[ONESHOT] Naughty Children Has Made Our Love

cats

Naughty Children Has Made Our Love

Judul baru d revisi.  (Thanks buat qikha-ssi yang sudah memperingatiku atas kesalahan penjamaan kata dalam judul tersebut. Dari Childs menjadi Children. Gomawoyoo🙂 )

Author : Fatminho

Genre: Sweet, Comedy Romance, Humor

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung,

Support cast    : Cho Ahra, Choi Sojin, Cho and Choi’s family.

Other Cast (OC) : Lee Kan Ran – Lee Kan San – Lee Kan Woo (suami Ahra)

Disclaimer:

THIS PLOT IS REALLY MAIN!!

REMEMBER PLEASE, THIS IS JUST FICTION STORY, THAN THE ALL CHARACTERS MUST DIFFRENT WITH THE REAL PERSON WHO HAVE THAT NAME.

NOTE: Read Please…🙂

 
FF ini pernah aku kirim ke KSI untuk di lombakan dalam rangka ‘memperingati’ 3th Anyversary KSI. (Lihat saja dari format penulisannya. Lebih teratur dan mendekati EYD terbaik dibandingkan FF yang biasa aku publish. Terus, posternya juga masih sederhana banget karena saat itu aku belum bisa buat poster seperti sekarang)

Awalnya, lomba tersebut akan di umumkan tanggal 25 Desember 2013 lalu. Namun, karena adanya ‘masalah’ atau hal lainnya, aku rasa lomba FF itu di batalkan karena sampai saat ini belum ada kelanjutan kabar tentang lomba tersebut.

#kecewa sih – karena ingat usahaku saat membuatnya yang mengejar waktu hampir 10 jam untuk menyelesaikan ff yg terdiri atas 6000+ kata dan tdk lebih dari 6500 kata- dan sialnya, aq baru tahu lomba itu di malam terakhir tempo pengumpulannya >,< silahkan bayangkan bagaimana kesepuluh jemariku berkejar-kejaran sambil menyetarakan langkah bersama otak dan mataku, aahhss…. That’s not be lost from my mind, Never Forget that momenttapi aku tidak mempermasalahkannya kok. Toh tujuan awalku bukan untuk ‘memenangkan’ melainkan untuk ‘berpartisipasi’ di dalam blog KSI tercinta.😀

Nah, berhubung inspirasiku sedang mandet untuk melanjutkan semua ff tagihanku, jadi ff ini saja yang aku post.

Geurae…

😀 _HAPPY READING_😀

😀

***

Author’s POV

                Sooyoung sedang duduk dipinggir kolam renang belakang rumahnya. Kedua kakinya berayun dibawah air yang terkesan berwarna biru muda, efek dari warna keramiknya. Sedangkan kedua tangannya terkulai lemas diatas paha. Raut wajahnya menggambarkan ribuan kegelisahan sambil menunduk menatap kedalaman kolam renang tersebut.

Eotteohge?”

Hanya satu kata tanya itu saja yang ia suarakan. Selebihnya hanya terdengar helaan nafas yang terasa begitu berat. Baru kali ini ia merasakan pikirannya dihujam masalah yang berhasil membuat dirinya terlempar hingga ke ujung tanduk kehidupan. Bagaimana bisa ada orang tua yang memaksa anaknya menikah di usia 24 tahun. Memang, bagi orang tua terhadap anak perempuannya, umur sekian sudah sangat cukup, tapi apakah hal itu tetap bernilai cukup disaat anak itu  sedang asyik menjelajahi dunia masa depannya? Entahlah, sudah berbagai alasan Sooyoung utarakan, tapi hasilnya tetap nihil.

“Jadi, kau hanya bisa duduk dan mengeluh saja, eoh?”

Mendengar suara seseorang di belakangnya, Sooyoung langsung mendongakkan kepala. Tepat diatas pandangnya, ia melihat yeoja berpenampilan glamour tengah melihat kedua tangan di depan dada. Kakak kandungnya, Choi Sojin, yang baru saja datang dari Amerika setelah menggarap beberapa video klip salah satu penyanyi papan atas disana. Sojin berpindah dari belakang ke samping tempat Sooyoung duduk. Ia tak mau ikut duduk disana menemani adiknya karena saat ini ia sedang berpakaian rapi hendak pergi keluar menghadiri rapat.

“Maksud eonni berkata seperti itu, apa?” tanya Sooyoung yang sudah kembali menundukkan kepalanya keposisi semula. Menatap malas kearah genangan air kolam. Sang kakak yang berdiri disebelahnya hanya tersenyum sinis menanggapi pertanyaan aneh sang adik. Ia mendengus kesal sekilas dan menjawab lantang,

“Kau harus masuk ke hidup calon suamimu, sebelum acara pertemuan keluarga berlangsung.” Hal itu membuat dahi Sooyoung mengerut dengan mata yang menyipit.

“Maksudmu?” tanyanya, tak mengerti.

Aish… Yak! Sejak kapan seorang Choi Sooyoung begitu bodoh, eoh?” umpat Sojin, “Kau harus kenal dengan namja yang menjadi calon suamimu itu sebelum appa dan eomma yang mengenalinya padamu. Kau ingatkan, semua namja yang pernah menjadi namjachingu-mu sebelumnya hanya memandang kedudukan perusahaan appa di kancah International?” Sooyoung mengangguk, “Dan kau tak mau kan, jika menikah dengan namja yang salah?” Sooyoung masih tak mengerti dengan semua kalimat yang meluncur dari mulut manis kakaknya, tapi ia tetap mengangguk bodoh menanggapinya.

 

***

 

Sooyoung’s POV

 

            Saat ini aku sudah ada di ruang tamu. Duduk bersebelahan dengan eonni-ku di sofa depan TV. Tidak lama kemudian, ia memulai penjelasannya. Aku hanya terkulai malas disandaran sofa menyimak semua perkataannya. 

Mataku membulat setelah mendengar semua penjelasan ide yang Sojin eonni ciptakan. Ia mengatakan bahwa aku harus mengenal putra mahkota yang kelak akan menjadi pendampingku. Katanya lagi, aku harus tahu bagaimana kebiasaannya sehari-hari. Apakah sudah pantas menjadi seorang suami dan juga menantu di keluarga Choi? Seperti misalnya,  kebiasaan bertata busana, mengingat keluarga Choi adalah pemilik perusahaan Common Style yang memiliki ribuan cabang di berbagai Negara, maka siapapun anggotanya, haruslah lihai bertata busana. Lalu, paling penting adalah sifat dan kebiasaannya dalam bergaul. Oke eonni… aku akan menyelidiki semuanya. Geunde… haruskah aku menyamar menjadi orang bodoh untuk memastikannya? Tidak bisakah kita bayar seorang detektif handal untuk menyelidiki semua gerak-geriknya? Aish… jinja!

             “Shireo! Kalau idenya seperti itu, aku akan bayar seorang detektif untuk menyelidikinya.”

            “Hmm… bisa sih,” kata Sojin, “Hanya saja, akan lebih puas jika kau sendiri yang mendapatkan hasil penyelidikannya,” tambahnya ditengah senyum evilnya. Saat aku akan angkat bicara, dengan sigap ia menambahkan lagi, “Jika kau yang melakukannya, aku akan mendukungmu. Dan jika tidak… yah… maaf saja” mimik wajahnya saat ini benar-benar membuatku muak.  

 “Geureo… aku akan melakukannya sendiri,” pasrahku. “Geunde… apa harus dengan cara menyamar? Lalu aku harus menyamar sebagai siapa?” tanyaku dengan nada sedikit geram karena aku memang terpaksa melakukannya.

            “Kau akan menyamar sebagai…” ujarnya perlahan, sebelum akhirnya ia membisikkan sesuatu ketelingaku.

            MWORAGOO???

 

Sooyoung’s POV end

 

***

 

Author’s POV

 

            “Eomma… Appa…” teriakan dua anak kecil itu seakan memecah semua pikiran bodoh yang sedari tadi bergeming dibenak seorang yeoja manis berkacamata, bertubuh tinggi, dan berpakaian sederhana. Gadis itu langsung melihat pemilik suara nyaring tadi sedang menghambur kepelukan ibunda mereka yang saat ini sudah berjongkok menyambut kedua anak kembar tersebut.

            “Waa… Kan Ran-ya, Kan San-ya, eomma neumu bogoshippeo” ucap ibunda anak kembar cewek-cowok itu saat mereka sudah berpelukan. Namja berbadan tegap yang tidak lain ayah anak-anak, suami dari Cho Ahra yang bernama Lee Kan Woo itu berjalan mendekati dan ikut berjongkok mensejajarkan posisi mereka agar kedua anaknya bisa memeluknya juga.

            “Wah… keluarga yang manis.” Gumam wanita berkacamata, dalam hati,  yang masih berdiri di tempat saat menikmati pemandangan di depannya.

            Tiba-tiba, “YAK! Kan Ran-San, apa yang kalian lakukan padaku???!!!” jerit suara namja yang entah sedang ada dimana.

Mendengar jeritan itu, sikembar yang masih berumur lima tahun itu pun melepas pelukan kedua orang tuanya dan segera berlari menuju sofa sambil tertawa. Ketiga orang yang menyaksikan itu semua hanya bisa saling pandang dengan sorot mata penuh ketidakmengertian.

            “Ya~ Kan Ran, Kan San, kenapa ajeosi kalian berteriak seperti itu? Apa lagi yang kalian perbuat, eoh?” tanya Kan Woo, ayah mereka.

            “Aigoo~ kenapa kalian tertawa seperti itu? Ayo jujur sama eomma, apa yang kalian lakukan pada Kyu-ajeosi, hn?” tanya Ahra dengan penuh kesabaran sambil memegang salah satu tangan anaknya masing-masing. Hal itu membuat tawa ngakak si kembar terhenti.

            Kan Ran dan Kan San saling tatap dan akhirnya mereka menunduk, tanda mereka memang bersalah. “Mianhae eomma Mianhae appa…” seru mereka berbarengan masih dengan wajah yang di tundukkan. Suara mereka sangat menyentuh, hingga siapapun yang mendengarnya akan merasa iba dan mau tidak mau akan memaafkan apapun kesalahan mereka.

“Kami hanya…” baru saja Kan Ran hendak menjelaskan, suara hentakan kaki berbalut sandal rumah terdengar gegabah dari tangga yang ada di ujung ruangan.

“Kan Ran-San, keluar kalian! Jangan bersembunyi!” omel orang yang sedang menuruni tangga itu, Kyuhyun.

Tidak lama kemudian, sosok namja yang rambutnya acak-acakan, kaos piyama kucal, dan berhasil membuat orang-orang yang ada di ruang tamu melihat keadaannya hingga terpingkal menertawainya. Namun, tidak dengan gadis berkacamata yang masih berdiri di ujung ruang tamu. Ia hanya menatap heran dan ngeri pada namja itu.

Ommona… tampilannya, jorok!” ujarnya dalam hati.

 

Author’s POV end

 

***

 

Kyuhyun’s POV

 

            Ahh… kenapa sinar terang ini menyusup kemataku sih? Padahal aku sedang mimpi indah. Keluhku, sambil berusaha membuka kedua mata. Setelah pandanganku sudah bisa diajak kompromi, langsung saja kuperhatikan sekelilingku. Arrgh… ternyata aku ketiduran di ruang santai setelah menemani dua ponakan nakalku menonton seri terbaru dari Tom and Jerry. Tunggu, kenapa aku sendirian? Kemana anak-anak nakal itu? Aisshh… kenapa hidupku jadi serba salah begini sih? Saat tidak dapat libur, otakku jenuh di kantor. Eh… saat dapat liburan dua hari, malah dikerjai habis-habisan sama anak kecil yang berstatus sebagai keponakanku sejak lima tahun lalu. Aku beranjak lunglai memasuki toilet untuk membasuh wajahku, sekadar menghilangkan kantuk yang tersisa. Namun, saat aku berhadapan dengan cermin yang ada disana, mataku membulat hingga rasa kantukku hilang seketika.

            “YAK! Kan Ran-San, apa yang kalian lakukan padaku???!!!” jerit histerisku kemudian.

 Wajahku di cermin berubah menjadi hewan berkumis dengan pipi merah. Tanganku mengepal dan langsung berjalan gusar mencari kedua anak nakal itu. Apa-apaan mereka, berani-beraninya menggambar wajahku dengan krayon oil hingga wajah tampanku hilang. Awas saja kalian berdua, tunggu pembalasanku.

            “Kan Ran-San, keluar kalian! Jangan bersembunyi!” omelku sembari menuruni setiap anak tangga.

            “Hahahahaha” tawa beberapa orang yang ada di ruang tamu setelah melihatku berdiri dibwah anak tangga terakhir yang kuturuni.

            “Ya~ berhentilah tertawa. Lihatlah bagaimana kenakalan anak kalian itu!” ucapku penuh kesal sembari menunjuk keadaan wajahku. “Anak kalian itu benar-benar membuatku gila!” omelku lagi.

            “Kyunie, mianhae, nde? Kau tau kan mereka berdua memang nakal. Lagian wajah tikus itu cocok untukmu” ucap Ahra neuna yang lagi-lagi menertawai adik kandungnya yang tertampan ini.

            “Kan Ran, Kan San, ayo minta maaf sama Kyu-ajeossi!” perintah Kan Woo.

            “Ne, appa” jawab kedua anak itu yang langsung berlari kearahku. Kan Ran menggapai tangan kananku dan Kan San meraih tangan kiriku. “Ajeossi… uriyo mianhae…” ucap mereka dengan tampang aegyo. Jinja! Bahkan aku tak sanggup memarahi mereka jika sudah bertampang melas seperti ini. Dasar ponakan nakal, tapi tetap saja ponakan yang ku sayang.

            “Geureo. Ajeossi memaafkan kalian. Geunde…” aku segera berjongkok agar wajahku tepat berada di depan mereka. “Bersihkan dulu gambaran bodoh kalian ini!” tambahku dengan suara penegasan. Aku juga sudah menyodorkan wajah kemereka.

            “Arraseo ajeossi!” balas mereka kompak.

 

Kyuhyun’s POV end

 

***

 

Author’s POV

 

            “Ingat, kalian berdua jangan nakal-nakal lagi selama eomma dan appa pergi, arraseo?” Ahra menasehati Kan Ran dan Kan San setelah menjelaskan rencana kerja di luar negri selama beberapa hari bersama sang suami. Ia juga sudah menjelaskan tentang baby siter baru yang akan menemani mereka berdua selama dua minggu kedepan.

            “Arraseo, eomma…” jawab mereka kompak.

            “Jadi, aku akan ditinggal sendiri bersama dua anak nakal ini?” tanya Kyuhyun yang baru saja menuruni tangga sambil menggosok-gosok rambutnya yang masih basah. Tadi, setelah wajahnya di gosok dengan tishu oleh kedua ponakan tercintanya itu, ia langsung berlari ke atas lagi untuk segera mandi. Bahkan ia tak sadar akan hadirnya satu orang asing disekitar mereka.

            “Annio Kyu, kau tidak sendiri. Mulai hari ini, dia akan bekerja sebagai baby siter untuk Ran-San. Jadi, kau tidak perlu khawatir akan kelelahan menjaga mereka” jelas Ahra sambil merangkul bahu baby siter berkacamata tersebut.

            Kyuhyun melirik gadis berkacamata yang berpenampilan sederhana tersebut. Dalam hati ia bergumam, ‘Apa bisa gadis cupu kayak dia mengurus anak-anak nakal itu? Jadi penasaran.’ Kutatap terus dirinya dan terhenti saat ia balik melihatku.

            “Summer-ssi, kenalkan dia adikku. Namanya, Cho Kyuhyun. Dia yang akan tinggal disini beberapa hari karena diutus abeoji untuk mengurus proyek baru didekat sini” jelas Ahra pada gadis sederhana yang bernama Summer itu.

            “Oh, salam kenal. Summer imnida…”

Kyuhyun mengangguk-angguk mendengarnya dan membalas, “Ne, selamat menempuh hidup baru. Cho Kyuhyun imnida…”

 

Author’s POV end

 

***

 

Sooyoung’s POV

 

            “Oh, salam kenal. Summer imnida…” ucapku sopan. Kulihat namja bernama Kyuhyun itu mengangguk-angguk. Aahhk! Cowok ini yang bernama Kyuhyun. Ialah namja yang dikatakan appa. Bisa-bisanya cowok jorok dan gak sopan seperti dia yang akan menjadi suamiku kelak.

            “Ne, selamat menempuh hidup baru. Cho Kyuhyun imnida…”

            Otakku berhenti bekerja, mataku menyipit menyelidik maksud perkataannya. Apa yang ia katakan tadi? ‘Selamat menepuh hidup baru’? Ya! apa ia pikir aku akan menikah? Dasar! Syukur saja aku menggunakan nama luarku, Summer. Kalau saja kugunakan nama Sooyoung, apalagi dilengkapi dengan embelan Choi di depannya, maka kupastikan ia tahu siapa aku sebenarnya. Dan jika itu terjadi, aku akan langsung melabraknya karena sudah mengatakan hal bodoh seperti tadi. Aigoo… appa, eomma… waeyo? Kenapa harus namja ini yang dijodohkan denganku?!

***

 

            Pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk si kembar. Setelah kemarin malam menemani mereka bermain play tation bersama ajeossi bodoh mereka itu, tubuhku benar-benar lelah. Apalagi setelah itu aku harus memaksa mereka untuk tidur. Aish… kenapa benar-benar menyiksa seperti ini, sih?!

            “Oh, ternyata kau sudah bangun?”

            Mendengar suara yang ku tahu milik Kyuhyun itu, aku berpaling dari masakanku dan melihatnya yang sedang meneguk susu segar yang ada di atas meja makan.

            “Ne,” jawabku seadanya dan kembali mengerjakan masakanku.

            “Apa kau yakin akan menjadi baby siter untuk kedua ponakanku yang nakal itu?”

            “Ne,” lagi-lagi kujawab pertanyaannya singkat.

            “Kau tahu, punggungku saja hampir patah karena ulah mereka,” aku agak menahan tawa mendengar perkataannya, tapi tetap menatap masakanku dan tidak menoleh kearahnya.

            “Hampir patah, kan? Belum patah?” jawabku ngasal.

            “Yak! Kenapa cara bicaramu seperti sedang meremehkanku, eoh?”

            Mendengar ucapan kesalnya, kuputuskan untuk menoleh kebelakang, bermaksud menyahuti perkataannya. Namun, sebelum angkat bicara, aku agak terkejut. Aku melihat anak kecil tampan bernama Kan Ran dan adik kembarnya yang cantik bernama Kan San sedang melakukan sesuatu di pergelangan kaki Kyuhyun. Kan San menempelkan jari telunjuk dibibirnya dan aku tahu maksudnya. Akhirnya, cepat-cepat aku bersikap biasa menghadap Kyuhyun. “Annio, aku tidak bermaksud seperti itu. Jeosonghaeyo Kyhyun-ssi”.

            Setelah melihat si kembar jalan pelan meninggalkan dapur, aku segera kembali ke masakanku.

            “Ya! Kau harus mendukungku agar anak-anak itu tidak berani berbuat nakal lagi!”

            Tiba-tiba ide mendukung sikembar terlintas di otakku. Aku tersenyum dan berbalik menghadap Kyuhyun. “Baiklah, aku akan mendukungmu,” ucapku sembari menyodorkan tangan kananku. Kyuhyun memandang sejenak tanganku, “Kita Tim, bukan?” ucapku lagi untuk lebih bisa memancingnya.

            Kyuhyun tersenyum dan…

            Brakk!!

            Ia terjatuh saat hendak menghampiriku. Kejailan si kembar benar-benar membuat perutku terkocok. Mereka telah mengikat sepasang mata kaki Kyuhyun dengan tali hingga saat ia berjalan dipastikan akan terjatuh seperti yang terjadi ini.

            “Hahahaha… mianhe ajeossi…” ujar Kan Ran, Kan San yang muncul dari belakang tembok dan langsung berlari pergi sambil tetap menertawai Kyuhyun yang masih tergeletak di lantai.

            “YA! Anak nakal, awas kalian.. aarghh… aish…” umpat Kyuhyun, merintih kesakitan sambil berusaha bangkit. Kemudian ia berhenti merintih dan juga berhenti berusaha bangun. Kini ia menatapku. Aku langsung mengulum tawa yang tadi sempat meledak. “Kenapa kau diam saja, eoh? Bantu aku berdiri, babo!” umpatnya.

            “Kau yang babo, bisa-bisanya kalah dengan anak usia lima tahun” balasku sembari melepas ikatan di kakinya dan membantunya berdiri. Kududukkan Kyuhyun di kursi meja makan.

            “Asshh… lutut dan dadaku benar-benar sakit, dasar anak-anak nakal!” omelnya ditengah rintihan sakitnya.

            “Tidak usah mengeluh, kau yang dewasalah yang harus mengerti kebiasaan anak-anak seperti itu,” kataku sekenanya lagi, sambil berjalan mengambil  kotak obat yang sempat diberi tahu dimana letaknya oleh Ahra-ssi kemarin, sebelum ia dan suaminya pergi. Aku kembali dan berlutut dibawahnya yang sedang duduk di kursi ruang makan. “Terasa agak perih, tapi tahanlah,” ucapku yang kini sudah menuangkan obat merah ke kapas dan ku usapkan pelan ke lututnya yang agak sembab itu.

            Jongmal! Lagi-lagi aku tak habis pikir atas keputusan appa yang hendak menjodohkanku dengan namja babo ini.

 

Sooyoung’s POV end

 

***

 

Kyuhyun’s POV

 

            Lututku memar gara-gara terlalu keras menghantam lantai akibat ulah kedua ponakan termanisku itu. Saat ini Summer, baby siter ponakanku, sedang mengobati memar di lututku dengan telaten. Well, kuakui ia pantas menjadi pengasuh karena termasuk seorang yang telaten mengobati luka. Geunde… kenapa saat ini ia begitu manis? Rambutnya dikepang dua, memakai baju dress biasa selutut, dan tidak memakai kacamatanya. Aku ingat kemarin Ahra neuna berkata padanya bahwa ia tak perlu memakai seragam baby siter agar si kembar bisa lebih nyaman bersamanya.

            “Cha~ selesai.”

Summer berdiri sambil tersenyum. Tanpa kusadari, aku mengikuti matanya terus hingga senyuman manisnya luntur.

Waeyo Kyuhyun-ssi, apa ada yang salah denganku?”

Aku segera memalingkan pandanganku dan dengan gugup menyahuti, “An… anni, gwenchana.”

Dengan pelan aku berdiri dan berjalan meninggalkannya yang masih tak berkutik.

 

***

            “Kan Ran, Kan San, ayo makan. Katanya kalian ingin menjadi anak yang kuat,” ujar Sooyoung yang masih berusaha membujuk kedua anak kembar itu untuk makan. Bahkan sampai kejar-kejaran. Hahaha, lucu sekali mereka.

            “Shireo imo!” jawab mereka yang selalu kompak. Mereka memang disuruh menyapa Summer dengan sebutan ‘imo’, bukan ‘ahjumma’. Aku juga heran apa maksud neuna menyuruh anaknya seperti itu. Katanya sih Padahal sebutan itu digunakan jika Summer menikah denganku. Haha, ada apa denganku ini, aishh.

            “Ayolah makan dulu. Setelah makan, imo akan melakukan apapun yang kalian inginkan,” tawar Sooyoung dengan bangganya.

Dan lihatlah, kedua mata si kembar itu kini sudah berbinar-binar. “Jongmalyeo?” seru mereka. Dengan senyum manisnya, Summer mengangguk senang dan kini kedua anak kembar itu duduk manis hingga Summer bisa menyuapi mereka. satu lagi point untuk gadis semampai ini. Ia cocok menjadi seorang pengasuh karena memiliki kesabaran menghadapi anak kembar super nakal dan jail itu.

 

Kyuhyun’s POV end

 

***

 

Author’s POV

 

Ajeossi, kenapa melihat imo terus, hn?” tanya Kan San ditengah kunyahannya.

Andweyeo San-ah, ajeossi sedang melihat kalian makan saja” jawab Kyuhyun sedapatnya. Jujur, gara-gara ketahuan memandangi Sooyoung, ia benar-benar gugub dan sekarang sok menyeringai memainkan PSP yang sebenarnya sudah mati sejak tadi.

“Oh, aku tahu. Ajeossi juga ingin disuapi seperti kita. Iya kan?” kini Kan Ran yang membuat seorang Kyuhyun semakin malu hingga ia bisa merasakan wajahnya memanas dan pasti sudah memerah.

Kyuhyun menghela nafas dan meletakkan PSP yang ia pegang. Ia berjalan mendekati kedua ponakannya dan mengacak pelan puncak kepala mereka. “Ya, kalian itu jangan suka asal kalau berbicara. Sekarang abiskan makanan kalian dan istirahatlah. Kalian ingat kan pesan eomma dan appa yang menyuruh untuk tidur siang? Baiklah, ajeossi tinggal dulu.”

Chankaman!” cegah kedua anak itu yang membuat Kyuhyun berbalik lagi dan Sooyoung hanya mengerutkan dahi menyaksikannya.

Imo, kau bilang kita boleh minta apa saja kan?” tanya Kan Ran yang membuat Sooyoung mengangguk. “Kalau begitu, jadilah eomma untuk kami hari ini.” Ujarnya dengan senyum sumringah.

“Dan ajeossi, aku mohon, jadilah appa kami.” Lanjut Kan San, mendukung kembarannya.

Sooyoung dan Kyuhyun saling pandang. Seperti sedang berkompromi, dimana Sooyoung tak tahu harus setuju atau tidak dan Kyuhyun yang terus mendesak Sooyoung memberi kepastian. Akhirnya Kyuhyun menghela nafas.

Sooyoung berjongkok menghadap kedua anak kembar itu dan berkata, “Geure. Kita akan mengikuti apapun yang kalian mau. Asalkan kalian berjanji tidak akan membuat kenakalan lagi diluar sana. Arraseo?”

Dengan serempak mereka menjawab, “Ne, arrayo imo.”

“Yagseog?”

“Ne, Yagseogheo” lantang mereka berdua.

Kyuhyun hanya tersenyum senang melihat itu semua. Bayangkan saja, seorang Sooyoung yang dikenalnya Summer itu telah menyetujui permintaan ponakan nakalnya untuk menjadi orang tua mereka satu hari ini. Itu artinya, hari ini Kyuhyun dan Sooyoung adalah sepasang suami-istri.

 

***

Dengan mengenakan pakaian couple family, mereka berempat berjalan bergandengan mengelilingi taman bermain. Sooyoung dan Kan San mengenakan t-shirt press body berwarna shappier blue. Sedangkan Kyuhyun dan Kan Ran mengenakan t-shirt model cowok berwarna pink. Mereka berempat mengenakan bawahan berwarna putih dan sepatu kets berwarna senada. Benar-benar terlihat seperti keluarga kecil yang sangat manis.

Pertama-tama, mereka beranjak membeli makanan ringan dan permen kapas untuk cemilan selama perjalanan. Kan Ran-San juga terlihat polos dan sangat menikmati hiburan kali ini. Kenakalan mereka sedang bersembunyi, mungkin. Si kembar menarik tangan kedua orang yang menjadi orangtua mereka itu menuju permainan kuda putar. Sambil memakan cemilan masing-masing, mereka tertawa diatas kuda tersebut. Puas dengan permainan itu, si kembar langsung menuju ke permainan tornado. Teriakan riang langsung terdengar saat mereka menaiki permainan itu.

“Huwaaa… sumpah, aku tidak akan mau lagi naik permainan itu. Oh God… jagalah jantungku ini” oceh Kyuhyun sendiri yang tanpa disadari tiga orang di sampingnya terkekeh mendengar hal itu.

“Ya! Kyuhyun-ssi, masa kau kalah dengan anak-anak ini?” ejek Sooyoung.

Merasa direndahkan, tiba-tiba ide gila muncul di benak Kyuhyun. Dengan evil smirk khasnya, ia berkata, “Kalau begitu, bagaimana jika sekarang kita masuk ke ghost room?.”

Benar saja, setelah kereta mobil yang ditumpangi keempat orang itu masuk ketengah ruangan hantu, Sooyoung langsung berteriak histeris gara-gara sosok suster penuh darah muncul menyambut mereka. Ia langsung memeluk Kyuhyun yang membuat si kembar dan orang yang dipeluknya tertawa.

Tidak hanya sampai disana, setelah dikagetkan dengan berbagai bentuk hantu yang membuat nafas Sooyoung hampir habis, mereka berempat masuk kedalam studio photo box dan mengabadikan sweet moment tersebut. Setelah puas melihat hasil, Sooyoung dan Kan San duduk di kursi taman menunggu Kyuhyun dan Kan Ran yang sedang membelikan mereka ice cream.

Mereka duduk berjejer di kursi taman menikmati ice cream mereka masing-masing. Candaan dan ledekan langsung keluar dan membuat mereka tertawa bahagia.

Eomma, appa, cium pipiku ya. Ran-oppa akan mengambil gambar kita, eotte?”

KyuSoo mengikuti permintaan kedua anak kembarnya tersebut. Kini Kan Ran sudah siap dengan kameranya. Kan San juga sudah duduk diantara KyuSoo. Bibir KyuSoo sudah siap mendekat pipi Kan San.

Hana… deul… s…”

CHU~:*

Mata Kyuhyun dan Sooyoung terbelalak hebat. Posisi mereka saat ini adalah bibir Kyuhyun mendarat tepat di hidung Sooyoung. Sedangkan Kan San sudah ber high-five dengan Kan Ran yang berhasil mengambil sweet moment itu.

Untuk beberapa saat, keadaan antara Kyuhyun dan Sooyoung menjadi canggung. Sumpah, jantung mereka berdegub sangat kencangnya. Baru di detik ini Kyuhyun menyadari penampilan Sooyoung yang sangat cantik dengan rambut hitam kecoklatan sebahu yang diurainya. Dan baru kali ini juga ia sadari bahwa wajah yeoja itu sangat imut dan menggemaskan. ‘Ommo! Apa-apaan aku ini, bisa-bisanya suka dengan baby siter ponakanku. Aishh… jinja!’ Umpat Kyuhyun dalam hati. Sungguh, saat ini hatinya jadi kacau tak karuan.

Tidak hanya Kyuhyun, hal aneh pun kini dirasakan Sooyoung. Pikirannya tentang Kyuhyun langsung berubah. ‘Tidak salah appa dan eomma memilih si evil ini, ternyata dia bisa buat aku deg-degan yang rasanya sangat… ehn… enak. Kekeke’ benak Sooyoung.

Hari semakin gelap. Belasan permainan dan hiburan sudah mereka rasakan. Saat ini Kyuhyun sedang membeli tiket untuk naik bianglala. Tidak lama kemudian, petugas penjaga bianglala pun membukakan pintunya dan mereka berempat masuk kedalamnya.

Eomma, aku senang sekali bisa naik bianglala bersama eomma dan appa” ucap Kan San yang duduk disamping Kyuhyun sambil menatap Sooyoung yang ada di depannya.

Ne, aku juga. Joahae…” tambah Kan Ran yang duduk disamping Sooyoung.

“Ehn… begitu ya. Jadi, kalian berdua sayang sama eomma?” suara Sooyoung benar-benar dewasa dan penuh kasih. Cara bertanyanya memang seperti eomma-eomma pada umumnya. Kyuhyun tersenyum melihat sikap manisnya itu.

Ne, geogjongmal eomma…” jawab Kan Ran-San bersamaan.

Kan San pindah duduk disebelah kanan Sooyoung dan akhirnya Kyuhyun duduk sendiri di tempat yang memuat tiga orang itu. “Ya! kalau kalian duduk bertiga, appa sama siapa? Tega sekali” rajuknya.

Tanpa diduga, kedua anak itu menarik tangan Sooyoung dan mendorong gadis itu kearah Kyuhyun. Sooyoung terjatuh dipelukan Kyuhyun dengan bibirnya yang tepat menempel di leher namja yang hari ini menjelma sebagai suaminya. Untuk beberapa saat situasi jadi hening. Namun, saat mendengar kekehan dua anak kecil dibelakangnya, Sooyoung tersadar dan segera bangkit dari posisinya.

“Owh, mianhamnida Kyuhyun-ssi. Mianhata…” ucap Sooyoung dengan badan yang dibungkukkan.

Greb!

Kyuhyun menarik lengan Sooyoung untuk duduk disebelahnya. Ia merangkul bahu gadis itu hingga membuat wajah Sooyoung memanas. Mata mereka saling beradu pandang.

Yeobo-ya, joahae…saranghaeyo…” suara ini dari Kan Ran yang mengartikan tatapan Kyuhyun.

Ne, yeobo. Na do joahae… neumu saranghae” balas Kan San sebagai Sooyoung.

Mendengar hal itu, Kyuhyun melepas rangkulannya dan mereka berdua langsung menatap kedua anak kembar di depan mereka. “YA! anak kecil, Shut up!” hardik mereka bersama yang membuat Kan Ran-San langsung menutup mulut dengan tangannya walau sebenarnya kedua anak itu tengah terkekeh dan bersusah payah menahan tawa.

Sesampainya dirumah, si kembar super jahil itu lagi-lagi berhasil membuat Kyuhyun dan Sooyoung semakin canggung. Mereka berdua meminta Kyuhyun dan Sooyoung tidur bersama mereka di kamar Kyuhyun yang ranjangnya berukuran king dan muat untuk mereka beermpat. Saat semuanya sudah terlelap, Kyuhyun membuka mata lagi dan mendapatkan wajah manis Sooyoung di depannya. Dengan pelan ia menyibakkan poni gadis itu dan perlahan mendekatkan diri mengecup dahi indah disana. Itu hanya sekejap, karena kedua tangan Kan Ran menarik wajah Kyuhyun keposisi semula. Hal itu membuat Kyuhyun geram padanya.

“Akulah yang akan menikahinya, bukan ajeossi. Weekkk… :p” ejek Kan Ran.

“YAK!” umpat Kyuhyun dengan suara bisikan.

 

Author’s POV end

 

***

 

Sooyoung’s POV

 

            “Ne, arraseo. Aku akan mengirim berkas-berkas yang kalian perlukan. Ingat, bekerjalah dengan baik seperti biasa saat aku ada disana…. Oh, ya. ehn.. sepertinya aku belum bisa menentukan kapan aku tiba disana… YA! aku juga bekerja disini. Aish… ne, ne, lakukanlah yang terbaik. Hmm… annyeong!”

            Bipp!!

            Baru saja kututup panggilan masuk dari asisten yang merangkap menjadi sahabatku, Yenra. Ia bilang keadaan kantor sepi tanpa aku. Oh, jelas saja dong, kan aku yang biasanya memarahi mereka. waah… jadi kangen kembali ke dunia asliku.

            Kujatuhkan tubuhku ke sofa. Sejenak kuatur nafas hingga kurasakan kelegaannya. Setelah itu pandanganku jatuh pada dua anak kembar yang tengah terlelap di kasur tipis yang kubentang di depan TV sesuai permintaan mereka. Hah, lelah juga mengurus mereka. kalau dipikir-pikir, hampir setiap hari mereka mengerjaiku dan setelah itu pasti akan merajuk, berlaku manja terhadapku. Terkadang mereka juga memanggilku eomma, seperti saat beberapa hari lalu saat bermain bersama di taman bermain. Menyebutkan hal itu, otakku langsung mengukir nama Cho Kyuhyun dengan indah. Entahlah, apa yang terjadi denganku. Akhir-akhir ini aku sangat merindukan sosoknya. Ya, sejak di taman bermain tempo hari, yang ternyata hari terakhir ia libur kerja, Kyuhyun hanya ada dirumah dua hari atau tiga hari sekali. Ia lebih sering lembur di kantor. Wajar saja, ia diberika proyek cukup besar dan harus jadi dalam jangka waktu dua belas hari. Ini adalah hari ke sebelas. Berarti besok adalah hari dimana ia harus mempresentasikan proyeknya. Ada sih rasa ingin membantunya, tapi aku takut ia akan curiga denganku. Mana ada pengasuh anak yang mengerti masalah kantor.

            Cklek!

            Pandanganku langsung beralih kearah pintu rumah. Kini aku melihat sosok namja yang kurindukan. Kyuhyun. Ia berjalan lunglai dengan jas cream yang sudah tergantung dilengannya.  Dasinya juga sudah ia longgarkan dengan kancing kemeja hitam bagian atas yang sudah tak tertaut. Sepertinya ia sangat lelah. Kutunggu ia berjalan menghampiriku, tapi aku salah. Ia malah pergi ke kamarnya setelah membalas senyumanku sekejap. Ada apa dengannya?

            Tugtugtugg.

            “Kyu, apa kau sudah tidur?” tanyaku yang kini berdiri di depan kamarnya dengan membawa nampan berisi segelas susu. Beberapa detik kemudian aku tetap tak mendapat jawaban. Kuulang mengetuk pintunya agak keras dan… apa-apaan dia, kenapa pintunya tidak tertutup? Kurasa ia lupa menutup rapat pintunya.

            Setelah memantabkan hati, kuberanikan diri membuka kamarnya. Setelah berhasil, mataku menemukan sosok Kyuhyun dengan celana selutu dan kaos hijaunya sedang tengkurap di atas ranjangnya. Kurasa ia sangat kelelahan. Pasti setelah mandi ia langsung rebah. Lihatlah, rambutnya pun masih basah. Kuletakkan susunya diatas nakas samping ranjang. Aku duduk di samping badannya yang terkulai nyenyak.

            Aku bangkit dan meraih handuk putih di sandaran kursi dekat meja kerjanya. Kugosok pelan kepalanya agar besok ia tidak demam lantaran tidur dalam keadaan rambut yang basah. Beberapa saat kemudian, kurasakan ia menggeliat dan dengan segera kuhentikan aktifitasku dikepalanya. Matanya terbuka dan langsung menatapku tajam.

            “Apa yang kau lakukan?” tanyanya dingin. Tuhan, ada apa dengannya? kenapa jadi aneh seperti ini?

            Aku segera berdiri dan agak menjauh darinya. “Mianh aku bersikap lancang. Awalnya aku lihat kau seperti kelelahan dan aku hanya ingin memberikanmu susu hangat sebelum tidur. Saat aku bawakan susu itu, ternyata kamarmu tak terkunci. Karena kau tak menjawab panggilanku, maka aku memberanikan diri untuk masuk. Aku juga minta maaf karena terlalu lancang mengeringkan rambutmu. A…aku hanya khawatir jika kau tidur dalam keadaan basah, besok kau akan demam. Bukankah besok deadline presentasi proyek besarmu itu?” jelasku panjang lebar yang semakin lama semakin terdengar gagap. Sungguh, jantungku benar-benar berdegub kencang.

            Kyuhyun diam saja mendengarku. Ia membalik badannya dan dengan kilat menarik tanganku. Handuk yang kupegang terlepas, membuat tangan kosongku langsung bersentuhan dengan dadanya. Ya, Kyuhyun menarikku dalam pelukannya dengan posisinya yang masih berbaring.

            “Kyu…”

 

Sooyoung’s POV end

 

***

 

Kyuhyun’s POV

 

            “Kyu…” kudengar suara Summer sedikit bergetar di dalam dekapanku.

            “Diamlah… izinkan aku seperti ini, sebentar saja” balasku sambil mempererat dekapanku. Sungguh, aku benar-benar menyeyangi yeoja didekapanku ini. Persetan dengan pekerjaannya yang dianggap rendahan oleh eomma itu, aku tetap akan memilih Sammer.

 

_Flashback_

 

            “Eomma, jangan memaksaku menikahi gadis yang tidak kukenal. Jeball…”

            “Lalu, kalau bukan dengan gadis pilihan eomma, kau mau menikahi gadis yang seperti apa, eoh?”

            “Aku akan menikah dengan gadis yang aku cintai, eomma.”

            “Mana gadis itu? Kenapa kau tak pernah mengajaknya bertemu dengan eomma?”

            “Gadis itu… gadis itu… aargh! Dengar baik-baik eomma, aku mencintai seorang gadis manis yang mengasuh Kan Ran dan Kan San. Dia gadis yang baik dan penyayang. Bahkan dia bisa menjadikan Kan Ran-San mengurangi kenakalan mereka” jelasku.

            “Yak! Apa kau sudah gila?! Jongmal michin! Eomma nyesal mentipkanmu dirumah Ahra. Bagaimana bisa kau menyukai pembantu kakakmu sendiri, eoh?”

            “Eomma! Dia bukan pembantu! Dia itu pengasuh…”

            “Tetap saja pembantu! Dimana harga diri keluarga jika kau menikahinya Kyu? Lalu apa yang harus kita katakana dengan calon besan kita di keluarga Choi?”

            “Aku tidak kenal gadis itu eomma. Mustahil aku mencintainya”

            “Don’t put your protest, Kyu. Eomma akan tetap memaksamu bertemu dengan gadis keluarga Choi. Ingat, dua hari lagi kau harus datang di pertemuan keluarga kita. Kalau tidak, masa depan yang kau impikan akan hancur. Termasuk pembantu itu. Arraseo!?”

           

_Flashback end_

 

            “Summer-ah, aku akan menikah” ucapku kemudian. Jujur, aku berat mengungkapkannya, tapi aku harus melakukannya. kurasakan tubuhnya bergeliat dan aku melepas pelukannya.

            “Kau… ehkm., lalu, hubungannya denganku apa, Kyu?” tanyanya dengan tatapan datar. Ya! apa kau tak merasakan sesuatu yang special diantara kita, eoh?!

            “Summer, lihat mataku!” perintahku yang sudah menggenggam kedua tangannya. Ia dalam posisi berdiri dan aku duduk di ujung ranjang. Kepalaku mendongak melihat wajahnya. Aku tahu matanya tak sanggup menatap kebawah. “Summer, kau dengar aku, please… look my eyes!”

 “Kyu, aku sudah mengantuk. Lepas tanganku, jebal...” mohonnya padaku dengan pandangan yang dipalingkan kesamping.

Karena tidak sabar, aku langsung bangkit dan mensejajari tatapannya padaku. Kupaksa wajahnya untuk menghadapku dengan menangkup kedua pipinya. “Summer… saranghae...” lirihku agak bergetar. Kulihat matanya membulat kaget dan sedikit berair. Apa dia terharu?

“Kyu…” suaranya benar-benar berat tertahan. Aku gemas dan langsung menariknya kedalam pelukanku. Aku tahu, dari pandangannya saja aku bisa lihat. Aku yakin Summer, yakin seyakin-yakinnya kalau kau juga mencintaiku.

Kepalaku pusing. Tiba-tiba saja badanku ambruk ke ranjang dan tanganku masih memeluk Summer. Dia ada di atas badanku.

OMMO! EOMMA, APPA, LIHATLAH!. AJEOSSI DAN IMO SEDANG MEMULAI MEMBUAT AEGY…!!” teriak Kan Ran dan Kan San yang seperti biasa, mereka selalu kompak.

Pandangan mataku dan Summer membulat dan segera merubah posisi kami saat kulihat Ahra neuna dan Kan Woo hyeong muncul di belakang kedua anak kembarnya.

“Kyunie, apa yang kau lakukan dengan Soo- emhh maksudku, dengan Summer, eoh?!”

Aku dan Summer bungkam seribu bahasa. Sungguh, kami bingung hendak mengatakan apa.

 

Kyuhyun’s POV end

 

***

 

Author’s POV

 

            Hampir saja Ahra salah mengucapkan nama. Syukur saja ia bisa mengalihkan langsung. Namun, tetap saja Sooyoung yang mendengarnya mulai curiga. Apa maksud kata Soo yang diucapkan Ahra-ssi? Apa ia tahu kalau sebenarnya Summer adalah Sooyoung?

            “Jeosonghaeyo, tadi hanya kecelakaan kecil. Aku… aku akan kembali kekamarku” pamit Sooyoung sambil menunduk dan berjalan pergi. “Kan Ran-ah, San-ah, ayo tidur. Ini sudah malam. Permisi, saya akan menidurkan mereka.”

            Kini hanya ada Ahra dan Kan Woo yang sedang menatap Kyuhyun. Ahra tersenyum, “Gwenchana Kyu, tapi ingatlah, dua hari lagi acara keluarga akan berlangsung dengan tujuan perjodohan itu. Neuna yakin, kau akan kuat menjalani setiap gejolak hatimu. Tenanglah, keindahan cinta akan datang diwaktu yang sudah di persiapkan. Kalau jodoh, tidak akan pergi kemana Kyu. Ingat itu” lalu Ahra berbalik meninggalkan Kyuhyun.

            “Hwaiiting! Perjuangan cinta memang sulit, tapi akan menakjubkan jika kau berhasil.” Ujar Kan Woo sebelum menyusul Ahra, meninggalkan Kyuhyun.

 

***

 

            Entah kenapa, setelah kejadian malam di kamar Kyuhyun itu Sooyoung menjadi gelisah dan memutuskan untuk mengundurkan diri. Ya, dia harus pergi sekarang juga. Hanya dengan berpamitan dengan Ahra dan Kan Woo, Sooyoung kembali pulang kerumahnya. Pagi-pagi sekali ia sudah siap untuk pergi. Bahkan ia tak sempat berpamitan dengan dua malaikat nakalnya, Kan Ran-San. Apalagi dengan namja evil nan babo yang kini sudah membawa separuh hatinya.

            Semalam ia mendapat kabar bahwa perjodohan antara ia dan Kyuhyun dibatalkan lantaran orang tuanya mendapat kabar dari orang tua Kyuhyun yang mengatakan bahwa Kyhyun telah mencintai yeoja lain. Sungguh, kabar itu benar-benar menusuk hati Sooyoung. Percuma saja ia berlama-lama disini. Setelah ia mengetahui semua baik-buruk seorang Kyuhyun, alhasil semuanya dibatalkan.

            “Kau merindukannya?” tanya Sojin yang sudah ada disamping Sooyoung.

            “Anni, aku hanya iseng dengan Kan San dan Kan Ran”

            “Kau juga sangat iseng dengan namja itu kan? Ayo ngaku saja…”

            Sooyoung mendengus kesal, “Dan percuma saja kan jika aku mengatakan iya? Toh, perjodohan itu batal. Kesimpulannya, semua usahaku sia-sia”

            “Heii… apa saat ini uri Youngie sedang patah hati?”

            “Yak, nenek lampir! Bisakah kau tidak menggodaku seperti itu?”

            “Jadi, kau sudah jatuh cinta dengannya?” godaan Sojin semakin menjadi.

            Sooyoung semakin geram dan segera menarik selimutnya untuk menutup seluruh badannya. “Pergilah eonni bodoh!” umpatnya dari dalam selimut.

            Sojin berdiri dan memandang adiknya yang terbungkus selimut itu, “Youngie sayang, kau harus ingat, setiap usaha yang kita lakukan tidak akan sia-sia. Kecuali kau kembali menjadi orang yang belum pernah mengalaminya. Kebahagiaan cinta akan datang pada waktunya Young. Jalja...”

            Dilain tempat, Kyuhyun yang baru saja pulang dari kantor disambut dengan kedua anak kembar yang tengah menangis. Si kembar itu menarik-narik lengan Kyuhyun keluar rumah.

Ajeossi… ayo kita cari imo. Aku mau imo…” rengek Kan San ditengah isakannya.

Ne, ajeossi. Aku janji tidak akan nakal dan jahil lagi, asalkan imo kembali kesini”

Kyuhyun menghela nafas berat menyaksikan tangisan sendu ponakannya. Jangankan mereka, Kyuhyun pun tak tahu Sooyoung dimana. Jika ia bisa menangis lepas seperti dua anak didepannya itu, pasti sudah dilakukannya sejak pagi tadi. Namun, ia tak segila itu. Sykur saja presentasi proyek sukses dilakukannya walau tanpa senyuman sedikit pun.

“Kan San, Kan Ran, uljimayeo…”

Anak-anak itu malah menggelengkan kepala, “Andwe!” jawab mereka yang masih saja menangis.

Imo.. nan neumo bogoshippeo” isakan Kan San semakin menjadi.

Kyuhyun benar-benar frustasi. Akhirnya ia ajak kedua ponakannya berkeliling kota sambil menjawab semua pertanyaan anak kecil itu dengan kebohongannya. Ia selalu mengatakan ‘sabarlah, sebentar lagi kita sampai rumah imo’ yang nyatanya tak kunjung sampai juga. Boro-boro mau sampai tujuan, alamatnya pun ia tidak tahu.  Syukurlah kedua anak kecil itu tertidur dengan sendirinya. Mungkin karena terlalu lelah menangis.  Terlebih lagi kedua orang tua mereka sudah kembali keluar kota.

Mobil audy hitam yang Kyuhyun gunakan sudah sampai di pekarangan rumah Ahra. Melihat si kembar tertidur lelap, Kyuhyun memilih untuk menggendong mereka pelan-pelan dan segera membaringkan di kamar mereka. Ia berencana kembali langsung kekamarnya, tapi kedua kakinya terhenti saat melewati kamar yang biasanya digunakan oleh Summer.

“Summer-ah… neo eodiga??” desah Kyuhyun yang sudah merebahkan diri di ranjang empuk yang biasanya ditiduri oleh Sooyoung. “Bahkan ranjang ini masih menyembulkan aroma tubuhmu, Summer. Naega bogoshippeo, eotteoghe?”.

Srregg

Kyuhyun tersentak saat tangannya mendapatkan sesuatu di balik bantal disana. Ia menari benda itu dan mendapatkan selembar foto yang bertuliskan, ‘Saranghe Cho Kyuhyun :*’ setelah membaca hal itu, ia langsung membalikkan kertas foto itu. Kyuhyun mulai terisak. Air matanya mengalir deras. Foto yang ia lihat adalah salah satu karya kedua ponakannya saat didalam bianglala dua minggu lalu. Dimana ia tak sengaja mengecup hidung mancung Sooyoung.

Na do Saranghae, Sammer-ah…”

 

***

 

_Hari pertemuan dua keluarga_

 

            “Ya! kenapa belum siap-siap, eoh?” umpat Sojin yang melihat Sooyoung masih santai menonton TV sambil memakan cemilannya.

            “Memangnya ada acara apa?” tanya Sooyoung santai sambil mengganti chanel TV.

            “Pertemuan keluarga Youngie babo! Masa kau lupa sih?” geram Sojin.

            “Bukannya sudah di batalkan?”

            “Nde?” cetus Sojin penuh kekagetan. Matanya agak membulat dan ia semakin bingung. Sambil menggigit bibir bawahnya ia melanjutkan, “Anni, appa dan eomma kemarin menghubungiku dan mengabarkan bahwa acara keluarga itu tetap berlangsung.”

            “Ya! kenapa baru bicara sekarang????”

            Dengan kecepatan kilat Sooyoung mempersiapkan segalanya. Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi nantinya, yang jelas pertemuan ini akan membuatnya bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi. Sungguh, rasa rindunya benar-benar meluap kali ini.

            Setelah semuanya siap, dengan memakai short dress warna marun dan rambut yang hanya dihias oleh bandana warna senada, Sooyoung mengikuti Sojin memasuki mobil dan melaju ke tempat yang sudah di janjikan.

 

***

 

Restaurant keluarga bergaya Jepang itu tampak sangat sunyi karena pengunjung akan masuk ke ruangan masing-masing. Tepat diruangan nomor satu, keluarga Cho dan keluarga Choi sedang tertawa bersama. Kecuali seorang namja berpakaian kemeja kotak-kotak yang bernama Cho Kyuhyun. Ia malah bersandar lunglai kedinding ruangan dan mengutak atik PSP-nya. Setidaknya ia bisa sedikit terhibur dengan benda satu itu. Walau setelahnya, bayangan seorang Summer akan singgah kembali. Entahlah, bagaimana cara Kyuhyun melupakan gadis itu atau dimana ia harus mencarinya? Haruskah ia memaksa diri menikahi gadis dari keluarga Choi ini? Haarrgg!! Jinja! Umpatnya.

Sreegg…

Suara pintu geser ruangan terdengar setelah pelayan membukanya. Tak lama kemudian, sosok dua gadis cantik muncul. Sojin yang memakai dress warna hijau muda tersenyum sumringah memasuki ruangan itu. Sedangkan Sooyoung malah tertunduk malas hingga suara heboh memalingkan perhatiannya.

Imo...!!”

Kan Ran-San yang awalnya duduk diantara Ahra dan Kan Woo langsung lompat dan menghampiri Sooyoung. Kyuhyun yang mendengar hal itu ikut mendongak dan matanya melebar. Tuhan, apakah aku sedang bermimpi? Tanyanya dalam hati. Saat ini ia sedang melihat sosok Summer sedang menggendong dua ponakan nakalnya itu.

“Ran-ah… San-ah… imo bogoshippeo…” ucap Sooyoung, memeluk dua tubuh mungil tersebut dengan berlutut mensejajarinya.

“Summer-ah…” desah Kyuhyun yang masih tak percaya dengan apa yang ia saksikan ini. Sooyoung membalas pandangannya dan tersenyum mendapatkan sosok Kyuhyun. “Bagaimana bisa k…kau…” ucapan Kyuhyun tak pasti. Ia benar-benar shock melihat Summer yang ia kenal sebagai baby siter keponakannya itu sedang ada di tengah pertemuan keluarga yang penting ini.

Ahra maju mendekat. “Annyeong Sooyoung-ah…” sapanya pada Summer. Sebelum Sooyoung menanggapi, Ahra segera melanjutkan, “Tidak perlu bertanya. Semua hal aneh ini adalah berdasarkan rencanku dan Sojin” jelasnya.

Sooyoung menatap tak mengerti kearah Sojin, “Aku dan Ahra berteman Soo, bahkan berteman dekat. Jadi, tanpa sepengetahuan kalian, aku dan dia merencanakan semuanya. Lagian pada akhirnya kau mendapatkan hal yang bagus, kan?”

“Kita tak mau melihat kalian yang sekedar dijodohkan lalu menikah tanpa rasa cinta sedikit pun. Bisa-bisa kalian membuat suarat perjanjian untuk tidak berhubungan suami-istri seperti di film dan novel-novel. Jadi, dengan menyuruh Sojin membujuk Sooyoung menjadi pengasuh Ran-San, guna mengenal dirimu, Kyu…” jelas Ahra.

“Jadi, selama ini Summer tahu bahwa aku adalah lelaki yang akan dijodohkan olehnya?” Ahra mengangguk. “Lalu, apa ini alasan neuna menyuruhku tinggal disana saat pengerjaan proyekku?” lagi-lagi Ahra mengangguk, “Ini juga yang menjadi alasan kenapa Summer tidak perlu memakai seragam dan menyuruh si kembar memanggilnya dengan sebutan imo?” respon yang sama kembali terulang. Ahra hanya mengangguk polos, tanpa dosa. “Aisshh… jinja! Summer-ah, kau berani main rahasia bersama neuna ku eoh?” Kyuhyun bertanya pada Sooyoung.

“Tidak, aku baru tahu jika Ahra-eonni adalah sahabat baik Sojin-eonni. Sungguh. Aku hanya tahu bahwa kau namja yang dititipkan Tuhan untukku. Namja yang harus aku kenal lebih dekat sebelum beranjak lebih jauh nantinya. Namja yang membuatku gila saking rindunya” jawab Sooyoung tegas penuh perasaan.

“Summer… anni, maksudku…”

“Summer is well too. Itu nama panggilanku saat di Amrik”

Seperti lupa keadaan sekelilingnya, mereka berdua berpelukan erat melepas rindu. Anggota keluarga mereka hanya tersenyum melihatnya. Pelukan erat itu terlebas saat Kyhyun dan Sooyoung merasakan ada sesuatu yang menarik baju mereka.

Benar saja, Kan Ran-San sedang meminta mereka untuk berlutut. Mereka menunjuk pipi mereka yang berarti ingin dicium. Kan Ran menunjuk pipi kanan agar dicium Sooyoung, sedangkan Kan San menunjuk pipi kiri agar dicium Kyuhyun.

CHU~:*

Lagi-lagi hal yang mengagetkan terjadi. Bibir Kyuhyun dan Sooyoung bertaut. Ternyata kedua anak kembar itu mundur satu langkah sebelum hal itu terjadi. Mereka berdua sempat kaget, namun tetap melanjutkannya hingga puas. Biarkan saja keluarga mereka tahu bagaimana sebenarnya perasaan mereka satu sama lain. Orang tua mereka tertawa bahagia, Kan Woo pun begitu. Sedangkan Ahra dan Sojin malah kerepotan menutup mata Kan San dan Kan Ran dari aksi yang harus di sensor itu.

Saranghae Cho Summer, neumu saranghae Cho Sooyoung…”

Na do, Kyu-oppa. Saranghaeojongmal saranghamnida…”

 

 

***END***

*

*

NOTE:

satu lagi…

Bagi yang Request FF & belum terkabul juga-padahal sudah terdaftar-Fatminho mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Maaf karena aku belum bisa melanjutkan urutan requestnya. Banyak alasan yang membuatku seperti itu. Yah… 25% karena berita ‘Kyung-Soo’.  Memangsih, seharusnya aku tidak terpengaruh, tapi tetep saja ‘feel’ yang kurasa tidak sepekat sebelumnya. Sedangkan, 75%-nya masalah pribadi yang tak perlu dijelaskan. Nan Jongmal Mianhae…😦

Geundae… request itu tidak akan berhenti begitu saja kok. Aku akan mengusahakannya. Mohon Pengertian kalian…🙂

***

Please, leave your mind about this story!

Aku tidak bisa menilai karyaku, jadi aku minta bantuan reader untuk menilainya. #anggap saja Juri secara tdk langsung. :p

Beri aku nilai dengan rentangan 10-100 yang artinya, jika 10 karyaku benar-benar buruk, jika 100 karyaku benar-benar bagus. Dan jika menurut kalian karyaku biasa2 saja, silahkan beri 2 angka modifikasi yang sesuai menurut kalian.

Ingat ya… 10 – 100 

(yang jawab 0/101, Sungguh membuatku ‘KECEWA’ )

***

Oukey… Jongmal Gomawoo sudah membacanya…😀 Semoga kalian bisa terhibur…😀 See You Letter…😀

.

.

.

128 thoughts on “[ONESHOT] Naughty Children Has Made Our Love

  1. Keren thorrr… Daebaaak, si kembar emang evil bangeeet tapi ceritanya sosweeeeeeeeeet banget 100 deh buat ff iniiii… Keep writing thor

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s