[SERIES] I’m Back to Love You – 10

I'm back to love You pst - 10

I’m back to Love You  – Part 10

Author: Fatminho

Genre  : Romance, Family, dramatic

Length: Series

Rated : 17+

Main cast: Kyuhyun, Sooyoung (Kyuyoung Couple)

Disclaimer       :

 

This Plot is realy Mine!

 

SIDER?? GO AWAY SOON!!

Note                 :

 hALLO…. Mianh baru bisa rekap sekarang… Adakah yg menunggu ff ini? nyaris satu setengah bulan ya? Wkwkwk… maaph yaa…😉

Geurae, gajja read This Story!!

😀 HAPPY READING😀

***

 

Dewi keberuntungan telah mengangkat raga Cho Kyuhyun dari siluit masalah hidup. Aktris China, Lou Yi Xiao akhirnya angkat bicara mengenai anak yang di kandungnya. “Anakku adalah milikku. Bukan milik Cho Kyuhyun. Jadi, semua salah besar telah mengangkat nama Kyuhyun dalam permasalahanku. Maka dari itu, secara pribadi aku ingin meminta maaf pada istri Cho Kyuhyun.” Ujarnya pada acara pers conference pagi tadi.

 

Mata Kyuhyun berbinar-binar menatap layar kaca 32inchi didepannya. Padahal, sebelum dia mendatangi kantor SMEnt, dia bermaksud menjemput Lou Yi Xiao agar segera menjelaskan segalanya. Namun, saat dia tiba di depan kantor setelah sebelumnya mendatangi kediaman Yi Xiao, dia sudah melihat siaran confrensi pers secara langsung yang di lakukan oleh Yi Xiao sendiri. Apakah seorang malaikat telah mendatangi Yi Xiao dan mengancam yeoja itu untuk membuktikan segala yang sebenarnya? Atau kekasih yang memiliki janin di perutnya sudah datang dan ingin rajuk dengannya? kenapa tiba-tiba dia menjadi bermurah hati seperti ini? oke, ini memang lebih baik. Namun, tidakkah semua ini begitu mencurigakan?

 

“Kyuhyun-ssi… Kyuhyun-ssi…”

 

Para wartawan yang memergoki sosok Cho Kyuhyun saat ini sangat antusias meminta tanggapan Cho Kyuhyun atas pemberitaan mudah yang dilakukan oleh Yi Xiao di dalam aula tengah di lantai atas.

 

Kyuhyun terperangah menyaksikan puluhan wartawan berlari kearahnya. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, yang jelas kedua kakinya tetap terpaku di tempat. Hingga akhirnya beberapa security mengamankannya dan memerintahnya untuk pergi. Karena masih tak sadarkan diri, akhirnya sang manager yang kali ini baru tiba langsung menarik tangannya untuk keluar dari rundungan maut tersebut.

 

“Yak! Kenapa kau baru datang? Harusnya kau hadir bersama Yi Xiao sejak tadi!” oceh managernya dalam perjalanan menuju lantai teratas, tempat konfrensi di laksanakan.

 

Kyuhyun’s POV

 

Manager-hyeong menarik tanganku layaknya anak usia dini yang tak tahu arah untuk melangkah di perjalanan pulang ke rumahnya. Jujur, aku tak paham dan belum menyadari segala yang kutemui pagi ini. Awalnya aku terbangun dengan mata yang sedikit memerah karena memendam air mataku semalaman. Kemudian aku berinisiatif memaksa Yi Xiao untuk mendeklarasikan segala yang benar-benar nyata terjadi padanya. Aku tak peduli lagi dengan pribadi Yi Xiao yang polos dan baik hati karena seharusnya sejak dulu aku lebih mengutamakan diriku. Oh Tuhan, bahkan Sooyoung pun aku abaikan. Dan apa yang sekarang kutemui? Setelah menerima penolakan mentah-mentah dari Yi Xiao untuk mengaku, tiba-tiba saja kudapati yeoja itu melakukan hal yang dia tolak sejak tiga hari berturut-turut, bahkan lama sebelum hari tersebut.

 

“Ini dia yang kita tunggu sejak tadi! Kyuhyun-ssi!!”

 

Gema suara sambutan puluhan sahabat pers menyadarkanku akan situasi dan tempat dimana kini aku berada. Gagap, aku tak bisa bicara atau mengeluarkan kata-kata.

 

Manager-hyeong membimbingku untuk duduk di deretan bangku konfrensi tengah, di sebelah Yi Xiao. Aku menunduk sekilas kepada direktur SMEnt yang duduk tepat disebelah Yi Xiao. Dia hanya tersenyum tipis. Kuharap tak ada keanehan yang terjadi setelah ini berakhir.

 

“Kyuhyun-ssi, apakah benar apa yang dipaparkan oleh Nona Yi Xiao tentang status janin yang ada di dalam kandungannya tersebut?” cetus pertanyaan seorang wartawan yang ada di tengah-tengah dari perkumpulannya.

 

“Status janinnya, saya benar-benar tidak tahu dan tidak mengerti tentang hal itu. Yang jelas, itu bukan milik saya.” Jawabku dengan suara tegas dan meyakinkan. Bukankah seharusnya seperti itu?

 

“Jika janin yang ada di perutmu bukan milik Kyuhyun-ssi, lalu siapa pemiliknya?” cetus wartawan lainnya yang sedang memandang kearah Yi Xiao. Tentu saja pertanyaan itu dilontarkan untuk Yi Xiao.

 

Aku menoleh kearahnya dan kudapati wajahnya gugup dan sedikit takut. Dia memejamkan mata kuat-kuat dalam sesaat sambil mengatur aliran nafasnya. “Bukankah saya sudah megatakan di awal, bayi ini milik saya. Bukan Kyuhyun-ssi! Jadi kesimpuannya, janin yang saya kandung adalah milik saya!”

 

“Maksud kami, siapa ayah biologis dari janin yang anda kandung itu, Nona Lou?” tanya seorang wartawan paruh baya lebih dengan penekanan yang kuat. Benar saja, seketika Yi Xiao melemas dan tampak frustasi.

 

Aku tak tahu siapa kekasihnya, apalagi ayah biologis dari janin yang dia kandung. Namun, aku tahu bahwa saat ini dia merasa tertekan dan itu membuatku iba. Ingin rasanya kuseret namja kurang ajar yang tak bertanggung jawab itu. Andai saja kutahu bagaimana sosok brengseknya, maka dengan lekas kulakukan hal itu padanya.

 

“Bayiku sudah tak memiliki ayah…”

 

Mataku membulat seketika saat kudengar suara isak disampingku yang melontarkan kalimat tadi. Aku menoleh dan kulihat dia tertunduk. Dia mencoba menghapus air mata yang mengalir di wajahnya.

 

“Kekasihku… pergi jauh dan tak akan kembali…” ujarnya lagi.

 

Suara jepretan kamera dan sinal blitz menghuni ruang pers confrens kali ini. tidak lupa dnegan suara tangis Yi Xiao. Sedangkan yang lainnya, termasuk aku, hanya bisa tercengang memandang yeoja berparas polos ini. pergi jauh dan tak akan kembali. Apa maksudnya…

 

“Dia mengalami kecelakaan pesawat setelah melepas rindunya padaku saat hendak kembali ke China. Kumohon, jangan paksa aku mengingat hal yang-“

 

“Enough!” kini suara direktur kami mengintrupsi. “Sebagai direktur di Agency ini, dengan hormat saya minta pada semua kawan pers agar tak memaksa Nona Yi Xiao untuk membuka masa lalunya. Dan saya rasa kabar simpang siur yang mencoreng artis andalan SMEnt-Cho Kyuhyun-sudah benar-benar clear. Jadi, dengan sangat hormat kami tutup pertemuan ini dan sudah dipastikan bahwa skandal buruk tersebut TIDAK BENAR!”

 


 

“Jadi apa rencanamu selanjutnya?”

 

Aku dan Yi Xiao sedang duduk di ruang tunggu yang kali ini terlihat sangat hampa dan sepi. Setelah konfrensi pers berakhir setengah jam yang lalu, direktur meminta kami menandatangani suarat berakhirnya syuting ‘WGM’. Aku bersyukur, episode yang kami garap sudah fix dan tidak terputus di tengah jalan.

 

Setelah keluar dari ruang direktur, Yi Xiao menghampiriku dan meminta maaf padaku. Bukan hanya itu, dia juga pamit padaku untuk kembali ke negaranya.

 

“Mungkin aku akan menjadi orang biasa saja selama janin ini tumbuh di dalam perutku. Aku yakin, eomma-appa-akan memahami maksud hatiku. Walau sangat menyusahkan dan terkesan kotor, tapi aku benar-benar mencintai namjaku. Sayang saja, Tuhan mengambilnya sebelum kami resmi bersama.” jelasnya tenang.

 

“…” aku hanya memandangi ekspresinya tanpa membalas perkataannya. Semua yang Yi Xiao alami sangatlah berat dan sulit baginya. Namun, inilah resiko ‘mencintai’ seseorang. Lebih banyak mendapati rasi ‘sakit’ daripada rasa ‘bahagia’.

 

Pada akhirnya segala sesuatu kembali lagi pada diri kita sendiri. jika kita benar-benar ‘mencintai’ maka cobaan yang kita terima akan lebih berat-melebihi rasa pedih ketika ‘ditolak’ oleh seorang yang kita cintai tersebut.

 

“Kyu-oppa…”

 

Aku sadar akan sapaannya. Kukerjapkan mata sekali dan menyahut, “Ya?”

 

Dia tersenyum tipis menatapku dalam. “Apa kau ingin tahu kenapa aku memilihmu jika saja skandal ini benar-benar berlanjut?” tanyanya. Aku terdiam sejenak sebelum akhirnya menggelengkan kepala. Dia hanya tertawa kecil dan mengalihkan pandangan kedepan kembali. “Percaya tidak percaya, kekasihku memiliki wajah yang nyaris mirip denganmu. Maka dari itu, aku jadi terobsesi denganmu. Dan masalah namja yang kuceritakan padamu beberapa kali tersebut, dia bukanlah namja yang aku maksud.-“

 

“Maksudmu, namjamu sudah meninggal-“ aku benar-benar tak habis pikir.

 

Dia mengangguk memotong kalimatku. “Hyun-Bin oppa sudah meninggal dua bulan yang lalu. Dia pergi dengan meninggalkan ruhnya di dalam perutku. Aku juga tidak mengerti apa yang telah kami rasakan sebelumnya. Namun, aku masih ingat, betapa ikhlasnya aku menyerahkan diriku padanya. Bahkan kami berjanji mengikat hubungan ini secara resmi lagi setelah shooting WGM-ku berakhir dan masa Training-nya di Penerbangan selesai.” Jelasnya.

 

“Training penerbangan-“

 

“Ya, Hyun-Bin oppa adalah seorang calon Pilot. Dan itu salah satu yang aku sesali. Andai dia tak jadi Pilot, aku yakin dia tak jatuh dan-“

 

Yi Xiao menangis dan tak bisa melanjutkan kalimatnya. Dengan ragu, kuangkat tanganku untuk mengelus dan menepuk bahunya sekilas. “Hikmahnya, Hyun-Bin meninggalkanmu sebuah jejak yang tak akan pernah bisa kau pungkiri bahwa jejak itu adalah satu-satunya peninggalan Hyun-Bin yang paling berharga dan tak tergantikan.” Ucapku.

 

“…” dia tak menjawab dan memilih untuk mengerutkan dahi.

 

“Bayimu dan Hyun-Bin. Dia yang akan menemanimu, menggantikan posisi appa-nya yang sangat kau cintai itu. Percayalah, anak ini juga yang akan mengantarmu pada jodohmu selanjutnya.”

 

“Gomawo oppa, kau sudah membukakan satu pemikiran baru lagi untukku.”

 

Aku tersenyum dan berkata, “Mencintai seseorang memang snagat berat, tapi kebahagiaan yang kita rasakan bisa menutupinya, bahkan menghapusnya. Jadi, sabar dan bersemangatlah!” ucapku sok bijak. Bukan bagaimana, secara tidak langsung, masalahku dan Yi Xiao dalam hal ‘cinta’ adalah sama adanya. Sama-sama menemui liku yang sangat tajam.

 

Yi Xiao tersenyum cerah sambil mengangguk. “Jongmal gomawoyo oppa. Aku akan terus mengingat nasihatmu itu.” Dia tersenyum dan bangkit dari duduknya. “Cha~” dia menyodorkan tangannya untuk kujabat. Walau bingung, aku tetap meraih tangannya. “Sekali lagi, Gomawo Kyuhyun-oppa untuk semua yang kau berikan padaku. Maaf telah menghancurkan rumah tanggamu. Kudoakan agar masalahmu dnegan istrimu bisa terselesaikan dan kalian bisa bersama setelahnya. Aku juga minta maaf atas segala kebodohanku yang dengan santainya menyeretmu dalam permasalahanku. Kuharap, kita bisa tetap menjadi teman, Cho Kyuhyun-ssi…” jelasnya panjang-lebar dan sungguh membuatku ternganga. Benarkah?

 

Akhirnya aku tersenyum dan mengangguk. “Kuharap segala yang terjadi pada kita bisa dijadikan bekal pembelajaran kelaknya. Tak ada yang perlu dimaafkan lagi karena memang tak ada yang patut diutarakan dengan ‘maaf’. Cukup dengan ‘terimakasih’, sudah kuanggap semuanya clear dan tak berproblema lanjut lagi. Neumu gomaptha untuk pernyataanmu pagi tadi. itu sungguh membantuku. Jongmal gamshamida…”

 

Kami saling pandang beberapa detik sebelum akhirnya dia terkekeh kecil. “Oppa, bolehkah aku minta kau memelukku untuk terakhir kalinya? Anggap saja kita sedang mengambil satu ‘taking action’ di lokasi shooting ‘WGM’. Eotthe?”

 

Ck!

 

“Baiklah…” ujarku seraya menarik tubuhnya untuk kupeluk. Aku tersneyum kala kurasakan dia menepuk-nepuk punggungku, seolah memberikanku kepercayaan dan dukungan besar.

 

“Kejarlah istrimu, Kyu-oppa… sampaikan salam maafku padanya. Kudoakan, semoga kalian Bahagia setelah ini”

 


 

Setelah menyelesaikan permasalahanku, aku segera pergi meninggalkan kantor dengan ditemani manager-hyeong. Tak ada lagi yang aku pikirkan selain ‘Sooyoung’. Ya Tuhan, sampai sekarang aku tak tahu dimana istriku saat ini. Kenapa dia tak menghubungiku?

 

“Hyeong, antarkan aku ke apartment. Setelah itu aku ingin mencari istriku.”

 

“Greom! Semua jadwalmu sudah aku atur untuk satu bulan kedepannya. Kau di beri kebebasan selama dua bulan. Selesaikan masalahmu dan aku akan menjemputmu untuk ‘Come Back’ di industry hiburan.”

 

Aku tersenyum senang mendengar kabar dari manager-ku satu ini. Dari pertama aku menjadi penyanyi, dialah satu-satunya orang yang mengerti tentangku dan mengatur segala jadwalku sebaik mungkin. bahkan dia bisa mencari segala bentuk jalan agar aku tidak terjebak dalam kondisi yang genting.

 

Kyuhyun’s POV end

 

 

Setelah sampai di apartment-nya, Kyuhyun segera meraih kunci mobil pribadinya. Dia melesat cepat ke kediaman noona-nya. Kali ini bukan Ahra, melainkan Sojin. Baginya, mustahil jika Sojin tidak mengetahui kemana perginya Sooyoung sebenarnya. Setelah kejadian pagi hari itu, saat Kyuhyun menemukan surat dari Sooyoung, saat itu juga Sojin selalu mengabaikan pertanyaannya mengenai keberadaan istrinya saat ini.

 

“Noona, aku mohon, katakan padaku dimana Sooyoung saat ini?” tanya Kyuhyun ketika sudah berhadapan dengan Sojin. Ya, saat ini dia sudah ada di rumah Sojin.

 

“Maafkan aku Kyu, Sooyoung tidak memberi tahu kami mengenai keberadaannya.” Sesal Sojin. Tidak, dia tidak sedang berbohong atau sedang mengukung adiknya tersebut, tapi dia benar-benar tidak tahu tentang keberadaan Sooyoung.

 

Kyuhyun menghela nafas berat kala dia mendengar jawaban tersebut. Kedua telapak tangannya mengusap kasar wajah putihnya. Membuat Sojin dan suaminya menatap adik ipar mereka satu itu dengan tatapan prihatin. Andai saja mereka tahu keberadaan Sooyoung, sudah pasti akan langsung memberi tahukannya pada Kyuhyun – sekali pun Sooyoung tidak mengijinkan hal itu. Namun takdir tidak memberikan keadaan seperti itu. Tetap, keberadaan Sooyoung tidak diketahui oleh mereka.

 

Beberapa menit Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu. Kyuhyun langsung menegakkan tubuh dan meluruskan pandangannya kepada dua kakak ipar didepannya. Sojin dan suaminya menatap Kyuhyun dengan tanda tanya besar. ‘Ada apa?’

 

“Hyeong, noona, apakah Sooyoung ada di rumah Jang-Halmeoni?” tanya Kyuhyun, lebih tepatnya dia meminta jawaban atas pendapat dugaannya kali ini. wajahnya saja sudah penuh harap. Harapan untuk kebenaran dugaannya.

 

Sojin dan suaminya saling pandang sesaat sebelum menoleh menatap Kyuhyun. “Kenapa tidak kau pastikan sendiri?” cetus suami Sojin.

 

Kyuhyun tersenyum. “Ne, Gamshamida hyeong.”

 

 

“Ommona! Apakah hari ini aku sedang bermimpi? Kenapa tiba-tiba seorang penyanyi terkenal, Cho Kyuhyun terlihat di rumahku?” seru Jang Halmeoni yang sedang mendramatisir keadaannya.

 

Kyuhyun tersenyum lebar dan berjalan menghampiri nenek angkat yang sudah dianggapnya sebagai nenek sendiri itu. Dia melebarkan kedua lengan tangannya untuk memeluk yeoja berambut putih tersebut. “Halmonie… naega bogoshipeo…” ujarnyanya kala dia sudah memeluk Jang Halmeoni.

 

Jang Halmeoni malah tertawa lucu mendengar kalimat dari Kyuhyun tadi. Tangannya menepuk-nepuk punggung bidang Cho Kyuhyun. “Arra… arra… na do bogoshipda nae Kyunie~” ujarnya yang juga membuat Kyuhyun tertawa bahagia.

 

Tawa Kyuhyun bukanlah sandiwara yang dibuat-buat, melainkan kenyataan yang memang dia rasakan. Walau tujuannya bukan untuk melepas rindu, tapi tetap saja rasa rindu itu akan tersua juga.

 

“Ayo kita ke ruang tengah. Kita harus ngobrol kali ini. kalau kau sudah mendatangiku seperti ini, pastilah jadwalmu di dunia gemerlap itu sedang senggang, bukan? Geuraesso-“

 

“Ah, tunggu dulu halmeonie, aku-“

 

“Tahan Kyu! Lebih baik kita bicara sambil duduk dan menikmati teh hijau buatan Chef Zatsu!” kali ini Jang Halmeoni menarik paksa tangan Cho Kyuhyun, membuat pria itu harus menyeret kakinya-mengikuti tujuan sang nenek.

 

“Zatsu-san… Green Tea jusaeyoo…” ucap Jang Halmeoni dengan suara agak keras agar didengar oleh Chef asal Jepang andalannya tersebut. Hal tersebut mendapat balasan acungan jempol dan senyuman dari Chef Zatsu, memberi tahu bahwa pesannya tersampaikan.

 

Setelah itu, Jang Halmeoni kembali menghadap cucu angkatnya dengan mengumbarkan senyum senangnya. “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan tadi?”

 

Kyuhyun menghadap lurus dengan paras menyedihkan. Dia tak sabar menanyakan keberadaan istrinya, tapi sedari tadi taka da kesempatan yang tepat.

 

“Sebenarnya, aku datang kesini karena ingin menanyakan keberadaan Sooyoung, istriku…” tanyanya ragu.

 

Benar saja, Jang Halmeoni yang awalnya tersenyum sumringah tiba-tiba meluruskan bibirnya kembali dari lengkungan indah yang sempat diciptakannya. “Menanyakan keberadaan Sooyoungie?” tanyanya heran. Baginya, itu adalah pertanyaan yang seharusnya dia lontarkan: ‘Kemana Soo? Kenapa kau datang sendiri?’ dia melihat wajah sedih cucunya. Oh Tuhan, kenapa dia baru sadar kalau cucunya satu ini tengah bertampang sedih? “Gojitmal Kyuhyun-ah… apa yang sedang kau tanyakan itu? Sebenarnya ada apa dengan kalian?” tanyanya dengan nada yang mulai tinggi dan sarat akan kekhawatiran.

 

Buliran air mata yang sedari lama Kyuhyun pendam pun kini meluncur mudah membasahi wajah putihn pucatnya. Warna merah dimatanya pun cukup jelas terlihat. “Sudah beberapa hari ini aku mencarinya kemana-mana hingga pilihan terakhirku jatuh di rumah ini. Namun ternyata, tak kutemukan juga. Aku-“

 

“Sebenarnya aku tahu masalah rumah tanggamu dari infotaimaent kesukaanku. Kupikir, berita itu hanya omong kosong belaka dan berharap kedua cucuku sama-sama memahami perasaan dan sikon yang mereka hadapi. Ternyata…” Halmeoni tak bisa berkata apapun. Ini terlalu membuat pikirannya sesat. Tak habis pikir kalau cinta keduanya benar-benar tengah diuji Tuhan.

 

“Gasaeyo!! Kembalilah, gapai istrimu sebelum dia benar-benar meninggalkanmu! Ppalliwa!!” putus Halmeoni setelah mengerti perasaan Kyuhyun saat menjelaskan tadi.

 

Dengan sigap Kyuhyun berdiri dan memberi hormat kepada Jang Halmeoni sebelum akhirnya dia berlari pergi. Entah mengapa, nada tegas Jang Halmeoni tadi yang menyuruhnya pergi memberikannya satu keputusan terakhir. Bukan ke rumah mertuanya Kyuhyun kan mencari. Bukan juga ke rumah Siwon atau teman-teman terdekat Sooyoung yang dia kenal. Tapi, kedua tangannya menggerakkan setir roda empat miliknya menuju ke suatu tempat yang dia yakini keberadaan Sooyoung disana.

 

‘ini undangan pernikahanku-‘

 

Entah darimana asal suara itu, yang jelas saat ini suara Siwon saat menjelaskan hubungannya dengan Sooyoung tengah mengintrupsi otak seorang Cho Kyuhyun.

 

“Jeju’s Cottage…”

 


 

Sooyoung’s POV

 

Aku sedang mengatur letak vas bunga ukuran jumbo yang baru saja datang dalam satu truk besar. Petugas Wedding Organizer yang di sewa Siwon-oppa sangat ulet dan tanggap mengikuti perkataanku. Yah, walau bagaimana pun, Fanny dan Siwon-oppa sudah mendarah daging di kehidupanku. Hubungan kami tidak terlalu dekat bila dilihat dari kasat mata, namun sangat kental jika di telaah secara mendalam. Jadi, tidak salah bukan jika aku membantu penataan ruangan yang digunakan sebagai acara resepsi pernikahan mereka lusa nanti?

 

Haahh… aku jadi iri dengan pernikahan mereka. senang sekali rasanya mengatur dan memilih segala sesuatu untuk acara pernikahan yang sacral itu. Berbeda denganku yang sudah siap segalanya dan langsung menikah tanpa pembenahan hati yang mantab, alhasil, hubunganku dengan Kyuhyun-oppa semakin aneh.

 

Tapi, yah… walau bagaimana pun, aku bahagia bisa menikah dengan Kyuhyun-oppa. Meski pun ribuan ombak menerjang hubungan kami, aku dan Kyuhyun bisa kuat melewati semua tahapannya. Sampai suatu hal menakjubkan kusaksikan pagi tadi. ‘pengakuan Yi Xiao’.

 

Jujur, sebesar apapun rasa percayaku terhadap Kyuhyun, pada akhirnya akan merasakan sakit pula jika saja berita itu tak di luruskan. Sejak pergi meninggalkannya dengan sepucuk surat yang kutinggalkan di atas meja telepon, aku belum pernah menghubunginya lagi. Bahkan keluargaku pun tak mengetahui kepergianku. Sepertinya, eonni sudah mengetahuinya. Tapi, aku tetap tak ingin bersua. Aku ingin setelah acara SiFanny ini selesai, aku akan langsung kembali ke apartmentku dan berlari memeluk suamiku. Hahh…. neomu Bogoshipda yeobo~

 

“Soo-ah! See! How about this? Look beautifull or-“

 

“Yepputa!! Aaarrh…. your soooo beautifull Fanny-ah…” aku benar-benar terpana pada calon Ny.Choi ini. hah… aku sungguh iri dengan Tiffany yg memiliki porsi tubuh yang menurutku ideal dan menggoda. Berisi, tidak terlalu tinggi, dan akan sangat pas saat masuk ke dalam pelukan namjanya. Tidak seperti diriku yang kurus kerempeng bak sehelai kertas laying-layang yang mudah diterbangkan. Aish…

 

“Surely?”

 

Aku mengangguk mantab sambil tersenyum lebar padanya.  Fanny-ah… jongmal Gomawo sudah kembali dan menjadi pendamping Siwon-oppa… Entah apa jadinya hubunganku dengan Kyuhyun jika saja saat itu kau benar-benar tak kembali.

 

“Soo… Kenapa melamun?”

 

Aku tersentak dan segera mengerjapkan mataku beberapa kali saat Fanny menyadarkan aku yang tengah mengarungi bayangan masa lalu. Aku tersenyum, “Ahn… Nan Gwenchana~ kau tak perlu sekhawatir itu pad-“

 

Ucapanku terhenti kala Tiffany menyentuh bahuku. Lihat, kini dia menerjang kedua mataku dengan mata tajamnya. “Soo, Don’t keep Your liar Smile from me! Walau kita bukan teman dekat, sedekat jarak hatimu dan Wonpa, tapi aku tahu benar bagaimana situasi hati seorang yeoja ketika dia berbicara. Terlebih yeoja itu adalah kau, Soo-ah~”

 

Entah, apa yang mendorongku untuk menerjunkan tetes air mata dari kelopak mataku. Tiba-tiba rasa sesak dalam dadaku tumpah, meluap, mengeluarkan segala kesengsaraan hati ini. aku terdduk lemah pada satu kursi yang ada di dekatku. Membunngkuk, menenggelamkan wajah basahku pada kedua telapak tanganku.

 

Aku merasa tangan Tiffany meraih bahuku dan menariknya kedalam pelukannya. Kini kusadari wajahku tenggelam tepat di sisi perbatasan perut dan dadanya. Ya Tuhan, Soo-ah kenapa kau berani menangis di atas kain gaun pengantin yang akan segera di gunakan ini?

 

Segera aku menjauh. “Mianh… gaunmu-“

 

“Gwenchana Soo… apakah gaun ini lebih penting disaat hatimu tersiksa? Bahkan kau rela meluangkan waktumu ditengah kegentingan masalah rumah tanggamu hanya untuk membantu pernikahan kami…”

 

Aku tetap menangis dan tak bisa membalas perkataan Fanny. Perlahan aku mendongak menatap sendu ke wajahnya. “Fanny-ah…” suaraku semakin bergetar. Kulihat Tiffany menampilkan ekspresi bertanya ‘ya, ada apa?’ dan aku mengerti maksudnya. “Aku… aku sangat merindukannya, Fanny-ah~” dan tangisanku semakin pecah.

 

 

Hari sudah malam. Kini aku berdiri di ambang jendela yang sengaja kubuka untuk sekadar memandang keindahan mala mini yang terlihat lebih terang dari malam sebelumnya. Terpaku pada ribuan kerlip di atas sana membuat hatiku sedikit ngilu. Bukankah seharusnya aku ada dalam pelukan namja yang aku cintai disaat-saat indah seperti ini? hah… Kyuhyun-ah… neo eodigayo?? Nan jongmal bogoshippeo~

 

“Ya! Soo-ah, kau belum istirahat?”

 

Aku menoleh kebelakang ketika mendnegar sapaan seseorang. Lalu tersneyum ketika melihat wajah tampan seorang Siwon. Ck! Namja ini, sampai kapan pun akan tetap berhasil membuatku terpukau. Tapi untuk kali ini, dia benar-benar kalah dari Kyuhyun yang telah berhasil mengambil seluruh perhatianotak, jiwa, dan hatiku.

 

Siwon-oppa berjalan semakin mendekatiku dengan kedua tangannya yang sudah dimasukkan di kedua saku celananya. “Kau sangat merindukan Kyuhyun?” tanyanya ketika sudah ada disampingku, memandang bintang diluar sana.

 

“Aku pastikan diriku sudah tidak waras jika tidak merindukannya.” jawabku, dia terkekeh.

 

“Geurae, kalau begitu, lebih baik sekarang kau masuk kamar dan istirahat. Ingat Soo, besok acaraku dan Fanny benar-benar full, jadi kupastikan tak ada jatah istirahat untukmu, arraseo?”

 

Mataku menjam seketika, “Yak! Berani sekali kau mengancamku! Memangnya berapa banyak kau akan membayarku, eoh?” tantangku, tak ingin membangun rasa sedih lagi. Mungkin, memulai candaan dengan oppa angkatku ini akan lebih membuat situasiku tenang dan damai.

 

“Cish!” desisnya sambil mengacak rambutku.

 

“Hya! Siapa yang mengijinkanmu mengacak rambutku?!” kesalku.

 

“Hahahaha… Soo-ah, Soo-ah… lihat saja, kau akan berterimakasih padaku berkat banyaknya bayaran yang akan kau terima nanti. Maka dari itu, lebih baik sekarang kau istirahat! Kalau tidak, aku tak akan membayarmu, sepeser pun!”

 

Ck! Apa-apaan dia ini?! seenaknya memerintahku, mempertimbangkan bayaranku, dan sekarang dengan sedikit terburu-buru sudah mendorong tubuhku menuju kamarku. Ck! Kalau saja aku lupa jika dia adalah oppa angkatku, maka kupastikan wajah tampannya taka man di dekatku. Mudah saja menghancurkannya, see! Disebelah kananku sudah ada guci-guci yang bisa kugunakan untuk melempar wajahnya. Disebelah kiriku sudah ada banyak meja yang bisa kujadikan tempat menhujam wajahnya. Dan… tentu saja hal itu tak akan kulakukan. Hahhhss….

 

Dan disinilah aku sekarang, di kamar yang mereka sediakan untukku, kamar yang sudah kutempati selama beberapa malam terakhir ini.

 

“Cha~ jaljayeo Sooyoungie~” ucapnya sambil mengedipkan mata kirinya setelah menarik selimut hingga di ujung daguku.

 

“Ne, jaljayeo oppa brengsek!” ucapku sambil mengerlikkan mata mengejek untuknya.

 

“Yak!”

 

Sooyoung’s POV end

 

Mentari kembali menyapa. Sayup-sayup kicauan burung pun melengkapi kesegaran udara yang berhasil masuk, mengusik keilhaman super nyaman di tubuh seorang Choi Sooyoung. Entah kenapa, dibandingkan malam-malam sebelumnya, malam tadi benar-benar menjadi malam terdahsyat untuknya tetap terlelap. Nyaman, nyenyak, dan seakan seluruh rasa lelah di dirinya menguap begitu saja. Apa itu semua karena sebelum menutup mata, Siwon membantunya terlelap?

 

Tapi… ada satu keheranan dibenaknya. Walau merasa enggan membuka mata, tapi perlahan dia membukanya juga.

 

“Eoh… OPPA!!!” pekik kagetnya.

 

Kali ini dia melihat seorang namja yang sedang terlelap, memeluk pinggangnya. Apa dia mimpi? Kalau benar ini Siwon, maka dirinya akan habis di tangan Tiffany. Tapi sepertinya kali ini kedua mata Sooyoung masih mengembun dan perih, sehingga tak bisa melihat tampang gagah didepannya. Namja ini…

 

_TBC_

 

 PLEASE, KEEP RCL & LIKE THIS STORY IF YOU WANT TO READ THE END STORY AT THE NEXT POST!!! I’LL KEEP THAT WITH KEYWOARD!!😀

GOMAWO^^

 :D

125 thoughts on “[SERIES] I’m Back to Love You – 10

  1. hehehehehe..jd dy ngira yg tidurr itu siwonnn???
    tp kyakny itu kyu dehhh..wkwkwkwkwk
    di tunggu lanjutannya chingu..^^

  2. Udah comment apa blm yah..
    Lupa..
    Daebak..
    Udah lama bgt baru ada kelanjutan ny..
    Jadi agak lupa ma jalan cerita ny…
    Soo menghilang dari kyuppa karna skandal kyuppa…
    Yi xiau blg ke publik bahwa tu bkan anak kyu..
    Tu siapa yg meluk soo?
    Kyuppa kah? Akhirnya kyuppa ketemu ma soo lagi..
    Next part di tgg..
    Akhirnya skandal kyu selesai…
    Tapi soo pergi..

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s