[ONESHOT] MY HAPPINESS IN YOU

a

Tittle : My Happiness in You
Author : Fatminho
Length : Oneshot
Rated : 16+
Genre : Sad Romance, Friendship.
Main cast : Kyuhyun, Sooyoung, Jung Kyung Ho.
Support : SM Family and Many Other.

Disclaimer :

THIS IS AN FICTION STORY!

This Plot is Main. Just feedback or give some comments without bashing, and
NOT FOR PLAGIATORS!

.

Note :

Hai…Hai… \(^,*)/
Fatminho punya ff Oneshot Kyuyoung lho…

Sudah lama ya, aku tidak mempersembahkan Oneshot.

(Abies…hutang series and request-nya belum tuntas  di tambah lagi dengan mandetnya inspirasi  aissh...)

Nah, Karena kemarin, 03-01-2014, heboh mengenai hubungan KyungSoo yang telah resmi dan diakui semua pihak (kecuali Knight, mungkin, hihihi), maka ide bobrok tumpah seketika dalam khayalanku.

🙂

🙂 Oke, di simak baik-baik ya…🙂

***

“Bahagiaku ada dalam kebahagiaanmu.”

***

😀 – Happy Reading –😀

***

@ November 2009

 

“Oppa! Kau harus jujur padaku. Jika kau sakit, katakanlah sakit, arraseo?!”

 

Aku menatapnya datar. Aneh, padahal baru saja jadi kekasihku, belum ada satu minggu, dia sudah cerewet saja. Aku hanya bisa menghela nafas dan mengangguk cepat.

 

 

@ Desember 2009

 

Aku yang menerima cintanya, tapi aku tetap mengacuhkannya. Bahkan saat ini dia sedang memasakkan sesuatu di apartment-ku. Bukannya menghibur, aku malah bersantai dan bergelut bersama PSP-ku. Bukan bagaimana, aku hanya belum terbiasa dengannya.

 

“Cha~ nasi goreng kimchi sudah siap…” ujarnya dari dapur.

 

Aku menoleh dan kudapati dirinya yang berjalan mendekatiku. Nasi goreng kimchi?

 

“This is for You Kyuhyun-ssi!” ucapnya senang. aku hanya memandangnya heran.

 

“Maaf, aku tak suka sayuran. Walau hanya kimchi. Jadi, kau saja yang memakannya supaya pipimu lebih tembem lagi. Oh?!” ucapku acuh dan kuakhiri dengan menarik pipi kanannya. Anggap saja untuk menyenangkan dirinya sedikit.

 

Lihat, dia jadi tersipu… ckckck

 

 

@ February 2010

 

Lelahnya…

Mengadakan konser semarak di bulan February membuatku lelah. Ah… bagaimana pun bentuknya, namanya bekerja terlalu lama, tetap saja lelah. Namun tetap menyenangkan karena inilah hobiku.

 

“Saengil chugae, nae Kyuhyun!!!” soraknya tiba-tiba saat aku baru saja membuka kamarku. Kaget bukan main dibuatnya!

 

“Aaargh… Sooyoung-ssi!!! Kau mengagetkanku!! Dan apa itu… ulang tahun? Siapa yang ulang tahun?” tanyaku heran. Bukan bagaimana, ini tanggal 2 bukan tanggal 3. Apa dia lupa tanggal lahirku?

 

Dia terkekeh sambil meletakkan kuetart kecil berhias lilin angka 21 dan menarik tanganku. Dengan malas kuikuti kemauannya.

 

“Khusus untukku saja, tiuplah lilin ini oppa. Aku tahu ulang tahunmu besok. Tapi aku… jam empat pagi nanti aku harus berangkat ke Jepang. SNSD mengadakan promo dan lanjut melakukan World Tour kami sampai tiga bulan kedepannya. Jadi aku-“

 

Hush!

 

Lilin pun padam karena kutiup.

 

Kulirik dia dan dia perlahan tersenyum.

 

Mau tidak mau aku ikut tersenyum. “Jangan suka mengagetkanku seperti tadi, arra?!”

 

Dia mengangguk cepat di tengah senyumanya. “Saranghae Oppa…” bisiknya. Dan aku tak tahu harus berbuat apa karena saat ini dia memelukku.

 

 

@ Maret 2010

 

“Lihatlah! Aku dikasih oleh-oleh dari London oleh adikku tercinta!”

 

Aku mengangkat pandang pada Siwon-hyeong. Kulihat dia memamerkan T-shirt London yang berisi tanda tangan ‘Choi Sooyoung’ di bagian bahu kanannya.

 

“Ahh… bukan hanya kau! Aku juga dapat ini Hyeong!” sekarang giliran Sungmin yang memamerkan hadiah sejenis dengan warna berbeda.

 

Tidak lama kemudian, bisa kusimpulkan semua hyeong_deul mendapatkan hadiah dari member SNSD. Termasuk aku. Hanya saja, aku tak mendapatkan hadiah dari Sooyoung.

 

“Hei Kyu, kenapa kau hanya melamun saja? Lihatlah, apa aku cocok memakai ini?” cetus Yesung sambil memamerkan T-shirt yang dia dapat dari Sooyoung-mirip dengan Siwon dan Sungmin.

 

Ck! Sudah kuduga, ternyata hanya aku yang-

 

“Ngomong-ngomong, kenapa hanya kami berenam saja yang dapat dari Sooyoung? Tumben sekali anak itu pilih kasih.”  Cetus Heechul-hyeong yang mendapatkan oleh-oleh dari Sooyoung.

 

“Kau salah oppa! Semua dapat kok… ini dia! Gantungan kunci!!!” seru Seohyun yang memang saat ini sedang membagikan oleh-oleh dari para membernya untuk kami. Dia datang bersama Yuri, Jessica, dan Yoona. “Eonni memang memberikan T-shirt itu untuk Siwon, Sungmin, Heechul, Yesung, Hankyung, dan appa Leeteuk!” tambahnya.

 

“Dan gantungan kunci ini untuk kalian semua. Sudah cukup jika kalian mengambilnya satu-satu.” Kata Yuri sambil memberikan gantungan kunci kepada Yesung, Ryewook, dan terus sampai aku. Dia menatapku. “Maaf Kyupa, kau tak dapat T-shirt dan hanya dapat gantungan kunci. Haha…” ejeknya.

 

Haruskah aku marah?

 

Ingin rasanya aku lari dan menemukan yeoja tembem itu. Kenapa dia menyepelekan aku?

 

“Tapi, alasan kenapa hanya kami berenam-“

 

“Masalah itu… ehn…. karena kalian berenam adalah orang yang pertama kalinya mengucapkan selamat ulang tahun pada Sooyoung saat tanggal 10 February lalu!” ujar lantang Jessica dan melirikku tajam diakhir kalimatnya.

 

Dan…

 

BODOH!!!

 

Aku bukan telat mengucapkan, tapi aku tidak mengucapkan sama sekali…

 

Sialllll!!!

 

Aku tak mau Sooyoung salah paham atas kebodohanku. Dia harus tahu bahwa aku… shiit! Kenapa aku bisa melupakannya??!!

 

Bodoh kau CHO!!

 

 

@ January 2011

 

Aku bertemu dengan teman lamaku, Park Haneul. Walau malas, tak enak rasanya jika menolak keinginannya untuk mengantarnya keliling kota. Lagipula hari ini aku tak memiliki jadwal.

 

“Ternyata Seoul lebih indah daripada tempatku. Aahh…”

 

“Ya, memang indah.” Jawabku seadanya.

 

“Oppa, apa kau sudah memiliki yeoja?”

 

“Yeoja?” ya, yeoja-ku adalah member tertinggi SNSD. Choi Sooyoung.

 

Aku tak dapat menjawab. Hubungan kami memang sangat rahasia. Aku yang meminta hubungan ini dirahasiakan. Hanya kami berdua dan mungkin Jessica, sahabat Sooyoung sudah mengetahuinya. Entah sejak kapan, yang jelas aku tahu saat dia membawakan oleh-oleh ke dorm-ku dulu.

 

“Iya, apa kau memiliki kekasih?” tanyanya lagi dan aku menggeleng.

 

Greb!!

 

Dia memelukku erat.

 

“Aku senang kau masih mau menungguku Kyuhyun-oppa… saranghae…”

 

Aku menegang.

 

Tidak. Aku tidak pernah menunggumu dan bukankah kita teman biasa?

 

“Oppa~”

 

Aku berbalik kala kudengar suaranya. Bukan, ini bukan suara Haneul, tapi suara yeoja-ku.

 

“Sooyoung-“

 

Dia menangis dan menghapus air matanya.

 

“Maaf telah menganggu. Selamat atas hubungan barumu Kyuhyun-ssi… semoga bahagia…” Ucapnya.

 

 

Aku mengejar Sooyoung selama beberapa hari. Namun, baru kali ini kami bisa bicara bersama.  aku bermaksud menjelaskan segalanya padanya.

 

“Aku tidak apa-apa kok Kyuhyun-ssi…” dengar, dia merubah sapaannya. Aku tak suka.

 

“Soo-ah, kau salah paham Soo. Aku…”

 

“Kupikir kau sudah benar-benar mau menerimaku. Ternyata penantianku selama dua tahun lebih telah sia-sia. Kupikir mengakhirinya sekarang akan lebih baik. Gomawo Kyuhyun-ssi…”

 

Dia hendak beranjak. Dengan sigap kucekal tangannya dan kutarik dirinya kedalam dekapanku.

 

Kami sama-sama menangis.

 

“Aku bukan yang terbaik untukmu. Sebelum aku jauh mencintaimu, aku memilih mundur. Bahagialah, Kyuhyun-ssi!!”


Desember 2013-After SS5

Malam ini, aku duduk di kursi taman di ujung taman kota. Walau ada beberapa kepala manusia yang berlalu lalang, keberadaanku tetap tak jadi perhatian mereka. Penampilanku kali ini adalah ‘man in black’- memakai pakaian serba hitam. Atasan, bawahan, jaket, topi, sepatu, sampai aksesories lainnya pun berwarna hitam. Kacamata? Cih! Aku tak suka memakai kacamata di malam hari. Oh, lebih tepatnya, seseorang memperingatiku bahwa kacamata membuat kesan ‘curiga’ bagi orang yang melihatku. Jadi bagi siapapun yang menjadi idola besar sepertiku, lebih baik tak memakai kacamata dalam penyamaran kalian karena kata seseorang yang sangat aku cintai, jika memakai kacamata akan menimbulkan kecurigaan yang lebih parah-penyamaran kalian gagal.

Sekarang, sudah dua jam lebih aku menunggunya datang tuk memelukku, tapi aroma tubuhnya pun belum bisa kucium.

Ah, bodoh kau Cho!

Kenapa masih selalu menghayalkan sesuatu yang mustahil???

Bahkan itu sudah sekian tahun silam.

Dia berlari kearahku dengan senyuman yang mengembang lebar pada bibirnya. Suka, aku sangat suka ketika dia tersenyum hingga menampakkan deretan giginya. Terkesan lebih indah dan terlihat sangat cantik.

 

“Oppa!” dia memelukku erat dalam sekali hentakan.

 

Senang?

 

Tentu saja. Dipeluk oleh yeoja yang kita cintai dan yang sangat mencintai kita tentu saja menyenangkan. Terlebih lagi untukku. Dengan senang hati kubalas dekapannya, menyamarkan rasa dinginnya angina malam karena menunggunya datang. Aku tidak menyesal telah menunggunya karena kini kudapatkan kehangatan yang sangat membuatku nyaman.

 

Tiga bulan tak bertemu karena jadwal yang berbeda membuat kami merasakan rindu yang memuncak. SS2-ku kali ini nyaris bersamaan dengan GGtour-nya hingga akhirnya waktu tuk bersama sangatlah tipis. Bahkan berhubungan lewat telepon pun hanya sekali-sekali. Walau bagaimana pun, bertemu lebih indah daripada mendengar suaranya saja.

 

Saat Super Junior diminta menampilkan hits ‘Gee’ milik SNSD, aku langsung ditunjuk untuk menjelma menjadi seorang ‘Choi Sooyoung’ how great it was??! Dengan senang hati dan tanpa malu-malu sedikit pun aku langsung mematuhi pendapat Heechul-Hyung yang memang dipilih untuk mengatur karakter yang sesuai. Saat itu ada sesuatu yang membuatku senang: Tuhan, kuharap kau merestui jika kelak kami berjodoh.

 

“Hei, siapa yang menyuruhmu memakai kacamata, ehn?” tanyanya sembari melepas kacamata hitam yang bertengger di wajahku. Aku tak melarang apapun yang dia lakukan padaku.

 

Aku tersenyum kala kedua mataku bertemu dengan wajahnya secara langsung. “Aku takut para ‘sparkyu’ memburuku, chagie~” ucapku manja. Perlu diketahui, aku sangat suka bermanja-manja dengannya.

 

Dia terkekeh, meremehkan ucapanku. Kemudian dia menangkup wajahku dengan kedua tangan mungilnya. “Kau tahu, kacamata telah membuat ‘sparkyu’ lebih memperhatikanmu. Menurutku, lebih baik kau tampil apa adanya tanpa menggunakan penyamaran yang berlebihan. Kupikir topi pemberianku ini cukup untuk penyamaranmu!” dia memakaikanku topi yang entah darimana dia meraihnya. Jadilah, kini aku telah memakai topi hitam pemberiannya.

 

Chu~

 

“Bogoshippo oppa…” bisiknya setelah memberikan kecupan hangat di pipiku.

 

Bisa dipastikan wajahku saat ini sudah merah merona. Dan aku bersyukur karena ini malam hari sehingga rona wajahku bisa tersamarkan oleh gelapnya.

 

“Saranghae Sooyoung-ah…” lirihku sebelum akhirnya kupeluk tubuhnya lebih erat lagi.

 

Ini sangat nyaman…

 

Tuhan, ijinkan kami tuk bersama selalu…

 

Entahlah, sampai kapan aku kuat membayangkan bayangan masa lalu yang sebenarnya sangat membuatku rapuh. Rapuh karena begitu merindukannya.

Dulu dia bersamaku, tapi kini?

Mendengar suaranya pun sudah tak pernah. Aneh juga, padahal kami berada dalam satu agency dan sama-sama hadir setiap diadakannya rapat bersama. sayang, tetap saja aku tak bisa berkomunikasi lagi dengannya. Apa harus berpisah secara menyeluruh begini?

“Kyunie… besok kau sudah mulai menjalani jadwal baru, eoh? Apa project baru yang kau dapat?”

Pertanyaan Sungmin-hyeong menyambut kedatanganku. Gila, padahal baru saja aku masuk dorm, sudah dicetusi pertanyaan saja. Terlebih itu pertanyaan yang seharusnya ditanyakan ketika sedang bersantai. Bukankah lebih pantas jika saat ini dia menanyakan ‘Darimana saja kau?’, iya kan?

Aku berjalan pelan memasuki ruang tamu hingga melalui dapur – dimana Sungmin-hyeong sedang meminum sesuatu dari cangkir berwarna dark blue hingga membuatku tak tahu apa yang sedang diminumnya.

Kuraih gelas tanggung kosong dari rak prabot dan menekan dispenser agar mengeluarkan air hangatnya. Setelah itu langsung saja kuteguk habis. Jujur, aku tidak sedang haus. Hanya saja, aku butuh ketenangan saat ini. lagi-lagi aku melakukan pesannya. Oh tidak, kurasa aku tidak melakukannya kali ini saja. Aku sudah melakukannya sejak tahun 2008-saat kami resmi menjalin tali kasih- disana dia mulai memberiku berbagai nasihat, terutama tentang kesehatan. Salah satunya ini: minum air mineral hangat agar pikiran kita kembali tenang. Alasannya sih air itu bisa meredakan debaran jantung kita yang sangat kencang.

“Drama Musical, Hyeong.” Jawabku setelah meletakkan gelasku dan ikut duduk disebelahnya sambil mencomot cemilan yang dia sediakan diatas piring putih didepannya.

“Wow! Akhirnya tawaran drama datang lagi. Kurasa kali ini kemampuan aktingmu sangat menarik perhatian” aku hanya tersenyum dengan pujiannya.

Yah kuakui, ini drama musical kedua yang kudapat. Di saat pertama, aku khawatir karena baru kali itu aku memerankan seorang ‘tokoh’ biasanya, aku hanya memamerkan suara kebanggaanku. Bangga? Tentu saja! Apa lagi alasannya kalau bukan karena ‘seorang penggemar’

Dia lagi!

“Boleh kutanya kenapa kau ingin menjadi ‘milkku’ ? ehn.. maksudku, alasan mengapa kau menyukaiku. Bolehkah?” tanyaku saat kami duduk tenang di kedai ramen yang sangat sepi. Sengaja kucari tempat yang sepi agar para netizen tak menemukan keberadaan kami. Bisa gawat jika kami kepergok jalan berdua. Lagi pula, ini adalah kencan pertama kami setelah aku menerima pernyataan cintanya secara asal, sebulan yang lalu.

 

“Perlukah kau tahu alasanku menyukaimu?” tanyanya.

 

“Tentu saja!” jawabku yakin. Harus aku tahu alasan mengapa kau menyukaiku. Jika alasannya seperti kebanyakan orang, maka aku tak yakin akan sifatmu.

 

Dia terkekeh. “Jadi, alasan aku mencintaimu itu penting ya? oh My… ada kata ‘penting’ untukku darimu saja sudah luar biasa…” seperti biasa, dia selalu berlebihan. Entah mengapa, aku suka dengan ekspresinya. Kutunggu penjelasan selanjutnya sambil menilik pelan wajahnya.

 

“Sebenarnya, aku menyukai suaramu Kyuhyun-ssi! Suaramu sangat indah! Aku mengagumi suaramu. Selalu saja suaramu membuatku berdebar dan akhirnya… aku jatuh cinta karena aku penasaran denganmu!” jawabnya jelas.

 

“Kau satu-satunya orang yang menarik perhatianku untuk lebih mengenalmu. Apa boleh?”

 

Aku terdiam memandangnya heran.

 

Antusias sekali…

 

Mengagumi suaraku hingga penasaran denganku. Hem… alasan yang langka.

 

“Jadi kau tak melihat tampannya diriku yang membuatmu terpikat?” tanyaku asal.

 

“Hah???” dia ternganga. Entahlah, apa maksud ‘kagetnya’ itu. “Wajahmu tampan? Ck! Bahkan aku lebih suka wajah tua appa daripada wajahmu. Hahaha…” tawanya meledak.

 

“Hei, kau meledekku?” protesku, menghentikan tawanya.

 

“Ehmm… maaf. Ehkm!” sepertinya dia mulai serius lagi. “Dengar Tuan Cho, aku menyukaimu. Aku jatuh cinta karena kau Cho Kyuhyun. Suara indahmu pemikatku. Itu awalnya, karena aku semakin hari semakin mengagumimu. Yah… bisa dikatakan aku termasuk ‘sparkyu’ walau maksudku lebih daripada itu. Belum lagi, disaat kau mengabaikanku dulu dan sekarang berubah menjadi sedikit ‘care’ denganku. Perubahan kecilmu itu menanmbah rasa penasaranku padamu-“

 

“Oke, please say the main… katakan intinya. Apa alasanmu sebenarnya?”

 

Sooyoung tertawa sekali. “Because you are My Cho!”

 

Blushh…

 

I’m Speechless now…

“Judul dan lawan mainmu ?”

The Moon That Embraces the Sun. Salah satu lawan mainku kali ini Seo-GG”

“Ommona! That’s so surprice!!!” hebohnya. Aku biasa saja. Entahlah…

“Kemarin bersama Sunny di Catch Me if You Can. Sekarang sama Seo. Kira-kira kapan ya Drama Musikalmu bersama Sooyoungie?”

Khuk!

Aku terselak cemilan yang ku kunyah kala dia mengucaokan harapan di kalimat terakhirnya tadi.

“…” dan setelah itu aku hanya terdiam.

Hanya Tuhan yang tahu kapan kami akan tampil menjadi Idol Couple ‘KyuYoung’ lagi.

Lagi?

Ah… untuk kali pertamanya pun kami belum pernah. -_-


Pagi ini aku bangun lebih awal karena ada rapat penting mengenai drama musikalku nanti. Setelah menghabiskan susu dan roti pagiku, langsung saja kusambar jaket dan tas slempang milikku. Kasihan manager-Hyeong sudah menungguku di mobil sejak sepuluh menit yang lalu.

Sesampainya di kantor, aku berjalan menuju ruang pertemuan. Tiba-tiba kakiku berhenti berjalan saat melihat tiga orang yeoja yang berjalan berlawanan arah denganku. Mereka adalah Seohyun-Sooyoung-Yoona.

Yeoja yang di tengah, yang paling tinggi, kini menjadi perhatian utamaku. Demi apapun Soo, aku sangat merindukanmu. Setiap mengingatmu, kejadian tiga tahun silam benar-benar membuatku menyesal.

“Hai Kyuhyun-oppa!” sapa mereka bertiga saat sudah sampai didepanku. Aku tersadar oleh suara mereka.

Seohyun lepas dari barisan Yoona-Sooyoung dan pindah kesebelahku. Lagi-lagi aku memikirkan hal bodoh” kenapa bukan kau yang pindah kearahku, Soo?

“Oppa! Jangan melamun terus. Semangat ya buat The Moon That Embraces the Sun!” seru Yoona.

“Yup! Setuju! SeoKyu duet acting dan dipastikan akan gempar langsung. Hahaha…” cetus Sooyoung dengan semangatnya dan tawanya. Benarkah taka da kecemburuan sedikit pun? “Ah, satu lagi… kuharap kau tak mengacuhkan Seohyun dan beractinglah yang baik.” Tambahnya.

“Hwaiting SuperGeneration!!!” seru heboh Yoona dan Sooyoung.

Kenapa kau tak pernah memperhatikan sorotan mataku, Soo?

Tidakkah kau merindukanku walau hanya setitik rasa?

“Nde, Gomawoo Eonni…” jawab Seohyun. Disini baru aku bisa tersenyum kecil. Menyamarkan kegundahan hatiku.

Jangan mengacuhkan Seo? Apa dia sedang menyindirku yang dulu selalu mengacuhkannya?

Aku dan Sooyoung menghabiskan sisa malam bersama. kami duduk di atas gedung SMEnt setelah menyelesaikan SM-town terakhir di tahun ini yang diadakan di Jeju Island. Sesampai di Seoul kami diperintah untuk langsung kembali ke dorm, tapi aku menggait cepat tangan Sooyoung sebelum dia benar-benar kembali ke dorm-nya. Lagipula ini sudah pukul 3 pagi. Kupikir, lebih baik memanfaatkan waktu yang ada dan berencana mengantarnya balik sekitar pukul enam pagi sebelum matahari terbit.

 

Sooyoung menyandarkan kepalanya dibahuku. Dia pasti kelelahan. Apa aku egois?

 

Sejujurnya, aku ingin meminta maaf padanya karena sudah mengabaikan semua panggilannya saat kami berpapasan. Menoleh pun aku jarang. Aku hanya ingin melindunginya, tak mau terjadi hal buruk padanya. Tapi…

 

“Soo… aku minta maaf.”

 

Dia mengangkat kepalanya dari bahuku dan menatapku bingung. “Maaf untuk apa?” tanyanya.

 

“Untuk kelakuan burukku yang selalu mengacuhkanmu…” ucapku ragu-ragu.

 

Dia terdiam, menatapku datar.

 

“Kurasa, aku sudah kebal. Jadi, aku merasa biasa saja kau abaikan…”

Setelah menghadiri rapat tersebut, aku langsung beranjak keluar. Seohyun dan yang lainnya menuju tugas masing-masing, sedangkan aku ingin pergi ke suatu tempat. Kuharap ditempat itu ada sosok-nya yang dulu selalu menungguku disana.

Aku menuju gedung kosong dekat pintu belakang. Kuharap dia ada disana. Memang hubungan kami berakhir tahun 2011 lalu, tapi aku berharap dia masih bisa merindukanku dan itu menjadi alasan dia datang ke gedung belakang ini.

Sesampainya di ambang pintu masuk, aku tersenyum sumringah. Harapanku tidak salah. Dia ada disini. Sooyoung, Choi Sooyoung, yeoja yang kucintai dan yang pernah kusakiti berkali-kali sepanjang tiga tahun kebersamaan kami dulu. “Ha-“

“Aku tidak suka jika oppa tak mengatakannya padaku! Oppa tahu, aku khawatir jika terjadi sesuatu denganmu? Maka dari itu, bagaimana pun keadaanmu, kuharap oppa jujur padaku. Aku sangat menyayangimu, oppa!”

HANCUR!

Ternyata aku salah. Dia memang datang ke gedung belakang yang sepi ini. namun, dia tak sendiri, melainkan berdua dengan seorang namja. Aku tak bisa melihat sosok namja itu. Apakah mereka sepasang kekasih? Atau hanya saudara sekandung?

“Maafkan aku, sayang. Ya, aku akan menjaga diriku lebih baik lagi setelah ini.” kudengar suara namja itu membalas kata-kata Sooyoung sebelumnya.

Mereka berpelukan.

Sooyoung memeluknya sangat erat.

Aku yang merindukan pelukanmu itu… kenapa kau-

“Jangan pernah oppa mengkhianatiku. Jangan pernah oppa mengacuhkanku. Jangan sekali pun oppa berbohong padaku. Sakit, katakan sakit. Jangan pernah oppa berkata baik-baik saja dikala sakit. Jadikan aku tumpuan lelahmu, oppa…”

Kalimat itu…

Syarat-syarat yang Sooyoung lontarkan untuk namjanya. Tak mungkin jika namja itu saudaranya. Dan semua kalimat yang dia lontarkan adalah sesuatu yangpernah kulakukan padanya. Aku mengacuhkannya, berbohong padanya, dan terakhir aku mengkhianatinya.

Mereka bertatapan. Semakin lama jarak wajah mereka semakin dekat. Entah mengapa jantungkulah yang berdebar kencang saat ini. aku yakin mereka akan-

CHU~

Berciuman.

Sangat manis.

“Oppa menyayangimu Soo-ah… kau tak perlu melakukan apapun. Cukup mencintaiku saja…”

Kuakui, aku tak pernah mengatakan hal itu. Aku malah mengacuhkannya. Selalu mengabaikan perhatiannya.

Kulihat dia menggeleng, “Tidak oppa. Akan lebih baik jika semua mengetahui hubungan kita. Oppa tenang saja. Aku akan mencetuskannya sendiri. aku ingin para Sooyoungster tahu siapa lelaki yang aku cintai. Bukan Siwon, bukan Sungmin, bukan Changmin, bukan Suho, bukan Kris, dan bukan… bukan Kyuhyun-oppa…” dia menangis. Aku tercengang kala namaku tersua. Suaranya seakan…

“Tapi hanya satu orang. Hanya Jung Kyung Ho. Persetan dengan umurmu. Aku ingin kau dan dunia tahu bahwa aku suka namja yang lebih tua dariku. Aku suka kedewasaanmu yang selalu menyayangi dan memperhatikanku sejak kita ada di kampus dulu. Aku tak sangka ternyata kau-“

“Yah… yah… kau benar. Aku, Jung Kyung Ho, mencintaimu. Mencintai Sooyoungie-ku. Sangat!”

Dan kini Sooyoung yang menarik wajah namja itu dan membungkam bibir disana.

Sekarang tak ada lagi yang bisa aku lakukan selain ‘menerima penyesalan’ yang kuciptakan sendiri.

Aku berbalik dan melangkah pergi.

@ 3 Januari 2014

The Moon That Embraces the Sun sudah berjalan beberapa episode. Kurasa aku semakin jatuh hati dengan dunia acting. Apakah aku serakah? Penyanyi sekaligus aktor.

“Kalian tahu aktor senior yang tampan, Jung Kyung Ho?”

Pertanyaan dari suara itu menarik perhatianku. Aku terdiam sejenak untuk menyimaknya.

“Kyung-ho oppa yang tampan? Adegan kiss di Dramanya sangat memukau! Dia idolaku sangat! Memangnya ada apa dnegannya?”

“Dia… berpacaran dengan…” aku tak bisa mendengar. Mereka berbisik.

Well, sepertinya tidak penting. Tapi nama namja yang tadi kudengar snagat familiar… aku jadi penasaran. Jung Kyung Ho…

Kenapa aku merasa pernah mendengarnya…

Dan lagi… perasaanku…

Jangan-jangan…

‘Jung Kyung Ho dan Sooyoung ‘SNSD’  telah berpacaran sekitar setahun. Ketika mereka berdua menjadi teman di Departemen of Drama and Cinema di Chung Ang University … keduanya menjadi dekat setelah merasa memiliki banyak kesamaan.”

 

Berita ini… ck!

 

Aku diam menatap layar TV besar yang tersedia untuk melihat berita hot-news.

 

Benar saja, Sooyoung sudah tak memikirkanku…

 

Menyesalkah?

 

Masih pantaskah aku menyesal?

 

“Lebih lanjut agensi tersebut mengatakan…” pembawa berita langsung mengalihkan pada pihak Kyung-Ho.

“Jung Kyung Ho tidak membiarkan hubungan tersebut diketahui publik menjadi perhatian terhadap personil SNSD itu, yang masih muda. Kami berharap,  setiap orang melihat hubungan mereka dengan baik.” Ujar pihak Kyung-Ho tersebut.

 

Melihat hubungan mereka dengan baik?

 

Sanggupkah?

 

Mungkin, melihatnya pun aku tak sanggup. Bagaimana dengan melihat secara baik?

 
“Pada 2013 silam, keduanya telah menyangkal tentang hubungan mereka sebanyak dua kali. Terlebih setelah Jung Kyung Ho menyatakan di sebuah program radio bahwa dia berkencan dengan wanita biasa.”

 

“Namun takdir membuktikan, Si cantik Choi Sooyoung dan Si Tampan Jung Kyung-ho resmi menjalin hubungan kasih. Yee…. Long last yahh buat kalian…”

Masih banyak lagi berita dan artikel yang memuat hal sejenis.

Aku terdiam. Menangis pun ku tak bisa. Menyesal sih, tapi setelah beberapa waktu lalu memergoki kenyamanan Sooyoung-ku dalam dekapan namja itu, aku berusaha mengembangkan senyumanku.

Aku tahu, banyak pelajaran yang kudapat darimu, Soo. Kuakui, rasanya sangat sakit. Beginikah rasanya saat aku mengacuhkan dan mengabaikanmu dulu?

Kini aku berharap kau bahagia bersamanya.

Aku ingin melanjutkan hidupku dan menikmati segala rintangan yang kutemui.

Mungkin inilah akhir keputusan Tuhan yang tak ijinkan aku tuk bersamamu. Namun, aku ingin kau tahu, sampai kapanpun, disaat aku sudah miliki yeoja yang lain pun, dirimu tetap kuletakkan pada satu titik special di hatiku.

Akhirnya, yang menguatkanku hanya kalimat yang pernah Sooyoung bisikkan untukku ketika kami hendak berpisah:

 “Bahagiaku ada dalam  kebahagiaanmu”

Bahagialah Sooyoung-ah…

‘Saranghae Yongwonhi, Soo-ah…’

_END_

\(^,*)/ Hy… Hy… Knight_deul… i’M bACK.. \(^,*)/

gimana???🙂

Ada yang mau nimpuki batu ke lappy-ku?

Atau ada yang mau patahin tanganku sekalian karena untuk kali pertamanya membuat ff dimana KyuYoung berakhir terpisah??

Huwaa… jangan sampai kalian membencikuu karena ternyata aku mendukung

Kyung-Soo.

😦

Bukan bagaimana, ini kali pertamanya Soo-eonni menyatakan status secara resmi. Terlebih Kyung-Ho ajeossi tampan itu selalu menjaganya sampai rela menyembunyikan hubungan mereka selama setahun. #gimana gak menyentuh hati, coba???#

 :)

Jujur, aku kaget…

Satu sisi aku sedih karena aku adalah KNIGHT… namun, disisi lain aku tersenyum bahagia…

Kalian tahu, aku termasuk idolanya Kyung-Ho Jung itu?? Jadi kebetulan sekali bukan?? Mau tahu sejak kapan aku suka dengan aktor tampan usia 31 tahun itu?

Sejak pertengahan 2013 lalu. Saat aku tonton aktingnya di drama Heartless City. Sukkaaaa banget sama peranan Gentle-man nya disana… Dewasa bangettt… cowok bangett…. dan kurasa, Sooyoung-eonni pantas disandingkan olehnya.🙂

 😦

Maaf jika kalian kecewa padaku. Tapi sumpah, aku senang dengar berita itu. Abis… biasanya KyuSeo-SeoKyu – Kyuhyun-Haneul – atau apalah… entah, aku kesal jadinya dengan pemberitaan Kyupa yang simpang siur itu. Soalnya ngebayangi posisi Soo-eon. #penyakit_Knight

 

Well, bagaimana pun akhirnya… Knight tetaplah pendukung KyuYoung!!!😀

Sebelum Tuhan berkata, bukankah masih banyak ada kesempatan takdir itu berubah??

Lihat saja the next news-nya… !!!😀

 

KyuYoung kah?

 

Atau stay at

KyungSoo kah?


WHOEVER THE PERSON, I’M STILL LOVE THEM VERY MUCH… :*

LOVE SOOYOUNG CHOI 4EVER… ({})

SARANGHAE EONNI… GOD BLESS YOU… :* :*

 

LONG LAST KYUNG-SOO… :*

 

Eh, Buat YOONG-GI (Yoona-Seung Gi) juga…😀 Chukae…!!! #dikasihGlare sama Hae-Paa.. >,<

My Fishy… be healthy soon baby… :*

 

For SM: DO THE BEST!!! MAKE ALL THING BE MORE FUN AND GREAT !!!

.

Geurae, ingat komentarnya ya uri readers…

Khusus yang memahami dunia KyuYoung (Knight),

aku mau tahu tanggapan kalian mengenai berita Soo-eonni dan Kyung-oppa…oke?

 

Semoga mood nulis ff Kyuyoung-ku Gak hilang terlalu lama…😦

Jujur, aku shock… tapi yaaa itu… aku juga senang…

Aahh… entahlah…

 –

Phy phy… 😀

See you letter..

;

;

;

113 thoughts on “[ONESHOT] MY HAPPINESS IN YOU

  1. “Kerenz,,ceritax kayak beneran kejadian di kejadian nyata,,Elu bang evil,,knpa elu nyesel skrng??dulu elu kemna??andai soo unnie putus ama kyungho,,gua pengen elu kjar cinta soo unni lgi bang,,Gua sukax sma KyuYoung bukan kyungsoo,,”😥

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s