[SooWon] Marry is Marry – 2 of 2

marry is marry

Tittle : Marry is Marry – 2 of 2
Author : Fatminho
Story’s Idea by : Iyank
Genre : Married Life, Romance
Length : Twoshot
Rated : PG 16
Main cast : Choi Siwon – Choi Sooyoung

Disclaimer : This plot is main.

Note :

Iyank Eonni… Gomawoo sudah meminta ff SooWon padaku. Jujur, susah banget aku membuat mereka menjadi sepasang suami-istri. Seperti sedang di tantang saja, makanya aku melanjutkan.

semoga tidak mengecewakan… -_-


***

Sebelumnya:

Sooyoung’s POV

“Jangan kau bawa-“ potongnya dan segera kupotong balik.

“Kerja memang penting. Sangat penting malah. Tapi, aku tak habis pikir jika kerja mendominasi hidupmu sampai kau mengabaikanku, mengabaikan istrimu sendiri!! mulai sekarang, jadikanlah pekerjaanmu itu sebagai istrimu! Aku lelah!”

Setelah mengeluarkan seluruh emosi yang kusimpan beberapa bulan ini, aku langsung melenggang gusar meninggalkannya. Mungkin lebih baik aku sedikit menjauh dari suamiku. Aku ingin dia berpikir apa yang seharusnya dia lakukan. Sekarang aku pergi dari rumahnya dan hidupnya. Apakah dia akan mencariku? Atau tetap mengejar deadline kerjanya tanpa memikirkanku?

Oppa… aku kecewa padamu. Kau mengabaikan seluruh cinta yang kuberikan padamu. Kau meninggalkanku. Sekarang,biarkan aku meninggalkanmu. Aku harap kau mau mengejarku lagi dengan segenap perasaanmu suatu hari nanti. Kalau kau tetap seperti ini, jangan salahkan aku jika hatiku terpaksa meninggalkanmu.

Sooyoung’s POV end

_***_

Siwon yang selalu gagah, keren, berwibawa, kini tampak kusut dan uring-uringan. Sekertarisnya, Shindong, sudah kerepotan lagi mengatur jadwal meeting yang di batalkan untuk minggu ini atas perintahnya.

“Shindong-ssi…”

Merasa namanya dipanggil, Shindong pun langsung mengalihkan pehatian ke atasannya. Map yang sempat dia baca pun kini sudah tertutup. “Iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?”

“Aku ingin bertanya padamu. Apa kau memiliki seorang istri?”

Walau merasa sedikit aneh, Shindong tetap menjawabnya tanpa bertanya untuk apa sang atasan itu menanyakan masalah pribadi padanya. “Bahkan saya memiliki tiga orang anak, pak.”

“Apa mereka protes atas kesibukanmu?”

“Hal itu sih sudah pasti iya, pak.”

Merasa tertantang dengan jawaban sekertarisnya, Siwon pun mulai menatap serius ke lawan bicaranya tersebut. Kedua tangannya sudah bersidekap di atas meja kejanya. “Lalu, bagaimana caramu mengatasi protes yang mereka berikan?”

Shindong tersenyum dan menjawab, “Saya hanya meminta maaf kepada mereka dan berjanji akan tetap mengutamakan mereka dibandingkan pekerjaan saya.”

“Kalau memang seperti itu, kenapa kau masih bekerja untukku? Bukankah menjadi sekertarisku juga akan menyita waktumu?”

“Dan saya harap bapak masih ingat permohonan saya untuk bekerja sesuai jadwal kantor.” Siwon mengangguk. Shindong pun melanjutkan, “Saya memohon perbatasan waktu itu karena istri dan anak saya ingin memiliki waktu untuk bersama saya di malam hari. Mereka juga tidak suka jika saya mengaktivkan ponsel selama di rumah. Maka dari itu, saya juga tidak lupa telah memohon ijin untuk hal tersebut pada anda, bukan?”

“Ya, aku mengerti. Lalu, bagaimana jika aku menuntutmu mengikuti jadwalku, apa kau rela aku berhentikan?”

Shindong tertunduk dan terdiam sejenak. Dia memikirkan apa yang sebaiknya dia pilih. Tidak lama kemudian dia mengangkat pandnag kembali sambil tersenyum, “Ya, saya siap diberhentikan.”

Siwon menegang seketika. Dia semakin menatap sekertarisnya tersebut. “Lalu, apa yang akan kau pakai untuk menghidupi keluargamu?”

Lagi-lagi Shindong tersenyum. Dia sudah menerka pertanyaan selanjutnya yang akan dia dengar. “Saya sudah bertekat untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan waktu saya.”

“Kau tahu kan, aku bisa melakukan apapun. Bagaimana jika kubuat kau tak mendapatkan oekerjaan sama sekali? Akan kubuat seluruh cabang perusahaan-perusahaan asing non asing untuk tidak mempekerjakanmu?”

Kini Shindong agak tercengang. Dia mulai berpikiran buruk. Apakah ini tanda suatu ancaman? “Maksud bapak?” tanyanya.

“Kau cukup menjawabnya.”

“Saya tidak akan bekerja di kantoran. Mungkin membantu istri saya berdagang sembako di rumah pilihan terakhir saya.”

“Apa usaha seperti itu bisa mencukupi segalanya?”

“Tidak. Makanya saya akan mengambil pilihan selanjutnya. Yaitu menjual rumah saya dan membeli rumah yang lebih sederhana. Kami tidak akan keberatan hidup susah. Istri dan anak saya sudah menasehati, hidup ini tidak akan sempurna jika salah satu dari kita tak terlihat. Jadi, saya percaya, Tuhan tidak akan membiarkan kami susah. Dan dengan bersama, kami akan lebih mudah melaluinya.

“Jadi, kau akan mengambil langkah tersebut?” Shindong mengangguk. “Iya pak. Saya memilih bersama anak dan istri saya di bandingkan hidup di tengah kemewahan, tapi saya tak pernah bersama dengan mereka.” jelasnya.

Dua hari tanpa istrinya, Sooyoung, Siwon bagaikan daun yang tak lagi mendapat asupan oksigen-hingga susah membuat cadangan makanan sendiri untuk tetap hidup-akhirnya melayu dan mati. Yah, bisa dikatakan bahwa kondisinya saat ini bukan lagi seperti orang gila, tetapi lebih terlihat seperti manusia tak bernyawa.

“Jadi, kau akan mengambil langkah tersebut?”

“Iya pak. Saya memilih bersama anak dan istri saya di bandingkan hidup di tengah kemewahan, tapi saya tak pernah bersama dengan mereka.”

Penjelasan Shindong kian menjelas di benaknya.

Perlahan seluruh bayangan hari-hari yang dia lewati bersama Sooyoung terlntas di dalam pandangannya.

. Sooyoung yang menyaapanya ramah, tapi dia abaikan karena terlalu lelah.

. Sooyoung yang menyiapkan makannya dengan paras bahagia, tapi dia hanya tersenyum seperti ingin menyelesaikan acara makan malam lantaran ada tugas yang menunggu.

.Sooyoung menegurnya saat dia terlalu larut mengerjakan proposal. Yeoja itu memaksanya untuk istirahat, tapi dia malah membentaknya karena merasa teganggu.

.Sooyoung yang selalu menerima sikap manjanya ketika dia benar-benar membutuhkan tempat tuk melampiaskan hasrat birahinya. Dengan manisnya, Sooyoung menjamah keinginannya.

Satu yang dia sadari kini: dia tak pernah ada ketika Sooyoung menginginkannya.

“Soo-ah… Soo-ah, maafkan oppa…” demi apapun, dia benar-benar menginginkan sosok istrinya kali ini. berulang kali disuakannya kata-kata itu hanya untuk berharap Sooyoung akan mendengarnya.

Drrrtt Drrtt…

Hanya merasakan getaran ponsel yang tergeletak disampingnya, Siwon langsung meraih ponsel itu dan melihat adanya pesan masuk. Berharap itu dari Sooyoung, tapi ternyata bukan. Pesan itu bahkan sangat mengesalkan lantaran berasal dari nomor yang tak dikenal.

Dengan malas Siwon membuka pesan itu.

      ‘Datanglah ke Busan. Istrimu ada bersamaku. Dia aman. Maka dari itu, besok, jemputlah dia. Aku tunggu.’ – Kyuhyun –

Membaca nama seseorang yang dia kenal tersebut, Siwon langsung menggeram dan dia tersneyum.

“Soo-ah, tunggulah aku. Aku merindukanmu Soo, sangat.”

Sore hari di sebuah taman kota di daerah Busan, Sooyoung menangis dalam dekapan seorang namja yang sudah lama tak dijumpainya. Benar, namja itu adalah Kyuhyun, mantan kekasihnya sekaligus sahabat masa lalu yang paling mengerti bagaimana perasaannya saat ini.

“Aku kesal dengannya, oppa. Dia tak mengertikan apa yang aku mau. Dia harus tahu, aku tak ingin dibelikan berlian berharga puluhan juta, aku juga tidak ingin uangnya, dan seluruh barang berharga lain yang dia sogokkan. Oppa tahu kan apa yang aku mau?” sadu Sooyoung ditengah isaknya. Kyuhyun hanya bisa mengangguk sambil membelai rambut bergelombang dikepala Sooyoung.

“Aku berusaha merelakanmu, sayang. Kupikir kau bahagia dengan apa yang kau dapatkan. Jika akhirnya kau menangis seperti ini, sampai mati pun akan kujaga kau agar tetap bersamaku. Tidak akan kuberikan pada siapapun.” Ucapan Kyuhyun membuat tangisan Sooyoung terhenti sejenak. Perlahan dia menarik dirik dari pelukan Kyuhyun dan menatap paras pucat namja itu. “Kau tidak boleh tenggelam menahan perasaan seperti ini, sayang. Aku ingin kau mengatakan apa yang kau rasa, apa yang membuatmu resah, dan apa yang sedang bergejolak dihatimu.” Kyuhyun berkata sambil membasuh air mata yang ada di sekitar wajah Sooyoung. Dia tersenyum menangkup kedua pangkal lengan atas Sooyoung. “Sekarang, kembalilah padanya. Berhenti menangis. Aku tahu kau sangat mencintainya. Dengar, pernikahan bukan sekadar menikah. Kau tidak boleh menyepelekan kesakralan didalam pernikahan tersebut. Sesakit apapun kau, cobalah untuk mengalah. Jika akhirnya kau sakit hati seperti ini, katakanlah semua yang kau rasa.”

Nasihat Kyuhyun begitu disimak olehnya. Sampai-sampai Sooyoung berbisik, “Oppa, bagaimana bisa kau sedewasa ini?” jelas saja jika Kyuhyun mendengarnya. Kyuhyun tergelak.

“Bodoh! Kalau aku tidak bisa berpikir secara normal, tidak mungkin aku rela kau dinikahi oleh namja lain. Jelas-jelas kau hanya milikku! Hemm… tapi nyatanya, Tuhan memberikan malaikat lain yang lebih tampan dariku, untukmu. Kuharap kau bisa berpikir secara normal juga.” Ucap Kyuhyun sambil mendirikan tubuhnya. Kini Sooyoung hanya bisa menatap sosok Kyuhyun dengan kepala yang di tengadahkan. Sontak Kyuhyun menangkup wajah dibawahnya. “Sayang, kembalilah. Aku yakin dia mengkhawatirkanmu. Pasti dia sudah merindukanmu. Jangan membuatku ingin menahanmu disini. Ayo kuantar ke stasiun. Sudah saatnya kau kembali.” Kyuhyun berucap sambil tersenyum. Dia merunduk sedikit dan dikecupnya dahi Sooyoung.

“Op-pa…” Sooyoung sedikit gemetar, membuat Kyuhyun tertawa lagi.

Kyuhyun menarik tangan Sooyoung dan kemudian menyeret paksa tubuh kurus itu untuk berlari kecil mengikutinya. “Aku tidak mau kau lama-lama berada disini. Bisa-bisa jatah makanku pun kau habiskan. Wek…” ejek Kyuhyun yang berhasil membuat kedua mata Sooyoung semakin membesar. Kyuhyun berlari dan Sooyoung mulai mengejarnya. Alhasil terjadilah insiden saling kejar-kejaran di taman tersebut.

BRUKK!!

Sooyoung terjengkang kebelakang setelah badan tegap seorang namja tak sengaja ditabraknya. Sebelum dia terjatuh, namja itu langsung meraih pinggangnya. Sooyoung belum sempat menyadari keberadaan Kyuhyun untuk sesaat. Namun samar-samar dia mendengar, “Kajima chagie-ah…” suara itu, suara namja yang mendekapnya… dia yakin itu bukan suara Kyuhyun. Akhirnya Sooyoung memutuskan untuk mendongak sedikit dan wajah Siwon sangat mengejutkannya. “Op-pa!”

“Soo-ah…. jangan pernah kau kabur lagi. Memalukan seperti anak kecil saja! Dan kau Siwon-ssi, jangan selalu bermesraan dengan pekerjaanmu saja. Ingatlah, kau memiliki istri yang membutuhkanmu. Kalian berdua, berbahagialah. Phy!” teriak Kyuhyun yang kemudian berlari lagi meninggalkan mereka.

Sebenarnya Kyuhyun tak ingin membiarkan Sooyoung kembali pada namja itu. Tapi apa boleh buat, semuanya sudah jelas. Sooyoung mencintai Siwon. Akan sama-sama menyakitkan jika saja dia tetap egois mempertahankan perasaannya. Bukankah yang dia inginkan hanya kebahagiaan sahabatnya itu?

“Andai saat itu aku tak pergi meninggalkanmu, pasti aku tak akan kehilanganmu. Namun aku sadar, semua sudah terjadi. Aku pergi tanpa jejak dan kini hatimu sudah aman, terkunci pada namja itu, bukan padaku lagi. Soo-ah, aku sangat menyayangimu. Berjuanglah menghadapi segala liku hidupmu. Jangan lagi kau hubungi aku. Aku takut tak bisa melepasmu lagi. Mungkin Tuhan akan mengirimkan malaikatnya padaku sebagai penggantimu. Maka saat dia sudah bersama hati ini, aku akan kembali dan memperkenalkannya padamu. Kau bahagia, aku pun kan bahagia. Saranghae Choi Sooyoung.” Kyuhyun terus berlari, memecah kerumunan orang-orang yang lalu-lalang disekitarnya. Wajahnya tersenyum penuh semangat. Yah, setidaknya dengan tersenyum dia bisa kuat melanjutkan hidupnya. Setidaknya, itulah pesan Sooyoung dulu padanya.

Siwon’s POV

Aku masih mendekap tubuh kurus yang sangat kurindukan. Memang baru dua hari tak kulihat, tapi jiwaku mati tanpanya. Tidak akan, aku tak akan membiarkannya kesepian lagi. Aku tahu rasanya kesepian tersebut.

“Oppa, bagaimana kau tahu aku ada disini?” kudengar dia bertanya dalam dekapanku. Hal itu membuatku ingin lebih mengeratkan pelukanku. Takut dia kabur lagi.

“Tidak penting aku tahu dari mana. Yang jelas aku tidak ingin kau meninggalkanku. Arra?!” tegasku.

“Aku hanya pergi menghilangkan penat saja. Abis… kau selalu menemani semua tugas-tugasmu. Aku merasa menjadi pengganggu jika kau sudah berkutat pada semua pekerjaanmu.” Aku menggeleng cepat dan lebih mengeratkan pelukanku lagi.

“Tidak, tidak, mulai sekarang, aku akan meletakkan semua tugasku di kantor. Seperti yang kau inginkan, aku pulang ke rumah hanya untuk menemanimu dan menghilangkan penatku. Tidak lagi kubawa semua tugas kantorku. Aku janji.”

Kurasakan perlahan dia menarik diri dari dekapanku. Dia tatap kedua mataku, “Apa aku bisa mempercayaimu?” tanyanya, memastikan semua janji yang kuucapkan tadi.

“Bunuhlah aku jika aku melanggarnya!” celetukku tanpa memikirkan apapun. Kalimat itu keluar sendiri dari mulutku. Persetan siapa yang memerintahkannya. Yang jelas saat ini aku hanya ingin Sooyoung percaya padaku lagi. Aku ingin dia mempercayai rasa cinta yang kumiliki untuknya.

Mata Sooyoung kini membulat dan tangannya memukul dadaku. Aku hanya diam tak melawan, membiarkan istrinku memukuli dadaku sampai dia puas.

Detik berikutnya, Sooyoung berhambur memelukku. Pelukannya erat, sangat erat. Bisa kurasakan maksud dari dekapannya tersebut. Aku rasakan pipinya sudah bersandar nyaman di dadaku. Sial, sudah berapa lama kau tak merasakan kerapuhannya saat ini. kenapa aku begitu tak memperhatikannya?

“Apa kau bodoh? Kalau aku membunuhmu, siapa yang harus kuurus dihidupku nanti? Kau tega membiarkanku menjadi seorang janda?” kalimat itu membuatku tertegun sesaat. Hei, kenapa kau berpikir sampai kesana, Soo?? Ck!

Aku tertawa kecil menanggapi jawabannya. Kudekap kembali kepalanya. Kuelus lembut rambutnya. Benar, aku baru sadar, sudah lama aku tak melakukan hal manis seperti ini. “Dengar, Nyonya Choi. Aku akan menjamin kebahagiaanmu mulai saat ini. kau adalah hal terenting yang aku miliki. Percayalah.” Jelasku. Kurasakan dia mengangguk. Maka kukecup puncak kepalanya. Tuhan, dengan begini saja aku sudah bahagia. terimakasih kau telah membuka pandangan hatiku yang sempat terelakkan.

Siwon’s POV end

Malam ini, mereka berdua bermalam di sebuah penginapan kuno. Walau pun taka da kemewahan, tapi mereka tetap merasakan suatu kenyamanan. Yah, hal itu akan tetap mereka rasakan ketika mereka ada untuk satu sama lainnya. Saling melengkapi ruang hampa yang ada di diri masing-masing. Satu yang mereka yakini: Tuhan, hanya orang ini yang bisa mengisi ruang hampa didiriku itu.

“Soo…” gumam Siwon, menyapa istrinya yang ada tepat diwajahnya. Posisi mereka sangat dekat dan saling pandang. Sooyoung hanya bergumam menjawab sapaan tadi. Kedua mata mereka tetap menatap wajah satu sama lain. Padahal baru dua hari, tapi rasanya sudah sangat lama. “Soo-ah…” sapanya lagi.

Kini Sooyoung tersenyum sambil melayangkan jemari tangannya ke wajah tampan didepannya. “Wae, oppa?”

“Saranghae…” lirih Siwon sambil memajukan wajahnya untuk lebih mendekati Sooyoung. Disaat Sooyoung masih sedikit tegang atas suara Siwon tadi, bibir hangat menyentuh bibirnya. Sontak meta mereka memejam bersamaan. Menikmati hangat yang tersalur dikeduanya.

Tidak akan bisa Sooyoung menolak rasa hangat yang kini mendalam keseluruh bagian didalam rongga mulutnya. Dengan senang hati dia berikan keluasan untuk suaminya menjamah tubuhnya. Walau beberapa kali melakukannya, Sooyoung sadar rasanya sangatlah berbeda. Sebelumnya, Sooyoung hanya merasakan perlakuan Siwon penuh nafsu. Namun kini, dalam kelembutan dan kehangatan ini, Sooyoung percaya, Siwon sedang menyalurkan jutaan cinta untuk Sooyoung.

“Nado Sranghae, oppa…” jawab Sooyoung ditengah lumatannya.

Hal itu membuat Siwon semakin bergairah lagi. Dia sudah mulai memasukkan tangannya untuk mengelus punggung istrinya. punggung itu sudah beberapa kali dijamahnya, tapi kenapa kali ini snagat berhasil membuatnya berdebar?

Tanpa diperintah lagi, Sooyoung pun mengikuti pekerjaan yang dilakukan suaminya. Dia juga mengelus punggung bidang didekapannya. Mereka tersenyum ditengah lumatan nikmat itu. Kini Siwon sudah membalikkan tubuhnya. Kekekarannya itu sudah menangkup tubuh kurus Sooyoung. Merasa kehabisan nafas, keduanya menghentikan lumatan mereka guna menghirup oksigen tuk bernafas. Jujur, kini mereka merasakan suatu keanehan yang tak pernah mereka rasakan. Bahkan dimalam pertama mereka melakukannya.

“Oppa, jangan abaikan aku lagi, ya?”

Siwon tersenyum, “Tidak akan.” Lalu melanjutkan menguasai leher Sooyoung, membuat gadis itu mendesah. Dan hal itu tak bisa dihentikan lagi. Mereka larut dalam suasana romantis penuh citra hangat diantara mereka. dalam hati Siwon berkata, “Bodoh jika aku mengabaikanmu lagi, Choi Sooyoung!”

Pukul delapan pagi, Siwon dan Sooyoung sudah berada di bandara. Walau berat hati, Sooyoung akhirnya mau diajak meninggalkan Busan. Sebenarnya dia takut jika saat kembalinya mereka, suasana akan kembali sepeti semula. Namun, merasakan genggaman erat suaminya, akhirnya Sooyoung memilih untuk tersenyum dan membuang pikiran buruk tadi.

“Oppa, kenapa kita ke penerbangan luar negri?” tanya Soo saat menyadari ruang tunggu yang kini dia tempati.

Siwon tersenyum dan mengeratkan rangkulannya. Pipi bulat Sooyoung dikecup dalam olehnya. Kemudian dia tersenyum, “Aku sudah mengosongkan jadwal selama satu minggu. Aku ingin mengajakmu bulan madu, Nyonya Choi!”

Mendengar hal tersebut, Sooyoung menatap Siwon dalam. Matanya mulai berkaca-kaca. “Op-pa~” lirihnya. Sungguh, dia merasa tak percaya atas apa yang dia dapatkan hari ini. seorang Choi Siwon memiliki waktu luang untuk berbulan madu? What a surprise that!

“Kau suka?”

“Jongmal jhoahae… nan haengbokhe….gomawo…” ucap Sooyoung tulus.

CHU~~~

Siwon menbungkam mulut Sooyoung dalam. Tak dihiraukan lagi orang-orang yang ada disekitarnya. Saat ini dia ingin membalas segala moment yang dia lewatkan bersama istri tercintanya. Tidak akan pernah lagi dia dahulukan pekerjaannya. Mulai saat ini, hanya gadis ini menjadi keutamaan hidupnya. Seorang yang akan selalu mendampinginya, yang selalu dicintainya dan mencintainya. Hanya Choi Sooyoung.

_END_

Gimana??
Apakah endingnya aneh?
Huaaa… aku susah banget ngebayangi Wonpa ama Soo eonni berpasangan… >,<
But, I got it well… *maybe -_-

So, guardians… Please tinggalkan jejak kalian dengan kritik dan komentar tentang ff SooWon satu ini.

GOMAWO^^

39 thoughts on “[SooWon] Marry is Marry – 2 of 2

  1. Pingback: [SooWon] Marry is Marry – 2 of 2 | Sooyoung Fanfiction Indo

  2. sosok kyu di sini tergambarkan seperti lagu super junior yg good person, jadi walaupun ceweknya udh jd mantannya, tp dia perhatian sm mantanya, ada saat dibutuhkan…

    ya ceritanya lumayan bagus, singkat dan jelas…
    next ff ya gomawo

  3. untung Siwon oppa cepet menyadarinya
    kalo gak pasti Soo udah direbut sama Kyu oppa, hehehe
    Semuanya udah kembali menjadi normal, syukurlah mereka udah baikan
    moga cepet dapat anak

  4. ceritanya ringan, jadi santai bacanya(menurut aku sih).
    Boleh request gk? Buatin ff yg ceritanya komplex, jadi bisa nambah nguras emosi reader yg bacanya. Bisa jadi bahan referensi marchiafanfiction.wordpress.com

  5. bagus banget ceritanya thor,,
    tpi sempet nyesek sih ad kyuhyun distu kasian ngeliat kyuhyun,,
    tpi gpp ceritanya kren abis thor (y)

  6. Mungkn udah trbiasa ama ff kyuyoung jd kmunya susah. Hehe mianhe saeng merepotkanmu. But ini story yg tidak mengecewakan sma sekali. Bgus bgt mlah. Thanks very very thanks. Hehe.. Kyu dsni jg hebt. Arkh emg galau klo surh mlh kyuyoung or soowon. 2’a pairing fav.qu. Jeongmal gowamo

  7. Kyu oppa disini baik banget🙂 suka sama karakternya. Akhirnya Siwon oppa sadar jg, kalau dia kurang perhatian sama Soo eonnie. Suka sama ffnya, beda sama yg lain ceritanya kkk ~ keep writing thor ! Aku tunggu karyamu yg lain ^^

  8. chingu, coba ini kyuyoung pasti bagus banget!! hehe mian yang soowon –“v tapi aku juga soowon shipper kok, tapi lebih ke kyuyoung, hehe –“v
    waahh, daebak! jjang! ffnya chingu! ^^
    kyuhyun oppa sabar ya, sooyoung eonnienya cuma akting aja kok diff ini –” *abaikan

  9. Keren…
    Tapi kasihan Kyuppa…
    Masih ttp mencintai soo..
    Dy slalu ada buat soo..
    Tapi coba aja Kyuppa gk mau lepasin soo…
    Kyuppa baik bgt…
    Lebih suka kyuyoung dari soowon..

  10. Aku knight dan guardianz jdi agk gmpng sjujur’a ngbyangin mrka..:)kyupppa daebak bnget mau sbar sma soo unnie…:)
    Soowon so sweet bngett…
    Kyuyoung jga so sweet bngett..:)
    Biarpun udh mntan tpi msih sayang2’an..:),bkin AS’a dong thor??

  11. Siwon nggak bersyukur sih, punya istri sebegitu perhatiannya malah diabaikan. nah, waktu dia pergi, kangen deh… tapi untungnya aja happy ending. Suka deh sama ff ini. Goodjob buat authornya🙂

  12. Selesai jg bacanya..syukur dhe kalo siwon oppa berubah..kirain bakal balikan sama kyuhyun…hehehe…bagus kok thor ceritanya…Gomawo (∩_∩)

  13. Kyuhyun oppa dewasa sekali,
    tuh kan siwon oppa baru tau rasa
    makanya jgn sakitin soo unie,
    bikin ff soowon lg dong chingu… He he he…

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s