[SERIES] Suddenly to be His Maid – 6

sddnly to be 5a

Suddenly to be his Maid  [ENAM]

Author: Fatminho

Length: series

Rated: PG 16

Genre: Comedy Romance

Main cast: Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung

Other cast: Yoona, Kibum, Yuri, Eunhyuk, Donghae, Jessica, Siwon, dll.

Disclaimer:

This Plot is Main.

Note :

Hy…. mianh baru bisa bawa kelanjutan part ini sekarang. Sepertinya nyaris dua bulan aku tak melanjutkan ff-ku satu ini. But, skrg langsung q post setelah selesai pembuatan. So, jangan heran jika banyak Typo.

 Untuk Mimi, Trims atas cuplikan idemu. Dan kini sudah kumodifikasi dengan maksudku. Jongmal gomawo…🙂

Geurae, Yukkk simak kisah KyuYoung selanjutnya di Suddenly to be his maid 6 ini…😉

Happy reading…😀

Sebelumnya…

 

“Mr.Malas! kau selalu berubah menjadi batu kalau sudah berselimut, eoh?!” Sooyoung semakin gencar dan mulai menarik-narik selimut Kyuhyun.

 

Kyuhyun berusaha menarik selimut itu lagi. Alhasil, terjadilah aksi tarik-menarik tak jelas yang dilakukan mereka berdua. Kyuhyun frustasi hingga akhirnya memutuskan membuka matanya dan menatap Sooyoung geram.

 

“YAK! Tukang Makan! Bisa lepas, tidak?!” sangar Kyuhyun.

 

Sooyoung pun tak mau kalah. Dia balas menatap Kyuhyun dengan lebih sangar. “SHIREO ANDWE!!! Sebelum kau bangun!!!”

 

Kyuhyun sedikit kaget mendengar teriakan kesal Sooyoung. Namun, tidak lama kemudian dia ingin mengalah, tapi sedetik kemudian berubah pikiran dan langsung menarik kuat selimutnya dari tangan Sooyoung. Alhasil, Sooyoung pun jatuh tepat di badannya. Tepat sasaran! Tujuannya memang sempurna. Kyuhyun menyeringai setan dan langsung membalikkan badannya hingga menindih badan kurus Sooyoung.

 

“Lakukan apa yang aku katakana atau…” dia menggantungkan kalimatnya. dan melanjutkan dengan mencium bibir Sooyoung.

 

CHU~

 

Pemilik bibir sontak mendelik lebar mendapati aksi dadakan Kyuhyun tersebut.

_***_

“YAK…..!!!” pekik Sooyoung keras tepat didepan wajah Kyuhyun ketika pembuat masalah itu melepas pautan bibirnya dari bibir Sooyoung.

Segera beranjak dari tubuh Kyuhyun dan berdiri dengan paras marah di wajahnya yang sungguh memerah. Secara kasar dia husap bibirnya dengan punggung tangan, bermaksud menghilangkan noda bibir Kyuhyun dari sana. “Apa yang kau lakukan, eoh?” sengitnya dengan masih mengusap kasar bibirnya sambil menatap sengit kearah Kyuhyun.

Kyuhyun beranjak dari pebaringannya dan kemudian menatap datar kearah Sooyoung. “Kalau kau tak suka, untuk selanjutnya, jangan membangunkanku lagi. Terlambat atau tidak, itu urusanku. ARRASEO?!” kata Kyuhyun dengan hujatan keras di akhir kalimat. Kemudian dia berjalan menuju kamar mandi dan menghilang dibalik pintu tersebut.

Sedangkan Sooyoung masih tercengang dengan mulut yang sedikit terbuka setelah mendapat bentakan keras dari seorang Kyuhyun, tadi. lama dia mematung di tempat, hingga akhirnya dia menyadarkan diri setelah bunyi pintu kamar mandi terdengar, tanda orang didalamnya akan segera keluar. Dengan cepat Sooyoung berjalan menuju lemari pakaian Kyuhyun dan hendak mengambilkan setelan kemeja yang akan digunakan Kyuhyun.

“Tidak Perlu! Keluarlah!” ucap Kyuhyun dengan nada dingin, membuat Sooyoung mengurungkan niatnya.

Yeoja itu segera berbalik dan menatap kearah Kyuhyun. “Ada apa dengan sikapmu, Kyu?” tanya dengan nada bersalah. Dia tidak tahu dimana letak kesalahannya hingga membuat Kyuhyun dingin seperti saat ini.

“Keluarlah!” tegas Kyu sekali lagi.

“Kyu-“

“KELUAR!!!”  mata Sooyoung seketika melebar penuh, lengkap dengan percikan Kristal yang secara tiba-tiba mengendus, menggenang di dalam kelopak matanya.

Sambil meremas erat telapak tangannya, Sooyoung menghentakkan kaki dan kemudian berbalik, keluar dari kamar Kyuhyun.

Kyuhyun’s POV

Pintu kamarku telah berdebum kencang setelah dia keluar dan menutupnya. Emosiku kian berapi-api. Aku kesal dengannya. sangat kesal! Dasar yeoja menyebalkan! Mau sampai kapan pun, dia itu akan tetap menyebalkan!!!

Sial!

Kenapa aku jadi terbawa emosi sih???

Aaakkhh!!!!

Entah apa yang membuat diriku seperti ini. Mungkinkah karena aku terlalu cemburu?  Cemburu dengan semua namja yang pernah menciumnya? Oke, aku memang tidak tahu berapa banyak namja yang pernah berhubungan dengannya, mencium bibirnya, atau pun memiliki raganya. Namun, aku tak bisa memungkirinya lagi kalau aku, hatiku, sangat sakit saat melihat dia mengusap kasar bibirnya setelah aku menjamah lembut bagian tersebut.

Jujur, aku kesal saat dia menghapus bekas liurku di bibirnya.

Mencintainya?

Oh Tuhan, haruskah hal seperti itu dipertanyakan? Seharusnya dari semua sikapku, siapapun tahu bagaimana posisinya di hidupku. Awalnya memang sebagai ‘maid’ ku untuk menebus kesalahannya yang menurutku tidaklah penting. Namun, seiring berjalannya waktu, hati ini berkeinginan lebih. Benar, aku ingin yeoja menyebalkan itu menjadi ‘maid’ pribadiku selamanya. Siapapun, aku yakin akan mengerti apa maksudku sebenarnya.

Tapi yah… beginilah hubunganku dengannya. Abu-abu, tak jelas, dan mungkin hanya aku yang merasakan bahwa segalanya ini sangat istimewa. Yah… walau ku akui, aku juga tak mengakui semua dengannya atau dengan siapapun. Baiklah, cukup memikirkan hal itu. Sekarang, aku harus konsentrasi dengan mata pelajaran hari ini.

Aku keluar kamar dan berjalan kebawah. Ada eomma dan appa yang sudah siap di meja makan. Tapi, tunggu, kemana yeoja menyebalkan itu?

“Eoh, Kyu, kau sudah siap?” aku mengangguk kala eomma menanyakan hal itu. Kemudian aku berjalan ke meja makan dan duduk di salah satu kursi yang selalu kugunakan. “Hari ini Sooyoung dijemput temannya. Dia yang bilang sama eomma untuk berangkat duluan. Kau sih, susah sekali dibangunkan!” aku tak merespon. Ini terlalu mengagetkan. Dijemput teman? Apa maksud eomma Yoona dan Yuri? Aku hanya bisa mengangguk sambil mengunyah rotiku.

“Kyu, untuk besok dan satu bulan kedepan, appa dan eomma akan tinggal di Beijing guna mengontrol pembangunan proyek baru kita disana. Jadi appa mohon, jangan sekali-kali kau memperlakukan Sooyoung seperti pembantu, arraseo?” ujar abeoji.

“Ya~ memangnya kapan aku begitu?” balasku masih tetap mengunyah rotiku.

“Tempo hari, kau menyuruhnya membersihkan kamarmu. Itu apa maksudnya?” kini aku bungkam. Hah… selalu hal itu yang di bahas. Asal abeoji tahu, aku begitu hanya untuk kebaikannya. Kapan lagi dia akan belajar membersihkan ruangan jika tidak dari sekarang? Aiish…

Aku berdiri, “Arraeo Tuan Cho yang terhormat. Geuraey, aku berangkat dulu. Phy eomma! Abeoji!”

Di sepanjang perjalanan menuju kampus, pikiranku dipenuhi oleh Choi Sooyoung. Bukankah selama kuliah dia harus berangkat bersamaku? Tapi apa? Sekarang dia malah berangkat bareng tem-

Pikiranku terhenti tepat didekat gapura pintu masuk kampus. Kalian tahu apa yang kini aku lihat? Seorang yeoja menyebalkan berama Choi Sooyoung baru saja turun dari bus. Apa tidak salah? Bukankah eomma bilang dia berangkat bersama temannya?

Tanpa berpikir lagi, segera ku tancap gas kala bus itu berlalu.  Sayang saja, dia berjalan lewat koridor samping, membuat aku tak bisa menyusulnya secara langsung. Akhirnya, kuparkirkan mobilku dahulu dan kemudian melenggang masuk lewat koridor tengah.

Saat melalui beberapa kelas yang berisi dosen, mataku melirik kearah kiri sedikit. Di lorong sempit menuju toilet, kulihat sepasang anak manusia yang sedang melakukan deep kiss.

Sial!

Kenapa orang itu tidak malu? Apa mereka berpikir tidak ada yang melihatnya?

Ck!

Tiba-tiba saja aku ingat kejadian pagi tadi. Aku menciumnya.  Cish… apa karena hal itu dia-

Bugh!

Bola biru tua berukuran besar, terbuat dari karet, dan kuyakin itu milik Donghae si ikan mokpow itu baru saja mengenai kepala belakangku. Dengan kesal aku menoleh dan benar saja, dia pelakunya. Tersenyum mengejekku sambil mengandeng yeojanya. Oh, jadi ini yang mau dia pamerkan? Memamerkan bahwa kini dia dan Jessica, yeojanya, telah berada dalam halaman yang sama.

“YA!”  kesalku sambil mengusap-usap kepalaku.

Mereka berdua, HaeSica, berjalan dengan senyuman jail milik mereka, mendekatiku. “Ekspresimu sangat bodoh, Kyuhyun-ssi!” ucap Jessica. Ya… ya… aku ingat, Jessica memang sudah akrab dengan teman-teman Donghae, termasuk aku tentu saja.

“Kalian saja yang kelakuannya selalu bodoh!!! Kalian pikir dilempar bola basket tidak sakit eoh?” rutukku.

“Ya~ kenapa nada suaramu seperti itu, Kyu? Apa ada masalah?”

“Tidak. Biasa saja.” Jawabku yang langsung berbalik dan berjalan dengan mendrable bola yang tadi sempat menyakiti kepalaku.

Kyuhyun’s POV end

Saat Kyuhyun akan melangkah ke lorong samping, seseorang menabrak tubuhnya. Dia hanya mundur beberapa langkah, sedangkan orang yang menabraknya telah terjengkang dan kini terdampar di ujung lorong tersebut. Dia hanya terdiam melihat orang tersebut.

“Ya! apa kau tak punya mata, eo-“

“Joo…” suara Kyuhyun bergetar menyebut nama seseorang yang tadi bertabrakan dengannya.

Seorang yeoja yang sama kagetnya dengan Kyuhyun juga masih terpaku memandang lurus kearah Kyuhyun. “Oppa~” gumamnya kemudian.

Seo Joo Hyun, yeoja pertama bagi Kyuhyun yang telah lama menghilang, namun kini kembali lagi dan nyata-nyata bisa dipandang oleh Kyuhyun secara langsung. Kyuhyun tetap terpaku, begitupun Donghae dan Jessica yang sama terkejutnya dengan Kyuhyun. Sedangkan Joo Hyun sudah berdiri dan dengan cepat menyambar tubuh Kyuhyun. Dia berlari kecil dan memeluk Kyuhyun secara langsung. “Oppa~ … Kyuhyun oppa~… Bogoshippeo…” ucapnya.

Sooyoung’s POV

Kini aku sedang berjalan menuju kelas utama yang akan kutempati. Seperti biasa, aku tak pernah sendiri. ada Yuri dan Yoona yang selalu bersamaku. Kami memang selalu bersama. bersyukur karena aku tak jadi kuliah di Jepang. Terlebih, saat ini aku sedang menjalani proses rehabilitasi hati dari Siwon oppa. Hah… namjaku itu ternyata oppa kandungku. Sulit sekali mempercayai hal itu. Bahkan aku masih ingat betapa setianya dia saat meraih hatiku. Namun, akhirnya, Tuhan tak berpihak kepada kami. Semua akan kembali seperti semula, dimana aku akan menganggapnya sebagai oppaku dan melupakan apa yang telah kami lalui bersama walau hanya dalam waktu beberapa bulan.

“Joo…”

Mendengar suara itu, aku-Yoona-Yuri langsung berhenti melangkah dan menengok kearah samping. Kami melihat sosok Donghae dan seorang yeoja yang saling berpegangan tangan. Namun, suara yang kami dnegar bukanlah dari Donghae, melainkan dari seorang lainnya yang ada beberapa meter didepan Donghae.

Kyuhyun.

“Oppa~…” yeoja yang ada di depan Kyuhyun tampak berlari dan langsung memeluk Kyuhyun. “Oppa~… Kyuhyun Oppa~…. bogoshippeo…” tambahnya.

Ya Tuhan, apa dia yeoja yang membuat seorang Cho Kyuhyun menjadi Playboy?

“Ya~… ada apa dengan yeoja itu? Kenapa dia langsung main peluk Kyuhyun?” aku menoleh kearah Yuri yang baru saja mencetuskan kalimat itu.

“Tidak tahu malu. Lihatlah, dia membuat namja sombong itu tegang dan berubah menjadi patung.” Kini suara Yoona. Benar, kulihat Kyuhyun hanya bisa diam. Sepertinya taka da niatan untuknya membalas pelukan yang dia dapatkan.

Aku mendesah agak berat. Entahlah… aku hanya merasa sedang kesal dengan namja malas itu. Insiden pagi tadi belum bisa kulupakan. Hufft… “Sudahlah… yuk ke kelas!” ajakku kepada Yoona dan Yuri.

“Ya, Ya… apa kau tak merasa kesal, Soo?” aku mengernyit mendengar pertanyaan dari Yuri itu.

“Untuk apa?” tanyaku balik.

“Babo! Bukankah kau yeojachingunya Kyuhyun? Kenapa kau tak melabrak yeoja asing yang telah memeluk namjamu seenaknya, eoh?” tambahnya lagi.

Aku menghela nafas cukup berat untuk kedua kalinya. “Hei… Nona Kwon, memangnya sejak kapan aku dan namja tukang tidur itu menjadi kekasih, eoh?” dan aku mulai melangkah tanpa memperdulikan apapun lagi.

“Syong-ah… apa maksud ucapanmu barusan? Memangnya apa masalah kalian hingga kau berkata seperti tadi?” kudengar celotehan Yoona yang tengah berjalan cepat menyusulku. Tanpa berhenti berjalan ataupun berbalik menatapnya, aku menjawab, “Taka da masalah apapun” seadanya. Beginilah hubunganku dengan namja itu. Tak jelas dan akan susah untuk diperjelas.

“Hei, Chagie~ kenapa kau meninggalkanku? Kenapa tak mendatangiku, eoh?”

Seketika mataku terbelalak, jantungku terpompa lebih kencang, dan tubuhku terasa tak berjiwa. Apa aku sedang bermimpi? Saat ini Cho Kyuhyun tengah memelukku secara cepat dan sepihak. Menenggelamkan wajahku tepat di lekukan lehernya.

“Maafkan aku… bukan maksudku menglhianatimu. Aku tak mungkin menyakiti seorang yang mencintaiku. Mianhae~… jongmal mianhae~…” ucapnya lagi yang benar-benar membuatku tambah bingung. Ingin kudorong tubuhnya, tapi dia semakin mengeratkan dekapannya. Aish… jongmal! Apa-apaan namja ini?!

“Atas nama Kyuhyun-oppa, aku juga minta maaf padamu, eonni-yaa. Saat aku memeluk oppa tadi, dia melihatmu dan tampak kaget. Dia tak ingin kau salah paham dengannya.  Aku… karena sudah lama tak berjumpa dengannya menjadi rindu, jadi aku sontak memeluknya erat.  Sekali lagi, maafkan kelancanganku. Aku benar-benar tak bermaksud membuat hubungan kalian hancur.”

Mendengar penjelasan yeoja asing didepanku ini sambil merasakan sebuah tangan melingkari punggungku sambil meremas pelan. Seperti ada hal yang membisikkan hatiku, aku pun tersneyum tipis dan mengangguk kecil sambil berkata, “Nde, Gwenchana” kepada yeoja yang tadi memeluk Kyuhyun.

“Gamshamida, eonni. Nan, Joo Hyun imnida. Seo Joo Hyun. Aku teman dekat Kyupa saat dulu.” Katanya memperkenalkan diri. Aku tersenyum-bangga akan kesopanan yang ditunjukkannya.

“Ne, Sooyoung imnida. Choi Sooyoung.” Balasku.

“Dia yeojachingu-ku Seohyunie~ …” tambah Kyuhyun yang masih mendekap pinggangku. Aku menoleh padaya dengan menatap sangar. Dia tertawa dan malah mengacak rambutku.

“Ya, kau sudah mengatakannya tadi, oppa.” Aku menoleh kearah Joo Hyun lagi. Dia tersneyum pasrah. Tampak sekali adanya kekecewaan yang dalam didirinya. “Baiklah, aku hanya menyapamu saja oppa. Semoga lain waktu kita bisa bertemu dan bernostalgia bersama. sekarang aku harus pulang. Phy…” dan diapun pergi dari hadapan kami semua.

Psssttttt…

Tiba-tiba tubuhku limbung karena didorong langsung dari dekapan Kyuhyun. Cish! Bisa-bisa dia bertindak kasar denganku. Aku mencibir tak karuan sambil membenarkan kemeja yang sudah kusut lantaran didekap olehnya. Dasar namja tak tau terimakasih. Syukurlah kalau kau adalah orang yang pernah menolongku, jadi aku tak tega untuk mengomel kali ini padanya.

“Ya! kenapa kau kasar sekali, eoh?” setidaknya Yuri bisa menggantikan posisi hatiku saat ini.

“Haahh….” dia hanya menghela nafasnya kasar. Aku jadi semakin geram dengannya.

Kulihat dia hendak melangkah meninggalkan tempatnya berdiri. Dengan segera aku mengintrupsi, “Kyu~…” dia berhenti.  Berbalik dan memandangku dengan pandangan dingin.

“Igeo…” kusodorkan kotak makan siangnya yang memang menjadi tugasku untuk menyiapkan segala untuknya.  “Nanti siang aku tak bisa menemuimu. Jadi-“

Bsstt…

Aku memandnagnya sengit. Seenaknya saja dia merampas kotak makannya dengan kasar dariku. Kalau memang dia marah karena masalah tadi pagi, tidakkah itu lucu? Bukankah seharusnya aku yang marah karena dia menciumku?

“YA! Cho Kyuhyun! Kenapa sikapmu berubah sekasar itu, eoh?!” sekarang suara Yoona. Namun, tetap aja di abaikan olehnya.

Dia berbalik dan mulai berjalan meninggalkanku sambil mendrable basket biru dengan tangan kanannya dan tangan kirinya membawa kotak bekal yang baru dia rampas dariku. Aku hanya bisa memandang punggungnya yang semakin menjauh itu dengan tatapan datar. Bukan bagaimana, hanya saja aku tak tahu caranya berekspresi didetik ini. aku tak tahu letak kesalahanku dimatanya itu apa. Sekali lagi, bukankah dia yang salah? Hhuuftt…

Pluk!

Aku menoleh kekanan ketika sebuah tangan menepuk bahuku. Aku tersenyum kepada Donghae yang melakukan hal itu. Dia juga tersenyum padaku. “Kau tahu, kalau sikapnya seperti itu, berarti ada hal yang tak dia sukai darimu.” Aku mengernyit tak mengerti. “Hal yang dia rasa benar, namun di abaikan olehmu.” Lanjutnya sebelum berlalu menyusul Kyuhyun. Yeoja yang di sampingnya hanya mengangguk sekali sambil tersenyum, tanda pertemanan, mungkin.

“Jadi, kau ada masalah dengannya?” Yuri bertanya padaku.

“Molla…” aku menggeleng.

Aku pulang bersama Yoona. Kebetulan Yuri di jemput oleh Hyuk yang memiliki waktu pulang bersamaan. Sedangkan aku dengan Kyuhyun berbeda jam pulang. Andai hubungan kami baik-baik saja, mungkin aku lebih memilih menunggunya sampai pulang nanti. Jujur, seharian ini aku tak konsentrasi gara-gara kelakuannya. Dia marah-marah tak jelas. Kata Donghae itu berarti bahwa ada hal yang dia suka, tapi aku abaikan. Apa jenis hal itu??? Memikirkannya saja sudah membuang waktuku secara percuma. Aishh… Tuan Cho! Kau benar-benar membuatku pusing kepalang!

“Eoh, Sooyoung-ah… kau pulang sendiri?” aku tersneyum mendapati Cho eommanim sudah menyambut kedatanganku. Aku mengangguk. “Nde, eommanim.” Dia mengernyit, “Memangnya Kyuhyun-“ aku segera memotongnya, “Dia ada kelas tambahan yang berbeda jam denganku. Jadi, aku pulang duluan.”

“Syukurlah kami masih bisa bertemu kau Soo. Karena pagi tadi kami belum mengatakannya padamu.” Aku menunggu kelanjutan kalimat yang kini disampaikan oleh abeonim. “Kami, untuk sebulan kedepan akan menetap di Jepang. Ada proyek baru yang harus kami selesaikan disana. Dan lagi, sepertinya Ahra akan sibuk dengan dunianya bersama eonnimu. Jadi, secara tidak langsung, kami bermaksud menitipkan Kyuhyun padamu. Dan satu lagi, kami mohon, kau tetap bersabar menjalani semua kelakuan jailnya. Arraseo, Yeppona?” aku tersenyum menyambut semua penjelasannya.

“Nde, abeonim… nde, eommanim…”

“Geuraey, Kami tinggal dulu yah, sayang…”

Setelah aku mengantar abeonim dan eommanim keluar rumah, aku balik lagi dan langsung melenggang keatas. Aku ingin mandi dan langsung istirahat. Yah… aku tahu, nanggung sekali tidur siang jam segini. Jam tiga sore. Tapi mau apalagi, aku benar-benar lelah. Entahlah, aku juga tak mengerti sebab sebenarnya, yang jelas saat ini bagian pinggul dan pahaku terasa pegal.

Masalah Kyuhyun, sudah kuberi tugas beberapa pelayan rumah Cho untuk melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Seperti menyiapkan bakaian gantinya, makan malamnya, dan lain sebagainya.

“Ahjumma, aku ingin istirahat sekarang. Aku sedang tidak enak badan. Maaf telah merepotkanmu.”

Ahjumma itu tersenyum dan mengangguk. “Nde, Nona. Saya akan melakukan semuanya. Lebih baik nona minum obat dan istirahat sekarang juga. Apa perlu saya siapkan makan untuk nona?” aku tersneyum dan menggeleng. “Tidak perlu.  Aku sudah makan siang tadi bersama teman.”

Aku melenggang masuk kamar dan melakukan apa yang terbaik buat diriku. Aku merasa snagat rapuh. Mungkin karena terlalu semangat mengikuti kuliah pagi sampai siang tadi. memang seharusnya aku istirahat dulu.

Sooyoung’s POV end

Kyuhyun’s POV

Pukul sembilan malam aku baru sampai rumah. Rumah ini gelap sekali. Bukankah baru jam Sembilan?  Apa karena tak ada orang?

Aku yakin eomma dan abeoji sudah berangkat siang tadi. Ahra noona tidak bisa diharapkan untuk ada di rumah. Dan Sooyoung… kemana yeoja menyebalkan itu? Bagaimana bisa dia meninggalkan tugas yang aku limpahkan padanya seharian ini?

Gila! Pelajaran tadi benar-benar membosankan. Perkenalan terus yang dilakukan. Belum lagi materi awal yang mengharuskanku berkutat pada semua bentuk materi dari beberapa ahli di dunia. Yah kuakui itu asyik, tapi untuk materi awal, selalu membuatku bosan. Di tambah lagi, ide gila Hyuk dan Donghae yang mengajakku main ke club sebelum pulang. But, itu benar-benar membuatku sedikit terobati. Setidaknya tertawa bersama mereka, bergila-gilaan bersama membuatku sedikit melupakan kekesalanku pada yeoja menye-

“Arrrsskkk…. eomma… sa-kit….”

Aku menghentikan langkah ketika mendnegar suara rintihan seseorang. Kurasa suara itu berasal dari kamar Sooyoung. Maka kudekati pintu kamarnya.

“Eommaaaaaaa-aahhkk…. skit eomma…..”

Ya Tuhan!

Brak!

Segera kubuka pintu kamarnya dan kulihat dia meringkuk di lantai. Kedua tangannya menekan erat perut datarnya. Mataku membulat menyadari kebodohanku yang hanya diam di tempat.

Dengan cepat aku berlari dan menghampirinya.  “Kau kenapa?”

Kyuhyun’s POV end

Sooyoung masih merintih menahan sakitnya. Dia mendengar suara pintu terbuka dan suara Kyuhyun yang menanyakan keadaannya. Dia bisa apa? Hanya menahan sakit dan berusaha menoleh kearah Sooyoung. “Anni… nan gwenchana…” jawabnya setelah melihat sosok Kyuhyun sekilas, dan kembali menunduk, membenamkan wajahnya, menahan sakit sekaligus menghilangkan pandnagannya dari Kyuhyun.

“Ya! jangan bohong! Jelas-jelas kau kesakitan begitu! Apanya yang sakit, Soo?” kini dia bersimpuh disebelah Sooyoung yang sedang meringkuk kesakitan. Dia meraih kedua lengan Sooyoung yang masih melingkar di perut datar itu.

“Lepas! Aku tak apa-apa!” suara Sooyoung semakin meninggi. Dia ingin menumpahkan kesalnya.

“YA! bisa tidak kau merendahkan suaramu itu?! Aku tak mau tahu, sekarang, ayo ke rumah sakit!” paksanya.

“Ndweseo!! Tak perlu!”

“Ya! tapi kau-“ suara Kyuhyun terhenti kala dia melihat bercak merah di lantai berubin putih itu . seketika dia membelalakkan matanya dan bangkit seketika. “Ya~ kau sakit karena menstruasi??” cetus Kyuhyun yang langsung berhadiah deadGlare dari Sooyoung.

Sekuat tenaga Sooyoung berdiri untuk membalas Kyuhyun, tapi rasa skait di berut bawahnya membuat tubuhnya kembali limbung. Saat itu juga Kyuhyun menangkapnya. Sehingga posisi mereka saat ini adalah Sooyoung berada di tadahan lengan Kyuhyun.

Untuk beberapa detik, mereka terdiam dan slaing pandang. Tenggelam pada pandangan satu sama lainnya untuk pikiran mereka masing-masing.

“LEPASKAN AKU!!!” Kyuhyun menatap nanar kala Sooyoung membentaknya keras.

_TBC_

 –

Reader yang mendukung dan berjiwa baik adalah Reader yang rela membubuhi sepatah-dua patah kata guna mengomentari apa yang kalian telah baca. Sungguh, aku sangat menghargai kalian yang berkomentar.

😀

Jongmal Gamshamida… ^^

129 thoughts on “[SERIES] Suddenly to be His Maid – 6

  1. Next thor. Tapi .. jujur, disini Kyuppa itu lebih ke seseorang yg lebih suka ngungkapin sesuatu secara tersirat. Keren thor!! Aku serasa baca Conan.

  2. Akhirnya setelah ditunggu lama ada juga. Ceritanya kece thor tidak terlalu mainstream, gaya bahasa bagus, plotnya juga bagus. Pokoknya ditunggu part selanjutnya, per quick ya thor=))

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s