[SERIES] Suddenly to be His Maid – 9

sddnly to be 5a

Suddenly to be his Maid [SEMBILAN]
Author: Fatminho
Length : series
Rated : PG 16
Genre : Comedy Romance
Main cast: Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung

Disclaimer : This Plot is Main.

Note :

Hallo… akhirnya aku bisa menyelesaikan part yang ini. Mianh jika kelamaan yahh…

Geurae, Yukkk simak kisah KyuYoung selanjutnya di Suddenly to be his maid 9 ini!

Happy reading…😀

Sebelumnya…

Kini Sooyoung dan Kyuhyun duduk berhadapan disebuah meja makan salah satu sudut kedai sederhana didaerah taman kota sekitar ‘Namsan Tower’. Mereka sama-sama menikmati santapan yang mereka pesan. Tak ada salah satu dari mereka yang mau membuka bahan obrolan sedikit pun. Merasakan suatu ganjalan, Sooyoung pun mengalah dan memberanikan diri menegakkan pandangannya kembali. Saat hendak memulai, bibirnya tertahan karena kini kedua matanya tengah melihat sesuatu yang aneh di wajah Kyuhyun. Dia pun sontak tertawa terbahak-bahak.

“Ya! Ya! waegeurae? Kenapa kau terbahak seperti itu? Hentikan Soo!” cecar Kyuhyun dengan suara umpatan berbisik sambil mengarahkan pandangan keseluruh penjuru kedai guna melihat ekspresi heran para pengunjung disana dengan tingkah aneh yeoja menyebalkan didepannya.

“Hahahaha…. hahahaha…. Kyuhyun-ssi…Kyuhyun-ssi…. lihatlah wajahmu sangat lucu seperti badut… wkwkwkwk…” tawanya semakin menjadi.

Kedua mata Kyuhyun membulat dan segara bangkit dari duduknya guna membungkam mulut Sooyoung. “Yak! Hentikan!” tukasnya dengan tangan yang masih menahan bibir Sooyoung. Kedua matanya menatap tajam kedua mata besar yeoja itu. “Hentikan!” bentaknya lagi dan perlahan Sooyoung pun mengangguk, membuat Kyuhyun melepas bungkaman tangannya pada mulut Sooyoung. “Sekarang, katakana apa yang membuatmu tertawa dan mengataiku badut, eoh?” titah Kyu.

Mendengar pertanyaan tersebut, Sooyoung pun hendak mencetuskan tawanya kembali. Namun, dengan sekuat tenaga, dia pun berusaha menahan tawanya. Setelah itu, dia membalas tatapan mata Kyuhyun yang tengah menajam. Kemudian, tangannya mencabut beberapa tisu dari kotak tisu yang tersedia dan tangan lainnya menangkup keatas dagu Kyuhyun.

Detik berikutnya, kedua mata Kyuhyun membulat hebat karena ternyata Sooyoung membersihkan sesuatu pada ujung hidungnya. Jarak mereka sangat dekat. Hembusan nafas masing-masing pun menerpa satu sama lainnya.

Sooyoung membersihkan ujung hidung mancung Kyuhyun dengan sangat teliti. Wajahnya pun masih terhiaskan senyuman manis. Setelah selesai, dia pun mengarahkan pandangan kearah mata Kyuhyun sambil berkata, “Hidungmu ada cipratan saus tomat, makanya aku-“ ucapannya terhenti karena kini kedua matanya terpenjara dalam tatapan mata Kyuhyun. Posisi mereka belum juga berubah karena kedua pasang mata itu masih saling menyelami makna pandangan satu dengan lainnya.

Dug dug dug dug dug dug . . .

“Ya Tuhan, jantungku~” gumam keduanya dalam hati.

***_***

“Itu… suara jantungmu?” gumam tanya Kyuhyun.

Mendengar pertanyaan itu, Sooyoung pun mulai mengedipkan kedua matanya beberapa kali dengan tempo yang sangat pelan. Dia masih mengira-ngira maksud pertanyaan Kyuhyun. Suara jantung?

“Tidak! Itu suara jantungmu, Kyuhyun-ssi…” balas Sooyoung.

Posisi mereka belum juga berubah. Masih tetap dalam posisi yang sama dan tak bergeser sedikit pun. “Kau mendengarnya?” tanya Kyuhyun pelan. Sooyoung mengangguk. “Aku juga mendengar milikmu…”

Lagi, Sooyoung mengerjapkan mata beberapa kali. Dia pun mulai sadar dan langsung memalingkan pandangan. Bersandar di sandaran kursi dan mengatur nafasnya perlahan. Ya Tuhan, kenapa begitu sesak?

Akhirnya mereka memutuskan pulang setelah jam menunjukkan pukul 9 malam. Namun, sesampai didepan pagar, Kyuhyun menghentikan mobilnya dan tidak langsung memerintah satpam untuk membukakannya pagar. Dia kini terdiam menunduk dengan kedua tangannya yang memegang gagang stir. “Soo~” gumamnya tiba-tiba, mengalihkan perhatian Sooyoung yang sedari tadi tampak berpikir untuk menanyakan mengapa mereka harus diam didepan pagar.

Sooyoung menoleh dengan kernyitan di dahinya. “Nde…?” jawabnya.

“Apa kau bisa menjawabnya sekarang?” Kyuhyun menatap mata Sooyoung serius.

“Jawab?” tanya Sooyoung, bingung dan gugup. “A..ap-pa yang h..harus kujawab?” tambahnya.

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali. Kenapa pertanyaan Sooyoung membuatnya mendadak seperti orang bodoh? Pangling dan bingung dengan apa yang harus dia jawab. “Ka…kau tidak tahu?” tanya Kyuhyun bodoh. Wajahnya sudah merah. Oh Tuhan, apa-apaan yeoja menyebalkan ini, bisa-bisanya membuatku gugup?

“Asshhhh…. LUPAKAN!” hujat Kyuhyun dengan emosi penuhnya. Kemudian, dengan segera dia menancapkan gas ketika pagar rumahnya mulai terbuka. Sedangkan Sooyoung masih bingung dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun saat ini.

Sooyoung’s POV

Aku dan Kyuhyun memasuki rumah bersamaan. Keadaan masih sama seperti sebelumnya, sepi. Berarti appa belum tiba. Hah… mengingat akan hal itu… apa benar appa akan mengajakku pergi meninggalkan Seoul?

Sejak keluar dari mobil dan memasuki rumah, aku dan Kyuhyun sama sekali tidak bersua sedikit pun. Aku juga tak berinisiatif untuk memulai percakapan dengannya. Alhasil, sampai aku dan dia masuk kedalam kamar masing-masing, tak ada satu pun suara terdengar selain suara hentakan kaki ringan dan dentingan jarum jam.

Aku memutuskan untuk mandi membersihkan diri. Setelah itu aku bersiap naik keranjang untuk terjun ke dalam mimpi yang indah. Entah karena apa, tubuhku rasanya remuk dan sepertinya perlu diistirahatkan. Masalah kedatangan appa, kurasa beliau akan tiba tengah malam atau menjelang subuh nanti. Jadi, lebih baik aku istirahat saja.

Dengan baby doll pink aku mulai naik ke atas ranjang.

Tok tok tok!

Baru akan menarik selimut, kudengar suara ketukan pintu kamarku. Ada sih rasa kesal, siapa sih yang ngetuk pintu disaat yang tidak tepat???

Dengan berat hati, aku turun lagi dan membuka pintu.

“Ini milikmu!”

Kupandangi satu kardus yang berisi beberapa barang taka sing dari uluran tangan Kyuhyun. “Ini… barangku yang kau-“

“Aku kembalikan!” cetusnya lagi dengan memandangku tajam.

Benar, itu semua sisa barangku yang dia sita. Dengan ragu, kuterima pemberiannya tersebut dan tanpa berkata apapun, tak kusangka Kyuhyun langsung berbalik dan dengan cepat masuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian, dia keluar lagi dan memberikanku sebuah amplop. Kubuka amplop itu dan mataku langsung terbelalak melihat hal yang…

“Itu foto yang sempat aku ambil dari SLR-mu dan kucetak untuk aku simpan. Aku harap, foto itu hanya kau dan aku seorang yang mengetahuinya. Setelah kau tak disini, aku ingin kau ingat satu pesanku: jangan lagi berfoto dengan bikini itu. Tubuhmu rata dan tak menggoda, jadi kurasa kau jelek memamerkannya!”

MWORAGEO???????

Mataku mendelik kehadapannya. “Ya! kau mengejekku, eoh? Dan lagi… bagaimana bisa kau mengambil foto ini dan mencetaknya?? Kau benar-benar menyebalkan Kyuhyun-ssi!!! Terserah katamu tentang tubuhku yang rata ini, itu bukan masalah untukku! Dan lagi… dibandingkan dengan tubuh yang rata, perut buncit itu jauh lebih jelek, kau tahu itu???!! HUH! Kau benar-benar Menyebalk-“

Grebbb!!

Aku bungkam. Tiba-tiba tubuhku didekap erat olehnya. Lalu, aku juga merasakan kalau dia tengah menggelengkan kepala beberapa kali.

“Bukan itu maksudku. Aku hanya tak ingin kau menunjukkan warna kulit tubuhmu kepada banyak pasang mata namja. Kecuali aku. Kumohon, jangan jadi milik orang lain, sekali pun orang itu bukan Choi Siwon. Beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku-“ dia terdiam dan perlahan mengangkat kepalanya dari bahuku. Dia menatapku sendu. “Aku serius mencintaimu. Sungguh!” tegasnya.

Aku bungkam dengan seluruh ucapannya barusan. Bukan hanya itu, yang jelas seharian ini sikap dan cara bicaranya benar-benar membuatku bergetar hebat.

“Ekhm!!!”

Eh, suara itu…

Aku menoleh kearah kanan dan seketika mataku terbelalak. Kutepis tangan Kyuhyun yang masih menahan lenganku. Appa berdiri tepat 5 meter dihadapanku. Tentu saja aku kaget. Bukankah sejak kami sampai rumah, tidak ada tanda-tanda keberadaan appa? Namun, apa yang saat ini aku lihat? Appa berdiri dengan bersedekap tangan, lengkap dengan piyama tidurnya.

Oh Tuhan, jangan bilang appa sudah datang sebelum kami sampai disini?

Yah, kurasa memang begitu…

“Appa! Neo Waesso?” pekikanku pun terluncur begitu saja.

“Emm…” gumamnya sambil mengangguk.

“Abeonim… jeosonghamnida. Kami tidak tahu bahwa anda sudah tiba sebelum kami sampai dan-“ aku tahu Kyuhyun sangat gugup karena baru saja dia terpergok menyatakan cinta didepan appa. Hehe…. kenapa wajahnya jadi merah seperti goguma? Aigoo… dia lucu. Lihat, dia bingung melanjutkan kalimat apa yang harus di utarakannya kali ini.

“Sudahlah. Lupakan!” ujar appa, kemudian berjalan mendekati posisi kami dan kini berada di antara aku dan Kyuhyun.

“Appa…”

 

Sooyoung’s POV end

 

“Ya… appa tahu, selama tak ada yang mengawasi kalian, ribuan kesempatan telah tercipta. Iya kan?” Tn.Choi memulai pembicaraan ringan di posisi yang sama.

“Maksud appa?” tanya Sooyoung tak mengerti. Kesempatan apa yang dimaksud?

Tn.Choi melepas rangkulan setelah melirik seduktif kedua anak muda itu. Dia tersenyum. “Soo-ah… sebelum semua berlanjut, appa ingin meminta maaf padamu. Maaf karena appa tak memberitahukan bahwa Choi Siwon adalah oppamu…” Tn.Choi diam, mencipta jeda. Dia menghela nafas berat dan menoleh menatap putrinya, “Bersaudaralah dengan baik dengannya.”

“Appa…” suara Sooyoung bergetar. Air matanya terlihat akan meluncur. Dia memang tidak memiliki perasaan yang begitu pekat dengan Siwon, tapi kenangan mereka berdua disaat Siwon mengejar Sooyoung benar-benar tak bisa Sooyoung abaikan begitu saja. Namun tetap, tak bisa dia pungkiri jika perasaannya memang menganggap Siwon sebagai oppanya. Sekali pun saat itu dia tak tahu bahwa Siwon ternyata memang oppa kandungnya.

“Sekarang, keadaannya sudah jauh lebih normal. Dia sudah diperbolehkan melakukan rawat jalan setelah operasinya berhasil dnegan baik. Oleh sebab itu, appa bermaksud menjemputmu dan tinggal bersama kami di Kanada. Eomma merindukanmu disana…”

“…” Sooyoung diam memandang appanya. Walau pun begitu, pikirannya melayang ke sosok namja disampingnya. Kyuhyun. Dia pun menoleh.

Melihat reaksi Sooyoung, Tn.Choi pun berdalih, “Kau keberatan meninggalkan Kyuhyun?”

Sontak Kyuhyun dan Sooyoung menganga memandang Tn.Choi. Hanya sesaat, karena berikutnya mereka berdua menoleh, melempar pandnag satu dan lainnya, kemudian membuang muka kembali.

“Dasar anak muda!” cetus Tn.Choi. “Sayangnya, kau harus tetap ikut denganku, Soo-ah. Jangan harap kau tetap tinggal jauh dari eommamu. Kau tahu, eommamu selalu menanyakanmu. Jadi, Kyu-“ Kyuhyun pun memandang Tn.Choi, apa yang akan dia dengar lagi? “Aku harap, kau mengijinkanku membawa yeojamu ini. Suatu hari, saat kau sudah menjadi orang hebat, aku ijinkan kau menjemput putriku. Aku ingin Sooyoung ada di jarak pandang kami. Sudah terlalu lama kami berpisah jauh dengannya. Jika Tuhan mengijinkan, aku yakin, putriku tetap untukmu.”

Sejak pernyataan Tn.Choi itu, Kyuhyun menjadi seorang yang pendiam. Bukan berubah sifat atau pun lainnya. Pikirannya penuh pada Sooyoung. Baru saja dia sadar akan perasaannya, sesuatu membuat mereka harus tepisah. Terlebih, dia belum yakin akan perasaan Sooyoung. Dia bingung, Yeoja itu mencintainya atau tidak. Apakah hanya merasakan satu harapan palsu atau bagaimana, dia pun tak pernah sadar akan kebenarannya itu.

Hari ini, Tn.Choi dan Sooyoung akan berangkat meninggalkan Seoul setelah sebelumnya mengurus segala surat pindahan Sooyoung dari Seoul University. Menunggu jam check in, Kyuhyun tetap menemani Sooyoung dan Tn.Choi di ruang tunggu bandara.

“Soo-ah, tunggulah disini selagi appa menjawab telepon ini, arra?” Sooyoung mengangguk dan Tn.Cho pun beranjak meninggalkan tempatnya.

Selagi Tn.Choi sibuk dengan ponsel dan berbagai bisnisnya, Kyuhyun memanfaatkan saat-saat terakhirnya dengan yeoja yang berhasil meraih segenap hatinya. Bahkan perasaan yang sempat tersisa untuk cinta masa lalunya pun tak dirasakannya lagi. Choi Sooyoung, maid pribadinya, telah meraup segenap pikirannya. Sayang, saat ini dia harus rela melepaskan kebersamaan mereka. Sialnya, hanya Tuhan yang tahu kapan mereka akan bersama kembali. Dalam pikirannya, Kyuhyun bergumam: semoga tak ada namja baru yang mampu memeluk hati Sooyoung. Dia takut, hati yang dia pilih kembali pergi dan tak kembali selayaknya hati yang pernah dia peluk dimasa lalu.

Tes…

Tak terasa, air mata bening tengah mengalir di pipi Kyuhyun. Wajahnya tertunduk dan Sooyoung tak bisa melihat hal itu. Yeoja itu hanya bersandar punggung dan menerbangkan pikirannya ke banyak cabang. Sooyoung bingung, bagaimana bisa salah satu sudut di hatinya merasakan beban yang begitu berat saat harus meninggalkan Seoul. Perlahan, dia pun menoleh ke sampingnya, tempat dimana Kyuhyun duduk.

‘padahal ini saat terakhir kita, tapi kenapa dia hanya diam saja?’

“Kyuhyun-ssi…” sapa Sooyoung dengan suara pelan, sangat pelan.

Mendengar ada yang memanggil namanya, Kyuhyun pun mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Sooyoung dengan ragu. Dalam benaknya tersua, Sooyoung memanggilnya?

Kyuhyun’s POV

Aku mendengar ada yang memanggil namaku. Suara itu berasal dari samping, suara yeoja, suara Sooyoung kah itu?

Dengan ragu, kuangkat kepalaku dan perlahan menoleh kearahnya.

Bisa kudapatkan wajahnya menghadap kearahku. Wajah yang sarat akan kebingungan, mungkin karena glagat anehku. Dengan segera, kutegakkan badanku dan berkata, “Kau memanggilku?” kurasa itu adalah pertanyaan bodoh. Namun Sooyoung mengangguk. Aku pun tertegun. “Waeirae?” tanyaku, cukup penasaran.

Bisa kulihat kini Sooyoung lah yang kebingungan, oh tidak kurasa dia bukan bingung, tetapi… canggung. Ck! Benarkah?

“Ehn… kenapa kau diam saja?” aku menyungging sneyum mendengar pertanyaannya.

“Wae? Kau tak suka?”

“Annio… hanya saja, itu bukan sifatmu sekali. Jadinya agak aneh duduk di dekat Cho Kyuhyun yang tiba-tiba… jadi pendiam,”

“Lalu… kau mau aku bagaimana?” hihihi, aku ingin sedikit menggodanya.

“Yaa… aku ingin kita ngobrol, membicarakan hal-hal yang enak untuk diperbincangkan. Setidaknya, kita tidak jadi patung selama menunggu penerbangan yang didelay ini.”

“Kau maunya kita membicarakan apa?” godaku lagi dengan ekspresi jahilku.

“Ya~ apa-apaan wajahmu itu? Ya, terserah kau saja mau bicara tentang apa.” Kini pandangannya berpaling kea rah berlawanan. Bisa kulihat semuan merah dari samping kanannya.

“Bagaimana jika ternyata aku ingin membicarakan arti wajahmu yang saat ini sednag memerah?” ceplosku asal.

Bisa kulihat dia menegang. Kemudian perlahan menolehkan pandnagan kearahku. Ommona~ neumu yepposo! Goguma face. Kenapa begitu menggemaskan?

Tak terasa tangan kananku terangkat dan mendarat dipipinya. Sesaat terjadi sengatan listrik diantara kami. Oh ayolah, bahkan kami pernah berciuman. Kenapa hal kecil begini selalu membuatku berdebar??

Dia tersneyum tipis. Aku pun balas senyumannya sambil mengusap lembut pipi tembamnya.

“Sooyoung-ah… aku akan menjemputmu, tunggulah disana. Jangan menatap namja lain selama aku mengikatmu. Terserah kau suka atau tidak.” Tuturku sembari menyematkan diamond ring yang sempat kubeli di salah satu mall kemarin sore.

Sooyoung menunduk menatap jari manisnya yang kini tampak cantik dnegan hiasan yang kusematkan. Kemudian dia menatapku tak percaya. Ya Tuhan, apakah kini dia akan keberatan menerimanya?

“Kyu, ini-“

“Shhtt…” kebungkam bibirnya dengan menempelkan jari telunjukku tepat di permukaan bibirnya. “Sekali lagi kukatakan, aku mengikatmu, tunggulah aku menjemputmu. Jangan pernah kau jadi milik orang lain. Kau sanggup?” tantangku.

Sooyoung menatapku lama. Perlahan, bisa kulihat genangan Kristal yang membentuk kaca di permukaan mata bulatnya. Beberapa lama kemudian, ada aliran anak sungai di wajah manisnya. Lalu…

Sooyoung tersedak antara tawa dan tangisnya sambil mengangguk.

Seseorang, katakana bahwa aku tidak sedang tidur…

Sooyoung milikku?

Grebb!!

Kupeluk tubuhnya secara kuat dan erat.

Aku senang, bahagia, dan berdebar. Saking bahagianya, aku sampai ikut menangis…

Abeoji… Eomma…. bagaimana bisa aku mencintai yeoja menyebalkan satu ini begitu dalam?

_TBC_

HY Reader…. mianh aku kelamaan post.
Mungkin Part 10 nanti adalah part terakhir.

Dan sepertinya… ITU ADALAH FF TERAKHIR YANG AKU BUAT. SETELAH ITU, AKU TAK AKAN COMEBACK LAGI ATAU PUN GANDRUNGI DUNIA KNIGHT TERCINTA INI.

MIANH JIKA KALIAN KECEWA,

Tapi . . . AKU SUDAH BENCI COUPLE INI!!!

SUNGGUH!!

AKU TAK BERCANDA!

Aku benci dan ternyata pernyataanku ini hanya untuk suakan:

HAPPY APRIL MOP!!!!

Wkwkwkwk…

Vizz’.’ \/

Selamat bulan April Chingu-deul.

Always love KyuYoung-shipp :*❤



C U😉

 

Reader yang mendukung dan berjiwa baik adalah Reader yang rela membubuhi sepatah-dua patah kata guna mengomentari apa yang kalian telah baca. Sungguh, aku sangat menghargai kalian yang berkomentar. Jongmal Gamshamida… ^^

123 thoughts on “[SERIES] Suddenly to be His Maid – 9

  1. Di sangkain author bener bener mau hengkang dari sini. Huhh buat kaget aja.
    Di tunggu thor part terakhirnya.

  2. Ahh aku lupa udah coment atau blm klaupun sdh yahh gpp ini bntuk dukungan aku buat author untuk sllu berkarya di dunia per-FF-an trutama kyuyoung cast duhh alay gua kumat kyknya._.v next nextttt sperti biasa karya bner2 keren thorrrr❤

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s