[Drabble] – YMW [Welcome home, Mommy!]

carier mommy2lkl

Tittle : You, in My World-2 [Welcome home, Mommy!]
Author : Fatminho
Length : Drabble
Rated : PG 13
Genre : Sweet Romance, family, married life
Main cast : Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung, Cho Hyunsoo

Disclaimer : This Plot is Main.

Note :

Ini adalah kisah sweet lainnya yang sejenis sama Drabble-You, in My World. Semoga kalian semua suka…😀


***

TAK TAK

“Hyun-ah… jangan di pakai main pengocokan telurnya. Nanti telur itu akan-“

PYAARRRRR

Belum selesai kalimat itu di sampaikan, sang jagoan cilik sudah terlebih dulu menjatuhkan telur yang dimaksud tadi.

“Aishh… benar kan, kau ini. Syukur saja appa sangat menyayangimu! Cish! Dasar jagoan KyuYoung!” geram Kyuhyun yang langsung memutuskan untuk mengangkat tubuh mungil Hyunsoo dan mencium pipi bulat jagoannya dengan gemas. “Aih… pipimu ini membuat appa tambah merindukan eommamu, tau!” cetus Kyuhyun lagi yang kini sedang menyebul-nyebul wajah bulat babynya. Sontak saja Hyunsoo tertawa. Mereka berdua memang senang bercanda bersama.

“Baiklah, koki Cho, mari kita satukan kekuatan untuk membuat kue! Yakkk…!”

“Haaa hhaaaa ppaaa maaa… hahaha….” sorak sorai tak jelas milik Hyunsoo setelah ber-high five dengan appanya.

PYANG!

Kaleng susu kosong tiba-tiba jatuh dan dijamin mengagetkan setiap telinga yang mendengar suara kaleng berbenturan dengan ubin. Siapa lagi pelakunya kalau bukan bocah usia tiga tahun jalan itu. Sekarang, sang appa yang penampilannya sudah kacau dengan apron penuh bercak sumba, lelehan coklat, taburan tepung, dan masih banyak bahan lain yang menempel disana. Bukan pada apron-nya saja, baju, celana, dan sandal rumahnya pun sudah penuh runtuhan terigu dan kawan-kawannya.

“Yaahh… appa sudah bilang kan, kau ini sangat mirip eommamu. Saat membuat appa kesal, selalu saja berhasil membatalkan niat appa untuk marah.” Ucap Kyu yang sedang menangkup pipi bulat mungil Hyunsoo agak gemas, lalu menggesek-gesekkan hidungnya dengan hidung mungil Hyunsoo.

“Appppaa paa… hahha… paaa…” tawa Hyunsoo saat Kyuhyun menggelitikinya.

“rasakan ini!” seru Kyuhyun yang dengan semangat mencolekkan tepung ke wajah bulat mungil jagoannya. Bukannya marah, baby itu malah tertawa, dan dengan pintarnya dia meraih susu bubuk disebelahnya yang langsung dia lempar ke wajah appanya.

Mereka berdua tertawa senang penuh hiburan hanya dnegan lelucon permainan yang mereka ciptakan.

Glek!

Seorang ahjumma paruh baya, pengganti pengasuh Hyunsoo, berdiri di ambang dapur dan melihat kekacauan dimatanya. Ya Tuhan… aku tidak mau lembur hari ini….. jeritnya dalam hati.

“Hahaha…Haaaa…”

“Appaahhaa hahaha…”

Suara tawa dua insan yang masih bermain saling lempar membuyarkan pikiran sang ahjumma. Sontak ahjumma itu melihat ke ujung dapur, tempat asal suara itu muncul. Detik berikutnya dia tersenyum melihat kehangatan sepasang ayah-anak yang sangat manis dan menyenangkan. “Nyonya Cho sangat dicintai dua pria tampan. Demi beliau, kedua pangeran itu rela terjun langsung. Walau berantakan, tapi mereka terlihat sangat bahagia. Hah… kenapa aku jadi rindu anak-anak di rumah ya?”

“Hei bibi!” ahjumma mengalihkan pandangannya lagi dan melihat Tuannya menggendong baby dengan keadaan kacau. “Saya sudah selesai. Kuenya memang jelek, tapi bibi atur di meja makan ya. ingat, jangan ubah sedikit pun tampilannya. Setelah dapur ini bersih, bibi boleh pulang. Masalah Hyunsoo, biar saya yang urus hari ini!” jelas Kyu pada pembantu rumah tangganya itu.

“Nde, Tuan. Jongmal gamshamidha…” lontar ahjumma dengan paras tak kalah bahagia dari dua pangeran didepannya.

“Baiklah, Jagoan Hyun, kajja kita mandii bersama…….” teriak Kyuhyun sambil berlari membawa tubuh mungil itu di kedua tangan yang diangkatnya, membuat Hyunsoo tertawa karena saat ini dia sedang melayang di udara.

“Selalu begitu. Saat majikan bahagia, pasti bawahannya pun akan dapat impasnya. Aku jadi tidak sabar menemui anak-anak di rumah.” Celoteh bahagia ahjumma karena diberi waktu lebih awal dari biasanya.

***

Suasana ruang tamu minimalis di rumah pasangan Kyuhyun-Sooyoung kali ini agak sedikit berantakan. Ada beberapa robot-robotan, mobil-mobilan, pedang-pedangan, dan beberapa jenis mainan semacam itu berserakan di lantai. Layar datar televisi pun menyala, walau tetap membisu. Lampu disetiap sudut ruangan belum ada yang menyala. Hanya dengan pantulan sinar rembulan dari jendela atas yang terbuka lebarlah ruangan itu sedikit terlihat. Beberapa meter dari ruang tamu tersebut, terlihat pintu tinggi dengan pernis coklat kayu mekilap. Perlahan, gagang pintu itu tergerak kebawah dan selanjutnya pintu pun terbuka.

Sooyoung melebarkan bola matanya setelah memasuki rumah yang sangat gelap. Dia yakin saat ini dia tak salah alamat. Bodoh saja jika untuk tahun kelima dia tinggal dirumah tersebut dan tetap berlaku hal ‘salah alamat’ seperti hari pertamanya. Kalau bukan salah alamat, suasana ini akan sangat mengherankan. Ingin rasanya Sooyoung berbalik keluar dan mendatangi pihak PLN. Apa tagihan bulan ini dia melupakan pembayaran listrik? Namun akhirnya, dia mengabaikan pikiran konyol itu. Sooyoung melangkah pelan-pelan dan berhenti sejenak di ambang dinding pembatas ruang tamu dan pintu masuk. Segera dilepasnya sepatu high-hills dan menggantinya dengan sandal rumah yang ringan. Tangannya memegang tembok untuk menyangga tubuhnya jika tiba-tiba ada sesuatu yang membuatnya akan terjatuh.

Setelah kedua kaki jenjang Sooyoung sampai di ruang tamu, barulah kedua matanya bisa melihat suasana ruangan tersebut. Dia mendongak sedikit kearah jendela. Benar saja, jendela itu masih terbuka. Pantas kulitnya sedikit menggigil. Sebelum melangkah, tangan kirinya meraba sisi dinding di ujung ruang tamu.

Plip!

Seketika ruangan tersebut terang-benderang. Bukan hanya itu, ruang tengah dan balkon depan pun sudah tampak terang karena Sooyoung menekan tombol saklar utama.

Dengan cahaya benderang seperti itu, barulah wajah Sooyoung memucat. Siapa yang berani-beraninya membuat ruang tamu rumahnya menjadi kapal pecah???

Wajah Sooyoung sedikit menggeram dan dia pun melangkah gusar sambil memunguti dan memasukkan ke dalam dus di dekatnya, semua mainan kecil yang dia kenal itu. Satu persatu robot, mobil, pedang, pistol, dan lainnya dia pungut sambil mengomel, “Aduhh… apa bibi Kim tidak membereskan mainan Hyunsoo sebelum pulang? Hah… padahal sudah kuberi tahu, sebelum pulang, bersihkanlah rumah terlebih dahulu supaya saat aku kem-“ omelannya terhenti. Mainan yang dia pungut kali ini pun lansung terbuang kembali.

Kakinya sedikit bergetar. Kedua matanya pun ikut bergetar dengan bentukan Kristal didalamnya. Tahu apa yang kali ini dia lihat?

Seorang balita usia 2,5 tahun sedang meringkuk di dalam dekapan pria dewasa yang terlihat sangat manis dan teduh. Dua insan tersebut terlelp nyenyak diatas parmadani tebal berwarna coklat muda. Walau alas yang mereka gunakan tebal, Sooyoung yakin, bukan ketebalan itu yang membuat mereka lelap dengan hangatnya. Kehangatan itu tercipta karena keduanya tengah mendekap dan berada didekapan seorang yang menyayangi dan disayangi.

Sooyoung’s POV

Eomma macam apa aku ini. di malam weekend pun harus pulang kantor semalam ini. aku bisa membayangkan bagaimana asiknya suami dan anakku menghabiskan waktu berdua tanpa diriku. Yah, mereka hanya bisa bermain apapun yang membuat mereka terhibur. Hyunsoo dengan semua mainannya dan Kyuhyun dengan PSP-nya. Walau memiliki keasyikan berbeda, aku bisa membayangkan kalau Hyunsoo akan merengek pada appanya untuk di temani bermain mobil-mobilanlah, tembak-tembakanlah, dan atau beberapa permainan action lainnya yang dia sukai. Bukankah seharusnya mereka bedua pergi jalan-jalan ke taman hiburan? Atau keliling kota sambil memakan ice cream? Atau hanya melihat keramaian hari weekend di sungai han?

Bodoh! Jelas saja itu semua tidak mereka lakukan. Kau tahu Soo, ini semua karena dirimu yang terlalu sibuk! Mana mungkin suami dan anakmu mau pergi menghibur diri keluar tanpa seorang ‘eomma’ dan ‘anae’?

Setelah sampai didekat mereka, aku langsung menjatuhkan tas tanganku dan bersimpuh disebelah Kyuhyun, suamiku yang sedang mendekap baby mungil di tengah dadanya. ‘maafkan aku oppa, aku belum bisa mengatur waktu dengan baik hingga mengabaikan kalian berdua.’ Batinku. Kuelus dahi sampai rambutnya. Kukecup hangat keningnya. Kemudian pandanganku jatuh pada malaikat kecil yang ada di dekapan suamiku. ‘Hyunsoo-ah… maafkan eomma yang jarang menemanimu. Bahkan di hari weekend seperti ini…’ batinku sambil mengelus pipi tembemnya. Setelah kuelus pipi bulatnya, kukecupi bagian itu dengan hangat, menyalurkan rasa rinduku.

Seharian ini aku sama sekali tak melihat mereka berdua. Jam tujuh pagi aku sudah harus berangkat karena ada rapat redaksi di kantor pusat yang bekerjasama dengan butikku setengah tahun ini. Semenjak aku menandatangani kontrak kerjasama itu, sejak itu pula waktuku cukup tersita di sana dan alhasil, dengan terpaksa, aku mengabaikan dua orang yang sangat aku cintai ini.

Kyuhyun bekerja di perusahaan milik keluarganya. Jadi, wajar saja jika jadwal kerjanya sangatlah normal dan aman. Ketika weekend dia libur, ketika bekerja dia bekerja, ketika tanggal berwarna merah dia libur full, dan lebih lagi, dia tidak pernah membawa pekerjaan ke rumah. Kadang aku iri dengannya, tapi mau bagaimana lagi? Bukankah ini yang aku impikan sejak dulu? Menjadi seorang ibu dan tetap berkarir?

Benar, aku memimpikan hal itu. Sayangnya, aku merasa sangat gagal. Impianku adalah menjadi ibu yang baik dan bijaksana serta tetap menjalani karir kesukaanku secara baik pula. Namun, fakta membuktikan bahwa aku telah gagal menjadi seorang ibu. Bahkan menjadi seorang istri pun sudah termasuk gagal. Bayangkan saja, dalam seminggu, waktu kosongku hanya hari minggu. Sedangkan hari sabtu, seperti saat ini, aka nada saja pekerjaan tambahan yang membuatku harus berdiam di kantor sampai malam dan melupakan dua malaikat tampanku ini.

Harapanku saat ini hanya satu, ‘semoga mereka berdua bisa memahami dan memaafkan keadaanku yang belum bisa menjadi ibu atau pun istri yang baik buat mereka.’ aku juga berharap suami dan anakku tahu apa yang ada di hatiku selamanya: Hanya mereka berdua.

Cukup lama kupandangi wajah tampan mereka satu persatu sambil tetap membelai wajah mereka bergantian. Walau sudah kusadari sejak dulu, tapi malam ini tetap sangat mengagumkan bagiku. Hyunsoo, anak pertamaku dan Kyuhyun, jagoan cilik yang imut, ternyata sangat mirip dengan appanya. Dahi, hidung, warna kulit, cara tidurnya, sampai helaan nafasnya pun sangat mirip. Aigoo…lucu sekali. Wajahku pada Hyunsoo hanya terlihat di bentuk pipi dan mata bulatnya. Sangat menggemaskan.

Seberapa kali pun kuhusap lembut setiap inci wajah mereka, sama sekali tak mengganggu lelap yang mereka nikmati kali ini. kalau sudah begini, aku tahu sekali apa yang terjadi sebelumnya. Kyuhyun menyuruh bibi kim pulang awal dan dia akan gila-gilaan dengan baby Hyun. Ck! Pantas rumah ini bagai kapal pecah. Dan lihatlah, kalian pun tak menyadari kedatanganku yang sedari tadi mengusap-usap wajah kalian.

Baiklah, sepertinya aku bisa menyelesaikan urusanku terlebih dahulu. Membersihkan diri sebelum bergabung dengan mereka. Sebelum beranjak ke kamar, aku berjalan mendekati jendela yang belum tertutup disana. Kasihan sekali suami dan anakku, kedinginan. Setelah jendela dan tirai tertutup, kuraih remote penghangat ruangan dan kuatur suhunya. Kemudian aku berjalan kesebuah ruangan tempat menyimpan barang untuk mengambil selimut tebal agar mereka berdua bisa lebih nyaman. Kututup tubuh keduanya dan kukecup lagi kening mereka bergantian sebelum beranjak bangun. Hemm… lelahku menguap entah kemana jika melihat keharmonisan diantara Kyuhyun dan Hyunsoo. Rasanya aku ingin mempercepat waktu agar aku bisa segera berbaring disebelah anak dan suamiku. Setidaknya, dengan cara seperti itulah aku bisa meredeakan sedikit buncahan rindu dijiwaku.

Saat aku berjalan menuju kamar, mataku tak sengaja melihat sesuatu di atas meja makan yang ada di dapur. Hal yang menyambutku saat memasuki dapur adalah jam dinding. Sudah jam sepuluh malam. Ck! Benar-benar tak ada harapan untuk bergurau dengan mereka di malam weekend ini. apa mereka berdua sudah makan malam ya? aku jadi ingin…

Pikiranku berhenti meracau saat kedua mataku melihat sesuatu yang menarikku memasuki dapur. Berbentuk jantung hati, penuh krim berwarna putih bertabur coklat strawberry disekelilingnya. Agak ragu karena bentuk penataannya agak berantakan. Padahal dapur ini masih aman. Apakah ini hanya hiasan kue saja? Apa krim yang aku lihat ini sebenarnya lumpur buatan? Apakah taburan coklat strawberry ini hanya bentukan plastisin yang sering dipakai main oleh Hyunsoo?

Tanganku perlahan menyentuh permukaan kue jantung hati itu. Lembut.

Tes…

Air mataku runtuh seketika saat jari telunjuk yang berisi krim kumasukkan kedalam mulutku bersamaan dengan kedua mataku yang tak sengaja membaca sederet tulisan di balik taburan coklat strawberry itu.

‘welcome home, mommy!…uri saranghalkoya’

Dan betapa terharunya aku saat kubaca tulisan dibawah kalimat itu,

‘Your love – Appa Cho & Hyunsoo’

Tuhan… mereka berdua benar-benar membuatku…. hiks…

Sooyoung’s POV end

Plukk!

“Uljimara yeobo-ah…”

Bisik Kyuhyun yang sudah memeluk bahu Sooyoung dari belakang. Suaranya ditelinga Soo terdengar sangat serak. Kentara sekali kalau dia masih ditengah nuansa kantuknya.

“Opp-pa…?” gumam Sooyoung setelah bisa menyadarkan diri kembali setelah sempat mengalami ketegangan beberapa detik sebelumnya.

“Em-ma…” Sooyoung menunduk kebawah dan melihat jagoan kesayangannya sedang bergelayut di lututnya. “Hyun-ah…. eomma bogoshippoyo….” Segera dia ambil tubuh mungil itu dan memangkunya.

Chup*

“Appa-do bogoshippoyo mma…” ujar Kyuhyun dengan aegyo khasnya setelah mengecup ujung bibir Sooyoung kilat.

Sooyoung tersenyum dan mengecup dahi Kyuhyun. Kemudian dia kembali memandangi wajah anaknya. “Hei, eomma baru ingat. Kenapa kalian bangun? Bukankah tadi sangat lelap?”

“Aku bangun saat kau mengecupku sebelum pergi tadi. Jadi aku mengikutimu. Eh, anak ini juga ikut bangun. Cish… dasar Tuan Muda Cho ini!” gemas Kyu yang langsung menggigit tangan mungil Hyunsoo yang sudah berglayut, melingkari leher eomma-nya.

“Aaaaaa…aaaahhhaaaa….pppaaa kittt…aaiiiisss hhuuee….mmma…” –Aaahhh aa… appa, sakit. Aiisshh… huhuuee…eomma…– rajuk Hyunsoo yang sudah menangis, bermaksud mengadu pada eommanya.

“Oppa!”

“Yaahhh…. Kau ini jadi namja tukang adu ya?! Appa yakin itu bukan sifat appa!”

“Maksud oppa, itu sifatku, eoh?!” kini Sooyoung mulai sangar, sedangkan Hyunsoo sudah tertawa senang karena melihat eommanya sedang memarahi appanya. ‘Appa Cho kalah…’

_END_

Gimana? Bisa menghibur reader gak?

*anggap saja sebagai obat penenang sementara atas ff ‘Broken by You’ kemarin. :p

Comment-nya di tunggu lho…:D

😀

.

104 thoughts on “[Drabble] – YMW [Welcome home, Mommy!]

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s