[FREELANCE FF] BECAUSE IT’S YOU (SEQ. TULUS)

Because It’s You ( Sequel of Tulus )

Author : Achan_Gimbelz
Cast : Choi Sooyoung
Cho Kyuhyun
Kim Hyoyeon
Lee Hyukjae
Lenght : oneshoot
Rate : 17
Genre : Romance

Desclaimer : ini sequel dari ff Tulus. This story is originally from me ^^
Sebenernya gak mau bikin sequel, tapi ada temen ku yg maksa banget minta dibikinin sequel. Awalnya bingung mau bikin sequel berdasarkan lagu apa yang nyambung sama FF tulus itu, akhirnya jatuhlah pilihanku di salah satu Ost Love rain yang dinyanyiin sama Tiffany eonni🙂
Note : terima kasih banyak buat knight yang udah apresiasiin ff ku yang sebelumnya ^^ dan semoga sequel ini bisa memenuhi semua yang minta sequel termasuk yang maksa itu nunjuk dia dan maaf banget kalo ceritanya lagi2 absurd bin gak jelas bow

Okay, Let’s Read ^^

 

Author pov

Saranghaeyo..
Saranghaeseo..
Eotteokhaeyo.. – Choi Sooyoung

Paris,
Winter 2014

Seorang yeoja dengan setelan mantel tebal, jeans berwarna hijau muda, syal dan topi rajut serta sepatu boots berwarna coklat terlihat memasuki sebuah kafe. Begitu dia masuk, bel pintu kafe itu berbunyi dan membuat salah satu pelayan kafe yang kebetulan dekat dengan pintu itu menyapanya.

“Selamat malam, Summer Choi” Ucap pelayan tampan itu sambil membungkukkan badannya sedikit.
“Tsskk. Kau berlebihan sekali oppa! Kau menyamar jadi waiter lagi hem? Kalau begitu tolong antarkan pesananku seperti biasanya ya oppa!” Balas wanita yang dipanggil Summer Choi itu. Lalu ia menuju ke arah pojokan dekat jendela, tempat favoritenya.

Wanita itu memandang ke arah luar. Menyaksikan orang-orang yang berlalu lalang ditengah rintikan salju. Bukankah itu akan terasa dingin? Tapi sepertinya tidak jika kau berjalan berdua dengan pasanganmu. Saling menggenggam satu sama lain dan memberikan kehangatan.

Tapi tidak bagi Summer Choi yang memiliki nama asli Choi Sooyoung. Wanita itu lebih menikmati suasana malam ini didalam kafe ditemani dengan secangkir vanilla latte hangat kesukaannya sambil menikmati pemandangan Menara Eiffell yang cukup terlihat dari kafe ini. Kafe yang ternyata adalah milik temannya yang bernama Kim Hyoyeon.

“Ini pesananmu Miss Summer” sebuah suara menginterupsi lamunan kecilnya. Ia menoleh kearah sumber suara dan tersenyum tulus pada orang itu.
“Terima kasih Hyukjae oppa” jawab Sooyoung. “By the way, Hyoyeon eonnie kemana?” Tanya Sooyoung lagi. “Dia sedang berada diruangannya. Apa perlu aku panggilkan?” Tawar Hyukjae.
“Tidak perlu oppa. Mungkin dia sedang sibuk. Nanti dia juga akan kesini dengan sendirinya. Dia pasti tahu kalau aku akan kesini di jam segini” jawab Sooyoung sopan. Ia tahu jika Hyoyeon -orang yang sudah dia anggap eonni itu- pasti sedang mengerjakan laporan harian kafe nya ini. Dan ia tidak ingin menganggu.
“Baiklah. Aku tinggal ya. Pekerjaanku masih banyak” Hyukaje pergi setelah Sooyoung menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.

Sooyoung pov

“Kau sudah lama?” Aku menoleh kearah depanku karena seseorang menyapaku. “Hyoyeon eonnie? Anniya. Aku baru saja duduk lima belas menit yang lalu” jawabku. Dan selama itu pula aku hanya melamun.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Hyoyeon eonni. Aku mengernyitkan dahiku. “Nde?” Tanyaku ulang. “Apa yang sedang mengganggu fikiran mu? Dari tadi kau hanya melamun terus. Dan tumben sekali mendiamkan vanilla latte mu itu?” Hyoyeon eonnie memperinchi pertanyaannya. Ah! Dia terlalu mengerti aku.

“Tidak ada eonnie ku sayang!” Jawabku sambil tersenyum paksa.
“Kau tidak usah berbohong padaku cakep! Karena kau tidak akan bisa melakukan itu padaku. Apa kau sedang memikirkan perintah ayahmu untuk kembali ke korea?” Tanya Hyoyeon eonni lagi. Great!! Tebakannya itu benar sekali. Sudah ku bilang kan jika dia sangat mengerti aku?

“Nde eonni” ucapku sambil menghembuskan nafas beratku. Entahlah, aku merasa bingung apa yang harus ku lakukan. Seminggu yang lalu ayah ku mengunjungiku. Biasa, kunjungan dua bulan sekali. Tapi, dalam kunjungan beliau kali ini agak lain. Jika biasanya beliau hanya mengunjungiku dan menanyakan bagaimana keadaanku selama disini, tapi kali ini lain.

Ayah memintaku untuk kembali ke Korea. Tanah kelahiranku. Sebenarnya aku ingin sekali kembali kesana. Sudah tujuh tahun aku merantau disini. Di Paris, Perancis. Melanjutkan study ku disini. Dan aku sudah lulus dengan gelar Sarjana ku dua tahun yang lalu. Kini aku bekerja di sebuah butik ternama disini. Menjadi seorang designer. Cita-cita ku yang berhasil ku raih.

Sebenarnya aku ingin kembali ke Korea, tapi rasanya hatiku belum siap. Aku takut jika aku kembali ke sana, aku akan mengingat DIA lagi!! Dan aku tak mau usahaku yang selama tujuh tahun ini menata hati untuk melupakannya harus hancur jika suatu hari aku bertemu dengannya lagi disana. Dengan Cho Kyuhyun

TTAAKK !!
Aku meringis kesakitan sambil mengelus dahi indah ku yang baru saja disentil oleh Hyoyeon eonni. “Appo eonni!” Keluhku. “Rasakan! Lagipula siapa yang menyuruhmu melamun heh? Sekarang ceritakan apa alasanmu tidak mau kembali ke negara tercinta kita itu?” Yah, Hyoyeon eonni juga orang Korea. Sama sepertiku begitu juga Hyukjae oppa. Hanya saja, mereka sudah tinggal di paris sejak sepuluh tahun yang lalu.

“Tanpa ku ceritakan, kau sudah pasti tahu eonni. Because, you know me so well!!” Balasku. Lalu meminun vanlet ku yang sudah dingin. “Sooyoung-ah, kau percaya takdir?” Tanya Hyo eonni. Aku menganggukkan kepalaku. “Jika kau percaya takdir, maka untuk apa kau takut kembali ke korea? Itu takdir mu yang harus kembali ke sana. Merawat orang tua mu di usia mereka yang hendak lanjut. Dan jika disana nanti kau bertemu dengan Kyuhyun lagi, mungkin itu juga takdir mu. Ada pepatah bilang “jodoh pasti bertemu”. Kalau memang kau berjodoh dengannya maka kau akan bertemu lagi dengannya dan kalian akan bersatu. Tapi jika tidak, ya berarti bukan. Dan itu tandanya kau harus mencari cinta yang lain” ucap Hyo eonni. Dia memang bijak sekali

“Tapi eonni, kemungkinan aku tidak bertemu dengan dia itu sangat kecil. Kau tahu kan sekarang Kyuhyun itu sudah menjadi penyanyi terkenal. Pasti dia akan selalu muncul diberita televisi maupun majalah” ucapku berargumen.

“So, what’s the problem? Kau hanya bisa melihatnya di televisi atau majalah,kan? Bukan bertemu langsung? Lagipula, apa Kyuhyun akan tahu jika kau sudah kembali? Aku rasa tidak. Mengingat dia itu penyanyi yang masih sangat populer, pasti jadwal manggungnya sangat padat merayap!”
“Benar juga” batinku mengiyakan.
“Lagipula,bukankah kau mendapat promosi naik jabatan dari perusahaan mu untuk menjabat sebagai designer utama dicabang yang ada di Korea?” Tanya Hyo eonni lagi. Dan lagi-lagi aku hanya menganggukkan kepalaku. “Lalu apa lagi alasanmu tetap bertahan disini?”
“Lalu, kau sendiri kenapa tidak mau pulang ke Korea juga?” Tanyaku balik. Aku tidak ingin terus dipojok-pojokkan dengan pertanyaan Hyoyeon eonni.
“Aku? Tentu saja aku harus menjalankan bisnisku ini disini. Lagipula, kau tahu kan aku dan Hyukjae oppa baru menikah. Dan kami sudah tidak punya keluarga sama sekali disana. Jadi untuk apa kami kembali? Kehidupanku sekarang berada disini. Tapi kehidupanmu yang sebenarnya adalah di Korea” jawab Hyoyeon eonni. Dan dia benar (lagi) !!

oOo

Seoul
Summer 2015

Kyuhyun pov

“Haaahhhh” aku menghembuskan nafas beratku begitu sampai diapartemenku. Aku duduk disofa berwarna merah dan menselonjorkan kedua kakiku ke atas meja. Kulirik arlojiku sebentar ternyata sudah pukul 12.30 malam. Pantas saja aku merasa lelah sekali.

Profesi ku sebagai penyanyi membuat hidupku sangat melelahkan. Bagaimana tidak? Setiap hari jadwalku begitu padat. Bahkan, aku sangat jarang kembali ke rumah. Kembali ke apartemen pun hanya untuk menumpang tidur dan mandi. Andai aku sudah berumah tangga, bagaimana yaa nanti nasib istri dan anak ku jika aku lebih sering meninggalkan mereka??

Tsskk!! Kau ini bicara apa sih Cho Kyuhyun? Bukankah ini keputusan mu? Kau lebih nemilih menjadi penyanyi ketimbang memilih meneruskan jabatan CEO perusahaan ayahmu sendiri? Batinku berargumen.

Yeah, alasanku menjadi penyanyi adalah agar aku bisa menjadi terkenal. Bukan terkenal karena aku ingin dikenal banyak orang. Bukan seperti itu. Alasanku yang sebenarnya adalah karena aku ingin Sooyoung tahu bahwa aku masih ada. Masih disini menunggunya kembali. Aku tidak tahu dimana Sooyoung berada. Aku sudah mencari tahu kemanapun. Bahkan aku sudah menyerah selama dua tahun bertanya kepada keluarganya dimana Sooyoung tinggal. Namun tetap saja aku tidak menfapatkan informasi sedikitpun tentangnya.

Aku teringat akan salah satu kontrak kerja ku dengan sebuah majalah. Yah, aku akan menjadi salah satu model untuk iklan busana musim panas besok. Dengan memakai busana rancangan salah satu designer yang sedang naik daun di paris. Kalau tidak salah designer itu bernama Summer Choi. Apakah dia orang Korea juga? Kenapa memakai nama Choi? Seperti marganya Sooyoung saja! Haaahhh. Sudahlah kyuhyun-ssi, sepertinya kau butuh istirahat! Daritadi fikiranmu sudah melantur kemana-mana. Oke. Aku langsung beranjak ke kamar dan tidur. Tanpa mandi dulu. Hey, aku hidup sendiri! Jadi tidak akan ada yang protes jika badanku bau karena tidak mandi. Who cares? Hahahaha

Pagi menjelang dan alarm ku berbunyi dengan sangat nyaring. Mengusik tidurku yang sangat nyaman ini. Akhirnya dengan sangat terpaksa aku membuka mataku dan juga tubuhku.
Ponselku bergetar menandakan ada sebuah pesan. Ku ambil ponsel yang terletak diatas nakas itu.

From : manager hyung
Kyu-ah, hari ini jadwalmu kosong. Jadi kau libur hari ini. Tapi ingat, lusa kau akan melakukan pemotretan disalah satu majalah. Jadi kau harus jaga kesehatanmu. Jangan berbuat yang macam-macam yang bisa membahayakanmu! Arrasseo?

Mwo? Jadi hari ini aku free ? Kenapa tidak bilang kemarin? Kalau tahu begini, aku tidak usah bangun pagi seperti ini. Hyung, kau menyebalkan! Aku pun membalas pesan manager hyungku.
To : manager hyung
mwo? Aku libur? Kenapa mendadak sekali? Dan kenapa kau tidak bilang semalam? Gara-gara hyung, aku jadi bangun pagi dihari liburku. Menyebalkan !!!
Tapi yasudahlah. Gomawo karena sudah memberiku libur. Akan ku nikmati waktu liburanku ini sebaik mungkin. Dan jangan mengangguku !! Arrasseo?!!

Hahaaa. Rasakan itu hyung! Maaf jika tidak sopan. Tapi inilah diriku. Kkkk ^^
Euumm, tapi apa yang akan aku lakukan yaa? Sekarang masih pukul tujuh pagi. Masih terlalu pagi untuk pergi ke game center. Lagipula aku sedang tidak mood main game. Yasudahlah. Lebih baik aku mandi dulu.

Kini aku sedang berada di Daesang Senior High School. Sekolah tercintaku dulu. Entah apa yang membawaku kesini, tiba-tiba saja hati dan fikiranku merindukan sekolah ini. Seperti akan ada sesuatu ditempat ini.

Aku turun dari mobilku. Merentangkan kedua tanganku sambil menghirup dalam-dalam udara segar disini. Sekolah ini sepi. Tentu saja. Karena sekarang sedang libur musim panas. Aku melihat sekeliling gedung sekolahku. Tidak ada yang berubah. Hanya saja halaman depan lebih banyak pepohonan. Membuat sekolah ini lebih terlihat asri dan menyejukkan.

Aku melangkahkan kaki ku masuk ke dalam gedung. Tidak ada yang berubah. Seluruh kelas masih sama letaknya. Tapi sepertinya ada perubahan sedikit. Jika dulu ruang OSIS berada didekat ruang guru, tapi sekarang ruang OSIS berada tepat disebelah ruang musik.

Ahh, aku jadi teringat kenanganku saat aku menjadi ketua OSIS dulu. Dan lagi aku teringat wanita itu. Choi Sooyoung. Wanita yang sampai saat ini masih memenuhi seluruh ruang hatiku.
Yakk! Cho Kyuhyun! Kenapa kau jadi mellow drama begini? Hahaha

Aku meninggalkan ruang OSIS ini dan memilih ke taman belakang. Salah satu tempat favorit ku, dan tentunya sooyoung. Oh damn! Tidak bisakah sebentar saja kau tidak memikirkan Sooyoung ? Sudah berapa kali kau menyebut namanya hari ini heh?

Satu jam kemudian…

Aku terbangun karena aku mendengar suara dentingan piano. Tunggu dulu. Bukankah sekolah ini sepi? Ku lihat arloji ku. Pukul 10.30 siang. Sepertinya aku sudah ketiduran satu jam disini.
Aku kembali mendengar suara dentingan piano. Siapa yang main piano diruang musik? Sepertinya tidak mungkin ada siswa yang sengaja datang kesekolah hanya demi bermain piano. Lalu? Security? Tsskk. Mana mungkin. Beliau kan pasti sedang di pos jaga. Dari pada penasaran, lebih baik aku lihat saja langsung.

Begitu sampai didepan ruang musik, aku melihat sebuah koper besar. Koper siapa ini? Batinku. Aku membuka perlahan pintu ini yang sudah agak sedikit terbuka. Ku lihat seorang yeoja sedang bermain piano. Posisi duduknya membelakangiku jadi aku tidak bisa melihat wajahnya. Tapi siapa yeoja itu? Apa dia pemilik koper besar ini? Ku dengar ia mulai bernyanyi. Tunggu!! Suara ini? Suara ini seperti suara Sooyoung. Choi Sooyoungku. Ku langkahkan kaki ku lebih dekat padanya. Dan kalian tahu? Ternyata dia benar Choi Sooyoung. Sooyoung-ah, kau kembali ?

oOo

Sooyoung pov

“aku kembali” ucapku pelan. Sangat pelan mungkin hanya aku yang mendengarnya. Kini aku sudah sampai di Korea. Tanah kelahiranku. Ahh, betapa rindunya aku dengan negara tercintaku ini.

Aku langsung melangkahkan kaki ku keluar bandara. Aku memang tidak meminta keluarga ku menjemputku karena aku tidak bilang jika aku akan kembali hari ini. Aku langsung menaiki taksi.
Selama diperjalanan, pandanganku selalu fokus pada view didepanku. Banyak gedung-gedung baru yang tak ku ketahui itu gedung apa. Cukup banyak yang berubah dari terakhir kali aku lihat. Apakah aku terlalu lama pergi meninggalkan negaraku ini?

Aku melewati jalan menuju SMA ku dulu. Begitu tepat didepan gerbang sekolah, aku meminta pak supir menurunkanku disini. Entah apa yang membuatku ingin kesini, itu reflek. Setelah aku membayar taksi dan pak supir itu menurunkan koperku, beliau langsung pergi.

Aku melangkah memasuki gerbang. Menatap sekeliling sekolahku yang sepertinya ada sedikit perubahan dihalaman depan. Namun gedung sekolahnya tak berubah sama sekali.
“Maaf, anda siapa? Ada yang bisa saya bantu?” Seseorang menyapaku. Membuatku tersentak kaget. “Park ahjussi?” Tanyaku. Benarkah ini Park ahjussi? Security sekolahku dulu. Rupanya dia masih bekerja disini?

“Maaf, anda siapa? Anda mengenal saya?” Tanya beliau. Kkk. Sepertinya ia tak mengenaliku.
“Ahjussi tak mengenaliku? Aku Summer Choi,ah maksudku aku Choi Sooyoung. Shikshin. Ramen girl! Apa ahjussi tak ingat?” Ucapku semangat. Kulihat ia mengerutkan kening sambil bergumam “shikshin? Ramen girl?” Pada dirinya sendiri.

“Aahh! Aku ingat! Kau si yeoja kurus nan tinggi yang suka menyogokku dengan ramen jika kau terlambat ya!” Ucapnya. Aku yang sedaritadi tersenyum langsung mengerucutkan bibirku. Kenapa malah kejelekkanku yang diingat?

“Yak ahjussi!! Kenapa malah bagian itu yang kau ingat?” Aku pura-pura merajuk. “Hahahaha. Ne. Ne. Mianhae. Bagaimana kabarmu? Sepertinya tidak banyak yang berubah dari mu. Kau bertambah tinggi, rambut mu panjang, kau tambah cantik saja. Tapi kenapa tetap kurus?” Aisshh. Park ahjussi ini !!!!! Diawal memujiku tapi diakhir malah mengataiku. Menyebalkan!
“Yak ahjussi!!” Ucapku protes. Dan dia minta maaf lagi. Yah aku tahu beliau hanya bercanda.
“Ahjussi, bolehkah aku masuk kedalam?” Tanyaku meminta izin. “Silahkan princess!” Beliau memberi izin. “Gomawo” ucapku lalu masuk kedalam gedung sekolahku.

Tidak banyak yang berubah. Semua kelas masih seperti dulu. Aku menyusuri hampir seluruh kelas. Terutama kelasku saat aku kelas satu, dua dan tiga. Letaknya masih sama bahkan isi kelasnya pun masih sama. Loker kecil yang ada dipojokan kelas pun masih ada.

Aku tersenyum kala mengingat hobby ku yang suka membaca novel remaja sambil duduk berselanjar didepan loker itu. Setelah cukup bernostalgia dikelas, aku menuju ke ruang OSIS yang ada dilantai dasar.

Aneh, ruang OSIS kini berubah menjadi Ruang BP. Lalu ruang OSIS yg sekarang dimana?. Aku melangkah menuju ruang musik. Salah satu tempat yang paling banyak memberikan ku kenangan bersama kyuhyun.

“Oh? Jadi ruang OSIS nya pindah kesini?” Ucapku begitu melihat sebuah papan kecil bertuliskan ruang osis disamping ruang musik. Ku coba membuka pintunya dan ternyata tidak dikunci. Aku melangkah masuk. Meskipun ruangannya pindah, tapi isi ruangannya tak berubah.

“Apa ini?” Aku melihat sebuah figura besar di dinding. Aku cukup terkejut melihat figura itu. Figura tersebut bertuliskan “Our Memories”. Yang membuatku terkejut adalah ada foto ku dan kyuhyun disana. Dibawah foto itu ada tulisan “ketua dan wakil ketua osis dua periode dan siswa kebanggaan Daesang School” ahh, aku jadi terharu.

Aku keluar dari ruang osis dan menuju keruang sebelah. Ruang musik. Tempat favorite Kyuhyun dan juga aku. Aku melepas peganganku pada koperku. Membuka pintu ini. Memandang sekeliling ruangan ini. Dan lagi-lagi harus kukatakan tempat ini tidak berubah. Bersih, semua alat-alat musik tertata rapi termasuk piano itu.

Aku mengedarkan pandanganku sambil melangkah masuk. Mengitari piano putih yang ada ditengah ruangan. Mengusap lembut piano ini. Haah. Air mataku rasanya sudah mengembang dipelupuk mataku. Piano ini termasuk salah satu yang paling banyak memberikan kenangan.

Aku duduk didepan piano ini. Mengelus tuts-tuts ini. Dan saat itu juga air mataku meluncur. Teringat semua kenanganku dengannya. Ya Tuhan, kenapa aku sangat cengeng seperti ini ?
Aku menetralkan nafasku yang tiba-tiba sesak. Menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.

Ting.ting.ting
Aku menekan asal tuts nya.
Ting.ting.ting
Ku tekan lagi tuts nya

Dan reflek aku bernyanyi.
Mianhadan mal haji marayo..
Nae-ge sarangeun kkeuti aninde..
Ireohke uri heyeojindamyeon..
Eotteo-khaeyo.. Eotteo-khaeyo..

Sarang hana ppuninde sarang-hal su eopt-ko..
Cheongmal ha-goshipeun mal hal sudo eom-neunde..
Cheomcheom meo-reojyeo-ganeun
Sarangi jigiji mothal
Maldeu-ri nal ul-ke haneyo.

Komapdaneun mal haji marayo..
Nae modeun sarang ju-go shipeunde..
Ireohke uri nami dwehn-damyeon..
Eotteo-khaeyo.. Eotteo-khaeyo..

Sarang hana ppuninde sarang-hal su eopt-ko..
Cheongmal ha-goshipeun mal hal sudo eom-neunde..
Cheomcheom meo-reojyeo-ganeun
Sarangi jigiji mothal
Maldeu-ri nal ul-ke haneyo.

Sarang-haeyo..
Sarang-haeseo..
Eotteo-khaeyo..

Apeun sarangirado kwaehn-chanha~

jiwodo Ji-ul-su eom-neun geudaenikka~
Seulpeun un-myeon-girado
Keudaereul bonael-su eop-seo
Sarang-haeyo..Keudaenikkayo..

Nae-gen geudaenikkayo

( Tiffany SNSD – Because it’s you )

Hancur sudah pertahananku. Air mata yang sedari tadi ku coba tahan, mengalir begitu saja. Sesak! Aku merasa dadaku sesak sekali. “Kyuhyun-ah!! Kyuhyun-ah!! Bogoshipo. Nan jeongmal bogoshipoyo” ucapku lirih. Membiarkan air mataku terus mengalir bersama sesak ku.

“Aku kembali Kyu! Aku datang kembali! Apa kau tahu?” Ucapku lagi sambil terisak. Ya Tuhan, kuatkan aku!
“Apa kau tahu? Aku datang hari ini. Kembali lagi kesini. Masih dengan cinta yang ku punya untuk mu. Cinta yang ku coba hapus selama tujuh tahun ini. Tapi.. tapi aku tidak bisa kyuhyun-ah! Entah kenapa aku tidak bisa menghapus cinta ini. Apakah- apakah kau juga masih mencintaiku ? Mencintaiku seperti yang kau ucapkan tujuh tahun yang lalu?” Ucapku sesegukan seolah Kyuhyun ada dihadapanku. Oh- sepertinya aku mulai gila karena Kyuhyun!

“Kyuhyun-ah, andai kau ada disini, aku ingin mengatakan bahwa aku- bahwa aku masih mencintaimu kyu. Aku ingin memelukmu. Bisakah?” Aku bermonolog lagi. Dan air mataku mengalir lebih deras lagi. Bahkan aku menutup mulutku dengan kedua tanganku karena isakanku yang semakin mengencang.

Aku berdiri dan berbalik. Betapa terkejutnya diriku karena aku melihat seorang pria yang kini berdiri tepat dibelakangku. Pri itu adalah Kyuhyun. Cho kyuhyun!!
Aku hampir saja terjatuh jika aku tak mengimbangi tubuhku sendiri akibat melihatnya. Ya tuhan, benarkah ini Kyuhyun? Bagaimana bisa ia ada disini? Dan sejak kapan? Apakah- apakah dia mendengar semua ucapanku tadi?

Kulihat ia melangkah maju ke arahku. Tapi aku tak bergeming. Tetap diam ditempatku. Tatapan matanya menatapku nanar. Dan matanya terlihat- basah? Apakah Kyuhyun habis menangis? Menangis karena apa? Batinku berkecamuk.

Tanpa ku duga ia menarikku kedalam pelukannya. Astaga! Hangat! Aku merasa hangat berada dipelukannya. Aku sedang tidak berkhayal kan jika sekarang Kyuhyun sedang memelukku?
“Sooyoung-ah!” Dia menyebut namaku. Dan saat itu juga aku sadar jika ini nyata! Kyuhyun memelukku. Dan lagi air mataku mengalir.

“Sooyoung-ah, bogoshippo!” Ucapnya lirih ditelinga ku. Lalu ku rasakan pelukannya semakin kencang dan dia mengecup puncak kepalaku. Akupun membalas pelukannya tak kalah erat. Tuhan, bolehkah aku memeluknya seperti ini?

“Soo-ah, bogoshippo!! Nan jeongmal bogoshippo” ucapnya lagi. Apa benar kau merindukanku kyu? “Nado Kyuhyun-ah. Nado bogoshippo!” Ucapku parau.

“Maafkan aku Sooyoung-ah! Maafkan aku karena aku menyakiti mu. Maafkan aku karena aku tidak peka terhadap perasaanmu. Maafkan aku karena aku membiarkan mu pergi waktu itu. Harusnya, harusnya aku menahanmu untuk tetap berada disisiku. Dan harusnya aku lebih memilihmu daripada Seohyun. Maafkan aku Soo-ah. Maafkan aku” ucapnya sambil menundukkan kepalanya.

“Sudahlah Kyu, yang lalu biarlah berlalu. Kau tidak salah. Jadi kau tak harus meminta maaf padaku. Yang salah itu cintaku. Karena aku salah telah jatuh cinta pada kekasih orang”. Ucapku pelan diujung kalimat. Kyuhyun kembali memelukku. Membuat air mataku kembali menetes.

Sekian lama kami berpelukan untuk saling menenangkan, akhirnya aku melepasnya terlebih dahulu. Isakanku sudah berkurang. Kyuhyun menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya. Akupun juga begitu. Menghapus air matanya dengan ibu jariku. Ternyata benar, ia menangis!

Ia mendekatkan wajahnya ke arahku. Kurasakan nafasnya menerpa wajahku. Mataku tertutup seiring dengan bibirnya yang menempel tepat di bibirku. Sapuan bibirnya terasa begitu lembut dibibirku. Aku membalasnya sesekali. Mengecup bibirnya yang menurutku sangat sexy itu.

Tidak lama, ia pun melepaskan tautan kami. Ia menatapku tepat dimanik mataku.
“Apa benar yang kau ucapkan tadi?” Tanya Kyuhyun. “Ucapanku? Yang mana?” Astaga! Apakah dia mendengarkan semua ucapanku tadi?
“Ucapanmu bahwa kau masih mencintaiku sampai sekarang?” Tanya dia. BLUSH !! Kurasa pipiku memerah. Aku menundukkan kepalaku. Malu!! Kurasakan kyuhyun mengangkat dagu ku dengan jari telunjuknya.

“Marhaebwa!” Pintanya
“Mwoya?”
“Katakan bahwa kau mencintaiku” aish! Dia ini! Sudah tau aku masih mencintainya. Kenapa malah menanyakannya lagi?
“Ti-tidak! Aku tidak bilang begitu tadi!” Ucapku gugup. Bagaimana tidak? Kini Tangan kiri kyuhyun memeluk pinggangku erat. Mengikis jarak antara kami!”

“Gotjimal!” Ucapnya lagi sambil menelusuri wajahku dengan ujung  jari telunjuknya. Membuatku sedikit errr- merinding.
“N.. ne. Su-sungguh! Aku- aku tidak mengatakan apap-”

CHUU~

Kyuhyun menciumku lagi. Membuat ucapanku terpotong. Ia mengecup bibir atas dan bawahku bergantian. Lalu menggigit bibir bawahku. Aku mengerti maksudnya, aku pun mencoba membuka mulutku namun sialnya ia menghentikan lagi ciuman ini.

“Katakan jika kau mencintaiku!” Titahnya lagi.
“Aku.. a- aku..” sial! Kenapa tangan kirinya malah merambat naik ke punggungku? Bikin aku gugup saja!
“Aku apa sayang?” Oh damn! Kyuhyun mencoba menggodaku rupanya.
“Aku masih- mencintaimu kyu” baiklah. Sepertinya jujur secepatnya adalah jalan terbaik daripada Kyuhyun terus menggodaku. Dan membuat dadaku semakin sesak dan jantungku harus bekerja ekstra.

Kulihat ia tersenyum manis ke arahku. Menangkupkan kedua tangannya di pipiku.

CHUU~

Dan lagi ia menciumku.
“Nado saranghae Sooyoung-ah!” Ucapnya tulus. Aku tersenyum juga ke arahnya. Benarkah? Benarkah ini semua? Kyuhyun masih mencintai ku juga? Apakah itu artinya sekarang kami berpacaran?

“Jadi?” Tanyaku mencoba meminta penjelasan
“Hmm?”
“Apakah sekarang kita pacaran?” Tanyaku malu.
kyuhyun menangguk. Aku tersenyum lebar. Ya Tuhan! Terima kasih sudah mempertemukan kami kembali. Dan membuatku menjadi miliknya.

Dia mendekatkan wajahnya lagi. Seakan mengerti apa maksudnya, aku menutup mataku. Menunggunya untuk menciumku lagi.
“Hey, kenapa kau menutup matamu? Kau ingin ku cium lagi yaa?” Ucapnya tepat ditelingaku. Membuatku membelalakkan mataku. Sial!! Ternyata dia hanya mengerjaiku? Aku menoleh kesamping “Yak! Neo nap- mmffthh” dan akhirnya dia tetap menciumku juga. Dasar namja evil !!!

FIN..

Hallohaaaaaaa.
Achan kembali membawa sequel dari FF ku yg sebelumnya 》 TULUS 《
Maaf kalo sequelnya mengecewakan. Typo bertebaran dan ceritanya absurd banget. Hahahaha😀
Dan makasih banget buat fatminho yang udah mau share ff ku dan makasih juga buat yang udah komen and like ff aku sebelumnya.
Keep RCL Juseyoooo~
Btw, if you want to know me, you can contact me on facebook : achan gimbelz or twitter : @achan_gimbelz (promosi terselubung) hahahah :v
Paiipaii ^^/

Love,
Achan_Gimbelz

61 thoughts on “[FREELANCE FF] BECAUSE IT’S YOU (SEQ. TULUS)

  1. Yeeeaahh..huufft..akhrny kyu bs b‘satu ma sooyoung..
    ga sia“ jd mtusin blik k korea..trnyta kyu msih mnungguny blik..kkk

  2. meskipun author sendiri bilang kalo ff ini jelek, tapi menurut aku ini tuh bgus bgt bgt bgt bgt thor !! Seq nya memuaskan dan feel nya dpt bgt apalg klo sambil dngerin lagu nya… Beeuuuhhh. Ttp semangat thor ! Ku tunggu karya yg lain ^^

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s