[DRABBLE] LOVE MEETING – “4th Yeoja”

LoveMeetingd1

 Love Meeting – 4th Yeoja.

Author : Fatminho

Length : DRABBLE

Genre : Romance

Rated : PG 16+

Kyuhyun | Sooyoung

Disclaimer :

THIS PLOT IS MAIN!!! DON’T BASH OR COPAS WITHOUT PERMISSION. THE CAST HERE IS NOT SAME WITH THE TRUTH PERSONS WHO HAVE THAT NAME. IT IS JUST CAST IN MY IMAGINATION!!!

Note:

Anyeong…

Aku bawa drabble Love Meeting Lho…

Ini kisah sebelum sequel kemarin. Mianh, jd terlambat posting first storynya.

Ada yang minat baca awal kisahnya ini kan?

So, Gajja take an happy reading ^^

***

“Ya! Kyuhyun-ssi, kenapa sedari tadi kau sibuk dengan ponselmu, eoh?” tanya Ahra kepada adik satu-satunya itu dengan bahasa yang dibuat resmi, bermaksud menyindir adik lelakinya yang saat ini tenggelam dalam ponsel digenggaman tangannya–hingga membuatnya terlihat bak seorang presedir.

“Noona, bisakah kau diam? Aku sedang mengatur semua jadwal meeting yang harus kuhadiri, arraseo?!” balas Kyu tanpa berpaling dari ponselnya.

Tuh kan, belum saja semenit berlalu pemikiran Ahra tentang adiknya yang sok bergaya ‘presedir’, ternyata saat ini sudah benar-benar berlagak meeting layaknya ‘presedir’ super sibuk.

“Cih! Anak sekolah menengah sepertimu memangnya memiliki meeting yang bagaimana, eoh?” tanya Ahra sakartis. Dia memnag tidak kuat melihat polah adiknya satu ini. benar-benar ‘sombong’ walau boleh diakuinya jika adiknya itu memang pantas untuk menjadi orang yang sombong. “Love Meeting, maksudmu?” ledeknya.

Tak pernah Ahra snagka, respon yang diberikan Kyuhyun kali ini adalah sebuah cengiran gigi. Itu menandakan bahwa tebakan yang dilontarkannya secara asal tadi memanglah benar.

“Noona-ya~ apakah memiliki kekuatan indra keenam, hingga mampu menebak hal tentangku?” tanya Kyuhyun sambil melirik kakak perempuannya tersebut dengan pandangan seduktif.

Sontak Ahra terhenyak mendengarnya. Jadi benar apa yang dia pikirkan tadi? bahwa… adiknya ini adalah seorang ‘playboy’ hingga melakukan Love Meeting ?

“Ya! Katakan padaku, berapa banyak jadwal Love Meetingmu hari ini?”

“Aiishh… yak! Aku tidak suka menjadi playboy Murahan, noona! Aku hanya melakukan kencan dengan Qianie, Seohyun, dan Seul Gi. Hanya tiga yeoja noona!”

Plakk!!

“Yaaa! Appeosoo!!” pekik Kyuhyun sambil mengusap-usap kepala belakangnya yang baru saja di anugrahi pukulan oleh noonanya.

“Babo kau Cho!!! Memiliki dua orang yeoja saja sudah pantas dikatakan playboy, apalagi TIGA YEOJA, SEPERTIMU!!! HUH!!” jerit Ahra dengan paras kesal dan kemudian berlalu meninggalkan adiknya itu.

Kyuhyun’s POV start . . .

Beginilah aku. Jangan salahkan jika akan ada hati yang terluka karena dari awal, merekalah yang menginginkan ini semua. Aku? Yah… mungkin bisa dikatakan aku tak bisa menolak jika ada yang memintaku untuk menjadi kekasihnya.

Benar kata noona, kesibukanku melebihi pengusaha yang seharusnya. Mengurus tiga yeoja sekaligus. Ckckck. Kalau dipikir-pikir, aku enjoy saja dengan apa yang aku jalani ini tanpa meragukan pikiran negative lain yang akan singgah di pikiranku. Dan sekali lagi aku tekankan, ini bukan keinginanku, melainkan keinginan mereka masing-masing.

Bipp bipp bipp bipp . . .

‘ Kyu-ah :* aku menunggumu di apartmentku jam tiga nanti. Saranghae… :* ‘

Satu, first yeoja. Namanya Song Qian. Kakak kelasku saat sekolah dasar dulu. Di SMA kita bertemu kembali dan dengan beraninya dia memintaku untuk menjadikannya kekasih. Mengingat dia orang yang disegani di kalangan siswa-siswi, jadi aku terima saja dnegan senang hati. Dan sekarang, dia sudah masuk universitas semester dua. Perasaanku terhadapnya? Hem… biasa saja. Tidak ada yang membuatku bisa jatuh kedalam rayuannya. Walau pun begitu, aku selalu merealisasikan hasratnya untuk bercinta denganku. Lagipula, dia memang bukan sesuatu yang baru lagi. Kalian mengerti apa maksudku tersebut, bukan?

‘Ne Chagie~…’ balasku pada pesannya tanpa menjawab pernyataan cintanya itu. Aku terlalu takut menjawab ‘Nado saranghae’ dan entah apa alasanku melakukannya. Hanya rujukan dari hati saja.

Bipp bipp bipp bipp . . .

‘Oppa~ bagaimana kalau nanti kita makan siang bersama? bogoshippeo~’

Aku menghentikan langkah kakiku yang sednag mengarungi lorong sekolah setelah membaca pesan dari My second yeoja, Seohyun. Dia adalah teman satu angkatan denganku yang sangat polos. Hahaha… tidak tahu saja mereka dengan keliarannya diluar sana. Sempat aku berencana mengajaknya melakukan hal yang lebih jauh, tapi nyatanya? Aigoo… dia yang menarikku langsung ke kamarnya. Sekali lagi, tolong jangan salahkan aku atas hal yang terjadi selanjutnya. Mungkin setiap dia ingin aku melakukan hal yang lebih jauh Tuhan tidak merestuinya, disaat bersamaan selalu saja ada hal yang mengganggu aktivitas lanjutan tersebut. Alhasil, sampai saat ini, aku hanya bisa menyentuhnya sampai dada dan paha saja. Tidak lebih dari itu.

‘Nde, arrayo chagie~ ayo kita makan bersama…’

“Oppa!”

Aku menoleh dan mendapatkan sosok imut yeoja ketigaku. Seulgi. Dia adik kelas disini. Dan baru satu minggu yang lalu dia memintaku jadi namjanya. Mengingat sekolahku dan Seohyun berbeda, kampus Qian dan sekolah ini lumayan jauh, tidak salah bukan jika aku menerima adik kelasku ini? lumayankan untuk memberi tahu yang lain kalau aku bisa menggandeng adik kelas yang imut ini.

Dengan sumringah dia menggamit lenganku dan kami berjalan bersamaan. Bisa kulihat tampang kusut beberapa namja yang melihat adegan manis kami ini. wajar mereka bersikap begitu padaku, jelas-jelas sudah ditolak oleh Seulgi, masih saja berharap lebih.

Kini aku sedang mengikuti pelajaran tambahan wajib. Mengingat beberapa bulan lagi kami anak kelas tingkat akhir sudah harus mengikuti ujian. Karena guru mata pelajaran sedang ada kesibukan untuk satu jam pelajaran, maka kuputuskan pergi ke taman belakang sekolah yang memang sepi di jam-jam seperti ini. lumayan, istirahat sebelum merasakan penat.

“Hai Kyuhyun-ssi…”

Aku tertegun mendengar sapaan itu. Benar saja, saat menoleh, kulihat sosok jangkung dengan wajah bulat tembam seorang Choi Sooyoung. Dia adalah yeoja paling heboh dari sekian yeoja yang pernah aku kenal. Syukur saja dia tak pernah mencari masalah denganku. Tapi… kalau boleh jujur, aku sering memperhatikannya. Dan menurutku, dia benar-benar yeoja paling ribut di seantreo plosok negri ini.

“Wae? Ada yang salah dengan penampilanku?” tanyanya, menyadarkanku akan kehadirannya.

“Ani… annio…” aku menggelengkan kepala beberapa kali. Sial! Kenapa aku gugup seperti ini?

Dia berdiri didepanku dan aku masih duduk di bangku taman dengan tampang angkuh seperti biasanya. “Ada apa menyapaku?” tanyaku.

“Ehn… kurang lagi tiga bulan kita akan cabut dari sekolah ini, kan?” aku mengangguk kala dia memulai curhatannya. Oh God… mimpi apa aku semalam? Bahkan selama kami sekelas, kami tak pernah sekali pun berkomunikasi secara pribadi seperti saat ini. “Sebelum aku menyesal karena tidak akan bertemu denganmu lagi, setidaknya setelah kelulusan nanti, ada hal yang ingin aku katakan padamu,” aku meliriknya penuh tanya.

“Kenapa cara bertanyamu seperti orang yang secara tidak langsung berpamitan karena suratan takdir hidupnya sudah jatuh? Hei, Choi Sooyoung, apa kau akan mati dalam waktu dekat?” tanyaku.

Kulihat dia mendelik kearahku dan mendesah nafas berat lalu memutar bola matanya dengan wajah yang dia tengadahkan kearah langit. “YA! kenapa pikiranmu jelek sekali, eoh?!” cetusnya geram dnegan suara nyaring yang menurutku cukup keras.

Untuk kali pertamanya, aku tertawa lepas dihadapan orang. Aish… yeoja ini, kenapa begitu lucu? Jinja!

“Kalimatmulah yang membuatku berpikir seperti itu, Nona Choi!” jawabku kemudian setelah tawaku mereda.

“Lupakan saja! Kalau kau terus tertawa, kapan aku akan menyelesaikan maksud utamaku menemuimu?”

“Hahaha… Kita bisa bertemu kapanpun kau mau, Nona. Di tengah malam sekali pun!” ucapku.

“Ya~ ya~ sudahlah, jangan bercanda lagi! Dengarkan ucapanku!”

“Baik… baik… geuraey, time’s yours now, Nona Choi…”

Kini dia menunduk. Cih! Kenapa semua yang dia lakukan selalu membuatku tertawa???

“Sebenarnya aku tahu kau sudah menjadi namjachingu Victoria-sunbae~…” aku tertegun sesaat. “tapi, aku juga tahu kau adalah namjachingu dari teman SMP-ku dulu, Seo Joo Hyun-“ aku semakin melekatkan pandnagan tajam padanya. Apa maksudnya menyelidiki kepribadianku?? “Dan-“ dia sedikit menggantungkan kalimatnya, aku tetap menunggunya. “Dan aku kaget ternyata kau memiliki yeojachingu kelas satu disini-“ aku langsung menghentakkan kaki dan berdiri didepannya.

“Lalu? Kau bangga karena sudah tau bagaimana sifatku sebenarnya, eoh?” dia tampak kaget sesaat. Namun, detik berikutnya dia tersenyum.

“Benar, aku bangga pada diriku yang bisa mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Sayangnya, seburuk apapun dirimu yang aku temukan, hatiku tetap percaya kau adalah namja yang baik dan hebat.”

Aku sedikit merinding dengan pujian yang dia berikan itu. Sontak aku tertawa meremehkan ucapannya. “Jadi, kau sadar bagaimana aku-“ kalimatku terputus karena dia langsung mengangguk cepat.

“Maka dari itu, jadilah namjachinguku~” ucapnya kemudian yang berhasil membuatku terhenyak dan terbelalk kaget. Aku shock. Hei, sadarkah kau apa yang sednag kau ucapkan, Nona…??

“Aku memiliki tiga yeoja. Jika kau memaksa, kau akan jadi yeoja keempat.” Kataku sejelas mungkin.

Dia tersenyum, “Gwenchana. Itulah takdir yang harus kuterima dan berharap suatu saat nanti bisa menduduki posisi utama, hehehe.” Sekarang, aku dibuat tercengang oleh jawaban santainya.

“Kau tidak akan mendapat jadwal kencan denganku. Jadwalku sudah dipenuhi oleh tiga yeojaku.”

Dia tersenyum lagi, “Gwenchanaeyo~ aku paham dan ikhlas dengan itu semua. Asal kau mau mengakuiku sebagai salah satu yeojamu. Setidaknya didalam hati dan pikiranmu saja. Akan bermasalah jika pihak luar tahu, bukan?” dan kini aku hanya bisa bungkam. Apa-apaan yeoja babo ini???

“Kau, tidak akan mendapat hadiah dariku”

“Ck! Aku tak mengharapkan itu. Dengar Kyuhyun-ssi, aku hanya berharap, hatimu selalu mengingatku. Ingat dan rasakanlah, aku, Choi Sooyoung, adalah yeoja keempatmu yang snagat mencintaimu tanpa alasan tertentu. Ini tulus dan kuharap kau memahaminya.”

Aku terdiam sesaat.

“Apa untungnya buat hubungan ini?”

Lagi-lagi dia tersneyum. “Setidaknya, saat malam hari ketika aku ingin menutup mata, ada seorang yang special yang harus ku ingat tuk beri salam ‘tidur nyenyak, oppa’ dan ketika pertama kali membuka mata, seorang specialku itu bisa menyapa hangat pagi indahku. Apa aku boleh meminta salam hangat pagimu? Dalam bentuk pesan singkat juga tak masalah.”

Lagi-lagi aku hanya bisa bungkam.

“Aku tak bisa bangun pagi!” jawabku ngasal. Berharap dia membatalkan rencana hubungan aneh ini.

“Kalau begitu, letakkanlah ponselmu di dekat kau tidur. Aku yang akan melakukannya. bukankah saat aku membangunkanmu, kau bisa menyapaku dengan hangat?”

“Pulsamu akan terkuras jika kau lakukan itu setiap hari!” asalku lagi.

Dia terkekeh, “Apa pulsa prabayar sangat mahal, sehingga aku tak sanggup berkorban untuk menelepon namja yang kusuka?”

Kali ini aku tertegun. Bukan karena alasannya. Melainkan karena kalimatnya yang terakhir. ‘Namja yang kusuka

“Aku tidak mengharapkan apapun darimu, Kyuhyun-ssi. Cukup senyumanmu saat tak sengaja kau berpapasan dneganku. Dikelas, dilorong, di kantin, dan dimana pun itu. Tidak lebih.”

Aku terdiam dan berpikir. Apa aku harus menyerah?

“Aku juga tak memaksamu untuk mencintaiku juga. Karena aku bersyukur hanya dnegan rasa gembira saat menyadari aku telah menjadi bagian dihatimu, juga.”

Aaaaaaaaaaaaarrrrrggghhh!!!!!!! Choi Sooyoung!

Kau benar-benar membuatku gila!!!!

“Baiklah!” putusku.

Dia tersenyum sumringah dengan wajahnya yang tampak memerah. Cish! lucu sekali yeoja ini.

 

_END_

 

 

KEEP RCL, JUSAEYOOO….🙂

 

_Gomawoo^^_

 

116 thoughts on “[DRABBLE] LOVE MEETING – “4th Yeoja”

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s