fiksi itu banyak pelajarannya, bahkan sejarah pun kadang ikut masuk dalam cerita itu!” jelas Soo membabi buta. Dia emosi kali ini. Membaca cerita fiksi dikatakan tidak baik oleh kekasihnya sendiri? oh, bunuh saja jiwanya itu.

“Dan apa itu, kau mengatakan bahwa membaca fiksi tidak perlu dimasukin ke hati? Bodoh! Buat apa aku membaca jika hatiku tak menanggapi perasaan tokoh dalam cerita?! Terlebih dalam cerita tadi memakai tokoh Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun!” rasanya Sooyoung semakin kesal jika mengingat larangan membaca fiksi yang tadi dikatakan oleh kekasihnya.

“YA! ini semua salahmu! Kau menangis di jam istirahatku hanya karena cerita fiksi yang berakhir tragis seperti itu. Kau pikir aku mau membayangkan jika aku benar-benar mengalaminya?!” bela Kyu.

Sooyoung mendengus. “Yak! Siapa bilang akhir ceritanya tragis, eoh?!”

“Tadi kau bilang tokoh Choi Sooyoung meninggalkan dunia. Aish! Aku tidak terima!”

“Aigooo… Cho Kyuhyun! Ceritanya belum berakhir! Ini baru part 1, masih berstatus ‘To Be Continue’!” geram Soo.

Kyuhyun terkekeh geli, “Mana aku tahu jika itu masih To Be Continue, Nyonya Cho!”

Baru saja Sooyoung hendak membalas ucapannya, dengan sigap Kyuhyun mendahului membekap bibir Sooyoung.

“YA! EVILLE COUPLE! KALIAN MENGGANGGU ISTIRAHAT KITA!!!” jerit serempak Sembilan pria tampan lainnya di balik pintu kamar Kyu-Min yang saat ini di huni oleh Kyu-Young.

Dua sejoli didalamnya memutuskan pautan sejenak dan tersenyum jahil mendengar suara keras dibalik pintu. Setelah itu mereka melanjutkan pautannya kembali tanpa memperdulikan orang-orang dibalik pintu kamar Kyuhyun.

_END_

Gimana… apa cukup menghibur??

So, tell your feeling now in bellow teksbox😀

Aku akan sangat menghargai semua komentar yang Reader berikan

Gamshayoo \(^,*)/

.
.
.

160 thoughts on “[ONESHOT] YMB – My Hurtness

  1. ya ampun baru baca ff ini eon😦 ketinggalan bgtt –”
    ih unik bgt sih ffnya, aku baru baca loh ff yg kaya gini haha😀 udh kesel sama sikapnya kyu ke soo di awal cerita, eh dibagian endingnya ternyata hubungan kyuyoung bener bener romantis.. ternyata itu soo yg lagi baca ff my hurtness toh. hmm..
    oiya eon, aku minta link ff “Vignette – You are my breath” dooong🙂

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s