[SERIES] Suddenly to be His Maid – 5

sddnly to be 5a

Tittle : Suddenly to be his Maid [LIMA]
Author : Fatminho
Length : series
Rated : PG 16
Genre : Comedy Romance
Main cast : Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung
Other cast : Yoona, Kibum, Yuri, Eunhyuk, Donghae, Jessica, Cho Ahra, dll.

Disclaimer : This Plot is Main.

Note :

Mianh, Fatminho baru bisa bawa lanjutan ff series pribadi ini. Sementara ff duet dan ff request lainnya belum bisa fatminho selesaikan karena ada kesibukan keluarga sampai akhir tahun nanti. Geundae, itu pasti fatminho selesaikan kok. Hanya saja tidak bisa dalam waktu cepat seperti sebelumnya.

Motto Fatminho utk saat ini hanya : Berusaha setiap minggu bisa update ff baru, baik ff pribadi atau ff request/duet, maupun lanjutan ff series.

Harapan Fatminho: Semoga kalian tidak kecewa dan tetap setia menunggu tulisanku selanjutnya.😀

Oh iya, satu lagi nih… utk part 5 dan selanjutnya, Fatminho akan pakai poster baru utk ff ini. Lihat Diatas😀 seperti IBTLU, supaya tidak bosan. 😀 hehehe😀

Geurae, Yukkk simak kisah KyuYoung selanjutnya di Suddenly to be his maid 5 ini…

😀 Happy reading… 😀

Sebelumnya…

“Kyuhyun-ah… jagalah Sooyoung. Situasi masih tidak mendukung untuknya. Dia bisa depressi jika mendengar hal yang mengejutkannya. Aku minta tolong padamu, bawalah dia keluar.” Titah Tuan Choi yang diimbangi dengan anggukan kepala Ny.Choi.

Walau tetap belum mengerti, tapi Kyuhyun hanya bisa mengangguk dan segera membawa tubuh tak berdaya itu pergi dari rumah sakit. Dalam perjalanan menuju lapangan parkir, samar-samar Kyuhyun mendengar racauan tak jelas dari Sooyoung.

“Oppa…. kenapa baru sekarang…. kenapa disaat aku sudah mulai mencintaimu….???” Kyuhyun menghentikan langkahnya sejenak untuk menatap wajah yeoja yang di gendongnya. Dalam hati dia bersua, ‘Kau mencintainya…’

_***_

Setelah diberi obat penenang oleh dokter Taeyeon, Sooyoung bisa tidur dengan nyenyak. Bukan apa-apa, orangtua Kyuhyun khawatir melihat keadaan Sooyoung yang begitu depresi saat Kyuhyun mengajaknya tadi.

Kyuhyun tampak memasuki kamar Sooyoung. Dia duduk disisi ranjang, dekat kepala Sooyoung. Entah siapa yang mendorongnya untuk memandangi wajah yeoja yang beberapa hari lalu ‘sangat menyebalkan’ bagi Kyuhyun. Walau ragu, perlahan dia mengangkat tangan kanannya dan menyibakkan sedikit rambut yang ada di dahi Sooyoung. Yeoja yang dia pandangi benar-benar lelap dan tak terusik oleh aktifitasnya.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun menghela nafas dan bangkit dari tempatnya. Dia berbalik dan mulai beranjak menuju pintu. Namun, saat sampai di ambang pintu, dia berbalik cepat kehadapan Sooyoung. Dia merunduk dan berkata pelan, “Dengar, kau tidak boleh menyukai Siwon. Ini perintah!” Chu~ dikecupnya dahi Sooyoung pelan sebelum dia benar-benar keluar meninggalkan kamar yeoja tersebut.

Didalam kamarnya, saat hendak membanting tubuhnya ke ranjang, ekor mata Kyuhyun melirik benda-benda yang berjejer di meja panjangnya dekat lemari bukunya. Dia berjalan mendekat. Bisa dia lihat SLR, Ponsel dengan hiasan SY di sisi kanan atas, dompet, dan I-pod berwarna putih. Setelah melihat satu per satu benda tersebut, Kyuhyun memutuskan meraih I-pod putih itu. Dia langsung memasang headset ketelinganya dan menikmati lagu yang terputar. Super Junior Mandarin – You and Me, terdengar tersua di bagian prtengahan lagu tersebut. Ini menandakan bahwa lagu terakhir yang yeoja itu dengar adalah ini. benar-benar lagu yang menyenangkan dan terkesan ringan, namun tetap ada greget untuk Kyuhyun tetap mendengarnya tanpa mengganti tangga lagu putarnya.

Sebelum kembali berbaring, Kyuhyun meraih kamera SLR yang selalu dibawa kemana-mana oleh Sooyoung, sebelum penyitaan ini terjadi. Di tersenyum sekilas dan akhirnya menggenggam kamera itu sambil berbaring. Menikmati lagu dan melihat hasil jepretan di dalam SLR hitam tersebut, membuat antusiasme Kyuhyun bermunculan. Ekspresi wajahnya kian berubah seiring perubahan setiap gambar yang sudah dia setting kearah kanan.

Kyuhyun’s POV

Aku masih serius melihat semua potret yang dibidik oleh yeoja itu. Sebagian besar koleksi photonya adalah gambar alam. Namun, saat layar bergeser untuk membuka isi folder ke Sembilan, barulah kudapatkan photo-photo manusia yang bersangkutan dengan yeoja itu.

Didahului dengan rupa dua yeoja aneh yang selama ini kukenal sebagai sahabatnya itu, Yoona dan Yuri, sering bermunculan di setiap sesi bidiknya. Ada satu namja yang selalu memamerkan lesung pipinya dan kutahu siapa namja itu. Siwon, kekasihnya, yang ternyata kakak kandungnya sendiri. Selain mereka, ada juga photo anak-anak yang sedang bermain di taman, di Sungai Han, dan beberapa dia ambil dari jalanan.

Walau tidak terlalu mengerti lebih dalam dunia photographer, setidaknya aku bisa menilai dari sisi ketertarikan. Yah, kuakui hasil potretannya sangat menakjubkan, alami, apa adanya, dan terkesan seperti nyata. Sangat membuatku tertarik untuk terus melihat potret yang lainnya. Dari semua photo bidikannya, aku bisa menilai kepribadiannya. Sooyoung adalah gadis yang ceria, apa adanya, dan tidak suka berlebihan.

Ck! Apa sih yang aku pikirkan? Aishh… Cho Kyuhyun! Kenapa kau jadi melankolis begini?

Alunan lagu yang terdengar tepat di telingaku tetap berjalan. Kali ini lagu ‘Just You’ dari Super Junior – KRY. Aku baru tahu, yeoja ribut seperti dia suka juga dengan lagu mellow seperti ini. jadi teringat penjelasan eomma mengenai keluarga Sooyoung, tadi.

Ternyata, appa-nya memiliki yeoja simpanan sejak lama. Itu terjadi karena beliau menyukai yeoja itu dan terpaksa menikahi eomma-nya atas dasar perjodohan keluarga. Dari hubungan gelap itu beliau mempunyai Siwon, Putra yang tampan dan sangat memikat hatinya. Seiring berjalannya waktu, eomma-nya mengetahui perselingkuhannya tersebut. Betapa sakit hatinya saat mengetahui siapa yeoja yang menjadi pasangan gelap suaminya. Yeoja itu adalah Kim Hemy, sahabatnya.

Eommanim memutuskan mengabaikan suaminya, melampiaskan rasa sakitnya pada tugas perusahaan yang dilimpahkan olehnya. Namun, perubahan besar terjadi setelah itu, abeonim yang awalnya tak memiliki perasaan pada eommanim pun luluh lantak seketika. Dia merasa tidak senang diabaikan oleh yeoja yang berstatus sebagai istrinya itu. Perlahan dia merasa sangat merindukan eommanim yang sudah jarang pulang ke tempat tinggal mereka. Hingga suatu hari, abeonim benar-benar tidak menemui yeoja simpanannya itu dan berusaha meraih hati istrinya kembali. Saat itu juga semuanya dimulai. Sampai abeonim menemukan namja cilik berusia lima tahun yang dia kenal baik. Bagaimana tidak, dia tahu anak itu anaknya dengan yeoja simpanannya. Bahkan anak lima tahun itu mengenalnya sebagai teman baik ibunya. Padahal?

Cerita tak sampai disana. Setelah memastikan keadaan Sooyoung baik-baik saja, aku berusaha menghubungi Sojin dan meminta penjelasan tentang status Siwon. Yang membuatku tercengang adalah Sojin juga baru mengetahui hal itu. Jadi, bisa disimpulkan, yang mengetahui hal ini hanyalah Siwon-abeonim-eommanim-dan yeoja simpanan abeonim yang saat di rumah sakit tadi kulihat sedang dipeluk erat oleh eommanim. Melihat hal itu sangat membuat hatiku terenyuh. Bagaimana tidak, aku baru bisa membaca karakter eommanim yang sangat kuat setelah kejadian bertahun-tahun itu dia lalui. Dan sekarang, Sooyoung yang merasakan kerapuhannya. Dia terlanjur mencintai namja yang baru dia tahu sebagai oppa kandungnya.

Arrgghhh… kenapa aku harus merasa gerah mengingat racauannya siang tadi. Aku masih ingat dengan baik dia meracau, ‘kenapa baru sekarang? Kenapa saat aku mencintaimu?’

Entahlah, aku juga bingung apa yang sebenarnya aku pikirkan saat ini. Yeoja cerewet nan menyebalkan berna Choi Sooyoung itu, yeoja yang berstatus sebagai ‘Maid’ ku, saat ini penuh didalam benakku. Awas saja kau Choi! Besok hari perpisahan siswa kelas tiga. Itu berarti tidak lama lagi kau akan pindah ke Jepang. Bisakah aku menghentikannya?

Kyuhyun’s POV end

Sementara itu, di rumah sakit tempat Siwon dirawat, para dokter memutuskan untuk angkat tangan. Operasi tidak bisa dilakukan dalam keadaan pendonor yang lemah. Tentu saja keadaan sang pendonor yang tidak lain eomma-nya Siwon memiliki kondisi lemah mengingat perseteruan batin diantara mereka sebelum kejadian itu sangatlah genting.

Kini Kim Hemy, Siwon eomma, tengah di rawat di ruang rawat VIP. Beliau jatuh pingsan dan belum sadarkan diri walau dokter mengatakan masa kritisnya telah berlalu. Sedangkan Siwon sendiri masih bisa menahan nyawanya dengan bantuan puluhan alat medis yang sudah menghiasi seluruh titik badannya. Pihak rumah sakit menyarankan keluarga Choi mengirim Siwon ke rumah sakit di Amerika. Mereka optimis, perawatan di sana akan lebih menjamin kebaikan Siwon. Akhirnya, Siwon pun di terbangkan kesana dengan pesawat pribadi Choi Company. Tuan Choi mendampingi putranya bersama asisten dan satu utusan rumah sakit Seoul. Sedangkan Ny.Choi memilih untuk menjaga Hemy dan Sooyoung.

Pukul sempuluh malam, bel rumah keluarga Cho berbunyi. Ny.Cho yang baru saja mengambil minum di dapur berbalik ke pintu depan untuk melihat siapa yang bertamu semalam ini. Bahkan dia sudah memakai piyama tidur untuk segera beristirahat.

“Eoh, In Young-ah… kenapa kau datang malam-malam begini?” tanyanya setelah melihat siapa yang datang. Ternyata Kang In Young, Ny.Choi yang tidak lain adalah Sooyoung eomma. Tanpa menunggu jawaban, segera dia bimbing tamunya tersebut untu masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

Kang In Young masih berpakaian kantor. Seharian ini dia belum berbenah diri setelah mendapat kabar yang mengharuskannya meninggalkan pekerjaannya di Kanada secara langsung. “Bisakah kau mengantarku untuk bertemu Sooyoung?” pintanya.

“Lebih baik kau minum dulu. Setelah itu, aku akan mengantarmu ke kamar Sooyoung.” Jelas Ny.Cho dan dia tersenyum lega melihat temannya itu menuruti perkataannya. “Sooyoung sudah tidur sejak sore tadi. Keadaannya sangat mengkhawatirkan. Aku segera memanggil Taeyon-uisa untuk memberinya obat penenang. Syukurlah dia bisa istirahat lelap setelahnya.” Jelas Ny.Cho saat Ny.Choi menyelesaikan minumnya.

“Dia pasti marah padaku yang tak pernah memberitahukannya masalah besar ini. Padahal, kami membiarkan Siwon dan Sooyoung dekat hanya untuk mengakrabi mereka, tapi…” suara Ny.Choi mulai serak dan bergetar. Mengetahui keadaan batin temannya tersbeut, Ny.Cho segera merangkulnya dan membimbingnya. “Sudahlah. Tuhan sudah mengaturnya seperti ini. Sekarang, kau harus istirahat. Aku akan siapka kamar untukmu se-“

“Annio. Tidak perlu. Aku hanya ingin melihat keadaan Sooyoung. Setelah ini, aku akan langsung kembali ke Kanada.” Potong Ny.Choi.

“Ke Kanada? Lalu, bagaimana dengan Hemy?” tanya Ny.Cho.

“Aku akan membawanya ke Kanada. Setidaknya, di rumah kami disana aka nada dokter dan ruang rawat khusus. Jadi, aku bisa menjaganya sembari tetap mengerjakan pekerjaanku.” Jelas Ny.Choi.

“Aigoo… kau ini tidak pernah berubah. Selalu mengerjakan semua hal dalam waktu bersamaan. Baiklah, sekarang temuilah putrimu!”

“Maafkan eomma, sayang. Jangan pernah kau membenci eomma, nde? Eomma tidak bermaksud membuatmu sakit hati, Soo-ah. Eomma mianhae…”

Kyuhyun yang sudah menutup kedua matanya secara tiba-tiba membukanya kembali. Dia mendengar suara tangisan dari kamar sebelah. Kamar itu adalah kamar yang dipakai oleh Sooyoung. Dia menoleh kearah tembok pembatas kamarnya. Dia melepas head set yang sudah tak bersua di telinganya. Perlahan menggeser badannya dan merapatkan telinganya pada tembok tersebut. Dia mendengar seorang tengah menangis disana. Namun, dia yakin benar bahwa suara itu bukan milik Sooyoung. Itu suara yeoja paruh baya seperti eommanya, tapi dia yakin itu bukan eommanya.

“Eomma mianhae Sooyoung-ah… Eomma saranghae…” walau terdengar sedikit samar, Kyuhyun masih bisa mendnegar dengan baik. Dia tahu suara itu milik yeoja kuat yang dia kenal sebagai eommanya Sooyoung, sahabat baik keluarganya.

“Saat keadaan sudah normal, eomma akan menjemputmu. Jadi, tetaplah disini. Jaga dirimu baik-baik, sayang. Eomma tahu, kau yeoja yang kuat. Jongmal saranghae Soo-ah, eomma neumu bogoshippo. Bogoshipda, chagie~” setelah mendengar pesan terakhir itu, Kyuhyun kembali berbaring dan menatap kosong langit-langit kamarnya.

Banyak hal yang bermunculan di plavon putih itu. Yang jelas, dia merasa akan jatuh cinta pada yeoja menyebalkannya tersebut. Akan jatuh cinta? Bukankah dia sudah jatuh cinta? Ahh… Entahlah.


2 Bulan Kemudian.

Hari Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Seni Seoul.

“Yak! Mr.Malas! Bangunlah! Palli Ireonna Cho Kyuhyun!!” teriak Sooyoung dengan geram sambil menggoyangkan kasar bahu namja yang sedang terpulas di atas ranjang. Inilah hal baru yang akan selalu dia lakukan setiap pagi. Andai bukan karena mengingat banyaknya kebaikan Tuan Malasnya itu, Sooyoung tidak akan sudi menjadi pelayan pribadi namja evil tersebut.

Flashback

1. Pagi hari setelah kejadian: Kyuhyun membebaskannya dari kata ‘Be his Maid’

Kondisi tubuh Sooyoung sudah lebih membaik. Hanya saja, keadaan raganya masih kosong bagaikan ruang hampa tak berpenghuni. Dia lebih dulu bangun dari tidurnya dan tidak berpikir lagi bagaimana caranya dia bisa ada di kamar yang pernah dia tempati saat tinggal di rumah keluarga Cho. Tidak seperti kebanyakan orang yang akan lupa daratan saat depressi, Sooyoung malah sadar sepenuhnya apa yang telah terjadi pada dirinya. Namun ada sesuatu yang membuat kepribadiannya sedikit tertutup dan bisa dikatakan selalu ‘waspada’ dengan apa yang ada di dekatnya.

Seperti kebiasaan normalnya, Sooyoung akan bangun dan membasuh wajahnya. Setelah itu dia langsung turun kelantai satu untuk mendapatkan seteguk air mineral. Ya, itu kebiasaan seorang nona Choi yang sudah dibiasakan eommanya sejak kecil.

“Hey, kau sudah bangun rupanya. Bagaimana tidurmu, nyenyak?” tanya Kyuhyun dengan wajah yang segar, mungkin karena dia membasuh wajah dan sikat gigi sebelum beranjak ke dapur. Ingat, dia belum mandi. Terlihat jelas dari celana tidur putih polos dan kaos birunya yang biasa dikenakannya saat tidur.

Sooyoung tak menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi dengan kata-kata, melainkan hanya mengangguk sambil meletakkan gelas yang tadi sempat digunakannya untuk minum. Melihat hal tersebut, Kyuhyun mengenyit bingung. Namun, dalam waktu singkat, dia sadar dan paham akan keadaan batin Sooyoung saat ini. Akhirnya namja itu memutuskan untuk tersenyum dan mengacak puncak kepala Sooyoung saat yeoja itu hendak melaluinya. Kemudian Kyuhyun berjalan kearah kulkas dan berpikir bahwa Sooyoung sudah meninggalkan dapur. Tapi kenyataan tidak membenarkannya. Sooyoung masih berdiri ditempat dan tak bergerak sama sekali. Bahkan dia tak berbalik badan. Bisa dikatakan saat ini dia tengah memunggungi Kyuhyun.

“Ommo!” pekik Kyuhyun saat berbalik kembali dan melihat sosok yeoja tinggi dengan rambut hitam bergelombang panjang dan berpakaian piyama kimono putih polos. Bisa dibayangkan apa yang ada dipikiran Kyuhyun kali itu. Benar, sepintas dia merasa sosok itu adalah hantu atau ruh penjaga dapur di rumahnya. Syukurlah, dia masih ingat siapa wujud itu. “YAK! Choi Sooyoung! Kenapa kau tak bilang kalau kau masih disini? Dan lagi, untuk apa kau memunggungiu seperti itu? Oh, aku tahu, kau mau menakutiku kan? Dasar yeoja aneh super jail! Kupangkas rambut panjangmu saat ini juga baru kau jera!” umpat Kyuhyun panjang lebar dengan nada emosi kesal seperti biasa. Kyuhyun ingin bersikap sepertii biasanya agar keadaan Sooyoung juga bisa terbiasa seperti sebelumnya.

Dengan polosnya Sooyoung berbalik menatap Kyuhyun. Parasnya terlihat sendu dan sedih, membuat Kyuhyun terdiam. “Benarkah kau akan memangkas rambutku?” tanyanya yang membuat Kyuhyun sedikit bingung. Hey, sejak kapanyeoja menyebalkan ini jadi polos dan serius?

Sambil mengelus tengkuk belakangnya Kyuhyun menyengir hambar, “Ya… tidak juga sih. Aku tidak setega itu, bodoh!” ucapnya yang berakhir dengan umpatan.

Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mendekati Sooyoung dan berdiri tepat didepan yeoja itu. Dia menilik setiap sisi wajah Sooyoung. Benar, yeoja itu masih belum normal seutuhnya. Begitu suara batin Kyuhyun. Saat Sooyoung hendak membuka suara, Kyuhyun menghentikannya dengan menempelkan telapak tangan kanannya ke dahi Sooyoung. Kemudian dia tersenyum, “Syukurlah, suhu badanmu tidak sedingin kemarin.” Ucapnya, membuat Sooyoung memandangnya lurus. Entah sejak kapan yeoja ini berubah datar. Kyuhyun mendesah berat dan mengayunkan kedua tangannya ke sisi lengan Sooyoung. “Geurom, untuk hari ini, kau bebas dari kewajibanmu menjadi pelayanku. Namun, kau tak boleh jauh dariku. Hari ini, kau adalah pasanganku di pesta perpisahan. Maka dari itu, berdandanlah yang cantik Nona Choi karena pangeran Cho akan menunggumu di depan. Okey?”

Lagi-lagi Sooyoung hanya bisa mengangguk dan berkata, “Baiklah…” dengan nada santainya. Hal itu justru membuat Kyuhyun gemas. “Aisshh…. kau membuatku ingin memakanmu, kau tau itu eoh?” cetus Kyuhyun sambil menarik kedua pipi tembam Sooyoung. ‘Ck! Yeoja ini, kalau terus seperti ini bisa-bisa aku akan sungguh memakannya.’

2. Acara perpisahan: Kyuhyun menjaga dan mengawasi Sooyoung yang sedang mengalami down.

Dengan gagah, Kyuhyun menggandeng tangan Sooyoung memasuki ruang auditorium, tempat acara diadakan. Tema yang di usung adalah ‘The Next Succes Man’ otomatis penampilan semua siswa kelas tiga yang hendak meninggalkan sekolah itu bagaikan pengusaha sukses di masa depan. Kyuhyun dengan kemeja biru berhias dasi dan berbalut jas hitam, lengkap dengan kacamatanya. Sedangkan Sooyoung memakai dres 7/8 press body berwarna biru dongker, lengkap dengan tas tangan berupa dompet besar juga accesories berkilauan yang sempat di pasangkan oleh Kyuhyun eomma saat mereka berpamitan akan berangkat.

“Aigoo… Syoung-ah… kau sangat terlihat dewasa malam ini.” pujian heboh yang Yoona suakan mengundang Yuri, Eunhyuk, Kibum, dan Donghae untuk mendekat.

Awalnya Sooyoung tak menjawab lontaran Yoona tadi. Namun, dengan dorongan dari Kyuhyun yang langsung meremas jemarinya, Sooyoung seperti mengetahui apa yang seharusnya dia lakukan. Akhirnya dia tersenyum dan berkata, “Ahh… gomawoyo Yoong-ah….” dan hanya itu, tidak ada kalimat tambahan lagi. Yoona seakan merasakan keganjalan, tapi tidak lagi dia rasakan setelah memahami tatapan isyarat kedua mata Kyuhyun. Sontak teman-teman yang lainnya memahami hal tersebut. Walau mereka tidak tahu pasti apa ang telah terjadi, setidaknya yang meeka tangkap dari isyarat Kyuhyun adalah ‘please, jangan kalian pemasalahkan keanehannya kali ini’

“Ya sudah, yuk kita ambil tempat di ujung sana. Aku sudah memesannya sejak tadi!” potong Yuri yang berhasil mencairkan suasana tegang.

“Iya juga. Kenapa dari tadi kita berdiri?” cletuk Yoona yang kemudian menggapai lengan Sooyoung. “Ayo Syong kita makan-makan!” serunya dengan semangat, membuat Kibum, kekasihnya terkekeh.

Yuri mensejajari diri dengan Sooyoung setelah meraih lengan Sooyoung lainnya yang semula terpaut di lengan Kyuhyun. “Eating time…” seru Yuri yang tidak kalah semangat dari Yoona tadi.

Sooyoung belum berekspresi dan malah menoleh kearah Kyuhyun. Dia memandang Kyuhyun seolah meminta penjelasan atas segala tindakan yang dia terima dari teman-temannya. Menyadari hal itu, Kyuhyun langsung tersenyum dan mendekat pada Sooyoung. Dia mengusap rambut Sooyoung yang kali ini di model setengah kondek pada pertengahan lehernya. “Gwenchanaeyo, aku akan mengikuti kalian dari belakang.” Ucap pelan Kyuhyun dengan senyum manisnya. Hal itu membuat Sooyoung kembali tenang. Dia mengangguk dengan senyumnya.

Kyuhyun mendapati wajah teman-temannya yang menggambarkan tanda tanya besar. ‘ada apa sebenarnya? Kenapa Sooyoung seaneh ini?’

Dan Kyuhyun hanya bisa tersenyum.

3. Selesai acara: Kyuhyun terus mengandeng tangan Sooyoung dan tak berniat melepasnya. Mengingat kondisi Sooyoung yang sudah lemas karena kelelahan. Bahkan tak hirau dengan suara yang dia dengar.

Sooyoung masih bersandar di lengan Kyuhyun. Awalnya hal itu membuat Kyuhyun ‘shock’, tetapi kembali lagi dia ingat keadaan jiwa Sooyoung saat ini yang belum stabil. Padahal acara belum selesai. Lamanya acara membuat Sooyoung lelah dan tak peduli dengan apapun lagi selain bersemayam di lengan Kyuhyun yang dirasanya ‘sangat nyaman dan membuatnya tenang’.

Donghae, Eunhyuk, dan Kibum terheran. “Sejak kapan Sooyoung menjadi yeoja manja?” pikir mereka. Sedangkan Yuri dan Yoona berpikir, “Hari ini dia tak ceria seperti biasanya. Bahkan jarang bicara. Terlebih lagi, sikap Kyuhyun sangat manis. Oh anni, bahkan Sooyoung bisa lebih manis lagi. Tuhan, ada apa sebenarnya?” mereka memandang Sooyoung yang bersandar nyaman di lengan Kyuhyun, namja yang asik memandnag lurus penampilan seni vocal paduan suara adik kelas di atas panggung.

“Bisakah kau jelaskan kepada kami? Semuanya!” pinta Yuri saat paduan suara tontonan Kyuhyun berakhir dan melihat sosok Sooyoung yang sudah tertidur di lengan Kyuhyun.

Mendengar pertanyaan itu, Kyuhyun menoleh dan menatap Yuri dengan paras seperti sedang bertanya, ‘Maksudmu?’ dan sebelum itu terlontar, Yuri memotongnya, “Oh ayolah, kau mengerti maksudku apa, Kyu!” Kyuhyun tersenyum tipis yang bersarat rasa ‘miris’. Haruskah dia menceritakan kronologi pahit Sooyoung yang dia saksikan secara blak-blakan itu?

“Dia sedang kacau karena permasalahan keluarga. Kupikir kalian tak perlu tahu apa permasalahannya karena aku pun tak tahu. Kalau pun tahu, tidak akan aku beri tahu. Hahaha….” jawab Kyu akhirnya bermaksud melucon.

“Masalah keluarga? Dan kini kalian terlihat manis? Apa jangan-jangan masalah ‘perjodohan’?” terka Donghae.

Eunhyuk segera menambahkan, “Dan kalian tidak setuju dengan perjodohan itu karena Soo punya namja. Iya, kan?” tambah Eunhyuk

“Tapi kalau hati Soo tiba-tiba jatuh padamu, apa kau menerimanya?” lanjut Kibum.

Kyuhyun melongo mendengar imajinasi teman-temannya. “Oh My God! Kenapa kalian menanyakannya padaku? Bahkan aku tak tahu permasalahan yang sebenarnya. Hahh…” jawab Kyuhyun sesantai mungkin, tapi tidak dengan tangannya. Tangannya terasa bergetar dan tanpa sadar telah menggenggam tangan Sooyoung kuat. Dia terus mengeratkan genggamannya karena dia merasa ada suatu jiwa penenang saat dia lakukan itu.

4. Hari-hari berikutnya: Kyuhyun mulai bertingkah seperti semula saat keadaan Sooyoung kembali pulih dalam minggu ketiga. Hanya saja, dalam Sooyoung menjalani tugas yang diperintahkan Kyuhyun, pasti akan mendapatkan sesuatu yang sama pula.

“YA! Tukang makan! Pijati bahuku ini. Kau tahu, selesai mencuci mobil itu membuat badanku remuk?!” cecar Kyuhyun yang memang sedang kelelahan. Dia baru selesai mencuci 3 mobil sekaligus karena mendapat hukuman dari Tuan Cho lantaran beliau memergokinya memerintah Sooyoung.

“Lho, kenapa marahnya padaku? Mencuci mobil itukan hukumanmu yang sudah menyuruhku membersihkan kamarmu!” balas Sooyoung.

“Hei, kau lupa hukumanmu yang sedang menjadi ‘maidku?’ eoh?”

“Mworagoo? Jadi, selama ini kau memerintahku karena hukuman itu? Aigoo… padahal aku sangat ikhlas membantumu karena merasa tidak enak telah menumpang di rumahmu! Jadi seperti itu? Baiklah, balikkan badanmu, aku akan kembalikan tubuh remuk ini menjadi seperti semula!” tegas Sooyoung dengan paras datar yang bersarat rasa kecewa, bermaksud membuat Kyuhyun tercengang. Benar saja, namja itu benar-benar tecengang mendapatinya dan dengan cepat membalikkan badan, mengikuti perkataan Sooyoung.

Sooyoung benar-benar memijat Kyuhyun secara serius, bahkan Kyuhyun merasa membaik setelahnya. Hanya saja, atmosphere disekitar mereka terasa tidak nyaman. Kali ini Kyuhyun yang merasa bersalah dnegan Sooyoung karena perkataannya tadi.

“Lho, Soo, kau memijati Kyuhyun?” tanya Ahra tiba-tiba. Tak ada jawaban, tapi kediaman itulah yang menyimpulkan jawabannya. “Dasar manusia evil, kau!” Ahra menunjuk Kyuhyun. “Seharusnya kau menyuruh Sooyoung istirahat karena sudah lelah menunggumu mencuci mobil berjam-jam sambil berdiri di dekat pintu!” cetus Ahra yang membuat kedua mata Sooyoung membulat dan mulut Kyuhyun ternganga.

Benarkah?

Mereka berdua saling pandang dengan tatapan kaget. Bagaimana tidak, Kyuhyun tidak pernah membayangkan Sooyoung akan melakukan hal yang sia-sia seperti itu. Menunggunya mencuci mobil sambil berdiri? Berjam-jam? Apa tidak salah?

Sooyoung pun sama. Dia kini malu. Sangat malu. Padahal dia melakukan itu karena merasa kasihan melihat Kyuhyun yang mendapat hukuman cukup melelahkan itu. Ada hasrat membantu, namun intrupsi dari Tuan Cho mencegahnya.

“Ahh… sudahlah! Soo, lebih baik kau masuk kamar saja dan istirahat. Aku akan keluar sampai malam. Appa dan eomma juga belum kembali. Jadi, jangan sampai kau menyakiti Sooyoung lagi. Ingat itu Kyu!” tegas Ahra. Dan tanpa menunggu respon lagi, dia langsung berlalu pergi.

Kini tinggallah dua sejoli yang sama-sama resah.

“Aku kekamar dulu!” ucap Sooyoung tiba-tiba dan kemudian berdiri hendak meninggalkan Kyuhyun. Namun tangannya dicekal oleh Kyuhyun. “Makasih sudah menungguku.” Ucapnya, membuat Sooyoung tambah panas akan malunya. “Annio, kau tidak usah dengarkan perkataan noonamu itu kar-“ ucapan Sooyoung terputus karena Kyuhyun sudah menariknya untuk duduk kembali.

Tanpa berkata apapun, Kyuhyun langsung meraih kedua kaki Sooyoung dan meletakkan dipahanya. Jelas saja Sooyoung tercengang dan hendak langsung menarik kakinya. Dengan sigap, Kyuhyun menahan hal itu. “Aku tidak mau kau kelelahan karena menungguku!” ucapnya yang sudah mulai memijat kaki Sooyoung tanpa melihat kearah wajah pemilik kaki tersebut. Dia hanya ingin membuktikan bahwa dia tidak benar-benar menjadikan Sooyoung seorang pelayan. Hanya saja dia suka jika melihat wajah kesal Sooyoung yang merasa sebal dengan semua perintahnya.

Flashback end

***

“Yak! Mr.Malas! Bangunlah! Palli Ireonna Cho Kyuhyun!!” teriak Sooyoung dengan geram sambil menggoyangkan kasar bahu namja yang sedang terpulas di atas ranjang. Inilah hal baru yang akan selalu dia lakukan setiap pagi. Andai bukan karena mengingat banyaknya kebaikan Tuan Malasnya itu, Sooyoung tidak akan sudi menjadi pelayan pribadi namja evil tersebut.

“Oh Tuhan, Sooyoung-ah! Kalau kau tak ingin membangunkanku ya sudah! Kau tidak perlu sampai berteriak sekencang itu!” protes Kyuhyun dengan suara serak dan mata masih terpejam.

“Mr.Malas! kau selalu berubah menjadi batu kalau sudah berselimut, eoh?!” Sooyoung semakin gencar dan mulai menarik-narik selimut Kyuhyun.

Kyuhyun berusaha menarik selimut itu lagi. Alhasil, terjadilah aksi tarik-menarik tak jelas yang dilakukan mereka berdua. Kyuhyun frustasi hingga akhirnya memutuskan membuka matanya dan menatap Sooyoung geram.

“YAK! Tukang Makan! Bisa lepas, tidak?!” sangar Kyuhyun.

Sooyoung pun tak mau kalah. Dia balas menatap Kyuhyun dengan lebih sangar. “SHIREO ANDWE!!! Sebelum kau bangun!!!”

Kyuhyun sedikit kaget mendengar teriakan kesal Sooyoung. Namun, tidak lama kemudian dia ingin mengalah, tapi sedetik kemudian berubah pikiran dan langsung menarik kuat selimutnya dari tangan Sooyoung. Alhasil, Sooyoung pun jatuh tepat di badannya. Tepat sasaran! Tujuannya memang sempurna. Kyuhyun menyeringai setan dan langsung membalikkan badannya hingga menindih badan kurus Sooyoung.

“Lakukan apa yang aku katakana atau…” dia menggantungkan kalimatnya. dan melanjutkan dengan mencium bibir Sooyoung.

CHU~

Pemilik bibir sontak mendelik lebar mendapati aksi dadakan Kyuhyun tersebut.

***

.

😀

😀

_TBC_

Reader yang mendukung dan berjiwa baik adalah Reader yang rela membubuhi sepatah-dua patah kata guna mengomentari apa yang kalian telah baca. Sungguh, aku sangat menghargai kalian yang berkomentar.

😀 Jongmal Gamshamida… ^^

132 thoughts on “[SERIES] Suddenly to be His Maid – 5

  1. Senangnya lihat kyuyoung baikan,
    aq penasaran kelanjutannya gmana, NC kah?!?
    Penasaran banget😀
    Chingu jngn lama” ne, aku tunggu🙂

  2. Part selnjutnya mana nihh?
    Dari kemarin nongkrongin nii page, nungguin part selanjutnya.
    Jgn lama2 donkk Thor puppyeyes .

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s