[ONESHOT] YMB – Full Day With You (spc. 25th of Sooyoung’s B’day)

Full day with you B

YMB – Full day with you [spc. Sooyoung’s 25th B’day]

Author: Fatminho

Length: Oneshoot

Rated: PG 15+

Genre : Sweet Romance

Main cast: Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung

 

Disclaimer       : This Plot is Main.

 

Note:

 

Well, mungkin aku memang telat nge-posting ff satu ini. But, akan lebih buruk lagi jika tdk aku post. So… Gajja, read this Sweety Fanfiction between KyuYoung couple!!!

 

 

– Happy Reading –

 

***

 

Sooyoung’s POV

 

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Aku harus kembali berkutat pada semua jadwalku. SNSD akan melakukan promo album untuk come back di Jepang tanggal 7 besok. Sejak tanggal tiga kemarin, aku menghabiskan waktu liburku bersama namja yang sangat kusayangi. Kini dia tengah tertidur di pangkuanku. Mungkin dia kelelahan karena kemarin kami menghabiskan waktu seharian di Ice Ski. Aku jadi tersenyum sendiri mengingat waktu-waktu kami yang sudah berlalu itu.

 

Flashback

 

3 Feb 2014 ‘ 08.00KST

 

Grebb!

 

Aku yang sedang menyiapkan sereal pagi untuknya sudah dikagetkan oleh kelakuannya. Dia memelukku dari belakang. Jujur, aku senang. Maka aku tersenyum. “Wae oppa? Apa kau sudah lapar?” tanyaku sambil menuangkan susu cair hangat ke dalam biji sereal. Kurasakan dagunya mengangguk di bahuku. “Cha~ ayo kita-“

CHU~

 

Aku tersentak kala dia membalikkan tubuhku dan langsung menyambar bibirku. Kupejamkan kedua mataku dan kuikuti permainannya. Kubalas semua perlakuannya. Hingga kini kedua tanganku sudah memeluk pinggangnya dan dia menangkup wajahku. Ciuman yang lembut dan hangat. Ciuman yang aku rindukan.

 

“Cho Sooyoung! Lakukan hal yang sama di setiap pagi ketika kita bersama. arraseo?!” titahnya lembut. Aku masih tertegun setelah dia memutuskan pautan panas tadi.

 

 

4 Februari 2014 ’18.00KST’

 

“Kau suka?”

 

Aku menoleh kala mendengarnya bertanya seperti itu. Kemudian aku tersenyum. Mengingat hal yang baru saja kami lakukan tadi. Berduet bersama. kami memang memutuskan untuk menghabiskan waktu di dalam saja. Jadi, aku memintanya menyanyikan lagu untukku. Lagu pertama yang dia nyanyikan adalah “Listen to You” aku suka dengan suaranya. Kemudian dia juga menyanyikan lagu “Only You” dan kami berduet di lagu “U” Versi Japan. Bayangkan, betapa serunya kami menghabiskan setiap detiknya?

 

Suara Kyuhyun sangat indah. Lebih dari sekedar ‘keren’ – tidak salah para sparkyu menolak mentah-mentah jika aku yang menjadi pairingnya. Aku yang cungkring dan tak berbakat nyanyi. Memang lebih pantas dia bersama Seohyun. Yeoja yang polos, baik, dan tentu saja memiliki suara bagus seperti dirinya.

 

Aku mengangguk. “Ya, aku suka. Suka sekali.” Jawabku dengan senyumanku.

 

Kulihat Kyuhyun ikut tersenyum dan mulai mengelus pipi bulatku. “Aku ingin, kau selalu merasa bahagia. Terutama, bahagia karenaku.” Serunya tulus dan serius.

 

Apa aku sedang bermimpi? Kyuhyun yang sangat jail ini bisa menuturkan kalimat yang melebihi dari sekedar indah tadi? tak bisa lagi kutahan perasaan campur aduk yang melandaku saat ini. Tanpa babibu, kusambar tubuhnya-kupeluk erat dan kutenggelamkan wajahku tepat di bagian tengah dada bidangnya. Dia membalas dekapanku dan mengelus punggungku, membuat aku gemas dan memilih untuk meremas kaos bagian belakangnya. “Oppa~ selama kau percaya akan cintaku padamu, selama itu juga aku akan merasa bahagia.”

 

 

5 Februari 2014 ’09.00KST’

 

Kami memandang keluar jendela. Hujan lebat. Padahal, rencana awal kami untuk hari ini adalah menjelajah daerah sekitar sini. Daerah yang sepi dan jarang penduduk. Tidak masalah jika kami bergandengan tangan di luar sini.

 

“Mianhae~”

 

Aku berbalik menatap wajahnya. Apa maksudnya meminta maaf seperti tadi?

 

“Mwo?”

 

Greb!!

 

Dia mendekap punggungku dan kami menatap rintik hujan yang cukup deras dari kehangatan yang kami ciptakan dibelakang jendela kaca ini.

 

“Maaf karena aku membuatmu tak bisa kemana-mana. Tempat ini memang sangat sepi. Jadi beginilah suasana dan resikonya jika kita berdiam diri disini untuk beberapa hari. Kau juga jadi tak bisa ber-“

 

“Ssstt…” aku berbalik dan meletakkan telunjuk kananku tepat di bibirnya. Kedua mataku menatap kedua bola matanya. “Aku suka seperti ini. suka saat bersamamu. Gomawo~” kembali aku berbalik menatap rintiknya air di luar sana dan detik berikutnya kurasakan kedua tangannya memelukku lebih erat lagi. Entah kenapa ini sangat  nyaman. Bisa-bisa aku tertidur di dadanya ini.

 

 

6 Februari 2014 ’16.00KST’

 

“Huwaaaa…… oppa! Jangan kencang-kencang! Aku takut… aaahhhhhh……”

 

Sudah nyaris copot jantungku kala Kyuhyun mendorong punggungku dan sontak aku terjun dengan sepatu roda untuk menari di atas es ini. benar, kami sedang bermain ski. Aku baru tahu secara nyata seorang Kyuhyun Super Junior yang memiliki suara emas ternyata bisa menaklukan permainan es ini. bahkan aku yang bisa menari layaknya ballerina pun belum bisa untuk sekeadar berputar di daerah licin dan dingin seperti ini.

 

Brrakkk!!

 

“Aahhhrr…” sebal! Aku jatuh di jarak yang cukup dekat dengan garis start yang kugunakan tadi. keterlaluan sekali diriku ini. aku yakin akan diketawai oleh si evil babo itu!

 

“Hahahah…. ternyata kau takut dengan permainan ini.” benarkan? Aahhh…. menyebalkan!

 

Aku menolehkan kepala dan menatapnya sebal. Tentu saja aku takut. Ini kali pertamanya aku turun di dataran es selicin ini. cish! Apa dia-

 

“Sini, ulurkan tanganmu! Ayo kita berselancar bersama!”

 

Kutatap sodoran tangannya. Kemudian beralih kematanya. Lalu kembali mempertimbangkan untuk meraih tangan itu atau tidak.

 

“Chagie~” ucapnya sambil menarik kedua tanganku. Kini aku berdiri tepat didepan wajahnya. Namun aku masih memalingkan pandnagan darinya. “Ya~ kau tahu, kalau kau merajuk seperti ini aku jadi ingin…” ssssrrrrtttt…..

 

“Kyaaaaaaaaaahhhhhhh…………………”

 

Gila! Aku berteriak sangat kencang karena secara tiba-tiba dia menarik tangan kananku dan mau tidak mau, aku terus berjalan mengarungi dataran es licin ini dengan jantung yang naik turun. Aku tak hentinya teriak kencang saking takutnya.

 

“Hahahahaha….. ini sangat menyenangkan Sooyoung-ah…” aku tak menghiraukan perkataannya. Itu semua tidak penting. Yang penting saat ini adalah nyawaku. Aku benar-benar takut berselancar seperti ini. walau satu tanganku digenggamnya erat, tapi tetap saja nyawaku berada di ujung tombak.

 

“Hei, lebih mendekat sini!” dia menarik tanganku hingga kini aku ada dalam rangkulannya. Yah… akhirnya, perasaan tenang pun kembali merangkupi diriku. Tenang karena kini dia yang memegang kendali tubuhku.

 

“Yah… ini lebih baik.” Ujarku seadanya. Dia menoleh kearahku dan tersenyum.

 

“Soo~” aku menoleh kearahnya dan

 

CHU~

 

Kami berciuman hangat ditengah ruang yang dingin ini. Aku tak mungkin menolak. Maka sudah pasti kubalas perlakuannya.

 

 

Flashback end

 

“Jadi… kebersamaan kita akan berakhir sampai malam ini?” aku menunduk kearah wajahnya setelah mendnegar pertanyaan tadi. jemariku masih aktif mengelus dahi sampai rambutnya.

 

“Bukan berakhir, oppa! Kita hanya harus kembali ke kewajiban yang seharusnya. Kau dnegan jadwalmu begitu pula denganku.”

 

Dia menatapku sendu sebelum akhirnya menghela nafas berat sambil memejamkan kedua matanya erat dalam sesaat. Kemudian dia mentapku lagi sambil meraih tanganku yang ada dikepalanya. Lalu dia kecupi telapak tanganku. “Kembali kedalam jadwal, sama artinya kau kembali kepada kekasihmu disana, Soo. Aku merasa berat menyetujuinya.”

 

Aku terdiam.

 

“Aku lelah. Aku ingin yang jadi namja pada skandalmu itu, aku!”

 

“Jadi, kau ingin kita hanya berhubungan dalam skandal yang dibuat-buat? Kau tidak suka dnegan yang nyata, begitu?” pancingku.

 

Dia menatapku tajam dan meremas gemas tanganku yang masih digenggamnya. Lalu dia membalikkan badan hingga wajahnya tepat diperutku. “Babo! Tentu saja aku lebih memilih yang nyata! Saranghae Soo…” tuturnya sebelum menenggelamkan wajahnya diperutku.

 

Aku tersneyum senang mendapati sikap manjanya ini. aigoo… aku seperti sedang menina bobokkan seorang balita.

 

“Nado Saranghae Cho Kyuhyun!” balasku.

 

Sooyoung’s POV end

 

Sooyoung sudah berada di Jepang bersama member SNSD lainnya. Sedangkan Kyuhyun masih disibukkan oleh jadwal acting untuk drama musikalnya dan beberapa jadwal konser di China dan Beijing. Sejak disuntik oleh keberadaan Sooyoung selama tiga hari kemarin, dia merasa jiwanya lebih bersemangat lagi dari sebelumnya.

 

“Sepertinya maknae kami snagat bersemangat hari ini. Apa kekasihmu telah mencekoki ramuan penyemangat untuk hari-hari berikutnya?” goda Shindong.

 

Kyuhyun tertawa aneh menanggapinya. “Tentu saja!” jawabnya kemudian. Member lainnya tampak tersenyum sennag melihat perubahan jiwa dalam diri seorang Cho Kyuhyun. Kalau diingat-ingat, sejak akhir tahun 2013 lalu, Kyuhyun sudah seperti manusia tanpa jiwa. Syukur saja saat menjalani drama musikalnya dia masih bisa mengontrol perasaannya. Selebihnya, dia hanya terdiam dan merenung. Terkadang memilih mengurung diri di kamar sambil memetikkan senar gitarnya secara lemas dan tak bergairah.

 

Siwon menggelengkan kepala pelan melihat perubahan drastic yang terjadi pada diri dongsaengnya. Dia ingat sekali, sosok mayat hidup dalam diri Kyuhyun saat kemarin lalu, sebelum akhirnya jatuh sakit dan cuti beberapa hari setelah konser malam ulang tahunnya. Benar, Kyuhyun jadi uring-uringan karena Sooyoung. Bahkan setiap dia bermain gitar, dia selalu menyanyikan lagu yang membuat siapapun yang mendnegarnya akan beranggapan bahwa dirinya sedang kalut karena yeoja yang dicintainya memilih namja lain. Contohnya saja lagunya sendiri, ‘7 Years of Love’. Bahkan terkadang, dia menyanyikan lagu yang menjadi tranding OST Secret Garden yang dipopulerkan oleh Hyun Bin – ‘That Man

 

“Yang penting, kalian bisa menjaga perasaan masing-masing dan tak tenggelam dalam berita yang menyimpang dari berbagai pihak. Harus ada satu kepercayaan diantara kalian berdua. Maka Tuhan akan membantu kalian untuk saling bersama. Percayalah…” Siwon mulai berceramah. Bukan Kyuhyun saja yang mendengarnya, ada Ryeowook, Shindong, dan Sungmin yang belum memulai jadwalnya.

 

“Aigoo… beginilah jadinya ketika pendeta kami berceramah. Semuanya seakan mengesankan dan sangat terasa mendalam.” Puji Sungmin. Siwon hanya tersneyum garing saja.

 

“Bukan pendeta, aku hanyalah seorang sahabat yang memang memiliki tugas untuk menasehati. Bukan begitu?” bela Siwon, membuat semuanya mengangguk kecil.

 

“Gamshayo hyung. Nasehatmu akan aku ingat selalu.” Cetus Kyuhyun yang membuat semuanya sontak memandang kearahnya.

 

“Yah~ sejak kapan maknae evil ini menyebut ‘hyung’?” tanya Sungmin. Kyuhyun pun tertawa.

 

“Dasar kau ini!” cetus Siwon. “Jadi, Kyu, apa yang akan kau lakukan di tanggal sepuluh nanti?” tanya Siwon kemudian. Kyuhyun terdiam.

 

 

Hari sudah larut. Tampak tiga orang yeoja telah tertidur dalam ranjang sebelah utara. Sebut saja Yoona dan Sunny. Sedangkan ranjang tengah diisi dengan tiga yeoja juga. Taeyon, Tiffany, dan Hyoyeon. Yang berbeda hanya ranjang paling timur, dekat jendela. Ada Jessica dan Yuri yang sudah terlelap slaing berhadapan. Sedangkan Sooyoung masih duduk bersandar dashboard dengan tangannya yang menggenggam ponsel. Satu pertanyaan yang kini tengah menggantung di benaknya. ‘Kenapa dia tak menelepon juga?’

 

Tiba-tiba

 

Drrtt…drrtt….

 

Dengan semangat, dia mengangkat ponselnya. Ada pesan masuk. Wajahnya berhias senyum. Sayang, hanya sesaat. Senyumannya lenyap kala membaca lebel operator yang mengirimkan informasi bonus prabayarnya. Cish!

 

“Kyuhyun-ssi… kau benar-benar menyebalkan!kau berhasil membuatku-“

 

Bip bip bip bip…

 

Kali ini notification salah satu akun jaringan sosialnya berbunyi. Apa mungkin Kyuhyun mengirimkannya ucapan selamat istirahat melalui Twitter?

 

Dengan malas dia buka notif tersebut. ‘@KyungHo-Jung: Hallo @SOOShidae apa kabar? Sednag ada di Jepang ya? Jagalah kesehatan dan istirahat yang cukup. Sukses untuk semua Jadwalmu. Selamat istirahat. J

 

Sooyoung tersenyum datar membaca salam yang dia terima dari oppa barunya. Sejak keputusan agency yang membuatnya menjadi sedekat ini dnegan mantan kakak kelasnya dulu satu ini, Sooyoung memnag lumayan sering mengadu dan meminta pendapat pada Jung Kyung Ho. Aktor tampan rupawan yang sangat mapan dan matang. Memang sudah saatnya untuk seorang lelaki seperti itu memutuskan langkah untuk menunggu yeojanya didekat altar. Sooyoung juga mengakui semua kelebihannya, tapi tetap saja di hati Sooyoung hanya tertulis Kyuhyun not Kyungho. Entah harus menyesal atau sangat menyesal (?) bisa-bisnaya dia mencintai namja bodoh yang tak pengertian itu.

 

Sooyoung mengetik beberapa kalimat untuk membalas sapaan oppanya itu. Kemudian dia langsung menutup akun Twittnya untuk beralih ke akun lainnya yang biasa dibuka oleh Kyuhyun. Untuk melampiaskan kekesalannya, dia menulis: ‘Namja tak peka! Hanya seorang diri merasakan rindu sedangkan dia? Entah hilang kemana. Bisa-bisanya aku cinta mati denganmu! NB: EvBo!’

 

 

Kyuhyun’s POV

 

Namja tak peka! Hanya seorang diri merasakan rindu, sedangkan dia? Entah hilang kemana. Bisa-bisanya aku cinta mati denganmu! NB: EvBo!’

 

Hahaha… jadi dia sedang merajuk padaku?

 

Aishh… jongmal! Aku juga sangat ingin menghubungimu Chagie~ geundae, kalau kulakukan itu, semua rencanaku akan berantakan. Tunggulah. Aku akan mendekapmu seerat mungkin. Kau harus rasakan perasaan rindu yang sama denganku.

 

“Ya! oppa!”

 

Aku sedikit tersentak setelah mendapatkan tepukan yang cukup keras pada bahuku. Setelah aku berbalik, ternyata pelakunya si maknae berparas polos milik SNSD. “Kau mengagetkanku, Seo!” cetusku. Dia terkekeh.

 

“Aigoo… apa kau sedang merindukan eonni shikshin-ku eoh? Sampai tegang begini. Hahaha…” dia tertawa dihadapanku. Menertawakanku. Apa maksudnya?! Cish~

 

“Ya~ kenapa kau tak berangkat ke Jepang bersama member lainnya?” tanyaku spontan, menghentikan tawanya.

 

“Kau ini benar-benar bodoh, oppa! Kau tahu kalau aku harus menyelesaikan Drama Musikal ini, tapi tetap saja kau tanya alasan mengapa aku tak bersama mereka. aish…”

 

“Aku kan hanya tanya. Kapan kau akan ke Jepang menyusul mereka?”

 

“Ehn… sekarang tanggal 8. Besok tanggal 9. Janji dengan eonni-deul malamnya. Ehmm… mungkin lusa pagi atau besok malam. Waeyo?”

 

“Kita berangkat bersama!” ujarku lantang penuh sumringah.

 

“Hah? Apa aku tidak salah dengar? Bukannya oppa dan oppa-deul akan ke Shanghai?”

 

Aku terdiam sesaat mencerna ucapannya. Kemudian kutepuk keras dahiku. Ck! Babo kau Kyu! Bisa-bisanya lupa dengan kewajibanmu. “Aish… aku lupa. Baiklah. kau duluan saja. Mungkin aku akan datang lain waktu. Hah…” sesalku.

 

“Untuk apa kau ke Jepang, oppa?” tanyanya polos.

 

Aku memandangnya sengit. “Menjenguk haraboji tetanggaku!” jawabku asal. Jangan sampai aku keceplosan bahwa aku datang untuk menemui yeojaku.

 

“Haraboji tetanggamu?” aku mengangguk mantab. Kulihat Seo masih berpikir. Aku pun berlalu meninggalkannya yang tegah kebingungan.

 

 

Aku baru sampai dorm pukul 11 malam. Kali ini, aku memilih tidur di kamar Leeteuk-hyeong yang sedang tak dihuni oleh siapapun. Lagipula, aku sudah ijin dengannya. ini sudah pukul satu tengah malam, tapi mataku tak bisa terpejam. Otakku masih memikirkan sesuatu yang ditulis Sooyoung melalui media social siang tadi.

 

Oh Tuhan… aku jadi merasa bersalah dan akhirnya setiap detik aku jadi tidak tenang. Apa aku telepon saja ya?

 

Kuraih ponselku yang ada di atas nakas. Kugeser layar untuk membuka kunci awal. aku tersenyum kala kudapati fotonya tengah menjadi homescreen di ponsel ini. aigoo… aku jadi semakin rindu dengannya.

 

Telepon, tidak ya? jam segini, apa tidak akan mengganggunya?

 

Ah… persetan. Jika memang tak diangkat, maka aku akan kirim pesan suara untuknya.

 

Kutekan angka 8 untuk menyambungkan ke nomor ponselnya.

 

Tuuuutt……. tuuuuuuuuutttt………….

 

Ehm…” aku tersenyum mendnegar gumaman yang menjawab panggilanku. Ah, sepertinya tidurnya terganggu. Tapi… kalau tidak begini, aku jadi semakin tak bisa tidur.

 

Aku tak menjawabnya, melainkan mengatur nafas langsung untuk memberinya satu lagu yang menurutku snagat sesuai untuknya. Angela.

 

***Please hear a Song with tittle ‘Angela’dan ini arti dalam bahasa Indonesia-nya***

 

Aku memikirkanmu sejak saat melihatmu pertama kali,

sewaktu hatiku hancur
Meskipun kau orang kejam tetapi terlalu cantik untuk dihapuskan

 

Kau malaikatku, bisikkan dengan lembut ‘aku mencintaimu setiap hari’
Aku berdoa agar tidak terbangun dari mimpi sendiri yang menyedihkan

Aku tidak apa-apa selalu seperti ini,

meskipun hanya selalu ada di belakang, aku bahagia seperti ini

 

Aku terus menangis, meskipun kau bercanda, karena wajahmu yang dingin itu harus tinggal di sisiku

Saat kau sendiri, bahkan merasa bersedih, akulah pria yang dapat menjagamu
Aku dapat mencintaimu seperti saat ini, selamanya, benar-benar selamanya

 

Kaulah malaikatku, bisikkanlah dengan lembut, aku membayangkan senyummu yang manis sepanjang malam
Kenangan-kenangan yang tidak dapat tertidur dengan satu kata yang tanpa arti apapun

Aku tidak apa-apa, aku selalu seperti ini, meskipun hanya selalu ada di belakang, aku bahagia seperti ini
Aku terus menangis, meskipun kau bercanda, karena wajahmu yang dingin itu harus tinggal di sisiku

Ohh~di sisimu di sisimu

Aku tahu tidak boleh berpikir seperti ini, aku berdiri di tempat ini, sekarang aku akan melupakan dirimu yang memenuhi pikiranku

 

Cintailah aku, tidak, lupakanlah, meskipun hanya selalu ada di belakang, aku bahagia seperti ini
Aku terus menangis, meskipun kau bercanda, karena wajahmu yang dingin itu harus tinggal di sisiku
Kau harus tinggal di sisiku selamanya

 

***

 

“Hiks… oppa~” senyumanku pudar dalam sekejap ketika kudengar suara isakannya. “Nappeun!” tambahnya. “Kau namja terjahat yang pernah kukenal! Seharian membuatku resah tak karuan dan sekarang tiba-tiba memberiku lantunan lagu secara langsung. Michin! Mengesalkan!”

 

“Ya~ ya~ chagie-ah. Jeball… hentikan tangisanmu! Kau sungguh membuatku ingin menyusulmu detik ini juga untuk langsung memelukmu. Bogoshippeo~”

 

“Hiks… Na do” aku tersneyum lebar mendengar jawabannya.

 

“Aku menganggu tidurmu?”

 

“Tentu”

 

“Kau marah?”

 

“Ya.”

 

“Kau tak suka aku hubungi?”

 

“Tidak di tengah malam begini”

 

“Yah~ apa ketika kita merindukan seseorang harus memikirkan waktu dan keadaan juga?”

 

“Mungkin.”

 

Asshh… apa-apaan yeoja ini. kenapa meresponnya sangat membuatku makan hati?

 

“Haah… baiklah, selamat beristirahat. Aku akan tutup telep-“

 

“Chankaman!” cegahnya. Aku tersenyum penuh kemenangan. “Aku ingin mendengar suaramu oppa. Aku tak bisa tidur nyenyak karenamu juga. Jadi, nyanyikan aku sebuah lagu yang bisa membawaku kealam mimpi yang sangat indah. Bisa?”

 

“Arra. Sekarang, baringkan badanmu dan bayangkan wajahku. Kemudian, dengarkan suaraku untuk yeoja yang kucintai satu ini. kau siap?”

 

“Nde.”

 

“Baiklah, jaljayeo Sooyoung-ah. Saranghae Yeongwonhi My Soo. ” kudengar dia terkekeh kecil dengan kalimat pembuka yang kuberikan. “Lagu ini kunyanyikan khusus untuk yeojaku. You and Me”

 

Kyuhyun’s POV end

 

 

Kyuhyun menyanyikan lagu You&Me yang dipopulerkan oleh Super Junior-M. dia meras algu ini snagat pantas untuk mengantar Sooyoung ke dunia mimpi. Kyuhyun bernyanyi sambil memandangi wajah Sooyoung dari photo yang telah menjadi homescreennya. Dia membayangkan bahwa yeoja itu benar-benar ada didepannya.

 

Sedangkan Sooyoung yang kini sudah berbaring menyamping, menghadap jendela pun tengah memandangi wajah namja yang dirindukannya melalui ponsel 5inch-nya. Sesekali dia cium dan dia raba setiap inci permukaan photo disana. Tampak juga senyuman mengembang dan tak tersirnakan sedikit pun karena saat ini telinganya sedang diberi lantunan suara yang snagat indah. Lagu ini benar-benar cocok untuk menghantarkannya kea lam mimpi, atau karena lagu ini sedang dinyanyikan oleh salah satu penyanyi aslinya, Kyuhyun, seorang diri? Atau karena lagu ini memang dikhususkan untuknya? Yang jelas, Sooyoung merasa jiwanya tenang dan bahagia.

 

 

Member Super Junior sudah ada di dalam pesawat menuju Shanghai. Sedangkan salah satu member SNSD, Seohyun, yang tadi sempat berpapasan dengan mereka sudah naik ke dalam pesawat menuju Jepang. Sebelumnya, Seohyun ditarik oleh Kyuhyun untuk mendnegarkan sesuatu. Mungkin tentang Sooyoung. Mengingat hal itu, Kyuhyun hanya bisa tersneyum didalam pesawat.

 

“Ya~ kenapa kau senyum-senyum sendiri? tanya Sungmin, menyadarkan Kyuhyun.

 

Kyuhyun terkesiap sedikit dan menggeleng sambil nyengir, “Annio~”

 

“Schedule kita setelah ini adalah langsung ke gedung promotion album Come Back-nya SUJU-M dan setelah itu kalian memiliki jadwal masing-masing.” Jelas Manager sambil menggeser-geser Note-pad nya. “Ehn… Ryeowok dan Sungmin langsung ke Radio Star. EunHae menjadi bintang tamu di acara Music Japan Award. Siwon-Shindong-Kangin menghadiri acara Talk Show. Zhoumi-Henry-Kyuhyun is Free.”

 

“Mwo?” pekik member yang mendapat jadwal tambahan. “Ya Hyeong, bagaimana bisa si Evil ini mendapat doorprice Free Schedule seperti itu?” protes Eunhyuk.

 

“Ya~ aku kan tidak pernah kosong sebelumnya. Jadi wajar dong.” Bela Kyuhyun.

 

“Hmm… Kyuhyun harus kembali ke Korea besok pagi sekitar pukul 11 karena harus kembali ke panggung Drama Musical-nya.” Jelas Manager yang mendapat anggukan dari semuanya.

 

 

“Hahh… lelah juga.” Desah Hyoyeon setelah merebahkan diri di sofa ruang ganti artis. Mereka baru saja menampilkan performance selama tiga puluh menit non-stop.

 

“Yah… aku juga merasakannya!” timpal Sunny.

 

“Bukan kalian saja, tapi kita semua.” Tengah Taeyeon. Seohyun mengangguk setuju. “Apalagi aku yang baru sampai langsung ikut perform.” Ujarnya.

 

“Setelah ini kita free kan?” tanya Jessica tiba-tiba.

 

“Ne..” jawab yang lainnya.

 

“Kalau begitu, ayo kita makan malam diluar…” usulnya.

 

“Mwo? Kau ingin mati di tangan netizen?” selah Yuri.

 

“Iya, kau ini berani sekali eonni-ya~” timpal Yoona.

 

“Kalian ini terlalu sensitive. Oh ayolah… kalian pikir aku bodoh? Aku mengajak kalian makan di luar, tentu saja aku tahu tempat yang pantas untuk kita. Aish…”

 

“Georom! Kalau makan-makan, aku sangat suka! Sica-ah… ayoo makan bersamaku saja!” cetus Sooyoung. Seketika semua mata tertuju padanya. “W…wae?”

 

“Dasar Shikshin!” ujar mereka serempak.

 

***

 

Pukul Sembilan malam, penginapan yang dihuni oleh SNSD itu tampak sepi. Hanya ada Yuri dan Sunny yang sedang menonton TV. Sooyoung tengah terpulas nyenyak sejak sore tadi. mungkin dia kelelahan. Sisanya, entah sedang apa diluar sana.

 

Saat ingin protes masalah makan malam, Yuri langsung diberi penjelasan. “Kau, jaga Soo. Jangan buat dia bangun sebelum aku meneleponmu. Pukul 11, aku menunggu kalian di resto yang Jessica tunjukkan. Kalian paham?” jelas Taeyeon.

 

 

“Ne, Eomma!”

 

“Good. Sekarang, bersiaplah, agar nanti kalian tinggal menyeret Soo saja.”

 

 

Sooyoung’s POV

 

Aku terbangun dari mimpi saat kulihat jam kecil di atas nakas dekat ranjang yang kutempati menunjukkan pukul sepuluh lebih lima belas menit. Aku tersentak dan langsung bangun seketika. Kusibak tirai di dekatku dan kulihat suasana yang gelap berhiaskan lampu kota. Aku berlari menuju ruang tengah dan yah… syukurlah kudapati makhluk lain disini. Setidaknya, mereka tidak meninggalkanku.

 

“Sunny-aa… Yuri-ah… apa acara makan malamnya sudah-“

 

“Eoh, Soo, kau sudah bangun?” aku mengangguk.

 

“Baiklah. cepat ganti baju. Semua menunggumu. resto yang akan kita gunakan tadi snagat ramai. Jadi aku dan Sunny di suruh balik ke penginapan untuk membangunkanmu. Nah, karena kau sudah bangun, sekarang, cepatlah ganti baju dan kita berangkat. Arra?” jelas Yuri. Aku masih setengah tak mengerti sih. Sejak kapan member-deul berani makan malam? Bukankah hanya aku dan Yoona yang berani melakukannya? atau jangan-jangan mereka semua akan beralih lebel menjadi sepertiku? Shikshin. Ratu hobi makan. Kikiki aku jadi terkiki sendiri membayangkan semua member jadi shikshin.

 

“Ya~ ya~ kau mau kami tinggal?” suara Sunny mengintrupsiku. Aku langsung menggelengkan kepala dan cepat-cepat berbalik ke kamar untuk membasuh diri sekaligus berganti baju.

 

 

Aku memakai baju santai. Legging panjang dan atasan simple, menyesuaikan keadaan udara disini. Setelah aku menunjukkan hidungku, Yuri dan Sunny langsung menarik lenganku secara paksa. Aku sempat berontak, tapi tak digubris oleh mereka. Akupun duduk diantara mereka di jok penumpang belakang dan mobil pun berjalan. Entah kemana.

 

“Ya~ bisakah kalian lepas tanganku?”

 

“Soo, kau diam saja! Jangan banyak protes. Mau makan enak tidak?” tawar Yuri. Aku pun nyengir dan mengangguk. “Aish… shikshin ini!”

 

Ternyata kami akan diner di resto keluarga. Bentuknya tidak seperti resto diluar sana yang ketika masuk sudah melihat kursi dan pengunjung. Ini sangat sepi karena harus memesan salah satu ruang terlebih dahulu. Aku ingat tempo dulu pernah makan di tempat seperti ini bersama keluargaku.

 

Kami masuk ke salah satu ruang setelah pelayan berkimono cantik mempersilahkan kami. Setibanya didalam, aku tak melihat siapa-siapa. Yang aku lihat hanya jejeran beberapa menu makanan yang telah terhidang dengan asap yang masih mengepul. Perutku sudah menderukan protes untuk segera diisi. Geundae… tidakkah aneh jika kami hanya makan bertiga? Sebanyak ini? walau pun aku shikshin, aku masih punya titik penuh.

 

“Makan-“

 

“HAPPY BIRTHDAY SOOYOUNG-AH!!!!”

 

Aku terkesiap mendengar jeritan histeris itu. Badanku kaku ditempat. Padahal aku sadar, Yuri dan Sunny sudah berdiri di jejeran teman lainnya. Taeyon membawa sebuah tart lucu berhias lilin. Saat ini sudah Pukul 00.01 , 10 Februari… ulang tahunku…

 

“Saengil Chugahamnida3x Sarang-hneul Uri Youngie~ Saengil Chugahamnida…..:D” kini aku mematung mendengar mereka bernyanyi.

 

“Kalian…” gumamku. Air mataku sudah nyaris tumpah.

 

“Yah~ kau menunggu lilin ini mati sendiri?”

 

Aku tersedak diantara tawa dan tangisku. Aku pun berlari kecil kearah mereka dan memeluk mereka satu persatu.

 

“Gomawoyoe~ chingu-deul…”

 

Kami pun melanjutkan acara dengan menyantap makanan yang sudah terhidang. Mereka semua memberiku kado. Sungguh sangat special.

 

Setelah acara makan utama selesai, makanan penutuppun datang. Aku punya inisiatif untuk mengambil selca bersama kedelapan manusia melankolis yang sampai kapan pun akan selalu ada dihatiku.

 

“Maaf, bolehkah saya meminta tolong kepada anda untuk mengambil beberapa gambar kami?” pintaku pada sang pelayan dalam bahasa Jepang. Dia pun tersneyum dan mengangguk. Aku berdiri ditengah, sedangkan yang lainnya duduk diantaraku. Kami pun berfoto di hari ulang tahunku yang ke 25 ini.

 

 

“Eonni, aku lupa memberikan kado untukmu. Ehn… tepatnya kado itu tertinggal dan-“

 

“Gwenchana Seo Baby~ itu bisa lain waktu, bukan?”

 

“Anni…anni… aku akan sedih jika kau tak menginginkan kadoku.” Seohyun cemberut dan mau tak mau aku terkekeh dan kemudian merangkulnya.

 

Saat ini kami sudah sampai loby penginapan. Namun tadi Seo menarik tanganku untuk jalan paling akhir bersamanya. Ternyata ini tujuannya. Meminta maaf atas kadonya yang tertinggal.

 

“Baiklah, aku akan menunggu-“

 

“Sekarang eon! Sekarang!” aku bingung. Ini pukul tiga pagi. Apa dia gila?

 

“Hei, ini sud-“

 

“Ayo ikut aku! Ini penting. Bisa-bisa kadoku hancur jika tak sekarang diambil!”

 

Aku masih bingung tak mengerti, tapi tetap kuikuti jejaknya. Kami naik lift sampai ke lantai empat. Seo menarik tanganku dan mengeluarkan sesuatu saat tiba di salah satu kamar penginapan ini. ternyata dia membuka kunci dengan kartu yang dia dapat. Aku menatapnya bingung.

 

“Kadoku ada di dalam.” Katanya di tengah sneyum.

 

“Kau bercanda? Aku tak suka tidur sendiri. kau mau jadi saeng yang jahat, membiarkanku menggunakan penginapan ini sendiri?”

 

“aish… ini bukan untuk menginap, tapi mengambil kadoku. Gajja! Masuklah duluan!”

 

Dengan sedikit bimbang, kulangkahkan kaki masuk kedalam dan…

 

“Saengil Chukae eonni-ya~ semoga kau bahagia! daaa~”

 

Brakk!!

 

Mataku melotot besar saat kusadari Seo menutup pintunya dan meninggalkanku. Aku pun berbalik kearah pintu dan menggedor-gedornya. “Seobaby, jangan bercanda!! Buka pintunya!!” teriakku. Gila! Kenapa dia melakukan ini? meninggalkanku seorang diri di penginapan yang tak bercahaya ini. sumpah, ini gelap sekali!!!

 

Aku terus menggebrak pintu sambil berteriak meminta tolong. Tuhan, aku memang jail, tapi tolong jangan buat pembalasan seperti ini. aku snagat takut tempat gelap.

 

“Tolong…. Seo-ah… jeball… jangan bercanda! Buka pintunya sek-“

 

Krettt!

 

Aku menegang. Seseorang mendekapku dari belakang. Dekapan yang sangat erat. Bulu kudukku berdiri kala kurasakan deru nafasnya. Sampai telinga dan “Saengil chugae Chagie-ah…” tubuhku bergetar mendengar kalimat itu. Suara itu… “Bogoshippeo Sooyoung-ah~”

 

Benar. Ini suarany!

 

Aku pun berbalik dan seketika lampu kuning remang-remang menyala. Belum kulihat baik-baik wajahnya, mataku sudah beralih ke sumber penerangan. Lilin bulat yang disusun berbentuk hati di antara tumpukan kelopak mawar. Aku menangis. Air mataku menetes deras. Ini snagat mengharukan.

 

Kutolehkan pandangan kearahnya. Benar, dia benar-benar Kyuhyun-oppa. “Hiks…” aku sesenggukan menatapnya yang tengah tersenyum. Detik berikutnya tangannya melingkari tengkukku. Kusadari sebuah liontin emas putih berlambang hati dnegan intan mengkilap di sudut kiri atasnya. Kutatap dia tak percaya. Sejak kapan Cho Kyuhyun romantic seperti ini?

 

“Nappeun!” umpatku yang membuatnya menarikku kedelam dekapannya.

 

Setelah tenang, dia menarikku sedikit menjauh. Menatapku dalam “Saranghae~” bisiknya dengan senyumannya. Aku mengangguk cepat, paham akan kata tersebut.

 

Dia pun menarik tangan kananku menuju lilin hati di tengah ruangan ini. kami duduk di sisi lilin. Beralaskan parmadani tebal dan empuk. Tertawa tak jelas dan saling memandnag satu sama lain. Oh ayolah… kenapa jadi canggung begini?

 

“Soo~” sapanya, mematikan kesenyapan yang sempat terjadi. Aku menoleh kearahnya. “Kau suka?” tanyanya, membuat senyumanku semakin mengembang. Kujawab tegas, “Sangat senang. Gomawooyeo oppa.” Dia tersenyum dan menarik bahuku kedekapannya. Aku menadahkan pipiku di bahunya. Kemudian kami memandang lilin-lilin itu.

 

“Choi Sooyoung, aku sangat menyayangimu…” kudengar ucapannya dan aku mengangkat pandngan kearahnya. “AKu sangat mencintaimu…” aku masih terdiam. “Kau yang selalu membuatku terusik setiap saat. Maafkan aku yang tak peka padamu. Maafkan segala rasa cemburuku yang nyaris membuatmu jengkel. Maafkan segala tindak possesifku yang pernah kulakukan padamu. Namun, aku meminta satu hal padamu. Choi Sooyoung, percayalah, di hatiku, hanya ada kau seorang. No Other, Just You. Jadi aku mohon, jangan sampai kau meragukan perasaanku. Arraseo?”

 

Oke, wajahku sudah basah. Sejak kapan seorang evil menjadi pujangga?

 

Langsung kukalungkan kedu atanganku kelehernya dan mendaratkan bibirku di bibir tebalnya. Aku merasakan tubuhnya yang tersentak kaget. Aku tau, akhir-akhir ini aku lebih berani menciumnya. Padahal sebelumnya, dialah yang memaksaku untuk menciumnya dan tetap kutolak. Namun kini, adakah alasan lain untuk aku tidak ingin menciumnya?

 

Kulumat, kuhisap, dan sesekali kugigit bibir atas dan bawahnya secara pelan dan hangat. Perlahan tapi pasti, dia pun menyeimbangkan ciuman yang kupandu ini. kedua tangannya sudah mendekap tubuhku. Hingga tak kusadari, tubuhku telah terangkat dan ciuman ini tetap berlanjut sambil berjalan berirama, layaknya sepasang dancer yang sednag berdansa.

 

Brrugg!!

 

Tubuhku jatuh tepat diatas ranjang dan tubuhnya menindihku. Berat, tapi…

 

“Berat?” tanyanya yang membuatku tergelak. “Hei, aku serius. Kalau memang iya, aku akan beranjak.” Jelasnya.

 

Aku tersenyum menggoda tak membalas ucapannya, membuatnya mendesah kecewa. Hingga akhirnya dia hendak beranjak, aku pun segera menarik tengkuknya dan menciumnya lagi. Kurasakan dia tersenyum di tengah pautan bibir kami. Dan ciuman ini berlangsung lama tak terhentikan.

 

“Hah… hah… cukup!” ucapnya ditengah nafasnya yang tersengal. Benar, ini terlalu jauh. Dia sudah kuijinkan memberi tanda di dadaku. Namun, disaat gairahku memuncak, dialah yang memutuskannya.

 

Aku menoleh kearahnya. Kulit pucat penuh keringat. Tampan. “Wae? Kau tak ingin menyelesaikan gairah panas ini?” pancingku, bermaksud menggodanya.

 

Benar kan, dia langsung membuka matanya dan menoleh kearahku. Menatapku tajam. Terlihat sekali dia sedang memendam perasaan yang… yah, kalian tahu apa maksud perasaan itu. Sekarang, tatapannya makin keras. Hingga gretakan giginya bisa kudengar dan itu membuatku terkekeh.

 

Hahaha… Lucu sekali.

 

Sooyoung’s POV end

 

 

Kyuhyun geram dengan yeojanya satu itu. Berani sekali menggoda nafsunya.

 

Karena tak tahan, akhirnya Kyuhyun memilih menarik tubuh Sooyoung kedalam dekapannya. Didekapnya secara erat. Sangat erat. Sampai-sampai kedua kakinya pun ikut mengungkungi tubuh kurus Sooyoung. Nafasnya menderu gugup.

 

“Sesakkh oppa~”

 

“Rasakan! Ini akibat dari ulahmu yang berani menggodaku!!”

 

“Ya~ aku hanya bercanda, oppa! Cepat longgarkan pelukanmu!”

 

“Shireo!! Tetaplah seperti ini. aku belum bisa tidur senyaman posisi ini.”

 

Kyuhyun menutup matanya, seakan sudah tidur. Sedangkan Sooyoung masih menatapnya.

 

“Jadi, kado Seobaby adalah ‘Kejutan dirimu?’” gumam Soo kepada dirinya sendiri.

 

Kyuhyun mendengarnya dan mengeratkan dekapan lagi. “Annio… kadonya ada didalam koperku. Aku sengaja menyuruhnya membawamu kesini dengan cara seperti itu. Happy Birthday, Choi Sooyoung~”

 

Sooyoung tersenyum senang dan memilih untuk mengecup dahi Kyuhyun secara lembut. Kemudian berbisik manja, “Na do Saranghae~”

 

Jawabannya membuat Kyuhyun membuka mata lagi, “Ya, aku tahu itu…”

 

Mereka terkekeh bersama dan terlelap dalam pelukan hangat yang mereka dapatkan kali ini.

 

“Kau tidak di Shanghai-“

 

“Anni.” Poyong Kyu cepat. “Aku sudah menyelesaikan semua jadwalku. Malam ini sampai besok pagi, aku ingin ada disini bersamamu. Aku ingin mencarge energiku. How about Full day with me?”

 

Sooyoung terkekeh. Dia membalas dekapan Kyuhyun dengan lebih erat lagi. “Neumu Jhoa~”

 

Dan lagi-lagi mereka tertawa senang bersamaan.

 

 

 

_END_

 

 

 

 

Eootheyooo Yeorobun?

Apa menyentuh?

Hahh… semoga kalian bisa menikmati kisah gaje mereka yang kubuat ini.

 

^Happy KyuYoung’s Day^

 

WELL, KEEP RCL IF YOU ARE A NICE READER!

 

SIDER???

 

GO THE HELL!!!

 

SEE YOU SOON ^^

64 thoughts on “[ONESHOT] YMB – Full Day With You (spc. 25th of Sooyoung’s B’day)

  1. mian thor baru komen u.u

    Waaa daebak thor. Uri kyuyoung jjang!!!
    Kyuppa so sweet banget dah

    Gatau knapa aku slalu suka sma ffmu😀 ditunggu ff lainnya ya thor

  2. ngga tau mau komen apaan
    rasa nya baca ini ff seneng bgt
    berasa real ada di kehidupan nyata seorang cho kyuhyun dan choi sooyoung😀

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s