[AStor] – STORY IN MARRY – 4END

simm - end

Tittle : AStor of Story In Marry – 4END
Author : Fatminho
Length : Series
Rated : PG 16
Genre : Comedy Romance,married life, sweet, a little hurt
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung, Kris Wu, Krystal Jung, dll

Disclaimer : This Plot is Main.

Note :

Hai..hai…hai… \(-,-)/

semalaman begadang utk Ending Story in Marry ini…
Huwaa….
Maap jika banyak typo bertebaran. #Jujur, mataku sudah 0,1watt#

well, fatminho sudah mengantuk sangat. Jadi, silahkan menikmati karya-ku satu ini.

– Happy Reading – 


***

Before …

Kyuhyun membawa Sooyoung pulang kerumah besar Cho. Eomma dan appa Sooyoung pun tetap ikut bergabung. Begitu pun dengan Soojin.

Sesampai di rumah besar, Cho Wu Fan dan Krystal membuka pintu utama guna menyambut kedatangan keluarganya.

“WELCOME HOME…” seru mereka berdua penuh semangat dengan merentangkan kedua tangan mereka.

Keluarga yang di sambut pun merasa senang menerimanya. Begitu pula dengan Kyuhyun yang sudah lama tak melihat saudaranya satu itu.

“Hyeong!” pekiknya yang langsung menyambar pelukan Kriss.

Saat memeluk Kyuhyun, mata Kriss mendapatkan sosok Sooyoung yang mematung tidak jauh dari Kyuhyun. Melihat hal tersebut, senyum di wajahnya pudar seketika. Dilepasnya pelukan Kyuhyun dan menatap yeoja itu baik-baik.

Semua orang heran melihat sikap dan reaksi yang ada di diri Kriss.

Perlahan Kris melangkahkan kakinya mendekati Sooyoung. Ternyata benar, yeoja itu memang benar-benar orang yang selama ini ia cari dan ia tunggu. Matanya yang memanas kini mulai buram, menghapus pandangnya. “Choi Sooyoung!” gumamnya dengan suara cukup keras. Sedetik kemudian ia menghambur ke tubuh Sooyoung. Didekapnya tubuh Sooyoung erat-erat.

“Kris-ah…” gumam Sooyoung ditengah paras sendunya.

Tampak wajah orang-orang disana mengerut, tak percaya, dan tak mengerti dengan hubungan keduanya. Terlebih dengan Kyuhyun dan Krystal yang secara langsung menyaksikan hal yang bisa membuat mereka sesak.

Sebenarnya, apa hubungan mereka?? Batin Kyu dan Krysh


_****_

“Aku tidak menyangka kau sudah menikah dan akan menjadi seorang eomma,” ujar Kriss pada Soo. Saat ini mereka berdua sedang menikmati waktu santai di halaman belakang. Sebenarnya Kyuhyun agak berat mengijinkan istrinya berduaan dengan mantan namjachingunya, tetapi jika tidak diijinkan, maka selamanya hubungan Soo dan Kriss tidak akan terselesaikan sampai kapan pun.

Sooyoung tersenyum mendengarkan ucapan Kriss. “Aku juga tidak menyangka akan bertemu kembali denganmu, Krys-ah…” ucapnya lembut. “Sudah lama sekali kita tak berjumpa. Tiba-tiba bertemu dan kau membawa yeoja yang sangat cantik. Cocok denganmu.”

“Padahal, bertahun-tahun aku menunggumu,” ucap Kriss sambil menatap sendu wajah yeoja didepannya. Dia tersenyum, “Tapi Tuhan memang tidak menjodohkan kita. Benar katamu dulu. Aku bukanlah jodohmu.”

Tanpa disadari, air mata Sooyoung menetes berurutan. Dia ingat sekali saat Kriss mengejar-ngejar sosoknya tanpa menyerah sedikit pun, hingga pada akhirnya takdirlah yang memisahkan mereka. Sooyoung sangat sadar, saat itu ia tidak menginginkan sosok Kriss yang terkesan kekanakan. Namun, karena melihat usaha namja itu, perlahan hatinya luluh dan mencoba menjalin hubungan. Hubungan mereka tak berstatus lagi sejak kepindahan Sooyoung ke Jepang.

“Cih! Kenapa kau menangis? Jelek sekali…!” ejek Kriss sambil menghapus air mata Soo dengan punggung tangannya.

“Kris-ah…” lirih Soo ditengah isakannya sambil berhambur memeluk sosok Kriss. Namja yang kini menerima pelukannya itu hanya bisa tersenyum walau sebenarnya dia sangat ingin menangis. “Selamat menjadi Nyonya Cho selanjutnya, adik ipar…” Sooyoung hanya bisa mengangguk di bahu Kriss.

Tanpa mereka berdua sadari, dua insan lain yang tengah dibakar api cemburu sudah mengepalkan tangan mereka. Dari balik pintu berkaca transparan pun masih bisa terlihat kemesraan yang di bangun oleh Kriss dan Sooyoung. Benar saja, api cemburu kian tersulut saat Kriss mengecup dahi Sooyoung dan mengelus rambut bergelombang itu.

“Aish… kalau saja kau bukan hyeong-ku, sudah kutendang kau ke kutub!!!” rutuk kesalnya.

Krystal mendengar omelan dari Kyuhyun tersebut. Dia menoleh kearah kiri dan benar, dia melihat sosok namja yang sedang mengeraskan rahang wajahnya. “Ommo! Oppa! Ternyata kau mengintip juga?” tanya polos Krystal.

Kyuhyun menoleh seketika kearah kanannya. Dia membulatkan mata elangnya melihat sosok orang lain iru. Sial! Malu sekali rasanya jika ada orang lain yang melihat ekspresi cemburunya. Tapi… “Mengintip juga?” tanya Kyuhyun, menegaskan dua kalimat yang sempat keluar dari mulut Krystal. “Jadi kau sedang mengintip?”

Blush!

Wajah Krystal memerah. Ia juga baru sadar jika saat ini ia ketahuan sedang menguntit namjanya diluar sana. Segera ia palingkan pandangan dari wajah Kyuhyun. Hal tersebut sontak membuat Kyuhyun tertawa mengejeknya.

“Dasar! Kalau cemburu, seharusnya kau datangi mereka!” saran Kyu yang bermaksud mengoper keinginan hatinya kepada Krystal. Dengan begitu, Kyuhyun tak perlu repot-repot menjatuhkan harga dirinya untuk melerai pasangan di taman itu.

“Kenapa tidak oppa saja yang mendatangi mereka. Bukankah eonni itu istrimu?” bela Krys yang memiliki maksud yang sama dengan Kyuhyun.

“Yah~ kau berani memerintahku?!”

“Hahaha…. ternyata kau cepat emosi juga…. Ck! Kau dan dia memiliki sifat yang sama!”

Krystal masih tertawa mengejek Kyuhyun. Namun, seketika tawanya tersedak saat dia menyadari sebuah suara, “Kenapa kalian tampak akrab?”

“Eoh, Sayang, kau membuatku terjebak di kungkungan yeoja ini!” adu Kyu sambil mendekati istrinya yang masih berdiri di samping Kris. “Oppa! Kau ini ada-ada saja! Bukankah dia calon kakak iparmu?”

Mendengar pernyataan Sooyoung, tubuh Kyu seakan menegang, “Mwo?” dia menatap Kris, kakaknya, dengan heran. “Hyeong, kau yakin akan menikahi yeoja jahil seperti dia?” tanyanya. Kris mengangguk sambil berjalan mendekati Krystal. “Seleramu sangat anjlok hyeong!” kini dia meremeh kearah Krystal.

“Yak!-“

“Chagie~…” Kris dengan sigap menyembunyikan wajah Krystal dihadapan Kyuhyun ke dadanya. Dia tahu sekali sifat yeojanya itu yang akan memangsa siapapun yang membuatnya kesal. Dengan memeluknya seperti sekarang, Krystal akan membaik ke keadaan normal. “Sudahlah Kyu-ah… kau jangan mengunkit masalah tak penting lagi. Dan apa itu, seleraku anjlok? Cih! Bagaimana pun yeojaku, selama membuat hatiku nyaman, itu tak masalah! Babo!”

“Hahaha… kau yang babo hyeong!”

“Oppa! Kenapa kau jadi childish?” tanya heran Soo.

Benar, Kyuhyun juga jadi heran dengan dirinya kali ini. Tidak biasanya dia bersikap aneh sampai beradu remehan diri dengan yeoja lain. Akhirnya Kyuhyun hanya bisa menggidikkan bahu dan berlalu begitu saja, membuat Soo, Kris, dan Krystal menatap punggungnya yang semakin menjauh itu dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Hey, Soo… kau telah merubahnya ternyata. Kau tahu, tidak biasanya dia bersikap childish seperti itu?” Sooyoung masih terdiam, bingung mau mengatakan apa. “Itu karena dia sedang cemburu, oppa!” kini suara Krystal. Kris dan Soo menatapnya. “Sebenarnya dia itu sedang cemburu karena kalian tadi berpelukan. Dasar dianya aja yang gengsi dan tidak mau mengakuinya. Aku sudah bilang untuk mendatangi kalian tadi, tapi dia malah menyuruhku balik!” jelas Krystal.

Walau pun masih terlihat bingung, perlahan senyuman tipis di wajah Soo kian mengembang. “Jinjayo?” Krystal mengangguk. “Krystal-ssi… kau sangat serasi dengan Kriss-ah… nama panggilan pun sudah mirip. Semoga kalian menyusul kebahagiaanku, ya… bye…” ujar Soo yang sedang dilanda ribuan panah kebahagiaan. Mimpi apa dia semalam, sampai kini dia mendengar kabar bahwa Kyuhyun sedang cemburu karenanya?

Setelah kepergian Sooyoung, Kriss terdiam memandang Krystal yang masih tersenyum melihat kepergian Sooyoung. Saat yang dilihatnya sudah menghilang sempurna, ia langsung menoleh kebelakang sedikit untuk melihat sosok namja rupawannya. Namun, senyuman manisnya seketika lenyap. “Op…pa…” suaranya bergetar.

“Jadi, kau tidak mau melerai pelukan tadi? Hyeong saja cemburu karena aku memeluk istrinya. Lalu, bagaimana denganmu, kau tak masalah jika namjamu dipeluk yeoja lain?” tanya Kriss dengan tampang garangnya.

Krystal tertegun mendengar perkataan Kriss tadi. Hei, sejak kapan seorang Cho Wu Fan melontarkan protes tentang kecemburuan? Bukankah ia pernah mengatakan jika cemburu tak ada gunanya? Kira-kira seperti itulah yang ada di pikiran Krystal saat ini. yeoja itu masih diam menatap Kriss penuh keheranan sampai pada akhirnya Kriss melepas tautan tangannya yang melingkar di tubuh yeojanya. “Ternyata kau benar-benar tak peduli, eoh?!” cetusnya yang kemudian berhambur melewati posisi Krystal, meninggalkan yeoja itu mematung sesaat.

“Oppa!” panggil Krys sambil mengejar Kris. grabb! Tertangkap. Kini kedua tangan mungil Krystal melingkar indah di tubuh kekar Kris. “Hahh…. hah…” terdengar deruan nafas Krys akibat berlari kencang mengejar Kriss. Sedangkan namja yang dipeluknya itu masih tercengang akan posisinya saat ini. “Oppa… aku senang kau mengatakan protes seperti itu…” gumam Krystal yang dahinya masih menempel di punggung Kris.

***

“Sooyoung-ah… eomma membuatkanmu susu madu gingseng. Kau harus kuat ya. ini kehamilanmu yang pertama!” tutur Ny.Cho yang sudah menyodorkan segelas susu putih kekuningan untuk Sooyoung. “Eommanim…” Sooyoung memandang ibu mertuanya penuh keharuan. “Wae sayang? Jangan menatap eomma seperti itu. Ayo diminum!” Sooyoung tersenyum dan mengangguk.

“Hmm… susu gingseng hangat. Pasti tidurku malam ini akan nyenyak, eomma. Gamshamida eommanim…” ujar Sooyoung setelah meneguk habis susu tersebut. Ny.Cho tersenyum puas. Beliau langsung mengelus perut menantunya. “Aegy-ah… kau harus sehat ya didalam perut eommamu. Nanti, kalau kau sudah lahir dan dewasa, kau harus menemani halmoni yang menua, arra?” ujarnya kepada ruh didalam perut Sooyoung, membuat pemilik perut tersebut terharu.

Sooyoung mengangguk ditengah harunya. “Nde, halmonie…” Ny.Cho tersenyum mendengarnya.

“Yeobo-ah… ayo istirahat. Jangan diajak ngobrol terus menantumu itu. Nanti dia kecapean dan akan berakibat buruk untuk cucu kita.” Ucap Tuan Cho yang kini sudah merangkul bahu istrinya.

“Iya, sebentar lagi aku akan istirahat. Sebelum itu kan aku harus mengecek kondisi calon cucuku dulu, yeobo…”

Percakapan kedua mertuanya itu sangat membuat hati Sooyoung hangat. Didalam hatinya ia berbisik, ‘Tuhan, terimakasih atas kebahagiaan yang engkau limpahkan padaku.’

“Sayang, kau istirahat yang nyenyak ya. Besok pagi kau harus ikut denganku. Mengerti?” Sooyoung tersenyum sambil mengangguk merespon perkataan mertuanya.

Akhirnya mereka pun berbalik dan berjalan menuju kamar masing-masing. Sooyoung hendak naik menuju lantai dua, namun ia mengurungkan niatnya. Penglihatannya tertarik akan suatu hal di balik pintu penghubung ruang tamu dengan areal kolam renang. Dia putuskan untuk mendekati pintu tersebut dan berdiri di baliknya. Kedua matanya kini menangkap bayangan manis di ujung kolam renang. Ia tersenyum.

“Krys-ah… sampai kapan jadwalmu kosong?”

Krystal yang duduk di antara kedua kaki Kris pun mendongakkan kepala hingga menangkap sosok Kris di belakangnya. Ia tersenyum, “Aku dan anggota f(x) lainnya mendapat libur sampai akhir pekan nanti oppa. Waeyo?” tanyanya polos.

Seketika kedua tangan Kris mengeratkan dekapan pada tubuh mungil Krystal. Dagunya ia daratkan tepat di puncak kepala yeojanya. Sesekali ia mengecupi puncak kepala tersebut. “Terkadang aku takut melewati hari-hariku dengan seorang artis. Saat kencan saja kau harus memakai kacamata dan seperangkat perhiasan aneh untuk menyamar. Walau terasa mengganggu kenyamananku, tapi aku sangat tidak menyangka kalau aku bisa melewatinya bersamamu.”

“Oppa-ah….” suara Krystal bersarat akan sebuah kekaguman yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.

Mendengar percakapan singkat antara Kris dan Krystal membuat Sooyoung yang masih berdiri di balik pintu kaca tersebut tersenyum penuh keharuan. Lagi-lagi ia bersyukur. Bersyukur karena Kris mendapatka yeoja yang jauh lebih baik darinya. Dulu, saat ia menjauhi Kris, ada rasa bersalah yang sangat besar, mengingat hatinya tak sama dengan hati Kris. Sekarang, ia bisa menghela nafas lega akan suatu kabar terbaik yang sejak dulu ia harapkan.

“Kris-ah… aku berharap kau bahagia seperti aku saat ini,” gumamnya sambil meraba perut yang masih terlihat datar.

***

Sooyoung’s POV

Aku berjalan naik menuju kamar Kyuhyun-oppa. Setelah melihat adegan manis dua pasangan muda di pinggir kolam tadi, hatiku sangat bahagia. bahkan tanpa kusadari, aku terus menyunggingkan senyum sampai kini aku tiba di kamar suamiku.

“Sudah selesai urusanmu?” tanya Kyuhyun yang sedang membaca buku di Rajang dengan nada cukup sinis. Heran, kenapa sikapnya benar-benar berubah hanya karena aku bertemu dengan Kris yang aku barutahu bahwa dia adalah kakak tiri Kyuhyun.

“Lho, kenapa nada suaramu terdengar sangat menyebalkan?” tanyaku sambil berjalan mendekatinya.

Kulihat dia mendongak menatapku dengan tatapan yang susah untuk di artikan. Ekspresinya itu menggambarkan bahwa ia menyesal. Jadi ia tidak sadar akan nada bicaranya? “Ada masalah?” tanyaku pelan saat aku sudah duduk di tepian ranjang.

Kyuhyun menggelengkan kepala dan meletakkan buku yang dibacanya tadi ke atas nakas. Kini dia menatapku. Ada apa sebenarnya dengannya saat ini? jujur, aku merasa aneh ditatap begitu intens dengannya.

“Soo-ah… aku lelah…” keluhnya sambil merebahkan kepala ke pahaku. Walau agak kaget, tapi kucoba untuk bersikap wajar saja. aku tersenyum sambil memulai aktifitas membelai kepalanya secara lembut. “Apa pekerjaanmu sangat berat?” dia menggeleng sambil meraih tanganku yang satunya. Aku tersenyum lebar saat ia kecup telapak tanganku. Hangatnya terasa menjalari setiap sudut diriku. “Aku lelah menunggumu kembali tadi, sayang….hhheuuuhhh….” jawabnya. Sontak aku tertawa setelahnya.

“Baiklah, kalau begitu sekarang kau harus istirahat. Maaf ya, sudah membuat menunggu lama. Tadi, aku bertemu dengan eomma di dapur, makanya kami mengobrol sebentar.”

Dia mengangguk senyum sambil bangkit dari pahaku. Dia duduk menatapku dengan senyum manisnya. “Aku senang eomma bisa menyayangimu. Sempat aku membayangkan hal itu tak akan terjadi, tapi aku sangat bersyukur bayanganku itu lenyap.” Ujarnya. Dia tetap tersenyum dan perlahan mengecup dahiku. “Ayo istirahat!” ia langsung menarik tubuhku kedalam dekapannya. Kami berbaring dalam suasana hati yang tak dapat kami jelaskan bagaimana kebahagiaan di dalamnya. Sungguh snagat bahagia.

Sooyoung’s POV end

***

Keesokan harinya, Ny.Cho mengajak Sooyoung berbelanja. Mereka berdua benar-benar menikmati acara berbelanja itu. Terlebih Ny.Cho memang sangat menyukai fashion, layaknya Sooyoung. Cukup banyak tas karton yang mereka jinjing sebelum akhirnya supir mengambil alih barang-barang tersebut dan membawanya kedalam mobil.

“Ayo Soo, ada satu hal lagi yang ingin eomma beli.” Ny.Cho langsung menarik tangan Sooyoung penuh semangat. Tak peduli Sooyoung merasa aneh atau apapun itu. Dia tetap membawa Sooyoung masuk ke counter butik khusus gaun pengantin. “Soo, eomma mau membelikan salah satu gaun yang terpajang disini. Sekarang, pilihlah yang kau suka!” Sooyoung ternganga.

“Eomma, ini tidak akan aku gunakan. Sayang kan kalau hanya di pajang di lemari?”

“Aiish, Sayang, eomma ingin membelinya untukmu. Terserah mau kau apakan. Yang jelas, malam ini kau harus ikut eomma”

“Dengan memakai gaun pengantin?”

Ny.Cho mulai gagap menjawab segala pertanyaan menantunya, “Sooyoung-ah, kau cukup memilih dan ikuti kata eomma. Apa kau mau mengecewakan eomma? Ayolah… eomma sangat ingin melihatmu memakai salah satu gaun yang ada disini…” Ny.Cho semakin memaksa Sooyoung untuk memilihnya. Dengan pasrah Sooyoung mengikuti keinginan mertuanya itu. ‘apakah pengaruh baby-ku bisa sampai ke neneknya?’

“Eomma, bagaimana dengan yang ini?” tanya Sooyoung yang baru saja keluar dari ruang ganti.

Ny.Cho yang sedang melihat-lihat koleksi segala jenis gaun disana pun sontak menoleh kebelakang. Dia melihat Sooyoung yang kini berbalut gaun putih tulang tak berlengan. Cantik. Sangat cocok untuknya, terlebih bagian bahu sampai dada telah dihiaskan dengan beberapa pernik penuh kerlip pendar cahaya.

“Yeppeo…” takjub Ny.Cho, “Aigoo… menantuku ini sangat cantik…” Ny.Cho berdecak kagum sambil memutar-mutar tubuh Sooyoung beberapa kali. “Geurae, aku setuju dengan gaun yang ini. Baiklah, Soo, tunggu eomma disini. Tidak usah melepasnya. Setelah ini kita ke salon!”

Walau tidak mengerti apapun, Sooyoung tetap nurut dan patuh pada sang mertua. Bukankah keakraban ini sangat hangat dan menyamankan? Di bandingkan keadaan sebelumnya. Tidak, Sooyoung benar-benar tidak menginginkan hal itu lagi. Cukup seperti ini dan mengikuti segalanya.

Dilain tempat, Kyuhyun merasa sangat kacau dan risih. Bagaimana tidak, saat ini kakaknya, Wu Fan bersama dengan yeojachingu-nya, sedang mengatur Kyuhyun seenaknya. Kyuhyun bagaikan boneka yang mengikuti apa pun perkataan mereka.

“Kyu, yang coklat ini, cobalah!” titah Kris sambil menyodorkan sebuah jas tuxedo berwarna coklat muda pada Kyuhyun.

“Anni oppa, jangan coklat yang itu. Yang ini saja. Lihat, warna silver bercorak emas membuat kesan lebih elegan!” kini Krystal yang menunjukkan sebuah jas elegan yang dia maksud.

Kyuhyun masih diam di tempat, memperhatikan keantusiasan sepasang manusia didepannya itu. Keduanya sedang sibuk memilih model, warna, dan corak tuxedo untuk Kyuhyun gunakan. Kyuhyun heran dengan mereka, mengajak Kyuhyun kesini untuk memilih tuxedo di acara pernikahan mereka. Nah, pertanyaannya sekarang, ‘sebenarnya siapa yang menikah, sih? Aku atau mereka?’

“Yang ini bagus!”

“Tidak, ini lebih keren!”

“Yak! Lihat yang ini ada kesan pribadi yang tangguh!”

“Oppa, kenapa seleramu selalu aneh! Pilihanku ini yang paling cocok untuk Kyuhyun!”

“Yak! Kenapa kau jadi lebih antusias kepadanya?!”

“Tentu saja, dia kan tampan dan harus menyesuaikan tuxedo nanti.”

“Jadi disini siapa yang akan menikah denganmu nanti, aku atau dia?”

“Ish… kenapa kau jadi sensi begitu? Aku hanya membantu Kyuhyun memilih tuxedo!”

“Kalau begitu, biar aku yang memilihnya!”

“Andwe! Seleramu buruk!”

“Selaramu saja yang terlalu berlebihan!”

“hei, kenapa jadi menyalahkanku?”

“Aku tidak menyalahkanmu, tapi aku ingin kau sadar, Krystal Jung!”

“Aku sadar, oppa. Aku sadar kalau pilihanmu memang buruk.”

“Kenapa jadi ke-“

“CUKUP!!!” Kyuhyun sudah tak kuat mendengar perdebatan sepasang kekasih yang aneh didepannya itu. Setelah mereka terdiam, Kyuhyun berdiri dan mengambil tuxedo pilihannya sendiri. “Aku memilih yang ini. jadi kalian tidak perlu berdebat kusir seperti itu! Huh, memalukan!” lalu dia pergi meninggalkan sepasang manusia yang masih tertegun menatap kepergiannya.

“Eomma, sebenarnya akan ada acara apa malam ini? kenapa aku harus berpayas seperti pengantin sungguhan? Bukankah yang mau menikah itu Krystal?” tanya Sooyoung yang masih tak mengerti dengan apa yang mertuanya ini lakukan. Sungguh, kali ini dia benar-benar seperti seorang ‘bride’ bahkan saat ini dia terlihat lebih cantik, elegan, mewah, dan bisa dikatakan sempurna dibandingkan saat pernikahannya dulu.

“Sooyoung-ah… kau tenang saja. Eomma hanya ingin memberikan sesuatu padamu. Kau tahu, eomma sangat bahagia ketika mendengar kau tengah mengandung cucu untuk eomma. Hem… eomma sudah menahan keinginan ini dari dulu. Bayangkan saja, setiap acara reoni, acara arisan, acara kumpul bersama, dan masih banyak acara yang eomma ikuti, hanya eomma seorang yang belum terlihat menimang cucu. Makanya, eomma ingin berterimakasih padamu. Jongmal gomawo Sooyoung-ah…” jelas Ny.Cho panjang lebar dan diakhiri dengan kecupan di dahi menantunya tersebut.

Satu, dua, tiga, butiran air dari pelupuk mata Sooyoung mulai runtuh. Rasanya, tidak ada lagi hal yang lebih melegakan selain membuat mertua kita bahagia sampai beliau menyayangi kita sebegitu dalamnya.

“Heii, kau mau buat eomma marah, ya. berhentilah menangis! Lihat make-up mu jadi berantakan…” oceh Ny.Cho.

“Eomma…”

Sooyoung langsung memeluk Eomma Cho, menyalurkan rasa lega di dalam hatinya.

“Yah..yah… apa yang sebenarnya kalian rencanakan, eoh? Kenapa aku tak boleh melepas setelan jas ini? kalian pikir aku mau mengadakan pertemuan diplomat luar negri?” racau protes Kyuhyun didalam mobil. Sedangkan sepasang kekasih yang memiliki nama panggilan nyaris sama itu hanya terkekeh, seolah menertawai sikap childish Kyuhyun. Haha…

***

Hari semakin gelap. Keluarga Cho dan keluarga Choi sudah bersiap menunggu bintang utama untuk malam ini. Bukan hanya keluarga, tapi beberapa relasi dan kerabat, serta rekan yang di kenal oleh kedua keluarga itu pun sudah bersiap. Ruangan itu sengaja dipadamkan. Walau sedikit basi, tapi tak dapat di pungkiri lagi. Cara memberi opening surprise dengan pendar cahaya ketika objek yang ditunggu tiba memang sangat berkesan.

Sementara diluar ruangan, terlihat dua buah mobil datang bersamaan dengan berlawanan arah sehingga keduanya berhenti tepat di pusat pintu masuk. Audy hitam dan Mercy silver secara bersamaan membuka pintunya dan memperlihatkan dua tokoh utama saat ini.

“Oppa!” cetus Soo yang merasa takjub melihat penampilan Kyuhyun kali ini.

Kyuhyun yang awalnya masih merutuk kesal pada Krys dan Kris pun sontak memalingkan pandangannya ke sumber suara tadi. Seketika itu pula matanya membulat. Princess? Apa dia salah lihat?

“S..ss…Soo?” gumamnya, memastikan. Sesaat dia tertegun dan hanyut dalam penampilan manis Sooyoung. Oh tidak, yeoja itu bukan sekedar manis, tapi cantik. Ya, sangat cantik. Dengan gaun pengantin itu membuat Kyuhyun tersadar dan menoleh menatap dua orang yang sedari tadi merecokinya. “Jjja..jadi, mak-sud kalian…”

“Ya! kalau ada seorang ‘bride’ didepanmu, maka sambutlah kehadirannya, pabbo!” umpat Kris sambil menarik paksa tangan Kyuhyun dan membimbingnya menemui Sooyoung. Saat sudah didekat Sooyoung, barulah dia sadar kalau ada eomma-nya disana.

“Eom-ma…”

Ny. Cho tersenyum. “Ayo masuk ke dalam!” ujarnya seraya mendahului melangkahkan kaki, memimpin sepasang pengantin dibelakangnya.

“Yeobo-ah…” bisik Kyu di tengah jalan. Sooyoung hanya tersenyum menanggapi, “Apa kau tak merasa kalau saat ini kita seperti sedang berjalan menuju altar?” tambahnya. Kini senyuman Sooyoung semakin lebar.

Kriiieettt….

Dua orang petugas membuka pintu tersebut. Ny. Cho masuk dan menuju samping kanan ruangan. Ketika Kyuyoung hendak mengikuti jejak Ny.Cho, seketika cahaya lampu hidup bersamaan dengan suara riuhan masa.

Kyuhyun dan Sooyoung mematung, tak dapat berkata atau pun bergerak. Mereka masih belum mengerti.

“Kyuhyun-ah, Sooyoung-ah, maaf terlambat atas pesta pernikahan kalian. Malam ini, kami mempersembahkan pesta ini untuk kalian!!!” jelas Tuan Cho.

“Jadi ini…”

“Iya Kyu, kami sudah merencanakan segalanya sejak lama. Namun, karena saat itu sikon tak mendukung, maka kami tunda.” Kini penjelasan dari Tuan Choi, berhasil membuat Kyuhyun maupun Sooyoung mengerutkan kening. Sejak lama?

“Sudahlah, kalian tidak perlu memikirkan sesuatu yang tak penting lagi. Lebih baik kalian datang kesini ntuk menyambut semua tamu kita, arra?” titah halus sang hakim, Ny.Choi.

“Eomma…” Sooyoung benar-benar tak dapat menuahkan sepatah kata pun kali ini. lebih tepatnya, ia tak tahu harus mengucapkan apa. Terimakasih-kah? Sooyoung tahu hal itu sangatlah sederhana. Bersyukur-kah? Oh Tuhan, itu sudah pasti. Namun, yang lebih pasti lagi, hal itu memang sungguh sulit diucapkan. Sebuah kata yang melebihi kata ‘Terimakasih’, dan mengalahkan kata ‘bersyukur’. Lebih dari apapun, ini sangatlah membahagiakan hatinya. Sooyoung hanya bisa menitikkan air mata dan segera berhambur memeluk ibunya.

Ny.Cho yang melihat hal itu tersenyum dan segera meaih tangan Kyuhyun untuk ia bimbing menghampiri Sooyoung. “Eomma berharap kalian tetap hangat dan akur hingga kelak kalian tak hanya memberikan kami satu, dua, atau tiga cucu,” ujar Ny.Cho sekenanya.

“Maksud eomma?” tanya KyuYoung bersamaan.

“Eoh, ha… maksud eomma? Ehn… begini…” entah mengapa seorang Ny.Cho yang terkenal perfectionist kini berubah menjadi seorang yang tak memiliki sandaran untuk menguatkan diri. Wanita paruh baya itu terlalu semangat atas calon cucunya kelak. “Huhh… begini, kami disini berempat. Ada aku dan suamiku. Ada Cho Chae Young dan suaminya. Bukankah lebih baik kami memiliki satu bagian masing-masing?”

Siapapun, bisakah menjelaskan apa yang di maksud dengan Ny.Cho barusan?

Bukan hanya KyuYoung, para undangan pun ikut berkerut dahi, memikirkan maksud Ny.Cho yang sebenarnya. Sungguh, kalimat tadi cukup abstrak untuk di artikan….

“Eomma ingin empat orang cucu??” tanya tiba-tiba pasangan Kris-Krys.

Kali ini tampang khawatir Ny.Cho cukup terhapus berkat kepekaan anak sulung dan calon pasangannya tersebut. “Geurae…! apa tidak boleh?”

“Lalu bagaimana nasib anakku kelak kalau eomma hanya memintanya pada Kyuhyun?!” protes Kris dengan sedikit paras merajuknya.

Oh Tuhan, bolehkah kau kirim malaikat pencabut nyawa kepada Ny.Cho? Sungguh, bagaimana bisa dia melupakan keberadaan putranya yang lain???

“Oh Tentu Saja Aku pun menanti kehadiran cucuku kelima, keenam, sampai kesepuluh dari kalian!”

“MWO???”

“Hahaha… Hyeong, tugasku hanya empat. Sedangkan kau, E-NAM!” cletuk Kyuhyun yang masih saja bersikap childish ditengah banyak orang seperti ini. Sontak saja perkataannya barusan itu menjadi sebuah lelucon yang merubah situasi ganjal disekitarnya itu menjadi riuh dan semakin riuh lagi.

Dan malam ini, tanpa mereka impikan atau bayangkan – karena hanya dengan restu orangtua, tanpa pesta pun tak masalah – kini mereka benar-benar mendapatkan hal yang menakjubkan. Bukan karena mereka munafik atau apapun itu, melainkan karena mereka terharu. Jelas saja, sungguh, hal seperti pesta pernikahan ini benar-benar tak penting bagi mereka, meski akan lebih lengkap jika hal itu di adakan. Bahagia? tentu saja! Tapi… ingatlah, Mereka lebih mementingkan restu kalian wahai para orangtua. Bagi mereka, membangun suatu hubungan keluarga, tidaklah mungkin bisa bertahan lama penuh cinta tanpa doa orangtua.


    __________________________________________________

“Oppa, perutku sakit….” rintih Sooyoung.

Kyuhyun yang terlelap nyenyak pun lagi-lagi memaksa diri untuk bangkit dari kenyenyakannya setelah mendengar rintihan Sooyoung. Dia terduduk dan berusaha membantu Sooyoung untuk duduk juga. Namun yeoja itu hanya menggeleng ditengah rintihannya.

“Yeobo-ah… apa sangat sakit?” tanyanya khawatir. Sooyoung mengangguk sambil menahan ngilu di bagian perutnya. “Sepertinya kau mengalami kram,” ucap Kyu, lebih pada dirinya sendiri. Dia langsung menyelipkan tangannya kedalam perut buncit Soo yang sudah membesar dari sebelumnya.

Kyuhyun terus mengelus sambil memijat lembut setiap sisi perut istrinya.

    “Ingat ya, dalam kondisi apapun dirimu nanti, jika Sooyoungie menginginkan sesuatu atau merintih kesakitan, di tengah malam sekali pun, kau harus menurutinya. Eomma tidak ingin cucu eomma jadi lemah hanya karena hasrat yang tak tercapai itu, kau mengerti Kyu?!”

Kalau bukan karena eomma yang memberitahukan masalah penanganan nyeri otot di usia kehamilan yang mulai dewasa, sekitar 6-7 bulan, Kyuhyun pasti tidak akan berani melakukan apapun pada perut Sooyoung.

Walau merasa aneh atas perubahan terlampau jauh dari eomma-nya, yang kini lebih memperhatikan dan menyayangi Sooyoung –terutama di bagian perut – yang menurut Kyu snagat diluar batas kewajaran, tapi Kyuhyun tetap bahagia. Kalau tidak mendapat materi ceramah mengenai cara merawat dan menjaga istri yang sedang hamil, dari eommanya itu, ketika menemukan keadaan nyatanya, Kyuhyun yakin dia pasti hanya bisa gelagapan tak tentu arah karena kebingungan mencari cara menenangkan Sooyoung yang masih merintih kesakitan.

Namun, kali ini Kyuhyun cukup bangga pada dirinya. Belum setengah jam dia menjamah permukaan buncit itu, istrinya sudah bisa memejamkan mata ditengah nafas yang sangat teratur. Walau mengantuk, dia tetap bisa tersenyum. Alhasil, dia ketagihan menarikan jemarinya di permukaan perut halus itu. Hal tersebut terhenti tanpa disadarinya karena dia memang sudah ikut terlelap dengan wajah yang menangkup puncak kepala Sooyoung.

    __________________________________________________________________

    3 tahun kemudian

“Grand-Ma…………………………………………!!!!”

Mendengar jeritan itu, Ny.Cho yang sedang merapikan pakaian pun segera lari menuju kamar cucunya. Kalau sudah terjadi sesuatu pada Gyun-Soo, cucu pertamanya, dia pasti tak akan ingat apapun lagi. Bahkan kini dia berlari dengan menggenggam hanger(gantungan baju).

“Waegeurae Gyun-ah?” tanyanya panik.

“Grand-Ma… hiks… huhukshikks…” isak namja tiga tahun itu sambil memeluk lutut sang nenek yang masih tak mengerti dengan apa yang terjadi.

“Ya~ ada apa sayang?” tanya Ny.Cho lagi yang kini sudah mengangkat balita cilik itu kegendongannya.

“Appa… hiks… ‘yunie’ men gem dak bolehh hiks…hiks…” ‘Appa… Gyun-iie main game tidak boleh’

Mengerti apa yang dikatakan cucunya, Ny.Cho segera melenggang ketengah kamar cucunya dan matanya melotot tajam kearah ranjang.

“YAK! CHO KYUHYUNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN…………………..!!!!

Seperti biasa, Kyuhyun tersadar setelah mendengar jeritan maut dari eomma-nya – yang ‘dulu snagat menyayanginya – dan tentu saja dia selalu ada di posisi yang salah kalau lawannya adalah namja cilik Cho Gyun-Soo itu.

Kyuhyun mengacak kasar rambutnya. “HHaaaiissshhhhh…..” rutuknya sambil berjalan mendekati eomma-nya. “Gyun-ah… appa jadi curiga siapa kau sebenarnya. Apa aku salah mengambil bayi saat di rumah sakit dulu?”

“KYU…!”

“Arrggh… Ne eomma, Ne! aku tahu aku harus mengalah!” kini Kyuhyun menatap sangar wajah Gyun-Soo yang sedang memberikannya tatapan iblis penuh kemenangan. Wajahnya semakin dia dekatkan pada wajah mungil itu, lalu berkata, “Ini appa ijinkan kau merebut PSP appa kali ini, tapi malam ini, kau dilarang mencari eomma karena nanti hanya appa yang boleh bermain sama eomma, bukan kau, arraseo?!” jelas Kyuhyun panjang lebar. Dikecupnya pipi bulat Gyun-Soo sebelum melenggang pergi.

“Nanti malam Appa mau main sama eomma. Gyun-Soo tidak boleh ikut! Hahaha…” cuap Kyu dengan suara keras, sengaja memanasi hati Gyun-Soo. Dasar Appa Evil!

“Grand-Ma………………………….!!!!!!” teriak namja cilik itu sambil menangis.

“CHO KYUHYUNNNNNNNN…….!!!”




“Oppa… kau ini selalu saja membat keributan kalau kita menginap di rumah orang tuamu! Sekali-sekali, tunjukan kemanisan antara kau dan Gyun-iie seperti saat di rumah!” nasihat Sooyoung yang sedang membersihkan kamarnya saat melihat Kyuhyun berjalan mendekatinya.

BRRkk!

“YAK! Oppa, aku baru saja membersihkan ranjangnya, tapi kau seenaknya saja langsung membanting tubuhmu!” omel Soo.

Kyuhyun yang baru saja merebahkan diri terpaksa duduk kembali. Dia menatap garang istrinya. detik berikutnya ia meremas rambutnya dengan kedua tangannya. “Eeeeuuugggghhh….!!!” erangnya. “Tadi eomma, sekarang kau. Aku lelah yeobo~…..” keluhnya.

Sooyoung hanya bisa diam.

Grebb!!

Kyuhyun menarik tangan kanan Sooyoung dan kini tubuh kurus istrinya itu sudah jatuh tepat di atasnya. “Gyun-Soo, Gyun-Soo, selalu anak itu yang membuatku frustasi…” keluh Kyu yang masih memeluk Sooyoung, hingga Soo memaksa tubuhnya bangkit sedikit sekadar dapat menatap wajah suaminya.

Sooyoung tersenyum, “Jadi, kau cemburu karena eomma lebih menyayangi Gyun-Soo?” tanya Soo sambil mengelus wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya.

‘Walau tidak semua, tapi sebagian besar orang tua, kelak akan lebih mencurahkan kasih sayangnya kepada sang cucu. Jadi, sebagai seorang anak, kita harus mampu bersabar karena suatu saat nanti, kita pun akan mengalaminya’

Kalimat nasihat yang sempat Kyuhyun dengar dari Jessica – teman dekat Sooyoung, saat dia datang menemui Donghae untuk berkeluh kesah masalah prilaku tidak adil eomma-nya.

Kyuhyun tersenyum, “Tidak, aku tidak akan cemburu. Asalkan kau tidak keluar kamar sampai aku mengijinkanny!” lantangnya dengan seringaian jahil, khas seorang Cho Kyuhyun.

Sooyoung mendelik. Belum sempat dia protes, Kyuhyun sudah menarik tengkuknya dan meraup bibirnya.

“Ehhmmmpppp…%$@&()*^”

.
.
.

_END_


    Oh My… hufftt … Finally…I Got It!
    Yey! I’m finished this one! \(^,*)/

    Gamshamida… Gomawo… Thankyou… ShieShei… Arigatou Gozaimasu…
    Terimakasih Bangett Kalian sudah betah tongkrongi nih ff gelo yg kubuat😀

    Oh ya, disini kan ada moment Kris-Krys tuh… Maap banget kalau kalian tidak suka atau aneh dengan couple tersebut. Aku sendiri yang ngemasangin mereka lantaran nama panggilan mereka nyaris sama. Trus… bila dilihat wajah satu ame lainnye, kurasa cocok-cocok aja tuh. ckckckck. So, please don’t bash them, Okey? :p

    then…
    Please, keep RCL ya…
    Sungguh, betapa mulianya Reader yang memberikan Komentarnya setelah membaca

    Yah.. walau tak semua kubalas, tapi aku selalu senyum-cemberut-senyum lagi- setiap baca komentar-komentar kalian. Aku benar-benar menghargai semua yang kalian bilang. Sesungguhnya, kalianlah inspirasi terbesarku untuk menyelesaikan semua ff-ku.

    JONGMAL GOMAWO… MY LOVELY READER ….😀

.
.

84 thoughts on “[AStor] – STORY IN MARRY – 4END

  1. Kyu pasti selalu gitu deh walaupun udah punya anak masih aja childish ckck
    Akhirnya happy ending, seneng deh
    Next ff ditunggu

  2. ayyyeehh…. and the end ~
    KyuYoungnya bahagia ^o^)/
    dabak deh pkoknya, keep writing slalu thor… ff nya seru kok
    fighting !

  3. Kyuhyun sm ank nya jh ga mau nglah yh😀
    Kekanakan bngt lu bang .soo hrus ekstra sbar neh ngdpin tngkh kyu *gyun soo .
    Seneng akhrny happy end🙂
    Hyo bt psngan kris sm krystal menyusul😀

  4. keluarga epil ^^
    seandai nya ff yg ku baca itu real pasti lebih bahagia lagi
    ff mu selalu ku tunggu chingu but just kyuyoung😉

  5. Kyuppa klo ada anak pasti kebiasaan…
    Mulai deh sifat cemburu dan childish…
    Gk mau ngalah ma anak ny..
    Tapi eomma kyu baik ke soo akhirnya…
    DAEBAK deh…

  6. Waaa seru banget!
    Suka! Suka!
    Kyuhyun sama gyunsoo selalu aja ribut..
    Kyu ga mau kalah sama anak sendiri.. Kekeke~
    well, chukkae buat keluarga bahagia kyuyoung!😀

  7. ntah gmn caranya td nemuimw ni ff.
    klik sana klik sini kayaknya.
    bagussss….suka bgt…ditgu karya selanjutnya…
    #deep bow…
    fighting thor…
    saranghae…#lhooo…🙂

  8. Ah hahahaha aku baca sampai pagi buta gini loh ini…… Seruuuuu apalagi adegan emak2 pada ribut….. Ayo cerita in Kris n Kris juga hahahhahahahaha yg Happy family cucunya 10….. Wkwkwkwkw ngebayanginnya juga jadi senyum2 sendiri…. Ijin baca yg lainnya juga ya😉

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s