[DRABBLE] LOVE MEETING – “My 4th and Eomma”

LoveMeetingd3a

Love Meeting – “My 4th and Eomma”

Author: Fatminho

Length : DRABBLE

Genre : Romance

Rated : PG 16+

Main cast: Kyuhyun, Sooyoung

 

Disclaimer:

THIS PLOT IS MAIN!!! DON’T BASH OR COPAS WITHOUT PERMISSION. THE CAST HERE IS NOT SAME WITH THE TRUTH PERSONS WHO HAVE THAT NAME. IT IS JUST CAST IN MY IMAGINATION!!!

 

Note:

Anyeong…

Aku bawa drabble Love Meeting yg beda Lho…

Ini lanjutan kisah Drabble sebelumnya.

 

Ada yang minat baca lanjutan kisah KyuYoung yang ini?

 

So, Gajja take an happy reading ^^

 

 

***

 

4th Yeoja | First Meeting With My 4th |

 

 

 

Pagi ini, aku sudah siap berangkat ke sekolah. Dengan membawa BMW merahku, aku melesat menuju rumah Seulgi. Yah… schedule ku hari ini adalah berangkat bersamanya. Kami berdua sudah akrab layaknya saudara. Dia yeoja yang lucu dan heboh. Suasana keakraban kami semakin menjadi kala dia berceloteh tentang kejadian kemarin saat bersama teman-temannya. Sungguh, itu membuat perjalanan menuju sekolah sangatlah singkat. Kami turun dan mulai melenggang memasuki gedung utama dengan tangan kanannya yang sudah bergelayut manja dilenganku.

 

Hahahaha… jongmal?? Ck! Kau itu sangat yadong Kris-ah!

 

Langkah kakiku terhenti saat kudengar suara itu. Disaat bersamaan pula, suara itu lenyap seketika. Ya, kami berpapasan. Dia berjalan menuju kelas dengan bahu yang sedang dirangkul oleh salah satu teman sekelas kami, Wu Yi Fan! Disebelahnya juga ada Jessica dan Sungmin. Kenapa mereka jadi seperti sepasang kekasih? Dan anehnya, aku kesal melihat Wu Yi Fan itu!

 

“Eoh, Kyuhyun-ssi… kenapa kau kearah berlawanan? Bukankah kelas kita di utara?” tanya Sungmin, teman sebangkuku.

 

Aku menoleh kekanan dan melihat yeoja cilik yang masih bergelayut manja denganku. “Aku akan mengantarnya dulu!” jawabku sedikit dingin.

 

“Aish… ya sudah. Kajja!” ujar Yi Fan sambil melenggang melaluiku dengan tangannya yang kini menarik pergelangan tangan Sooyoung. Entah perasaanku saja atau bagaimana, Sooyoung hanya terdiam dan tak melihat kearahku sedikit pun.

 

 

Pelajaran sejarah. Untuk kali pertamanya aku tak selera menyimak pelajaran ini. mataku selalu tertuju pada sosok Sooyoung yang ada di bangku nomor dua bagian timur. Yeoja itu tampak sedang melamun saat Yi Fan, teman dibelakangnya, tak mengganggunya. Dia hanya menunduk mencatat sesuatu.

 

Selagi Go-sshaem memberi tugas kepada siswa, aku pun sempat mengambil waktu untuk mengetik sebuah pesan.

 

‘jam pulang, tunggu aku di pintu keluar!’

 

Kuperhatikan gerak-geriknya. Namun tak ada yang berbeda. Kurasa ponselnya sudah di silent didalam tas. Aku hanya bisa menghela nafas dan memandangnya dari tempatku.

 

“Kenapa sedari tadi kau memperhatikan Sooyoung?”

 

Aku sedikit tersentak mendnegar pertanyaan dari Sungmin yang duduk disebelahku. Aku pun segera mengatur ekspresi datarku, berharap dia tak menyadari ekspresi bodohku. “Heran saja. Kenapa pipinya sangat tembam? Aku jadi ingin memakannya!” jawabku asal sambil memulai membuka buku tugas yang seharusnya sudah kukerjakan sedari tadi.

 

“Cih! Kau ini, beralasan saja! Jujurlah, kau mulai tertarik dengannya, bukan? Sudah… tidak usah bermimpi untuk mempermainkannya! Aku yakin, kaulah yang akan merasa dipermainkan oleh perasaanmu sendiri!”

 

DUG!

 

Seperti kejatuhan balok yang sangat berat, pikiranku pun terhenti seketika. Layaknya orang yang tak memiliki jiwa lagi, aku tak bisa beralih memikirkan hal lain. Satu yang kupikirkan: perasaanku memang sedang di permainkan. Kenapa kalimat Sungmin sangat tepat?!

 

“Begitu? Hah… syukurlah aku tak ada niat untuk mempermainkannya!” jawabku seadanya. Ingat, hubunganku dengan Sooyoung sangatlah rahasia. Hanya aku dan dia juga Tuhan yang mengetahuinya.

 

“Tak ada niat untuk mempermainkannya. Berarti kau berniat untuk serius kepadanya, bukan begitu?”

 

PLAK!

 

Aku terdiam dengan perkataannya. Serasa ditampar, hatiku langsung melenguh kedalam. Apa benar aku ingin menjadikannya yeojaku kelak?

 

“Yah… semoga saja Tuhan menghendaki. Dekat pun aku tak pernah, bagaimana bisa untuk serius?” asalku lagi.

 

 

Satu persatu siswa sudah meninggalkan sekolah. Aku juga bisa lihat lapangan sekolah mulai sepi. Sepertinya Sooyoung sudah membaca pesanku karena kini kulihat dia tengah berdiri di dekat pintu keluar. Aku langsung menghampirinya.

 

“Anyeong oppa!”

 

Mataku terbeliak kala kudapati Seohyun muncul dari samping Sooyoung. Kini dia menghampiriku dengan wajah sumringahnya. Namun mataku langsung terarah pada sosok Sooyoung. Dia hanya memandnagku dalam dan memberiku senyuman tipisnya.

 

Chup*

 

Aku tersentak dan menoleh kearah Seohyun yang sudah mengglayuti lenganku setelah memberikanku kecupan dipipi. Tubuhku kaku. Bukan karena gugup, tapi karena Sooyoung ada didepan kami. Pagi tadi Seulgi, kini Seohyun. Soo, ini resikonya jika kau berkencan denganku.

 

Entah kenapa, setiap waktu aku selalu merasa bersalah padanya.

 

“Oppa! Aku datang untuk menjemputmu. Apa kau senang dengan kejutanku ini?” tanya Seohyun dengan nada manja.

 

Bukannya membalas, aku malah kembali memandang sosok Sooyoung. Dia masih menatap kami.

 

“Oh, maaf, sepertinya aku mengganggu. Seo-ah, aku duluan ya. phy!” ujarnya, lalu pergi dari hadapan kami. Apa dia salah mengartikan pandanganku tadi? apa dia berpikir kalau aku ini merasa terganggu dnegan keberadaannya?

 

“Aku tak tahu jika kau satu sekolah dengan teman SMP-ku dulu, oppa!”

 

“Ah… nde. Aku juga tak tahu kalau dia-“

 

“KYAAAA!! APA-APAAN INI??”

 

Mataku membulat saat melihat Victoria berdiri didepan mobilnya tepat didepan kami. Oh Tuhan! Cobaan apa ini?

 

“Maksudmu?!” tanya Seohyun. Aku hanya diam sambil berpikir.

 

“Ah… Seo, kau tunggu aku dimobil, nde. Aku ada masalah sedikit dengan Pembina olimpiadeku ini. kau ngerti kan?” bisikku pada Seohyun. Tak ada pilihan lain. Syukurlah Seohyun mau mengerti dan pergi dari tempatku ini.

 

“Kyuhyun-ah… kenapa kau bermes-“

 

“Annio Qiannie~ dia itu adik sepupuku yang sekolah di SMA bagian barat. Kau tak sadar seragam kami beda dan wajahnya seperti anak-anak?” ujarku santai, berusaha menjelaskan kamuflase baru ini.

 

“Jadi, kau akan pulang dnegannya?”

 

“Hah… mau bagaimana lagi. Ibunya sudah menitipkannya padaku.”

 

“Aku rugi mendatangimu…” dia mulai cemberut. Aku mendekatinya dan memberikannya kecupan di tepi bibirnya. Kemudian berbisik, “Ayo makan malam bersama untuk mengganti hal ini. eotthe?”

 

Saat aku menjauh, bisa kulihat dia tersneyum dan mengangguk. Aigoo…. baru kali ini aku bisa menghela nafas lega.

 

 

Setelah mengantar Seohyun, aku pun kembali pulang. Baru kali ini aku pulang terlalu siang. Biasanya, pukul 1 sudah ada di rumah. Namun, karena kejadian tadi, aku harus pasrah pulang agak telat.

 

“Eomma~ aku pulang…” ujarku dnegan suara cukup keras.

 

Aku duduk di sofa saking lelahnya. Namun, tiba-tiba, aroma masakan tercium begitu kental dihidungku. Tidak biasanya bibi masak makanan dengan aroma daging pasta ini… aroma masakan yang pernah kucium di resto Italy.

 

Kau sangat pandai memasak, Soo-ah…

 

Mataku terbelalak dan badanku pun langsung kutegakkan. Soo-ah? Apa aku salah dengar?

 

Anni ahjumma. Ini hanya kebiasaan saja. Eomma yang mengajarkanku memasak. Hehe…

 

Apa aku mimpi? Itu benar suara Sooyoung.

 

Karena penasaran, aku pun beranjak ke dapur. Dan benar saja, eomma dan Sooyoung sedang memasak bersama. “Eomma~” gumamku.

 

“Eoh, Kyu, kau sudah datang? Eomma tak dengar kau mengucapkan salam…”

 

Aku hanya diam. Saat ini, mataku dan mata Sooyoung bertemu dan saling memandang kaget.

 

“Apa kalian saling kenal? Kenapa ekspresi kalian begitu?” aku tak hiraukan pertanyaan eomma. Yang jelas, saat ini aku benar-benar kaget mendapati sosok yeoja aneh yang akhir-akhir ini selalu mengganggu pikiranku. Bagaimana bisa dia ada disini?

 

“Kyu, dia ini Sooyoung. Tadi, saat eomma ke pasar sayuran, seorang pencopet hendak mengambil dompet eomma. Syukur saja yeoja cantik ini menolong eomma. Jadi-”

 

“Dia ini Choi Sooyoung,” putusku. Eomma terdiam dan aku tetap memandang datar kearah Sooyoung. “Dia teman sekelasku. Walau kami berbeda umur,” tambahku.

 

“Ommona~ jadi kalian tem-“

 

“Kami adalah sepasang kekasih.”

 

Eomma tercengang mendengar pernyataanku kali ini. tampak wajahnya menegang menatap anak laki-lakinya satu ini. Mianhe eomma, aku membuat eomma kaget. Geundae… ini salah satu cara untuk membuat hubunganku dengannya lebih dekat.

 

“Astaga, Soo-ah, apa yang dikatakan Kyuhyun ini benar?” eomma bertanya pada yeoja disebelahnya yang saat ini tengah memandangku tak percaya. Bukan hanya itu, wajahnya pun terlihat bersemu merah.

 

“Aku dan Kyu-“

 

Srrtt!!

 

Langsung saja kudekap tubuhnya. Maaf aku mencari kesempatan didalam kesempitan. Aku hanya ingin memastikan perasaanku. dan ternyata…

 

“Ommona… neumu kyeopta!” cetus eomma. Beliau terlihat sangat bahagia.

 

Sooyoung bergerak hendak melepaskan dekapanku, tapi dengan segala kekuatan, aku tetap mendekapnya. “Kenapa kau pergi begitu saja? Bukankah aku sudah bilang untuk menungguku di dekat pintu keluar?” bisikku pelan. Sesaat kemudian, kurasakan tubuhnya menegang dan terdiam. Dia tidak memberontak lagi. Hal ini membuatku sedikit menyunggingkan senyum.

 

 

“Aku masih tak percaya kalau ternyata kau adalah kekasih putraku. Apa ini tanda-tanda kalau kalian berjodoh ya? hhhhhaa…. pasti aku akan sangat merestui kalian…” celoteh eomma yang menampakkan sisi bahagianya.

 

Aku yang duduk di sofa sebrang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saja. Apakah sesenang itu eomma bertemu Sooyoung?

 

Entahlah. Sejak insiden didapur beberapa hari yang lalu, eomma selalu mengajak Sooyoung untuk singgah ke rumah. Bahkan disaat aku tak ada di rumah.

 

“Ahjumma, aku-“

 

Sooyoung terdiam karena eomma memberikan isyarat untuk diam dengan menggoyangkan telunjuknya kekiri dan kekanan. “Panggil aku eomma sayang. Berhenti kau memanggilku ahjumma. Arra?” Sooyoung melongo mendengarnya, begitu pun denganku. Segitunya kah?

 

“Geundae, aku-“

 

“Tidak ada penolakan, sayang. Sekarang, panggil aku eommanim. Ayo ucapkan!”

 

“Eom-ma-nim…”

 

“sekali lagi!”

 

“Eommanim~”

 

Ada rasa bahagia ketika melihat mereka seperti saat ini. sangat akrab dan hangat. Eomma memeluk Sooyoung erat. Bahkan aku tak pernah melakukannya. Selain dengan alasan supaya tampil mesra didepan eomma, aku dan Sooyoung tak pernah melakukan skinship lainnya. Tuhan, memegang tangannya saat eomma mempersatukan kami beberapa waktu lalu saja sudah membuatku sangat teramat bersyukur atas semuanya.

 

 

“Oh iya, apa yang ingin kau katakan tadi, sayang?”

 

“Eoh, anni… aku hanya ingin memberikan sesuatu untukmu…” Sooyoung mulai merogoh ranselnya. “Apa kau suka dengan design blush yang kubuat ini?” Sooyoung menunjukkan papan putih dengan selembar kertas gambar diatasnya. Disana terlihat gambar blush idaman eomma. Benar saja, eomma langsung berbinar-binar.

 

“Aigoo…. Sooyoung-ah… apa ini kau yang membuatnya?” Sooyoung mengangguk, “Aisshh… kau tahu, eomma sangat menyukai blush seperti ini? sayang saja, eomma tak menemukannya di butik manapun.”

 

“Begitu? Sebenarnya, ini untuk eomma. Geundae… aku akan membuatnya double untuk eommanim juga. Supaya tidak terlihat sama, aku akan memberikan motif berbeda dan bahan berbeda pula. Jika eomma dirumah sangat suka bahan katun sutra yang dimodifikasi dengan kain sifon Korea. Aku rasa body eommanim sama dengan eommaku. Jadi, bagaimana jika aku membuatnya dengan kain berbahan katun licin dan kubentukkan satu gardigan pendek senada untuk bagian atasnya?”

 

Tidak hanya eomma, aku pun kagum melihat Sooyoung antusias menjelaskan kedua macam blush yang dia rencanakan dnegan menggambarkannya langsung didepan eomma.

 

“Apa eomma set-“ dia terdiam. Merasa kaget melihat ekspresi eomma yang terkagum-kagum memperhatikannya. “Ah… jeosonghamnida eommanim. Aku tidak bermaksud-“

 

“Soo-ah…” eomma menangkup wajah Sooyoung. Aish… aku saja tak pernah melakukannya! “Dengar aku baik-baik. Aku ingin kelak kau menjadi putriku. Katakan padaku jika Kyuhyun berbuat maca-macam padamu! Putriku satu-satunya sudah memilih merantau ke Amerika sejak dua tahun yang lalu. Jadi aku sangat senang saat aku mengenalmu. Kuharap, kau tetap mendampingi putraku yang bandel itu, ya…” pinta eomma dengan tulus.

 

Sayang saja, aku dijelekkan olehnya. Hei eomma… anakmu itu aku, bukan Sooyoung! “Eomma~ kau snagat berlebihan. Jangan berkat-“

 

“Diam Kyu! Aku sedang meminta kepastian dari calon menantuku. Dan kau tahu, aku bisa membunuhmu jika saja kau menyakitinya. Dengar itu baik-baik!” ancam eomma. Aku hanya bisa menghela nafas berat dan merebahkan punggungku ke sandaran sofa.

 

“Hehe… eommanim tidak usah khawatir. Jika memang aku ditakdirkan dnegan Kyuhyun, Tuhan pasti akan mempersatukan kami. Jika tidak, jangan sampai kau membunuh putramu yang tampan itu. Hahaha…” gurau Sooyoung. Apa dia bilang tadi? tampan? Jadi dia mengakui bahwa aku tampan? Ck! Yeoja ini!

 

“annia… annia… eomma akan berdoa kepada Tuhan untuk mempersatukan kalian. Apapun kekuranganmu, eomma akan mencoba menerimanya karena sejak awal bertemu, eomma sudah yakin kalau calon menantu eomma adalah kau, Sooyoung-ah…”

 

Aku dan Sooyoung terenyuh dan terdiam dnegan perkataan eomma tadi.

 

Benar, jika Tuhan mengijinkan, maka aku dan Sooyoung akan bersama dikemudian hari.

 

 

_END_

 

 

KEEP RCL, JUSAEYOOO…. ^^

 

_Gomawoo^^_

 

 

108 thoughts on “[DRABBLE] LOVE MEETING – “My 4th and Eomma”

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s