[SERIES] SUDDENLY TO BE HIS MAID – 10(2/2)B-END

sddnly to be 5a

SUDDENLY TO BE HIS MAID – 10(2/2)B-END

AUTHOR FATMINHO

Length : Series
Cast : Kyuhyun – Sooyoung
Genre : Romance – Friendship

Disclaimer : THIS PLOT IS MINE!

“Tapi kuakui, dia lelaki yang jujur.” Tambah Siwon.

“Tapi kenapa oppa malah membuatnya marah padaku?” Sooyoung mulai terisak. Dia tak ingin Kyuhyun salah paham dengannya.

“Anni… anni… bukan ini maksud oppa, Soo. Kau harus sabar dengan semua ini. Biarkan dia balik ke Korea. Kita lihat, siapa yang lebih dulu sampai disana.”

Sooyoung mulai terdiam dalam tangisnya. Dia mengernyitkan kening memikirkan kalimat terakhir oppanya. “Kita?”

Siwon mulai tersenyum bangga dan segera merangkul adiknya. “Kau lupa bahwa istriku adalah salah satu pramugari di penerbangan International? Dia sudah menunggu kita di bandara. Pesawat akan take off sejam lagi. Dan kejadian ini… entah tanpa kurencanakan ternyata Kyuhyun bergerak sesuai harapanku.”

Sooyoung yang masih belum mengerti pun lantas melepas rangkulan tangan Siwon agak kasar. Dia semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran oppanya. “Maksud oppa apa? Bagaimana mungkin kita mendahului Kyuhyun? Oppa tidak tahu aku sedang kacau dengan kejadian ini?”

“Arraseo. Maka dari itu, kau tenanglah sebentar. Kita akan berangkat sekarang dank au akan tahu segalanya setelah sampai di Seoul. Kajja!”

Kyuhyun’s POV

Aku duduk terdiam di ruang tunggu bandara. Sial! Aku benar-benar sial! Semua usahaku kandas di penghujung jalan. Apa aku bodoh telah melepas Sooyoung begitu saja? Apakah aku terlalu emosi mendapat ujian seperti itu? Tapi sungguh, aku benar-benar emosi dengan tingkah Siwon terhadapku. Ditambah lagi kelakuan manja Sooyoung kepadanya. Apa dia tak pernah berpikir untuk bermanja-manja denganku?

Sialnya lagi, saat aku benar-benar ingin meninggalkan Negara ini, pesawat tujuan Seoul kandas dan tersedi hanya untuk penerbangan malam. Itu artinya, aku harus duduk menunggu disini selama enam jam lagi. Berpikir untuk kembali ke apartment pun tak mungkin ku lakukan karena masa kontrak sudah kuputuskan sejak tadi.

Sambil termenung, aku teringat masa-masa kami ketika kami SMA dulu, disaat dia yang tiba-tiba tinggal dirumahku dan menjadi yeoja menyebalkan bagiku. Entah kenapa aku rindu ketika aku menggodanya. Aku lebih suka Sooyoung yang melawan dan cerewet dibandingkan Sooyoung yang elegan, seorang model, dan Sooyoung yang terlalu manja dengan kakaknya. Ku akui, dia benar-benar berubah secara signifikan. Bayangkan saja rupa wajahnya ketika dulu dan saat ini. Yah, aku tahu ini semua karena profesi modeling nya. Entah kenapa aku tidak suka ketika dia menunjukkan sisi sexy, manis, lucu, dan cantiknya kepada semua khalayak yang menatap photonya dimana-mana. Intinya, aku ingin Sooyoung yang polos seperti dulu.

Kuacak risau rambutku. Tak lagi kupikirkan beberapa orang yang berlalu lalang menatapku aneh dan ada juga yang menatapku iba. Apa mereka mengerti perasaan yang melandaku saat ini?

Aku tersentak kala ponselku bergetar. Kurogoh saku celanaku dan kudapatkan ponselku. Kulihat foto kekasihku terpampang disana dengan nama kontak ‘My Love’ dan entah kenapa aku ragu untuk menerimanya. Aku cukup kecewa pada sikapnya akhir-akhir ini. Apa ini efek dari perpisahan kita yang cukup lama? Apa perasaannya berubah seketika dan kejadian romantic beberapa minggu lalu itu hanya acting belaka?

Mianh Soo… aku belum sanggup mendengar suaramu kembali. Bayangan wajah manjamu yang bergelayut di pelukan Siwon benar-benar membuatku kesal dan dadaku sesak. Aku ingin kau bermanja hanya padaku saja. Tidak pada yang lain.

Pukul 10 malam aku tiba didepan rumahku. Setelah pintu terbuka, kulihat noona ku sedang menonton TV di ruang santai. Dia menoleh dan terkejut dengan kedatanganku.

“Ommo! Kyuhyun-ah… kau datang?” dia menghampiriku dengan wajah anehnya. Entahlah, mungkin dia merasa aneh melihat wajah kusutku. Aku hanya mengangguk malas dan lantas berjalan hendak naik ke kamarku.

“Kyu! Kau belum laporan denganku. Apa saja yang kau lakukan disana dalam waktu lima minggu ini?” noona mengikutiku dan menuntut cerita tentang kisah apa yang kualami disana. Kisah yang mana? Kisah perjuanganku memenangkan tender proyek terbesar? Kisah penyiksaan Siwon? Kisah menyedihkanku saat melihat kekasihku memeluk manja lelaki lain?

“Aku capek noona. Masih ada waktu esok hari untuk bercerita.” Titahku yang sudah membuka pintu kamarku. Saat aku hendak menutupnya, tangan noona menahan pintu tersebut.

“Kau ditolak oleh keluarga Sooyoung?” aku terdiam sejenak. Tidak, aku tidak ditolak oleh keluarganya, tapi aku tak diinginkan oleh oppanya. Aku pun menggeleng malas. “Terus, kenapa wajahmu lesu seperti ini? Kau datang mendadak dan membawa aura putus asa yang sangat besar. Apa yang kau alami sebenarnya disana, Kyuhyun-ah…? Aku sungguh penasaran!”

“Sudah kukatakan. Besok akan kuceritakan, noona!” dan tanpa menunggu sahutannya, langsung saja kututup pintu kamarku secara cepat.

“Yak! Kau benar-benar menyebalkan!!!” teriak noona yang masih bisa kudengar.

Aku termenung di balik pintu. Aku bersandar dengan tubuhku yang mulai rapuh. Merosot kelantai dan aku menangis.

Tak seharusnya aku melarikan diri.

Tak seharusnya aku pergi seorang diri.

Tak seharusnya aku terpancing oleh amarah Siwon.

Tak seharusnya aku menyerah.

Tapi bayangan itu benar-benar membuatku muak!

Kedekatan mereka seperti sepasang kekasih dan membuat seolah-olah aku pelampiasan sesaat.

Kurasa Sooyoungku memang tak memiliki rasa yang sama terhadapku.

“Aaaaarrrrrggggg!!!!!” jeritku, melampiaskan sesak yang melanda dadaku. Aku menangis sejadi-jadinya. Tak khawatir noona mendengar jeritan tangisku. Yang aku tahu, saat ini eommani dan abeoji tak ada di rumah. Jadi persetan dengan keberadaan noona yang tak terlalu kupikirkan.

Aku merasa menjadi namja terbodoh sedunia!

Jauh-jauh mengejar cinta hingga ke Kanada, malah berakhir dengan tangan yang hampa.

Kyuhyun’s POV end

Sooyoung terbangun dengan mata yang sembab. Seharian kemarin dia mencoba menghubungi Kyuhyun, tapi tak ada satu pun panggilannya yang ditanggapi. Terakhir saat dia benar-benar menyerah, dia dapati ponsel yang hendak dihubunginya itu sudah tak aktif lagi. Apa sebegitu bencinya Kyuhyun terhadapnya?

“Sooyoung-ah… tenanglah. Aku yakin, semua akan kembali membaik seperti dulu. Kau masih bisa meyakinkan Kyuhyun.” Kata Yuri yang sedari malam menemani Sooyoung. Mendengar kedatangan Sooyoung, dia langsung melesat kerumah teman dekatnya satu itu. Tentu saja bersama Yoona.

“Aku yang salah Yul… aku benar-benar tak pantas menjadi kekasihnya. Apalagi istrinya. Aku selalu mengabaikannya dan menomor duakannya. Tak pernah sekali pun aku sadar akan kehadirannya. Aku benar-benar yeoja brengsek, Yul-ah…” tangisan Sooyoung semakin pecah.

Yoona datang dengan membawa susu hangat untuk Sooyoung. “Syoung, lebih baik kau minum dulu susu ini. Hangatkan hati dan pikiranmu. Berhentilah menyesali diri dan mulailah memikirkan cara untuk memperbaiki segalanya.” Ujar Yoona sembari mengelus rambut coklat pekat milik temannya yang sedang rapuh itu.

Yuri mengangguk menyetujui masukan dari Yoona. “Aku dengar dari Hyuk-pa, Kyuhyun sedang ikut bermain bersama dia dan Ki Bum ke Cafe milik Donghae. Bagaimana kalau kita temui dia sekarang?”

Sooyoung menoleh menatap Yuri. Dia berpikir, apakah Kyuhyun mau bertemu dnegannya lagi? Tapi dia harus berusaha. “Aku mau menemuinya. Aku ingin meminta maaf padanya.”

Yoona dan Yuri pun tersenyum. “Cha~ mandi dan bersiaplah. Kami tunggu diluar. Arrachi?” Sooyoung mengangguk dan mulai mempersiapkan dirinya.

Hari ini Sooyoung memakai kaos strait putih dengan kerah menutupi lehernya. Celana jeans biru muda dan dilengkapi dengan coat coklat muda. Tampilannya sangat modis dan sesuai dengan musim gugur yang terasa sangat dingin saat ini.

Mereka bertiga memasuki Cafe milik Donghae. Pengunjungnya cukup ramai, mengingat ini adalah akhir pekan. Yuri memimpin jalan menuju pintu belakang dan lantas naik ke lantai dua. Dia cukup tahu wilayah café ini sejak akrab bekerja sama dengan Jessica, kekasih Donghae.

“Cha~ itu mereka!” Yuri menunjuk kearah ruang santai yang penuh dengan arena game. Ada meja billiard, ada papan panah, ada CD game yang berada disana-sini, juga deretan sofa santai yang cukup rapi di bandingkan keadaan dilantai.

“Anyeong oppa!”

Keempat namja yang asik beradu game itu pun menoleh ke belakang. Eunhyuk dan Kibum langsung sumringah dan menghampiri kekasih mereka. Sedangkan Donghae tersneyum senang bisa bertemu dnegan teman lamanya lagi. Lain halnya dengan Kyuhyun yang sudah berdiri dan mengemasi tas miliknya.

“Kurasa kalian kedatangan tamu. Kalau begitu aku pulang dulu. Ada sesuatu yang harus kukerjakan!” pamit Kyuhyun tanpa menoleh kearah sang kekasih, Sooyoung, yang sejak tadi sudah menatapnya.

“Kyu, kau tak tinggal sesaat dulu disini? Bukankah Sooyoung adalah tamumu?”

Kyuhyun terdiam dengan senyuman garangnya. “Andwe… Kurasa dia bukan menemuiku… jadi sebaiknya aku-“

“Aku mencarimu, oppa~” potong Sooyoung dengan suara yang mulai parau. “Aku datang kesini untuk bertemu denganmu.”

Ingin sekali Kyuhyun berlari mendekap yeojanya, tapi rasa gengsinya terlalu tinggi. Bagaimana bisa Sooyoung ada disini? Apa dia menyusulku? Atau dia lebih dulu datang sebelum aku? Bukankah seharusnya dia ada di Kanada?

“Kurasa aku tak memiliki urusan denganmu. Jadi, lebih baik aku pulang.” Kyuhyun kukuh pendirian. Dia berjalan pergi melewati Sooyoung yang kini mulai menangis.

“Syoung, lebih baik kau kejar dia.”

“Benar, kejar Kyuhyun. Sekarang!”

Dengan dorongan kelima temannya, akhirnya Sooyoung berbalik dan hendak mengejar Kyuhyun. Sesampainya diluar café, dia melihat Kyuhyun sudah masuk ke dalam mobil. Dia mengejar Kyuhyun dan mengetuk beberapa kali kaca mobil Kyuhyun.

“Oppa! Aku minta maaf! Oppa! Jebal…”

Tak dihiraukannya permohonan Sooyoung. Kyuhyun malah menginjak pedal gasnya secara ful hingga membuat Sooyoung sedikit limbung dan terduduk di jatuh kebawah. Sooyoung menangis pelan dan tak lagi memikirkan suara jepret kamera yang dia rasa milik netizen yang mengikutinya. Dia bangkit dan melesatkan mobilnya menuju rumah keluarga Cho.

Sooyoung’s POV
“Soo-ah?” aku tersenyum sedih melihat ekspresi terkejut Ahra eonni yang kini berdiri menyambutku. Kurasa dia sudah mengerti apa yang sedang terjadi diantara aku dan adik lelakinya itu. Seketika tangisanku pecah kembali.

“Eonni-ah…” aku berhambur kepelukannya. Menangis sejadi-jadinya. “Eotteokhe? Eotteokeyo?”

Kurasakan Ahra eonni menepuk punggungku, menenangkanku.

“Masuklah kedalam.”

Aku duduk di ruang santai dekat kamar Ahra eonni. Kuceritakan segala apa yang terjadi. Ini semua karena Siwon oppa yang terlalu jauh mempermainkan Kyuhyun!

“Aku juga tak menyangka reaksi Kyuhyun bisa terlalu jauh seperti ini. Sebenarnya, aku ikut andil dalam permainan yang dibuat Siwon. Dia sengaja ingin memberi kejutan pesta pernikahan untuk kalian. Bahkan semuanya sudah fix. Sebentar lagi undangan pernikahan akan disebarkan. Bayangan kami, saat ini kalian sudah berbaikan dan merasa tersanjung dnegan apa yang kami berikan untuk kalian. Namun sepertinya dugaan kami salah. Ini menjadi lebih rumit dari sebelumnya.”

Sooyoung memandnag Ahra tak percaya. Jadi Ahra juga ikut dalam permainan konyol ini? Sooyoung tak habis pikir dan lantas menggelengkan kepalanya ditengah pecahan tangisnya.

“Mianhae Soo-ah… jongmal mianhae…”

“Lalu apa yang bisa aku lakukan eonni? Kyuhyun tak hanya menolak panggilan teleponku, tapi lebih dari itu, dia juga tidak menatapku. Ini benar-benar membuatku takut.”

“Tidak Soo… tenanglah. Aku yakin ini akan baik-baik saja. Sekarang, kau istirahatlah di kamar Kyuhyun. Kita tunggu bagaimana reaksi anak itu setelah melihatmu ada di kamarnya.” Aku menggeleng atas masukan Ahra eonni.

“Aku akan menunggu didepan kamarnya. Sampai dia datang.”

“Terserah padamu saja. Siang ini aku harus mengurus gedung gereja yang sudah Siwon tugaskan padaku. Kuharap, kalian akan segera berbaikan.”

“Ne, eonni…”

Aku menunggu sejak siang tadi sampai langit mulai gelap. Beberapa ahjumma mengajakku makan, istirahat dikamar, dan mengambilkanku sofa untuk menunggu, tapi semua itu kutolak. Aku lebih memilih duduk dilantai dan berdoa kepada Tuhan agar Kyuhyun bisa memaafkanku. Makan? Walau pun aku suka makan, tapi saat ini tak bisa kuingat dan kurasakan lapar. Semua ini karena Kyuhyun. Aku tak ingin dia kembali seperti dulu. Menggoda puluhan yeoja dan mengencaninya bergantian. Aku ingin Kyuhyun hanya menatapku.

Kutekuk kedua lututku dengan tangan yang kugunakan tumpuan kepalaku. Aku lelah. Aku igin tidur sejenak saja.

Sooyoung’s POV end

Seharian ini Kyuhyun habiskan dengan PSP miliknya. Dia ada di pinggiran taman kota, duduk didalam mobilnya. Setelah melihat Sooyoung pagi tadi, dia takut tak bisa menahan dirinya. Dia begitu malu bertemu dengan yeoja itu. Setelah apa yang dia lakukan di Kanada kemarin, melakukan segala hal demi hubungan mereka, dia malah melarikan diri tanpa mengingat dan menghargai perjuangannya. Apakah itu tidak memalukan? Bagi Kyuhyun, itu snagatlah memalukan. Dia jadi bingung apa yang harus dia lakukan saat ini.

Kyuhyun membuka ponselnya dan menghidupkan kembali. Banyak pemberitahuan yang muncul ketika dia mengaktifkan ponselnya. Panggilan dari Sooyoung belasan kali, dari Ahra, dari ketiga sahabat namjanya, dari Yoona, Yuri, dan terakhir dari noonanya, Ahra. Dia buka pesan masuk terakhir dari Ahra.

Pulanglah, sejak siag tadi Sooyoung menunggumu didepan kamarmu. Kusuruh istirahat didalam dia tak mau. Pulang dan perbaikilah hubungan kalian jika kau tak ingin dia mati karena tak makan seharian. Kumohon, hilangkan ego dan gengsimu Kyu-ah. Bukankah kau mencintainya? Jadi lebih baik kau pulang dan selamatkan Sooyoung. Aku harus ke Busan mengambil pesanan, jadi saat ini Sooyoung sendirian. Kau tak ingin terjadi sesuatu dengannya, bukan? – Noona.

Kyuhyun cukup tercengang membacanya. Dengan cepat dia putar balik setir mobilnya dan segera melesat kerumahnya.

Kyuhyun’s POV

Aku kaget membaca pesan dari Ahra noona. Sooyoung menungguku sejak siang? Tidak makan, tidak minum, dan aku yakin, dia juga belum sarapan pagi. Bukankah pagi tadi dia sudah ke café Donghae untuk mencariku? Tapi aku mengabaikannya. Shit!

Sesampainya dirumah, aku langsung berlari dan menaiki tangga secepat mungkin. Aku tak ingin tubuh kurusnya kaku karena hawa dingin saat ini. Dan…

Astaga! Dia bodoh atau bagaimana? Kenapa duduk dilantai?

“Ck! Babo!!!”

Aku berjalan cepat kearahnya yang saat ini terpejam dan bersandar di dinding. Ini sudah pukul sebelas malam. Apa dia baik-baik saja?

Dengan hati-hati, kuambil posisi duduk disebelahnya. Perlahan, kubawa kepalanya bersandar di bahuku. Aku tahu, punggungnya pasti sakit.

Kini aku sadar, tak seharusnya aku gengsi untuk mengakui bahwa kenyataannya aku tak bisa jauh dari yeoja menyebalkan satu ini.

Wajahnya ketika tidur… benar-benar manis dan imut. Sangat menggemaskan!

Aku tersneyum sambil meraih tangan kanannya yang bebas. Tangan kirinya sudah terkunci oleh dekapanku. Kini, kukecup lembut tangannya yang kugenggam ini. Aromanya tetap sama sejak pagi tadi. Wangi tubuhnya selalu kuingat dan saat ini kurasa sangat sama dengan saat SMA dulu. Oh Tuhan, Choi Sooyoung! Kau benar-benar membuatku gila!!!

“Kyu~”

Mataku yang terpejam menikmati aroma tangannya sontak terbuka dan merunduk hingga menemukan sorot matanya. Mata yang indah dan sedang berkaca-kaca. Tanpa terasa, air mataku ikut menetes juga. Hatiku berdebar dan serasa diremas oleh kebodohanku. Aku telah menyakitinya. Michin namja!

“Mianhae~”

Suaranya yang bergetar benar-benar membuatku resah dan semakin bersalah. Dengan segera kulingkupi tubuhnya, membawanya kepelukanku. Kami menangis atas apa yang terjadi. Nyaris hubungan ini kandas karena kebodohanku.

“Aku yang seharusnya minta maaf padamu, Soo~”

Mendengar suaraku, Sooyoung semakin memecahkan tangisannya.

Aku baru saja keluar dari kamar mandi setelah sebelumnya menyelesaikan acara pembersihan tubuhku yang penuh keringat sejak pagi tadi. Kulihat Sooyoung yang kini duduk di ujung ranjang dan memunggungiku. Aku tersenyum sekilas atas rasa bahagia yang kurasakan malam ini. Dia memakai piyama miliknya yang sengaja kusimpan di lemariku saat dia meninggalkan Korea dulu. Kulakukan itu hanya sekadar untuk mengingat aromanya, berharap rasa rinduku bisa sedikit terbayar dengan melakukan itu semua. Aku pun tak menyangka bahwa kini, Sooyoung memakainya kembali.

“Kau tidak istirahat?” tanyaku sembari berjalan mendekatinya. Aku masih menggosok rambut basahku.

Sooyoung menoleh dan tersenyum padaku. “Berikan handuknya padaku, oppa!” pintanya. Aku mengernyit melihat tangan kanannya sudah terulur kearahku. Masih dalam pikiran bingung, dengan ragu kuberikan handuk yang masih kugunakan kepadanya. Dia berdiri dan berkata, “Duduklah! Biar aku yang mengeringkan rambutmu!”

Seketika senyum diwajahku melebar dan aku pun mengangguk menyetujui bantuannya. Bukankah dulu, saat dia masih menjadi maid pribadiku, dia selalu mengerjakan hal ini? Sepertinya aku benar-benar rindu pada sosoknya yang dulu. Sosok yeoja menyebalkan melekat didirinya.

Kini wajahku tepat berada didepan dadanya. Aku sedikit mendongak untuk melihat wajahnya yang kini sedang serius mengeringkan rambutku. Bisa kucium aroma tubuhnya nyaris sama denganku karena sebelumnya dia mandi dan tentu saja memakai semua peralatan mandiku yang sudah ada. Tuhan… aku semakin jatuh hati pada ciptaanmu ini, sungguh.

Grebb!

Kupeluk tubuh kurusnya hingga kini wajahku tenggelam di bagian tengah dadanya.

“Oppa! Aku belum selesai mengeringkan rambutmu, jadi jangan menyandar padaku. Ini akan jadi sulit, kan!” bukannya melawan apalagi menurut, aku malah tersenyum jahil kewajahnya. Aku menggeleng seperti anak kecil. “Shireo Andwe!”

Dia menghela nafas berat dan akhirnya melanjutkan kegiatannya mengeringkan rambutku dengan aku yang masih memeluknya erat.

“Kamarmu ini… sejak dulu tak pernah berubah. Bahkan aku masih hapal segala posisi yang ada. Mungkin yang berbeda hanya rak bukumu yang dulu tak terlalu terisi, sekarang jadi lebih padat dan banyak buku. Nice man!” cuapnya masih dalam kegiatan mengeringkan rambutku sambil terkekeh mengenang masa lalu.

“Tentu saja! Kalau aku bukan lelaki yang baik, kau tak akan mau menerima dan jatuh cinta padaku.”

“Yak! Kau mulai angkuh lagi, kan? Sudahlah! Lepaskan! Rambutmu sudah kering!”

Dekapanku terlepas karena dia memberontak.

“Orangtuamu… apakah ada di rumah?” tanyaku. Dia mengangguk.

“Bahkan istri Siwon oppa pun ada disini!”

“Mworago?” pekik kagetku. Istri Siwon? Jad… jadi namja itu…

“Wae? Kau masih mengira Siwon oppa menyukaiku sebagai yeoja yang dia cintai?” aku terdiam karena memang benar seperti itu. “Aisshh… bahkan mereka sudah memasuki bulan ketujuh umur pernikahan dan delapan bulan lagi aku akan memiliki ponakan!” Sooyoung menjelaskan sesuatu yang benar-benar membuatku tercengang. Aku jadi semakin malu. Bodoh!!! Bahkan aku tak tahu status Siwon saat ini adalah seorang suami. Jadi, untuk apa aku marah atas kedekatan Siwon dan Sooyoung?

“Mianhae… aku tak tahu jika Siwon hyeong itu-“

Chup*

Mataku terbelalak ketika sesuatu mendarat cepat dibibirku. Sooyoung tersenyum penuh kemenangan setelah mengecup bibirku tadi.

“Yang penting sekarang kau sudah tahu, bukan?” aku mengangguk. “Jadi… bagaimana dengan hubungan kita?”

Dengan senyuman lebar kujawab, “Aku dan eomma, juga eonni, akan menghadap keluargamu untuk melamarmu, meminta ijin untuk menikahimu. Bagaimana?”

Sooyoung tersenyum manis dan langsung merentangkan kedua tangannya hingga kini dia menggelayut erat di leherku. “Nan Jongmal Haengbokhe~” ujarnya yang benar-benar membuatku sangat bahagia.

Sampai akhir hayat hidupku, aku hanya ingin memiliki satu pelayan abadi sepanjang masa. Tentu saja orang itu adalah Choi Sooyoung. Apa pun rintangan didepan nanti, aku akan lalui sekuat tenaga dan tak akan pernah mundur lagi selama Sooyoung memihak dan selalu mendampingiku. Choi Sooyoung, Jongmal Saranghaeyo~.

 

-END-

Akhirnya… FF ini selesai juga.
Gomawo utk readers yang sll RCL di FF ini.
Gomawo juga untuk yang sudah menunggu part END sejak beberapa bulan lalu.

Untuk the Next new FF, aku belum bisa tentukan waktunya karena aku masih punya schedule padat di kampus. Biasa… menjadi Mahasiswa Baru harus aktif di jam kelas mau pun organisasi. Jadi, mau gak mau, aku harus mengesampingkan hobi menulisku sejenak. Namun, tdk menuntut kemungkinan jika sometime aku akan datang cepat. Well, semua pasti tahu, jika inspirasi mengalir, tulisan pun akan jadi hasil utama dan akan memilih menomorduakan tugas kuliah. >,<

Okey, sekali lagi, Jongmal Gamshayo Yeorobeun~ :*

SIDER… Change Your Habit, nde…
Menghargai karya orang itu, sama halnya dengan menghargai diri sendiri.

~SEE YOU LATER~ \^_^/

68 thoughts on “[SERIES] SUDDENLY TO BE HIS MAID – 10(2/2)B-END

  1. Kyu gondoknya lama juga ternyata.. kekeke~
    tapi syukur deh masalah kyuyoung udah clear.
    Eh, bukannya ahra unnie sama siwon oppa udah nyiapin weddingnya kyuyoung? Kok syo nggak ngmong apa2 ke kyu..
    Well, ditunggu ff lainnya~

  2. Happy end,,,
    Kyu di kerjain siwon n ahra,,,
    Kok gak ad acara pernikahan mereka sih thor,,,
    Tpi ff ny bgus n keren kok thor,,,
    Ending nya jau bgus cerita nya,,

Gomawo^^ You are the best Visitor, So Give Comments After You Read It.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s