[SERIES] I’m Back to Love You – part 8

I'm back to love You - 8

Tittle : I’m back to Love You – Part 8
Author : Fatminho
Genre : Romance, Family, dramatic
Length : Series
Rated : 18+
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung (Kyuyoung Couple)

Disclaimer :

This Plot is realy Mine!

SIDER?? GO AWAY SOON!!

Note :

Anyeong… mianh baru bisa post sekarang. Jujur, part ini cukup membuatku menyediakan inspirasi lebih menyelesaikannya. Maklum, ada masalah hati yang membuatnya menjadi semakin kacau.

Geunde, aku membawa ini dengan poster baru yang aku edit sendiri.
walau semua poster di ff-ku lainnya juga buatanku sendiri, tapi poster yang ini benar-benar membuatku senang!
aaahhh…. melihat gambar KyuYoung seperti itu sangat membuatku bahagia……..😀
Dari sekian poster yang aku buat, inilah poster favorite-ku!!😀
Gimana, reader setuju, tidak? Xixixi…
#banggaBangetLoeThor!!!#

Oh iya, mengenai ff ‘My Hurtness’ banyak yang tanya itu end / TBC, maka aku jawab: Tergantung,
(yang like, yang coment, dan yang mendukung)
#mianh ya, author ngerjain reader-nya di ff itu… :p , itu idenya evilCouple imajinasiku… ckckck :p #

Eoh, Satu lagi, !!!!
Sebagai permintaan maaf karena sudah menunggu ff ini cukup lama (nyaris sebulan)
Maka aku persembahkan I’m Back to Love You – part 8 WITHOUT PASSWORD!!!
*tepukkktangannn….. #prokProkProkprok#😀

Ya udah, pokoknya, selamat membaca saja,
Semoga tidak mengecewakan…😀

***

Pagi hari di kota Yeongam, Kyuhyun mendapatkan cinta sejatinya kembali. Yeoja yang selama ini dia cintai dan yang sempat pergi darinya, kini sudah benar-benar berada disisinya. Mendapatkan ciuman hangat dari yeoja yang dicintai, membuat seluruh kesatuan didirinya lunak. Terlebih saat dia mengingat semua cerita sebenarnya kemarin malam.

Selama berpisah Sooyoung tetap mencintainya, apakah itu sebuah keajaiban cinta? Atau anugerah dari Tuhan? Persetan dengan semuanya. Yang penting adalah status perasaan cinta yang selama ini menyiksanya sudah teratasi dengan takdirnya saat ini.

Yah, takdir yang membuat mereka kembali bersama. Takdir juga yang membuatku bertahan lama mencintaimu. Benaknya.

Mereka masih berciuman, saling melumat, dan menghisap bibir satu sama lain. Sooyoung masih ada didekapan tubuh kekar Kyuhyun dengan jemari yang sudah menyusup di sela-sela helaian rambut suaminya tersebut. Sesekali pindah ke tengkuk leher Kyuhyun dan menekannya agar ciuman mereka menjadi semakin dalam. Sempat kakinya terasa lemas dan nyaris tak berfungsi karena melakukan ciuman yang teramat dalam, sebelum akhirnya dia merasakan suatu kelegaan saat kedua tangan Kyuhyun menggenggam tubuh kurusnya. Dipeluk erat oleh seorang namja yang sangat dicintainya, seorang Cho Kyuhyun, sungguh hal itu terasa seperti mimpi baginya.

Kini Sooyoung merasa sedang terbang ke angkasa cinta. Melayang ke khayangan terindah. Tentu saja dia lakukan bersama pangeran yang selalu dan akan tetap selalu dia cintai.

‘mmhhhmmhh’ desah Sooyoung saat Kyuhyun berhasil menguasai seluruh rongga mulutnya. Mata Sooyoung terpejam erat. Ia ingin meresapi rasa manis dari bibir Kyuhyun yang telah lama dia rindukan.

Sooyoung’s POV

Bibir ini, bibir pertama yang jatuh di bibirku dulu. Bibir yang mengajariku indahnya cinta. Bibir yang membuatku terbiasa merasakan cinta darinya. Satu-satunya bibir yang kuijinkan untuk menyentuh bibirku. Hanya bibirnya. Bibir seorang namja evil yang selalu mengerjaiku dikala itu. Namja yang rela menghabiskan waktu malam harinya untuk menangkap kodok saat menjahiliku, sebenarnya sih dia bermaksud mencari perhatianku. Namja itu yang selalu berkata ‘salanghanda’ selama SMA dulu walau tak kupedulikan. Namja yang berhasil mendapatkan hatiku. Namja yang kucintai, Cho Kyuhyun.

Kulingkarkan tanganku di leher belakangnya dengan lebih erat saat dia mengangkatku dan membaringkanku di ranjang. Beberapa saat kemudian dia menyudahi ciuman kami dan menatap mataku intens. Kemudian dia turun sedikit dan kini kurasakan hembusan nafasnya yang perlahan menjadi kecupan, dan sesekali gigitan, di leherku. Kubiarkan Kyuhyun menguasai diriku. Terserah atas dasar apa pernikahan kami, yang jelas aku menyetujui pernikahan ini dan aku akan berusaha mempertahankannya. Demi kami, aku dan Kyuhyun. Aku ingin menjadi milik nampyeonku sepenuhnya.

Tuhan, biarkan kurasakan cintanya saat ini. Aku berharap ada perubahan manis darinya. Aku sangat merindukannya. Aku sangat menginginkannya. Masih terngiang di benak dan hatiku saat dulu dia berkata “Saranghae…” aku akan menjawabnya, selalu menjawabnya dengan satu kata, “Nado…”

hikz… aku menangis saking rindunya. Saranghae nae nampyeon, jongmal saranghae…

Tunggu, sepertinya ada yang aku lupakan. Kubuka kedua mataku dan dapat kulihat dia masih terpejam dan menikmati kegiatannya di bibirku setelah beberapa menit lalu menguasai leherku. Kubawa kedua tanganku yang ada di punggungnya ke wajahnya. Kutangkup dan kutarik perlahan sampai ciuman intens kami terputus. Kini kami saling pandang sambil jemariku membelai pipinya yang sedikit tirus. Baru aku bisa menyadari ternyata wajahnya pucat.

“Boleh aku lanjutkan?” tanyanya dengan suara pelan, nyaris seperti bisikan. Matanya juga sudah tidak terarah ke mataku, melainkan kebibirku. Apa kali ini dia sangat bernafsu? Sesaat kemudian, aku tetap diam memandangnya tanpa menjawab pertanyaannya. Dia menunduk kembali, hendak meraih bibirku, tapi sekuat tenaga aku mencegahnya. Benar saja, dia terlihat kesal dan menatap mataku lagi, “Wae?” tanyanya tak sabar. Ck! Kenapa dia terlihat semakin manis? Hahaha, aku tertawa melihat ekspresi kesalnya.

Aku menggeleng, “Ini tidak boleh di lanjutkan!” jawabku atas pertanyaannya yang tadi. Dia mengernyit dan mengendus kesal kewajahku. Sekesal itukah dia?

Kurasakan dia menarik diri dariku. Dia duduk di samping, membelakangiku yang masih terbaring. Bisa kulihat kepalanya tertunduk dan kedua tangannya mengepal. Marahkah?

“Kenapa tidak? Kita bukan pacaran lagi, tapi kita sudah resmi! Kau istriku, ingat?” omelnya, tanpa balik melihatku.

‘…kau istriku, ingat?’

Aku terhenyak, sampai tak kuat membangkitkan diriku yang masih terbaring di belakangnya. Air mata yang sempat menghilang, kini dengan mudahnya membasahi wajahku lagi. Kyuhyun mengakui aku sebagai istrinya? Apakah aku sedang bermimpi?

“Kau menyebutku sebagai istrimu?” tanyaku ditengah isakanku.

Sooyoung’s POV end

Kyuhyun yang duduk di pinggir ranjang, membelakangi Sooyoung, tiba-tiba menegakkan duduknya. ‘Kau menyebutku sebagai istrimu?’ pertanyaan macam apa itu? Batinnya. Dia tetap terdiam dan tidak bergerak sama sekali. Dia memikirkan maksud dari bertanyaan Sooyoung tadi.

Tidak lama kemudian dia menghela nafas, memutuskan untuk berdiri dan berbalik menghadap istrinya. Dia baru sadar, selama ini dia tidak pernah bersikap ramah kepada yeoja yang saat ini tengah berbaring menatapnya. Tatapan itu mengisyaratkan bentuk kepedihan, kesakitan, dan permohonan untuk bisa diperlakukan baik oleh yang menatapnya. Oh, apakah dia sejahat itu, sampai berhasil membuat yeoja tak berdaya didepannya itu memohon untuk diperlakukan dengan baik?

Kyuhyun sadar bahwa yeoja itu telah menjadi istrinya, yeoja yang selalu berusaha melayaninya dengan baik, tapi selalu diabaikannya. Dia juga tahu, yeoja itu adalah orang yang pernah membuatnya menjadi orang paling bahagia didunia saat dulu, sebelum membuatnya sangat hancur.

Namun, apa yang Kyuhyun lihat saat ini? Yeoja itu kembali, benar-benar kembali. Datang ke hadapannya dengan membawa cinta yang sangat tulus. Haruskah dia meragu untuk kedua kalinya setelah mengetahui apa yang terjadi sebenarnya?

Sooyoung menitikkan air mata ditengah aksi adu pandang antara dirinya dan Kyuhyun. Tak dapat dipungkiri lagi, disini dialah yang bersalah. Namja yang sedang berdiri menatapnya itu sudah penuh dengan luka. Tanpa rasa malu sedikit pun dia kembali memasuki kehidupan namja malang itu dan bertekat untuk mencintai namja yang sudah resmi menjadi suaminya tersebut. Itu bukan hal yang salah, kan?

Meskipun luka yang dia bubuhkan pada namja itu sangat perih, bolehkah dia berusaha menyembuhkan perasaan yang terluka itu? Adakah kesempatan untuknya menunjukkan perasaan yang dia sendiri rasakan selama ini? atau, dia sudah terlambat melakukannya?

Setelah sekian menit mereka beradu pandang ditengah isakan masing-masing dengan pikiran kalut yang tak dapat mereka suakan, Sooyoung memilih bangkit dari posisi baringannya. Tidak, Sooyoung bangkit tidak untuk pergi meninggalkan Kyuhyun yang sedari tadi mematung memandangnya, melainkan untuk menghambur melingkarkan kedua tangannya di bahu suaminya tersebut. Dipeluknya seerat mungkin tubuh kekar yang sudah bertahun-tahun dia rindukan. “Mianhae… mianhae… mianhae…” racaunya di tengah isak tangisnya. Pautan kedua tangannya di bahu Kyuhyun sengaja dia eratkan sekuat mungkin, bermaksud menyampaikan segala perasaan yang dia rasakan selama ini. tidak lama kemudian, dia merasakan Kyuhyun membalas pelukannya dengan cara yang sama.

“Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu, Youngie-ah…” ucap Kyuhyun. “Maaf jika selama ini aku selalu dingin kepadamu. Maaf selama menjadi suami, aku tak pernah bersikap manis padamu. Maafkan aku…” suara Kyuhyun semakin serak, ditariknya tubuh Sooyoung agak menjauh agar dia bisa menatap wajah cantik itu, “Mulai detik ini, aku ingin memulainya dari awal. Kau adalah istriku dan aku adalah suamimu. You are mine, then I’m Yours…” tambah Kyuhyun yang berhasil membuat tangisan Sooyoung semakin pecah.

“Kyu-ah…” lirih Soo.

Kyuhyun langsung mengecupi setiap inci wajahnya. Setelah puas menguasai wajah Sooyoung, tatapan mata Kyu langsung menusuk kedua mata didepannya, seakan meminta ijin untuk melakukan hal yang lebih dalam lagi. Namun, Soo malah membelai wajah basah Kyu sambil mengernyitkan dahi. “Oppa, kau sakit?”

Kyuhyun tersedak disela tawa dan isaknya. Ia tersenyum dan mengangguk. “Chagie~ aku ingin memilikimu…” ucap Kyuhyun tiba-tiba. Wajah Sooyoung benar-benar matang dan jantungnya terasa sedang melakukan marathon. Namun, Sooyoung merasa ada hal yang mengganjal saat ini. Dia menundukkan kepala hingga membuat Kyuhyun bertampang penuh tanya, “Wae? Kau tidak mengi-“ ucapan Kyu terputus karena Sooyoung langsung mengangkat kepala dan menggeleng cepat.

“Tidak sekarang, oppa. Kau sedang sakit!” tegas Sooyoung. “Sekarang, kau harus istirahat!” katanya lagi sambil menarik tubuh suaminya untuk berbaring di ranjang kembali. Dia tersenyum memandang wajah Kyuhyun yang terlihat bingung itu. Namun, dia memilih diam dan segera merapikan posisi ternyaman untuk suaminya tersebut. Ditariknya selimut dari ujung ranjang untuk menutupi tubuh Kyuhyun sebatas dada. Kemudian dia memilih duduk di ujung ranjang dekat dengan wajah Kyuhyun. Tangannya kini membelai wajah Kyuhyun.

“Youngie-ah…”

“Hmm…?”

“Bogoshippeo….”

Mendengar kata ‘rindu’ dari Kyuhyun, diri Sooyoung langsung mematung. Sedangkan namja yang membuatnya seperti itu, kini tengah meraih kedua tangannya yang masih berada di wajah namja itu dan mengecupi kedua telapak tangannya secara bergantian, kiri-kanan.

Setelah memberikan kecupan hangat di kedua telapak tangan Sooyoung, Kyuhyun kembali menatap lekat yeojanya. “Kenapa tidak?” tanyanya yang membuat Sooyoung tertegun. Menyadari hal tersebut, tanpa meminta ijin, dia langsung menarik kedua tangan Soo hingga kini yeoja itu berbaring tengkurap diatasnya. “Youngie, apa kau tidak percaya denganku?…”

Wajah Kyuhyun kini terlihat sangat sendu, memelas, dan penuh kekhawatiran. dia takut jika alasan sebenarnya Sooyoung tak mau melakukan hal wajib itu karena belum percaya penuh padanya.

“Oppa… aku percaya padamu. Geunde… aku tidak bisa. Tidak sekarang!” ucap Soo bingung. Bagaimana cara menjelaskannya??

“Waeyo?

“Aku… ehnn… bulan ini memang agak cepat datangnya… ehnn…. Oppa mengerti maksudku, kan?” ucap Sooyoung sebisa mungkin. sungguh, dia sangat malu detik ini.

Kyuhyun tertegun setelah mendengar ucapan istrinya tadi. Detik selanjutnya gelak tawanya pecah sudah. Dia tertawa sambil memeluk tubuh kurus Sooyoung yang ada diatasnya. “Chagie~ kau tak perlu malu mengatakan hal itu padaku. Aku ini suamimu. Ingatlah itu! Arra?” ucapnya, membuat Sooyoung semakin bersemu malu hingga tak sanggup menjawabnya.

Yeoja itu hanya bisa menenggelamkan wajah di lekukan leher suaminya sambil lebih mempererat lekatan tdi atas tubuh kekar dibawahnya. Sedangkan tawa Kyuhyun semakin menjadi. Dia benar-benar gemas dengan tingkah istrinya itu.

“Oppa, lehermu sangat panas,” ucap Sooyoung setelah mengangkat kepalanya dari leher Kyuhyun. “Kau demam?” tanyanya. Kyuhyun tersenyum dan menggeleng pelan. “Tapi badanmu panas, oppa” omel Sooyoung sembari menggulingkan tubuhnya ke samping.

“Gwenchana Soo” jawab Kyuhyun dengan santai dan suara yang kecil.

“Oppa, kau harus banyak istirahat! Kau memaksakan diri untuk terbang kesini, bukan?”

Kyuhyun memandang Sooyoung sejenak, lalu tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja, kau tak perlu khawatir!”

Sooyoung mengernyit kesal, ‘Ha, apa katanya, aku tak perlu khawatir?’ batinnya.

Bug! Bug! Bug!

Sooyoung’s POV

Kupukul dadanya bertubi-tubi. “Uhk! Kau pikir aku ini istri apaan, eoh?” omelku ditengah isakanku sambil tetap memukul-mukul dadanya dengan dua gemalan tanganku. “Jika aku sudah tak memiliki hati lagi, mungkin mengabaikanmu adalah pilihan yang terbaik, pabbo oppa!” Dia tidak akan menahan tanganku jika memang dia salah dan aku pantas melakukan ini.

‘Khuk hukx’

Aksi pukulanku terhenti saat kudengar dia terbatuk-batuk. Ommona, jongmal paboya Sooyoungie! Tentu saja dia terbatuk, aku memukulnya tepat di dada. Bukankah akan lebih baik jika aku memukul lengannya saja? Aiss…

“Oppa, gwenchana?” tanyaku sambil membantunya duduk. Kuraih segelas air putih yang memang selalu ada di atas nakas dekat ranjang. Kusodorkan air itu padanya, “Oppa, ayo minum dulu!” titahku. Segera dia minum air yang kuberikan dengan tetap menggenggam tanganku yang memegang gelas kaca itu.

Setelah selesai meminum seperempat isi gelas tadi, entah siapa yang mengatur, kini mata kami bertemu dan saling menatap dalam satu sama lainnya. Jujur, kalau sudah terjebak di keadaan seperti ini, aku akan benar-benar tenggelam dalam matanya. Yang ada dipikiranku saat ini adalah ‘ketidakpercayaan’. Seperti hal yang sangat mustahil aku bisa memiliki hatinya kembali. Namja ini, dia yang memenangkan hatiku dulu. Kini, akulah yang ingin memenangkan hatinya. Apakah sudah kudapatkan kemenanganku itu?

Aku sadar dari lamunan saat kurasakan tangan bebasnya meraih gelas digenggaman kami. Dia menaruh gelas itu dinakas tanpa melepas pautan tangan kami. Setelah itu, dia menatapku dalam, lagi. Detik berikutnya, tubuhku sudah ada dalam dekapannya, terduduk dipahanya dengan posisi menyerong.. Kurasakan hembusan nafasnya dibahuku, leherku, dan sekitar telingaku. Aku agak memekik saat dia mulai mengecupi bagian-bagin tersebut secara perlahan. Bahuku, leherku, belakang telingaku, dan pipiku.

“Bukankah ini semua karena ulahmu. Hn?” bisiknya, aku mematung mendengarnya. Gara-gara aku?

Kubuat jarak antara kami hingga bisa menatap wajahnya. “Maksud, oppa?”

“Selama ini aku memang sakit. Kau pergi dariku karena hal yang tak jelas. Andai saat itu kau jujur denganku, mungkin kini kita sudah memiliki KyuYoung Junior.” Jawabnya dengan paras merajuk dalam suara lemahnya.

Awalnya aku memang ingin tertawa melihat tampang aegyo yang kini dia tunjukkan didepanku. Namun, mendengar dan memahami kalimatnya itu, bibirku yang sempat melebar dikit langsung berubah merapat. Mataku memandnagnya penuh luka. Aku tertunduk, tak berani menatapnya apalagi menangis didepannya.

“Tapi, semua itu sudah kuanggap masa lalu belaka. Bagaimana pun masa lalu yang aku jalani, sepahit apapun itu, jika takdir membawamu kembali padaku di masa sekarang dan masa depan, maka yang kurasakan hanya satu: aku sangat bersyukur karena kau sudah kembali untuk mencintaiku. Saranghae Youngie-ah…”

Dengan mata yang memanas, hendak mengeluarkan deraian air lagi, kedua tanganku menangkup wajahnya. “Na do saranghae Cho Kyuhyun!” gumamku sebelum akhirnya kudaratkan kecupan lembut dari bibirku.

***

Siang ini aku sedang berkutat di dapur, membuat hidangan makan siang untuk suamiku. Hem, seperti mimpi rasanya. Detik ini, aku merasa telah kembali kemasa lalu, masa dimana aku merasakan segala getaran manis dalam jiwaku. Aku sangat bahagia karena masalahku dan dia sudah teratasi. Walaupun aku masih penasaran dengan kejadian kemarin malam di apartment, tapi aku mencoba mengabaikannya. Benar kata Ahra-eonni, Kyuhyun-oppa tak mungkin melakukannya. Semoga saja itu tetap kesalahpahamanku saja.

Aku membuat bubur tabur daging cincang. Aku sengaja membuatkan Kyuhyun bubur karena dia sedang sakit. Aku jadi ingat saat masih pacaran dulu, Kyuhyun menemaniku dua hari penuh saat aku sakit dan orang rumah sedang keluar negri.Dia mengurusku yang tak berdaya semampu yang dia bisa. Disana aku merasa jatuh cinta lebih dalam padanya.

Flashback

“Ommona! Chagie~ah, apa kau baik-baik saja?”

Kudengar suara kekasihku yang sedang berjalan cepat kearahku. Mataku memandangnya sedikit, karena belum mampu membuka penglihatanku secara penuh. Kepalaku sangat sakit. Tadi malam aku tak bisa tidur karena banyak tugas kuliah yang harus kuselesaikan.

Kurasakan tangan Kyuhyun merapa beberapa sisi wajahku. “Kau demam, hn?” tanyanya. Aku hanya bisa mengangguk pelan.

Yang kurasakan saat ini hanya dingin. Padahal penghangat ruangan sudah hidup. Entahlah, aku juga bingung dengan tubuhku ini. tau akhirnya akan seperti ini, aku tidak akan mau megadang semalaman. Dan sekarang, aku hanya merepotkan Kyuhyun saja.

“Youngie, ayo kita ke dokter. Kau harus dapat obat!”

Suara Kyuhyun semakin terdengar panik. Aku berusaha membuka mataku penuh karena akulah yang akan lebih panik jika melihatnya panik seperti saat ini. “Oppa, aku hanya butuh istirahat. Kau jangan khawatir, ya?”

Dia menggeleng, “Andweyo Youngie, kau harus di periksa. Dan bodoh jika aku tidak khawatir denganmu!”

Aku tersenyum melihat wajahnya yang panik itu. Mengingatkan aku dengan ekspresi eomma saat melihatku sakit. “Annio oppa, aku benar-benar tidak perlu ke dokter untuk di periksa. Aku hanya perlu istirahat.”

“Haaahhh…” kini dia menghela nafas, aku tahu dia mengalah. “Baiklah, kalau begitu aku akan buatkan kau bubur dan memberimu obat penurun demam di apotek depan. Aku tinggal sebentar, ya?” aku mengangguk.

Kyuhyun mulai beranjak, tapi dia berbalik lagi. “Ada yang aku lupakan!” ujarnya.

Aku benar-benar kaget saat dia mulai menunduk mendekati wajahku. Ini memang kebiasaan kami jika bertemu, memberi kecupan bibir. Geunde… “Chankaman!” ucapku sambil menangkup bibirku dengan kedua telapak tanganku.

Kulihat dia membuka matanya, “Waeyo? Aku ingin menciummu! Dari pertama datang kita belum melakukannya, kan?”

“Hari ini peraturan itu tidak berlaku!” tegasku setelah menurunkan tangkupan tanganku dari bibir saat dia berdiri kembali.

“Aissh… apa-apaan itu?!” keluhnya.

“Oppa, aku tidak mau kau tertular demamku. Siapa yang akan mengurusmu jika kau sakit disaat aku masih sakit begini, eoh?” ocehku.

Dia terdiam sejenak sebelum akhirnya terkekeh. “Arraseo chagie~. Aishh… penyakitmu menyebalkan!” kenapa dia sangat lucu hari ini? hihihi. “Baiklah, kau istirahat dulu. Nanti aku akan membangunkanmu, arra?!” titahnya. Aku mengangguk sambil tersenyum. Detik berikutnya dia membungkuk lagi dan memberi kecupan di dahiku. “Saranghae…” bisiknya, membuat aku semakin tersenyum lebar.

Rasa sakit di kepalaku perlahan meringan sejak ada Kyuhyun. Aku sangat bersyukur karena Tuhan memberiku namja evil baik hati yang sangat mencintaiku itu.

Drrttt drrrttt…

Kudengar suara getaran ponsel. Setelah kulihat sekeliling, kudapatkan asal suara itu. Ponselnya ada di atas meja kecil disebelah ranjangku. Dari gantungan ponselnya saja sudah kutahu siapa pemiliknya. Gantungan berlambang ‘♥Soo’, pasti punya namjaku itu. Kuraih benda itu dan kulihat siapa yang menelepon. Ahra-eonni.

“Ya! evil! Apa kau masih tidur, eoh? Cepat datangi Sooyoungie-mu! Dia sedang sakit! Sedari tadi aku membangunkanmu, tapi aku tinggal saja karena kau susah sekali dibangunkan. Palli datangi yeoja-mu itu. Sojin sedang bersamaku, sedangkan eomma dan appanya sedang keluar negri. palli kyu pal-“

“Ne, eonni. Kyuhyun-oppa sudah menemaniku…”

“Eoh, Soo-ah, bagaimana keadaanmu? Apa sudah baikan?”

“Ne, gwenchana eonni. Aku sangat baik. Hanya perlu istirahat sebentar.”

“Syukurlah. Aku sangat kesal dengan evilmu itu. Susah sekali diangunkan.”

“Hehe, iya. Maafkan oppa, ne? pantas datang-datangnya dia sudah panik.”

“Ya, begitulah. Sekarang aku sudah bisa sedikit tenang. Soalnya aku mengajak eonnimu sampai besok malam. Tidak masalahkan?”

“Ne, eonni.”

“Baiklah, aku sudahin dulu ya. kau istirahatlah.”

“Ne.”

Bipp!

***

Cklk!

Aku terbangun saat mendengar suara pintu terbuka. Kutolehkan kepalaku kesana dan bisa kulihat sosok manis kekasihku, Cho Kyuhyun. Dia berdiri dengan tangan yang menyanggah nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air.

“Oke, time for eat baby…” ujarnya seraya meletakkan nampan di atas meja. Setelah itu dia meraih mangkuk putih ukuran sedang yang berisi bubur. Perlahan kucoba mendudukkan tubuhku. Namun tetap saja dia terlihat khawatir denganku dan membantuku untuk duduk. “Kau jangan banyak gerak dulu, sayang…”

“Huh dasar Tuan Cho. Kau pikir aku ini habis operasi badan hingga dilarang banyak gerak, eoh?” balasku tertawa ringan.

Cup*

Aku berhenti tertawa dan tertegun saat secara spontan Kyuhyun mengecup pipiku. “Aku hanya ingin kau cepat sembuh. Aku rindu bibirmu, chagie~” lirihnya sambil mengaduk bubur di dalam mangkuk. Pandangannya merunduk kearah bubur itu dan wajahnya… memerah! Hihihi, apa dia malu mengucapkan hal itu?

“Ayo makan, Aaaa….” dia menyodorkan sesendok bubur kearahku. Aku masih terdiam menatapnya, sampai-sampai tak kuhiraukan bubur yang dia sodorkan. “Youngie… wegeurae?” ucapnya, seakan menyadarkan lamunanku. Aku tersenyum dan membuka mulutku, menerima suapannya.

“Khuk!” tiba-tiba aku terbatuk. Ingin rasanya kumuntahkan bubur buatannya itu.

“Gwenchana? Apa rasanya sangat buruk?” tanyanya.

Kukibaskan telapak tangan kananku kearahnya sambil menetralkan tenggorokanku. “Annii, bukan buburnya. Mungkin lidahku sedang tidak peka dengan rasa sebenarnya.” Kilahku. Tentu saja aku memilih berbohong. Daripada dia kecewa, lebih baik kutelan-telan saja bubur rasa nerakanya itu. -_-

“Kau mencoba menghiburku, ya?” ujarnya, aku hanya menggigit bibir bawahku. “Coba kurasakan…” dia mulai menyendok bubur buatannya.

“Jangan dicoba Oppa! Buatanmu enak kok. Suapi aku lagi!” cegahku. Dia tetap tidak menghiraukanku.

“Hanya sesendok, kok!”

“Jang…….-“

Hap!

Terlambat. Akhirnya bubur itu masuk juga ke mulutnya. Aku takut melihatnya memakan bubur itu. Kupandangi terus ewajahnya sampai dia meringis…

“Huekkk…! Ya! kau meu membohongiku, eoh?! Ini bukan salah lidahmu! Bubur ini tak layak makan! Aissshh… padahal sangat susah membuatnya!” dia mengomel sambil meletakkan kasar mangkuk bubur itu. Kini dia menoleh kearahku. “Youngie-ah, mianhe… ternyata memasak itu memang sulit. Hm.. aku belikan bubur di luar ya?” katanya sembari bangkit dari ranjangku.

Segera kuraih tangannya. “Tidak perlu, oppa! Aku baik-baik saja walau tak memakan bubur!”

“Tapi kau harus minum obat, itu berarti kau harus makan dulu!”

Sssrrtt!

Kutarik tangannya hingga dia jatuh di sebelahku. “Aku hanya ingin kau tetap disini. Temani aku istirah, maka bangunnya nanti aku akan sehat kembali.”

“Ck! Kenapa kau jadi manis kalau sakit begini?” katanya sambil menggeser-geser posisi badannya hingga kini kepalaku ada di lengannya.

“Jadi, selama ini aku tidak manis?” cetusku.

“Anni, kau selalu manis. Setiap hari semakin manis!” ujarnya dengan memeluk tubuhku erat. Rasa dingin yang tadi kurasakan tiba-tiba lenyap. Benar, saat aku sakit begini, kaulah obatku untuk sembuh, Oppa. “Istirahatlah, aku akan tetap disini menemanimu.” Mendengar hal itu, kuangkat tanganku melingkari tubuhnya.

“Saranghae oppa…”

Chup* chup* chup*

Dia mencium dahiku dan kedua pipiku.

“Na do saranghae, Choi Sooyoung!” bisiknya.

Chu~*

Dia mencium bibirku sekilas, “Aku tidak akan tertular!” ujarnya. Dia kembali mencium bibirku, menguasainya, dan melumatnya. Mungkin benar kau tidak akan tertular. Akulah yang sudah tertular, tertular oleh cintamu, Cho Kyuhyun.

Flashback end

“Oppa… kau sudah bangun?” tanyaku sambil membawa semangkuk bubur mendekatinya. Dia mengangguk. Dia duduk bersandar dashboard ranjang. Aku duduk disampingnya. “Aku buatkan makan siang untukmu. Mau aku suapi atau kau makan sendiri?”

“Yah~ kau tega sekali membiarkan suamimu yang sedang sakit ini makan sendiri!” rajuknya.

Aku terkekeh. “Arraseo. Aku akan menyuapimu.”

Aku menyuapinya sampai selesai. Rasanya rindu sekali dnegan moment-moment kecil seperti ini. Mengapa aku tega menyakitinya saat itu, padahal yang dia berikan untukku sangat manis dan penuh cinta. Mianhae oppa…

Sooyoung’s POV end

Karena mendapat telepon dari managernya perihal jadwal shooting sebuah reality show di salah satu stasiun televise ‘talk show’, Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke Seoul sore harinya. Tentu saja dia mengajak Sooyoung.

Sesampainya di Seoul, mereka tidak langsung kembali ke apartment, tapi melesat ke tempat shooting ‘talk show’ yang harus dijalani Kyuhyun. Sooyoung sempat melarang dan menyuruh membatalkan jadwal kerja Kyuhyun tersebut, namun Kyuhyun tetap ingin datang dan menyelesaikan pekerjaannya.

Ini kali pertamanya Sooyoung menemani suaminya bekerja. Dia memandang sosok Kyuhyun yang sedang di wawancara di atas panggung. Benar-benar tampan dan tampak segar. Kalau seperti itu, mana ada yang percaya kalau Kyuhyun sedang sakit?

“Baiklah, kita sambut bintang tamu selanjutnya, Lou Yi Xiao!!!”

Deg!

Tiba-tiba Sooyoung menegang setelah mendengar intrupsi sang pembawa acara tadi saat menyebutkan sebuah nama. Kini bisa dia lihat pemilik nama itu muncul dengan sosok imutnya. Dia menyapa ramah penuh senyum kepada semua kru yang ada disana. Saat Sooyoung melihat yeoja paras China itu mengecup kedua pipi suaminya, disambut dengan riuhan tepuk tangan penonton, secara tak sadar tangannya mengepal erat menahan emosi.

“Semua itu tidak ada artinya. Tenanglah…” bisik Han Joo, manager Kyuhyun sambil menepuk bahu Sooyoung pelan.

Ya, Sooyoung harus percaya dan membiasakan diri untuk melihat hal-hal seperti ini. Inilah resikonya menikah dengan bintang dunia. Harus bisa sabar dan menahan hati yang cemburu. Maka dari itu, Sooyoung memutuskan untuk kembali ke mobil. Mungkin lebih baik dia diam disana daripada melihat hal yang membuatnya semakin panas.

“Yeobo~ah… kenapa meninggalkanku?” tanya Kyuhyun yang sudah masuk kedalam mobil dua puluh menit setelah Sooyoung meninggalkannya tadi. Tadi dia lihat istrinya pergi saat Yi Xiao datang. Ingin rasanya dia pergi meninggalkan acara ‘talk show’nya saat itu juga, tapi itu semua tak mungkin dia lakukan.

Sekarang, dia lihat Sooyoung tertidur dengan kepala bersandar di kaca pintu. Pelan-pelan dia bawa tubuh istrinya kedalam dekapannya. “Maaf sudah membuatmu khawatir, Yeobo~” lirihnya pelan sambil membelai istrinya.

Manager Han menyupirkan pasangan itu sampai didepan apartment mereka. “Kyu, besok ada siaran di KissRadio. Lusanya kau harus mulai latihan karena-“

“Hyeong, bisakah kau kirimkan jadwalku? Aku tidak mau tidur Sooyoung terganggu.” Potong Kyuhyun.

“Geurae, akan aku kirimkan. Sekarang masuklah. Kupikir ubungan kalian sudah membaik kembali.” Jawab sang manager.

“Nde, Gamshayo hyeong.”

Kyuhyun turun dari mobil dan menggendong Sooyoung ala bridal. Sesampainya di apartment no 8, dia membawa Sooyoung kedalam kamar. Saat dia meletakkan tubuh istrinya itu di atas ranjang, istrinya tersebut menggeliat kecil.

“Ommo!” pekik Soo saat menyadari keberadaan dirinya saat ini. “Aku di kamar?” gumamnya. “Apa semuanya hanya mimpi?”

“Yeobo~ kau tertidur di mobil setelah meninggalkanku!” tukas Kyu, menyadarkan pemikiran Sooyoung.

Seketika mata Sooyoung berair, tak menyangka bahwa yang dia alami kemarin bukanlah mimpi. Grebb!! Dia memeluk Kyuhyun. “Oppa…” lirihnya.

“Ne, kau tidak bermimpi, Soo.”

Setelah tenang, barulah Sooyoung mau melepaskan tubuh dari Kyuhyun.

“Badan oppa sudah membaik? Kepalamu masih pusing?” tanya Soo.

“Gwenchana. Aku sudah baik-baik saja,Youngie…”

Kyuhyun membuka jaket kulitnya dan melempar benda itu ke sofa yang ada di dekat ranjang. Dia tatap wajah Sooyoung. Perlahan tangannya meraih kedua bahu Soo untuk menyueutkan jaket yang dipakai Sooyoung. Hal itu benar-benar membuat Sooyoung terbakar dan deg-degan. “Mulai sekarang, aku akan menemanimu tidur disini. Gimana?” tanya Kyuhyun.

“Neumu Jhoa~…” jawab Soo di tengah senyum lebarnya.

Kyuhyun mulai memberikan kecupan di setiap inci wajah istrinya. kecupan hangat yang berujung di bibir tipis kesukaannya. Perlahan ciuman mereka semakin panas dan dalam. Tanpa sadar, tubuh Kyuhyun sudah ada di atas tubuh Sooyoung. Dia sudah terbawa suasana dengan melakukan hal ini. Tangannya pun tak akan diam. Kedua tangannya mulai aktif menggerayangi seluruh tubuh Soo secara pelan dan lembut. Bisa dia rasakan lembutnya kulit di balik kaos pink longgar milik Sooyoung. Tangan satunya tengah menopang tengkuk Sooyoung sambil memberi sentuhan menggelitik disana.

“Ehhhmmhhh…” desah Soo saat bibir Kyuhyun mulai melukiskan tanda merah di bagian leher istrinya.

Sooyoung sudah melingkarkan kedua tangannya di leher kyuhyun. Dia frustasi saat merasakan belaian lembut di bagian dadanya. Dia tahu ini bukanlah saatnya melakukan hal ini karena jadwal rutin bulanannya, tapi sentuhan Kyuhyun benar-benar sangat dirindukannya.

“Assshhhh… oppaaaa…. aasssssshhhhkk….” Sooyoung benar-benar gila merasakan sensasi yang berbeda saat Kyuhyun mulai meremas pelan kedua payudaranya. Terlebih bibir Kyuhyun masih aktif menguasai leher jenjangnya. “Kyyyyuuu………hhhppa……. jebhalll…… appaseo….ukkhh…” rintihnya kala Kyuhyun menaikkan besar tekanan dan kecepatan meremas dadanya.

“Appoyonika?” tanya Kyuhyun setelah melepas kegiatannya dan menatap khawatir wajah istrinya.

Sooyoung mengangguk lemah. Dia benar-benar tak kuasa merasakan hal baru yang diterima tubuhnya. Selama pacaran, Kyuhyun memang tidak pernah melakukan hal lebih selain frenc kiss. Dan sekarang, status mereka sudah menikah, tidak salah jika Kyuhyun melakukan hal lebih padanya. Tapi yang tadi dia rasakan benar-benar sakit. Kedua payudaranya seakan berdenyut.

“Mianhae, yeobo…” bisik Kyuhyun sambil membawa tangan kanan Soo ke bibirnya. Dia hisap satu per satu jemari lentik milik istrinya, membuat Sooyoung terenyuh menatap perlakuan yang dia dapatkan.

Kyuhyun menggulingkan badannya kesamping. Ditariknya tubuh Sooyoung dalam dekapannya. “Dua hari lagi, apa aku bisa melakukannya?” tanya Kyuhyun serius.

Sooyoung memandang dalam ekspresi meyakinkan dari namja yang sangat dia cintai itu. Dia tersenyum tipis sambil mengangguk. “Ne,”

Mata Kyuhyun berbinar saat mendengar jawaban istrinya barusan. “Youngie-ah… aku sudah tak sabar…….” geram Kyuhyun sambil mempererat pelukannya. Bahkan kakinya pun ikut serta menjepit tubuh kurus yeoja didepannya. Semua itu membuat Sooyoung tertawa.

“Kenapa kau jadi semakin mesum, oppa?”

“Yah! Itu kan wajar, Nyonya Cho!!”

Wajah Sooyoung memekat setelah mendengar kata ‘Nyonya Cho’ yang ditujukan untuknya seorang. Ahh… dia benar-benar merasakan kebahagiaan yang dia inginkan sejak lama.

***

Keesokan harinya, Kyuhyun terbangun karena mendengar suara ponselnya berbunyi. Setelah melihat nama managernya, segera dia tekan tombol hijau untuk menerima panggilan itu.

“Ya! cepat nyalakan TV-mu! Ini Gawattt!!!”

“Maksudnya?”

“Cepat lakukan!!!”

Bip!

Sambungan telepon itu di putus sepihak oleh managernya. Barulah dia sadar kalau ternyata Sooyoung sudah tak ada di ranjang. Tanpa berpikir lagi, dia segera keluar dari kamar menuju ruang tengah untuk menyalakan televisi.

Sesampainya di sana, dia mematung mendapatkan Sooyoung berdiri dengan cangkir ditangan. Bukan, dia tidak heran dengan hal itu, tapi getaran cangkir di tangan istrinyalah yang membuat dia heran. Dia mengikuti pandangan mata Sooyoung.

‘…Benih dalam Rahim Lou Yi Xiao diduga milik partnernya, Cho Kyuhyun.’

JJJJDDDRRRR!!!

PRRRYYYYANNNKKK….

Seketika mata Kyuhyun terbeliak bersamaan dengan jatuhnya cangkir yang di pegang Sooyoung.

***

_TBC_

Hei…
Tell your Comment about this part, nde?!
O iya, sekalian komentarin juga poster kesukaanku di part ini, ya…

I KNOW YOU ARE NICE READER… :*

Hehe, GOMAWO…

155 thoughts on “[SERIES] I’m Back to Love You – part 8

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s