[SERIES] I’m Back to Love You – 9

I'm back to love You - 9

“Percayalah, Semua akan indah pada waktunya”

Tittle : I’m back to Love You – Part 9
Author : Fatminho
Genre : Romance, Family, dramatic
Length : Series
Rated : 18+
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung (Kyuyoung Couple)

Disclaimer :

This Plot is realy Mine!

SIDER?? GO AWAY SOON!!

😀 Happy Reading😀

***


Saat kesadarannya kembali, Kyuhyun melangkahkan kaki mendekati Sooyoung. Suasana tetap tegang dan hening. Tak ada satu pun bibir yang bersua. Berita sudah terdengar. Lalu, apa yang bisa dilakukan didetik yang sama seperti ini? Mungkin terdiam adalah pilihan terbaik.

Tepat didepan istrinya itu, dia berjongkok dan memunguti pecahan beling yang berserakan disana. Melihat hal tersebut, Sooyoung ikut mengambil posisi yang sama. Dia berjongkok dan meraih tangan Kyuhyun yang sedang sibuk memunguti pecahan tersebut. Sontak pemilik tangan itu mendongak menatapnya.

“Biar aku yang membereskannya. Bangunlah,” ucap Sooyoung dengan nada datar. Kyuhyun tak bergeming. Dia tetap menatap lurus wajah istrinya. Sooyoung tidak marah, apa dia mimpi? “Kenapa?” tanya Sooyoung, menghapus keheningan lagi.

Suara dan tatapan datar yang disaksikan Kyuhyun kini berhasil membuatnya menitikkan air mata. “Youngie-ah… ak-“ ucapannya terhenti karena dirasakan sebuah tangan lembut tengah meremas jemarinya. Dia semakin heran menatap si pemilik tangan didepannya.

“Biarkan aku yang menyelesaikannya.” Suara Sooyoung yang tetap datar dan paras yang tak terbaca, semakin membuat hati Kyuhyun sakit. Bahkan Sooyoung tak menangis seperti dirinya kini. Istrinya ini memang tidak marah, tapi kecewa. Ya, Kyuhyun tahu itu.

Dengan penuh keberanian, Kyuhyun balik menarik tangan Sooyoung untuk berdiri bersama. Hanya didepan Sooyoung, seorang Cho Kyuhyun berani menampakkan sisi cengengnya. Ya, dia menangis, melunturkan sedikit rasa sesak yang dirasakannya kini. Dia takut yeoja yang sudah kembali padanya ini menghilang lagi.

“Jangan acuh padaku, Young!!” ucapnya.

Mendengar kalimat itu, Sooyoung menatap Kyuhyun heran. “Siapa yang acuh?”

“Jangan berpura-pura bodoh, Choi Sooyoung!” Entah kenapa Kyuhyun jadi geram dengan istrinya.

“Kaulah yang bodoh. Kenapa kau tak lekas siap-siap pergi ke kantor agency? Kau ingin berita konyol itu tetap menyebar luas berhari-hari?”

Seketika tangisan Kyuhyun terhenti. Dia menatap wajah Sooyoung penuh keheranan. “Ka-u…”

Sooyoung mulai tersenyum kecil dan meraih kedua lengan suaminya. Dia tangkup lengan kekar itu. Dan kini, dia kembali menatap datar suaminya. “Aku percaya pada suamiku. Sekarang, pergilah. Selesaikan semuanya. Bilang pada mereka, berita itu bohong.” Lalu melepaskan kedua tangannya dan tersenyum lagi.

“Kau bersedia menungguku?” tanya Kyuhyun ragu sambil meremas kedua tangan istrinya, lembut.

Sooyoung mengangguk. “Ya, aku akan menunggumu.”

Barulah senyuman lega menghiasi wajah pucat Kyuhyun. Tak peduli orang lain, selama Sooyoung percaya padanya, itu sudah sangat cukup baginya. Dengan sigap direngkuhnya tubuh kurus istrinya. “Gomawo, chagie~” pelukan yang semakin erat. Tak jarang air matanya luntur bergantian membasahi pipinya. Begitu juga Sooyoung yang sudah membalas pelukan yang didapatkannya. Pelukan yang hangat. Dia tersenyum dan menepuk-nepuk punggung suaminya, memberikan semangat pada lelaki yang selama ini dia cintai.

***

Kyuhyun’s POV

Aku sudah siap untuk berangkat ke agency. Manager-hyeong pun sudah memberitahuku bahwa dia sudah menunggu di parkiran. Saat hendak melangkah menuju pintu keluar, kedua kakiku terhenti dan menoleh ke samping. Ya Tuhan, istriku masih bisa tersenyum setelah dia menyaksikan hal yang membuatnya sakit hati seperti itu?

“Kenapa diam? Kau harus cepat berangkat!” titahnya.

Sebenarnya, apa yang dia pikirkan tentangku? Bagaimana dia bisa setenang ini? apa dia tak peduli?

“Bagaimana bisa kau tersenyum seperti itu di saat seperti ini?” tanyaku akhirnya.

Dia tersenyum dan jalan mendekatiku. “Aku pernah berada di posisi sepertimu, walau tidak dalam ‘masalah’ yang sama. Saat dulu, ketika aku memilih membantu penyembuhan Siwon-oppa, kau marah padaku karena menganggapku lebih memilih Siwon-oppa dan aku tahu kau sakit hati. Namun, jauh dari semua itu, aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Aku yakin kau tidak tahu rasa hatiku saat itu karena kau masih terjerat emosi penghianatan yang aku lakukan. Dan keadaan sekarang, sama seperti saat itu. Kini giliran kau yang harus pergi dengan ‘alasan’ menyelesaikan perkara. Jika saja aku buta hati, mungkin sudah sedari tadi aku mengepak barang-barangku dan pergi darimu atau lebih buruknya, aku akan meminta cerai darimu. Tapi, aku bersyukur, otakku berhasil menepuk hatiku tuk mengingat dan memahami segalanya. Aku tahu, kau sangat kacau dan bingung. Dan aku pun tahu, jika aku menganggapmu penghianat saat ini, kau akan lumpuh jiwa dan akhirnya permasalahanmu semakin rumit. Maka dari itu, aku ingin semuanya membaik. Hanya satu yang bisa kau genggam dariku…” aku tak bergeming sedikit pun. Kalimat-kalimat yang barusan kudengar sangat mengundang ribuan mili air mataku tuk gugur ke wajahku.

“Apa?” tanyaku ditengah isakku. Dia tersenyum dan meraih kedua tanganku. Dia kecup satu persatu punggung tanganku.

“Aku percaya padamu.”

Sungguh, betapapun indahnya sajak sang pujangga dunia, kalimat dari penulis terkenal, dan pidato moderator sehebat apapun, tak akan bisa mengalahkan tiga kalimat yang baru saja Sooyoung ucapkan didepanku. Berucap dengan senyuman penuh arti.

Tanpa ijin terlebih dulu, langsung saja kuraih wajahnya dan kudaratkan bibirku tepat dibibirnya. Kulumat pelan bibir kenyalnya. Hanya bibir ini yang bisa membuatku tenang. Hanya bibir seorang Choi Sooyoung.

***

Aku berjalan memasuki koridor kantor agency. Seperti biasa, teman pers sudah ribut mengejar-ngejarku tuk mendapatkan info tentang permasalahan yang sebenarnya.

“Kyuhyun-ssi, apa benar janin itu milikmu?”

“Sejak kapan hubungan anda sedekat itu dengan Yi Xiao?”

“Lalu bagaimana kelanjutan rumah tanggamu jika itu memang janinmu?”

“Apa Nyonya Cho Sooyoung tak merasa terganggu dengan berita ini?”

“Apa reaksi yang dia berikan setelah mengetahui berita ini?”

“Lalu, bagaimana jika istri yang anda cintai itu meninggalkan anda?”

“Apa sudah ada tanggapan dari keluarga anda?”

Semua pertanyaan yang tersua dari bibir para pers tak ada satu pun yang kutanggapi. Manager hyeong juga ikut mengendalikan gemuruh tersebut bersama para satpam dan anggota penyelamat lainnya. Sedangkan aku terus menerobos jalan untuk bisa sampai ke ruang direktur. Benar kata istriku, aku harus segera mengklarifikasi segala kekonyolan ini.

Awalnya aku heran, bagaimana bisa ada yang merekam kedatangan Yi Xiao saat itu dan dengan tega mempublikasikannya. Disinilah aku mendapatkan suatu pelajaran berharga. ‘seketat apapun perlindungan apartment yang kugunakan, para pers atau antis atau siapapun yang menginginkan aku jatuh tetap bisa meniadakannya’

“Kyunie!” kudengar suara memanggilku. Aku berhenti tepat di tengah koridor. Saat menoleh, kudapatkan sosok teman dekatku selama berkiprah didunia entertain: Minho, Jungsoo, Hyukie, Changmin, Sungmin, dan Donghae. Aku tidak tahu ekspresi apa yang harus aku wujudkan saat ini. Akhirnya, aku memilih diam dan memandang mereka mendekatiku.

“Katakan kalau berita itu bohong!” cetus Jungsoo hyeong.

“Aku tidak akan memaafkanmu jika kau menyakiti Uri Sooyoung!” kini omelan Sungmin. Tiba-tiba aku teringat sesuatu tentangnya. Saat pernikahanku lalu, Sooyoung terlihat akrab dengan Sungmin. Apa mereka memang teman?

“Tidak. Aku tidak akan menyakiti yeoja yang aku cintai. Aku bisa memastikan, berita itu bohong. Lebih tepatnya, hanya salah paham.” Jelasku yang membuat mereka mengangguk serempak.

“Kalau begitu, segeralah temui direktur. Jelaskan yang sebenarnya dan buat dia percaya padamu” ungkap Donghae, sahabatku dari mokpow.

“Ya, dank au tidak usah cemas. Kami disini akan selalu mendukungmu.” Ujar Changmin.

“Hyeong, aku tahu kau sangat mencintai Soo-noona, sudah pasti aku akan mendukungmu!”

“Nde, tentu aku juga ikut mendukungmu.”

“Hwaiitingg Kyuhyun-ah!”

Aku tersenyum dan menunduk hormat sekilas pada mereka yang masih sempat memberiku semangat ditengah kesibukan mereka. “Gamshamida…” ujarku singkat dan segera berbalik menuju ruangan direktur.

Kyuhyun’s POV end

***

Sooyoung’s POV

Sudah satu setengah jam yang lalu Kyuhyun menghilang dari balik pintu itu. Namun, aku tetap memandang benda tak bergerak itu, berharap sosoknya kembali padaku. Tanpa kusadari, aku menangis. Bohong jika kukatakan bahwa saat ini, setelah mendengar berita itu, pikiranku tenang dan masih bisa tersenyum sambil menunggu ‘suamiku’ datang kembali.

Ingin rasanya kuremas bahu Kyuhyun, melampiaskan rasa kacau dipikiranku, tapi aku takut. Aku takut Kyuhyun down saat aku mengeluh masalah kegelisahan yang menderaku.

Aku juga tak menyangka respon yang kutunjukkan sangat ‘noncent’, bahkan gaya seperti itu lebih pantas dikatakan oleh yeoja yang bukan berstatus sebagai istri Kyuhyun. Namun, aku berusaha melakukannya dengan baik. Aku ingin Kyuhyun tahu kalau aku-lah satu-satunya orang yang bisa dia percaya saat ini. Walau susah tuk berpikir seperti itu, aku harus berusaha. Sakit juga menahan segalanya, tapi akan lebih parah jika aku tak menahannya.

Rasa gelisah ini, rasa takut dan juga khawatir yang teramat dalam ini, biarlah aku sendiri yang merasakannya. Kuharap Kyuhyun percaya dengan ketenanganku pagi tadi. Kalau boleh jujur, aku sangat sesak sejak pagi tadi. Aku takut jika Kyuhyun mengetahui kegelisahanku. Aku yakin, jika Kyuhyun melihat kegelisahanku, dia akan semakin khawatir dan akhirnya masalah kebenaran dan tidaknya atas berita itu semakin berantakan.

Aku berusaha agar semuanya cepat teratasi. Jujur, aku merasa behagia bisa kembali bersamanya, jadi aku tak mau ada hal apapun yang merusaknya. Kyuhyun-ah… kumohon, katakanlah pada dunia kalau kau bukan pelakunya…

Tidak Soo, kau tidak boleh berpikiran negative dengan suamimu. Ingatlah, dia mencintaimu dan kau pun mencintainya. Ya-ya-ya, tenanglah, berita itu benar-benar omong kosong belaka.

Kuhela nafas berkali-kali sambil menggelengkan kepala, berusaha meyakinkan diri bahwa berita yang kusaksikan itu tidaklah benar.

Aku memutuskan untuk pergi belanja ke supermarket depan. Saat keluar dari apartment, aku tak sengaja melihat jendela disamping koridor. Jendela yang memperlihatkan keadaan kota Seoul diluar sana. Memang sangat indah, tapi tidak untuk pemandangan dibawah. Wartawan gila itu masih berkumpul disana. Bukankah Kyuhyun sudah pergi dan dijamin tidak ada disini? Atau jangan-jangan mereka menungguku?

Sungguh, melihat pemandangan itu membuatku pusing dan kepala ini terasa berat. Entah apa yang membawa pikiranku saat ini, hingga aku lebih memilih turun melalui tangga daripada lift. Yah, kurasa dengan lewat tangga ini, waktuku akan lama sampai di lantai dasar. Sepertinya aku tidak bisa ke supermarket depan, maka dari itu, kupilih kantin sembako yang ada di lantai tiga. Oh, Tuhan, lima lantai kuturuni dengan anak tangga. Bisa dibayangkan keadaan wajah pucatku saat ini.

Lantai 6. Kau sudah sampai di lantai enam. Kau harus kuat Choi Sooyoung! Sepertinya aku harus masuk lift setelah ini. Kepalaku benar-benar tidak bisa diajak bekerjasama. Sudah terlalu pening.

Sooyoung’s POV end

***

“Tidak ada, kekasihku tidak ada di Korea.”

“Apa???” pekik keras Kyuhyun dan Direktur Lee.

Jawaban buruk yang mereka dengar dari Lou Yi Xiao nyaris membuat harapan mereka ambruk. Sudah berbagai cara dipikirkan dan hasilnya benar-benar tak ada yang berguna. Harapan terakhir hanya dengan mendatangi kekasih Lou Yi Xiao, ayah genetic dari janin Yi Xiao. Namun, apa yang mereka dengar tadi?

“Kalau begitu, kita adakan konfrensi pers secara khusus. Yi Xiao akan menjelaskan kebenarannya. Dan disini, harapan kita adalah mereka tidak menuntut hal yang lebih atas pertanyaan yang akan mereka lontarkan.” Putus Direktur Lee.

“Kalian tahu apa akibat dari berita ini? penjualan saham akan menurun drastis. Jika Konfrensi pers kali ini gagal, maka jalan akhir adalah mengasingkan kalian berdua. Kau harus kukirim ke Amerika dan Yi Xiao akan kembali ke China. Selama empat atau Lima tahun, bangunlah karier kalian dari nol lagi di daerah yang baru sampai berita konyol ini bersih.” Jelasnya lagi.

“Bagaimana mungkin saya harus melakukan semua itu, sedangkan saya benar-benar tidak melakukannya. apa pantas saya yang menanggungnya?” protes Kyuhyun dengan sedikit emosi.

“Op-pa…” lirih Yi Xiao yang baru kali ini melihat Kyuhyun marah.

“Kalau begitu, kita harus mencari kekash Yi Xiao, ayah biologis janin tersebut. Setelah itu, barulah kita bisa adakan konfrensi pers…”

“Baiklah kalau begitu, saya akan-“

“Ah, untuk sementara semua jadwalmu akan dihapuskan, Kyu.” Potong direktur Lee.

“Ya, saya mengerti. Permisi.” Pamit Kyuhyun sebelum berlalu meninggalkan ruangan direktur bersama menagernya.

Yi Xiao tampak mengikuti Kyuhyun dan berusaha menyeimbangkan langkahnya dengan namja tersebut. “Oppa… tunggu!” panggilnya.

Berhasil. Kyuhyun dan manegernya berhenti dan berbalik menghadapnya. Kyuhyun maupun managernya, tak membuka suara sama sekali. Mereka berdua hanya menatap Yi Xiao dnegan pandangan bertanya, ‘ada apa?’ yang pada akhirnya mengundang Yi Xiao menghampiri mereka.

Yi Xiao sudah berhadapan dengan Kyuhyun. Dia juga bingung apa yang harus dia katakan pada temannya tersebut. Baginya, Kyuhyun adalah teman terbaik yang pernah dia miliki. Teman yang bisa menjadi pendengar setia. Namun, apa yang terjadi saat ini benar-benar di luar dugaannya.

“Op-pa… mianhae…” lirih Yi Xiao. Kali ini dia benar-benar merasa bersalah. Dia menangis di bawah tundukan kepalanya. Melihat hal tersebut, Kyuhyun benar-benar merasa iba. Dia marah, tapi masihkah bisa dia lakukan hal itu disaat melihat yeoja mungil tersebut mennagis? Setega itukah dia?

‘Hahhhh…’ desah nafas berat Kyuhyun. Benar, ini semua sangat membuat tubuh, jiwa, dan sampai nafasnya merasa beat dan sesak. Tuhan, kembalikanlah ketenangan jiwanya detik ini juga agar dia bisa lebih sabar menghadapi segala lika-liku hidupnya.

Kyuhyun mengusap kasar wajahnya. Kemudian dia ikut menunduk sejenak sebelum akhirnya mendesahkan nafas lagi. Kali ini dia benar-benar tak bisa melakukan apapun.”Gwenchana. ini memang resiko seorang entertain. Aku harap, kau bisa menghubungi namjamu secepat mungkin agar masalah ini bisa langsung teratasi.”

Kepala yang sedari tadi bersembunyi pun langsung terangkat dan menatap Kyuhyun. “Jika aku tak menemukannya, maukah oppa membantuku mengakui segalanya, sampai anak ini lahir?”

JJJDDRR!!

“YA!” pekik Kyuhyun dan Manegernya. Ini sudah keterlaluan, wajar jika sang manager ikut andil didalamnya. Jelas-jelas masalah ini sangat merugikan Kyuhyun.

“Jangan gila! Aku sudah menikah! Tidak mungkin aku mengakui hal yang sangat tidak aku ketahui. Yi Xiao, aku mohon, pikirkan baik-baik segalanya. Aku mohon-“

Tangisan Yi Xiao pecah dan menghentikan kalimat Kyuhyun. Gadis itu kini bersimpuh setelah merasa kakinya lemas dan tak mempu menopang tubuhnya yang mungil tersebut. “Hanya oppa yang bisa menolongku… hiks…” racaunya di tengah isakan yang berhasil membuat Kyuhyun dan Manegernya tak mengerti.

Mengerti akan ekspresi mereka, Maneger pribadi Yi Xiao langsung angkat bicara. “Ayah Yi Xiao mengancam akan membunuhnya jika satu minggu lagi tak ada namja yang mengakui janin itu sebagai miliknya.”

“Apa?!” lagi-lagi Kyuhyun dan manegernya memekik serempak.

“Hei, mana ada seorang ayah sekejam itu?!” protes maneger hyeong.

“Memang sangat aneh, tapi yang aku tahu sampai saat ini, setidaknya ada tiga atau lima ayah yang seperti itu. Sialnya, Ayah Lou Yi Xiao termasuk didalamnya.”

Kyuhyun bungkam seribu bahasa. Bagaimana bisa dia tersesat seperti sekarang?

“Op-pa…” gumam Yi Xiao yang masih terisak kecil. Perlahan dia berusaha meraih tangan Kyuhyun. Setelah berhasil, dia meremas jemari Kyuhyun dan meletakkan dahinya disana. “Kumohon, bantu aku oppa. Tidak ada yang bisa membantuku selain kau. Kaulah yang ayahku tahu sebagai pelaku semua ini.” jelasnya.

Kedua mata Kyuhyun memanas sudah. Perlahan tapi pasti, bola mata itu pun mengkristal. Dia ingin nangis, tapi tak ingin dia lakukan disini. Setengah tepaksa, dia tarik tangan Yi Xiao dan memberdirikan tubuh mungil gadis itu.

“Dengarkan aku Yi Xiao! Jujurlah pada kedua orangtuamu tentang siapa ayah dari janin yang kau kandung saat ini. Katakan pada ayahmu, bukan aku pelakunya. Mari cari namjamu bersama-sama.. Aku tidak bisa melakukan banyak hal seperti yang kau bayangkan. Aku harap kau mengerti.” Ujar Kyuhyun sesabar mungkin. Perlahan dia melepas pautan tangannya dari tangan Yi Xiao. Dia berbalik untuk pergi. Namun, sebelum dia benar-benar pergi, dia berkata tanpa berbalik menatap Yi Xiao, “Sekali lagi, tolong, jangan mengharapkan aku melakukan semuanya. Kau dalam bahaya, tapi jika aku masuk terlalu dalam, justru akulah yang lebih bahaya,” Kyuhyun berhenti berkata sejenak. Dalam hati dia berkata, ‘Aku takut kehilangan Sooyoung untuk kesekian kalinya’ Kyuhyun menghela nafas dan melanjutkan, “Kuharap kau mengerti.” Kemudian dia berlalu meninggalkan Yi Xiao yang masih menangis.

***

Tiffany terlihat sedang berjalan di koridor apartment, menuju apartmen Sooyoung. Setelah menyaksikan berita tentang Kyuhyun tadi pagi, dia langsung berpikir tentang Sooyoung. Bagaimana keadaan yeoja itu saat ini?

Sesampainya di sebuah pintu bertuliskan KS-08 Tn. & Ny. Cho. Tiffany langsung menekan tombol bel, berharap ada seseorang yang membukakan pintu tersebut untuknya. Satu kali, dua kali, tiga kali, dan empat kali, tetap tak ada jawaban. Dia memutuskan untuk menghubungi Sooyoung melalui ponselnya. Tersambung, tapi tak terjawab sama sekali.

Tiffany menoleh kearah kiri setelah mendengar derapan kaki orang. Sontak matanya membulat saat melihat dua orang namja tengah membopong tubuh seorang yeoja yang dia yakini itu adalah Sooyoung. “Ommona! Sooyoung-ah… waegeurae??” ujar Tiffany sambil menepuk-nepuk pipi Sooyoung. Setelah itu dia melihat kearah dua namja yang membopong Sooyoung, “Chogyo… apa yang terjadi dengan teman saya ini?” tanyanya.

“Jeosonghamnida. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan yeoja ini. kami menemukannya tergeletak tak berdaya di depan lift lantai lima saat kami hendak turun.” Jelas namja yang terlihat sedikit muda di banding namja disebelahnya.

“Dan setelah kami menanyakan kepada petugas, tenyata yeoja ini tinggal disini. Apa anda bisa membuka apartmentnya sekarang, Agashi?”

“Tidak. Saya tidak bisa membukanya. Kalau pun bisa, tidak akan saya biarkan teman saya yang tak berdaya ini disini. Ehn… Chogyo… bisakah anda membantu saya ke parkiran? Saya akan membawanya ke rumah sakit.”

“Nde!”

Setengah jam berlalu, kini Tiffany sedang menunggu Siwon yang baru saja dia hubungi. Jujur, baru kali ini dia merasa panik dengan keadaan seseorang. Sedikit banyaknya dia sempat berpikir, ‘beginikah rasa panic yang keluarga dan kerabatnya rasakan saat dia yang ada di dalam sana?’ memikirkannya saja, Tiffany sudah merasa sesak dan sedih. Tak sedikit air mata yang keluar mengaliri wajahnya.

“Chagie-ya… bagaimana keadaan Sooyoung?!” tanya Siwon yang baru saja sampai didepan Tiffany yang sedang menundukkan kepala. Mata Siwon membulat kala melihat wajah Tiffany yang basah. “Fany-ah, waegeurae?”

Grab!

Tiffany langsung berdiri dan memeluk Siwon. Dia menangis didalam dekapan erat Siwon. “Oppa… aku takut…” ucapnya.

“Apa yang kau takutkan, sayang? Ada apa dengan Sooyoung?” tanya Siwon pelan sambil mengelus kepala Tiffany.

Tiffany menggeleng sambil meremas kemeja putih Siwon. “Aku takut terjadi sesuatu pada Sooyoung. Dia ditemukan pingsan di depan lift, oppa…”

Belum Siwon menjawab, suara seorang dokter mendahuluinya. “Apa anda keluarga pasien?”

Tiffany dan Siwon melepas dekapan, “Ya, kami saudaranya.” Jawab Siwon. “Bagaimana keadaan adik saya, dok?” tambah Siwon.

“Nona itu sedang mengalami depressi. Ini sering terjadi jika seseorang menyembunyikan suatu hal yang menyakitkan didalam hatinya. Untuk sementara, dia akan kami tempatkan di ICU sampai detak jantungnya normal. Setelah itu kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap.”

“Terima kasih, dok. Saya mohon, lakukan yang terbaik untuknya.”

Dokter mengangguk, “Itulah tugas kami. Permisi.” Dokter itu berlalu meninggalkan Siwon dan Fany.

“Sial! Aku yakin ini semua karena Cho Kyuhyun keparat itu! Bagaimana bisa gossip konyol seperti itu menimpanya hingga membuat Sooyoungie seperti ini?!” umpat Siwon.

“Oppa, apa kita perlu menghubungi keluarganya?” tanya Tiffany.

“Kurasa lebih baik kita hubungi Sojin saja!” putus Siwon yang langsung menyeluk saku celana dan mengambil ponselnya.

***

Kedua orang tua mereka belum mendengar kabar apapun yang sedang beredar. Syukurnya, orangtua Kyuhyun sedang ada di Eropa dan Orangtua Sooyoung sedang berlibur di Jepang. Sojin dan Ahra sudah mendengar kabar buruk itu dan dengan sigap memerintahkan orang agar kedua orang tua mereka yang tidak ada di Korea itu tidak mendengar masalah genting yang menimpa Kyuhyun dan Sooyoung.

Kini Sojin dan Ahra sedang menjaga Sooyoung yang baru saja di tempatkan di pavilion keluarga. Dia menatap wajah tirus Sooyoung. Siapa yang dapat menyangka jika adiknya yang super ceria itu mengalami hal seberat ini? apakah cinta sejati harus diuji secara keras seperti yang dihadapi Sooyoung dan Kyuhyun ini? tidak adakah kesempatan untuk mereka bersama dalam suasana damai dan penuh cinta?

“Soo-ah, kata dokter kau depressi. Apa karena berita konyol itu, eoh?” tanya Sojin. Sooyoung menggeleng. “Tidak, aku hanya kelelahan saja.” Jawabnya.

“Kau berpura-pura tenang didepan Kyunie, iya kan?” tanya Ahra. Sooyoung tersenyum. “Karena memang harus seperti itu. Aku tidak ingin menambah beban Kyuhyun.” Jelasnya,

“Tapi kau jadi kepikiran dan sesak. Itu lebih parah, Sooyoung! Bukankah aku sudah mengatakannya padamu untuk mengatakan apa yang kau rasakan sebenarnya?!” omel Sojin.

“Sudahlah eonni-ya… nan gwechana…”

“Kurasa Kyuhyun sudah membereskan masalahnya. Aku harus tahu kabarnya dan dia juga harus tahu kabar istrinya saat ini.” ucap Ahra yang sedang panik dengan situasi saat ini. Dengan segera dia seluk tas tangannya dan meraih ponselnya. Baru saja hendak menghubungi Kyuhyun, suara serak nan pelan milik Sooyoung mengiterupsinya, “Andwaeyo…”

Sojin dan Ahra menatap Sooyoung. Mengerti akan tatapan kedua kakaknya tersebut, Sooyoung hanya bisa menggeleng pelan sambil tersenyum. “Nanti pikiran Kyuhyun semakin kacau. Jangan beri tahu dia.”

“Tapi Soo, dia har-“

“Tidak perlu eonni! Aku harus kuat agar dia juga kuat.” Ucap Soo.

“Kyuhyun akan kuat jika dia ada disampingmu, Soo…” timpal Ahra.

“Annio eonni-ya… hal itu tak berlaku untuk saat ini. Aku harus memberikannya waktu.”

“Maksudmu, Soo?”

***

Malam harinya, Kyuhyun sudah tampak memasuki apartmentnya. Kesan pertama yang dia dapat adalah ‘gelap’ kemudian satu pertanyaan langsung tercipta, ‘kenapa Sooyoung tidak menyalakan lampu sama sekali?’ kemudian dia melangkah semakin masuk. Tangannya terulur kearah dinding dan menekan saklar untuk menghilangkan padam gulita di apartmentnya. Setelah itu kesan yang dia dapat adalah, ‘berantakan’ dan pertanyaan baru pun tercipta, ‘Apa Sooyoung tidak bersih-bersih hari ini?’

“Youngie-ah… chagie… kau dimana?” panggilnya.

Tak mendapatkan sahutan yang diinginkan, Kyuhyun segera masuk kamar dan mengecek segla ruangan lainnya. “Yeobo… jangan bercanda. Kau dimana? Aku membutuhkanmu….” jerit Kyuhyun. Perlahan tubuhnya serasa runtuh dan seketika melayu ke lantai. Dia menangis. “Kau pergi meninggalkanku. Padahal kau berjanji akan menungguku…”

“BODOH!”

“Ka-u…” sejenak suara Kyuhyun seakan hilang. Melihat Siwon yang berdiri menjulang didepannya.

“Sooyoung masuk rumah sakit gara-gara kau! Kenapa kau hanya bisa menangis disini, eoh? Cepat kesana!!!”

***

Dengan didampingi Siwon, Kyuhyun berjalan menuju ruangan Sooyoung dengan penyamaran yang pas. Gila saja jika dia tak memakai penyamaran sedikit pun, bisa-bisa rencananya bertemu istrinya gagal lagi gara-gara netizen diluar sana.

Sesampai didepan ruangan Sooyoung, Siwon mempersilahkan Kyuhyun masuk dan dia kembali pulang setelah memastikannya.

“Youngie-ah…”

Mendengar suara gemetar tersebut, mata Sooyoung yang sudah tertutup pun akhirnya terbuka. Dia melihat Kyuhyun tengah berjalan berat sambil menatapnya dengan genangan air mata. Hal tersebut membuatnya ingin menangis juga. Bukankah sejak pagi tadi dia memang sudah menahannya? Yah, mungkin ini saat yang tepat.

“Op-pa~ahh…” lirih Sooyoung.

Mendengar suara serak yang lemah itu, dengan sigap Kyuhyun menghambur dan memeluk tubuh Sooyoung yang masih terbaring. Dia menangis sejadi-jadinya. Sooyoung pun ikut menitikkan banyak air mata.

“Mianhae… mianhae…” ucap Kyuhyun ditengah isakannya.

Sooyoung menggelengkan kepala sambil mengusap kepala belakang suaminya dnegan tangan yang tak tersambung infuse. Kyuhyun bisa merasakannya dan dia memelih untuk mengangkat pandangan ke wajah Sooyoung.

“Aku belum bisa menjagamu… maafkan aku…” ucapnya.

“Annio oppa~ah… kau sudah cukup berusaha semampumu.” Jawab Soo sambil membelai wajah Kyuhyun.

Pelan-pelan, Kyuhyun mengambil posisi disamping Sooyoung. Ranjang pavilion memang luas layaknya ranjang di rumah sendiri. hal itu membuat Kyuhyun lebih mudah mengambilposisi disamping istrinya. didekap tubuh kurus Sooyoung dan dikecupinya dahi indah milik Sooyoung. “Sabarlah… aku pasti akan menyelesaikan masalah ini. sabarlah….” ucapnya gemetar. Bagaimana tidak, kali ini dia nyaris mencelakai istrinya sendiri. Siwon menceritakan kejadian yang Sooyoung alami. Benar saja, Kyuhyun langsung terhenyak saat mengingat sikap teang Sooyoung pagi tadi.

“Oppa… kau lelah?” tanya Soo pelan sambil menarikan jemarinya dipipi Kyuhyun. Namja itu hanya menggeleng sambil berusaha tersenyum.

“Oppa-ah…”

“Nde,?”

“Kissue, jeballyeo?” mohon Sooyoung dengan aegyonya. Hal tersebut sontak membuat Kyuhyun tertawa kecil.

“Chagie… kau tak perlu memintanya karena aku akan melakukannya.” ucap Kyuhyun. Perlahan tangannya meraih dagu Sooyoung dengan mata yang tetap menatap lekat kedua mata besar didepannya. Tatapan yang serius dan meyakinkan. Meyakinkan akan adanya satu cinta yang dimilikinya. Cinta yang hanya diberikan pada satu orang. Hanya diberikannya untuk seorang Sooyoung. “Sooyoung-ah… saranghae…” CHU~

“Nado…” jawab Sooyoung saat kecupan Kyuhyun terlepas. Detik berikutnya, Kyuhyun takbisa menahan, dia langsung melanjutkan kecupan hangat nan dalamnya.

Kyuhyun tenggelam dalam kegiatannya sendiri. dia melumat dan menghisap bibir kenyal istrinya. sambil menikmati pautan tersebut, sepintas bayangan direktur Lee siang tadi melintasi benaknya. Hal itu membuatnya sedikit geram dan semakin memperdalam ciumannya. Kyuhyun berpikir, jika memang tidak ada lagi pilihan dalam menyelesaikan masalah ini, dia tetap tak akan mengakui janin didalam kandungan Yi Xiao. Bukan, dia bukan tidak ingin mengakui, itu semua karena memang bukan dia pelakunya. Tidak, dia tidak ingin melepas Sooyoung untuk kedua kalinya. Cukup saat delapan tahun yang lalu itu membuatnya terpuruk. Terpuruk dalam hati yang keruh dengan alasan yeojanya, yeoja yang snagat dicintainya, Choi Sooyoung yang saat ini sudah ada didekapannya. Bodoh jika dia melepas cinta yang dia nanti selama ini.

“Oh…phaah…” Sooyoung berkata kala dia masih tersengal. Matanya terpejam, merasakan sentuhan Kyuhyun di wajah dan punggungnya.

Kyuhyun tersenyum. Tangannya sibuk menjelajah setiap inci wajah Sooyoung. Ibu jari kanannya terhenti di permukaan bibir ranum disana. Dia tersenyum lagi saat merasakan air liurnya masih tertinggal disekitar sana. Sedangkan pemilik bibir itu masih terpejam sambil mengatur nafasnya.

“Maaf, aku membuatmu sesak…” lirih Kyuhyun dengan sarat penyesalannya. “Bibirmu juga jadi lecet dan kotor. Maaf…” tambahnya. Kali ini nada bicara Kyuhyun semakin lemah, membuat Sooyoung membuka mata dan memandangnya sendu.

“Saranghae~ Cho Kyuhyun…” gumam Sooyoung, nyaris tak terdengar.

Air mata Kyuhyun semakin lancar tuk keluar dari sarangnya. Berlarian di sekitar wajahnya. Kenapa, kenapa suara itu mampu membuatnya menangis?

Kyuhyun mengangguk beberapa kali. “Na do saranghae Youngie-ah…”

CHU~ Sooyoung mencium bibir Kyuhyun. “Aku akan menunggumu, oppa~” ucapnya kemudian.

“Ya, memang seharusnya kau menungguku. Terima kasih kau sudah mempercayaiku. Dengan begitu, kau sudah membuatku kuat. Gomawoyeo…”

Sooyoung tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bibirnya berusaha bergerak hendak bersua. Berhasil, dia berhasil berkata, “Peluk aku, oppa~” membuat tangan Kyuhyun membimbing kepala Sooyoung tuk masuk kedalam dadanya.

Tuhan, selama kami bisa bersama tuk saling menghangatkan, selama itu pula kami kan tegar hadapi segala ujianMu. Hanya satu harapan kami, jangan biarkan rengkuhan ini terlepas.

***

Keesokan harinya, disaat matahari mulai tersenyum kembali, menyorotkan sinar suryanya dengan hangat, Kyuhyun mulai melenguh, sadar dari tidurnya. Dia terlihat meregangkan ototnya yang dia rasa mengaku. Semalam, dia mendapat ciuman teindah dari istrinya. walau tidak terlalu jauh, tapi dia merasa lebih membaik setelah melakukannya.

Kyuhyun tersenyum dan mulai membuka kedua matanya. Dia menoleh kesamping. Tiba-tiba tubuhnya tersentak dengan mata yang membulat. Bagaimana mungkin dia ada di apartment? Lalu, yang semalam dia lakukan bersama Sooyoung….

Seketika kakinya turun dan melangkah gusar. Berkali-kali dia meneriaki nama istrinya. persetan dengan keberadaannya saat ini. Yang jelas dia ingin bertemu Sooyoung.

“Sooyoung-ah…. yeobo…. eodiga…??”

Kini dia melangkah kedapur dan melihat punggung seorang yeoja. Walau agak ragu, dia mulai bersua, “Yeongie-ah…”

“Eoh, Kyunie-ah… kau sudah bangun?” tanya yeoja itu yang kini sudah berhadapan dengan Kyuhyun.

“Noona!” pekik Kyuhyun karena menyadari yeoja itu bukan Sooyoung, melainkan Sojin, kakak Sooyoung.

“Maaf membuatmu kaget, Kyunie…”

Kyuhyun langsung membalikkan tubuhnya setelah mendengar kalimat itu. Dan kini dia melihat sosok Ahra. Dia mengernyit, “Noona, kenapa kalian ada di apartmentku? Sooyoung eodiga?” tanya Kyuhyun gusar.

Ahra dan Sojin saling lempar pandang sebelum Ahra mengeluarkan amplop coklat muda dari saku jinsnya. “Ini dari istrimu. Baca dan pahamilah isinya…” kata Ahra yang sudah menyodorkan amplop itu pada Kyuhyun.

To: My Beloved Once

Oppa, Saranghae… :*
Percayalah, Semua akan indah pada waktunya. ^^

Your Love,

Sooyoungie…^^

_TBC_

The best Reader is Once who give their mean about ‘thing’ that they had read. So, if you are a nice reader, please give comment after you read this post. Okey? ‘(^,*),

….GOMAWO….

143 thoughts on “[SERIES] I’m Back to Love You – 9

  1. Im Back to Love You part 9
    Aku bangga sama Soo onnie ^^
    Sumpah yah yeoja china itu nyebelin
    Please Kyu ga usah tolongin dia
    Pikirin perasaan Soo onnie
    Nah Soo ngasih surat ke Kyu maksudnya apaan??
    Astaga susah Bener yah ngebuat KyuYoung bersatu
    Next chingu
    Ditunggu
    (^
    -)

  2. Nah lho, kok tiba2 kyu udah ada di apartemen aja?
    Sooyoung nya pergi sama siwon-tiffany kah?
    Buruan selesein masalahmu kyu, lantas perbaiki hubungan mu sama soo..
    Fighting kyu!

  3. Yaaaa pisah lg nih kayanya. . Hufff vnyk amat konfliknya. . . Knpa jg soo harus pergi bknya nemanin kyu aja, biar masalahnya cot jekar, uda jyu onya masalah, di tambah lg soo pergi, lengkap lah sudah penderitaan kyu, mkn terpuruk dah tu

  4. Yaah… Kenapa tiba2 Soo menghilang??
    Ayo Kyu oppa… Semangat tuk menyelesaikan masalahmu dan kembali ke Soo eonni lagi…

  5. Eonni dari china itu cekek aja leher nya,,
    baru juga kenal udh minta pertanggung jawaban,, apa dia ga mikir gmana perasaan istrinya kyu?? Dimana pikirannya,, ckckkc
    untungnya kyu ttp kekeh tidak setuju,,
    ini pun soo pake kabur2,,

  6. ya ampuunnnnnn jangan blg klo soo prgiii??!andweeee kyu pstii sakittt bgt ituuu,,,smoga gak benerrr!!!
    lanjuttkann thorrr^^

  7. ​KέれāPå yeoja2 china selalu nyebelin !!
    Di kebanyakan ff pati victoria f(x).

    Chingu di tunggu lanjutan nya…

  8. cobaan lagi,cobaan lagi ,😦 kayaknya susah bnget mereka hidup bahagia !
    itu dasar si lou enak aj mintak kyuppa ngakuin itu anaknya !dasar wanita tdk tahu diri,awas aj kalu kyuyoung pisah lgi#kebawahemosi

  9. kyu ga usah ikutin kemauan dia ga usah nolongin
    mending mikirin perasaan soo kalau kyu kaya gitu kan kasian soo
    cobaan mereka bertambah selesai satu timbul yg lainnya
    soo pergi dr rmh ?
    aduuuuh makin penasaran sama ff ini

  10. Mwo????! Youngie eonni pergi yah? Hwaaaa andweee… Gimana nasib kyuppa kalau youngie eonni pergi?

  11. Sampai nangis aku baca ff nya
    Keterlaluan tu yi xiao kan kyu dah pnya istri masak di suruh ngakuin anakny gila tu orang

  12. maksud surat nya soo apa ?
    benci bgt sama yi xiao itu
    anak nya siapa minta pertanggung jawaban nya ke sapa
    mati aja lo *sorry gedek aku sama karakter dia disini

  13. Ahhh andwe kenpa soyoung ninggalin kyuhyun😥
    hadeuh itu cwe siapa seh nama nya ribet ahh nyebut nya , kkkkk
    enak aja minta kyuhyun yg tanggung jwab mau nya dinikahin am cwo sekece kyuhyun , kkkkkkkk
    ahh jangn bilang mereka mau cerai deh:/
    padahal kan mereka seharus nya uda ngelakuin malam pertama nya ehh malah ada masalah nie , gg jd dink ya😦

  14. Eh bkan kah mereka di rumah sakit ya,,,
    Kok jdi apartement kyu,,,,
    Soo kmana sih,,,
    Susah bnget mereka brsama nya,,,
    Thor ff nya bnar” bagus n keren,,,

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s