[TWOSHOT] Marry Me by Your Heart – 1/2

mbyh1

 

Marry Me by Your Heart

AUTHOR FATMINHO

Length : Twoshot
Cast : Kyuhyun – Sooyoung
Genre : Romance, Married Life, a little hurt

Disclaimer : THIS IS MAIN!

Note :

Hallo… aku datang dengan FF baru. TWOSHOT!
Hehehe…. Maaf jika aku belum bisa menyelesaikan part terakhir Suddenly to be His Maid, lantaran imajinasiku mandet di FF itu. Yah… semua ini karena lappy yang dimaling orang itu! Aku kesal karena sebenarnya aku sudah menyelesaikan Part itu di dalam Lappy yng dicuri itu! Alhasil, aku sulit mengulang apa yang sudah aku selesaikan. Sekali lagi aku minta maaf, tapi aku akan tetap mengusahakannya.
Oke, sebagai penghibur sementara, silahkan simak kisah terbaru mereka hanya di
‘Marry Me by Your Heart’ satu ini!!!

 

HAPPY READING^^

 

 

 

Usia 30 tahun. Bukankah itu adalah ukuran bagi seorang pria untuk memantapkan pilihannya? Diusia yang sudah berkepala tiga itu sudah sewajarnya mereka memilih satu wanita untuk dipinang. Namun bagaimana dengan pria yang hanya memikirkan kariernya, hingga tak hirau dengan masa depan keturunannya? Mau tidak mau, sang ibulah yang akhirnya maju untuk mencabut satu wanita paling sesuai dengannya. Hal tersebut dialami oleh seorang pria tampan dan mapan bernama Cho Kyuhyun, anak bungsu keluarga Cho.

 

Kyuhyun’s POV

 

“Kau akan menyesal jika tidak menerima perjodohanku kali ini. Eomma sudah mengintai calonmu ini sejak lima bulan yang lalu. Jadi, kuharap kau tak mengecewakanku.” Tutur eomma. Aku hanya diam saja, tetap berkutat pada note-pad ku guna membaca beberapa scedjule yang harus kulakukan hari senin besok.

Ini sudah kesekian kalianya eomma menjodohkanku. Entah kali ini dengan siapanya lagi. Apa dengan anak teman PKK-nya, dengan anak teman arisannya, atau dengan anak tetangga? Terserah eommaku saja. Yang jelas, pada akhirnya aku akan tetap menolak. Bukan bagaimana, tapi aku masih senang dengan duniaku yang sekarang. Jika dipikirkan baik-baik, aku yakin aku sudah siap membangun rumah tangga. Namun, dalam konteks saat ini, akan banyak kontrak kerja yang akan kubatalkan kedepannya hanya untuk mengurus rumah tangga.

Kata eomma kali ini aku tak boleh menolak karena dia sudah mengintai calonku sejak lima bulan yang lalu. Hah… tidakkah eommaku itu begitu berlebihan? Dan aku hanya bias bergeleng-geleng, tak habis pikir dengan keanehan eomma.

Kami berangkat bersama dengan abeoji. Aku duduk di sebelah supir pribadi eomma, sedangkan kedua orangtuaku duduk dibelakang. Kubiarkan saja eomma mengoceh, mengomeliku, karena pada akhirnya beliau akan capek sendiri.

Sesampainya kami didepan sebuah rumah mewah, kami pun turun. Kami disambut oleh seorang ajjeossi, ahjumma, dan yeoja manis berkulit putih. Melihat mereka saja aku bias menebaknya. Mereka adalah keluarga kecil dimana yeoja itu yang akan eomma jodohkan untukku. Yah… kurasa dia lumayan. Cantik, tinggi, manis, putih, dan… kurasa aku bisa menyukainya.

“Wah… sudah lama tidak jumpa dengan kalian…” ujar ahjumma yang menyambut kami. “Mari masuk kedalam. Kami sudah menyiapkan makan malam disana.”

Ini memang acara makan malam bersama. Hanya saja, ada embel-embelannya. Aku duduk tepat disamping yeoja manis tadi. Sedangkan para orangtua ada didepan kami, kecuali ajjeossi yang duduk di kursi utama. Disebelah kananku ada satu bangku yang kosong, membuatku dapat mengambil sedikit celah agar tidak terlalu dekat dengan yeoja tadi.

“Anakmu sangat tampan. “ kata ahjumma. Eomma dan abeoji tertawa renyah, sedangkan aku hanya bias tersenyum kikuk. “Sayang, perkenalkan dirimu!” aku pun menoleh kearah yeoja disebelahku.

“Seohyun. Choi Joo Hyun.” Ujarnya dengan senyuman manis.

“Cho Kyuhyun.” Jawabku singkat dan datar.

Mereka kembali tertawa kecil dengan obrolan masing-masing. Acara makan malam belum dimulai, padahal kami sudah siap. Apa mereka lupa dengan acaranya? Hah… menyebalkan sekali. Apa mereka tidak tahu bahwa waktu adalah uang? Bayangkan, berapa proposal yang dapat kupelajari dengan waktu yang sia-sia ini?

“Putri kalian si sulung kemana?” Tanya eomma.

“Eoh ya, hampir saja aku lupa!” cletuk ahjumma. “Kapan akan makan malam jika dia tidak turun-turun juga. Seo-ah… bisakah kau panggilkan eonnimu untuk kebawah sekarang?”

Seohyun berdiri dan mengangguk, “Tentu saja eomma!” lalu kemudian dia pergi.

Tak lama kemudian, Seohyun kembali dengan diikuti seorang yeoja tinggi semampai, berkulit lebih gelap dari Seohyun, berambut sebahu, dan berwajah innocent. Beda dengan Seohyun yang berdandan cantik mengenakan dress, dia hanya memakai celana panjang 7/8 dan kaos putih polos. Cish! Santai sekali…

“Jeosonghamnida~ aku sedang menggarap pekerjaan kampus, jadi lupa jika eomma menyuruhku turun, tadi. Dan aku juga minta maaf karena hanya memakai pakaian santai ini.” Tuturnya.

“Gwenchana sayang, kami juga baru datang kok…” jawab eomma. Baru datang katanya?

“Soo, duduklah!” kata ajjeossi. “perkenalkan dirimu dengan namja tampan disebelahmu!” katanya lagi.

Yeoja itu pun menoleh padaku. Beda dengan seohyun yang ceria, yeoja ini berwajah datar dan hanya tersenyum sekedarnya. “Choi Sooyoung, imnida~” serunya dengan menyodorkan tangan kanannya. Aku meraih tangannya dan menatapnya lekat, “Kyuhyun, Cho Kyuhyun…” kemudian aku tenggelam didalam mata datarnya, ingin mencari suatu cahaya manis atau pahit, tetapi tetap tak ada apa-apa. Susah membaca ekspresinya.

“Maaf, bias melepaskan tanganku?”

“Kyu~”

“Hei, Cho Kyuhyun!”

Aku mengerjapkan mata beberapa kali saat mendengar bentakan dari abeojji. Cepat-cepat kucabut tanganku dan kembali keposisi semula. Sial! Apa yang barusan kulakukan sih? Memalukan sekali.

Para orangtua terkikik melihat tingkahku. “Apa kau gugup?” aku menoleh mendengar hal itu. Sekarang, aku melihat ledekan dari Seohyun. Oh sial!

“Sudah… sudah… ayo kita mulai makan malamnya.” Ujar ajeossi dan kami pun memulai santap mala mini.

 

Kyuhyun’s POV end

 

Setelah acara makan malam selesai, mereka semua duduk di ruang tamu. Seohyun yang dasarnya ceria, dia selalu membuat lelucon dan meledek Kyuhyun atau pun eonninya. Hingga Tuan Choi mengintrupsi untuk memulai obrolan penting mengenai tujuan acara makan malam ini.

“Mungkin kalian akan kaget, tapi kami sebagai orangtua sudah yakin akan tujuan kami. Kyuhyun sudah sangat dewasa dan mapan, bahkan sangat tampan. Aku ingin bertanya padamu, apakah kau setuju jika putriku yang kelak menjadi pendampingmu?” Tanya Tuan Choi.

Kyuhyun bingung dan menatap kearah Seohyun, Sooyoung, dan kembali menatap Tuan Choi. “Jika aku disuruh jujur, maka jawabannya adalah ‘aku belum ingin menikah karena masih senang dengan duniaku saat ini’ Jika aku disuruh menjawab dengan logika, maka jawabanku adalah, ‘Aku setuju saja’ Tak ada yang bisa menolak takdir, bukan?”

Mereka semua terdiam sejenak, memahami semua perkataan Kyuhyun. Dan Ny.Cho menjadi satu-satunya orang yang paling semangat.

Beliau tersenyum dan meraih tangan Sooyoung, mengelus punggung tangannya. “Sooyoung-ah… aku ingin kau menjadi menantuku. Kau harus mau, ya?”

“Eomma!” Kyuhyun tersentak.

“Eomma-nim~” lirih Sooyoung.

“Ya, sebenarnya mala mini adalah acara perjodohan antara Kyuhyun dan Sooyoung…” jelas Ny.Choi.

“Suka tidak suka, kalian patut menerimanya.” Tambah Tuan Choi.

“Tidak ada penolakan!” lanjut Tn.Cho.

Tiba-tiba saja Seohyun mengeluarkan satu kartu undangan dan meletakkan dimeja tengah. “Bahkan suamiku sudah mendisign kartu undangan untuk kalian. Apakah hasilnya bagus?” ungkapnya.

Kyuhyun dan Sooyoung tak bias berkata lagi. Mereka hanya bias termenung dan bungkam. Mereka menelisik satu persatu raut wajah yang ada disekitar. Mereka hanya menjawab dengan wajah bahagia sambil mengangguk.

“Kami sudah menyiapkannya sejak satu minggu yang lalu. Sekarang semua sudah fix. Tinggal menyebar undangan saja. Pernikahan kalian lima hari lagi.” Jelas Tn.Cho.

Kyuhyun dan Sooyoung tercengang, “MWO???”

 

 

Hari itu pun tiba. Hari dimana Kyuhyun dan Sooyoung berjanji dihadapan Tuhan untuk mengukir kasih penuh cinta sehidup semati dalam keadaan susah atau pun senang. Semua itu berjalan lancar. Tidak ada yang berkesan dihati masing-masing. Kecuali semua para undangan serta keluarga yang sangat menyukai pasangan didepannya.

Setelah acara selesai, pasangan tersebut langsung dibimbing ke salah satu kamar yang ada di kediaman keluarga Cho, ‘kamar pengantin’. Dengan segala hiasan yang ada, seharusnya sepasang pengantin itu tersenyum dan mencurahkan rasa bahagianya. Namun tidak dengan pasangan kali ini. Kyuhyun mendengus dan Sooyoung menutup matanya agak lama sambil mengatur nafasnya. Entah apa yang sebenarnya terjadi hari ini. Pikir mereka.

“Sooyoung-ssi…” sapa Kyuhyun, memecah keheningan.

Sooyoung menoleh, “Ya, ada apa?” tanyanya.

Kyuhyun terdiam sejenak. Dia berpikir apa yang seharusnya dia tanyakan kali ini. Kenapa tadi dia menyapanya, sih? Alhasil, dia jadi bingung dan parno sendiri.

Dengan keberanian penuh, Kyuhyun melangkah mendekati Sooyoung yang tengah duduk didepan meja rias. Yeoja itu sibuk melepas semua pernak-pernik dikepalanya. Namun, kegiatannya terhenti ketika melihat sosok Kyuhyun dari cermin didepannya. Mereka bertatapan melalui cermin tersebut. Sooyoung dengan pandangan datarnya dan Kyuhyun dengan pandangan penuh tanyanya.

Sooyoung tiba-tiba memutar posisi duduknya, membuatnya berpandangan langsung dengan Kyuhyun. Dia mendongak menatap wajah suaminya. “Ada apa?” Tanya Sooyoung untuk kedua kalinya.

 

Entah kenapa, tiba-tiba ada sebongkah keberanian dalam diri seorang Cho Kyuhyun untuk berlutut agar posisi wajah mereka sejajar. “Boleh aku betanya padamu?” ucapnya pelan. Sooyoung mengangguk. “Apa kau yakin dengan pernikahan ini?”

Sooyoung terdiam sejenak memikirkan pertanyaan yang menurutnya sangat ambigu itu. Namun akhirnya dia menjawab, “Aku tak akan melakukannya jika aku tak yakin.” Suaranya tegas.

“Apa yang membuatmu yakin?”

“Takdir. Aku sudah masuk ke takdir ini, maka aku harus yakin dengan apa yang kudapatkan.”

“Walau tanpa cinta?”

“Cinta?” Kyuhyun mengangguk. “Itu hal yang mudah. Kebersamaan yang memiliki porsi lebih akan menciptakannya.” Kyuhyun bungkam.

“Kenapa kau selalu menjawab tegas tanpa ekspresi? Bisakah kau menjawab dengan yakin dan sesuai dengan kata hatimu? Bahkan aku susah membaca bagaimana perasaanmu.” Keluh Kyuhyun yang kini sudah berdiri dengan nafas yang sedikit tersengal, menahan emosinya. Dia sedang bimbang dan bingung, tapi kenapa Sooyoung tetap tenang dan menganggap seperti tak ada yang terjadi diantara mereka?

“Kita belum mengenal lebih jauh. Wajar jika kau tak mengerti apa pun tentangku. Walau pun begitu, aku bias mengerti apa yang sedang kau pikirkan. Sekarang, aku bertanya padamu. Kenapa kau tak melarikan diri jika memang kau tak setuju dengan pernikahan dadakan ini?”

Kyuhyun menatap tajam Sooyoung dalam diam. Sial! Bagaimana bias yeoja ini membuat otakku buntu? Tak lama kemudian, Kyuhyun tersenyum manis. “Siapa yang bilang aku tak setuju? Aku setuju, lantas aku tidak melarikan diri.” Dia tetap tersenyum. “Kau menerima, aku menyetujui. Bukankah jawaban kita sama?” senyumannya lebih mengembang seraya meraih kedua tangan istrinya. Hal tersebut membuat Sooyoung bingung dibalik wajah datarnya. “Choi Sooyoung, mari mulai untuk saling mengenal?” ajaknya dengan menekan kedua telapak tangan Sooyoung didadanya.

“Boleh.” Jawab Sooyoung tanpa babibu. Suara datar dan tatapan tak berubah. Hal tersebut membuat Kyuhyun geram. Memaksa suaminya tersebut menghempaskan kedua tangannya agak kasar. “Bisakah kau berekspresi ketika berbicara? Hahh… aku jadi seperti orang gila, Choi!” kesalnya. Sooyoung hanya diam memandang sang suami yang sedang frustasi.

“Inilah hal pertama yang akan kau pahami. Aku dengan segala kekuranganku. Kau berkata susah membaca pikiranku karena aku tak memiliki ekspresi. Maka dari itu, kenalilah aku dengan baik.” Tutur Sooyoung sambil berjalan mendekati Kyuhyun yang sedang duduk ditepi ranjang. Dia berlutut. Meraih tangan kanan suaminya dan membimbing tangan itu ketengah dada sang pemilik tangan. “Kenali aku dengan hatimu.”

Kyuhyun bungkam dan tertegun. Dia takjub, dia senang, dia bahagia, dia berdebar, dia kagum. Bahkan Sooyoung sudah masuk kamar mandi pun tatapan mata Kyuhyun tetap mengikuti yeoja itu. Kini dia tertegun memandang pintu yang tertutup itu, mendengar kucuran air dibalik sana.

Sooyoung, yeoja datar yang mampu membuat Kyuhyun berdebar-debar.

 

 

Malam ini begitu sunyi. Sooyoung merasa canggung, hanya saja dia tak menampakkan rasa canggung itu. Dengan wajah datarnya, dia asyik berkutat didepan laptop. Mengetik sesuatu secara cepat. Sesuatu yang harus dia kumpulkan minggu depan. Mendapat jatah libur sebanyak tiga hari atas pernikahannya sangatlah lumayan untuk mengejar setoran tugas hari berikutnya. Menjadi orang yang santai setelah semuanya selesai adalah salah satu sosok Choi Sooyoung.

Beda dengan Kyuhyun yang sedari tadi bersandar di dash board ranjang sambil memainkan PSP seperti biasa yang dilakukannya ketika malam. Masalah pekerjaan sudah di hendle oleh kaki tangan Cho Grub. Jadi, tidak ada salahnya bukan dia bersantai menikmati jatah cutinya sepanjang satu minggu ini?

Merasa lelah, mengantuk, dan cukup bosan, Kyuhyun pun mematikan benda kesayangannya tersebut. Kemudian dia bersiap mengambil posisi tidur. Saat hendak menarik selimut, kedua matanya terpaku menatapi punggung datar seorang yeoja berbalut piyama tipis berwarna merah yang sedang duduk tegang di meja kerjanya. Bisa dilihat, kedua tangan yeoja itu tengah bergerak lincah diatas Keyboard. Kyuhyun menengok kebelakang sejenak, melihat jam dinding yang ada disana. Sudah nyaris pukul satu tengah malam. Apakah dia tidak lelah? Pikirnya.

Atas dasar perjanjian mereka berdua tentang hubungan dalam pernikahan ini, Kyuhyun pun tak segan-segan menyambangi Sooyoung, turun dari ranjang dan berdiri disamping yeoja yang masih saja berkutat tegang tersebut.

“Soo…”

Mendengar suara itu, Sooyoung menghentikan tarian kesepuluh jarinya. Dia menoleh dan sedikit mendongak. “Ya, ada apa?” tanyanya polos.

“Sudah tengah malam. Kau tidak lelah?”

Sooyoung menatap suaminya tersebut. “Aku merasa aman.” Jawabnya ambigu.

Kyuhyun memang belum mengenal bagaimana sebenarnya Sooyoung, tetapi dia tidak ingin ada suatu hal buruk yang menimpa istrinya tersebut. “Apa yang kau kerjakan? Tidak bisakah dilanjutkan dilain waktu? Ingat, tubuhmu perlu istirahat juga.”

“Aku sedang menyelesaikan makalah penting. Ini untuk ujian akhirku sebelum pengangkatan nanti.” Jelas Sooyoung. Kyuhyun hanya diam. Makalah penting? Pengangkatan? Oh, dia benar-benar belum mengenal istrinya, hal dasar sekali pun.
Tanpa rasa takut, Kyuhyun mendekati laptop Sooyoung. Bukan untuk membaca, tetapi untuk menyimpan dan mematikannya.

“Hei! Kenapa dimatikan? Aku masih bekerja!” suara Sooyoung tetap datar, tapi nadanya sedikit lebih tinggi.

“Walau hati kita belum mengenal satu dengan lainnya, satu hal yang harus kau tahu, ‘aku tidak suka tidur jika seseorang masih bekerja’ jadi, mari istirahat!” kemudian Kyuhyun meraih tangan kanan Sooyoung, membimbing istrinya berbaring diatas ranjang.
Dan malam ini mereka tidur dalam diam. Tak ada sesuatu apapun yang terjadi.

 

 

Keesokan paginya, dapur keluarga Cho sudah bergeming. Bukan ahjumma atau pun koki keluarga mereka, melainkan menantu baru mereka, Choi Sooyoung. Menyiapkan the gingseng untuk suaminya, menyiapkan teh hijau untuk dirinya, dan yang paling penting, roti panggang untuk sarapan keluarga. Dia belum mengenal keluarga ini dengan baik, maka dari itu, dia tidak membuatkan minuman untuk yang lainnya. Kalau masalah Kyuhyun, dia hanya tahu dari buku-buku kesehatan pria. Menurut buku itu, teh gingseng adalah yang paling baik.

“Eoh, Nona, apa yang anda lakukan? Kenapa anda menyiapkan semuanya?” ahjumma yang bertugas menjadi koki di rumah itu tercengang melihat meja makan yang sudah siap. Padahal dia sempat kelabakan karena bangun agak siang.

“Gwenchana, aku hanya menyiapkan hal kecil dipagi hari untuk keluarga. Bukankah itu sudah jadi kewajibanku, ahjumma?” jawab Sooyoung sambil meneguk segelas air putih yang baru dia tuang dari teko ke gelasnya.

“Aigoo… ini tugas saya nona, jika Tuan tahu, dia akan memarahi saya. Jangan lakukan lagi Nona, biarkan saya yang mengerjakannya.” Ahjumma pun cepat-cepat mengambil alih piring-piring yang akan di atur oleh Sooyoung.

“Ah… annio, gwenchana. Biar aku yang selesaikan, ahjumma bias buatkan minuman untuk abeonim dan eommanim? Aku belum membuatkan untuk mereka. Kalau Kyuhyun, sudah aku siapkan.”

Ahjumma hanya bias memandang takjub pada sosok Sooyoung. Jaman sekarang ada yeoja muda seperti ini? Bangun pagi-pagi dan menyiapkan semuanya? Oh, betapa beruntungnya Tuan Muda mendapatkan istri seperti dia.

“Nde, Nona. Saya akan menyiapkannya sekarang.” Ahjumma pun menghilang dibalik pintu dapur.

Sooyoung telah selesai menyiapkan segalanya dimeja makan. Dia pun kembali ke dapur, mengambil teh hijau untuk suaminya. Dia tersenyum melihat ahjumma yang sudah menyiapkan minuman untuk mertuanya. “Ahjumma, aku sudah selesai. Sekarang aku akan membangunkan suamiku dulu.” Ujarnya.

Ahjumma menolehkan senyum sopannya, “Nde Nona,”

 

 

Setelah masuk kekamar, Sooyoung meletakkan teh yang dibawanya diatas nakas, tepat didekat posisi Kyuhyun terpulas. Kemudian dia duduk disebelah sang suami dan memandangi suaminya. “Kyuhyun-ssi… kau lumayan tampan. Apakah kelak kita bias bercinta, mengerti hati satu dan lainnya?” ujarnya dalam hati. Rasanya berdebar-debar membangunkan pria yang berstatus suaminya, ini tidak biasa baginya. Ini hari pertamanya sebagai seorang istri.

Sooyoung menarik nafas dalam-dalam. Mau tidak mau, dia harus membangunkan pria didepannya. Setidaknya itulah salah satu hal wajib yang harus dilakukan seorang istri. Begitu pesan eommanya ketika dia akan dibawa kerumah besar keluarga Cho setelah acara pernikahan itu selesai.

Tangan kiri Sooyoung terangkat kelengan suaminya. Dengan penuh keberanian, tangannya itu mulai meneuk-nepuk lengan berlemak itu.

“Kyuhyun-ssi… Kyuhyun-ssi… ini sudah pagi, bangunlah! Hei… bangunlah Kyuhyun-ssi…” tangan itu aktif menepuk-nepuk pelan lengan tersebut.

“Euhmm… ne, sebentar lagi aku bangun. Ini hari libur, tidak bisakah kau biarkan aku bangun siang?” begitu racauan sang suami. Sooyoung pun menghela nafasnya. “Baiklah. Aku akan membiarkanmu istirahat dulu.” Ucap Sooyoung. Kemudian dia terdiam di tempatnya, duduk disebelah Kyuhyun yang terlelap. Dia sedang mempertimbangkan, apakah kali ini dia harus mengecup kening dihadapannya?

“Jika memang suamimu ingin tidur lebih lama, biarkanlah begitu sesekali selama dia libur bekerja. Jangan lupa, kecup keningnya saat kau mulai beranjak lagi.”

Bayangan ucapan eomma benar-benar membuat Sooyoung gugup. “Aku akan mandi dan ikut sarapan. Kau tidak ikut sarapan bersama?” tawarnya. Kyuhyun hanya menggelengkan kepala dengan keadaan tertidur. Sooyoung pun mulai mengelus rambut suaminya.

“Istirahatlah…” lalu perlahan mengecup lembut kening suaminya. Kemudian dia beranjak dan mulai berbenah diri.

Bukannya kembali tidur, Kyuhyun malah mengerjap tegang. Apa yang barusan dia dapatkan? Kecupan dipagi hari? Berani sekali yeoja itu. Benaknya. Diam-diam, Kyuhyun menyentuh keningnya yang tadi mendapat hadiah kecupan. Dia tersenyum. “Sial! Dia benar-benar pandai membuatku berdebar!” umpatnya di tengah senyum.

 

 

Setelah semua berangkat kerja, tinggallah Ny.Cho, Sooyoung, dan Kyuhyun di rumah itu. Ny.Cho dan Sooyoung sedang berbincang di ruang tengah. Sedangkan Kyuhyun baru saja selesai berbenah diri dan hendak gabung dengan kedua wanita itu. Namun, langkahnya terhenti di tengah anak tangga. Hatinya bergetar melihat sang eomma yang begitu akrab dengan yeoja yang baru semalam dipinangnya.

“Hahaha… sayang, kenapa kau begitu pintar membuat rancangan setiap ruangan, euhm?”

“Wajarlah, aku sebentar lagi diangkat menjadi arsitek Negara yang kerjanya terikat. Tiga tahun mendalami ilmu arsitek dan interior design membuat imajinasiku berkembang pesat. Aku suka sekali mengatur apapun yang ada di rumah. Kalau eomma mengijinkan, aku bisa merubah ruang tamu ini menjadi lebih segar dan up to date!”

“Jongmal? Kau yakin?”

“Ne! eomma mau sekarang?” pertanyaan itu membuat Ny.Cho mengangguk semangat.

“Eomma penasaran!”

Sooyoung pun berdiri dan mulai mengambil aksi. Ny.Cho juga sudah menyingkir ke sisi ujung ruang agar tak mengganggu pergerakan Sooyoung. Pertama, Sooyoung menggeser posisi sofa. Dari berbentuk liter L, kini dia rubah menjadi setengah lingkaran. Setiap posisi sofa diberi jarak sekitar 30cm. disisi itu dia beri pot bunga kecil. Sofa itu berwarna hijau segar, maka bunga yang berada di ot itu semacam daun kering buatan. Meja yang awalnya persegi, dia rubah menjadi lingkaran. Dia menukarnya dari meja di sebelah rak buku. TV pun digeser kesudut ruangan, sehingga yang memandangnya langsung lurus pada satu pandangan dari arah sofa.

Hanya merubah itu saja, ruang tamu yang biasa itu berubah menjadi fresh. Eomma Cho benar-benar takjub memandang sang menantu yang bekerja cepat dan merubah segalanya. Begitu pun Kyuhyun yang kini tak bisa merubah pandangannya, lurus tak berkedip memandang istri yang belum dikenalnya itu.

Dia bingung, kemarin wajah istrinya datar, tapi kini, kenapa penuh ekspresi? Kemarin tampak biasa, tapi kenapa disetiap hal yang dilakukannya begitu sempurna? Penampilan yang selalu santai, tapi setelah menjadi istrinya, yeoja itu berpenampilan lebih sopan dari kata santai yang biasanya.

“Aigoo… kau benar-benar membuatku takjub Soo-ah…” racau eomma yang sudah memeluk menantunya itu.

Saat membalas pelukan eomma, kedua matanya jatuh pada sosok namja di atas anak tangga. Perlahan dia mengakhiri pelukan itu dan tersenyum tipis kearah suaminya. “Eomma, dia sudah bangun dan bahkan sudah rapi. Aku melayaninya dulu ya…” eomma mengangguk dan Sooyoung pun menghampiri Kyuhyun.

“Apa kau sudah meminum susu Gingseng itu?” Tanya Sooyoung semangat.

“Susu itu… yah, sudah.”

“Waeyo? Sepertinya kau tidak suka?”

“Ya, aku tidak suka aroma gingseng, tapi aku menghargaimu.”

Sooyoung tersenyum senang, “Besok tidak kubuatkan aroma gingseng. Ah… apa kau mau sarapan?” tawarnya. Kyuhyun mengangguk pelan, masih heran dengan sikap menakjubkan Sooyoung, “Baiklah, aku akan menyiapkannya!” Sooyoung pun berpaling meninggalkan suaminya kearah dapur .

“Ekhm!” suara dehaman Ny.Cho membuat Kyuhyun memandangnya. Wajah eommanya itu tampak seperti seorang pemenang. “Bagaimana menantu pilihan eomma itu, Kyu? Apa kau bahagia?” tanyanya.

Kyuhyun tersenyum tipis dan kembali memandang istrinya yang sedang menyiapkan sarapan untuknya di dapur. Kyuhyun mengangguk,

“Yah… kurasa aku beruntung.”

“Binggo! Eomma senang mendengar jawabanmu!”

 

 

Sore ini, pasangan pengantin baru itu mulai menempati apartment yang memang dipersiapkan untuk mereka. Bukan sebuah rumah yang mewah dan mahal, Sooyoung lebih memilih sebuah apartment yang lebih terjangkau. Memang mereka berdua berasal dari keluarga super mapan, tapi Sooyoung tetap berpikir secara ekonomis.

“Kau lelah?” Tanya Sooyoung kepada Kyuhyun yang sudah bersandar di sofa ruang tengah. Baru saja keluarga mereka pergi setelah membantu mengatur segala peralatan rumah tangga di apartmen tersebut.

“Yah… lumayan.” Jawab Kyuhyun yang kini mulai memejamkan mata.

Sooyoung tersenyum dan memilih untuk duduk di ujung sofa. Dia duduk bersila menghadap suaminya. “Kyuhyun-ssi… kemarikan kepalamu!” ujarnya sambil menepuk persilangan pahanya.

Kyuhyun mengerjap dan menoleh kearah Sooyoung. “Disana?” Tanya Kyuhyun heran. “Ne, disini. Aku ini ahli dalam memijat!” bangganya. Dengan sedikit ragu, Kyuhyun pun mengikuti perintah Sooyoung. Kepalanya berada di persilangan kaki indah istrinya. Dengan cekatan, Sooyoung memulai gerakan tangannya. Dia memijat lembut kepala hingga bahu suaminya. Hingga tak terasa Kyuhyun terlelap. Terdengar dari suara dengkurannya.

“Ternyata kau mendengkur ketika tidur. Hmm…” Sooyoung kini mengelus kepala suaminya yang sedikit berkeringat itu. Sedikit menyebulkan udara dari mulutnya, agar kerngat itu cepat kering. Namun terhenti ketika sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya. “Kau bangun?” Tanya Soo.

Kyuhyun mulai membuka matanya. “Punggungku akan sakit jika tidur di sini.” Dia bangun dan meraih tangan istrinya, “Ayo dikamar saja!”
Sooyoung sedikit berpikir. Namun, dia segera mengikuti kemauan suaminya. Mereka pun masuk kedalam kamar.

Kyuhyun mendaratkan Sooyoung tepat disisi ranjang. Perlahan, wajahnya kian memburu wajah didepannya. Matanya tertutup, tetapi sebuah tangan menghentikannya. Kyuhyun kembali membuka matanya. “Kau mau apa?” Tanya Sooyoung polos.

“Sejak pagi, sikapmu begitu manis. Apa aku salah jika aku ingin segera memilikimu? Ya Cho Sooyoung, suamimu ini sepertinya sudah mulai mencintaimu.” Tegas Kyuhyun.

Sooyoung terdiam, mencerna kalimat yang baru saja didengarnya. Sesekali mengerjapkan kedua matanya. Dan kini, wajah didepannyamu kembali merapat. Hembusan nafas keduanya berbenturan. Hingga bibir tebal Kyuhyun mendarat dibibirnya. Bergerak lembut melumat bibirnya. Bukannya membalas, Sooyoung memilih diam. Dia kaget, dia tegang. Bayangan hitam itu datang kembali. Membuat seluruh jiwanya kelam menghitam dalam sekejap. Saat tubuhnya direbahkan, hingga dia rasakan gigitan dileher jenjangnya, wajah pendosa itu terbayang kembali. Tidak. Dia tak ingin kembali merasakan pilu itu lagi. Dia takut.

“Hiks… hentikan! Hhhsss hikkss… hentikan! Hhikss…”

Kyuhyun yang mendengar tangisan itu pun mengeluarkan wajahnya dari lekukan leher indah istrinya. Dia kaget melihat yeoja yang baru sehari menjadi istrinya itu menangis ketakutan. Bahkan tersentak saat istrinya itu melarikan diri dari posisi kungkungannya, memojok ke sandaran ranjang dengan menekuk kedua lututnya. Menenggelamkan tangis memeluk betisnya. Semua itu membuat jiwa Kyuhyun runtuh dalam sekejap. Ada apa sebenarnya dengan Sooyoung, istrinya?

“Soo-ah, waegeurae? Ada apa denganmu?”

“Andwae! Jangan mendekat!” teriak Soo ditengah tangisannya. Dia benar-benar takut. Sesuatu akan menghantam jiwanya. Dia takut, takut sekali.

“Ya~ malrhebwa! Ada apa sebenarnya!” Kyuhyun pelan-pelan mendekatinya kembali.
Sooyoung mengangkat kepalanya dan semakin mengencangkan tangisannya. “Jangan lakukan! Jangan lakukan! Pergilah! Hikss.s… kumohon… jangan Lakukan… kumohon…” dia semakin memojok ketakutan.

Kyuhyun jadi jengah, dengan penuh keberanian, dia menangkup bahu istrinya. “Sadarlah! Aku suamimu! Aku Cho Kyuhyun! Sadarlah!” dia menggoyang-goyangkan bahu Sooyoung. “Kita sudah menikah! Kau wajib melayaniku! Aku suamimu Sooyoung!!!” suara Kyuhyun meninggi, membuat tangisan Sooyoung meredup dan mulai mengisi kesadarannya. Dia menatap Kyuhyun, “Aku suamimu, Cho Kyuhyun! Kenapa tidak boleh melakukan? Maaf jika membuatmu takut, tapi aku tidak ada maksud memperkosamu. Aku hanya ingin kita menyatu, karena aku telah jatuh cinta padamu.” Jelas Kyuhyun perlahan penuh tekanan suara beratnya. Dia mengatur nafas, “Baik, jika kau tak siap, aku tak apa. Kumohon, jangan merasa takut seperti itu… aku-“

Bruukkk!!!

Sooyoung menimpanya, memeluknya erat sambil menangis. “Aku takut…” racaunya.

Kyuhyun yang berada dibawah Sooyoung hanya bisa memejamkan matanya, menahan segala emosi didirinya. Dia tahu detakan jantung istrinya kini. Ya, detakan penuh rasa takut. Istrinya benar-benar takut. Dia pun mengalah, mulai memeluk istri yang ada diatasnya dengan posesif. Mencium puncak kepala sang istri, mengelus punggung diatasnya, mengirim signal kasih sayang yang begitu banyak. Tuhan, bagaimana bisa aku terjebak dalam pesona gadis aneh ini?

Perlahan posisi itu dibalikkan. Tagisan Sooyoung sudah mereda. Matanya menatap mata Kyuhyun. “Kau aman bersamaku. Maafkan atas semua kelancanganku. Maaf…” ucap Kyuhyun lembut sambil mengecup kening Sooyoung.

Sooyoung meneteskan air mata lagi, dia mengangguk dan menarik tengkuk suaminya, memeluk erat tubuh pria diatasnya. “Yah… lindungi aku. Aku tahu kau orang yang baik.”
Kyuhyun mengangguk yakin.

‘tanpa kau hibur aku dengan kalimat itu, aku akan tetap melindungimu, sayang… Tuhan mempertemukan kita dan menakdirkan kita untuk bersama, maka aku akan mengusahakan segala cara untuk menempatkanmu selalu berada disampingku. Karena kau takdirku, kau yang mengatakan itu padaku, bukan?’

Dan Kyuhyun pun memeluk erat tubuh istrinya, menyalurkan rasa was-was terhadap keadaan yeoja itu. Mengelus kasih punggung rambing didekapannya.

 

_TBC_

Seperti biasa, Jika yang respon sedikit, Maka aku tidak akan melanjutkan ini. :p

Comment Jusaeyo~

😀

268 thoughts on “[TWOSHOT] Marry Me by Your Heart – 1/2

  1. Aish jinjayo !!!
    Dari awal sampai akhir aku terus terusan senyum senyum sendiri ini ff kyuyoung paling romantis yang pernah kubaca,terutama sama karakternya sooyoung eonnie aku suka banget🙂
    Pokoknya ff buatan eonnie paling daebak (y)😀

  2. ini ff kyuyoung pertama yg saku baca, dan seneng karna aku suka ceritanya ^^
    apa sebenarnya yg bikin sooyoung takut? trauma masa lalu seperti apa mpe soo nangis histeris gitu?

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s