[SERIES] Suddenly to be His Maid – 8

sddnly to be 5a

Suddenly to be his Maid  [DELAPAN]

Author: Fatminho

Length: series

Rated : PG 16

Genre  : Comedy Romance

Main cast: Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung

 

This Plot is Main.

 

Note                 :

 

Hallo… akhirnya aku bisa mempercepat pembuatan part yang ini. Aku sengaja membuat banyak sweet romance didalamnya.

 

Penasaran? Penasaran?

 

Geurae, Yukkk simak kisah KyuYoung selanjutnya di Suddenly to be his maid 8 ini!

 

 

Happy reading…😀

 

 

Sebelumnya…

 

“Kyuhyun-ah…” gumamnya pilu.

 

“Ya?” tanggapku.

 

“Kau menyukaiku?” tanyanya ragu.

 

Untuk kali ini, aku tak mau lagi menjaga gengsi. Aku pun menggeleng sambil tersenyum. “Tidak. Mungkin aku telah jatuh cinta pada yeoja menyebalkanku satu ini. Apa sangat mustahil untukku mencintaimu, Soo?”

***_***

 

 

 

“Kau mencintaiku?”

 

Aku memejamkan mata seerat yang aku bisa dengan kepala menengadah. Ya Tuhan, apa dia tidak percaya akan rasa yang akhir-akhir ini menghantuiku?

 

“Kalau iya?”

 

Kini dia yang kebingungan. Pandangannya tidak lagi fokus padaku. Dia memalingkan wajahnya yang kusadari telah berubah warna menjadi agak kemerehan.

 

“Tapi kau sudah membentakku dan memarahiku sekejam kemarin. Aku tidak tahu apa salahku, tapi kau langsung marah-marah tak jelas kepadaku. Aku bingung jika sekarang kau tiba-tiba mengatakan bahwa kau mencintttfffffmmm…”

 

Langsung saja kubungkam bibirnya. Aku tahu apa yang hendak dia katakan tadi. aku masih ingat apa penyebab yang membuatku semarah waktu itu. Tidak tau kah kau Soo kalau aku marah karena kau…

 

“Hah…” desahnya saat aku melepas pautan bibir kami.

 

“Kenapa kau selalu-“

 

“Jangan!” kupotong perkataannya dan kutahan kedua tangannya yang tadi hendak mengusap bibirnya. Dia menatapku tajam. Namun aku tetap tersenyum. Kumajukan wajahku hingga dahi kami menyatu. Kupandnag dalam-dalam kedua manik matanya. Aku ingin memberikan kepastian padanya bahwa aku benar-benar mencintainya. Kutangkup wajahnya. “Jangan menghapus jejakku dibibirmu, Soo. Saat itu aku marah karena kau menghapusnya. Aku tidak suka. Itu membuatku berpikir bahwa kau benar-benar merasa jijik padaku. Padahal kau sudah membuatku jatuh pada pesonamu. Tidakkah kau ingin membalas segala yang telah kau perbuat padaku?”

 

“Kyuhyun-ssi…” gumamnya dengan suara seraknya.

 

“Saranghae~” ujarku sembari mengecup lembut dahi indahnya, kemudian melepas jarak diantara kami menjadi semakin jauh.

 

Kyuhyun’s POV end

 

 

Sooyoung duduk di kursi taman bersama Yoona dan Yuri. Dia menceritakan segala yang terjadi padanya sebelum berangkat kekampus. Yah, dia memilih untuk pergi kekampus dan bukan membuat kenangan bersama Kyuhyun. Bagaimana mau buat kenangan, setelah mengucapkan kata tergila yang pernah Sooyoung dengar dari Kyuhyun tadi, namja itu langsung pergi meninggalkannya terpaku di ruang tamu. Saat kesadarannya pulih, dia baru sadar kalau Kyuhyun sudah pergi meninggalkannya. Dengan terpaksa, Sooyoung menghubungi Yuri untuk menjemputnya.

 

“Jadi, apa yang akan kau katakan padanya jika kalian bertemu dirumah, nanti?” tanya Yuri. Dia penasaran dengan kedua makhluk yang akan bertatap muka setelah kejadian awkward yang terjadi dihari yang sama. jika hal ini menimpanya, maka sudah pasti Yuri tidak akan pulang kerumah dimana namja itu tinggal.

 

“Nan Mollayeo. Aku bingung ekspresi apa yang harus kutunjukkan padanya.” Jawab Sooyoung.

 

“Coba sekarang aku tanya padamu, bagaimana perasaanmu terhadapnya?” tanya Yoona.

 

“…” Sooyoung hanya bisa diam sambil memandang Yoona. Benar kata Yoona, bagaimana perasaan Sooyoung sebenarnya?

 

“Ternyata kalian disini!”

 

Sontak tiga kepala yeoja itu menoleh kebelakang saat mendengar seruan tadi. ada Kibum, Eunhyuk, Donghae, Jessica, dan… hanya itu. Seperti ada yang kurang. Sosok Kyuhyun tak ada untuk kali ini.

 

“Eoh, oppa!” balas Yoona yang kini sudah bergiring mendekati Kibum, namjachingunya.

 

“Lho, Kyuhyun, mana?” tanya Yuri.

 

Entah kenapa, hanya mendnegar namanya saja, Sooyoung langsung tegang dan detak jantungnya tak beraturan lagi. Oh Tuhan, bisakah dia bertahan hidup jika sudah seperti ini?

 

“Kyuhyun sedang bertemu dosen. Katanya sih sore ini dia tidak bisa mengikuti kelas malamnya. Jadi, dia meminta tugas tambahan dengan dosennya.” Jelas Donghae.

 

“Jadi, sekarang, dimana dia?”

 

Semua mata kini tertuju pada Sooyoung, orang yang menanyakan tentang keberadaan Kyuhyun.

 

“Mungkin masih ada di ruang kelas untuk menyelesaikan tugasnya.” Jawab Kibum.

 

“Yul, Yong, aku mau menyusul Kyuhyun!” kemudian Sooyoung berlari menuju kelas Kyuhyun. Sedangkan temannya yang lain hanya terheran-heran menatap punggung Sooyoung yang semakin menjauh. Kecuali Yuri dan Yoona yang hanya bisa tersenyum senang melihat hal itu.

 

 

Sooyoung’s POV

 

Ini bukan diriku. Ya, aku tiba-tiba saja berlari mencari Kyuhyun kekelasnya. Tentu bukan diriku. Melainkan, hatiku. Entah apa yang menyadarkanku, apa yang mendorongku, dan apa yang membuatku untuk harus bertemu dengannya. sore nanti appa akan datang menjemputku. Apa karena itu dia tidak dapat mengikuti pelajaran malam?

 

Aku berhenti berlari tepat didepan pintu kelasnya. Aku terdiam memandang punggungnya yang sedikit melengkung karena sednag mengerjakan sesuatu. Ya Tuhan, apa aku tak punya malu hingga menyusulnya kesini? Setelah mengabaikan pernyataannya tadi?

 

Aku takut dia hanya mengerjaiku. Aku tak pernah melihatnya berhubungan serius. Hanya karena dia menyatakannya padaku, aku langsung luluh? Haruskah? Annia Soo! Pikirkan dulu! Ya, kau harus pikirkan segalanya. Jangan sampai kau melukai hatimu untuk kedua kalinya. Walau Siwon oppa masih ada dihatiku, tapi mau sampai kapan aku pertahankan? Bagaimana pun juga, aku butuh sandaran untuk melupakannya. Melupakan namja yang haram untuk menikah denganku. Dia saudara kandungku. Tapi, Kyuhyun adalah namja yang tak pernah serius selama ini. tapi, bisa aku rasakan debaran ketika dia menciumku tadi. aku tahu dia serius dan benar-benar ingin membuatku yakin.

 

“Soo…”

 

Kukerjapkan mataku beberapa kali untuk menyadarkan pandanganku kali ini. Dia masih duduk ditempatnya, hanya saja kepalanya menoleh kearahku.

 

“Wae? Apa ada yang ingin kau katakan padaku? Masuklah. Sini…!” ujarnya lagi sambil menepuk-nepuk kursi kosong disebelahnya.

 

Dengan sedikit rasa ragu, akhirnya aku pun melangkah maju mendekatinya, duduk tepat disebelahnya. Dia tersneyum dan melanjutkan tugasnya lagi. Aku hanya bisa memandangnya. Apa karena pernyataannya tadi, dia jadi berubah seramah ini? bayangkan, sejak kapan seorang Cho Kyuhyun bisa ramah kepadaku?

 

“Kau sangat sibuk.” Cetusku tiba-tiba.

 

Dia menoleh dan lagi-lagi tersenyum padaku. “Annio… aku hanya perlu mengerjakan dua bab materi saja. Aku ingin sebelum abeonim datang menjemputmu, kau menemaniku jalan-jalan, arra?” jelasnya lalu kembali tenggelam dalm tugasnya.

 

“Abeonim dan eommanim belum kembali. Bibi dirumah juga masih ijin. Ahra eonni pun tak tentu akan pulangnya. Jika aku benar-benar ikut pergi bersama appa, tidakkah kau merasa kesepian, Kyuhyun-ssi?”

 

Aku tak tahu, apa yang membuat bibirku ini mengucapkan kalimat tersebut. Sungguh, hal itu sama sekali tak pernah aku susun diotakku. Benar saja, dia tiba-tiba menghentikan tarian jarinya pada pulpen yang dia genggam. Terdiam sejenak sebelum akhirnya menoleh kepadaku.

 

“Mungkin aku akan merindukanmu~”

 

Bug!

 

Kupukul punggungnya dan itu membuatnya meringis. “Aish… apa yang kau lakukan terhadap punggungku, Soo??” keluhnya.

 

“Jangan berubah menjadi chessy tiba-tiba! Aku merinding melihat tingkahmu yang seperti itu, Kyuhyun-ssi!!” keluhku bercampur jengkel.

 

Srrtt!!

 

Blush!!! Tiba-tiba dia menarik tanganku hingga membuat wajahnya dan wajahku tepat berjarak kurang dari tiga centi. Bahkan kami dapat merasakan hembusan nafas kami masing-masing. Aku jadi sedikit gemetar dibuatnya.

 

“Apakah posisi seperti ini bisa membuatmu merinding juga, Soo?” tanyanya pelan. Tubuhku semakin menegang.

 

“Apa yang kau lakukan, Kyuhyun-ssi!!!” geramku sambil mencoba melepas tangannya yang menahan tanganku.

 

“Jawab aku! Apakah kau menerima pernyataan cintaku? Aku mencintaimu, Choi Sooyoung!”

 

Yak! Apa-apaan namja ini! kenapa sedari tadi tingkahnya selalu memenjarakanku?? Aku jadi sesak jika disuruh memilih jawab yang dia tanyakan. Eomma~ eottheoke??

 

“Aku takut!” cetusku tiba-tiba. Hal itu membuat senyumannya hilang dalam sekejap lalu melepas tahanan tangannya pada tanganku. Dia juga tak melihatku lagi. Dia hanya berbalik kembali pada posisinya dan mengerjakan tugasnya lagi.

 

“Lupakan!” cetusnya kemudian. “Anggap saja aku tak pernah mengatakannya!” tambahnya, berhasil membuatku bungkam.

 

Kini, aku tak bisa melakukan apapun lagi. Bahkan untuk pergi meninggalkannya sendiri di kelas ini pun aku tak sanggup. Memulai pembicaraan juga aku tak bisa. Oh Ya Tuhan, Cho Kyuhyun selalu membuatku kacau. Alhasil, selama satu jam berlalu, aku hanya terdiam memandanginya mengerjakan semua tugasnya.

 

Aku melihatnya mengibaskan telapak tangan disekitar bibir dan lehernya. Aku langsung berdiri dan meninggalkannya. Tak lama kemudian, aku kembali dnegan membawa dua kaleng soft drink dingin yang baru saja kubeli di kantin.

 

Diam-diam, kutempelkan kedua kaleng dingin yang kubawa tepat dikedua sisi lehernya.

 

“Yak!” dia terperanjat dan langsung menoleh kearahku. “Ahhhs… yeoja menyebalkan ini… kapan sih kau tidak membuatku jengkel?? Kau mengagetkanku saja!” cetusnya. Aku hanya terkekeh senang melihat dia yang sedang kesal. Ini baru Cho Kyuhyun yang aku kenal.

 

“Ini untukmu. Aku tau kau sedang kehausan!” ujarku sembari memberikannya satu kaleng yang kubawa. Dia melirik sekilas kearah kaleng yang kujulurkan padanya sebelum akhirnya dia merampas kaleng itu agak kasar dan langsung berpaling kearah tumpukan tugasnya.

 

“Gomawo~”ujarnya tanpa senyum sedikit pun sebelum akhirnya dia meminum minuman itu. Aku hanya tersenyum lega mendapati Cho Kyuhyun yang tak berubah terhadapku.

 

“Kau masih lama mengerjakannya?” tanyaku iseng, sengaja membuka percakapan.

 

“Ne, wae?” jawabnya agak ketus, masih dalam tugas-tugasnya. Aku hanya mendesah pelan.

 

“Anni~ hanya bertanya saja.”

 

“Pulanglah. Siapkan barang-barangmu! Sore nanti Choi abeonim sudah datang.”

 

Aku menoleh kearahnya yang masih mengarungi tugas-tugasnya. Kesal juga mendengar kalimatnya itu. “Kau sengaja mengusirku secara halus?” cetusku langsung dan dia menoleh kearahku. Keningnya mengerut.

 

“Pikiranmu terhadapku itu selalu saja buruk!” cetusnya kemudian kembali menggerakkan tangannya diatas folionya.

 

“Lalu, kenapa kau menyuruhku pergi?”

 

Dia menoleh kearahku. “Aku tidak.”

 

“Maksudmu menyuruhku pulang tadi?”

 

“Oh, aku hanya menawarkannya saja. Lagian sedari tadi kau tetap disini dan tidak mengerjakan sesuatu!”

 

Aku mulai emosi. Aku berdiri dan memandangnya kesal. “Itu apa maksudnya? Kau tidak suka aku disini, eoh?”

 

Dia menoleh kearahku dan memandangku remeh. “Lagi, kau berpikiran buruk tentangku! Huh!” kesalnya dan melanjutkan tugasnya lagi.

 

“Jadi kau tak suka aku menemanimu menyelesaikan tugas tambahanmu itu? Jadi kau ingin aku pergi dari sini? Kau tak ingin jalan-jalan bersamaku? Haaahh… baiklah kalau begitu!” aku emosi lagi. Segera aku berbalik dan hendak melangkah pergi. Namun sesampainya aku di ambang pintu, sesuatu menahan lenganku, menyeretku untuk kembali duduk ditempat semula. “Yak! Apa yang kau-“

 

CHU~

 

Aku bungkam ketika dengan seenaknya dia mendaratkan bibirnya di dahiku. Asshh!! Namja ini…..!!!

 

 

Sooyoung’s POV end

 

 

Sooyoung masih melongo dengan apa yang telah terjadi. Cobalah hitung, sudah berapa kali seorang Cho Kyuhyun menciumnya hari ini? Bukan hanya di dahi, di bibir pun dia lakukan. Kini Sooyoung berpikir, apakah dia sedang dipermainkan?

 

“Tetaplah disini! Aku senang kau ada disini.” Ucap Kyuhyun ramah dengan senyuman manisnya setelah melepas jarak rapat dari wajah Sooyoung. Tangannya beralih mengelus rambut Sooyoung dengan pelan, seperti menginginkan satu pengertian khusus.

 

Sooyoung hendak menanyakan maksud dari semua tingkah Kyuhyun. Namun, dia urungkan karena namja itu telah berbalik ke posisi semula dan mulai tenggelam lagi di semua tugas-tugasnya.

 

Oke, Sooyoung tahu, Kyuhyun menginginkannya. Bukan hanya itu, Kyuhyun bahkan sudah menyatakan perasaannya secara langsung. Namun, semua itu jadi terasa menganggu pikiran Sooyoung. Itu semua seperti sebuah lelucon yang tak seharusnya dia pikirkan secara mendalam.

 

“Cha~ Aku sudah menyelesaikannya!” seru Kyuhyun. Kemudian mulai bangkit dan merapikan segala alat tulisnya.

 

Sooyoung hanya menoleh dan mendapati namja itu sedang memasukkan alat tulis yang dia gunakan ke dalam ranselnya. Kemudian wajah namja itu menoleh dan tersenyum kearahnya.

 

“Kemarikan ranselmu. Aneh sekali jika aku tak membawanya saat berjalan bersamamu. Mungkin sudah terbiasa. Hehe…” Sooyoung menjulurkan tangannya hendak mendapati ransel Kyuhyun. Namun, sang pemilik tas tetap tak memberikannya.

 

Kyuhyun melirik intens tangan kanan Sooyoung yang menadah didepannya. Kemudian dia melirik sang pemilik tangan mungil tersebut. Dia terkekeh kecil dan langsung meraih tangan mungil itu hingga telapak tangan mereka menyatu. “Irokhe? Eum?” tanya Kyuhyun tentang posisi tangan mereka bersamaan dengan senyuman evilnya.

 

“Ya~ aku meminta ranselmu, bukan tanganmu Kyuhyun-ssi~” gumam Sooyoung yang lagi-lagi melongo dengan sikap Kyuhyun.

 

“Shireo! Selagi kau berjalan disampingku, aku akan cemburu jika tanganmu menggenggam benda lain selain tanganku. Arraseo?” titah angkuhnya. “Aku lebih suka seperti ini…” Chu~ Kyuhyun mengecup lembut punggung tangan Sooyoung yang digenggamnya.

 

 

“Aigoo…. ternyata kalian benar-benar sudah menjadi sepasang kekasih? Waow… aku tak menyangkanya sama sekali.” Ujar Eunhyuk yang tengah merangkul bahu Yuri.

 

Melihat semua temannya tengah berdiri di ambang pintu menyaksikan adegan manis antara dirinya dan Kyuhyun, sontak Sooyoung menarik tangan dari genggaman Kyuhyun. Awalnya hal itu membuat Kyuhyun agak kaget da nada rasa kecewa, tapi detik berikutnya namja itu malah tersneyum sumringah sambil meraih bahu Sooyoung kedekapannya. “Eotthe? Apakah kami terlihat serasi?”

 

“Ne~ kalian benar-benar serasi seperti ini dari pada menjadi atasan dan bawahan. Apalagi musuh bebuyutan. Syukurlah Soo, kau memilih pilihan yang tepat!” jelas Yoona.

 

“Mworago?” pekik Sooyoung atas penjelasan Yoona barusan.

 

“Yah~ yah~ sejak kapan kau jadi begitu bodoh, eoh? Maksud Yoong itu, kau dan Kyuhyun lebih pantas bersama chagie~” tekan Yuri, memperjelas maksud ucapan Yoona.

 

“Ye, Sooyoung-ssi. Kau dan Kyuhyun memang pantas seperti ini. itu semua sudah melengkapi segalanya, bukan?” ujar Kibum.

 

“Tepat! Hyuk dengan Yuri, Kibum dengan Yoona, aku tentu saja dengan yeojaku ini, dan Kyuhyun denganmu sudah sewajarnya bersama. jadi, pilih apa lagi?” tambah Donghae yang masih merangkul pinggang ramping Jessica.

 

Semua disana terlihat bahagia, tertawa kecil menggoda pasangan baru dihadapan mereka. namun, tidak dengan Sooyoung yang kini malah memandang wajah namja disebelahnya. Dia berpikir, apakah hatinya sudah benar-benar melupakan Siwon-oppa? Apakah kini telah berpaling sepenuhnya kepada seorang evil seperti Cho Kyuhyun?

 

“Ya! hentikan ulah kalian itu! Ga! Tinggalkan kami berdua atau kami yang akan meninggalkan kalian!” titah Kyuhyun yang sudah tak tahan atas godaan teman-temannya. Sedangkan teman-temannya malah cekikikan ditempat, membuatnya geram dan langsung menarik tangan Sooyoung untuk meninggalkan tempatnya.

 

“Semoga kalian langgeng ya Sooyoung sayang~” jerit Yuri dan Yoona heboh.

 

 

“Kau sudah makan?” tanya Kyuhyun yang masih fokus pada jalan yang dilalui. Sooyoung menoleh sekilas dan menjawab, “Belum…~” suaranya agak merajuk. Kyuhyun pun menoleh, “Yak! Sudah jam tiga sore kau belum makan juga?”

 

“Yak! Kenapa responmu sangat berlebihan?”

 

“Wajar aku begini. Kau belum makan siang Soo. Jika abeonim melihatmu semakin kurus, akulah yang akan menyandang orang tercuek dan pelit karena nyatanya putrinya yang suka makan ini malah berubah menjadi semakin kurus!”

 

“Kyuhyun-ssi… sejak kapan kau mempermasalahkan bentuk tubuhku?!”

 

“Aish… sudahlah. Kalau gitu, kita cari makan sekarang sebelum abeonim tiba.”

 

 

Kini Sooyoung dan Kyuhyun duduk berhadapan disebuah meja makan salah satu sudut kedai sederhana didaerah taman kota sekitar ‘Namsan Tower’. Mereka sama-sama menikmati santapan yang mereka pesan. Tak ada salah satu dari mereka yang mau membuka bahan obrolan sedikit pun. Merasakan suatu ganjalan, Sooyoung pun mengalah dan memberanikan diri menegakkan pandangannya kembali. Saat hendak memulai, bibirnya tertahan karena kini kedua matanya tengah melihat sesuatu yang aneh di wajah Kyuhyun. Dia pun sontak tertawa terbahak-bahak.

 

“Ya! Ya! waegeurae? Kenapa kau terbahak seperti itu? Hentikan Soo!” cecar Kyuhyun dengan suara umpatan berbisik sambil mengarahkan pandangan keseluruh penjuru kedai guna melihat ekspresi heran para pengunjung disana dengan tingkah aneh yeoja menyebalkan didepannya.

 

“Hahahaha…. hahahaha…. Kyuhyun-ssi…Kyuhyun-ssi…. lihatlah wajahmu sangat lucu seperti badut… wkwkwkwk…” tawanya semakin menjadi.

 

Kedua mata Kyuhyun membulat dan segara bangkit dari duduknya guna membungkam mulut Sooyoung. “Yak! Hentikan!” tukasnya dengan tangan yang masih menahan bibir Sooyoung. Kedua matanya menatap tajam kedua mata besar yeoja itu. “Hentikan!” bentaknya lagi dan perlahan Sooyoung pun mengangguk, membuat Kyuhyun melepas bungkaman tangannya pada mulut Sooyoung. “Sekarang, katakana apa yang membuatmu tertawa dan mengataiku badut, eoh?” titah Kyu.

 

Mendengar pertanyaan tersebut, Sooyoung pun hendak mencetuskan tawanya kembali. Namun, dengan sekuat tenaga, dia pun berusaha menahan tawanya. Setelah itu, dia membalas tatapan mata Kyuhyun yang tengah menajam. Kemudian, tangannya mencabut beberapa tisu dari kotak tisu yang tersedia dan tangan lainnya menangkup keatas dagu Kyuhyun.

 

Detik berikutnya, kedua mata Kyuhyun membulat hebat karena ternyata Sooyoung membersihkan sesuatu pada ujung hidungnya. Jarak mereka sangat dekat. Hembusan nafas masing-masing pun menerpa satu sama lainnya.

 

Sooyoung membersihkan ujung hidung mancung Kyuhyun dengan sangat teliti. Wajahnya pun masih terhiaskan senyuman manis. Setelah selesai, dia pun mengarahkan pandangan kearah mata Kyuhyun sambil berkata, “Hidungmu ada cipratan saus tomat, makanya aku-“ ucapannya terhenti karena kini kedua matanya terpenjara dalam tatapan mata Kyuhyun. Posisi mereka belumjuga berubah karena kedua pasang mata itu masih saling menyelami makna pandangan satu dengan lainnya.

 

Dug dug dug dug dug dug . . .

 

“Ya Tuhan, jantungku~” gumam keduanya dalam hati.

 

 

_TBC_

 

 soky

Hey~ kalian tahu tidak, Reader yang mendukung dan berjiwa baik adalah Reader yang rela membubuhi sepatah-dua patah kata guna mengomentari apa yang telah kalian baca.

Sungguh, aku sangat menghargai kalian yang berkomentar.

KNIGHT JJANG!! ^_^

Jongmal Gamshamida… ^^

138 thoughts on “[SERIES] Suddenly to be His Maid – 8

  1. Maaf ya thor, ,dari part 1-7 aku gk komen” ..aku baru saja selesai baca part” tsb…
    Ceritanya seruuuu bgt…
    Apa soo akan menerima pernyataan cinta kyuppa ,,,
    Apa soo akan ikut papanya,,dan meninggalkan kyuppa,,,
    Thor jangan lama” ya ngepost part selanjutnya ….
    Penasaran bgt ,,,,lanjuttttttt

  2. aku sebenernya bingung hehe mian jadi soo bakal pindah keluar negeri apa cuma ga tinggal dirmh kyu? wah jadi sad dong eonni? ya semoga aja dipart berikutnya aku menemukan jawabn dan makin seru ya eonni ^.^9

  3. ommo!ommo!ommo! apa yg terjadi dengan mereka selanjtnyaa?aaah next unn.
    kau selalu update cepet.aku suka^^ libur sekolah emng enak baca ff kekeke~
    next nee.ganbatte!jaa~

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s