[TWOSHOT] Marry Me by Your Heart 2/2

mbyh2

 

Marry Me by Your Heart

AUTHOR FATMINHO

Length : Twoshot

Cast : Kyuhyun – Sooyoung

Genre : Romance, Married Life, a little hurt, PG17+

Disclaimer : THIS IS MINE!!!

Note :

‘Marry Me by Your Heart’ adalah FF yang aku buat dengan imajinasiku sendiri. Sedikit terinspirasi dari kisah dalam Novel IlanaTan-ssi yang berjudul “Summer in Seoul” hanya sedikit, sedikitt banget malah. Kalau ada yang tahu novel itu, pasti deh tahu bagian mana yang aku maksud sama dengan FF KyuYoung yang aku buat ini. Nah, sekalian aja deh aku rekomendasikan semua NOVEL karya ILANA TAN pada kalian semua. Tidak akan menyesal membelinya! Hehe, aku salah satu penggemar semua karyanya. Suka tidak suka, aku pasti beli novel yang dia tulis. Wajib malah. Kenapa? Karena aku pasti akan tergila-gila dengan karyanya. Dan aku senang karena memiliki semua seri yang dia buat. ILANA TAN adalah The best Idol of Writer bagiku. Disusul oleh ALIA ZALEA, ESTI KINASIH, OIHARA RAN, DLL.

Oh ya, aku tidak menyangka bahwa dalam satu har FF ini sudah mendapat respon 100 comments dari para reader. Gomawo atas respon kalian yang setidikit banyaknya berhasil membuka cabang baru bagi inspirasiku.

Teruslah menjadi reader yang baik. Simak kisah mereka yang menggugah satu ini….

HAPPY READING^^

Sudah tiga bulan berlalu sejak kejadian aksi malam pertama mereka yang gagal dan membuat jiwa raga seorang Cho Kyuhyun runtuh untuk pertama kalinya. Kini, namja itu belum berani mengulang aksi yang seharusnya sudah dia lakukan bersama istri yang semakin hari semakin dia cintai itu.

Malam ini, Cho Kyuhyun tampak lelah. Baru saja dia menjalani meeting bersama pemegang saham lainnya berkaitan dengan dana anggaran perusahaan yang cukup menurun drastis dibandingkan yang sebelumnya. Namun, masalah itu tetap masalah di kantor, salah jika dia bawa pulang ke rumah. Dia tak ingin mencuatkan emosi sedikit pun, mengingat latar belakang sang istri yang cukup mengenaskan.

Sehari setelah kejadian itu, sebisa mungkin, Kyuhyun mendatangi kediaman Seohyun di daerah timur kota Seoul. Disana dia pergi seorang diri pada akhir pekan dengan memberi alasan kepada istrinya jika dia memiliki meeting penting. Saat itu, Kyuhyun langsung menanyakan semua hal tentang Sooyoung, istrinya.

 

 

Seohyun yang ditemani seorang namja polos bernama Yonghwa itu pun menjelaskan segalanya. Masa lalu seorang Choi Sooyoung yang sampai kapan pun tak akan pernah tersirat dibenak seorang Cho Kyuhyun. Awalnya dia berpikir jika istrinya pernah dilecehkan, bahkan diperkosa hingga membuat jiwa yeoja itu kalut dan mati jika mengingat hal itu. Namun, kenyataan yang Seohyun utarakan tidak demikian.

“Eonni-ku pernah membunuh seseorang.” Seohyun terdiam dan menunduk. Dia sedih jika harus menguak kembali kisah pahit sang kakak. Yonghwa langsung menggenggam tangan istrinya untuk memberikan kekuatan. Ya, masalah rumah tangga Kyuhyun-Sooyoung harus dituntaskan. Begitu pikirnya.

Kyuhyun kaget mendnegar penjelasan tersebut, tapi tetap tak mau memotong cerita Seohyun dengan pertanyaan nonncen seperti: Dia membunuh? / Istriku pembunuh? / Bagaimana bisa dia membunuh? / mangapa harus membunuh? / dan lain sejenisnya.

Seohyun merasa ini harus segera di perjelas. Fatal jika hal penting ini dia sembunyikan dari sang suami kakaknya. Dia pun mengangkat kepalanya dan terlihatlah wajah merah basahnya. “Dia melakukan bukan tidak dengan alasan-“ dia mengambil jeda untuk bernafas, “Eonni nyaris kehilangan kegadisannya jika dia tak melakukan hal tersebut.” Lanjutnya. Tampak wajah yang mulai memerah marah menahan emosi didiri Seohyun ketika menjelaskan awal kejadiannya. “Kim Tae Yang, kekasih pertama eonni. Seorang pemain drum tersohor dikalangan anak SMA lainnya. Yah… ini kejadian empat tahun lalu ketika acara kelulusan SMAnya.” Seohyun mengatur nafasnya kembali. Ini sungguh menyesakkan. “Awalnya mereka terlihat manis dan romantis. Tae Yang adalah namja pertama yang mengajarkan eonni arti cinta untuk kali pertamanya. Namja yang humoris walau perkataannya sakartis. Seorang yang romantis, walau ditengah ekspresi sinisnya. Penyayang yang sangat ramah dan selalu tampak manis. Setidaknya itulah beberapa hal positive yang aku tahu darinya. Sayang, itu hanya di awalnya saja. Tidak dengan selanjutnya.” Seohyun terdiam kembali dan menundukkan wajahnya, berusaha meredam bara api di hatinya. Rasanya ingin sekali dia cabut bara itu dan langsung dia lempar ke tubuh namja bernama Tae Yang itu.

“Satu minggu setelah mereka melakukan kencan untuk kali pertamanya, Tae Yang brengsek itu menarik paksa eonniku untuk menginap di apartmentnya. Beruntung, eonni bisa mengelak dan pulang dengan selamat. Eonni merasa dia jahat telah menolak Tae Yang, tapi tetap tubuhnya tak mau menerima alasan apapun. Dia risih jika Tae Yang itu sudah mulai menggrayangi wajahnya, lehernya, dadanya, dan sampai pada satu titik sensitive seorang wanita dibawah sana. Kejadian itu berulang kali terjadi hingga suatu ketika eonni memergoki Tae Yang brengsek itu menggoyangkan pinggul diatas ranjang. Alih-alih tak ingin ketahuan, eonni memilih bersembunyi dibalik pintu yang tak tetutup itu. Yah, eonniku tahu betul password untuk masuk kedalam sana. Dia menyaksikan permainan itu. Permainan bodoh yang dengan nikmatnya dilakukan oleh kekasih tercintanya. Eonni berharap, sesuatu dibawah tubuh namjanya saat itu hanyalah guling atau paling parah alat pembantu orgasme, alat pengganti bentuk sebuah kewanitaan. Namun mata eonni semakin melebar kala dia mendapatkan wajah tak asing dibawah namjanya yang goyangannya semakin lama semakin kencang. Eonni pun memilih menutup telinga dan menangis kala jeritan sexy seorang yeoja yang dikenalnya menggema, beriringan dengan desahan panas namjanya. Menyakitkan, yeoja itu sahabatnya, sahabat dekatnya, sahabat yang dianggap saudaranya, Jung Nii Naa”

Entah siapa yang membimbing, kedua tangan Kyuhyun sudah mengepal erat. Rahangnya pun mengeras dengan wajah merahnya. Keterlalun!

“Karena tak tahan, eonni memutuskan untuk berlari dan tak sengaja menabrak sebuah pot guci. Pot itu pecah dan alhasil, keberadaannya diketahui oleh Tae Yang. Dia berlari pergi dan menangis dikamarnya tga hari tiga malam. Kami yang tak tahu cerita hanya bisa menerima kedatangan Nii Naa dan juga Tae Yang. Namun, setelah keadaan normal, tanpa sepengetahuan kami, eonni dibawa lari oleh Tae Yang. Namja brengsek itu berlutut dihadapannya dan bersumpah jika hal yang waktu itu dilihat eonni bukanlah yang sebenarnya terjadi. Eonni tak merespon atau pun berkomentar tentang hal itu. Sampai setelah Tae Yang selesai berbicara, dia mengungkapkan sebuah kalimat: kita berakhir.”

Seohyun sudah menitikkan air matanya. Dia benar-benar sakit jika mengingat kejadian buruk itu. Walau bukan dia korbannya, tapi tetap seperti dialah yang menjadi korban selama itu menyangkut kakak tersayangnya.

“Tae Yang merasa tak terima dicampakan seperti itu. Dia membabi buta menikam eonniku. Menciumnya kasar dan nyaris memasuki keperawanan eonniku. Saat itu matanya melihat sebuah gunting besar di dekat nakas, tanpa berpikir lagi, eonni menusukkan benda itu tepat di perpotongan leher Tae Yang, tepat pada urat nadinya. Dan… namja itu tersungkur tanpa jiwa dilantai kamar apartmentnya. Sempat terjadi masalah hukum yang berlarut, tapi CCTV membuktikan segalanya. Eonni diposisi yang aman. Dia korban yang melakukan hal terbaik dalam situasi seperti itu. Keluarga Tae Yang tak terima, tapi apa mau dikata, Hukum selalu memutuskan yang paling benar. Hingga akhirnya, masalah ini clear,“ akhir cerita Seo, dia tersenyum lega dan menghapus jejak air matanya. “Kuharap kau bisa membahagiakannya. Dia sudah banyak mengalami masa pahit, Kyuhyun oppa~”

Kyuhyun memahami segala gejolak pilu yang dialami istrinya. Ya, tak akan ada yang boleh menyentuhnya seperti itu lagi. Dia menyesal karena saat itu, dia nyaris melakukan hal yang sama. Dan jika dia berada di posisi Sooyoung, dia lebih memilih membunuh pelakunya. Beruntung saat itu tak ada benda tajam disekitar kamarnya. Dan lagi… dia tak akan menyalahkan Sooyoung jika memang itu yang akan dia dapatkan.

 

 

“Aku Pulang~” seru Kyuhyun dengan suara agak keras setelah dia berhasil melepas sepatunya dan langsung berjalan masuk mengenakan sandal rumahnya. Dia menelisik segala sudut ruangan, kenapa tak ada bayangan orang sedikit pun? Kenapa tak ada sahutan sekecil pun?

“Sooyoung-ah… “ panggilnya. Dia berjalan menuju kamar mereka dan nihil. Tak ada sosok yang dicarinya. “Soo…” kembali dia memanggil nama istrinya, membuka kamar mandi dan kemudian membuka lemarinya. Oh, astaga, semua pakaiannya masih terjejer rapi. Apa yang sebenarnya dia pikirkan? Tidak mungkin Sooyoung kabur atau pergi tanpa pamit dengannya.

Degupan jantungnya terasa berdebum kencang. Dia sudah mencari kesegala ruangan, tapi taka a satu pun jejak yeojanya. Kyuhyun nyaris ambruk jika saja dia tak menahan tubuhnya di meja makan.

“Sooyoung-ah… kau dimana???” racaunya beberapa kali sambil menunggu jawaban dari sebrang sana. Sudah lima kali dia coba menghubungi istrinya itu, tapi jawabannya tetap sama: nomor yang anda tuju, saat ini tidak dapat menerima panggilan.

Bayangan cerita Seohyun, 3 bulan lalu, tentang masa lalu Sooyoung enam tahun silam itu membuatnya selalu was-was jika saat memanggil istrinya tersebut tak menerima sahutan apapun. Oh Tuhan, dimana kini dia harus mencari?

Dia menghubungi kediaman Choi, menanyakan apakah istrinya itu sempat bermain kesana, ternyata jawabannya nol besar. Saat ditanya ada apa sebenarnya, dia hanya menjawab, tidak ada apa-apa. Begitu pun ketika dia bertanya pada keluarganya, kediaman Cho. Sempat dia hubungi Seohyun, tetap tak ada jawaban yang sesuai dengan harapannya. Alhasil, kini dia mengguyur wajah putih pucatnya dengan air mata kekhawatiran.

Kyuhyun segera menggamit jaket yang sempat dia letakkan di sofa tadi, kemudian langsung menyambar kunci mobil dan hendak meninggalkan apartment untuk mencari Sooyoung. Namun, saat dia membuka pintu utama, dia berhenti seperti patung. Yeoja yang sedari tadi membuatnya gila, stress, dan dilanda jutaan kekhawatiran, kini sedang berdiri dengan wajah datar khas yeoja itu. Tepat di depan pintu utamanya.

“Oppa, waegeuraeyo? Gwenchanaeyo? Ap-“

 

GREBB!!

 

Kyuhyun memeluknya erat, sangat erat. Tangisannya kembali runtuh membasahi wajah hingga jaket yang Sooyoung kenakan. Yeoja yang dipeluknya merasa bingung, tapi tetap membalas dekapan posesif itu.

“Kau tak ijin denganku. Sudah kukatakan, ijin dulu sebelum kemana-mana. Telepon atau kirimkan aku pesan jika memang aku tak berada didekatmu saat itu. Kau membuatku nyaris mati mengkhawatirkanmu, Bodoh!” cuap emosi Kyuhyun.

“Jeosonghamnidha~ Jeosonghaeyo~” lirih Sooyoung beberapa saat kemudian.

Kyuhyun sudah mulai bisa bernafas lega. Dia menggandeng tangan istrinya masuk kedalam. “Maafkan aku sudah membuatmu khawatir. Aku hanya ingin membeli ramyeon di sebrang jalan.” Jelas Sooyoung lagi.

Kyuhyun memeluknya lagi. “Kenapa tidak menghubungiku untuk dibelikan? Kau tahukan ini jam pulang kerjaku?” Sooyoung mengangguk dan berani menghusap punggung bidang suaminya. “Nan Gwenchana~” lirihnya.

“Soo, lihat mataku!” pinta Kyuhyun yang sudah menangkup kedua bahu Sooyoung. Dan apa yang dia katakan selalu dituruti oleh yeoja itu. Kedua pasang mata itu saling menatap dalam satu sama lain. “Sekarang, sebelum kau menyiapkan makan malam, aku minta ketenangan darimu. Aku benar-benar kacau tadi, jadi sekarang beri aku sebuah ketenangan yang bisa mem-“

CHU~

Mata Kyuhyun berkaca-kaca mendapati sepasang mata didepannya sedang terpejam. Bisa dia rasakan elusan hangat menyenangkan ditengkuk dan di punggungnya. Perlahan, matanya pun ikut terpejam dan mengambil alih kekuasaan jalan lumatan manis antar bibir itu.

“Hahh…” desah Sooyoung setelah mengakhiri lumatan dan pagutan lama itu. Dia melihat suaminya tersenyum tenang. Dia pun ikut tersenyum. Meraih wajah sang suami dan mengecup bibir suaminya singkat. “Mandilah, aku tunggu kau di meja makan, euhm…?” tawarnya.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk cepat. “Ya, aku akan mandi cepat. Gomawo, aku bisa merasakan ketenangan yang melegakan…” kemudian cepat-cepat beranjak memasuki kamarnya.

Sooyoung tersenyum ditengah genangan air matanya. “Mianhae… aku belum menyerahkan diriku secara utuh. Tapi aku akan tetap berusaha… sabarlah oppa~”

 

 

Malam semakin larut. Namun, keduanya tampak sulit meringkuk nyenyak. Sesuatu membuat mereka terdampar pada situasi hening. Hingga akhirnya Sooyoung bersua, “Oppa~” Kyuhyun menoleh, “Ehm…?” gumamnya, menjawab Sooyoung. “Kau belum tidur?” kini Sooyoung mulai menyerongkan posisinya hingga menghadap pada Kyuhyun. Yang ditanya hanya menggeleng pelan. Dan kini mereka saling berhadapan diatas ranjang.

“Oppa…”

“Ya?”

“Mianhae…” Sooyoung mulai merasakan panas di matanya.

“Mwoga?”
“Aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu.” Kyuhyun terdiam, bungkam, dan tak tahu harus menjawab apa. Ingin dia bantah, tapi bibirnya tak bergerak, lidahnya kelu, kala menatap wajah sedih didepannya. “Andai kejadian pahit itu tak terjadi, andai aku tak memikirkan hal itu, andai aku bisa melupakan segalanya, andai aku kuat, andai aku mampu memutar waktu, andai-“

“Shhht…” Kyuhyun merengkuh tubuh kurus istrinya dengan jemol kiri yang aktif mengelus dasar bibir yeojanya. “Andai kau tak mengalami itu, mungkin kau akan menikah dengan lelaki itu dan tak akan pernah bertemu denganku. Jika itu terjadi, aku tak akan mau dijodohkan dengan siapapun. Lambat laun, bisa-bisa aku jadi perjaka tua. Kau tega aku seperti itu?” candaan Kyuhyun yang ternilai masuk akal itu membuat Sooyoung tersedak antara tawa dan tangisnya. Hal itu membuat Kyuhyun gemas dan semakin menenggelamkan tubuh kurus istrinya kedalam ruang lingkup hangatnya.

“Aku, menikahimu dengan sepenuh hatiku. Walau awalnya hambar, tapi kita berdua mengisinya dengan rasa perhatian, rasa rindu, cemburu, marah, hingga namamu memenuhi seluruh ruang pernafasanku.” Kyuhyun semakin mengeratkan dekapannya, bahkan kakinya melilit di tubuh kurus tersebut.

“Tiga bulan kita bersama. Aku masih ingat kalimatmu dihari pertama dulu. Cinta bisa tumbuh dengan adanya interaksi yang lebih. Dan aku… percaya akan hal itu karena kini aku mengalaminya.” Kyuhyun tersenyum merasakan dekapan erat sang istri. Dan dia ingin melanjutkan seluruh isi hatinya.

“Ribuan kehangatan hanya dengan dekapan seperti ini, sudah membuatku tenang. Ribuan ciuman dan kecupanmu sudah membuatku senang. Mungkin disaat kita sudah harus melakukan hal wajib itu, maka aku akan menjadi pemenang.”

“Menuju kemenangan tidak mudah. Butuh perjuangan dan kerja keras antara kau dan aku. Jadi, kau tak perlu memikirkannya, karena secara tidak langsung, saat ini kita sedang bertarung melawan segalanya. Ketika hari itu tiba, maka aku akan memiliki ini,” dia menyentuh tepat ditengah dada Sooyoung setelah meregangkan dekapannya. Tepat disisi jiwa istrinya. Tangannya meraba keatas dan mengelus seluruh bagian wajah istrinya, “semua ini…” kemudian kembali mendekap erat tubuh kurus itu, “semuanya… yah, apa yang aku genggam saat ini. Semuanya akan jadi milikku. Karena pada saat itu, aku telah menjadi pemenangnya.” Lalu kini menatap kedua manic mata Sooyoung lekat-lekat.

Mata besar Choi Sooyoung berkabut, mengeluarkan Kristal, dan perlahan melumer menjadi titik-titik air. Dengan sekuat tenaga, sepenuh hati, dan sepenuh jiwa, Sooyoung berseru lirih, “Saranghae Cho Kyuhyun~ Jongmal Saranghae”

Kyuhyun terharu mendengar hal itu. Ini kali pertamanya Sooyoung menyatakan hal itu. Yah, selama ini hanya dia seorang yang mengatakannya. Namun kini, dengan tulus Sooyoung lah yang mengucapkannya.

“Kurasa aku sudah jadi pemenangnya, sayang.” Kembali mendekap tubuh kurus itu dengan erat, “Nado Saranghaeyo~” ujarnya dengan mata yang tertutup dan dekapan yang hangat.

 

 

 

 

Pagi datang dengan cepat. Kyuhyun yang masih terlelap mulai terusik bangun dari mimpinya. Dia mengerang kecil sambil merentangkan kedua tangannya. Kemudian tangan kirinya meraba seseorang disampingnya. Awalnya dia tersenyum ketika meraba bagian itu, tetapi kemudian matanya terbuka lebar ketika yang dia temui bukanlah sang istri, melainkan sebuah guling. Dengan cepat, dia beranjak dari pebaringannya.

“Yeobo~ apa kau didalam?” Kyuhyun berujar sambil mengetuk pintu kamar mandi. “Yeobo~” tetap tak ada jawaban. Dengan cekatan dia buka pintu itu dan menelisik keseluruh bagian ruangan itu. Tak ada satu pun jejak yang dia temukan.

Perasaan was-was kian menjadi ketika Kyuhyun tak dapat menemukan sosok Sooyoung di seluruh sudut apartmentnya. Kenapa ini seperti de ja vu? Dia mencoba menelepon ke nomor Sooyoung, hasilnya sama seperti semalam. Tak dapat dihubungi.

Kyuhyun memutuskan kembali ke kamar untuk berbenah diri sebelum mencari istrinya tersebut. Namun, dia berhenti tepat didepan pintu masuk kamarnya. Ada secarik kertas berwarna pink berisi tulisan yang tertempel disana.

-
‘Morning oppa! Maaf, aku pergi tak berpamitan denganmu. 
Aku harus pergi ke suatu tempat yang bisa menenangkanku. 
Jujur, aku merasa pernikahan kita tak memiliki tujuan. 
Aku belum bisa menjadi seorang istri yang sempurna untukmu. 

Kejadian buruk dimasa lalu membuatku takut dan belum berani melakukannya. 
Aku tahu oppa kecewa denganku, walau oppa tetap mengelaknya. 
Biarkan aku menenangkan diri untuk sementara. 
Aku janji, saat aku kembali, aku yakin bisa melakukan apa yang harus kulakukan. 

Aku sedang berusaha menjadi yeoja sempurna didepanmu.
Namun, jika kelak aku tak kembali, kuharap oppa bisa menemukan yeoja yang sempurna,
Yang bisa melayani oppa setulus jiwa dengan seluruh raganya. 

Aku? 

Tidak perlu dipermasalahkan karena sejak dulu, aku memang tak pantas membangun sebuah hubungan yang manis. 
Kuharap oppa mengerti. 

Jaga dirimu baik-baik. 
Jaga kesehatanmu. 
Makanlah sayuran yang biasanya kusisipkan di piringmu. 

Kau harus sehat dan kuat. 

Aku mencintaimu. Sangat jatuh hati padamu. 
Maka dari itu, kau harus bahagia.
Hwaiiting Cho Kyuhyun-ssi!!! ^,^
Saranghae Yeongwonhi~

 

 

 

Kyuhyun’s POV

 

 

Kedua kakiku lemas. Tubuhku kian merosot kelantai. Wajahku sudah merah dan banjir air mata. Seseorang, beri tahu aku apa maksud surat tadi? Apa benar dia meninggalkanku? Dia pergi dengan mengatakan kata cinta padaku? Dia pergi disaat aku tak bisa melakukan apapun tanpanya?

Nan Eotthoke, Soo-ah…???

 

Eotthokeyoo???

 

 

 

 

“Eonni pergi tanpa pamit?” begitulah reaksi adik iparku, Seohyun, ketika aku menceritakan permasalahanku kali ini. Aku pun mengangguk dengan wajah yang masih aku tenggelamkan di kedua telapak tanganku.

“Apa dia mengatakan pergi untuk melakukan pekerjaan?” Tanya Yonghwa, suami Seohyun. “Beberapa hari yang lalu, saat dia kesini, dia bilang padaku bahwa kepresidenan mengutusnya menjadi mandor renovasi istana Negara di bagian pusat. Apa bukan untuk itu?” tambahnya.

Aku ingat tentang proyek itu. Sooyoung sempat mengatakannya padaku. Sejak dia diangkat sebagai arsitek terikat milik Negara, dia selalu ditunjuk sebagai pemimpin dalam pembangunan Negara. Aku masih ingat jelas, proyek yang dikatakan Yonghwa itu masih satu tahun lagi, bukan saat ini. Lantas, aku pun menggelengkan kepala, menyalahkan pendapat Yonghwa. “Dia pergi untuk menenangkan diri.” Jelasku sambil menunjukkan surat yang ditulis Sooyoung kemeja didepan mereka. “Itu yang dia katakan disana.”

Mereka mulai membaca surat tersebut. Sesekali melirik iba kearahku. Aku pun semakin rapuh pada harapanku sendiri. Kurebahkan punggungku kesandaran sofa. Bayanganku tetap tak bisa diubah. Aku akan terus kacau seperti ini jika istriku itu belum bisa kulihat. Sooyoung-ah, wae?????!!!
“Oppa~ aku yakin eonni akan kembali. Kurasa kau memang harus memberinya waktu. Kita tunggu sampai satu minggu. Jika dia tak kembali, aku akan menunjukkan jawaban dimana dia berada. Kau bisa mencarinya disana. Aku akan meminta bantuan pada paman Jun dirumah. Dia asisten eonni dulu, sebelum menikah denganmu. Aku yakin dia tahu keberadaan eonni saat ini.”

“Tidak perlu menunggu waktu satu minggu! Paman Jun, aku akan menemuinya sekarang!” ujarku tak sabar sambil beranjak bangun dan bergegas pergi. Namun, Yonghwa menghalangi langkahku. Dia berdiri tepat didepanku.

“Tolong, ikuti kata Seohyun. Sooyoung harus menenangkan dirinya dulu. Sabarlah jika kau memang menginginkan yang terbaik untuk semuanya.” Serunya.

“Tapi aku tak akan bisa melakukan apa-apa jika didalam pikiranku hanya ada dia! Aku bisa mati karena merindukannya!! Kau tak merasakan apa yang aku rasakan!!” balasku.

“Oppa! Tahan emosimu. Kumohon, beri eonni waktu.” Seohyun memohon dengan genangan air mata diwajahnya. Aku pun luluh dan melemaskan diriku lagi kembali rebah diatas sofa.

“Aku sungguh merindukannya! Jam kerja di kantor sudah membuatku ingin mengikatnya selalu ada disampingku, tapi sekarang, pulang kantor pun tak akan aku temukan obat rinduku padanya. Apa dia tak merasakan apa yang aku rasakan????!!! AKHHH!!! CHO SOOYOUNG!!!”

 
Kyuhyun’s POV end

 

 

 

Sooyoung’s POV

 

Sudah tanggal 20. Berarti genap lima hari aku tak melihat sosok suami yang selalu aku rindukan disana. Apa dia makan dengan baik? Apa dia tak lupa membawa shalnya? Apa dia bisa memakai dasi dengan baik?

Oh Tuhan, aku merindukannya.

“Soo…” aku menoleh kearah suara itu. Aku tersenyum menemukan Tae Yeon disana. Yah, aku sedang menenangkan diri di desa terpencil milik keluarga Kim. Sejak kejadian pahit itu, awalnya mereka membenciku, tapi lambat laun, mereka halus kepadaku. Mereka merasa jiwa Tae Yang oppa ada didiriku karena akulah yang menjadi obsesi namja itu. “Kau melamun lagi?” Tanya yeoja imut disampingku.

“Anni…” elakku sambil menyunggingkan senyum. “Aku hanya sedang berpikir saja.” Imbuhku.

“Berpikir bagaimana cara kau memantapkan hati dan keberanian untuk melayani suamimu?” tebak Taeyeon. Aku pun tersenyum kecut. Yah, tebakannya tepat sasaran. Lagi pula, aku sudah menceritakan segalanya. Bahkan aku sudah berziarah ke makam Tae Yang-oppa. Jadi, tak ada yang perlu disembunyikan, bukan?

“Aku hanya takut jika-“

“Soo… Tae Yang-Oppa sudah tenang di alam sana. Dia sangat mencintaimu. Jangan biarkan perasaannya semakin hancur. Kau tahu, oppa sedih melihatmu yang seperti saat ini. Kejadian pahit masa lalu hanyalah taburan bumbu didalam hidupmu. Jangan jadikan kejadian masa lalumu itu sebagai trauma berlarut. Aku yakin, kau bisa Sooyoung! Jika ka uterus seperti ini, oppa akan semakin tersiksa dialamnya. Kau mengerti maksudku kan?”

Aku terdiam. Genangan air mataku mulai luruh membasahi permukaan pipiku. Taeyon benar. Traumaku ini telah menjadi derita Tae Yang oppa disana. Bukan hanya itu, aku juga telah menyakiti perasaan Kyuhyun-oppa selama ini. Istri macam apa aku ini?

Tangisanku semakin pecah kala Taeyon memeluk tubuhku. “Aku jahat Taeyon-ah…” racauku. “Aku menyakiti dua namja yang sama-sama aku cintai…” tangisanku semakin menjadi. Taeyon mengusap punggungku, mencoba menciptakan ketenangan untukku. “Aku jahat….”

“Anni… kau tidak jahat Soo… hanya saja kau butuh waktu untuk melewati semua ini. Sekarang, kembalilah ke Villamu. Tenangkan pikiranmu. Cepatlah memutuskan sesuatu sebelum kau menyesal. Aku tahu kau bisa memilih yang terbaik untukmu.”
Sooyoung’s POV end

 

 

Enam hari sudah Kyuhyun tidur sendiri diatas ranjang besar yang terasa sangat hampa baginya. Dia terbiasa dengan sesosok yeoja tinggi nan kurus disebelahnya. Namun kini, hanya ada dua bantal guling yang menemaninya. Dia benar-benar tak tahan. Demi apapun, dia ingin lekas memeluk istrinya tersebut.

Sudah dua hari belakangan ini Kyuhyun tak datang ke perusahaan. Kondisinya benar-benar kacau. Awalnya dia mencoba untuk kuat, tapi tetap, detik berikutnya jiwanya sakit, seakan diremas oleh rindu yang menggebu.

Sore ini dia sedang duduk di ruang tamu. Bukan menonton atau membaca Koran. Melainkan bernostalgia setiap dia melihat satu per satu titik sudut ruangan. Ketika matanya menatap kibaran tirai pembatas balkon, bibirnya tertarik sedikit keatas. Dia ingat sekali. Disana dia meminta Sooyoung untuk bersikap sewajarnya pasangan suami-istri.

 

 

Flashback

 

Kyuhyun baru saja keluar dari kamar setelah membersihkan diri sepulang kerjanya tadi. Dia tersenyum melihat punggung ramping Sooyoung yang sedang berdiri menatap indahnya sore hari kota Seoul. Perlahan, dia melangkah mendekati yeoja itu.

Grebb!

Kedua tangannya melingkar di perut datar Sooyoung. Yang diperlakukan seperti itu pun hanya bisa merasakan kaget yang membuncah. Ini kali pertamanya Kyuhyun bersikap manja kepadanya setelah seminggu pernikahan mereka berjalan.

“Soo, boleh aku melakukan ini setiap aku ingin?” Tanya Kyuhyun lembut tepat disebelah telinga Sooyoung. Yang ditanya pun hanya mengangguk. Mencoba menenangkan pikiran dan merilekskan tubuhnya yang mengang. “Boleh aku melakukan apapun selama tidak terlalu jauh?” belum Sooyoung member respon, Kyuhyun menambahkan, “Aku tahu kau belum siap melakukannya. Geundae, aku ingin sedikit bermanja denganmu…” nada bicara Kyuhyun penuh dengan kepiluan yang didasari oleh rasa ingin memliki yang tinggi.

Tanpa menjawab, Sooyoung memberanikan diri membalikkan tubuhnya dan menangkup wajah sang suami. “Lakukan apa yang kau inginkan. Mianh… aku belum bisa melakukan yang lebih jauh. Mianhae…” perlahan wajahnya mendekat, semakin dekat, dan akhirnya Kyuhyun yang mendahului memajukan wajah hingga bibir mereka berdua berpautan. Kedua tangannya memeluk tubuh kurus istrinya erat hingga pautan mereka semakin dalam.

 

Flashback end

 

 

Kedua mata Kyuhyun kembali jatuh di tengah antreo kitchen. Dia ingat betul, sesuatu yang manis tercipta disana. Air matanya pun menetes mengingat hal tersebut…

 

Flashback

 

“DAAARRR!!!” Kyuhyun datang tiba-tiba dan mengagetkan Sooyoung yang sedang masak terperanjat hebat. Yeoja itu langsung memutar tubuhnya dan memeluk erat tubuh suaminya. Sooyoung benar-benar kaget dibuatnya.

“Uhk!!! Kau menyebalkan oppa!!! Kau kan tahu jantungku ini lemah! Bagaimana kalau aku mati karena kaget? Buruknya lagi, kau pelakunya!” cecar Sooyoung yang masih erat memeluk Kyuhyun.

“Aigoo… Aigoo… andweyo yeobo~ aku tidak akan memafkan diriku sendiri kalau itu terjadi. Aku akan ikut mati denganmu…” balas Kyuhyun dengan nada khawatirnya. “Mianhaeyo yeobo~ Mianhae…”

Sooyoung melepas dekapan itu. Dia memandang suaminya dengan wajah cemberut. “Kalau begitu, beri aku ketenangan lagi…” serunya.

Kyuhyun yang mengerti ritual untuk menenangkan diri diantara mereka pun langsung saja tersenyum senang dan meraih wajah istrinya. Detik berikutnya bibir mereka berpaut setelah Kyuhyun mberbisik, “Saranghae Sooyoung-ah~” dan dalam pautan itu, tangan kanan Kyuhyun turun menuju kompor gas dibelakang Sooyoung. Dia mematikan kompor itu. Kemudian membimbing istrinya menyandar dimeja makan sebelum memperdalam pautan mereka kembali.

Kyuhyun selalu menyukai saat-saat dimana Sooyoung melayaninya secara manis seperti ini. Walau tidak terlalu jauh, yang penting Kyuhyun yakin, hanya dia yang bisa menyentuh keseluruhan tubuh seorang Choi Sooyoung.

 

 

Flashback end
Air matanya kian lancar mengalir di sudut wajah tampannya. Rindu ini tak akan terobati sebelum dia bisa memeluk istri yang dinantinya itu erat-erat. Dadanya sesak membayangkan kemungkinan ketidak kembaliannya Sooyoung dalam dekapannya. Tidak, ini tidak bisa dibiarkan. Hati Kyuhyun akan semakin membusuk perih jika istrinya belum juga menyuakan namanya.

 

“Oppa~ aku yakin eonni akan kembali. Kurasa kau memang harus memberinya waktu. Kita tunggu sampai satu minggu. Jika dia tak kembali, aku akan menunjukkan jawaban dimana dia berada. Kau bisa mencarinya disana. Aku akan meminta bantuan pada paman Jun dirumah. Dia asisten eonni dulu, sebelum menikah denganmu. Aku yakin dia tahu keberadaan eonni saat ini.”
Mengingat hal tersebut, tubuh Kyuhyun sedikit menegang. Yah… dia harus bertindak. Inilah saatnya dia mencari lagi. Walau tempo hari paman Jun tidak memberitahukannya, dia yakin, kali ini dia bisa meluluhkan hati paman tengah baya itu. Yah, Kyuhyun harus bisa!

 

 

 

 

“Paman, kumohon… hanya kau satu-satunya harapanku.”

“Maaf Tuan Muda. Sejak dulu, Nona tidak memperbolehkan saya memberitahu siapapun dimana beliau bernaung ketika sedang penat dan butuh ketenangan.”

“Tapi aku mohon… paman…” suara Kyuhyun semakin parau. Ini ketiga kalinya dia mendatangi pria paruh baya kepercayaan Sooyoung itu. Hasilnya nyaris sama jika saja Kyuhyun tak ambil resiko harga dirinya. Yah… dengan lemah, kedua kakinya melemas dan bersimpuh didepan Paman Jun, membuat pria paruh baya itu kelabakan akan sesuatu yang tak pantas itu.

“Tuan… berdirilah. Saya mohon…” ucap Paman Jun sambil melirik kesegala arah, takut-takut Tuan Choi memergoki aksi menantunya satu ini. Cepat-cepat dia menarik tubuh Kyuhyun, tapi sayang, tenaganya kalah dengan Tuan Muda itu. “Tuan, sebelum Tuan Choi kembali, lebih baik Tuan Muda berdiri dan tinggalkan sa-“

“Tidak! Sebelum aku mengetahui keberadaan istriku saat ini, aku tidak akan melakukannya. Aku mohon dengan sangat Lee Yuu Jun-ssi, pertemukan aku dengan istriku. Aku tahu dia merindukanku juga. Aku tau dia sedang kalut dengan pikirannya. Kumohon… aku ingin menemuinya. Kumohon…”

“Tuan Muda… Tuan… jangan lakukan…” Paman Jun semakin gelagapan ketika perlahan kedua tangan Kyuhyun menyentuh kedua kakinya. Namun, sebelum itu terjadi, Paman Jun akhirnya mengalah. “Bbb…baik… Baiklah! Tapi, anda harus berdiri terlebih dahulu!” ujarnya sambil membantu tubuh Kyuhyun berdiri.

“Dimana…. Dimana istriku saat ini?” tuntut Kyuhyun tak sabar.

“Saya tak bisa mengatakannya. Biar saya mengantar anda kesana.”

 

 

 

 

Sesampainya di tempat tujuan, Paman Jun membukakan pintu mobil untuk Kyuhyun, membiarkan sang Tuan Muda itu bergeming memandang daerah terpencil yang asri itu. “Ini adalah desa kecil milik keluarga Kim. Nona memiliki satu Villa disini. Luas desa ini hanya sebesar luas rumah anda. Sekitar 1,5juta m2. Ada dua bangunan di tanah ini. Kediaman Keluarga Kim dan Villa sederhana milik Nona Sooyoung. Saya akan menunjukkan Villa milik Nona pada anda.” Jelas Paman Jun.

Kyuhyun sibuk dengan pandangannya sendiri. Desa ini milik pribadi. Suasana yang sejuk dan tropis. Bukan seperti sedang berada di Seoul. Yah, yah, dia tahu ini sudah di luar Seoul, tapi kenapa suasa seperti didesa ini tak pernah dia rasakan? Ini kali pertamanya. Seperti sedang berada dimusim semi. Begitulah yang dirasakan seorang Cho Kyuhyun. Dia berpikir bahwa Sooyoung sangat tepat memilih tempat untuk menenangkan diri.

“Apa sekarang kita lagsung ke Villa Nona Tuan?” Tanya Paman Jun.

“Eoh, Nde~ Sekarang saja. Memang itu tuj-“ kalimatnya tak tuntas kala jarak pandangnya jatuh pada dua orang yeoja yang sedang tertawa senang sambil bersepeda di ujung jalanan kebun, sekitar 20meter dari tempatnya berdiri. “Sooyoung-ah~” gumam Kyuhyun, membuat Paman Jun mengikuti arah pandangannya.

Paman Jun tersenyum, “Ya, itu Nona.” Ujarnya.

“Aku akan-“

“Jangan Tuan, biarkan Nona refreshing sore sebentar saja. Ini kali pertamanya dia tersenyum selama saya menyinggahinya setiap waktu. Mungkin Nona sudah memiliki jalan keluar dari masalahnya.” Jelas Paman Jun. “Mari saya antar anda ke Villa Nona. Saya tahu password pintu masuknya. Lebih baik anda tunggu didalam.” Imbuhnya, Kyuhyun mengangguk dan mengikuti Paman Jun.

Sesampai didepan pintu, Paman Jun menekan beberapa tombol kombinasi secara perlahan, bermaksud agar Tuan Mudanya itu tahu secara tidak langsung.

“Jadi, Password yang dia gunakan 031002? “

Paman Jun bangga akan dugaannya yang tak terpeleset, dia tersenyum tenang, “Anda memang sagat tanggap. Mari masuk kedalam…”

Mereka berjalan dengan Kyuhyun diposisi depan. Namja itu menelisik segara literature disetiap sudut bangunan Villa yang dikatakan sederhana ini. Ini bukan sederhana, tetapi unik. Begitu pikir Kyuhyun.

“Ngomong-ngomong, apa anda tahu arti Password itu?” Tanya Paman Jun, Kyuhyun menoleh dan menggeleng, “Itu menandakan, tanggal lahir anda dan Nona. Tanggal tiga, tanggal sepuluh, bulan dua” jelas Paman Jun, membuat Kyuhyun tercengang. “Nona baru menggantinya tiga hari yang lalu, saat dia benar-benar merindukan anda, Tuan~”

Apa?

Kyuhyun tercengang hebat. Dia senang, sangat senang, teramat sangat senang. Ternyata selama ini Sooyoung juga memikirkannya? Merindukannya? Oh Tuhan, anugerahmu begitu besar…

“Anda bisa duduk di ruang tengah atau boleh juga lagsung kekamar Nona. Disini hanya ada dua kamar, untuk Nona dan untuk pelayan Villa. Kamar Nona ada di lantai dua. Apa ada yang bisa saya bantu lagi, Tuan?”

Kyuhyun tersenyum, menggelengkan kepala, “Tidak, untuk saat ini sudah cukup. Terimakasih atas kemurahan hatimu Paman.” Ujarnya.

“Sama-sama Tuan. Baiklah, saya permisi dulu.” Paman Jun membungkukkan badan sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

 

 

 

Sooyoung’s POV

 

 

“Bye Taeng~ salam sama Woon Bin, suamimu juga dengan ajjeossi dan ahjumma. Aku kembali ke Villa dulu ya….” Pamitku sambil memutar sepeda gayungku. Taeyon melambaikan tangannya padaku dan samar-samar aku mendengar dia berteriak ‘Hati-hati Soo…’

Yah, begitulah Taeyon, sangat cerewet dan was-was. Tapi aku sangat menyayanginya seprti kakakku sendiri. Padahal aku punya masa lalu yang pahit dengan oppanya, tetapi dia tetap bisa berpikir dewasa dan dengan tulus memaafkan semua kesalahanku pada oppanya dulu.

Aku mengayuh sepeda sekitar 3 meter. Hal pertama yang kulihat adalah mobilku. Apakah Paman Jun datang? Jangan-jangan dia membawa makanan untukku. Aaahhh…. Dia bear-benar teladan dan bisa diandalkan.

“Hei Paman, Kau datang?” sapaku pada paman Jun yang sedang duduk di teras depan sambil membaca Koran. Mendengar suaraku, dia pun langsug berdiri dan memberikan hormat.

“Nde Nona… saya membawakan sesuatu untuk Nona. Sudah saya letakkan didalam. “ aku un tersenyum. “Gamshamidha Paman…” kemudian aku masuk kedalam.

Aku mencari-cari apa yang paman bawa untukku. Kenapa di ruang tamu dan ruang tengah tak ada apapun?

“Nona, anda sedang mencari sesuatu?”

Aku menegang kala mendengar suara itu. Bukan milik Paman Jun apalagi Bibi Shim si Pelayanku. Suara ini seperti…

“Boleh saya bantu?” suara itu kembali terdengar.

Dengan ragu, aku memutar tubuhku pelan-pelan. Wajahku sudah panas. Ingin rasanya aku menangis mengingat pemilik suara itu. Disaat aku sudah tepat berhadapan dengannya, kedua mataku langsung mengalirkan air mata yang tak terkira derasnya. Benar, dia benar-benar pemilik suara itu. Dia Cho Kyuhyun, suamiku.

“Oppa~” suaraku parau ditengah isakanku.

“Wae? Ada yang bisa oppa bantu Chagie?” dia berkata sewajarnya. Dia sama sekali tak kaget atau pun melompat senang melihatku. Apa dia selalu seperti ini? Kenapa sekarang dialah yang tak memiliki ekspresi? Jahat!

Tanpa menjawab ucapannya, aku langsung berhambur kedekapannya hingga dia terjatuh diatas sofa tak berbatas itu. “Bogoshippo oppa… Bogoshippo~”

Kurasakan dia membalas pelukanku sangat erat dan posesif. Pelukan yang satu minggu ini belum kudapatkan. Ya Tuhan, bodoh sekali aku menjauhi namja ini…

 

“Nado Bogoshippo yeobo~” balasnya dan kurasakan dia mengecup puncak kepalaku beberapa kali.

 

Aku pun kian memperdalam wajahku di tubuhnya. Menghirup aroma yang kurindukan. Sangat kurindukan. Aroma manis maskulin tubuhnya. Tubuh suamiku.

 

 

Sooyoung’s POV end

 

 

 

 

Malam kembali datang. Tidak seperti suasana hampa yang beberapa hari ini dirasakannya. Saat ini, seseorang yang dapat dia dekap itu sudah kembali kepelukannya. Tak perlu guling atau apapun, hanya istrinya saja yang bisa membuatnya tenang. Hanya Choi Sooyoung seorang.

 

“Oppa~”

 

“Euhm…?”

 

“Mianh… aku sudah membuatmu kacau satu minggu ini.” Ujar Sooyoung sambil mengelus lembut pipi suaminya yang sedikit tembam itu. “Kau jadi tambah pucat…” lanjutnya.

 

Kyuhyun tersenyum samar, “Gwenchana… selama kau tetap kembali padaku, aku tak akan mempehitungkan apapun, yeobo~” tangannya terulur menangkap tangan Sooyoung yang menjamah titik-titik wajahnya. Dia bawa tangan itu kebagian bibirnya. Dia kecupi setiap jari lentik itu dengan hikmat. Berlanjut ketelapak tangan, hingga ke punggung tangan Sooyoung. “Apapun itu, asal akhirnya kau bersamaku, semuanya tak masalah. Jangan diulang lagi, jangan meninggalkanku lagi. Arraseo?” suara Kyuhyun begitu berat dan rendah, membuat Sooyoung terenyuh akan ketulusan setiap kalimat Kyuhyun.

 

“Tak akan oppa… aku tak akan meninggalkanmu lagi…” lirih Sooyoung yang sedang menatap sendu kedua bola mata suaminya. Membuat sang suami megecup dahinya dengan lembut. Turun kebagian mata indahnya, hingga bagian hidung kecilnya, kedua pipi bulatya, dan berujung pada bibir ranumnya. Sooyoung pun memilih untuk menutup kedua matanya, menikmati semua sentuha suaminya.

 

“Kau pecaya padaku?” Tanya Kyuhyun lembut disela pautan bibir mereka. Sooyoung mengangguk yakin. “Saranghae Cho Sooyoung…” bisik Kyuhyun sebelum akhirnya melanjutkan penjamahan ke leher jenjang istrinya. Menciptakan bercak kepemilikan dibagian itu. Aksinya kian memanas ketika mendengar suara desahan Sooyoung yang menurutnya sangat sexy.

 

“Euuuhhhggmm… mmmhh…”

 

Bibir dan lidah Kyuhyun mulai turun kedaerah dada istrinya. Tiga kancing teratas piyama Sooyoung sudah dibukanya, menampakkan sisi halus permukaan putih mulus benda sintal dibalik kain branya. Lukisan bercak merah sudah bertabur disana. Seiring dengan suara desahan Sooyoung yang semakin menjadi. Tubuh Sooyoung pun bergetar hebat merasakan sensasi itu. Tak mau diam, kedua tangan Kyuhyun turun membelai paha ramping istrinya. Hanya dengan piyama dress sebatas pertengahan paha, membuat Kyuhyun mudah menelusupkan sentuhan kebagian dalam. Namun, sesuatu membuat Kyuhyun membuka mata dan menghentikan aktiftasnya sejenak. Dia menatap penuh kasih wajah istrinya yang nyaris tak berdaya dibawahnya.

 

Kyuhyun menghentikan aksinya saat merasaka suatu tegangan di tubuh Sooyoung. Dia paham akan hal itu. Dia rasa, ini bukanlah saat yang tepat. Sooyoung memerlukan waktu untuk melakuka segalanya denga hati yang terbuka lebar.

 

Chup*

 

Setelah memberi kecupan singkat di dahi Sooyoung, Kyuhyun berguling kesamping kembali. Dia memeluk tubuh istrinya dengan tenang ditengah debaran jantung yang menggelora. Tagannya megusap punggung Sooyoung, memberikan suatu ketenangan disana.

 

“Aku akan menunggu, yeobo~ sampai kapan pun… jangan khawatir…” ujar Kyuhyun dengan kedua mata yang sudah terpejam erat, menahan suatu birahi yang sempat mencuat sebelumnya.

 

Chup*

 

Kedua mata Kyuhyun mulai terbuka setelah sebuah kecupan singgah dibibirnya. Dilihatnya Sooyoung tersenyum lembut. Baru kali ini dia benar-benar menyaksikan seorang Sooyoung berekspresi tanpa beban sedikit pun.

 

“Aku… sudah siap oppa~” bisik Sooyoung. Kyuhyun tertegun. Apa yang barusan dikatakn Sooyoung? Apa dia tak salah dengar?

 

Chup*

 

Lagi Sooyoung megecup bibir tebalnya. “A-ku… su-dah…s-iap!” tegas Sooyoung sekali lagi.

 

“Yeobo~ kau…”

 

“Aku bisa oppa! Aku yakin, bayangan itu tak datang lagi. Sek-“

 

‘eemmmffgghhhhh…’

 

Kyuhyun langsung menyerang Sooyoung dan tak membiarkan yeoja itu mencabut satu pu kata dari kalimat tadi.

 

‘milikilah aku, oppa… aku hanya milikmu… aku yakin aku bisa… karena aku melakukannya bersamamu,’

 

 

_END_

 

** Enough!!! **

Ini FF terakhir yang akan aku post. Aku akan HIATUS dari dunia FF Blog selama kurang lebih 3 bulan.

Yah, aku sedang persiapan masuk Universitas tahun ini.

Aku akan Comeback setelah semua urusan sekolah FIX! rencananya, aku akan Comeback dengan LastPart Suddenly to be His Maid juga FF Request lanjutan. kalau tidak salah Request dari Hardika-ssi.

Oh ya, satu pemberitahuan lagi. Yang merasa REQUEST FF dan idenya di kirim lewat email, HARAP dikirim ulang melalui INBOX FB atau DM di TW.

check here

Mungkin, FF ini akan ada Sequel NC vers. So, bagi yang minat, harap tinggalkan jejak kalian dibawah postingan ini.

Aku tahu, kalian adalah reader yang baik dan bertanggung jawab.

oke, C.U Latter Guys… ^^

270 thoughts on “[TWOSHOT] Marry Me by Your Heart 2/2

  1. Waahhh…..
    Bgs bgt cerita di mana kyu sangat memcintai istrix dan menunggu sampai soo mampu menghilangkan traumax….

  2. Waahhh…..
    Bgs bgt cerita di mana kyu sangat memcintai istrix dan menunggu sampai soo mampu menghilangkan traumax……

  3. Waahhh…..
    Bgs bgt cerita di mana kyu sangat memcintai istrix dan menunggu sampai soo mampu menghilangkan traumax……
    Di tunggu squelx yah…

  4. Kyu oppa sabar bgt nunggu, kirain bakal kesel gitu trus ninggalin soo hehehe ternyata happy end yeayy😊😊😊

    Keren bgt ffnya, love it!hehehe💖

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s