[SERIES] Suddenly to be His Maid – 10(1/2)

sddnly to be 5a

SUDDENLY TO BE HIS MAID – 10(1/2)

AUTHOR FATMINHO

Length : Series
Cast : Kyuhyun – Sooyoung
Genre : Romance – Friendship

Disclaimer : THIS PLOT IS MINE!

Note :

ANNYEONG~

Beberapa waktu lalu, aku berjanji pada kalian bahwa saat aku comeback, aku akan membawakan part terakhir Suddenly to be His Maid, kan? Nah, maka dari itu, aku bawakan janjiku pada kalian sebagai tanda bahwa mulai saat ini, aku Comeback….

Namun, ada satu hal yang perlu dipermaklumkan, aku, tidak bisa sesering seperti saat sebelumnya untuk publish ff. mungkin beberapa dari kalian tahu alasannya. Benar, itu semua karena urusan sekolah perguruan tinggi yang kujalani. Walau pun demikian, ketika ada waktu luang, aku akan sempatkan menulis ff KyuYoung untuk para Knight tercinta.

Geurae, itu aja… sekarang, simaklah kisah Kyuhyun-Sooyoung di Suddenly to be His Maid 10 ini…

^^HAPPY READING^^

###

Sebelumnya…

Sooyoung menunduk menatap jari manisnya yang kini tampak cantik dengan hiasan yang kusematkan. Kemudian dia menatapku tak percaya. Ya Tuhan, apakah kini dia akan keberatan menerimanya?
“Kyu, ini-“
“Shhtt…” kebungkam bibirnya dengan menempelkan jari telunjukku tepat di permukaan bibirnya. “Sekali lagi kukatakan, aku mengikatmu, tunggulah aku menjemputmu. Jangan pernah kau jadi milik orang lain. Kau sanggup?” tantangku.
Sooyoung menatapku lama. Perlahan, bisa kulihat genangan Kristal yang membentuk kaca di permukaan mata bulatnya. Beberapa lama kemudian, ada aliran anak sungai di wajah manisnya. Lalu…
Sooyoung tersedak antara tawa dan tangisnya sambil mengangguk.
Seseorang, katakana bahwa aku tidak sedang tidur…
Sooyoung milikku?
Grebb!!
Kupeluk tubuhnya secara kuat dan erat.
Aku senang, bahagia, dan berdebar. Saking bahagianya, aku sampai ikut menangis…
Abeoji… Eomma…. bagaimana bisa aku mencintai yeoja menyebalkan satu ini begitu dalam?

4 years letter…

Kyuhyun’s POV

Pagi-pagi sekali aku sudah semangat merapikan diri dan segala sesuatu yang perlu kubawa. Senyuman tak pernah pudar dari wajahku. Benar, aku sangat bahagia. Sangat teramat bahagia. Jam sepuluh nanti, aku akan naik ke pesawat yang akan menurunkanku di tanah Kanada. Lalu, apa yang special dari itu semua? Hmm… satu yang sangat special dan selalu membuatku bersemangat menunggu saat-saat ini, Choi Sooyoung.

Aku rindu padanya. Begitu rindu hingga membayangkan saat-saat kebersamaan kami pun sudah berhasil membuatku sesak. Yeoja yang dulunya sangat menyebalkan, kini beralih menjadi yeoja yang sangat aku rindukan. Selamanya, hanya Choi Sooyoung yang bisa membuatku berdebar tak menentu.

Setelah semuanya siap, kurebahkan tubuhku keatas ranjang dengan kaki bersepatu yang sengaja kugantung kebawah menyentuh lantai. Kedua mataku memancarkan rasa rindu menggebu didepan ponsel lima inch yang kugenggam. Bukan, bukan karena ponselnya, tetapi karena fotonya yang saat ini kupandangi. Foto sexy nya saat kucuri dulu, yang kuingat saat itu dia sangat marah dan malu. Ada juga beberapa foto yang sengaja kuambil. Juga, foto saat kita bersama. Cankam kata-kata ‘bersama’ karena ini nyata, bukan sekadar editan belaka.

Aku bangga?

Tentu saja!

Karena apa?

Jelas, karena aku sangat mencintainya.

Choi Sooyoung, tunggulah aku yang beberapa jam lagi akan berdiri dihadapanmu!

Tok tok tok!

Cklek!

Aku terbangun dari pebaringanku dan menyimpan ponselku segera saat mendapati noona yang baru saja membuka pintu kamarku. Dia tersenyum dan masuk setelah menutup kembali pintu yang dia buka itu. Dia berjalan kearahku dengan senyuman menggoda. Apa dia akan menggodaku masalah Sooyoung?

Oh, ayolah… sangat sangat sangat biasa dan aku tak akan tergoda noona! Karena kenyataan sudah jelas, aku dan Sooyoung sedang menjalin hubungan jarak jauh selama empat tahun belakangan ini. Sayangnya saja noona baru mengetahuinya beberapa hari lalu. Jadi, noona semangat menggidaku. Cish! Telat sekali!

“Kau akan berangkat ke Kanada?” tanyanya, aku mengangguk. “Menjemput Sooyoungie?” aku mengernyit ditengah senyuman anehku. Menjemput? Aku pun menggeleng. “Eoh, lalu, untuk apa kau kesana?” tanyanya penasaran.

Aku menatap noona dengan pandangan menggoda. Kudekati wajahku hingga kedepan telinganya. Aku pun berbisik, “Melamar Choi Sooyoung!”

“MWORAGEO???” pekiknya keras, membuatku menutup kedua telingaku.

Noona menoleh kearahku dan menatapku tak percaya. Bibirnya agak terbuka, menampakkan sedikit lidah tengah dan gigi bagian dalamnya. Kedua matanya melotot. Aku pun terkekeh melihat reaksi dahsyatnya. Apa dia tak percaya?

“K…kau… akan Me…lam…mar… Sooyoungie?” tanyanya.

“NDE!” jawabku yakin dan tegas.

“Huwaaaaaa…..!!!!” noona histeris bahagia dan memelukku erat. Dia menggoyangkan badan kami kekiri dan kekanan. “Kau keren!! Kau keren!! Kau adikku paling keren Kyu!! Aku bangga dengan keberanianmu!! Aku senang mendengarnya!!”

“Jongmalyeo?” tanyaku dengan mengeratkan dekapanku pada noona. Sebenarnya, sudah lama aku tak merasakan kedekatan seperti ini dengan kakak semata wayangku ini, wajar saja jika aku inginkan dekapan ini juga.

Kurasakan dia mengangguk cepat.

“Nde!!! Jongmal jhoayo~…!!”

Aku sudah ada di depan rumahnya. Ya, aku sudah di Kanada, tepatnya di depan pintu rumah keluarga Choi. Aku sengaja tak mengatakan apa-apa tentang kedatanganku pada Sooyoung. Cukup eommanim yang tahu akan kedatanganku ini.

Sambil menunggu pintu terbuka, aku memilih untuk mengatur nafasku. Aku tak ingin terlalu mencuatkan kebahagiaanku ketika bertemu kembali dengannya. Apakah kali ini dia yang akan membukakan pintunya untukku?

Cklk!

“Sorry for your-”

Dia terdiam saat matanya benar-benar mengenalku. Aku hanya tersenyum kepadanya. Hei, apa dia sedang berpikir siapa yang kali ini ada di depan matanya?

Oh, ayolah Choi Sooyoung, My Lovely Maid, lupakah kau pada majikanmu yang tampan ini? Tidakkah kau merindukanku?

“Cho-“ dia menggantungkan ucapannya. Aku tetap tersenyum. “Kau-“ suaranya makin parau.

“Ya, aku menjemputmu. Bukankah aku pernah berjanji akan hal itu?” ucapku, menyadarkannya bahwa aku benar-benar nyata, bukan sekadar ilusi.

“Geundae… saat ini aku sedang menyelesaikan kontrak dengan managementku. Sekitar tiga tahun lagi. Bagaimana mungkin kau menjemputku?”

Mwohanagoya??????

Apa yang dia katakan?

Kenapa dia berkata seperti itu? Harusnya dia tersneyum dan langsung lompat memelukku. Menyambut kedatanganku yang jauh dari Seoul ke Kanada hanya untuk bertemu dengannya, menjemputnya, dan aku pasti akan mengatakan bahwa aku akan melamarnya, memintanya untuk menjadi anaeku. Tapi… bagaimana mungkin ekspressinya hanya seperti itu? Bahkan terkesan tak suka atas kedatanganku.

Aigoo… kenapa dia tetap menyebalkan??????

“Kenapa berkata seperti itu? Kau tak suka aku datang? Kalau memang seperti itu, kau masuk saja dan tutup pintunya. Lebih baik aku kembali lagi dan tak akan pernah kembali padamu lagi. Anyeong!”

Aku kesal. Lantas aku berkata aneh seperti itu. Kini aku berbalik dan berjalan meninggalkannya. Kenapa malah jadi begini? Ini bukan sekedar Seoul-Busan, tetapi Seoul-Kanada. Bayangkan jauhnya? Dan sangat sakit jika akhirnya-

GREBB!

Langkahku terhenti. Kurasakan tangannya memelukku erat. Mengunci kedua lenganku juga.

“Mianhae… mianhae… aku hanya bercanda! Aku hanya bingung! Aku tak tahu apa yang harus aku katakan karena tiba-tiba kau datang!! Kajima… jongmal mianhaeyo… jongmal bogoshippo~…”

Aku menghela nafas lega. Setidaknya perasaan burukku meluap, tergantikan oleh rasa hangat dan manis menjalar di seluruh tubuhku. Aku berbalik dan menatapnya datar, seolah aku masih kesal dengannya. Kenapa dia semakin cantik? Senyumannya semakin membuatku terjerat. Oh… yeojaku…

“Katakan sekali lagi!” pintaku gusar.

“Shirro!! Tak ada pengulangan, tuan…!”

“Katakan atau…” seperti d’javu. Dulu, saat dia masih jadi maid ku, aku selalu mengancamnya. Jika dia tak mengikuti perintahku, maka dengan senang hati aku akan menghabiskan bibirnya.

“Atau…?” tanyanya menggodaku.

Aku pun mulai mengembangkan senyumanku. Kedua tanganku menarik wajahnya dan akhirnya, aku bisa merasakan bibir manis yang sudah lama aku rindukan. Bibir ini… bibir yang selalu kujamah sesuka hati. Walau dia marah, aku tetap melakukannya sampai dia terbiasa akan apa yang aku lakukan. Kali ini, kusampaikan ribuan rindu didalam jiwaku, kuutarakan kasih sayang dan cinta yang kumiliki untuknya seorang, untuk Sooyoung-ku.

Dia membalas ciumanku dengan hangat. Menyambutku suka cinta hingga mengalungkan kedua tangannya di leherku. Dan ini berakhir ketika nafas kami mulai habis. Kami melepas tautan bibir ini dan menyatukan dahi kami. Mataku terbuka perlahan dan mendapatkan matanya yang masih terpejam dengan hembusan nafas tak beratur. Aku tahu dia kehabisan nafas. Namun, jujur, aku bahagia.

“Bogoshippo… jongmal bogo~” bisikku.

Perlahan, dia membuka kedua matanya dan menatap mataku. Hidung kami masih menyatu layaknya dahi yang kami satukan. Aku suka matanya. Sangat indah. Kukecup kedua matanya dan kemudian mengecup hangat dahinya. Lalu kami kembali bertatapan. Sama-sama tersenyum.

“Na do Bogoshipda Kyuhyun-ssi…”

“Mwo? Kyuhyun-ssi?”

“Nde, kau keberatan aku memanggilmu seperti itu?”

“Sangat!” aku merajuk. Bagaimana bisa yeoja ini tak ucapkan kata sayang untukku? “Kita sudah resmi, bahkan sudah melakukan ciuman berlarut beberapa kali. Seharusnya kau memanggilku honey, baby, darling, cahgie, atau yang paling sederhana… sebut saja aku dengan kata ‘oppa’ seperti ini…” aku bersiap memperagakan aegyeo, “Oppa~… Oppa-yaa~~”

Dia terbelalak memandangku. “Menjijikkan!!!” cetusnya sembari meringis.

Senyumanku pudar. Berubah menjadi wajah dingin. “Begitu? Menjijikkan?” tanyaku serius.

Dia mengangguk, “Ya, sangat menjijikkan! Dan aegyomu itu… uwwwoooh, jinja!!!”

Aku semakin beringas, “Baik, kalau memang menjijikkan dan kau tak mau memanggilku oppa, lebih baik aku kembali ke Korea. Buat apa aku disini kalau ternyata kekasihku tak menganggapku. Bye!” aku berbalik, melangkah meninggalkannya. Tidak… aku tak serius untuk balik. Aku hanya menunggu, apa dia membiarkanku pergi?

“Ya! Ya! Ya! Andwe! Kajimma Kyuhyun-ss.. ah, maksudku… Kyuhyun-ah…” aku tetap berjalan pergi dan dia tetap mengikuti langkahku dibelakang sambil menimbang sebutan apa yang pantas untukku. Dia tak memanggilku Kyuhyun-ssi, tapi malah menyapaku dengan Kyuhyun-ah… oh, ayolah Soo, apa sangat susah memanggilku oppa?

“Baiklah, baiklah! Oppa-yaa… Kajima… kajimara… oppa~”
Aku tersenyum dan menghentikan langkahku. Membuat seseorang dibelakangku menabrak kepala belakangku dengan kepalanya. Tanpa basa-basi, aku berbalik dan kupeluk tubuh kurusnya secara erat, sangat erat. Kuangkat tubuhnya dan kuputar-putar tubuh kami bersamaan. “Teruslah memanggilku seperti itu, arrasso!” ujarku.

Sooyoung hanya berteriak karena aku memutar tubuhnya yang ada didekapanku.
Kyuhyun’s POV end

Malam hari di kediaman keluarga Choi, Sooyoung serta merta memeluk penuh cinta tubuh tegap oppanya, Choi Siwon. Orang tua mereka tersenyum melihat keakraban tersebut. Namun tidak untuk seorang namja bernama Cho Kyuhyun. Dia tampak kesal dan wajahnya menunjukkan kemarahan yang luar biasa.

“Oppa, kau baik-baik saja?” Tanya Soo kepada Siwon setelah melonggarkan dekapan mereka. Sang oppa hanya bisa tersenyum dan mengangguk. “Apa kesehatanmu sudah normal kembali?” Siwon mengangguk lagi. Kemudian Sooyoung menangkup wajah oppanya dan mengelus pipi Siwon dengan kedua ibu jarinya. “Kau harus banyak istirahat dan jangan sekali pun kau sia-siakan pengorbanan eommamu. Aku senang memiliki oppa sepertimu…” kembali Sooyoung memeluk Siwon penuh kasih dan rasa rindu. Wajar saja, mereka sudah tak pernah bertemu setelah Tuan Choi memutuskan untuk menjalani perawatan lanjut untuk Siwon di Amerika beberapa bulan yang lalu.

Siwon menitikkan air matanya. Tiba-tiba saja dia teringat akan pengorbanan sang eomma yang rela mendonorkan jantung untuknya. Benar kata Sooyoung, dia tak seharusnya terpuruk dan memburuk. Jika dia sehat, maka eomma yang ada di surga sana akan merasakan kebahagiaannya.

“Soo-ah… hentikan! Kau tak kasihan dengan namjamu ini?”

Sooyoung menoleh ke belakang saat mendengar suara appanya. Lelaki paruh baya itu tengah merangkul bahu Kyuhyun dengan bersahabat. Hal tersebut membuat Sooyoung terkekeh dan semakin ingin menggoda Kyuhyun.

“Kurasa dia bukanlah tipe pencemburu, appa. Jadi, aku bebas untuk memeluk mesra Siwon oppa. Terlebih lagi Siwon oppa adalah oppa kandungku. Bukankah begitu, Kyuhyun-ssi?”

Kyuhyun menatap lekat kedua manic mata Sooyoung. Kepalan tangan pun sudah diciptakannya. Namun, ada satu hal yang harus dia yakini, dia tak boleh terpancing oleh kejahilan mantan pelayan cantiknya itu. Detik berikutnya, senyuman indah terukir di wajah tampannya. “Geurae… aku bukan tipe pencemburu. Walau ada rasa risih, tapi aku tahu cara melindungi perasaanku sendiri. Lihat saja Soo, apa yang akan terjadi setelah ini…”

Sontak ancaman Kyuhyun membuat orang-orang disana terbahak-bahak. Kentara sekali bahwa Kyuhyun benar-benar pencemburu berat.

“Kyuhyun-ssi… walau adikku ini sangat menyukaimu, tapi aku akan tetap menjadi orang yang berhak memutuskan siapa lelaki yang pantas untuknya. Jadi, kau berbaik-baiklah denganku dan kami semua disini jika kau ingin mendapatkan restu dariku. Arraseo?!”

Suara Siwon yang lantang membuat Kyuhyun sedikit tegang. Dia tak menyangka bahwa pengaruh Siwon atas hubungannya dengan Sooyoung benar-benar besar. Untuk mengakhiri ketegangannya, Kyuhyun memilih untuk membungkuk kepada Siwon dan berujar, “Mohon bantuannya, kakak ipar…”

“Aku bukan kakak iparmu, Kyuhyun-ssi. Aku belum memutuskan untuk merestuimu atau tidak. Jadi, kurasa lebih baik kau berhati-hati dan berjuanglah!” tatapan mata Siwon benar-benar dalam pada Kyuhyun. Setelah itu dia melepas rangkulan tangannya dari tubuh Sooyoung. Dilihatnya penuh kasih wajah cantik sang adik yang dulu sempat menjadi belahan jiwanya. “Mianh… ini semua demi kebaikanmu. Kau tak perlu cemas, eoh?” Sooyoung hanya bisa mengangguk dan kemudian mendapatkan kecupan kening yang hangat dari Siwon. Melihat aksi tersebut, membuat Kyuhyun benar-benar menggeram dalam hati. Sabarlah kyu…


Baru saja akan membuka pintu kamar sang kekasih, gerakan tangan Kyuhyun dicegah oleh Siwon. “Kau mau apa malam-malam begini masuk kekamar Sooyoung?” tanyanya, membuat Kyuhyun sedikit terkesiap karena tak menyangka aksinya ketahuan.

Dengan mencoba santai, Kyuhyun menjawab, “Annio… hanya saja ada hal yang ingin aku katakana padanya.”

“Mulai sekarang, jangan menyentuh Sooyoung sampai satu bulan kedepannya.”

“Mwo? Tt…tapi hyeong…-“

“Lakukan atau kau tak akan kurestui.”

JENG-JENG!!!

Mianh… ini bagian 1 nya… bagian 2 akan segera menyusul~

RCL kalau kalian benar2 ingin ini lanjut…

Senang bertemu kalian lagi😀

84 thoughts on “[SERIES] Suddenly to be His Maid – 10(1/2)

  1. ihh keren penasaran sam lanjutannya wkwk:3 lanjut chingu jangan lama lama ya hehe ffnya daebaakk!!! jjang!! gomawoyo chingu ffnya ^^

  2. Hhaha semangat kyu evil !! ‘-‘)/
    Siwon kyknya niat bngt nyiksa kyu wkwk
    nggak sabar baca lnjutnnya..
    Next chap ditunggu🙂

  3. uwaaa.. yeay..
    author fatminho is back..😀 haha

    aih.. cobaan kyu masih ada.. haha
    sebulan widih.. haha
    udah mh 4 thn skrng tambah sebulan..😀

    lanjut lanjuuutt.. jgn lama lama ye..😉
    seru seru.. keren..🙂

  4. Wah kyu nepatin janjinya buat jemput syo, lho! Keren~
    well, sekali2 Kyu emang harus di kerjain calon kakak ipar deh! Lol😀

  5. Lucu lucuuu, kyu lucu banget kalau cemburu,
    Dia dikasih tantangan ya sama kakak ipar, haha bersabar lah kyu, maka kau akan mendapatkan hasilnya yaitu memiliki Choi Sooyoung

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s