[DRABBLE] LOVE MEETING – “First Meeting With My 4th”

LoveMeetingd2ab

Love Meeting – “First Meeting”

Author: Fatminho

Length : DRABBLE

Genre : Romance

Rated: PG 16+

Main cast: Kyuhyun, Sooyoung

 

Disclaimer :

THIS PLOT IS MAIN!!! DON’T BASH OR COPAS WITHOUT PERMISSION. THE CAST HERE IS NOT SAME WITH THE TRUTH PERSONS WHO HAVE THAT NAME. IT IS JUST CAST IN MY IMAGINATION!!!

 

Note: 

Anyeong…

Aku bawa drabble Love Meeting yg beda Lho… Ini lanjutan kisah Drabble sebelumnya. Mianh, jika terlalu lama posting. 

Ada yang minat baca lanjutan kisah KyuYoung yang ini?

 

So, Gajja take an happy reading ^^

 

 

***

 

“4th Yeoja”

 

 

Sepi di hari Minggu. Hari ini aku memang tak memiliki jadwal kencan dengan Qian, Seo, atau pun Seulgi. Alhasil, setelah bosan dnegan PSP kesayanganku, aku jadi bingung harus berbuat apa. Bisa saja sih kuhubungi salah satu dari mereka, tapi aku takut kalau ternyata mereka sudah memiliki acara yang berbeda pula. Kalau kulakukan, sama saja menjadikan diriki seorang yang plin-plan. Oh Tidak… itu buruk sekali.

 

‘…asal kau tetap menyapaku dan tersenyum padaku. Kapan pun dan dimana pun saat kau butuhkan. Aku sudah senang-‘ terngiang suara Sooyoung yang selalu mengucapkan kalimat itu setiap aku menanyakan alasan mengapa dia tak mempermasalahkan posisinya yang ada di urutan keempat dalam hubungan ini.

 

Namun, dia sudah mengatakannya. Berarti, boleh dong aku menghubunginya? Tidak ada yang salah, bukan?

 

Hahhh… benar. Aku tidak salah. Dia sendiri yang mengatakan padaku kalau dirinya akan menerimaku kapanpun dan dimanapun disaat aku membutuhkannya.

 

‘Anyeong~ oppa… apa aku sedang bermimpi, kau meneleponku?’

 

Aku nyengir mendengar sapaannya ketika sudah menerima panggilan dariku. ‘anni… ini nyata, Nona Choi yang sangat babo!’ dan aku terkekeh setelah mengatainya babo. Terkekeh karena membayangkan wajahnya yang cemberut ketika aku menyebutnya seperti itu.

 

‘Gwenchana~ kalau memang itu pendapatmu, it’s okey, oppa.  Geundae~ apa kau menyesal memiliki yeoja keempat yang sangat babo sepertiku?’

 

Badanku menegang. Kenapa cara bicaranya selalu sepolos ini?

 

Aku menggeleng, bermaksud menyanggah. Namun, aku tahu dia tak tahu apa yang kini kulakukan.  Sejenak aku berpikir dan ide baik pun menyinggahi otakku. ‘Tidak. Aku tidak akan menyesali memiliki yeoja babo sepertimu jika saja kau mau jalan-jalan bersamaku, menghirup udara sore kota Seoul. Eotthe?

 

Benar, bukankah aku membutuhkan teman saat ini? dan ingat, dia akan mengingkari janji jika menolak ajakanku.

 

‘Kau yakin mengajakku jalan-jalan sore?’

 

‘Tentu saja. Kau tidak mau?’

 

‘Bahkan aku merasa seperti sedang bermimpi diajak jalan denganmu. Tentu saja aku mau.’

 

Aku tersenyum penuh semangat dan langsung beranjak dari sofa menuju kamarku dengan sambungan telepon yang masih aktif. ‘Good girl! Kalau begitu, aku menunggumu di Resto keluarga dekat sungai Han. Arra?

 

Nde, arrayo! See you, oppa~

 

Setelah itu, sambungan telepon kami terputus. Langsung aku membersihkan diri di kamar mandi yang memang tersedia di kamarku. Setelah itu aku memilih pakaian di lemari utama. Entah kenapa, aku ingin menunjukkan penampilan paling perfect yang tak pernah kutampilkan di depan orang lain, termasuk didepan ketiga yeojaku, selain Sooyoung tentunya.

 

Awalnya aku ingin memakai kaos tipis berbalut jaket rajutan warna putih tulang. Namun, aku merasa tak cocok di sore hari musim panas begini memakai bahan rajutan yang cukup tebal itu. Akhirnya aku memilih kaos pollo yang memang menampilkan kesan santai dan tetap mewah. Dan lagi-lagi aku merasa terlalu ringan image, takutnya dia tersinggung dengan tampilan yang biasa. Kemudian ada jenis lima baju yang kucoba dan alhasil, semuanya tak membuatku pantas mengenakannya kali ini.

 

Saat tubuhku lelah memilih pakaian, aku mengacak rambutku geram. Saat itu juga, ekor mataku melirik ke dalam lemari Tuxedo koleksianku. Ck! Kenapa tidak dari tadi saja! Aku memilih memakai kemeja dan celana berbahan jins biru panjang. Tak lupa dengan setelan jas jubah yang panjangnya melebihi perpotongan lututku. Bukankah ini lebih cocok? Sesuai dengan hawa dingin saat ini.

 

Baiklah Cho Kyuhyun~ saatnya beraksi!

 

 

Aku sudah ada didalam Resto Keluarga tempat kami bertemu. Kenapa aku memilih tempat seperti ini? karena jika aku mengajaknya ke Mall, bisa-bisa kami akan berpapasan dengan Seohyun. Jika kuajak ke bioskop, takutnya akan bertemu dengan Vict. Lalu, jika kuajak ke KV langganan anak muda, tentu saja Seulgi ada disana. Aku tahu tentang hal itu karena semua kegiatan mereka bertiga kumasukkan ke dalam memo ‘Love Meeting’ yang kupunya.

 

“Hai oppa!”

 

Aku menoleh kesamping setelah mendengar sapaan itu. Aku tersenyum simpul membalas senyumannya. Namun, aku tertegun seketika. Kutatap dirinya dari bawah sampai atas. Apa tidak salah?

 

Dia memakai sweeter marun, rok sifon pendek berbatas 10cm diatas lutut, rambut ekor kuda, dan juga…. aigoo… siapa yang mengajarkannya memakai sneakers ketika berkencan??? Aish, aku miris melihatnya. Tolong bedakan dengan penampilanku yang sangat rapi dan terkesan formal. Tidakkah dia sangat santai? Apa maksudnya? Ingin meremehkanku?

 

“Waeyo oppa? Apa ada yang salah?” aku tersadar akan pertanyaannya. Dia masih berdiri dan belum duduk. Wajahnya menatapku bingung. Sedangkan aku menatapnya garang. Bisa-bisnaya dia meremehkan pertemuan ini?

 

“Choi Sooyoung, apa kau bisa menyesuaikan cara berpakaiannmu dengan tempat yang akan kau datangi?” tanyaku. Dia sedikit pangling mendengar pertanyaanku. Kemudian dia menatap segala yang dia kenakan dari bawah sampai atas.

 

“Apanya yang salah, oppa? Apanya yang tidak bisa menyesuaikan? Bukankah ini Resto keluarga? Biasanya, saat aku kesini bersama orangtuaku, aku berpenampilan selayaknya anak muda seusiaku. Jika saja aku memakai pakaian formal, bisa-bisa semua orang menyangka aku adalah istri kedua appaku. Hahaha… kau ini ada-ada saja, oppa!” jelasnya.

 

Aku sedikit menggeram, “Tapi saat ini kau berkencan dneganku. Bukan mengadakan acara makan bersama kedua orangtuamu, Choi Sooyoung!!!”

 

Kulihat dia tergelak dan tertawa. Dia duduk tepat didepanku. “Oppa, kenapa kau jadi mempermasalahkan pakaian? Selagi itu membuat kita nyaman, why not?”

 

Jawabannya membuatku menghela nafas berkali-kali. “Tapi kostum yang kau pakai tak sesuai dengan kostumku!” geramku. Barulah dia menatap diriku.

 

“Lalu, apa masalahnya? Menurutku, kau sangat pantas menggunakan busana itu. Terlihat lebih dewasa dan…. yah, kau snagat pantas menjadi seorang ahjussi masa kini. Hahaha….” ujarnya yang berakhir dnegan gelak tawanya.

 

Dia masih tetap tertawa. Kenapa aku jadi kesal?

 

“Ya~ ya~ hentikan tawamu! Kau mau pesan makanan, tidak?”

 

“Tentu!”

 

Aku pun tersenyum dan mengangkat tangan kananku, mengisyaratkan pelayan untuk mendatangi kami. Pelayan itu pun datang dan menunjukkan dua buku menu. Satu untukku dan satu lagi untuk Sooyoung.

 

Kubuka buku menu yang ada di tanganku. Aku mulai menilik satu persatu nama makanan yang ada di Resto ini. sesaat aku teringat akan sosok yeoja aneh yang kini ada didepanku. Kutegakkan pandanganku kearahnya dan kulihat dia sedang memilih menu apa yang ingin dia pesan. Gayanya terlalu asyik. Membolak-balikkan buku menu sambil mengangguk-anggukan kepala, menggumamkan nada lagu yang tak terdengar jelas ditelingaku. Sejenak aku menilainya. Dia berbeda dengan ketiga yeojaku yang lain. Dia tak pernah menghilangkan sosoknya ketika bersamaku. Tidak pernah bergaya sok sopan dan berpenampilan feminine. Choi Sooyoung adalah yeoja yang ceria.

 

“Kau ingin makan apa Choi?” tanyaku, mengalihkan konsentrasinya.

 

Dia mendongak dan tersenyum kepadaku. Giginya yang putih dia tunjukkan padaku. “Apa aku boleh memesan apapun?” tanyanya. Aku sedikit mengerut kening mendengar pertanyaannya. Tentu saja dia boleh memesan apapun. Memangnya dia pikir aku tak punya banyak won untuk membayar makanannya?

 

“Tentu saja!” singkatku.

 

Senyumannya kian sumringah saat kujawab itu. “Geuray. Aku pesan 1 Pie kentang vla strawberry, 1 Mocacino Ice Chocolate, 1 Tiramishu tanpa susu tambahan, juga-“

 

Green tea mint dan Puding strawberry sebagai penutup.”

 

Aku menoleh kearah kanan melihat orang yang tadi meneruskan ucapan Sooyoung. Pelayan yang memakai name tag ‘Changsung’- seorang namja rupawan.

 

“Yap! Ah~ kau ternyata hapal dengan menu penutupku Changsung-ssi” kini aku bertampang seperti orang paling bodoh sedunia. Kenapa mereka sangat akrab?

 

“Tentu saja nona. Kau adalah langganan yang paling saya idolakan. Kau manis, cantik, dan ceria. Aku akan memberikan anda bonus seporsi Coffee Cup sepulang nanti, jika saja kau berkenan memberikanku kesempatan untuk berfoto denganmu.” Cuap sang pelayan yang sungguh membuatku gerah. Aku jadi seperti orang yang tak dianggap keberadaannya.

 

”Hahaha… hanya berfoto? Kalau begitu, bolehkah aku meminta Coffee Cup dua porsi?” lanjut Sooyoung. Aku hanya jadi penonton keakraban mereka. menyebalkan!

 

“Ya~ kenapa kau mau mengorbankan diri demi dua porsi Coffee Cup, eoh? Jangan membuatku-“

 

“Gwenchana agashi. Nona ini memang langganan setia kami. Hanya saja, baru kali ini dia datang bersama teman prianya. Biasanya, dia hanya datang bersama kedua orangtuanya.”

 

Aku hanya bisa menghela nafas ketika akhirnya pelayan itu pergi membawa pesanan kami. Sedangkan yeoja yang ada dihadapanku masih tertawa kecil. Aku memandangnya sebal.

 

“Kau tahu Oppa, kalau kau cemberut begitu, kau jadi imut. Hahaha…” ledeknya yang lagi-lagi meneruskan tawanya.

 

“Ya~ kalau kau tak berhenti tertawa, aku akan membungkam bibirmu itu dengan bibirku. Berani?” tantangku. Sebenarnya ini hanya pancingan secara tidak langsung saja. Aku tahu dia akan mau aku cium. Jujur, aku senang melihat bibirnya yang berwarna soft pink itu. Snagat menggoda. “Kenapa diam? Kau tidak berani?” ujarku ketika dia hanya diam tak menjawab apapun. Tertegun setelah mendnegar ucapanku. “Ini first meeting kita. Akan lebih berkesan jika-“

 

“Aku tak bisa berciuman! Jadi jangan coba-coba, arra?!” gretaknya dengan smirk nakalnya. Aish… yeoja ini.

 

Merasa tidak tahan, akhirnya aku bangkit dan mencondongkan wajahku ke depan wajahnya. Sontak kedua mataku menjadi gelap. Ternyata dia menghalangiku dengan buku menu yang masih ditangannya. “Kau tak berani?” tanyaku, masih dalam posisi yang sama. menunggu dia menurunkan buku itu.

 

“Tidak disaat kau mencintai yeoja lain. Aku tak ingin menyakiti hati mereka.”

 

Aku tertegun mendengarnya.

 

Ya Tuhan, Choi Sooyoung! Kau benar-benar membuatku jengah!

 

“Yah, aku juga hanya bercanda. Memangnya siapa yang ingin mencium yeoja aneh sepertimu.” Elakku sambil kembali dalam posisi semula. Dia hanya tertawa

 

 

_END_

 

 

KEEP RCL, JUSAEYOOO…. 😀

 

_Gomawoo^^_

 

 

92 thoughts on “[DRABBLE] LOVE MEETING – “First Meeting With My 4th”

  1. Kyu oppa’a modus
    bilang ajja pengen nyium soo
    hahhaha
    tp mereka lucu tp,kurang konflik dech
    keep writing thor
    ayo semangat lanjut lg cerita’a
    pengen tau nanti akhir’a spt apa…

  2. Kyu baaad boy~
    syo bener2 luar biasa baik jadi yeoja..
    Apa sih yg sebenarnya ada di pikiran syo, sampe bersedia jadi yeojachingu ke-4nya kyu? Astagaaa~
    sadarlah kyu.. kekeke~

  3. Soo benar luar biasa…
    Walaupun jadi cewe ke 4 nya kyuppa…
    Tu kyuppa padahal mau cium soo beneran…
    Tapi di blg hanya bercanda…
    Karna soo gadis aneh dan unik makanya kyuppa gk bisa lupain soo..
    Dan mereka bersatu di masa depan…

  4. Pingback: [DRABBLE] LOVE MEETING – “My 4th and Eomma” | Fatminho On Fanfiction

  5. Pingback: [DRABBLE] LOVE MEETING “The End?” | Fatminho On Fanfiction

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s