[SooWon](Req ff) – Marry is Marry – 1 of 2

marry is marry

Tittle : Marry is Marry
Author : Fatminho
Story’s Idea by : Iyank
Genre : Married Life, Romance
Length : Twoshot
Rated : PG 16
Main cast : Choi Siwon – Choi Sooyoung

Disclaimer : This plot is main.

Note :

Hello… untuk pertama kalinya, aku datang dengan ff SooWon…!! #tepuk tangan…:D
Hei Guardians…. saatnya kalian berkelabu di duania SooWon!!
Knight? Istirahat sejenak, nde?! :p

Spesial for Iyank eonni: Hahaha… Sory ya eon kalo nih ff rada aneh. Jujur, aku terbiasa KyuYoung, kini aku di tandang merealiskan SooWon… aigoo… syukur aku bisa merasakan karakter yang selalu bersaudara itu… hihihi, *semoga tidak mengecewakanmu eon…

Geurae, Happy Reading…

***

“Ahhh… aku suka sekali sama suamiku tercinta, My lovely angel, Park Jung soo!!”

“Memangnya ada apa?”

“Lihatlah… ini cincin diamond keluaran terbaru. Huaa… apalagi tadi malam, dia sangat hangattt…”

“Aish… kau berlebihan Taeng-ah…” tukas Yoona, “Kau lihat ini apa?” tanyanya sembari memamerkan dua lembar tiket honeymoon ke Paris. “Huwaa… sudah lama aku tidak ke Paris… besok lusa aku akan kesana bersama Kim Bum-oppa!”

“Cih! Baru saja begitu, kau sudah berlebihan juga Yong!” sergah Jessica.

“Biarin. Kau cemburu, eoh?” ledek Yoona. Sedari dulu, Jessica dan Yoona memang senang bersaing dalam hal apapun.

“Apa aku sudah gila hingga cemburu denganmu? Huft!” Jessica menyebul pni tirai di dahinya. “Besok aku akan ke Hawai bersama suami dan anakku. Kurasa itu lebih membahagiakan dari kabarmu, Yong!” tambahnya.

“Yak! Pergi dengan ikan saja kau bangga!” balas Yoona, membuat Jessica mendelik kepadanya.

“Tentu saja! Kenapa kau meremehkanku? Apa kau cemburu kalau Haepa lebih memilihku?”

“ANDWE! Amit-amit Nyonya Lee! Aku tid-“

“Cukup!” hujat suara Taeyon, Sooyoung, Yuri, dan Tiffany yang juga ada di sana.

“Kenapa sifat kalian tidak berubah sih?” cetus Fany sambil menyesap green tea-nya.

“Iya nih, dari SMA sampai setua ini, masih…. aja berdebak masalah tak penting!” tambah Taeyon.

“Sudah-sudah! Lebih baik kalian dengar ceritaku kali ini.” ujar Yuri. Mereka pun siap mendengarkan kisah teman mereka satu ini. “Kalian mau tahu bagaimana cara Hyuk si moyet tampan itu merayuku?” tuturnya dengan nada yang bisa membuat kelima temannya penasaran.

“Bagaimana, bagaimana?”

“Lihattt…. dia menyematkan kalung abadi di leherku!”

“Uwwooooooooaah….” heboh teman-temannya setelah melihat kalung yang di maksud Yuri. Kalung yang terbuat dari gigitan. Benar, Hyukpa menggigit leher indah Yuri sedemikian rupa hingga berbentuk lingkaran manik-manik di lehernya.

“Kyyahh… monyet mesum itu sungguh romantis!” puji Taeyon.

“Kalau begitu, bagaimana dengan ini?” ujar Tiffany yang sudah memamerkan album foto mesranya bersama Nickhun. Segera diteliti satu per satu foto manis diantara keduanya itu oleh teman-temannya secara antusias.

“Khunpa memang selalu menghanyutkan!” puji Jessica.

“Iya, kalian berdua so-sweet….” kini pujian milik Yuri.

“Aku juga mau mengajak Bumpa membuat foto manis seperti ini saat di Paris nanti!” antusias Yoona yang sudah membayangkan posisi manis romantic antara dia dan suaminya.

“Kalian benar-benar terpesona rupanya dengan foto-fotoku!” ujar Tiffany dan kini mereka tertawa bersama.

Kecuali satu orang…

Choi Sooyoung.

Sejak pertama Sooyoung bergabung lagi dengan teman-teman super hebohnya, melihat segala benda mahal yang didapat teman-temannya dari suami-suami mereka, Sooyoung sama sekali tidak merasa iri karena benda seperti itu bisa dia dapat kapan saja dia mau dan semahal apapun itu.

Kemudian, saat dia mendengar cerita tentang kemesraan di ranjang, pun dia tak merasa takjub sama sekali karena dia sudah pernah merasakan yang lebih menakjubkan dari suaminya, Choi Siwon.

Namun, saat melihat foto manis Khun-Fany barusan, Sooyoung langsung merosot lemas di sandaran kursinya. Satu hal yang dia pikirkan saat ini, ‘Benar, sampai saat ini foto kami hanya moment pernikahan lima bulan yang lalu.’

“Sooyoungie…” lirih kelima temannya yang berhasil membawa Soo kealam nyata.

“Ya, ada apa? Apa aku-“

“Bodoh! Ceritakan pada kami! Jangan pendam sendiri! aku tahu kau sedang ada masalah.” Ucap Yoona.

“Soo-ah… kau dan Won-pa sudah menikah selama lima bulan. Jadi wajar jika kalian bertengkar sesekali.” Kata Yuri.

“Kau baik-baik saja, Soo?” kini suara Jessica.

Tess…

Setetes air pun terlihat mengaliri pipi tembam seorang Choi Sooyoung. Sejak kapan perempuan seceria Sooyoung menangis tersedu seperti sekarang?

“Maafkan kami Soo. Sedari tadi hanya mengumbar keceriaan, sedangkan kau sedang mendung begini!” ungkap Taeyon yang sudah memeluk Sooyoung.

“Sekarang, ceritalah Soo! Jangan dipendam sendiri. Mungkin kami punya masukan atas masalahmu nanti!” tawar Fany sambil mengusap lembut punggung Sooyoung.

***

“Oppa, kau tidak tidur? Ini sudah malam sekali…”

“Tidak Soo. Aku masih mengerjakan pekerjaan untuk meeting besok pagi di gangnam!” jawab Siwon agak cetus.

“Tapi oppa, bukankah lebih baik kau istirahat dan-“

“Ya! bisakah kau diam dan pergi tidur?! Bagaimana aku akan menyelesaikan semua ini kalau kau mengoceh saja, eoh!”

“Baiklah. Aku mengerti. Tidak perlu kau katakan dengan nada tinggi seperti itu.” Tegas Soo sambil menahan air mata lalu segera pergi ke kamarnya.

“Oppa… apa aku boleh meminta sesuatu?” tanya Sooyoung yang sudah duduk disebelah suaminya setelah meletakkan secangkir lemon tea sore hari untuk suaminya itu. Siwon yang awalnya sedang sibuk dengan tablet sepuluh inch-nya pun menoleh kearah istrinya. Senyuman manis tergambar di wajahnya. “Apa yang kau inginkan?” tanya Siwon sambil mengusap lembut punggung istri yang sudah di rangkulnya.

Dengan sedikit ragu, Sooyoung melirik Siwon sambil menggigit bibir bawahnya. “Apa boleh, aku minta mobil? Akkh… ehn… aku ingin bawa mobil sendiri tanpa harus memakai supir. Itu lebih leluasa untukku. Ohh… mmm… oppa tenang saja, nanti kalau bonusku keluar, pasti akan aku gannnmmffftt…”

Siwon membungkan mulut Sooyoung sebelum kalimat aneh terdengar olehnya. Perlahan, bibir manis itu menarik hasrat Siwon untuk melumatnya sedikit. “Hal seperti itu sangat wajar kau minta padaku, chagie… Aku akan membelikan yang terbaik untukmu. Ingat, kau tidak perlu mengganti uangku, mengerti?” jelas Siwon.

“Oppa…” takjub Soo.

“Hei, apa dengan hal sekecil itu kau terpesona padaku?” Sooyoung hanya tersenyum senang. dalam hati dia bersyukur karena Siwon benar-benar mengingat status mereka. “Lalu… bagaimana dengan ini?” tanya Siwon sambil menunjukkan kotak perhiasan ukuran 3×3 centimeter berwarna merah. Perlahan, kotak itu dibukanya dan kemudian kedua mata Sooyoung mendelik kaget. Gadis itu melihat cincin berlian edisi terbatas yang baru keluar kemarin malam.

“Oppa! Ini kan…” sungguh, Soo benar-benar tak dapat berkata apapun lagi. Ini sangat luar biasa. Baru saja siang tadi dia mendapat kabar tentang limited edition diamond ring dan sekarang…

“Kau suka?” tanya Siwon. Sooyoung mengalihkan pandangan takjub pada cincin ke wajah suaminya. Dia tersenyum dengan mata sedikit berkaca-kaca sambil mengangguk cepat. segera dijumputnya cincin itu oleh Siwon untuk disematkan ke jari manis istrinya. “Aku tahu kau akan menyukainya…” ucapnya. Saat cincin itu sudah melingkar indah di jari manis Soo, Siwon langsung menarik tangan itu dan mengecup dalam punggung tangan istrinya. “Saranghae…” bisiknya.

Sooyoung langsung berhambur kepelukan Siwon. Kedua tangannya melingkar erat di leher suaminya. “Nado saranghae oppa…” balasnya.

“Aku merindukanmu, Soo…” lirih Siwon dengan wajah sendu yang ketara akan nafsu birahinya.

Tanpa babibu lagi, Sooyoung langsung melumat bibir suaminya. Dan akhirnya, mereka menikmati malam di hari libur itu dengan penuh kepuasan.

***

“Siwon-oppa sangat pekerja keras ya…” decak Yuri saat Soo mengakhiri ceritanya tadi.

“Kalau sedang melakukan dia romatis, lalu bagaimana dengan keseharian?” tanya Taeyon.

Sooyoung menghela nafas berat, “Mungkin dia lebih mencintai pekerjaannya daripada aku. Oppa memang romantic, tapi saat ada maunya saja.”

“Aigoo… lalu, bagaimana dengan perasaanmu, Soo?” tanya Tiffany.

Sooyoung hanya bisa menggidikkan bahu, “Mollaseo…”

“Menurutku, kali ini kau berhak protes! Sekali-kali, kau perlu memarahinya yang selalu mengabaikanmu dan lebih mementingkan pekerjaan.” Usul Yoona.

“Kalau perlu, kau tanyakan padanya, apa yang akan dia pilih antara kau dan pekerjaan? Jika dia diam, menurutku, kau, pergilah. Memang lebih baik kau bersama Kyuhyun si evil itu!” tambah Jessica yang disusul dengan anggukan kepala dari teman lainnya.

***

Sooyoung’s Pov

Aku sedang menyetir mobil menuju rumah. Acara reoni bersama teman-teman SMA tadi cukup membuatku lelah. Lelah pada tubuh dan lelah pada pikiranku. Entah mengapa sedari tadi kalimat-kalimat yang di lontarkan teman-temanku tetap terngiang di benakku. Jarang sekali aku memikirkan sesuatu sampai segininya.

Kata Yoona, aku boleh marah dan memberikan protes atas keacuhan yang dilakukan suamiku tercinta itu. Kata Jessica, aku harus menanyakannya secara tegas bagaimana status diriku dihidupnya.

Yah, mungkin benar kata mereka. memang seharusnya aku menanyakan apakah aku ini istri sungguhannya atau sekadar pelampiasan rasa bosan jika pekerjaannya telah habis?

Oh Tuhan, Choi Siwon itu…!! apa segitunya sekali menggilai pekerjaan?!

Sesampai di pekarangan rumah, aku masih duduk didalam mobil. Enggan untuk segera turun. Aku lebih memilih menatap bangunan mewah bernuansa eropa didepan mataku. Rasanya, jika aku masuk kedalam sana, suasananya sangat sepi layaknya kuburan. Yang akan menyapaku hanya beberapa patung antic, lukisan dinding, deretan guci mewah, dan beberapa perabot rumah yang terbuat dari bahan bernilai mahal lainnya. Sesekali bibi Rim menyapaku jika beliau memang belum pulang. Kalau security penjaga pagar dan penjaga rumah memang snagat banyak, tapi sayang, mereka semua selalu menatapku dengan tatapan datar tak berekspresi. Selalu bertingkah terlalu formal. Sungguh, semua itu membuatku serasa menjadi orang asing di rumah suamiku sendiri.

Suami?

Ah… entahlah. Apa masih pantas disebut seperti itu? Bahkan setiap aku dirumah dia jarang terlihat menemaniku. Jangankan menemaniku, sudah pasti dia akan menemani tumpukan proposal di ruang kerjanya jika memang dia ada di rumah.

Sesampainya di kamar, aku menghela nafas penuh kecewa. Mungkin aku bodoh sempat berharap bahwa di dalam kamar suamiku sudah tertidur atau menungguku. Namun, ternyata hasilnya tetap nihil. Pemandangan bed yang kencang dan keadaan kamar yang bersih, menandakan tak ada satupun penghuni didalamnya sebelum aku masuk.

Aarg! Kenapa kau tak memiliki waktu lebih untukku, oppa??!!

Bip…bipp…

‘Kyuhyun-oppa calling…’

Aku sedikit tersenyum membaca siapa menghubungiku. Cho Kyuhyun, mantan namjachinguku dulu. Kuterima telepon itu dan aku langsung mendengar suara yang sudah hampir satu tahun ini tak kudengar.

“Sooyoung-ah… apa kabar? Apa kau baik-baik saja?”

Aku tersenyum mendengar suara bernada khawatir miliknya. Oh Tuhan, bahkan namja yang bukan suamiku saja merasakan kekacauan yang sedang kupikirkan. Apakah Siwon-oppa tak merasakan apa yang aku rasakan saat ini?

“Eoh, ne. aku baik-baik saja oppa.” Jawabku sambil merebahkan tubuhku ke ranjang. Aku ingin merasakan sedikit ketenangan saat ini.

“Syukurlah, aku senang mendengarnya.”

Aku hanya membalas dengan tawa kecilku.

“Soo…”

“Hmm…”

“Aku tidak menyangka kau masih memakai nomor ponsel ini,”

Aku sedikit tertegun mendengar pernyataannya. “Iya, aku masih memakainya. Aku senang dengan kombinasi angkanya. Angka favoritku.” Jawabku sekenanya.

“Kombinasi angka hari jadian kita dulu, bukan?”

Hening. Aku tak tahu harus menanggapinya bagaimana. Benar, nomor ponsel kami sama. hanya beda satu angka dibelakang. Aku berakhiran 8 dan Kyupa berakhiran 9. Selebihnya adalah kombinasi tanggal hari jadian kami dulu.

“Soo-ah, aku snagat merindukanmu…” suaranya parau dan sedikit serak. Apa dia sudah mulai terisak?

“Op..pa-ah…” kini suaraku juga mulai bergetar. Jujur, kalau membahas masa lalu saat bersamanya, hatiku merasakan adanya gejolak aneh didalamnya. Aku takut.

“Aku tak bisa melupakanmu, Soo…” benar, dia sudah menangis.

Air mataku pun kian menderai. “Cukup oppa. Jangan diteruskan kalau memang pembicaraan ini membuatmu sedih-“

“Anniyo… aku tidak sedih, Soo…”

“Hiks… aku juga merindukanmu, Kyu-ah…” akhirnya.

“Kyu-ah?” tanya sebuah suara.

Seketika aku terduduk kembali dan tanganku yang memegang ponsel sudah terkulai lemah di ranjang. Siwon-oppa. Dia sudah berdiri di ambang pintu kamar. Bodoh! Kenapa aku tak bisa mendengar kedatangannya?!

“Oppa…!” aku berjalan menghampirinya. Kucoba meraih tas kerja yang dibawanya.

“Jadi, selama aku sibuk bekerja, kau bermesraan dengan mantan namjamu?!” tanyanya sinis dan langsung melaluiku tanpa menghiraukan tanganku yang ingin meraih tas kerjanya.

Aku takut. Ketakutan seperti ini yang aku khawatirkan jika aku berhubungan dengan namja yang pernah mengisi ruang hatiku. “Tidak, aku tidak bermesraan. Aku hanya sedang menerima kabar darinya.” Sanggahku.

“Dan kau sampai nangis karena merindukannya. iya, kan?!” tanyanya lagi dengan nada sinis.

“Anni oppa. Itu semua tidak-“

“Ck! Bahkan aku sudah meyaksikannya sendiri. kau masih berani menyangkal? Keterlaluan kau Soo!” suaranya meninggi.

Runtuh, air mataku benar-benar runtuh.

“Aku tidak sedang menyangkal oppa, tapi aku memang sedang-“

“Sedang bertelfonan dengan namja yang masih kau cintai itu kan?” cetusnya sambil melembar dasi yang baru saja dia lepas dari sisi kerah kemejanya secara kasar.

“Maksud oppa?!”

“Sudahlah. Aku lelah. Aku capek untuk bertengkar denganmu. Mulai sekarang, semua terserah padamu. Jika kau masih mencintainya, maka kammftt”

Aku sudah tak tahan. Kuraih pipinya dan kuarahkan bibirku ke bibirnya. Kujamah bibirnya secara lembut dan sedikit agak cepat. sesekali kugigit bibir atas dan bawahnya bergantian. Sumpah, aku kesal dengan perkataannya yang aneh tadi.

“Oppa benar! Aku memang mencintai Kyuhyun-oppa. Sangat mencintainya. Dia peduli padaku. Dia perhatian padaku, dia menyayangiku, dia selalu merasakan kekacauan yang sedang kurasakan. Kyuhyun oppa selalu mengerti bagaimana keadaanku setiap saat. Dia selalu membuatku tenang. Bukan hanya sekali, tapi setiap hari. Dia juga akan mengabaikan semua tugasnya disaat dia tahu aku merindukannya karena diapun merasakan rindu yang besar padaku. Aku mencintainya. Sangat mencintainya!!!” jelasku membabibuta. Aku sudah tak bisa sabar jika dia sudah mengungkit masalah hati. Dia belum percaya apa yang aku rasakan saat ini. kulihat rahangnya mengeras. Matanya juga memerah. Kedua tangannya sudah mengepal kuat, menahan emosi.

“Kalau memang kau mencintainya, kenapa kau mau aku nikahkan, eoh?!” tanyanya ditengah amarah yang meledak.

“Karena aku mencintainya saat dulu. Saat aku masih bersamanya. Bukan sekarang!!! Bukan saat kau sudah menikahiku!! Detik ini, hatiku hanya menyebut satu nama. Itu namamu, oppa! Hanya Choi Siwon!” aku benar-benar emosi. Aku sudah berani berteriak gila didepan wajahnya. “Bahkan maslaah perasaanku pun kau belum pahami!” deru nafasku sudah kacau. Tanpa berpikir lagi, kuraih tas tangan yang ada di sisi ranjang. “Aku kecewa! Aku bingung terhadapmu! Aku tidak tahu, aku sudah memiliki suami atau belum. Aku tak pernah bertemu denganmu. Sekalinya pulang kau hanya bisa marah dan mengabaikanku. Kau pulang hanya untuk memindahkan posisi ruang kerjamu, yang semula di kantor, kini di rumah. Setelah itu kau tidur terngah malam dan aku hanya bisa menyapamu di pagi hari. Itu pun dengan waktu sangat minim karena kau harus kembali bekerja. Kerja, kerja, kerja, kerja, selalu masalah kerja!-“

“Jangan kau bawa-“ potongnya dan segera kupotong balik.

“Kerja memang penting. Sangat penting malah. Tapi, aku tak habis pikir jika kerja mendominasi hidupmu sampai kau mengabaikanku, mengabaikan istrimu sendiri!! mulai sekarang, jadikanlah pekerjaanmu itu sebagai istrimu! Aku lelah!”

Setelah mengeluarkan seluruh emosi yang kusimpan beberapa bulan ini, aku langsung melenggang gusar meninggalkannya. Mungkin lebih baik aku sedikit menjauh dari suamiku. Aku ingin dia berpikir apa yang seharusnya dia lakukan. Sekarang aku pergi dari rumahnya dan hidupnya. Apakah dia akan mencariku? Atau tetap mengejar deadline kerjanya tanpa memikirkanku?

Oppa… aku kecewa padamu. Kau mengabaikan seluruh cinta yang kuberikan padamu. Kau meninggalkanku. Sekarang,biarkan aku meninggalkanmu. Aku harap kau mau mengejarku lagi dengan segenap perasaanmu suatu hari nanti. Kalau kau tetap seperti ini, jangan salahkan aku jika hatiku terpaksa meninggalkanmu.

Sooyoung’s POV end

_TBC_

Gimana??
Feelnya dapet? Atau aneh?
Please tinggalkan jejak kalian dengan kritik dan komentar tentang ff SooWon satu ini.

GOMAWO^^

47 thoughts on “[SooWon](Req ff) – Marry is Marry – 1 of 2

  1. Pingback: [SooWon] – Marry is Marry – 1 of 2 | Sooyoung Fanfiction Indo

  2. Pingback: [SooWon ff] – Marry is Marry – 1 of 2 | Club Fanfiction

  3. Wahhh ceritanya baguss
    Kasian ama syoo, jrng ngobrol sekali ketemu dicuekin/dibentak…
    Moga siwon ngerti apa yg d mksud syoo hehehe

    Next part jgn lama lama yaa

  4. Saeng~ah fatminho cantik. Aku cinta padamu. Jeongmal saranghaeyo. Astaga ffnya seru sekali. Q ga kecewa sma sekali. Bgus d tg9u part end nya. Arkhh knpa ga ksh tau eonni? Udh d grap ff nya. Mianhae bru bs k0men ;-(. Eh tp endnya te2p happy d0ng😀

    • “…Kenapa ga ksh tau eonni?”
      Nah itu yang q lupakan eon!😀

      syukurlah kalau eonni ga kecewa… T_T

      iya dong, aq akan usahain happy end…😀
      jujur, paling ga bisa buat story dngn sad ending😦
      Gomawo eonni….😀

    • Eh lgsg d blz, tp ngakak pas bag. Yuri diksh kalung keabadian eh ternyata cipokan m0nyet yad0ng. Wkwk ampe mau jatoh bcnya. Bnykn soowon m0ment y d part 2 nya. Aduh bang w0w0n krja mlu ceh bininya galon eh galau

      • ckckck… iyah eon, kebetulan yg tdi itu aq sedang ‘approve coment’
        jd langsung deh…😀
        Hahaha… gak tau juga darimana aq dapat hidayah sampai menulis tentang kalung abadi Yuri itu…
        Sipp.. (y) *walau agak susah sih* – (abis d benakk q tuh Wonpa sellu jd seorang oppa yg dewasa untuk Soo eonni.. jd sweet mommet’a sll ke Kyu) but, sll q usahain kok.. (y):D

  5. woaaa
    wonppa workaholic
    kasian soo nya
    disaat yg lain bisa pamer kemesraan soo cuma gigit jari doank
    hati2 loh wonppa
    jangan sampe nyesel

  6. Aku suka ceritanya,,, karakter seorng pekerja keras sangat cck dengan siwon oppa,,,,
    Meski soowon tp feelnya ttp dapat🙂
    Next part yaa

  7. kasian bgt youngie eonni selalu diabaikan sama wonppa,, wonppa juga kenapa bisa setega itu nuduh youngie eonni selingkuh??? haissss jinjaaaa….

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s