[ONESHOT] YMB – Full Day With You (Spc. for 27th of Kyuhyun’s B’day)

Full day with you

YMB – Full day with you [spc. Kyuhyun’s 27th ]

Author: Fatminho

Length: Oneshoot

Rated: PG 16+

Genre: Sweet Romance

Main cast : Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung

Disclaimer:

This Plot is Main.

 

Note:

Well, mungkinaku memang telat nge-posting ff satu ini. But, akan lebih buruk lagi jika tdk aku post. So… Gajja, read this Sweety Fanfiction between KyuYoung couple!!!

😀 – Happy Reading –😀

***

Kyuhyun’s POV

Bulan Januari telah berlalu. Sesak didadaku sudah lumayan berkurang dan sedikit demi sedikit aku bisa menata hidupku kembali. Sebenarnya tidak ada yang perlu ditata sih, hanya saja perasaan hatiku yang membuatku harus melakukan perubahan hidupku lagi.

Bagiku, bulan Jnuari kemarin adalah malapetaka. Cobaan semakin merundung dan membuatku semakin ingin menghilang saat itu juga. Bayangkan, awal tahun kemarin, Berita Menyakitkan yang di manipulasi oleh perusahaan telah membuatku remuk seketika. Yeojachingu yang sangat aku jaga resmi menjalin hubungan asmara selama setahun terakhir dengan aktor tampan berbakat, Jung Kyung Ho. Aigoo… tahukah mereka bahwa hal yang sebenarnya adalah ‘Choi Sooyoung memang menjalin asmara dengan Cho Kyuhyun selama enam tahun terakhir’ bahkan disaat genting ini pun kami masih tetap terikat pada hati yang sama.

Sayangnya, sejak berita hubungan Sooyoung dengan Kyung Ho tersebar, aku belum pernah bertemu dengannya lagi. Ketika kuhubungi teleponnya, tak sekali pun diangkat olehnya. Kalau pun di angkat, pasti yang menyahut adalah managernya yang mengatakan bahwa ‘saat ini sooyoung sedang melakukan pemotretan’ – ‘Sooyoung sedang shooting iklan’ – ‘Sooyoung sedang latihan’ – ‘Soo sedang melakukan konser di Jepang’ – ‘Soo sedang melakukan siaran’ – dll. Selebihnya, tak ada jawaban yang berbeda lagi.

Tahukah kau Soo, aku snagat merindukanmu? Sekali pun aku sedang sibuk shooting drama musical kemarin, bayanganmu tetap ada di dalam otak dan hatiku. Bahkan saat harus mencium bibir lawan mainku, yang melintas di benakku hanya dirimu. Tidakkah kau merasa cemburu atas foto ciuman bibirku bersama adikmu itu? Kalau iya, kenapa kau tidak datang dan memarahiku? Kenapa kau sama sekali tak bersua.

Kini, di tanggal 1 Februari, aku baru bisa melepas aliran infuse yang sudah dua hari ini tersambung ke tubuhku. Mungkin karena kelelahan, aku jadi lemah dan akhirnya jatuh sakit. Namun, sepertinya bukan karena kelelahan saja, aku sakit juga karena memikirkan yeojaku, Choi Sooyoung. Aku sangat merindukan sosoknya. Sosok yang selalu membuatku kesal, jengkel, malu, nyaman, senang, tertawa, dan kini saatnya aku merasakan sedih karenanya. Sedih karena sudah tiga bulan  kami jarang akur dan satu bulan terakhir ini kami tak bertemu sama sekali. Jangankan bertemu, berhubungan lewat telepon pun tidak. Aaarrggg……!!!

Kenapa selalu banyak cobaan berat yang mesti dilalui jika ingin bersama? kemarin pihak Agency tak mengijinkan kami bersama, sekarang, setelah hal itu dipersilahkan, pihak agency malah membuat scandal buatan yang jelas tidak benar antara yeojaku dan aktor itu. Sebenarnya, mereka tidak mengijinkan kami atau bagaimana sih? Jika memang tidak mengijinkan, untuk apa tempo lalu mengijinkan permintaanku?

Kuacak rambutku dengan kasar dan geram, menyalurkan rasa gundah gulana bercampur marah didadaku. Tak sengaja saat menurunkan tangan jariku menyentuh bibirku yang saat ini masih terasa sedikit panas. Pneomutorax, penyakit yang menyerang system pernafasan melalui paru-paru yang pernah kuderita dulu sempat nyaris singgah kembali jika saja saat aku drop kemarin tak langsung di tangani. Dan sekarang, tubuhku masih sedikit demam, membuatku menerima cuti selama beberapa hari.

Aku berjalan dari ruang tengah ke kamarku. Memang membosankan jika berada seorang diri di apartment. Memilih pulang ke rumah malah lebih tidak membuatku membaik lantaran sikap eomma yang akan berlebihan jika melihatku sakit. Yang ada dia ikutan sakit sepertiku dan tentu saja itu berarti menambah masalah keluarga.

Saat kurebahkan diriku diranjang, mataku tak sengaja mendapati tablet 10inch yang biasa aku bawa kemana pun. Seperti PSP kesayanganku itu. Segera aku bangkit dan merubah posisi untuk duduk bersandar pada dashboard. Kunyalakan tablet itu dan langsung masuk ke beberapa situs game yang biasa aku singgahi. Alih-alih mencari game langgananku, aku malah menemukan pemberitahuan baru pada e-mailku. Pemberitahuan tentang postingan terbaru satu blog yang pernah aku ikutin. Kubuka blog itu dan ternyata ada Fanfiction ‘My Hurtness’ part terakhir. Segera ku copy dan ku translate secara otomatis ke dalam bahasa ibu yang kugunakan. Membaca fiksi seperti ini membuatku hangat karena sosok Sooyoung yang menciptakan segalanya. Aku suka fiksi karenanya.

Kyuhyun’s POV end

“Oppa~ ireona….” Sooyoung menepuk-nepuk pipi Kyuhyun yang saat ini masih memejamkan matanya dalam posisi badan yang di telungkupkan. Semalam dia tidur terlalu larut karena melanjutkan game langganan setelah membaca FF yang disukai yeojanya. “Oppa~” Sooyoung berbisik pelan tepat di telinga Kyuhyun. “Oppa~ nan jongmal Bogoshippeo~ Neumu saranghaeo…” lanjutnya.

Chu~

Tak lama setelah Sooyoung mengecup pipinya, air mata Kyuhyun menetes dari kedua mata yang masih tertutup. Dalam benaknya, ‘Kenapa mimpi ini sangat indah?’ ada rasa sesak yang mengharukan, rasa bahagia yang menggetarkan, yang membuat seorang Cho Kyuhyun enggan membuka matanya. Dia takut jika nekat membuka mata, maka suara yeoja yang dirindukannya lenyap seketika. Tuhan, adakah cara yang lebih ampuh untuk menyatakan segalanya?

“Oppa~ kenapa kau bisa sakit seperti ini? lihatlah, wajahmu pucat, bibirmu pun begitu. Kemana perginya Kyuhyun Evil yang tangguh? Jangan pernah drop seperti ini lagi, oppa~” cuap Sooyoung dengan suara lembutnya sambil menghapus titik air yang baru saja menetes berkali-kali. Perlahan, dia menjatuhkan pipinya tepat di pipi Kyuhyun yang basah. Memejamkan kedua matanya dan menghirup aroma namja yang sudah lama tak dirasakannya. Kenapa begitu sulit meraih satu kebahagiaan untuk bersama?

Merasakan sesuatu menimpa wajahnya, Kyuhyun langsung bergidik. Sesuatu yang empuk, lembut, wangi, dan dia tahu betul wangi seperti apa yang dia hirup saat ini. Mungkinkah aroma dalam mimpinya bisa tercium secara nyata?

Perlahan Kyuhyun memustuskan untuk membuka matanya. Dia menangis tanpa suara saat dilihatnya wajah putih yang menimpa pipinya. Mata besar yang saat ini masih terpejam lembut. “Chagie-ah. . .” suara Kyuhyun yang bergetar membuat pemilik wajah itu membuka matanya.

Sooyoung’s POV

“Chagie-ah…”

Kudengar suara seraknya memanggilku. Kupilih untuk membuka mata secara perlahan. Ketika kedua mataku bertemu pandang dengan kedua matanya, air bening pun ikut menggenang di wajahku. Aku mengangkat kepalaku dan memandang sendu wajahnya yang masih memandangku lekat.

“Oppa~” suaraku ikut bergetar. Aku juga menangis tanpa suara seperti dirinya saat ini.

Dia tak beranjak dari posisi tengkurapnya. Namun tangannya terangkat perlahan hingga menyentuh pipi kananku. Seketika kupejamkan mataku dan merasakan kehangatan telapak tangannya saat ini. kuraih tangannya dengan kedua tanganku dan menahannya untuk tetap menghangatkan wajahku.

“Apa aku masih bermimpi?” tanyanya yang membuatku membuka mata kembali. Aku menggelengkan kepala beberapa kali sambil melancarkan tangisku. “Sungguh? Apa kini aku benar-benar melihat seorang yang sangat kurindukan?” tangisanku semakin pecah mendengar kalimat tanyanya. Aku mengangguk cepat dan semakin lama tangisanku pun bersuara cukup keras. Aku sudah tak tahan lagi dengan segala yang aku rasakan didalam dadaku.

Dia bangkit dari posisinya dan langsung mendekap tubuhku. Begitu pula denganku yang juga mendekap tubuhnya. Seerat yang kami bisa. Kami sama-sama tenggelam dalam dekapan yang kami ciptakan bersama tanpa satu pun yang bersua. Saat ini kami butuh kesempatan untuk menyalurkan rasa rindu yang membeludak diantara kami.

Setelah menyuruhnya mandi, aku menyiapkan pakaian santai untuknya. Aku tak bisa jalan-jalan bebas keluar sana bersamanya, kecuali pergi ketempat yang sepi dan jarang penduduk. Maka dari itu, aku memilih untuk menghabiskan hari liburku untuk merawatnya di dalam apartment pribadinya.

Selagi dia mandi, aku menyiapkan beberapa menu sarapan yang sempat kubuat di rumah sebelum memutuskan datang kesini. Kubuatkan dia nasi tim daging cincang. Kuletakkan di atas mangkuk berukuran sedang, lalu kubawa kekamarnya bersama dengan air putih, susu, buah, dan tentu saja kotak obat yang memang berisi obat-obatannya.

Setelah masuk kamarnya, bisa kudengar suara gemericik air dan aku pun tersenyum. Rasanya, sudah ratusan tahun aku tak melakukan hal ini untuknya. Merawatnya ketika sakit. Jadi teringat kejadian beberapa tahun lalu, saat dia kecelakaan setelah kutolak cintanya. Benar, aku sempat menolaknya karena kupikir hubungan ini akan menyakiti perasaan kita masing-masing. Dan memang benar, ini memang snagat menyakitkan. Walau pun begitu, aku lebih memihak pada hatiku yang berkata kalau aku memang mencintai namjaku.

Kedua mataku beralih pada ranjang yang berantakan. Aku tersenyum sambil menggelengkan kepalaku. Tuan Cho itu, kalau tidur selalu belarakan seperti ini.

Kuletakkan sarapan paginya di meja kosong yang ada di dekat televisinya. Kemudian kupilih untuk membersihkan kamarnya ini. kutarik seprai ranjangnya dan kuganti dengan yang baru. Setelah beres, kusapu sedikit lantai yang kurasa tidak kotor ini. aku yakin, ahjumma yang dibayarnya untuk menjaga apartmentnya ini bekerja dengan tekun untuk merawat apartmennya selama dia tak ada disini.

Cklek!

Aku menoleh kearah kamar mandi setelah mendnegar pintu kamar mandi terbuka. Tak lama kemudian, sosok putih tampannya muncul disana. Aku tersenyum melihatnya sedang mengeringkan rambut dengan handuk kecil. Sedangkan tubuhnya topless dimana bagian bawahnya masih tertutup oleh lilitan handuk putih.

“Eoh…” dia kaget melihatku tengah mengamatinya. Oh ayolah… baru sadarkah dia kalau sedari tadi aku memperhatikannya? “Kau merapikannya?” tanyanya setelah menyadari keadaan kamarnya. Aku mengangguk polos. Diapaun berjalan mendekatiku.

“Apa aku sudah segar?” aku mengangguk. “Wangi?” aku mengangguk lagi. “Kau suka?” dan akhirnya aku tak tahan dengan godaannya. Langsung saja aku maju satu langkah dan kupeluk tubuh toplesnya. “Neumu Jhoa~” ucapku sambil memejamkan mata, menghirup aromanya. Dia terkiki dan membalas pelukanku.

Kurasakan dia mengecup kepalaku. “Kenapa kau tidak ikut mandi bersamaku saja, Soo…?” kudengar bisikannya dan berhasil membuat mataku membulat.

“YA! kau ini!” kupukul lengannya dan melenggang menuju meja dimana kuletakkan sarapannya tadi. “Cepat pakai baju sebelum kau masuk angina, oppa!”

Dia terkekeh dan kemudian meraih baju yang telah kusiapkan tadi. dia memakaianya secara cepat sehingga tak kusadari tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Aku yang sedari tadi duduk memunggunginya pun terkesiap mendapatkan dekapannya ini.

“Ya~ rambutmu masih basah oppa!” ucapku sedikit gagap karena saat ini aku sangat berdebar-debar. Aku merasakan endusan nafas hangatnya di leherku. “Biarkan saja!” bisiknya tepat di telingaku. Mendengar jawabannya tersebut, aku segera berdiri dan melepas paksa dekapannya.

“Ya! waeyo?” tanyanya heran.

Tak kugubris dirinya. Aku memilih berjalan meraih handuk yang ternyata dia geletakkan begitu saja di atas tempat tidurnya. Aashh… inilah kebiasaan buruknya yang tak berubah sejak lama. Aku kembali dan duduk disampingnya. Tanpa permisi, langsung saja kugosok rambut basahnya. Mataku mengarah pada rambut ikalnya. Namun, ekor mataku bisa mendapatinya sedang memandang lurus kearahku. Dan benar saja, hal itu sungguh membuatku malu sehingga perlahan kurasakan pipiku sedikit memanas.

“Oppa~ jangan melihatku seperti itu!” tegurku tanpa mengalihkan pandanganku pada rambutnya yang sedang kukeringkan dengan handuknya.

Grebb!

Tiba-tiba dia meraih pinggangku dan menarikku sedikit lebih dekat dengannya. dengan ragu, kulihat arah pandangnya yang ternyata masih tetap lurus kearah wajahku. “W…wae…Waaeb geurae?”

Dia menatapku datar dan dalam tanpa menjawab pertanyaanku. Aku gugup, tapi tetap tak bisa mengalihkan kedua mataku kearah lain. Sudah terpaku pada sorot matanya.

“Chagie~” gumamnya menyapaku. Bisa kuhirup aroma mint pasta gigi yang dia gunakan. Segar dan wangi. “Dari pertama kau datang kesini, aku sama sekali belum mendapatkan kecupan darimu…”

Blush!

Aku yakin, kini wajahku sudah semerah goguma. Kepiting bakar yang terlalu masak, lobster yang terlalu matang, udang yang terlalu lama di oven. Bukan sekedar merah, melainkan sudah sampai merah hati lantaran gosong saking panasnya. Aigooo………… apa-apaan sih Cho Kyuhyun evil ini!

Seketika aku menunduk. Malu jika dia lihat wajah merahku. Oh tidak…

“Kau tak mau mengecupku?” tanyanya dan aku masih menunduk. “Aku sih bisa saja mengecupmu, hanya saja….” dia menggantugkan kalimatnya sesaat, “Hanya saja aku ingin kau yang lebih dulu menciumku, Chagie~” lanjutnya dnegan suara merengek layaknya anak balita.

Sontak kuangkat kepalaku dan menatapnya. wajahnya juga sudah memerah. “Oppa~” gumamku.

“Aku ingin mendapatkan ciuman darimu. Boleh?” pintanya. Tanpa sadar, aku menganggukkan kepalaku, membuatnya tersenyum dan langsung memejamkan matanya dengan bibir yang dia arahkan kehadapanku.

Kujatuhkan handuk yang tadi digunakan untuk mengeringkan rambutnya. Kemudian kutangkup wajahnya. Perlahan kudekati wajahnya hingga menemukan bibir tebal yang selalu menghangatkanku. Kudiamkan sebentar sebelum akhirnya kugerakkan kesetiap inci bibirnya. Dia tidak membalas ciumanku, seperti sednag menikmati perlakuanku saja. Namun kedua tangannya yang melingkar di pinggangku semakin mengerat dari sebelumnya. Hal itu membuatku gemas dan melanjutkan lumatan bibirku pada bibirnya.

“Hahh….” nafasku terengah ketika kuakhiri ciuman satu pihak ini. kepalaku lunglai di bahunya dengan kedua tanganku yang menggantung pada lehernya. Kuarasakan dia menghusap pelan punggungku. Aku pun mengangkat kepalaku dan senyumannya menyambutku langsung.

“Kau semakin cantik, Soo…” ucapnya yang kini sedang menangkup wajahku. Aku tersenyum lebar dan mulai ikut menangkup wajahnya. “Dan kau terlihat seperti mayat hidup, oppa!” balasku. Dia cemberut dan melepas kedua tangannya yang menangkup wajahku.

“Kau pikir siapa penyebab utama aku jadi seperti ini, euhn?” cetusnya.

Aku terhenyak. Oh Tuhan, kenapa manusiamu satu ini begitu manja?

Greb!

Kupeluk tubuhnya dari samping. Kukecupi pipinya berkali-kali sambil berucap, “Mianhae… Saranghae… Mianhae… Saranghae… Mianhae… Saranghae…. Mianhae… Sarangmmmmfftt…” mataku membulat karena kaget mendapatinya membungkam bibirku tiba-tiba. Hanya sesaat mataku membulat, detik berikutnya aku langsung menutup kedua mataku. Tangannya kurasakan mengelus lembut pipi dan leherku. Dan ciuman ini berlanjut kearah yang lebih liar.

“Hahhh…. Hahh…Hahh…” aku tersengal setelah dia memutuskan pautan bibir kami. Mataku terpejam dan suara nafasku tak teratur.

“Jera?” kudengar pertanyaannya dan kucoba membuka mataku perlahan. Wajahnya tepat berada di atasku. Aku mengangguk berat menjawab pertanyaannya tadi. jera? Tentu saja. Kalau tidak, bisa-bisa aku mati karena ciuman liarnya.

“Oppa~ buburmu sudah dingin…” ucapku, mengingatkannya akan sarapan yang harus dia makan. Dia tetap menatapku dengan senyuman evilnya, menyungging ke satu arah sudut bibirnya. Cish!

“Kau pikir, disaat seperti ini bubur itu masih penting?” ucapnya.

Kedua mataku membulat dan segera kudorong tubuhnya sekuat yang aku bisa. “YA! kau itu masih sakit, oppa! Jangan pernah menyepelekan asupan apapun yang masuk ke dalam tubuhmu! Sekarang, aku akan menyupkan kau bubur dingin ini. telan saja, meskipun tidak enak! Ini semua salahmu yang mengulur waktu sarapan dengan-“

“Tapi kau suka kan…?” godanya.

“Oppa~” aku sungguh malu saat ini. Dia tergelak menertawakanku. Aku merajuk dan itu membuatnya berhenti tertawa. “Kalau begitu aku pulang saja!”

“Ya! aku tidak mengijinkan! Sekarang, suapi aku!”

Aku tersenyum dan mulai menyuapinya.

Tidak banyak yang kami lakukan hari ini dalam apartment. Hanya bercanda, bercerita hal yang telah terjadi, dan menghabiskan waktu seharian untuk berpelukan. Tidak ada hal melebihi itu. Kyuhyun memang sosok namja yadong yang super mesum, tapi dia selalu menjagaku yang belum resmi menjadi miliknya. Itu salah satu yang kusuka darinya.

Saat ini kami tengah memandang sunset melalui balkon belakang. Duduk di dalam dekapannya. Entah karena terlalu rindu atau bagaimana, sedari tadi Kyuhyun tidak ingin melepasku. Selalu memelukku seerat ini. namun, sekali lagi kuakui, aku suka caranya mendekapku. Bisa terasa kalau dia snagat tidak ingin kehilanganku. Dan sudah diakuinya hal tersebut. Sama halnya denganku yang tak ingin lepas dari dekapannya.

Aku tersenyum melihat tautan kesepuluh jemarinya di perutku. Kuraih salah satunya dan kukecup lembut. Tangan ini nyaris seperti tangan seorang yeoja, halus dan wangi. Yang membedakan hanya ukurannya saja yang terasa sangat kekar. Itulah namja.

“Aku lebih suka kau mencium bibirku, Chagie~” bisiknya, membuatku menoleh kebelakang sejenak.

“Sejak kapan Uri Kyuhyun menginginkan ciuman terus? Bukankah biasanya kau langsung menyambar, ehn?” pancingku.

Wajahnya cemberut dan memaksa tangannya untuk lepas dariku. Aku sedikit takut dia melepas dekapannya. Namun ternyata, dia mengeratkan tautan kedua tangannya di lingkar perut datarku.

“Apa salah aku ingin ciuman darimu? Apa tidak boleh?” rajuknya yang saat ini menenggelamkan wajah di belikatku. “Bogoshippeo Soo-ah…” bisiknya kemudian.

Aku bungkam. Menoleh kebelakang sejenak dan kupeluk dirinya. “Na do~” bisikku.

“Aku takut kau akan jatuh hati padanya. Aku takut kau pergi dariku untuk bersamanya…” aku menggeleng cepat mendengar kalimat tersebut.

“Oppa~ itu hanya kamuflase buatan. Bisakah kau memikirkan hal yang indah-indah saja? Kyung-Ho Oppa adalah teman baikku sejak kuliah, sedangkan kau, kau adalah seseorang yang aku cintai dan aku yakin kau memiliki banyak cinta untukku. We loved each other, oppa~”

Dan kurasakan dia semakin mengeratkan pelukannya lagi.

Sooyoung’s POV end

Pukul 7 malam. Kyuhyun sudah memakai pakaian rapi yang memperlihatkan ketampanannya. Sooyoung meraih jaket berbulu tebal untuk menghangatkan badan namjanya itu. Dipasngkannya jaket itu ke tubuh Kyuhyun.

“Manager-oppa sudah menunggumu di bawah,” ucap Soo sambil merapikan tatanan penampilan Kyuhyun.

Mendengar hal itu, Kyuhyun langsung mendekap tubuh Sooyoung lagi. “Kau tak akan kabur dariku, kan?” Sooyoung terkekeh. “Kau harus tetap disini. Lakukan apapun yang kau suka, asalkan kau tetap disini. Berjanjilah, saat aku kembali, kau masih bisa kulihat disini. Yagsheog?” ucapnya lagi.

Sooyoung mengangguk dan perlahan melepas pelukan mereka. Dia tersenyum memandang Kyuhyun. “Lakukan yang terbaik dan cepatlah kembali, Mr.Cho!” ucapnya sambil menepuk-nepuk kedua bahu Kyuhyun.

“Kissue?” pinta Kyu. Sooyoung terkekeh.

“Arraseo!” #Chu~ Soo mengecup dahi Kyuhyun. Kemudian dia memandang wajah Kyuhyun sejenak,  “Saranghae~” #Chu~ berlanjut mengecup pangkal hidungnya. “Neomu Saranghae~” ucapnya lagi sebelum berakhir mencium bibir Kyuhyun. #Chu~ :*

“Soo…”

“Ehm?”

“Aku suka ciuman darimu. Bisa menjadi obat mujarap untukku. Saranghae yeobo~”

Kyuhyun melakukan beberapa jadwal wajib yang baru saja dikabarkan oleh managernya. Awalnya dia menolak karena melanggar hari liburnya. Namun, acara ini benar-benar harus didatanginya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Siwon yang sudah siap disamping Kyuhyun.

“Ya,”

“Sepertinya ada hal yang sedang kau pikirkan. Benar?” tanyanya lagi.

Kyuhyun menoleh, ‘Sooyoung menungguku~’ bisiknya tepat di telinga Siwon.

“MWO?!”

“Ya! bisakah kau tidak sekaget itu?!”

“T…tapi So-“

“Baiklah! akhirnya tiba sudah waktu kita untuk bersuka ria. Anyeonghaseo ELF………~~~!!!” suara pembawa acara sudah terdengar. Sorakan penonton pun sudah memecah segala hampa. Member Suju diperingatkan untuk ready pada posisi masing-masing.

“Are You Ever Lasting Friend……..???”  tanya MC dengan penuh semangat.

“Yeeeeeeeesssssssss!!!!!!!” jawab penonton.

“Where’s The Angels for Our handsome father….???”

“Here………………………………………” riuh para penonton, terutama dibagian depan.

“Siwonest???????”

“Here!!!!” sorak penonton sisi kiri dan beberapa di posisi lain.

“Where’s Clouds ????”

“Huuuuuuuuuuuuuuuuuum here!!!”

“Petals???”

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………”

“Camomile??? Shinsfriends??? Pumpkins????”

“Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

“Jewels???? Fishies???? Ryeosomnia????”

“Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……….”

“And the last………………………………………. Where’s Sparkyus????????????????”

“NAEGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!” jeritan semakin heboh ketika MC menyebutkan fandom magnae Suju tersebut.

Well, konser kali ini akan semakin meriah. Kehadiran Kyuhyun yang sempat dikabarkan tidak dalam kondisi baik berhasil melegakan perasaan para fans, terutama Sparkyu. Meskipun Leeteuk, leader boyband tersebut belum bisa bergabung kembali dan Yesung yang harus mulai Wamil tidak ada dalam lingkaran mereka diatas panggung, namun antusias ELF tetap riuh.

“WELL GUYS, COME ON PUT YOUR HANDS UP WITH URI SUPERMAN…….. SUPEO JUNIOE!!!!”

Setelah kalimat penuh semangat itu tersua, lampu menyala terang benderang di tengah panggung. Sedangkan bagian penonton tetap gelap. Music ‘Superman’ sudah terdengar dan member tampan telah berjejer membentuk formasinya.

Selagi Kyuhyun melakukan konser, Sooyoung dengan semangat memasang beberapa kejutan yang akan dia berikan untuk sang kekasih, Cho Kyuhyun. Mengingat pukul 00.00 nanti adalah ulang tahun Kyuhyun, maka dari itu, dia ingin memberikan special gift untuk namjanya.

“Sweet 27th Nae Namja. Hehehe… kenapa kau tak terlihat sedewasa umurmu, oppa?!” ucap Soo yang sedang memandnagi foto Kyuhyun yang terpajang di dekat televise ruang tamu.

Kyuhyun mendapat kejutan dari para sparkyu dan membernya. Diatas panggung, tepat pukul 00.00 KST dia meniup lilin yang sudah dipersiapkan untuknya.

“Woww….!! Well, Kyuhyun-ssi… bagaimana perasaanmu saat ini?” tanya MC.

Sambil menghapus air matanya yang sempat menetes, Kyuhyun menjawab, “Hangbokheyo…”

“Huuuuwaaaaaaaaa………………………..” jeritan suara sparkyu yang sangat histeris.

Sooyoung tersneyum menyaksikan kejadian tersebut melalui saluran televise.

“Kyuhyun-ssi… diumurmu yang ke 27 ini, apa yang ingin kau lakukan? Atau lebih tepatnya… apa yang sangat kau inginkan?”

Kyuhyun terdiam sebentar, mengatur nafas, dan perlahan menjawab, “Aku ingin menjadi lelaki yang lebih dewasa agar orang yang kusayang bisa merasa nyaman berada disisiku. Aku sangat ingin membuatnya bangga dan menyayangiku juga.”

“Siapa yang kau sayangi?”

“Eomma~” jawabannya benar-benar membuat Sooyoung terkagum-kagum. ‘evil ini sangat cepat menyetarakan sikon yang dia hadapi

“Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………..” riuh para penonton.

Pukul setengah dua pagi, Kyuhyun baru tiba di apartmentnya. Baru saja dia membuka pintu, sesuatu telah menimpanya.

“Au!” dia menggosok-gosok kepalanya yang tak sengaja tertimpa gulungan kertas.

‘Saengil Chugha Hamnidaa, Oppa! :* ‘

Dia tersenyum membaca tulisan itu. “Cih! Ada-ada saja yeoja ini! bukannya langsung mengucapkan padaku, dia malah mengagetkan-“ dia terdiam tiba-tiba. Ada sesuatu yang dia injak. Perlahan kepalanya menunduk dan mendapati kotak berukuran 3×5 berwarna coklat mengkilat dan berhiaskan pita.

Dengan tak sabar, Kyuhyun membukanya. Ternyata itu kado. Isinya adalah kotak music. Dia buka dan muncullah suara, ‘Saengil chuga hamnida… Saengil chuga hamnida…. saranghaneun Uri Kyuhyun…. Saengil chuga hamnida…. Hehehe. Hy oppa! Happy B’day! Semoga kau bisa bahagia diumurmu yang sekarang dan selanjutnya! Saranghae~

“Sooyoung-ah……. Soo…. Soo-ah… Chagie~ neo eodiga?? Soo~” setelah rekaman selesai, dia langsung meneriaki nama Sooyoung. Demi apapun, Kyuhyun ingin sekali menggigit pipi tembam yeoja satu itu. Kenapa yeoja itu sangat manis kali ini?

Setelah mencari sosok Sooyoung, akhirnya Kyuhyun menemukannya di sofa ruang tamu. Yeoja itu tertidur pulas. Kyuhyun tersenyum sambil mendekat. “Kalau sudah tidur, tidak aka nada yang bisa membangunkannya. Bom sekali pun. Hhh… Kau pasti snagat lelah. Gomawoo Chagie~” bisik Kyuhyun sambil mengelus pipi Sooyoung.

Lama dia memandnag wajah Sooyoung, hingga mendapati satu ide yang membuatnya tersenyum lebar. “Kajja, kita bersenang-senang bersama tanpa seorang pun!”

Cho Kyuhyun’s POV

Kugendong tubuh kurusnya sampai masuk ke dalam mobil. Aku berniat mengajaknya berlibur ke resort pribadiku yang ada di daerah terpencil dan jarang penduduk. Disini kita bisa bermain ski sepuasnya. Aku suka dengan tempat yang kumiliki ini. Chagie-ah… kau harus bahagia bersamaku.

“Eoh, oppa!” dia sadar ketika kugendong kedalam kamar. ada tiga kamar yang layak pakai, tapi aku memilih untuk menidurkannya di kamarku. Setidaknya kamarku ini adalah yang terbaik daripada kamar lainnya.

Aku tersneyum dan kuletakkan tubuhnya di atas ranjangku. “Kau bangun?” dia mengangguk dan mengedarkan pandangan kea rah sekelilingnya. Tatapannya menunjukkan tanda tanya, seperti menanyakan, ‘dimana kita saat ini?’ kuatur posisi tidurnya dan kutatap wajahnya. Cantik!

“Kita ada di resortku. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, chagie~”

“Netizen-“

“Aman. Kau tenang saja. Aku akan bertanggung jawab jika ada skandal yang merusak karirmu.”

“Full day with you?” aku mengangguk. “Saengil Chuga hamnida, oppa~” lanjutnya.

“Gomawoo Soo-ah…”

Chup*

Aku terdiam saat tiba-tiba dia mencium bibirku.

“Wae?” tanyanya, menyadarkanku

“Kenapa hanya kecupan?”

Kedua matanya membesar. “Yak! Mesum!”

“Saranghae Choi Sooyoung~” ucapku sambil menatpnya dalam. Perlahan, kudekatkan wajahku kewajahnya dan bibir kami pun bertemu. Ada kesejukan dan rundungan ketenangan di dalam sana. Ya Tuhan, aku snagat mencintai ciptaanmu satu ini. Saranghaeopsoyo.

_END_

 

 

 

 

Apaaa ini??? Hancurkah?

Jujur, aku berusaha keras untuk membuatnya. Aku ingin menciptakan banyak sweet moment disini. Kan Uri Epil ultah. Hehehe. Apa ini menyentuh?

Oke, aku tahu endingnya benar-benar bikin orang gondokan, mungkin. Namun, aku sangat ingin menghibur saja. Hahh… semoga kalian bisa menikmati kisah gaje mereka yang kubuat ini.

 

WELL, KEEP RCL IF YOU ARE A NICE READERS!

 

SIDER???

 

GO THE HELL!!!

 

~ SEE YOU SOON ^^ ~

<

p style=”text-align:center;”>:D

99 thoughts on “[ONESHOT] YMB – Full Day With You (Spc. for 27th of Kyuhyun’s B’day)

  1. hwaaaaaa kangennn rasanya ff kyk giniii kangennn uri kyuyoung/? hwhwh soalnya udah jarang bgt ada ff yg happy trussss kyyaa jeongmall daebakkk

  2. bagus bgt thor^^ceritax sweet deh.
    moga aja kyuyoung beneran real, meski sooeun udh punya pacar.hiks….hikks;(
    tapi tetap KYUYOUNG yg the bets^^
    lanjut eonni…hwiting…

  3. akk.. manisnya.. sweet bgt thor. bner tuh, berita ‘itu’ emang bner2 bikin knight patah hatii😦 dan apa itu belarakan?? wkwkwkw bhsa bulelengnya kluar..😄

  4. #happykyuday^^ kekeke
    sblmnya mian telat comment. pas mau end alurnya jd cepet gitu, tp secara keseluruhan udh cukup keren. penulisan nya juga rapi.hehe
    oke.next aja yaa.ganbatte! ^^

  5. Baca ceritanya berasa baca kisah real mereka yg ditulis di media” “̮ wk°wk (′▽`) wk°wk “̮😀
    Suka bgt sama ceritanya, alurnya jg sesuai, hhhh andaikan ini beneran yaah
    Oiya, ada typo yg artiannya beda total, masuk angin » masuk angina. Angina itu nyeri dadanya org yg kena miokard infark, .°.. ♡..°.he.°.he.°.he.°.. ♡..°. #just.info

  6. kyyaaa!!! ceritanya seru bangeettt chingu, romtisnya dapet banget. suka deh kalau kyuyoung yang kaya begini!!
    aahhhh, ffnya jjang! daebaak!
    gomawo ffnya chingu!
    dan kutunggu ffmu yang i’m back to love you ya! gomawo ^^

  7. ah kyuyoung memang cocok deh
    bener2 sweet moment deh buat mereka hahah jd ngebayangin mereka kaya gitu hehehe
    ditunggu ff lainnya

  8. Ending’a happy
    hmmm
    semenjak berita kisah cinta’a soo sebener’a aku semangat g senangatbaca’a
    tp yg ini cukup bagus
    keep writing thor

  9. Maniiiis banget!
    Suka bgt sama chemistry kyuyoung disini..
    Kyu yg keliatan bgt begitu ngejaga syoo.. Kyu yg keliatan bgt begitu nunjukkin kecintaannya ke syoo..
    Like it!

  10. endingnya bikin nge-fly~!!!!
    cerita sweet banget,,, aku suka~!!!!
    moga2 nyata~~~!!!! aminnnnn……!!! :’)
    di tunggu karya2 ff kyuyoung lainny~!!!!
    HWAITING~!!!!!😀

  11. awalnya agak bete krn diungkit kyungho .__.v tp untungnya kebawahnya bnyk kyuyoung moment. seenggaknya nutupin yg awal😄 tp sayang amat baru nyampe resort tp gak ada ceritanya hahah

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s