[SERIES] Suddenly to be His Maid – 4

sddnly to be his maid

Tittle : Suddenly to be his Maid [EMPAT]
Author : Fatminho
Length : series
Rated : PG 16
Genre : Comedy Romance
Main cast : Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung
Other cast : Yoona, Kibum, Yuri, Eunhyuk, Donghae, Jessica, Siwon, dll.

Disclaimer : This Plot is Main.

Note :

Haii reader_deul…
Aku datang membawa ff yang selalu aku lupakan ini.
Hahaha…
Mianh bila ada yang kelamaan menantinya.
Lain kali, tak akan aku lupakan. Geogjongmal!😀

Geurae, Yukkk simak kisah KyuYoung selanjutnya di Suddenly to be his maid 4 ini…

Happy reading…😀


Sebelumnya…

Kyuhyun menabrak Sooyoung, membuat ketiga temannya menghentikan langkah. Sedangkan yeoja yang ditabraknya itu kini sudah terhempas ke lantai. Kyuhyun hanya merunduk menahan berat badannya agar tidak limbung dan jatuh meringsut seperti yeoja yang di tabraknya. Sambil kembali menegakkan badan, Kyuhyun mengumpat, “Sial! Apa tidak bisa melihat orang yang-“ kalimatnya terhenti saat menyadari siapa yang ia tabrak tadi. Yeoja yang ia tabrak tengah merapikan sisi rok dan kemejanya sebelum menatapnya.

Dengan tampang canggung bercampur kesal, Sooyoung mencoba melawan tatapan Kyuhyun. Namun, tidak dengan Kyuhyun. Namja itu lebih memilih menghentikan umpatan dan mengalihkan pandangan ke sisi tangannya yang masih menggenggam PSP.

“Eoh, Sooyoung-ssi…! Apa kabar? Kenapa akhir-akhir ini kau tak mengikuti Kyuhyun?” tanya Kibum polos.

“Kyuhyun-ssi…” gumam Sooyoung akhirnya, memilih mengabaikan pertanyaan namja polos itu. Setidaknya Kibum pintar dan pengertian. Sooyoung yakin, percakapannya antar Kyuhyun akan dimengerti oleh sosok jelmaan detective conan itu.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari PSP yang sebenarnya tidak ia mainkan. Bukannya menanggapi sapaan Sooyoung, Kyuhyun malah berkata dingin, “Minggir, aku mau lewat!”

Ketiga temannya shock melihat apa yang telah Kyuhyun lakukan pada Sooyoung. Bukankah sebelumnya namja itu sangat bersemangat mengerjai yeoja didepannya itu? Pikir mereka.


_***_

“Tunggu!” cegah Sooyoung yang langsung menegakkan tubuh tingginya tepat di hadapan Kyuhyun yang hendak melenggang melewatinya. Melihat Kyuhyun yang menurut untuk tidak melangkah pergi, Sooyoung melanjutkan, “Sudah beberapa hari ini aku mencarimu,” Kyuhyun yang awalnya memalingkan wajah, kini agak kaget mendengar hal yang baru saja Sooyoung katakan, “Ada hal yang harus aku bicarakan.” Tambah Sooyoung. Kyuhyun tetap tak merespon ucapan Sooyoung.

Saat hendak melanjutkan, Sooyoung melirik ketiga teman teman Kyuhyun, bermaksud menyuruh mereka menjauh sesaat. “Guys, kita duluan aja kesana. Biar mereka menyelesaikan urusan mereka dulu.” Ujar Eunhyuk. Donghae dan Kibum mengangguk menuruti perkataan Eunhyuk.

Eunhyuk, Donghae, dan Kibum berlalu meninggalkan Sooyoung dan Kyuhyun yang masih berdiri di tempat. Sooyoung menunduk sambil menggigit bibir bawahnya. Kenapa ia bisa lupa apa yang ingin ia katakan?

Mereka sudah berdiri di pinggir lorong sekolah seperti patung yang tak tahu harus bagaimana. Menyadari kebodohannya, Kyuhyun segera memperhatikan sekelilingnya. Benar saja, saat ini mereka menjadi tontonan para siswa yang berlalu lalang melewati mereka. Kyuhyun mendecih dan tanpa alasan apapun lagi, ia langsung menarik tangan Sooyoung ke taman belakang sekolah, mengingat disana cukup sepi.

“YA! kenapa kau menarikku?!” protes Sooyoung yang harus menyeret kakinya lantaran paksaan yang ia dapat dari sang Tuan Muda. Kyuhyun tak menjawab, ia tetap pada pekerjaannya, memaksa Sooyoung melangkah mengikutinya. “YA! cekalanmu membuatku sakit!” bentak Sooyoung sekali lagi.

Mereka baru saja sampai di taman belakang saat Sooyoung mengatakan hal itu. Mendengar keluhan sakitnya saja sudah membuat Kyuhyun sedikit merasa bersalah. Sontak ia menghempaskan cekalan tangannya, membuat pemilik tangan tersebut agak limbung kebelakang. Tepat sasaran. Kini Sooyoung terduduk di bangku yang mepet dengan pohon besar.

“Cepat katakan!” tuntut Kyuhyun yang berdiri didepan Sooyoung dengan tangan dilipat kedepan dada. Suara dan raut wajahnya tetap dingin.

Mendengar perintah dingin itu, secara refleks Sooyoung mendongakkan kepalanya, melihat sosok Tuannya. Benar, wajah yang selalu ia lihat penuh kejahilan, kini benar-benar terlihat seperti setan yang hendak memangsanya. Kemudian dia memutuskan untuk menunduk. Ya, lebih baik tidak melihat wajah setan itu daripada mati berdiri karenanya.

“Aku…” gumam Sooyoung. Ia ragu mengatakan apa yang ingin ia katakan sejak beberapa hari lalu. Heran juga, kenapa tiba-tiba pita suaranya kelu? Sungguh, suasana di sekitarnya terasa tegang. Sooyoung hanya bisa menunduk dengan tangan yang sedikit bergetar. Mencoba mengatur nafas untuk menguatkan diri di depan namja yang entah sejak kapan mampu membuatnya susah bernafas itu. Setelah menghela nafas dalamnya, ia melanjutkan, “Aku minta maaf.”

“…” tak ada tanggapan dari Kyuhyun. Namja itu memilih menatap lekat yeoja yang sedang dihakiminya tersebut. Minta maaf? Jujur, hal itu membuat perut Kyuhyun gemetar kuat, menahan tawa sekuat tenaga. Bagaimana tidak, keadaan Sooyoung si yeoja menyebalkan nan cerewet, juga rebut, bagi Kyuhyun itu, saat ini sangat menggemaskan. Wajah yang ditundukkannya memerah, kedua tangannya tengah meremas kuat-kuat ujung kemeja tak berdosa itu, dan yang paling membuat Kyuhyun gemas adalah yeoja itu menggigit bibir bawahnya dengan kedua pipi yang di kembungkan. Ck! Kentara sekali kalau dia sedang gugup. Atau takut?

Karena merasa tak ada tanggapan dari Kyuhyun, Sooyoung memutuskan untuk mendongak melihat orang didepannya. Wajahnya masih menakutkan. Pikir Sooyoung. Akhirnya yeoja itu memutuskan untuk berdiri dan memberanikan diri menghadapi setan didepannya. “Aku minta maaf karena tidak pamit denganmu saat aku keluar dari rumahmu tempo lalu.”

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan alis sebelah kanan yang di naikkan. “Kau juga tidak mendatangiku saat aku menyuruhmu mencariku di kamar!” ucap Kyuhyun, mengingatkan tentang hal tersebut. Mendengar hal itu, tatapan Sooyoung menegang sejenak, kemudian kedua mata almonnya mengerjap-ngerjap beberapa kali. “Ahh… eoh… nde, yang itu juga aku minta maaf. Saat itu aku sedang terburu-buru.”

“Oh…” tanggap Kyuhyun. Dahi Sooyoung sontak mengerut. “Lalu… apa kau memaafkanku?” tanyanya penuh keraguan. Kyuhyun mendecih, “Kabur dari pekerjaan seenaknya dan sekarang memohon maaf?”

Kyuhyun’s POV

Bagus. Sepertinya dewi keberuntungan tengah berpihak padaku. Yeoja menyebalkan ini sedang meminta maaf. Hemm… jangan panggil aku Cho Kyuhyun kalau dengan mudahnya melepas kesempatan ini. Choi Sooyoung, kau sudah membuatku spaning akhir-akhir ini, maka rasakanlah pembalasanku sekarang.

“Ya! aku tidak kabur! Aku pamit kok dengan orangtuamu!”

“Tidak denganku!” tegasku.

“Itu sebabnya aku mencarimu untuk meminta maaf dan pamit, Tuan Cho!”

“Kalau aku tidak memaafkan?” ucapku langsung yang berhasil membuatnya agak tersentak. Dia menatapku dengan wajah geramnya. Ck! Kenapa dia sangat menggemaskan, sih?!

“Ya sudah, itu hakmu. Yang penting aku sudah meminta maaf. Masalah dimaafkan atau tidak, itu urusanmu. Dosa pun di tanggung sendiri olehmu. Bahkan mungkin akan bertambah karena kau tak memaafkan orang yang secara tulus meminta maaf padamu. Tuhan saja selalu memaafkan hambanya yang secara tulus meminta maaf, kenapa kau sebagai manusia biasa tidak bisa melakukannya? Cih! Sombong sekali!” celotehnya panjang lebar, benar-benar membuatku tertegun dalam hati. Aku tak mengira dia akan menjawab sambil mengomeliku seperti itu. Dasar yeoja aneh!

“Dan aku rasa dosamu juga bertambah karena mengataiku ‘sombong’!” balasku. Dia sedikit menggeram dan hendak angkat bicara lagi. Namun, dengan sigap aku memotongnya, “Ssshhttt….” dia mengurungkan niat bicaranya.

Oke, ini cukup membuatku mendapat ruang kesempatan untuk menang. “Kau dengar baik-baik. Ponsel, camera, dompet, dan barang-barangmu masih aku sita. Kau tahu kan, jika ada barang aneh di lingkungan kita, pasti akan ada hasrat untuk memeriksa keadaan dalamnya.” Ucapku sambil melangkah pelan mengitari dirinya yang sudah berdiri dengan wajah penuh kerutan.

Aku tahu dia belum mengerti dengan apa yang aku maksud. Mengingat akan sesuatu, kuseluk saku celanaku dan segera kutunjukkan sesuatu itu kedepan wajahny. “Bagaimana ya, jika foto sexy ini aku scan dan kuperbanyak?” bagus, matanya semakin menarik perhatian. Membulat. Apa kau kaget Nona Choi?

Kini aku berjalan hingga menghentikan langkah tepat didepan wajahnya. Kutatap wajahnya lekat-lekat, “Bagaimana ya, jika Choi abeoji mengetahui anak kesayangannya memiliki foto dengan bikini ini?” ancamku lagi. Aku tahu betul bagaimana sifat appanya itu walau sudah lama tak bertemu. Meskipun beliau seorang bisnismen, tapi ketahuilah bahwa beliau adalah seorang yang religious. Aku bisa membayangkan bagaimana murkanya beliau jika mengetahui foto anak gadisnya yang cukup fulgar. Pasti itu yang ada di pikiran Sooyoung kali ini.

“Kyuhyun…..!!!” dia menggeram lebih keras dan mencoba merebut foto di tanganku. Tentu saja aku akan menghindar jika ia hendak meraihnya sehingga foto ini tetap di tanganku. “Sial! Kenapa kau membuka-buka isi di ponselku, eoh?! Dasar, namja tidak sopan!” omelnya, sontak membuatku tertawa meremehkannya.

“Bukankah kau sendiri yang meninggalkannya padaku?!”

“CK! Aku tidak akan lupa jika foto itu aku simpan di folder pribadi. Bagaimana bisa kau membuka folder yang aku kunci dengan sandi itu?!”

Dasar yeoja sembrono. Selalu saja sembarangan menyimpan foto seperti ini. Aku ingat ada satu folder yang tak bisa aku buka, tapi aku menemukan satu foto dahsyat ini di bawah folder itu. Siapa suruh jadi orang tidak hati-hati dan teliti? Kau melupakan satu foto ini nona Choi! Syukur saja aku yang menemukannya. Bagaimana jika yang lain?

“Itulah pintarnya aku. Kurasa tak penting menyebutkan bagaimana aku bisa membukanya,” jawabku sekenanya, seakan aku memang mengetahui sandi folder itu. Keadaan ini benar-benar membuatku ingin lebih menjahilinya, maka kuputuskan untuk sedikit merunduk kedekat telinganya dan berbisik, “Bahkan aku sudah tahu semua bagian-bagian di tubuhmu, nona Choi! Walau tak ada yang menonjol, tapi aku suka dengan leher jenjangmu, kulit mulusmu, dan membuatku ingin mengetahui aromamu, Nona Choi”

“Mworagoo??!” jeritnya dengan mata membulat. “YA! Cho Kyuhyun! Sebenarnya apa maumu, eoh?!” Ini baru awal nona. Ommona… baru kali ini aku melihat wajahnya yang benar-benar menyeramkan. Dia marah. Assaaa, kau berhasil Cho!

Sambil memasukkan kembali foto ditanganku ke saku celanaku, kutatap yeoja menyebalkan didepanku dengan seringaian evilku. “Mauku?” kini aku berlagak sedang memikirkan apa mauku. Dengan sekali hentakan, aku maju lebih merapat dengannya dan posisi wajahku tepat didepan wajahnya. Hanya berjarak sejengkal dan aku puas melihat ekspresi takutnya. Wajah merah dan mata mengerut. “Aku mau dirimu, nona Choi!” desahku didepan wajahnya. Sontak matanya terangkat dan mendelik, membuatku menjauhkan jarak kami.

“YA! jangan bercanda tuan mesum! Aku bukan yeoja murahan yang akan dengan mudahnya menerima permintaanmu!”

Benarkah?

“Aku tak suka dengan yeoja murahan. Aku juga tak menginginkan yeoja seperti itu. Yang aku ingin hanya kau, aku hanya mau Choi Sooyoung!!!” jelasku sambil menunjuk wajahnya dengan telunjuk kananku di akhir kalimat.

Bisa kulihat wajah kagetnya. Jangankan dia. Aku saja tidak tahu apa maksud dari perkataanku tadi. Chankaman… ada apa dengan wajahnya? Kenapa jadi bersemu merah?

Kyuhyun’s POV end

***

Sooyoung’s POV

“Aku tak suka dengan yeoja murahan. Aku juga tak menginginkan yeoja seperti itu. Yang aku ingin hanya kau. Aku hanya mau Choi Sooyoung!!!”

Blush….!!!

Michin namja! Bisa-bisanya dia membuatku berdebar. Wajahku… aarrgghh aku yakin sudah memerah padam. Bahkan badanku sudah ikut bergetar. Panas…!

Kalimat apa yang namja mesum itu katakan tadi? Tak suka yeoja murahan, tak menginginkan yeoja murahan, tapi dia menginginkanku?

Tuhan…. aku mohon, turunkan hujan kali ini agar suhu tubuhku bisa pulih kembali. Kenapa jadi panas dan aneh setelah namja mesum didepanku ini mengerjaiku dengan kata-kata aneh tadi? Eommaaa…. eotthokhe…??

Aishh… Kau harus bisa Soo!! Jangan memalukan diri sendiri didepan namja mesum ini! ya, kau harus bisa. Tunggu saja Tuan Mesum! Mari kita bermain. Akan ku ikuti permainanmu!

“Maaf. Aku tidak akan mengabulkan keinginanmu, Tuan…”

“Gwenchana, aku tidak rugi sih karena foto ini bisa ku perbanyak sesuka hati dan abeo-…”

“CUKUP!” potongku. Aku lupa dia punya senjata paling tajam dan ampuh membunuhku seketika. Fotoku mengenakan bikini saat berlibur di hawai bersama Yoona dan Yuri tahun lalu. Kalau appa sampai tahu, habis sudah riwayatku. Pasalnya, waktu itu beliau sangat melarangku berlibur kesana jika tidak dengan keluarga. Aku beralasan berlibur ke rumah saudaranya Yoona di Busan. Tamat hidupku jika ketahuan appa.

Aisshh… namja ini benar-benar mempermainkanku. Lihat saja nanti!

“Geurae! Sekarang, lakukan apa yang ingin kau lakukan! Aku akan menuruti!”

Jujur, aku sangat khawatir saat ini. Dia menginginkanku. Aarggh! Pasti gara-gara foto itu! Huu… haruskah aku mengorbankan status virginku untuk namja mesum ini?

“Good girl! Sekarang, ikuti aku!” titahnya. Dia sudah berjalan mendahuluiku. Walau merasa sangat berat, aku harus tetap mengikutinya.

Sooyoung’s POV end

Kyuhyun mengajak Sooyoung keatap gedung. Dia menarik tangan Soo dan menghempaskannya didekat banku yang ada disana. Hal itu membuat Sooyoung agak limbung dan akhirnya terduduk di ujung bangku. Saat Sooyoung hendak angkat protes, Kyuhyun langsung menjatuhkan diri ke bangku dengan kepala di paha Sooyoung.

“Apa yang kau-“

“Biarkan aku istirahat. Kau pikir aku bisa tidur nyenyak selama ini? Jadi, biarkan aku tidur sebentar saja. Ingat, kau adalah pelayanku Nona Choi!”

Sooyoung yang sudah geram dengan tingkah polah Kyu pun refleks meremas rambut namja tersebut. “Ekkkhhh!” geramnya.

Kyuhyun menarik paksa tangannya. “Yak! Kau pikir tadi itu tidak sakit, eoh?!”

“Aku kesal padamu! Kau sangat menyebalkan!”

Kyuhyun tertawa mengejek Sooyoung. “Baiklah, jika itu yang kau mau. Lakukan saja, nih!” ucapnya yang sudah meletakkan kembali telapak tangan Soo di puncak kepalanya agar yeoja itu bisa menjambaknya lagi. Hal itu sangat membuat Soo tak bergeming. Yeoja itu mematung melihat ekspresi namja evil yang kini sudah memejamkan mata di pahanya dengan senyuman manis diwajah.

“Aneh!” cetus Soo tiba-tiba setelah beberapa menit kesunyian menyelimutinya.

“Tidak, aku tidak aneh. Aku hanya lelah dan mengantuk. Jadi lebih baik kau usap-usap puncak kepalaku ini, arra?” titah Kyu yang masih memejamkan matanya.

Sooyoung mendengus dan akhirnya memilih pasrah. Dia lunglai di sandaran bangku dan tidak lama kemudian tangannya mulai mengusapkan puncak kepala namja aneh di bahanya.

“Sooyoung-ssi, hari ini, ikutlah pulang bersamaku. Eomma menanyakanmu terus. Kurasa dia merindukanmu.” Ucap Kyuhyun yang masih terpejam menikmati sensasi aneh dari usapan di puncak kepalanya saat ini.

Tanpa menghentikan gerakan tangan di puncak kepala Kyuhyun, Sooyoung menyahut, “Oh, benarkah?” Kyuhyun mengangguk, “Jadi eomma merindukanku?” lagi, Kyuhyun mengangguk, “Hem… baiklah. sudah nyaris sebulan aku tak pernah bertemu atau pun bertamu kesana. Aku juga merindukannya.” Kyuhyun tersenyum lebar mendengar ucapan itu.

“Oh iya, sekalian aku ingin mengambil semua barangku yang masih kau sita. Bukankah semua barangmu telah kembali? Berarti sudah saatnya barangku juga kembali!”

Tidak seperti sebelumnya, Kyuhyun kini langsung membuka mata dan menatap tajam kedua mata Sooyoung, membuat yeoja itu menghentikan gerakan tangannya. “Wae? Apa aku tidak boleh?”

Kyuhyun tak menjawab. Dia menatap kedua mata Sooyoung lebih dalam, membuat kedua pipi Sooyoung bersemu. Kenapa Kyuhyun merasa gemas kepada yeoja satu ini? dia mendengus, “Barangmu sudah menjadi milikku. Jika kau ingin mengambilnya lagi, berarti kau harus siap melayaniku terus. Persetan dengan perpisahan nanti. Yang jelas kau akan kupaksa menjadi pelayanku, arra?!” jelasnya yang kini sudah memejamkan matanya kembali.

“Mwooorageoo??? yak! kau gila?!” protes Sooyoung.

“Itu karenamu!” cletuk Kyuhyun.

“…” Sooyoung terdiam, tertegun, tercengang, terheran, dan shock. Apa yang tadi dia dengar? ‘Kegilaan Kyuhyun itu karenanya?’

Saat pulang sekolah, Kyuhyun jalan berdampingan dengan Sooyoung. Seperti biasanya, semua barang yang Sooyoung bawa akan bertambah berat dan banyak lantaran dia harus membawakan milik Kyuhyun juga.

“YA! Kyu! Kau tidak ikut dengan kami?” tanya Eunhyuk yang sudah berdiri didepan mobilnya bersama Donghae dan Kibum. Kyuhyun menggeleng, “Eomma menyuruhku membawa yeoja ini sekarang!” jawabnya sambil menunjuk Sooyoung.

“Ekhm! Eomma atau kau?” goda Donghae, membuat Kyuhyun mendelikkan kedua matanya. Sontak hal itu membuat yang lainnya tertawa.

“Baiklah-baiklah… kami mengerti…” sergah Kibum dengan polosnya.

Tiba-tiba Yoona dan Yuri datang mendekati mereka. Yuri menghentikan langkah tepat di samping Eunhyuk. Sesekali mereka curi pandang dan saling bersikap kikuk. Sedangkan Yoona masih tetap berjalan hingga berhenti didepan Sooyoung dan Kyuhyun. “Ya, Ya, Ya, apa-apaan maksudnya ini? kenapa kau membawa tas si Tuan Sombong lagi?” gusarnya sambil menunjuk-nunjuk benda-benda yang dibawa Sooyoung.

“Ini memang tugasnya dia!” tegas Kyuhyun, membuat Yoona semakin gerah.

“Bukankah perjanjian konyol itu sudah selesai? Kenapa kau masih menyuruhnya, hah?!”

“Yong-ah, sudahlah. Aku memang harus mengalah kali ini.” jawab Soo pasrah.

“YA! Syoung, kau ini aneh sekali!” Yoona mendengus dan berbalik menghampiri kekasihnya, Kibum.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Kyuhyun segera menarik lengan Sooyoung dan membimbing yeoja itu hingga masuk ke kursi penumpang depan mobil Kyuhyun. Namja itu hanya melambaikan tangan kepada teman-temannya yang mengerti apa yang sebenarnya terjadi diantara Kyuhyun dan Sooyoung.

“Kenapa kalian tidak mencegahnya? Kalian tahu, lama-lama Syoung jadi pesuruhnya terus!” kesal Yoona.

“Chagie… kau tenang saja. Kyuhyun tidak akan sejahil itu. “ ucap Kibum menasehati Yoona yang masih bertampang cemberut karena kesal dengan Kyuhyun.

“Benar kata Si Cupu Yong, sepertinya Sooyoungie akan baik-baik saja…” bela Yuri.

“Yak! Siapa yang kau katakan cupu?!” cetus serentak Yoona dan Kibum.

***

Sementara itu, di rumah sakit tempat siwon di rawat, seorang wanita tengah baya berdiri dengan deraian air mata di wajahnya. Seorang dokter dan dua perawat sudah mengawasi keadaan Siwon. Wanita paruh baya itu tadinya hanya ingin melihat sosok Siwon untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi selamanya. Sayang, perkataannya berhasil membangunkan Siwon yang terlelap.

“…hiks…hiks… eomma menyayangimu, nak. Mianhamnida… bukan maksud eomma membuangmu. Eomma terpaksa… maafkan eomma, sayang…. hikshiks… biarkan eomma memberikan jantung eomma untukmu. Eomma rela. Eomma akan melakukan segalanya untuk kebahagi-“

“Jadi, dia yang akan mendonorkan jantungnya untukku?” putus Siwon yang sontak membuka mata dan membuat orang disekitarnya kaget. Setelah mengetahui siapa yang akan mendonorkan jantung padanya, dia benar-benar murka.

“Siwon-ah…” lirih eomma di tengah isakannya.

“Dokter, batalkan operasi pencangkokan jantung untukku!” tukas Siwon dengan suara tegas. Kedua matanya sudah berkaca-kaca.

“Siwon-ssi, keadaan jantungmu sudah tidak mung-“

“Saya siap menunggu waktu kematian saya!!” tegas Siwon, memotong kalimat dokter.

“Choi Siwon!!!” teriak marah Tuan Choi, ayah Sooyoung, saat mendengar Siwon berucap tak sopan kepada eommanya sendiri.

“Wae?” tantang Siwon.

Melihat keadaan tegang ditengah keluarga itu, dokter pun keluar dari ruangan setelah menunduk sekilas, meminta ijin Tuan Choi. Kedua perawatnya pun mengikutinya.

“Kau tidak pantas berkata tak sopan kepada eomma yang melahirkanmu, Siwon-ah!” emosi Tuan Choi mulai menyulut. Sebagai orang yang cukup mengerti agama, dia tahu hal buruk apa yang baru saja Siwon lakukan. Bahkan dia sadar, bukan hanya di agama yang di anutnya saja, melainkan semua agama pasti menyebutkan hal yang sama-Ibu adalah seseorang yang paling utama dihormati-

“Lalu, bagaimana dengannya? apa dia pantas menelantarkan anak kecil usia lima tahun di tengah pasar? Aku tahu dia benci dengan anak itu, tapi apa pantas menyakiti anak usia lima tahun itu? Bahkan aku tahu, anak kecil tak mengerti apapun, tapi apakah dia mengerti bagaimana anak usia lima tahun itu terluka dengan semua perlakuannya sebelum akhirnya anak usia lima tahun itu dia tinggalkan di pasar yang berada di luar kota? Apa dia tak punya hati melakukan itu? Bahkan anak itu anak kandungnya sendiri, eoh?!!!” emosi Siwon lebih membara dibanding siapapun kali ini.

Tuan Choi hanya bisa menatap SIwon lekat dengan genangan air mata yang belum menetes. Yeoja paruh baya itu sudah menangis keras dipinggir ranjang Siwon.

“Eomma mianhae Siwon-ah… eomma-“

“Andai saja kau tak membuangku saat itu, aku tak akan bertemu dengan orang sebaik Tuan Choi ini yang baru kutahu bahwa dia ayah kandungku saat jatuh cinta dengan Choi Sooyoung, putrinya. Kau pasti akan sakit jika ada di posisiku. Bagaimana mungkin aku mencintai yeoja yang ternyata berstatus sebagai adik kandungku, hah???!!”

JDRRRR!!

“Maksudnya?” tiba-tiba suara seseorang di ambang pintu memecah segala ketegangan di ruangan tersebut. Pandangan semua orang beralih kearahnya. Sooyoung. “Choi Sooyoung, Adik kandung? Apa maksudmu, oppa?” tanya Sooyoung sambil berjalan pelan dengan langkah berat mendekati Siwon.

Siwon hanya menahan matanya untuk terpejam kuat. Dia ingin menahan sesak di dada dan jantungnya. Namun…

‘akkhh…akkhh…hhhaahh…haahh…hhaaa…’

Siwon tak dapat mengingat apapun lagi. Yang ia ingat hanya satu, ‘Sooyoung’.

“Siwon-ah… Siwon-ah…” panggil eomma sambil menggoyangkan tubuh Siwon yang sedang mengalami masa kritis.

Tuan Choi sudah keluar memanggil dokter yang menangani Siwon.

“Uisa-nim… lakukan!” titah yeoja paruh baya itu.

“Hemy-ah…” gumam isak Ny.Choi yang melihat keadaan batin sahabatnya itu.

“Aku ingin dia meneruskan mimpinya. Aku tak mau dia menjadi seperti eommanya yang tak punya tujuan hidup. Akulah yang lebih baik pergi. In Young-ah… aku serahkan putraku padamu.” Jelas Jung Hemy, ibu Siwon, di tengah deruan tangisnya.

Dengan sigap Kang In Young, Ny.Choi, menyambar tubuh ringkih sahabatnya itu. Dia tak menyangka akan berujung seperti ini. “Maafkan semua kesalahanku In Young-ah… maaf telah membuatmu susah dan sakit hati selama ini…”

Ny.Choi menggeleng di tengah tangisnya. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu dimaafkan. Hati memang tak dapat dipaksakan ketika dia sudah tenggelam pada hati lainnya. “Gwenchana Hemy-ah… kau tetap temanku yang terbaik…”

Sooyoung masih mematung di sisi ruangan. Dia bersandar pada dinding dengan paras tak terbaca. Choi Siwon, kekasihnya, yang sempat dia harapkan menjadi oppa-nya, kenyataan membawa harapannya ke alam nyata. Jadi, Siwon benar-benar oppa-nya? Oppa kandungnya?

Kyuhyun yang memang mengantar Sooyoung datang ke rumah sakit sebelum berlanjut ke rumahnya pun kini bisa melihat kesedihan yeoja itu. Beberapa perawat dan dokter berlalu-lalang menyiapkan keselamatan untuk Siwon. Disisi lain, dua wanita paruh baya masih berpelukan sambil menangis. Sedangkan Tuan Choi ikut panik bersama perawat-perawat yang menangani Siwon.

Melihat kegawatan disana, Kyuhyun dengan paksa menarik tangan Sooyoung untuk keluar. Tubuh kurus yeoja itu kini terasa tak berbobot. Lemas dan tak bernyawa. Hal itu membuat Kyuhyun sedikit geram dan memilih untuk menggendongnya paksa.

“Siapkan penyelamatan dini sekarang juga. Perintahkan suster kepala menyiapkan ruang operasi. Setengah jam lagi operasi dimulai.”

Kalimat yang terdengar sumbang bagi Kyuhyun yang tengah menggendong Sooyoung keluar, berhasil membuat Kyuhyun ikut tegang. Walau tidak mengerti yang sebenarnya, tapi dia paham tentang situasi yang terjangkit disekelilingnya.

Sesampainya diluar, dia mendudukkan dirinya dengan Sooyoung yang masih berada didekapannya. Aneh, baru kali ini dia merasakan apa yang sedang dirasakan oleh seseorang. Berbeda dengan sebelumnya. Bahkan saat kakeknya meninggal pun dia tak merasakan kesedihan yang dirasakan eomma-nya. Namun, kini dia merasakan apa yang sedang bergejolak di jiwa yeoja yang sedang dia dekap.

“Kyuhyun-ah… jagalah Sooyoung. Situasi masih tidak mendukung untuknya. Dia bisa depressi jika mendengar hal yang mengejutkannya. Aku minta tolong padamu, bawalah dia keluar.” Titah Tuan Choi yang diimbangi dengan anggukan kepala Ny.Choi.

Walau tetap belum mengerti, tapi Kyuhyun hanya bisa mengangguk dan segera membawa tubuh tak berdaya itu pergi dari rumah sakit. Dalam perjalanan menuju lapangan parkir, samar-samar Kyuhyun mendengar racauan tak jelas dari Sooyoung.

“Oppa…. kenapa baru sekarang…. kenapa disaat aku sudah mulai mencintaimu….???” Kyuhyun menghentikan langkahnya sejenak untuk menatap wajah yeoja yang di gendongnya. Dalam hati dia bersua, ‘Kau mencintainya…’

.

_TBC_

Reader yang mendukung dan berjiwa baik adalah Reader yang rela membubuhi sepatah-dua patah kata guna mengomentari apa yang kalian telah baca. Sungguh, aku sangat menghargai kalian yang berkomentar. Jongmal Gamshamida… ^^

112 thoughts on “[SERIES] Suddenly to be His Maid – 4

  1. omg… siwon ternyata kakak seayah dengan soo young…. gimana itu bisa terjadi??? pasti soo young shock banget deh….
    kyu punya harapan buat dapatin sooyoung…🙂

  2. Jinjjaaaa !!!!!!!!???????
    siwon am soo ade kakak , dan gawat nya soo jatuh cinta am siwon:/
    cieee ada yg cemburu nieh . kkkkkk
    sabar kyu cinta mu bertepuk sebelah tangan *ggbunyi , kkkkk

  3. Aduh,,,,
    Soo mencintai siwoon,,,
    Gmana dngan kyu,,,
    Siwoon kakk kandung soo,,
    Merka gak mungkin bsa brsma,,,
    Mudah”an soo mah kyu aja lah,,,
    Biar soo tdak sedih trus,,
    Keren thor ff nya,,

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s