[TWOSHOT](Req ff) – Broken by You – 1

bby

Tittle : Broken by You – 1
Author : Fatminho
Story’s Idea by : Fiana a.k.a Fia me mehe
Genre : Married Life, Sad, Romance, a little Comady.
Length : Twoshot
Rated : PG 18+
Main cast : Cho Kyuhyun – Choi Sooyoung

Disclaimer : This plot is main.

Note :

Anyeong…
Fatminho bawa FF Request dari Fiana yg kerap disapa Fia a.k.a Fia me mehe.

Jangan lihat konflik cerita yang mungkin sering kalian jumpai, yyaa…, tapi temukanlah perbedaan didalamnya.

Special note for Fia :
maaf ya, alur dan karakternya agak sedikit ku ubah. Supaya lebih rame😀 – tapi inti dari idemu aku jamin didlmnya.
#kalo marah, boleh kok hubungi aku dan minta ganti dengan ff yang lain. Hahaha😀

Geurae, Kajja read this story now!

semoga bs menghibur. (*,^)

***

Summary

“Aku tak tahu sejak kapan rasa ini muncul. Yang jelas, saat ini aku sangat mencintaimu,”

***

Sooyoung’s POV

Pagi ini rasanya sangat aneh. Serasa begitu asing bagiku. Entah dari sudut pandang ruangan, daerah, cuaca, dan kepekaan diriku. Wajar saja sih, ini adalah hari pertama aku menjadi seorang istri dari pria sombong yang ‘katanya’ sih punya pesona mematikan. Dia anak bungsu dari dua bersaudara di keluarga Cho. Aku tahu benar siapa orangtuanya yang sejak kemarin resmi menjadi mertuaku. Mereka adalah sahabat baik orangtuaku. Sejak aku kecil, mereka sering berkunjung ke rumah. Namun, saat aku beranjak SMA, keluargaku memutuskan untuk pindah ke Jepang. Alhasil, intensitas pertemuan dengan sahabat orangtuaku itu pun jadi sangat berkurang. Mereka sesekali mengunjungi kami di Jepang saat mereka memiliki proyek atau kerjasama atau pertemuan, atau dan masih banyak alasan lain dalam kunjungan mereka tersebut. Dari itulah, Eomma Cho selalu memperhatikan sikap dan kebiasaanku yang menurutnya sangat aneh dan lucu. Awalnya, aku kira beliau akan jijik atau kaget melihat satu sifat borosku dalam hal ‘makan’, tapi ternyata jauh berkebalikan dari itu. Ya, ku anggap hal itu hanya hal biasa saja.

Dua minggu lalu, aku dibuat kaget oleh kedatangan keluarganya ke Jepang yang kali itu membawa pasukan agak banyak. Tidak seperti biasanya. Bukan bagaimana, masalahnya, ternyata pertemuan itu untuk menjodohkanku dengan putra mereka. sungguh, baru kali itu aku tahu bahwa mereka memiliki anak laki-laki yang umurnya tidak jauh dariku. Yang aku tahu selama ini, mereka hanya mempunyai satu anak perempuan yang umurnya lebih tua empat tahun dariku, Cho Ahra. Namun, mereka masih memiliki stokan anak yang berlawanan jenis denganku.

Saat aku bertemu dengan putra Cho yang bernama Kyuhyun itu, penilaianku sangat di bawah rata-rata. Aku lebih suka pria yang kuat, gagah, dan maskulin. Namun, apa yang aku lihat dari sosok seorang Kyuhyun? Kulit pucat, tatapan dingin, bahu agak lunglai, tubuh berlemak, dan saat tersenyum padaku untuk pertama kalinya, aku seperti sedang melihat setan yang akan menjadikanku tumbal.

Awalnya kami sama-sama menolak perjodohan itu, tapi sayang, para orangtua yang memiliki jiwa persahabatan setinggi langit itu menolak penolakan kami. Saat kami berusaha mencari alasan, tetap saja tak menghasilkan apa-apa. Mereka lebih dulu mengancam kami. Orangtuaku mengancam untuk mengirimku ke pedalaman Kyushu, tepatnya di rumah paman dan bibiku yang menganut sistem kemiliteran di dalam rumahnya. Jika aku sampai di kirim kesana, habislah impianku untuk menjadi seorang designer hebat. Huwaa…. aku tak sanggup lagi membayangkan hal-hal buruk disana. Sedangkan lelaki sombong, putra bungsu keluarga Cho, itu di ancam akan dihapuskan namanya sebagai penerus perusahaan besar Cho Company dan akan beralih ke tangan Lee Jung Min, suami Ahra eonni. Disana ketara sekali kalau dia itu tak mau susah dan tak rela kehilangan harta. Buktinya, dia memilih untuk menikah denganku daripada kehilangan hartanya. Aigoo… apa jodohku seperti dia? Aarrghh… jangan sampai itu terjadi. Bisa-bisa dia juga akan menguasai harta keluargaku lalu menelantarkanku. -_-

Aku bangun lebih pagi dari biasanya, mungkin karena kurang nyaman saja. Yah… itulah salah satu sifat burukku, selalu tak nyaman tinggal di rumah orang. Aku ingat sih bagaimana status apartment ini. Rumah tumpuk yang salah satu ruangan besar di lantai 9 ini asli milikku dan miliknya. Hanya ada nama kita berdua di surat kepemilikan sah. Siapa yang mengaturnya pun aku tak tahu. Yang jelas apartment yang aku gunakan mulai sekarang ini adalah milikku dan miliknya. Intinya, jika ada masalah dalam rumah tangga kami, maka aku atau dia tak dapat mengusir satu dan lainnya.

Setelah membersihkan wajah dari lumasan minyak yang keluar dari pori-pori kulitku, aku melanjutkan kebiasaan pagiku. Membuat sarapan. Hei, siapapun, cepatlah ambil pulpen dan tulis di benak kalian secara tebal dan besar. ‘Choi Sooyoung adalah shiksin yang jago masak’. Jadi, kalau ada yang protes dengan sifat rakusku, maka tunggu saja pembalasanku. Akan aku buat kalian yang protes kelaparan berhari-hari. Hahaha… that’s just a kidding. Yah… ancaman seperti itu selalu aku berikan pada ketiga sahabatku, Yoona-Yuri-Seohyun. Diantara kami berempat, hanya aku yang bisa memasak. Padalah mereka bertiga juga sihksin sepertiku.

“Hei nona tukang makan! Kau sudah bangun rupanya!”

Aku yang sedang menyajikan masakan untuk sarapan langsung mendongakkan kepala dan melihat pria sombong itu sudah duduk di salah satu kursi.

“Cih! Kau ini jorok sekali Tuan Sombong! Belum membasuh wajah sudah langsung mau makan aja!” omelku sambil berjalan lagi untuk mengambil menu lainnya.

“Apa katamu, sombong?”

Aku sudah kembali ke meja makan saat dia berkata seperti itu. Kutatap saja wajahnya dengan sinis. “Apa aku salah?” tanyaku balik sambil memakan nasi goreng kimchi yang kubuat tadi.

“Huh, sabar Kyu… ini hanya berlangsung sebentar. Setelah ini kau akan bersama yeoja-mu tercinta. Bukan dengan yeoja rakus seperti dia!”

Sontak kuangkat pandanganku kearahnya saat kudengar dia bergumam kalimat bodoh itu. “YAK!”

***

Baiklah, hari ini aku sudah siap. Saatnya berangkat ke kampus.

“Kau mau pergi kemana, nona rakus??” tanya sebuah suara yang membuatku menghentikan langkah menuju pintu keluar. Aku menoleh dan kudapati namja sombong itu tengah memakai sepatu kets-nya. “Kampus!” cetusku.

Setelah itu kulihat dia menilik diriku dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan pandangan aneh. “Kau serius mau pergi ke kampus?” tanyanya. Aneh! Memangnya untuk kemana lagi aku membawa buku tebal jika bukan ke kampus? Masak iya aku ke loak dan menjual buku ini? Aku hanya menjawab dengan anggukan cepat tanpa melontarkan kata-kata yang sempat terbesit di benakku tadi. “Hei, kau ke kampus dengan pakaian seperti ini?” tanyanya heran. Aku mengangguk lagi. Ada apa dengannya?? aneh sekali. “Ekor kuda,” dia mengibaskan sedikit rambut yang sudah kukucir dengan rapi. “Kaca mata,” dia menunjuk kaca mata bergagang marun, berlensa silinder, cukup tebal, yang aku gunakan. “Kemeja,” dia menunjuk atasan merah kotak-kotk yang aku gunakan. “T-shirt,” kini kaos dalaman kemeja itu yang dia tunjuk. Sebenarnya ada apa dengannya, kenapa begitu mengejek cara berpakaianku? “Dan… hei, kau ini mau ke kampus atau ke pasar? Kenapa cara berpakaianmu seperti preman pasar?”

WHAT???!!!

Dengan mata melotot kutunjuk wajahnya. “Kau! Eeekkkhhhhhh!!!!! Kau membuatku kesal Tuan Sombong!!!!” geramku. “Dengan cara apapun aku berpakaian, bukan urusanmu!” tegasku.

“YA! aku hanya bertanya! Dasar yeoja aneh!” omelnya sembari menghambar jalanku dan mendahuluiku keluar apartment. Aarrgghh!! Bukannya dia yang aneh?!

Sooyoung’s POV end.

***

Tanpa diketahui siapapun, hubungan Kyuyoung semakin hari semakin aneh. Mereka suami-istri, tapi tidak sekali pun tidur di kamar yang sama. Apalagi di ranjang yang sama. Mereka menikah, tapi tidak benar-benar menikah. Keseharian mereka hanya dipenuhi oleh keributan dengan ejekan, cibiran, dan lain-lain. Tidak jarang juga Sooyoung mengerjai Kyuhyun dengan memasak makan penuh sayuran. Begitu juga sebaliknya, Kyuhyun akan membalas dengan meletakkan beberapa ekor katak kecil di sekitar kompor, sehingga saat Sooyoung hendak memasak, dia akan tertawa mendengar jeritan yeoja tersebut lantaran katak-katak yang dia letakkan disana melompat kearah Soo.

“YAK! CHO KYUHYUN NAMJA GILAAAAAA!!!!”

Teriakan itu membuat Kyuhyun tertawa didalam kamar. Dia memegang perutnya karena tawanya benar-benar pecah. Dia senang, rencananya berhasil.

BRRKK!

“Ommo! Ya! yeoja tidak sopan! Kenapa kau masuk kamarku seenaknya, eoh!?”

“Bodoh! Gara-gara kau, aku tidak jadi memasak! Gara-gara ulahmu yang gila itu, binatang melompat itu masuk kamarku! Sekarang, aku tidur di kamarmu!” sergah Sooyoung sambil membanting diri ke ranjang empuk ukuran besar di kamar Kyuhyun.

“YAK! Siapa yang mengijinkanmu tidur bersamaku, eoh?!”

“Apa??? Tidur bersama?! enak saja! Itu akan melanggar peraturan! Maksudku, kau tidur di kamarku dengan katak-katakmu itu. Mulai mala mini, aku akan tidur di kamar ini!”

“Tidak boleh! Sana pergi! Aku mau tidur!” protes Kyuhyun sambil menendang-nendang tubuh Sooyoung.

“Tidak mau! Aku akan tetap disini sampai kau membersihkan kamarku dari bintang melompat itu!”

“Aiissshhh… dasar yeoja menyusahkan!” geram Kyu.

Sooyoung sudah memejamkan matanya. Sedangkan Kyuhyun meliriknya dengan pandangan setannya. ‘Baiklah Nona Rakus, kalau ini yang kau mau!’ dengusnya dalam hati. Kyuhyun akan memulai aksi nakalnya.

“Ekhm..!” dia berdeham memulai permainannya. Dia tahu benar Sooyoung belum tidur sepenuhnya. “Ya~ Choi Sooyoung, apa kau tahu apa yang akan terjadi bila kau tidur di ranjangku ini?” Kyuhyun menyeringai jahil di hadapan wajah Sooyoung, berharap Sooyoung membuka mata dan melihat seringaiannya itu. Dia yakin, siapapun akan tahu maksud dari seringaiannya.

Kepala Kyuhyun semakin menunduk dan lebih mendekati telinga Sooyoung. Dia mengenduskan nafas hangatnya di sekitar leher jenjang Sooyoung. “I’ll take your virgin, baby….ehhhhgghh” bisiknya sambil berdesah di telinga Sooyoung.

Benar saja, mendengar hal itu, tubuh Sooyoung menegang dan kedua matanya sontak terbuka. Untuk beberapa detik Sooyoung dan Kyuhyun saling pandang. Tentu saja yang dilihat Sooyoung saat ini adalah ekspresi wajah penuh nafsu di atasnya.

“AAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!” jeritnya sembari mengambil langkah turun dari ranjang dan berlari keluar kamar Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa penuh kemenangan saat melihat Sooyoung berlari ketakutan seperti itu.

Ting tong!

Sooyoung berjalan untuk membuka pintu. Dia merutuk dalam hati, siapa sih yang kurang kerjaan bertamu malam hari seperti ini? kalau memang tamu itu Kyuhyun, bukankah dia tahu sandi untuk membuka apartment mereka ini?

“Ya, anda mencari siapa?” sapa Soo saat melihat yeoja imut yang tidak terlalu tinggi.

“Kau siapa?”

“Hah, pertanyaan apa itu? Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu! Kau yang siapa!”

Yeoja diluar pintu itu sedikit berpikir, “Apa benar dia pindah ke apartment ini?” gumamnya.

“Nde, apa yang kau bilang tadi?” tanya Soo yang masih tidak mengerti siapa yeoja didepannya kali ini.

Sooyoung tiba-tiba menegang saat melihat namja berkulit putih dan sombong itu baru muncul dari belkang yeoja imut tadi. Namja itu Kyuhyun. Dan yang membuat mata Sooyoung membulat adalah ketika Kyuhyun melingkarkan tangannya di perut yeoja itu. Namja itu bersandar di bahu yeoja imut itu dan berbisik, “Chagie~…”

Yeoja itu membalikkan tubuh. “YA! kau dari mana saja?! Kenapa kau membiarkanku salah masuk?!” ujarnya. Kyuhyun memandangnya aneh, “maksudmu?”

“Aku jadi membangunkan nona pemilik apartment ini. kau bilang padaku apartment barumu ada disini. Kau salah memberiku nom-“

“Hahaha… chagie-ah, ini apartmentku! Kau tidak salah nomor ataupun pintu!”

“Lalu, yeoja ini…” sekarang telunjuk yeoja imut itu menunjuk kearah Sooyoung. Kyuhyun mengikuti arah telunjuk kekasihnya itu.

“Eoh, Soo, kau belum tidur?” tanyanya dan Soo hanya mengangguk malas. “Vict, kenali dia sepupuku. Bukankah aku sudah bilang padamu bahwa aku sedang tinggal bersama sepupuku?” kata Kyu kepada Victoria, kekasihnya, yeoja imut didepan Sooyoung.

Victoria tampak memandang Sooyoung dengan penuh selidik. “Kukira sepupumu namja!”

Sambil tertawa, Kyuhyun membimbing Victoria memasuki apartment. “Sooyoung-ssi, kau tidur saja. Tamuku ini, biar aku yang melayani…” ucap Kyuhyun yang sedang membelai punggung yeoja bernama Victoria itu.

Dengan wajah datar Sooyoung menjawab, “nde!”. Padahal dalam hatinya, ‘disuruh pun aku tak akan sudi!’. Entahlah, apa yang terjadi dengannya. dia terlihat cukup tercengang dan kesal.

“Kyu-ah….” sapa Vict sambil bergelayut manja pada Kyu. “Ehmm…?” tanya Kyu yang memandang yeojanya. Sedetik berikutnya, Victoria langsung menyambar bibir tebal namja didepannya dengan penuh gairah. Dia tahu Kyhyn akan membalasnya dengan lebih menggairahkan lagi.

“Akkkhhhhh…. uuggh… Kyuhhhhh…. aarrggghhh…. oooowwhh…..”

Kedua mata Sooyoung yang sudah tertutup, tiba-tiba terbuka lebar saat mendengar suara desahan yeoja dari kamar Kyuhyun. Semakin didengar, desahan yeoja itu semakin membuat wajah Soo memerah dan suhu ruang kamarnya ikut panas.

“Arrrgghhh…. suck it beyybbhh… aaahhhhkkkk….yakkk lebhhhh iiiihhhh….oouughh…”

Kini desahan Kyuhyun yang terdnegar jelas di telinga Sooyoung pun ikut menambah suhu panas disekeliling Soo. Tidak seperti orang kebanyakan yang jika mendengar atau menyaksikan suara-suara deshan seperti itu akan ikut terangsang. Sooyoung malah meringkuk kedalam selimutnya. Kedua mata almoundnya mulai membendungkan cairan bening.

“Aaarrrggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” suara desahan Kyu dan Vict kali ini berhasil menerjunkan cairan bening yang sempat tergenang di pelupuk mata Sooyoung. Ya, yeoja itu menangis dibalik selimutnya. “Ugh! Nappeun namja!!” rutuknya ditengah tangisnya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Sooyoung sudah keluar apartment. Sebelumnya, dia melihat pintu kamar Kyuhyun yang ternyata terbuka setengahnya. Bisa dia lihat tubuh polos keduanya yang mesih terlelap di balik selimut itu. Lagi-lagi air matanya keluar. Padahal dia tahu Kyuhyun sudah punya kekasih, tapi kenapa sangat sakit melihat hal itu. Sempat terbesit di pikirannya, ‘bukankah seharusnya kyuhyun melakukan semua itu dengannya?’

Padahal hari ini Sooyoung tidak memiliki jadwal kuliah, tapi dia tetap datang kekampus. Daripada diam di rumah, pasti kedua matanya akan lebih membengkak lagi. Dia takut tidak bisa bernafas jika melihat kemesraan dua sejoli tersebut.

“Syoung-ah… hiks… aku tidak menyangka kalau….” Yoona tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Yeoja itu menangis memeluk sahabatnya. Sedangkan Yuri sudah memeluk bahu Sooyoung. Seohyu menyandarkan dahinya di dahi Sooyoung. Mereka bertiga bisa merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Sooyoung, sahabat kesayangan mereka.

“Sabarlah Soo… aku yakin, Tuhan akan membuat segalanya indah pada akhirnya. Kau harus sabar…” lirih Yuri. “Aku yakin eonni kuat menjalani pernikahan seperti ini… hiks…” tambah Seohyun. “Kami akan selalu bersamamu, Syoungie…” ucap Yoona yang berhasil membuat Sooyoung memecahkan tangisannya.

“YA! nona rakus! Malam-malam begini, mau kemana?” tanya Kyuhyun yang sedang bersantai di sofa ruang tengah dengan memainkan PSP-nya.

“Jalan-jalan.” Jawab Sooyoung santai sambil memakai sepatu kets putihnya.

Mendengar jawaban Soo, Kyuhyun langsung mem-paus gamenya dan segera duduk menatap yeoja yang berstatus sebagai istrinya itu. “Jalan-jalan? Malam-malam begini?” tanyanya heran.

Sooyoung sudah selesai memakai sepatunya. Dia berdiri sambil menghela nafas. Dipandangnya wajah Kyuhyun dengan malas. “Tuan Sombong, ini baru jam tujuh!”

“Tapi kau pergi disaat aku santai di rumah!”

“Ya sudah, telepon saja yeojamu!”

“Dia sedang ada pemotretan di Jeju!”

Sooyoung memutar bola matanya. “Ya terserah! Itu urusanmu! Aku juga punya urusan!” sinis Soo sembari melenggang pergi. Namun, tangannya segera di tarik oleh Kyuhyun. “YA! aku tidak mengijinkanmu!” umpat Kyu. Kini Sooyoung mulai garang dengan sikap namja aneh yang sudah sebulan ini berstatus sebagi suaminya.

“CIH! Lepas tanganku Tuan Sombong! Memangnya aku pernah melarangmu keluar dan bermesraan dengan yeojamu, eoh?!”

“…”

“Tidak bisa menjawab, kan?” ucap Soo lagi sambil melepaskan tangan Kyuhyun yang melemas. “Tapi kau mau pergi dengan siapa? Aku tidak mau jika terjadi sesuatu padamu, nanti eomma dan abeoji akan menyalahkanku, babo!” balas Kyuhyun.

“Huh! Dasar Tuan Sombong! Aku tidak akan kenapa-napa!” umpat Soo dengan nada tinggi. Namun perlahan berubah menjadi senyuman, “Aku mau keluar dengan namjachinguku. Jadi dia pasti akan menjagaku! Sudah ya, Tuan Sombong, aku harus pergi. Bye…” jelas Sooyoung penuh semangat dengan wajah ceria dan melenggang meninggalkan apartment.

“Arrrggggghhh!!! Ternyata dia punya namja juga! Aku kira tidak ada yang mau dengannya!”

“YAK! Namja Sombong! Aku mendengarnya!!!” teriak Sooyoung yang ternyata masih ada di ambang pintu apartment. Kyuhyun terkekeh diruang tengah.

“Arrrggghhh!! Chagie-ah… cepatlah kembali ke Seoul… aku kesepian….” racau Kyuhyun yang tampak sangat frustasi. Dia memang tidak suka dengan situasi sepi seperti sekarang.

“Eonni… kenapa kau datang kesini?” tanya Seohyun yang membukakan pintu apartment Yuri untuk Soo.

“Jadi, aku tidak boleh ke sini?”

“Bu…bukan begitu… maksudku…” Seohyun jadi merasa bodoh bertanya hal seperti itu. Dan disaat yang sama, Yoona datang menghampiri mereka. “Loh! Syoung, kau datang juga kesini? Aku kira kau…” kalimat Yoona terhenti saat melihat raut wajah Sooyoung yang muram.

“Hei, ayo masuk! Kenapa malah berpandangan di pintu sih?!” ujar Yuri.

Ya, hari ini Sooyoung berbohong dengan Kyuhyun. Sebenarnya dia datang ke apartment Yuri dan bukan menemui namjachingu yang dijadikan alasannya tadi. Sebelumnya, di kampus, Sooyoung tahu jika malam ini Yuri mengadakan pesta kecil-kecilan bersama sahabatnya. Yuri dan kedua sahabatnya pun tahu bahwa hari ini Kyuhyun akan ada di apartment seharian, termasuk malam ini. Maka dari itu, dia mengerti sekali jika Sooyoung tidak akan datang. Namun, ternyata dia datang dengan wajah suntuk dan lecek.

“Hei, kenapa tidak diam di rumah? Bukankah kau ingin berduaan dengannya?” tanya Yuri.

“Percuma Yul!” cetus Soo dengan lemas, membuat ketiga temannya mengerutkan dahi.

“Kau sudah diberi kesempatan untuk membuat moment dengannya, tapi kenapa kau membuang kesempatan itu?!” oceh Yoona.

“Dari pagi, eonni ada di kampus sampai sore. Dan malam ini eonni malah kesini. Jadi, waktu luang suamimu seharian di rumah kau abaikan begitu saja? Dasar aneh! Jarang-jarang suamimu yang tampan itu tidak bersamaan dengan yeoja ganjennya!” kini ocehan Seohyun.

Sungguh, Sooyoung benar-benar frustasi. Dia tidak menyangka akan jatuh cinta sedalam ini pada suami palsunya itu. Entah sejak kapan, yang jelas hatinya merasakan hal itu saat ini. dia benar-benar mencintai Kyuhyun. Mencintai namja sombong yang selalu mengerjainya setiap hari. Menyayangi secara tulus namja yang selalu menghabiskan masakan tumis daging yang dibuatnya. Tuhan, jika memang rasa cinta itu begini sakit, kenapa kau membiarkanku jatuh cinta padanya??

Kyuhyun’s POV

Kenapa Victoria tidak memberitahukanku bahwa hari ini dia harus ke Amerika? Walau hanya dua hari, dia bisa kan memberi informasi itu pada namjachingunya, ini? ahh… susah juga punya kekasih seorang model. Sibuk sendiri didunia modelnya dan jarang bermesraan dengan kekasihnya. Aihh… nona Song! Kau membuatku ingin memelukmu!!!

Cklek!

Aku menoleh saat mendengar pintu kamar Soo terbuka. Sudah beberapa minggu ini aku jarang mengobrol, apalagi bercanda dengannya. aku juga merasa heran dengan tingkah anehnya akhir-akhir ini. dia selalu berangkat ke kampus pagi-pagi sekali dan baru pulang saat larut malam. Saat aku tanya kenapa pulang sangat larut dia akan menjawab ‘habis diajak jalan sama Won Bin-oppa!’ atau kalau dia sedang tidak mood menjawab, pasti akan bercetus, ‘bukan urusanmu!’

Kulihat dia kaget melihatku. Kedua matanya membulat besar. Cih! Aku baru sadar kalau saat ini dia memakai pakaian mini. Apa dia pikir aku sudah tidur, sehingga dia terkaget seperti itu, melihatku?

“Kenapa kau masih belum tidur?” tanyanya dengan suara agak bergetar dan ekspresinya datar.

“Aku sedang pening! Makanya aku harus minum dulu sebelum tidur!” jawabku sambil menunjukkan gelas kecil berisi blue wine di tanganku.

“Dasar namja aneh! Dimana-mana, kalau lagi pening, harusnya minum obat lalu tidur, istirahat, mengistirahatkan pikiran peningmu!” jawabnya sambil berjalan ke dapur mengambil susu coklatnya.

“Daripada minum susu sepertimu, itu terlihat sangat childish! Cih!” ejekku.

Kudengar suara langkahan kakinya sangat gusar menuju kearahku. “Yak! Aku ini tidak childish! Susu coklat memang minuman kesukaanku jika mau tidur!”

“Jadi, kau bukan Childish?” tanyaku sembari meneguk habis wine yang ada di gelas kecilku.

“Jika kau menilaiku childish hanya karena susu ini, itu sungguh tidak masuk akal!”

“Ehmm… yah, tidak akan masuk akal jika saja kau berani meminum ini…!” tantangku sambil menunjukkan setengah gelas wine yang tadi kuminum. Dia melirik minuman yang kutunjukkan. “Kau ragu, eoh? Hmm… dasar childish!” ejekku yang kemudian meminum wine itu.

“Jadi kalau aku minum ini, kau baru percaya bahwa aku tidak seperti yang kau pikirkan itu?” tanyanya penuh dengan maksud ingin memastikan maksudku. Hei, memangnya kau mikir apa lagi? Apa kau mengharapkan hal yang lebih? Ck! Sepertinya pikirankulah yang agak eror.

Aku mengangguk tanpa memandangnya. Kutuangkan wine dari botol kedua yang baru kubuka. Saat hendak meminumnya, aku tersentak karena Sooyoung merampasnya dariku. Aku terbelalak melihatnya meneguk habis wine tersebut.

“Apa kau puas, eoh?” tanyanya yang berhasil membuatku menyeringai meremehkannya. Oohh… apa dia menantangku minum malam ini? bukankah dia tak bisa meminum wine? Aku menyeringai lagi sambil menikmati minumanku. “Akan puas jika kau menemaniku menghabiskan minuman-minuman ini…” ujarku sambil menunjuk empat botol lainnya. Aku memang menyediakan enam botol kali ini karena kupikir yeojaku yang sexy itu akan datang, tapi ternyata dia harus ke Amerika tadi sore tanpa laporan denganku.

“Baik! Siapa takut!” tegas Soo, membuat semangatku yang sempat layu tadi mulai hidup kembali.

Hahaha…. yeoja babo ini benar-benar lemah. Padahal baru dua botol. “Baru dua botol nona, belum empat!”

“Ka……ukh… hahaha… appppahh kau gill…-“

‘Akkh…!’ dia terjatuh di pahaku saat hendak menjitak kepalaku. Hahaha… dia benar-benar sexy mala mini. Apa bayanganku benar kali ini? atau karena pengaruh alcohol saja?

“Kyuhyun-ssii…aaahhaahaa…”

“Yeoja lemah! Kau membuatku gila malam ini! Suara tawamu pun sangat menggairahkan!”

Sepertinya aku dan dia benar-benar gila kali ini.

Kyuhyun’s POV end

Saat Sooyoung mengangkat pandangannya dari paha Kyuhyun, yang terjadi selanjutnya adalah tusukan dari mata Kyuhyun. “Kyu…hhh… kau tampannhh…hhmmmfftt…”

Kyuhyun benar-benar tak dapat mengendalikan diri. Dia sangat memerlukan tubuh yeoja untuk melampiaskan hasrat yang dia simpan gara-gara kegagalan kencannya dengan Victoria kali ini. melihat bibir tipis yang memerah milik Sooyoung saja sudah menyulutkan nafsu birahi yang sangat tinggi. Belum lagi tangtop hitam yang di pakai Sooyoung saat ini sangat menampakkan kulit mulus di atas dada yang tak terlalu besar itu.

Beberapa detik saling bertatapan intens dan menderukan nafas satu ke yang lainnya. Detik selanjutnya, Kyuhyun langsung meraup setiap inci bibir Soo. “Kau yang menggodaku, nona mesum!” umpat Kyuhyun setelah dia melepas pautannya.

Sooyoung tertawa kecil dengan protest yang dia dengar tadi. Kemudian Kyuhyun melanjutkan penjamahannya. Dilumat, dihisap, dan digigit bibir tipis yang terasa sangat manis bagi Kyuhyun itu. Tidak hanya itu, tangan Kyuhyuhyun sudah berani bermain dengan dada Soo. Sejak kapan kedua tangannya itu melepas tangtop Soo pun tak diingatnya lagi. Yang dia rasakan saat ini hanyalah birahinya yang sangat menyulut di tubuh Sooyoung.

“Sooohhhh…. kkkaau sangggtthh nikmaaaath….” racaunya disela aktifitas bibirnya di dada Soo.

Tidak hanya Kyuhyun, yeoja yang berstatus sebagai istri Kyuhyun itu pun sudah tak dapat mencegah semua kenikmatan yang diberikan suaminya itu. Dengan posisinya di bawah Kyuhyun, kedua tangannya aktif mengusap lembut punggung halus Kyuhyun. Sesekali jemarinya menyusup di rambut agak ikal milik Kyuhyun. Dan keduanya pun sama-sama menginginkannya.

“Yeobo~ ah…” sapa mesra Kyuhyun.

“Yeobo?” tanya Soo heran, ini kali pertamanya dia dipanggil seperti itu.

“Ne, nae yeobo. Kau istriku. Kau harus melayaniku. Aku akan memuaskanmu, sayang…”

Sooyoung tak menjawab, membuat Kyuhyun membungkan bibir istrinya lagi. Kedua tangan Sooyoung refleks melingkar di leher Kyuhyun. Saat itu juga Kyuhyun mengangkat tubuh half nack istrinya dan membawa yeoja itu ke kamarnya.

Bulan ketiga pernikahan itu telah menjelma menjadi malam pertama yang seharusnya tak mereka lakukan.

_

“Selamat Soo-ah, kau positif hamil. Usia kandunganmu genap dua minggu.” Jelas dokter Wonbin. Dokter Wonbin adalah sahabat SMA Sooyoung yang sangat dekat dengan Sooyoung. Dia merasa bahagia melihat hasil pemeriksaan dari semua keluhan yang di rasakan Sooyoung.

“Hamil?”

“Ya, kau hamil Soo. Katakanlah pada suami dan keluargamu. Mereka pasti sangat bahagia.” ucap Wonbin dengan senyumnya.

“Aku…” Wobin kini tertegun kaget melihat reaksi Sooyoung. Bukannya bersorak bahagia, yeoja itu malah menangis sambil menunduk. Tangisan bahagia?

“Tidak usah kaget begini Soo-ah…” ujar Wonbin sambil berjalan mendekati teman dekatnya itu. Ditepuknya bahu Sooyoung. Namun, dia harus tercengang kembali saat tiba-tiba gadis itu berdiri dan memeluknya begitu erat. Walau merasa aneh dengan sikap Soo ini, tapi jujur, Wonbin sangat merindukan pelukan yeoja yang menangis saat ini. yeoja yang sempat mengisi relung jiwanya, mungkin sampai saat ini pun masih ada rasa yang membeludak di dalamnya. Wonbin memutuskan untuk membalas pelukan temannya itu sambil menepuk-nepuk punggung Sooyoung secara pelan. Dia tahu, itu tangisan bahagia.

“Suamiku akan bahagia?” tanya Sooyoung.

“Tentu Soo, makanya, beritahu dia secepatnya, nde?”

Sooyoung tersneyum dan segera melepas pelukan Wonbin. “Terimakasih oppa!”

“Kau ini, sampai sekarang tidak juga berubah!” ucap Wonbin sambil mengacak pelan puncak kepala Sooyoung.

“Kyuhyun-ssi…..” teriak Sooyoung saat dia sudah memasuki apartmentnya. “Kyuhyun-ssi…..” teriaknya lagi. Dia benar-benar tak sabar ingin memberi tahu kabar bahagia yang dia miliki untuk suaminya itu.

“Kyuh-“ Soo menghentikan kalimatnya ketika dia mendapatkan suaminya sedang berbicara dengan orang diseberang ponsel. Kyuhyun menyudahkan pembicaraan di ponselnya saat mendapatkan sosok Sooyoung yang sedang tersenyum.

“Ada apa sih? Kau tahu, telingaku hampir pecah mendengar suaramu?!”

“Kyuhyun-ssi… aku… aku…. ekhm! Huh… kenapa jadi tegang sih! Huhuhu… aku sedang….”

“YA! katakanlah! Aku harus segera pergi keluar,-“

“Vict menungguku!”, “Aku hamil!” ucap Kyu dan Soo bersamaan. Sontak keduanya terdiam secara tiba-tiba setelah mendengar apa yang diucapkan orang didepannya satu sama lain.

“Bagaimana bisa kau hamil???” tanya Kyu sangar.

“Sebulan yang lalu… apa kau lupa? Kita..-“

“Hei, nona aneh! Kita hanya melakukannya satu kali!” bela Kyuhyun.

“Aku pun melakukannya baru satu kali dan itu kulakukan bersamamu!” suara Soo mulai bergetar.

“Tidak mungkin! aku sudah punya yeoja! Bukankah saat itu kita berdua sama-sama mabuk dan menginginkan pelampiasan hasrat seksualitas dari birahi kita masing-masing??” jelas Kyu dengan suara agak tinggi.

“Jad… jaddi…” suara Soo mulai bergetar, matanya pun mulai berkaca-kaca. “Kau tidak mengakui benih ini?” lanjutnya sambil menangkup perut datarnya, tempat sang benih akan tumbuh.

“Jangankan mengakui, aku bahkan tak percaya. Lalu, bagaimana dengan namjamu yang bernama Wonbin itu? Mana Wonbin-oppa mu itu? Sudah berapa kali dia menidurimu! Aku tidak sudi mengakui bayinya yang kau kandung!”

“Kyu… kau…” tangisan Soo pecah.

“Ingat, jangan sampai Vict tau hal ini, pasti dia menyalahkanku dan akan pergi dariku. Kau mengerti, nona mu-ra-han!”

PLAKK!!!

Satu tamparan di pipi kiri Kyuhyun berhasil dilayangkan oleh Sooyoung. Yeoja itu menangis dan merasa sesak ketika melakukannya. Namun, apa yang dikatakan suaminya itu lebih menyakitkan. Jauh lebih sakit dari seluka sayat di tabur garam.

“Kalau kau tak mengakuinya, terserah. Namun, satu hal yang harus kau tahu, aku hanya tidur dengan satu pria, yaitu kau! Walau dalam keadaan tak sadar! Satu hal lagi yang ingin ku tegaskan padamu, Tuan Cho Kyuhyun yang terhormat: AKU BUKAN NONA MURAHAN SEPERTI APA YANG KAU KATAKAN TADI!!!! ARRRAAASEOOO….!!!” jerit histeris Sooyoung di akhir kalimatnya.

Dia benar-benar marah. Muak. Dia muak dengan kenyataan yang harus di hadapinya. Dia sakit. Sangat sakit. Ya, tepat direlung hati dan jiwanya. Disana terasa sangat perihhh…. suami yang dia cintai selama tiga ulan ini, di usia empat bulan pernikahannya, menyebutnya sebagai ‘yeoja murahan’.

Adakah hal yang lebih menyakitkan selain itu??

Sooyoung terus berlari dengan segenap kekuatannya. Dia tak peduli orang-orang melihatnya aneh karena berlari sambil menangis. Terserah kearah mana dia akan melangkah. Yang jelas, dia tak ingin berada di apartment atau pun sekitarnya. Dia tak ingin melihat sosok namja itu lagi. Dia pastikan hatinya remuk tak berbentuk jika dia melihat namja itu lagi.

“AKU MEMBENCIMUUUUUUUUU NAPPEUN!!!!!!!!” jeritnya saat sampai di daratan sungai Han, yang sore ini terlihat agak sepi.

Setelah itu pandangannya memburam dan kakinya pun lemas, tak kuat menyangga tubuhnya, terkulai jatuh dan entahlah… dia tak bisa merasakan apapun lagi selain rasa perih di relung hatinya. Satu yang dia putuskan terakhir kali untuk dirinya, mulai saat ini dia sangat membenci namja yang dicintainya itu.

_TBC_

Eottheyo… bagaimana…. ????
apa menarik?

Buat Fia Me Mehe, sekali lagi maaff banget alur dan karakternya terlalu aku rubah. (rada hot pula!!)
Tapi, aku tetap menjaga baik-baik inti cerita yg Kamu maksud.🙂
Geunde, aku sangat berharap kamu tidak kecewa dengan ff ini.

For reader…. Aku akan sangat bahagia dan menghargai siapapun yang membaca dengan meninggalkan komentar tentang tulisanku satu ini. Sungguh, Kalian adalah pembaca yg mulia jika sudah melakukannya. GOMAWO …. \(^,*)/

***

See U letter….

****

170 thoughts on “[TWOSHOT](Req ff) – Broken by You – 1

  1. Anjirr Kyu, sumpah ini kesel bet bacanya err sini lu gue gorok!! =_=
    Emosi ih emosi =_=

    Langsung next yak😀 *aku buka blog KSI tadi liat ada AS tapi krna aku belum tau jalan ceritanya jadi aku baca dari awal*
    Nice FF😉

  2. Feel nya bener2 dapet eoooonnn.. Kyuppa jahat!!! Padahalkan youngie eonni cinta bgt sama kyuppa, lagian belum tentu vic eonni setia sama dia.

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s